RiikuuAyaKaitani production
Presented : Mamori's Boyfriend chapter 7
Eyesehield 21©Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Hello Again! Maaf karena apdetannya yang lama! Karena aku banyak urusan dengan sekolah~ makanya aku lama updatenannya! Yosh! Kali ini Openinng dan cuap-cuap Dari saiiya sedikit sajja!
Previous on Mamori's Boyfriend
Maaf Hiruma-kun. Aku akan terlambat. Batinnya. Dengan segenap keberanian ia melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Ayah dan Ibu Mamori mengarahkan pandangannya ke Putri mereka yang tengah berdiri.
"Ayah, Ibu, Mamori mau pergi sebenntar menemui teman. Aku akan pulang sebelum makan malam." Pamit Mamori. Ibunya hanya bisa memandangi Putri-nya yang berbalut dress manis.
"Iya tapi jangan lama-lama ya." Jawab Ayah Mamori didukung dengan senyuman lembut Ibu Mamori. Mamori ikut tersenyum dan pergi meninggalkan rumahnya.
-DI taman tempat perjanjian~ Hiruma sudah menunggu hingga beruban *Di lempar Hiruma nyangsang di Afrika, liat Fifa World Cup! XDD*-
"LAMA AMATT." Seru si setan melihat kekasihnya datang dengan berlari sekencang-kencannya.
"Ma, maaf Hiruma-kun!" Kata Si Malaika yang berusaha mengatur nafasnya.
"Iya deh. Kali ini aku maafin." Kata Hiruma.
"Thanks! Hosh hosh hosh!"
"Ng? Kamu habis nangis ya?" Tanya Hiruma yang melihat bekas air mata di ujung mata safir mamo.
"Ng, Nggak kok! Tadi pas kamu telpon aku lagi tidur!" Dustanya.
"Oya? Aku jadi nggak yakin nih." Kata Hiruma mengangkat satu alisnya.
"Udah yakinin aja deh! Jadi, kemana kita?" Tanya Mamori mengalihkan pembicaraan.
"Y, ya terserah kamu. Aku nggak berencana mengajakmu kemanapun sih." Kata Hiruma.
"Lho, gimana sih kamu ini. kan kamu yang mengajakku!" Kata Mamori.
"Ke hotel aja deh!" Jawab Hiruma Asal nyeplos.
"HAH? Ngapain! Plis deh! Jangan Aneh-aneh!" Kata Mamori yang mukanya udah merahhh.
"MACHUL! Ngga mungkin aku ngajak kamu kesanalah! Orang Si Author belom cukup umur buat bikin Rated M. udah cukup Umurpun ga bakal bisa dia!" Kata Hiruma.
"Lha tadi situ bilang mau ke Hotel!" Seru Mamori.
"Bodo ah!" Balas Hiruma. Tiba-tiba…
"HEhhhh! Hiruma! Enak saja kau bilang begitu! Nanti kalau saiyya sudah cukup umur, beneran deh! Aku bakal bikin kalian tersiksa! AHAHAHAHA!" Seru Author Gaje yang muncul entah dari mana.. =_=
"Lho, Rii, Rii-chan! Kamu ngapain di sini?" Tanya Mamori pada mahluk yang tak terdeteksi dengan kata-kata yang tiba-tiba muncul dari semak-semak.
"Oho.. Mamo-san! Aku lagi nge-date sama De-kun!" Jawab Author sambil senyam-senyum GaJe nan menjijikan.
"Ano.. itu pacar resmimu ya?" Tanya Mamori.
"Yupz~ Okhe! LANJUTKAN!" Jawab Aurthor sambil mengacungkan jempol dengan gaya yang bikin- HUEK
'GROOOOO' Suara death glare Hiruma.. Author Ngibirit dengan pacar yang udah nungguin sampe ubanan.. *Author di granat Pacar =3=*
"Sa, sabar ya, Hiruma-kun." Kata Mamori sambil menenangkan Hiruma.
"Tch. Nggangu acara orang aja!" Kata Hiruma.
"Jadi, kita kemana?" Tanya Mamori.
"Hn.. Terserahlah." Jawab Hiruma.
"Gimana kalo ke festival dekat Sungai?" Usul Mamori.
"Jangan yang banyak siswa Deimonnya. Ntar ketahuan kalo kamu pacaran sama aku." Kata Hiruma cemas.
"Emang kalo ketahuan aku dan kamu bakal di apain?" Uji Mamori.
"Kamu bisa-bisa di keluarkan dari komite disiplin karena pacaran dengan pemberontak peraturan. Aku sih nggak masalah. Tapi kamu? Kalau pun aku bisa bantu, gimana juga perasaanmu?" Kata Hiruma OOC bangett. Mamori tersenyum diam-diam.
'Sesuai dengan apa yang kuharapkan darimu, Youichi.' Batin Mamori.
"Tidak masalah. Appaun yang terjadi, aku adalah aku dan kamu tetaplah kamu. Aku tidak perduli jika aku bakal di keluarkan dari komite disiplin. Yang penting adalah aku mencintaimu." Kata Mamori yang dengan sukses membuat setang ber-blushing ria!
"Ba, baiklah kalau itu maumu! Ayo!" Kata Hiruma sambil menggandeng tangan Mamori. Mamori hanya terkikik pelan melihat kelakuan First love-nya itu. Tanpa mereka sadari, sepasang mata kemerahan tengah mengamati mereka di balik kacamata ungunya.
"Mamori Anezaki, kau hanya milikku seorang.." Gumam orang itu.
'DEG!'
"Ada apa?" Tanya Hiruma melihat Mamori yang tiba-tiba berubah ekspresi.
"Ti, tidak ada apa-apa. aku hanya merasa ada yang tengah memperhatikan kit saja." Jawabnya sambil melihat sekitarnya.
"Tenang. Aku yang akan melindungimu walau harus mati." Kata Hiruma sambil meraih bahu Mamori untuk menenangkan gadis ini.
"Te, terima kash Hiruma-kun." Katanya sambil tersenyum. Hiruma TERSENYUM meski HANYA SEKEDAR MENGANGKAT SUDUT BIBIR! *Lebay*
-Di Festival-
Mamori dan Hiruma yang sudah berkeliling selama 2 ½ jam lebih *Gileee kuat ya tuh kaki*, akhirnya memilih permainan terakhir yang juga merupakan keahlian Hiruma yang tak lain dan tak salah adalalh Shoot Corner *=3=*
"Oh!" Seru Mamori karena tertarik pada sepasang benda yang menjadi hadiah.
"Kau Mau itu?" Tawar Hiruma sambil menunjuk 2 gantungan HP berbentuk boneka landak berduri kuning dan bermata seperti setan. Sedangkan yang satunya lagi berbentuk cewek berambut scarlet dengan telinga kucing dan berbaju maid yang imut.
"Iya mau. Habis mirip denganmu sih!" kata Mamori sambil terkikik.
"Enak saja! Malah mirip denganmu tahu! Kalau begitu kau diam saja disini biar aku saja yang melakukannya!" Kata Hiruma dengan mata berkilat.
'DOR!' dengan sekali tembakan, Hiruma memenangkan hadiah yang Mamori inginkan.
"Thanks Hiruma-kun." Kata Mamori menerima hadiah itu.
"Kau yang landak saja. Aku yang cewek kucing kayaknya lagi makan creampuff! Kekeke!" Kata Hiruma sambil memberikan hadiah itu.
"Ke, kenapa?" Tanya Mamori.
"Artinya ini Mamori ini Hiruma." Kata Hiruma sambil menunjuk ke dua boneka itu berurutan.
"Agar meski kita terpisah sejauh apapun dan meski kita kehilangan ingatan kita sekalipum, kita akan ingat siapa yang kita cintai." Sambung Mamori sambil terenyum.
"Pintar juga kata-katamu." Komentar Hiruma sambil meringis.
"Ternyata setan sepertimu bisa romantic juga.." Kata Mamori sambil memandangi gantungan yang ada di tanganya.
"Ayo kuantar kau pulang." Ajak Hiruma sambil menggandeng tangan Mamori.
-Skip perjalanan. Sekarang sudah kira-kira 20m ke rumah Mamori-
Tiba-tiba dalam kegelapan malam, datanglah seorang pemuda berambut merah senada dengan matanya yang memakai kaca mata ungu. Dialah Akaba Hayato, Ace Dari team Bando Spiders .
"Ah, Youichi Hiruma dan Mamori Anezaki rupanya. Selamat malam." Sapanya sopan pada Sang Queen dan Sang King.
"Se, selamat , malam Akaba-kun." Balas Mamori terbata-bata karena mengingat kejadian tadi siang.
"Hn. Mau apa kau?" Tanya Hiruma kasar melihat keadaan Mamori yang aneh.
"Ah, aku hanya kebetulan lewat dan mampir ke rumah Anezaki-san saja kok. Dan ternyata aku bertemu dengan orang yang sedari tadi ingin kutemui, benarkan, Anezaki-san?"
"A, apa maksudmu Akaba-kun?" Tanya Mamori pura-pura tidak tahu. Tiba-tiba Akaba membungkukan badan utuk membisikkan sesuatu di telinga Mamori.
"Aku tahu kalau lusa kita akan menikah. Meski kau tidak mau, aku akan memaksa dengan cara apapun agar kau menjadi milikku, Mamori." Bisiknya. Raut wajah Mamori menjadi tegang karena ucapan Akaba barusan.
"A, aku tahu itu." balasnya.
"Oke! Aku duluan. Aku ada urusan lain dengan orang tuaku. Bye." Pamit Akaba sambil melambaikan tangan. Hiruma menatap Mamori dalam-dalam jauh kedalam mata Safirnya.
"Apa yang ia katakan padamu?" Tanyanya dingin.
"Ma, maaf Hiruma-kun. Suatu saat kau akan mengerti. Percayalah. Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Maaf ya, Hiruma-kun. Aku benra-benar minta ma-" Ucapan Mamori terpotong oleh kecupan lembut di bibir gadis itu. ciuman itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba Hiruma melepaskan ciuman dan pelukannya.
"Hi, hiruma-kun?" Panggil Mamori. Hiruma menunduk atau lebih tepatnya sedikit membungkuk dan memegang kedua bahu Mamori.
"Jika memang kau tidak ingin cerita tidak apa-apa. tapi sebagai gantinya kau harus bisa memastikan padaku bahwa kau baik-baik saja." Kata Hiruma sambil terus menunduk tanda kalau ia sangat cemas akan hubungan kekasihnya dan Sang Ace bermata merah.
"Aku mengerti, Hiruma-kun. Karena itu aku pasti baik-baik saja. Maafkan aku yang selalu merepotkanmu." Kata Mamori sambil memeluk Hiruma lamaaa sekali. Sampe Author aja bisa bikin Mie sambil ngupil. *Di bejeg-bejeg Reader coz dah ngganggu adegan Romantis*.
"AKu puang dulu ya! Jaa~ne!" Pamit Mamori sambil berlari kecil menuju rumahnya. Dan tak lupa meninggalkan kecupan di pipi Hiruma.
"Jaa-ne." balas Hiruma sambil melambaikan tangannya. Padahal dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia memiliki perasaan yang sangat berat karena melepaskan tangannya. Seolah tak dapat bertemu kembali.
-Di dalam Rumah-
"Aku pulang~" Sahut Mamori. Tidak ada jawaban dari dalam rumahnya. Mamori yang khawatir segera berlari menuju ruang tamunya dan menemukan Ibunya yang menangis.
"Ka, Kaa-san? Ada apa?" Tanya Mamori panic. Ibunya hanya memeluk Mamori dan terisak.
"Kamu harus menerima tawaran Akaba. Maaf Mamori, kami tidak punya pilihan lain selain memaksamu." Kata Ayah Mamori denga berat hati.
"A, apa maksud Ayah?" Tanya Mamori dengan perasaan yang kuar biasa takut.
"Tadi Akaba datang. Tepat 5 manit sebelum kau datang. Aku yakin kalian pasti bertemu. Lalu ia berkata bahwa.. Ichiru, kakakmu telah berada dalam genggamanya. Jika ingin dia lepas, Mamori. kamu harus menikah dengannya." Kata Ayah tegas namun penuh dengan kepedihan. Air mata Mamori jatuh sedikit demi sedikit. Kakak perempuan kesayangannya yang kini tengah menuntut ilmu di sebuah universitas di Italia telah di rampas dari tangannya. Mamori mundur selangkah demi selangkah dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
'Apa yang akan kau lakukan pada Kakak, Akaba? Kenapa demi semua ini kau sampai menculik dan merampas semua milikku? Kebahagiaanku, Keluargaku, bahkan masa depanku-pun harus ku berikan padamu? Ya Kami-sama.. apakah aku bisa bertahan dalam menghadapi semua ini?' batin Mamori sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Ia menangis sejadinya. Ia menumpahkan segala amarahnya pada bantal yang ada di pelukannya. Ia menangis tanpa peduli ada yang mendengarnya. Dan malaikat yang tanpa dosa itu terlelap dalam tidurnya berharap bisa lari dari kenyataan ini. kenyataan betapa kejamnya seorang Hayato Akaba pada kehidupannya.
"Seandainya sejak awal Ayah tidak bekerja pada perusahaanya, Tidak. Yang benar, seandainnyya saja aku tak pernah di lahirkan. Ayah dan Ibu pasti tidak akan menderita…" gumamnya lirih dalam mimpinya…
RiikuAya: Fuh! Selesai dalam waktu 2 jam! Cukup mengejutkan!
Shino : yak, Rekor baru. 2 jam 20 menit 6 detik.
RiikuAya : Iya-iya. Kau memang memiliki pengamatan waktu yang cukup mengejtukan. Aku tahu itu kok =,=
Shino : Lho, para Readers kan nggak tahu..
RiikuAya : Apaan kamu Cuma numpang eksis aja kok di sini..
Shino : WOW! Portugal bakal menang telak nih!
RiikuAya : Lho, pendukung Portugal ya?
Shino : Ng? Bukan. Aku Cuma mihak yang menang aja kok!
RiikuAya : Wah nggak nasionalisme sama yang didukung! =_=
Shino : gile menang 7-0 melebihi Jerman! Kamu njagoin sapa eh?
RiikuAya : Jerman mah Belanda. Udah-udah di sini malah ngebahas Bola lagi! Udah deh!
Shino : Iya-iya Corry!
Riiku & Shino : Jangan lupa reveiew-nya di tunggu! Jaa~ne! *Ngibrit berllibur ke Hawaii*
