PRINCE'S ZONE
CHOI YESUNG
CHO KYUHYUN
KIM HEECHUL
JUNG YUNHO
Dan mereka akan selalu menjadi diri mereka.
Annyeonghaseyoooo…., saya banyak tertawa membaca review yang kemarin. Khususnya review dari JustCallMeAzi, yang bikin saya malu mengingat banyaknya typo dalam setiap ketikan saya yang gak pernah saya edit. Hahaha…, dan buat ajib4ff, saya baru nyadar kalo mendiskriminasikan Siwonnie karena dia satu-satunya yang jadi ahjjussi2 di sini. Hahaha…, buat yang lain makasih juga reviewnya.
.
Selamat membaca
.
Yesung ingat, nama namja itu juga tertulis di sana, nama pertama yang Yesung temukan saat membuka buku itu secara acak. Apa hubungan ummanya dengan orang itu? Apa yang harus dia lakukan sekarang?
Chap 6
"Oppa…, aku ham…," wajah ceria Kim Yi Sheng memudar seketika, ucapannya juga tak terselesaikan saat mendapati seorang wanita sedang bercengkrama dengan putri kecilnya di apartement milik kekasihnya.
"Nuguseyo?" tanya wanita itu.
Kim Yi Seng terdiam sesaat. "An-annyeonghaseyo, Kim Yi Sheng imnida, saya asisten pribadi Choi Siwon'ssi. Apa anda…, mantan istrinya?"
"Ah, ne…, aku Jessica. Jadi kau yang selama ini membantu Siwon oppa? Aku ucapkan terimakasih banyak. Aku harap dia tidak terlalu merepotkanmu!" ucap wanita cantik itu sambil tersenyum.
"Ah, ne…, sama sekali tidak. Apa Choi Siwon'ssi…,"
"Oppa, sedang ganti baju di kamarnya. Perlu aku panggilkan?"
"Ah, aniya. Bukan hal yang penting. Aku hanya…, sekedar mampir. Kalau begitu, saya permisi."
Kim Yi Sheng sedikit membungkuk memberi salam pada wanita yang ia ketahui sebagai mantan istri Choi Siwon. Seorang actor terkenal, yang sangat tampan itu. Lalu keluar dari rumah itu.
"Siapa yang datang?"
"Oh, Kim Yi Sheng. Katanya hanya mampir saja."
Siwon tersentak mendengar ucapan Jessica. "Tunggu sebentar, ada yang harus aku bicarakan padanya," ucapnya kemudian bergegas keluar dari rumah.
Jessica tak bertanya, hanya mengangkat bahu seraya kembali bermain bersama putri kecilnya. Sementara Siwon telah berhasil menyusul Yi Sheng.
"Yi Sheng…!" panggilnya sambil mencengkram lengan yeoja itu.
"Lepaskan aku!"
"Kita harus bicara, aku mohon…," pintanya.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, oppa. Aku tahu, aku hanya salah paham kan? Kalian bertemu hanya demi putri kalian kan? Aku mengerti, oppa."
"Mianhanda, Kim Yi Sheng. Tapi aku benar-benar harus menjelaskan sesuatu padamu. Kami…, memutuskan untuk kembali bersama. Mianhae…,"
Kim Yi Sheng tersentak. "Andwae…, aku pasti salah dengar kan? Ini bohong kan?"
Choi Siwon menarik yeoja itu ke dalam pelukannya. "Mianhanda. Jessica sedang sakit. Jadi aku harus menjaganya dan putri kecil kami. Kami memutuskan untuk ke Amerika untuk perawatannya. Jadi…,"
"Jadi kau ingin meninggalkanku? Dan juga…," kalimat Yi Sheng tertahan di kerongkongannya. Hanya tangannya yang bergerak mengelus perutnya. "Arraseo. Aku tidak akan bertanya lagi. Selamat tinggal, oppa…," ucapnya kemudian berlari meninggalkan Siwon yang hanya bisa menatapnya sayu.
"Ahjjussi.., memanggilku?"
Siwon tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Changmin. Namja tampan itu tidak mau memanggilnya presdir seperti artis lain dalam agensinya. Tapi Siwon menyukainya.
"Ah, ne. apa kau tahu gosip yang beredar di Jung Grup? Tentang putra angkat keluarga Jung?" tanya Siwon sambil menutup agenda milik Umma Yesung.
"Ne. tapi kenapa Ahjjussi bertanya padaku? Kenapa bukan pada Sulli nunna? Atau sepertinya justru para karyawan yang tau banyak," ucap Changmin.
"Karena aku tahu kau tidak suka bergosip. Jadi apa yang kau dengar pasti akan kau katakan tanpa menambahinya," jawab Siwon. "Apa benar, Kim Ryeowook adalah…,"
"Yang ku dengar katanya memang begitu. Tapi aku tidak tahu kepastiannya. Karena pelum ada pernyataan resmi dari keluarga Jung. Waeyo?"
"Ah, ani. Aku hanya…, baru tahu kalau Il Woo mempunyai putra angkat."
Changmin mengangguk-angguk tanda mengerti. "Oh ya, ahjjussi, boleh aku main ke kantor agensi mereka tidak?" tanya Changmin.
"Tidak!" jawab Siwon cepat. "Kau ingin menciptakan gosip baru? Kau tahu apa yang harus aku lakukan untuk membersihkan namamu dari kasus D.Z waktu itu. Kalau kau ke sana akan muncul kasua apalagi, eoh?!" bentaknya.
Cangmin berdecih. "Cih! Pelit," ucapnya kemudian beranjak keluar dari ruamgan Siwon.
"Ya! Shim Changmin! Aku ini atasanmu! Kenapa kau tidak sopan begitu!" teriak Choi Siwon tapi tak mendapat respon apapun.
Namja itu menarik nafas berat. Teringat pada tulisan Kim Yi Sheng dalam agendanya yang ia buka secara acak.
Aku hampir saja mengakhiri hidupku dengan menabrakkan diri pada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahku. Tapi ternyata takdirku tak berakhir di sini. Mobil itu berhenti tepat beberapa jengkal di sampingku.
"Agashi! Apa yang…, Kim Yi Sheng?"
Suara itu, meski telah lama tapi aku masih mengenalinya. Perlahan aku menoleh saat si pemilik suara menyentuh pundakku pelan.
"Il woo oppa?"
"Ne, ini aku. Apa yang ingin kau lakukan, eoh? Bunuh diri? Bukankah dulu kau pernah berjanji akan hidup bahagia untukku, eoh? Kenapa kau jadi seperti ini?"
Aku jatuh terduduk di jalanan. Tangisku pecah seketika. Kenapa namja ini muncul di saat seperti ini?
.
.
Dia cinta pertamaku. Tapi kami harus berpisah saat keluarga Jung bangkrut, dan dia dipaksa menikah dengan putri keluarga kaya yang juga bermarga Jung.
.
.
Il woo oppa adalah malaikat pelindungku. Dia mengatakan pada keluargaku, bahwa dia akan menikahiku, agar keluarga kami tidak menanggung malu atas kehamilanku yang tanpa suami. Dia membuatku bergantung padanya. Meskipun aku tahu ini salah. Karena dia sudah menikah. Tapi…, aku hanya ingin anakku kelak memiliki seseorang yang ia panggil ayah.
.
.
Nyonya Jung ingin menyingkirkanku. Dia tahu anak ini bukan anak Il woo oppa. Tapi justru itu membuatnya semakin membenciku. Karena Il Woo oppa lebih perhatian pada yeoja yang hamil oleh pria lain, dari pada istri dan anak kandungnya sendiri.
.
.
Ya, Tuhan…, putraku masih terlalu kecil. Kenapa KAU memberiku penyakit separah ini? Apa KAU tega menambah penderitaannya Tuhan?
.
.
Dia kembali. Choi Siwon…
.
.
Yeoja itu sembuh. Dan mereka tampak bahagia. Apa kau tahu Choi Siwon, akulah yang akan mati sekarang?
.
.
Il woo oppa membawa kami kembali ke kota ini. Kota yang penuh kenangannya. Sebenarnya aku tidak ingin. Tapi dia terus memaksaku untuk melakukan operasi. Tapi aku tak yakin aku bisa hidup lama. Apalagi berada di bawah langit yang sama dengannya.
.
.
Ya Tuhan, mereka bertemu. Choi Siwon. Dia memeluk putraku! Dan dengan bodohnya ia tak mengenalinya. Mengasihaninya karena dia bilang eommanya di rawat di RS ini. Kau menyedihkan Choi Siwon'ssi.
.
.
Oppa…, Il Woo Oppa…, malaikat kami telah pergi. Apa yang harus kami lakukan? Bahkan kami tak bisa memberi penghormatan terakhir padanya.
.
.
Sepertinya waktuku hampir tiba…
Choi Siwon menjambak rambutnya frustasi. Kim Yi Sheng…, dia pergi saat tengah mengandung putranya. Dan Siwon sama sekali tidak tahu? Bukankah dia sangat jahat? Dia bahkan tidak tahu saat yeoja itu sekarat. Tidak sadar telah bertemu putranya. Dia begitu bodoh.
"Apa aku masih termaafkan Tuhan?"
.
-000-
.
Jaejoong menatap Ryeowook yang tengah di make up. Lalu menoleh pada Kyuhyun yang sibuk dengan smartphonenya.
"Kemana namja itu? Kenapa tak membalas pesanku?!" gerutu Kyu.
"Nugu?" tanya Jae.
"Kau tahu yang aku maksud, hyung. Jadi jangan bertanya! Aish! Kenapa, sih kita harus merahasiakan siapa teman duetku? Bahkan menyebut namanya saja tidak bisa!" geram Kyuhyun.
Jaejoong tertawa. "Molla. Itu bukan urusanku."
"Ya! Hyung! Kenapa kau bicara seperti itu? Apa kau tahu, setiap hari dia pergi ke rumah Sungmin hyung untuk berlatih. Dia bahkan tak pernah sekalipun pamit padaku. Sebenarnya apa maunya, sih?!"
"Kau cemburu?"
"Mwo? Jangan bercanda! Aku hanya tidak suka dengan sikapnya!" elak Kyuhyun.
Jae tertawa mendengarnya.
"Seharusnya aku yang bertanya begitu. Apa hyungie tahu, Yunho hyung setiap hari pergi bersamanya."
Jaejoong terhenyak. Tiba-tiba ia teringat beberapa hari yang lalu saat pertama kali Yesung datang ke kantor. Yunho membantunya mencari sebuah agenda. Dan sepertinya mereka sangat akrab. Dia tahu namja itu memang ramah pada semua artis mereka. Tapi dia tidak tahu kalau dia bisa seakrab itu dengan artis baru.
"Hyungie cemburu?" bisik Kyuhyun menggoda kakaknya.
"Kau bicara apa? Kami hanya berteman. Kau tahu itu."
"Kyu?" panggilan seseorang membuat Kyuhyun menoleh.
"Sulli'ah?" ucapnya semangat.
"Kau belum selesai? Padahal aku ingin mengajakmu makan siang bersama," ucap yeoja seumuran dengan Kyuhyun itu.
"Setengah jam lagi, ya kan hyungie?" ucap Kyu sambil menoleh pada Jae dan menunjukkan tatapan memelasnya. "Jebal…," ucapnya lirih.
Jaejoong memutar bolamatanya jengah. "Baiklah, ayo kita mulai lagi!" abanya pada semua orang.
Hari ini mereka melakukan pemotretan majah mingguan agensi ini. Karena waktu itu Kyuhyun menghilang saat jumpa pers, jadi dia harus menggantinya dengan pemotretan bersama Ryeowook.
Kim Ryeowook menatap tak suka pada Choi Sulli yang terus saja bercanda dengan Kyuhyun yang sedang difoto bersamanya. Dia tidak suka pangerannya akrab dengan namja atau yeoja lain. Cho Kyuhyun hanya akan menjadi miliknya. Titik!
Sementara itu Yunho yang baru saja menjemput Yesung di rumah Sungmin, memutuskan mengajaknya mampir ke kantor Siwon, karena si manis yang terus saja merengek untuk mencari agenda milik ummanya.
"Kau tunggu di sini, ne! Aku akan menemui Siwon ahjjussi," ucap Yunho sembari turun dari mobilnya.
Baru saja namja itu keluar dari mobilnya saat orang yang ia cari muncul tiba-tiba, dan langsung menghampirinya saat melihat Yunho.
"Yunho'ah…!" panggilnya.
"Ahjjussi? Kebetulan sekali. Aku bermaksud menemui anda."
"Menemuiku? Ada apa?" tanya yang lebih tua.
"Ah…, itu…, maaf, apa beberapa hari yang lalu ahjjussi menemukan sebuah agenda?" tanya Yunho ragu.
Siwon sedikit tersentak mendengarnya. "Agenda?" ulangnya.
"Nde, ada yang bilang, ahjjussi membawanya. Kalau ahjjussi membawanya. Bisakah aku memintanya? Itu milik temanku," ucap Yunho lagi.
"Temanmu? Apa itu milik Kim Ryeowook?"
"Apa? Kim Ryeowook?" tanya Yunho tak mengerti.
Siwon menoleh, mengamati sekitarnya. Setelah memastikan tak ada orang, namja itu kembali menatap Yunho.
"Mianhanda, tapi boleh aku tahu, apa benar Kim Ryeowook adalah putra angkat ayahmu? Atau dia putra ayahmu dari wanita lain?" tanya Siwon.
Yunho tersentak. "Ahjjussi…!" protesnya.
"Katakan dengan jujur Yunho'ah. Apa putra angkat ayahmu itu, putra dari seorang Yeoja bernama Kim Yi Sheng?" tanya Siwon lagi.
Yunho kembali tersentak mendengarnya. Diliriknya Yesung yang berada di dalam mobil. Berharap namja manis itu tak mendengar pembicaraan mereka.
"Ahjjussi mengenal Yi Sheng ahjjuma? tanya Yunho.
"Bisakah kau menjaga suatu rahasia Jung Yunho?"
"Ne?"
"Aku tak tahu mengapa aku ingin mengatakan hal ini padamu. Tapi…, sepertinya Kim Ryeowook adalah putraku."
"Mwoooo?" sentak Yunho tak percaya. "Bagaimana…"
"Kim Yi Sheng hamil sebelum menikah dengan appamu. Dia hamil putraku. Dan aku sama sekali tak tahu. Jika Kim Ryeowook adalah putra dari Kim Yi Sheng. Maka artinya dia putraku."
"A-apa?"
"Aku mohon, Yunho'ah…katakan padaku, apa Kim Ryeowook adalah putra appamu? Dia bukan sekedar putra angkatnya kan?" tanya Choi Siwon sambil mencengkram kedua lengan Yunho.
"Ani…, Kim Ryeowook bukan putra Daddyku. Kim Ryeowook bukan putra Kim Yi Sheng. Bukan dia…," ucap Yunho lemah sambil melepaskan cengkraman Siwon.
"Kau bohong! Kau hanya tidak ingin mengatakannya padaku kan? Katakan Yunho'ah! Biarkan aku menebus semua kesalahanku pada putraku. Aku mohon…,"
"Tidak, ahjjuussi, Kim Ryeowook bukan adikku. Aku tidak tahu dia putra angkat ayahku atau bukan, yang jelas dia bukan putra Kim Yi Sheng. Ahjjussi jangan bertanya lagi. Aku tidak akan pernah menjawabnya," ucap Yunho sembari masuk ke mobilnya.
"Yun…,"
Yunho menutup pintu mobilnya. Membiarkan namja di luar menggedor-gedor kaca jendela mobilnya. Perlahan ia menoleh pada Yesung. Si manis sedang memejamkan matanya dengan earphone di kedua telinganya. Sang kakak menarik nafas lega. Sepertinya Yesung tak mendengar pembicaraan di luar tadi.
Namja tampan itu segera membawa mobilnya meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Siwon yang masih terus memanggil namanya. Lelaki setengah baya itu tak mengerti apa maksud ucapan Yunho. jika Kim Ryeowook bukan putranya, lalu siapa? Siapa pemilik buku harian itu?
.
Prince's Zone
.
Sulli memukul pelan lengan Kyuhyun saat namja itu memberikan sebuah permen coklat caramel padanya. Permen Prince yang sudah tak beredar lagi. Tapi Kyuhyun masih bisa memperolehnya dari Heechul. Namja itu, meskipun sambil mengomel nggak jelas, tiap bulan selalu memberi Kyuhyun satu box permen itu. Bisa dibilang, permen itu hanya diproduksi untuk Kyuhyun saja.
"Ohya, apa kau juga tak ingin memberitahuku, siapa teman duetmu?" tanya yeoja manis itu.
"Emm…, aniyo…," ucap Kyu.
"Ya! Kau pelit sekali!" protes Sulli.
"Itu akan jadi kejutan kan?" jawab Kyu sambil tersenyum.
"Ck! Lalu, sudah berapa permen yang kau berikan padanya?" tanya Sulli lagi.
Kyuhyun tertegun. "Sepertinya…, tidak pernah. Belum satu pun," jawabnya.
"Mwo? Benarkah begitu? Aneh sekali, kau selalu memberi orang-orang yang kau sukai, atau orang yang kau anggap bekerja dengan baik sebutir permen Prince sebagai ganti dari pujianmu kan? Lalu kenapa malah belum memberinya satu pun?"
Si namja Cho tertawa. "Aku juga tidak tahu."
"Aneh…," sungut Sulli. "Ohya, apa dia namja yang menciummu di foto waktu itu?" tebaknya.
"A-apa? Ci-cium?" ucap Kyu gugup. Bagaimana Sulli bisa tahu soal foto itu?
"Ne. apa benar dia? Sepertinya G.O mengenalnya. Aku akan bertanya padanya," ucap yeoja itu lagi.
"Andwae…, Sulli'ah…, kau tak mengenalnya. Jadi tak ada yang perlu kau tahu kan? Dan jangan salah paham soal ciuman itu. Itu hanya…,"
"Aku tidak salah paham. Kenapa aku harus salah paham?" sahut Sulli. "Ah, sudah malam, sebaiknya aku pulang, ne. annyeong…," pamit Yeoja itu sambil berjalan meninggalkan Kyuhyun, masuk ke mobilnya.
Kyuhyun menatap Yeoja manis itu sayu. Kecewa karena Sulli sama sekali tak terganggu oleh foto itu. Itu artinya gadis itu tak menyukainya kan?
Baru saja si tampan Cho hendak berbalik saat mobil Yunho memasuki area parkir. Dia mengantar Yesung lagi. Si manis tampaknya sedang tertidur di sampingnya.
"Kenapa mereka baru datang, sih?" gerutunya sembari berjalan mendekati mobil itu.
Tapi langkahnya terhenti saat melihat Yunho yang terus memandangi wajah Yesung. Bahkan tangan namja tampan itu mulai membelai wajah Yesung dengan lembut.
"Kau adikku kan? Kim Yesung…, kau putra Daddy kan?" ucapnya lirih, tak ingin sampai Yesung mendengar ucapnya.
Namja manis itu sedikit bergerak saat merasakan sentuhan di pipinya. Membuat si tampan spontan mundur.
"Hyungie? Kita di mana?"
Yunho tersenyum kaku. "Sudah sampai. Turunlah."
Yesung mengangguk. "Hmm, sampai jumpa, hyung," ucapnya sambil mencium pipi Yunho sebelum turun dari mobilnya.
Mata Kyuhyun membola melihatnya. Tiba-tiba nafasnya terasa sesak. Apa yang terjadi? Sebenarnya sedekat apa hubungan mereka?
Yesung melambaikan tangannya pada Yunho, mengantarkan kepergiannya. Senyuman yang tadi melekat di bibirnya, meredup seiring kepergian namja bermarga Jung tadi.
Dia, mendengar semuanya. Dia juga tidak tidur. Tapi Yesung lebih memilih untuk diam. Berpura-pura tidak tahu. Baginya Yunho adalah kakaknya. Dan Jung appa adalah satu-satunya ayahnya.
"Hei, Yunho hyung sudah tak terlihat kan? Kenapa masih diam di situ?" suara Kyuhyun.
Yesung menoleh. "Cho Kyuhyun? Sejak kapan kau…,"
"Apa? Ayo masuk!" ucap Kyu ketus lalu mendahului Yesung masuk ke apartementnya. "Darimana baru pulang? Pasti Oh ahjumma bosan menunggu kita," lanjutnya.
Oh ahjumma adalah maid di rumah orangtua Kyuhyun. Yeoja itu biasanya datang beberapa hari sekali untuk membersihkan apartement Kyuhyun. Lalu kembali setelah Kyuhyun pulang.
Yesung menatap herap pada Yeoja paruh baya itu saat melihat wajah cerianya setelah Kyuhyun memberinya sebutir permen. Dia bisa sesenang itu hanya karena sebuah permen?
"Apa yang kau lihat?" tanya Kyuhyun sambil mengunci pintu setelah Oh ahjumma pergi, saat melihat tatapan aneh Yesung padanya.
"Kenapa kau memberinya permen?" tanyanya. "Hanya sebutir lagi?"
"Itu karena aku menyukai pekerjaannya. Cih, kau tidak tahu kebiasaanku? Padahal itu sudah sering dimuat di majalah," gerutu Kyuhyun.
Dahi Yesung berkerut. Dia ingat pertanyaan Sungmin tadi pagi. Dia bertanya sudah berapa permen yang dia dapat dari Kyuhyun. Katanya, Kyuhyun itu tak bisa memuji orang. Jika dia suka, maka dia akan memberinya sebutir permen Prince pada orang itu.
"Berikan padaku!" ucap Yesung sambil mengulurkan tangannya.
"Apa?" tanya Kyuhyun bingung.
"Permen. Kau memberi orang-orang permen kan? Kenapa tidak padaku?"
"Kau belum pantas mendapatkannya. Buat aku terkesan dulu, baru aku akan memberimu satu!" cibir Kyu.
"Mwo? Bukankah kau bilang suaraku bagus? Apa itu belum cukup?"
"Tentu saja!" jawab Kyu seraya berjalan menuju kamarnya.
"Ya! Kenapa kau pelit sekali? Cepat berikan!" paksa Yesung sambil merogoh setiap saku yang melekat di pakaian Kyuhyun.
"Ya! Kim Yesung! Geli! Apa yang kau lakukan, oeh?" protes Kyu sambil menghindari Yesung.
Set! Yesung masih menemukan sebutir permen di saku celana Kyuhyun.
"Kembalikan!" perintah Kyu.
"Tidak mau!" jawab Yesung sambil membuka bungkus permen itu.
"Kim Yesung! kembalikan aku bilang!" perintah Kyuhyun lagi sambil berusaha merebut permen itu.
"Aniyo! Ambil saja kalau kau bisa. Week!" ucap Yesung sambil menjulurkan lidahnya lalu menggigit permen itu dengan ujung bibirnya. Sengaja tak segera memakannya untuk mengejek Kyuhyun.
Kyuhyun masih mencoba menarik permen itu dengan tangan kanannya tapi dengan cepat Yesung menangkap tangannya. Begitupun saat ia mencoba dengan tangan kirinya.
"Qo ak a-an isa melebunya (kau tak akan bisa merebutnya)," ucap Yesung tak jelas karena bibirnya masih menggigit ujung permen itu.
"Kau yakin?" tanya Kyuhyun yang kedua tangannya masih di cengkram oleh Yesung. "Kita lihat saja!"
Kyuhyun mendorong Yesung ke tembok dengan bahunya. Lalu sambil menyeringai, namja itu merebut permen di bibir Yesung.
Mata Yesung membola saat Kyuhyun berhasil menarik permen itu dan langsung memakannya. Bukan karena dia kalah berebut sebutir permen dengan namja tampan itu. Tapi karena Kyuhyun mengambil permen itu dengan bibirnya. Dan setelah ia berhasil memakannya, bukannya menjauh, Kyuhyun justru kembali menciumnya. Menghisap habis rasa manis permen yang tertinggal di sana.
"Sudah aku bilang kan? Kau belum pantas mendapatkannya," ucap Kyuhyun sambil mengacak rambut Yesung dan masuk ke kamarnya.
"Apa yang…," Yesung meraba bibirnya. "Kenapa harus dia?! Cho Kyuhyuuuun! Awas kau!" teriaknya kesal.
Sementara di dalam kamar, Kyuhyun tertawa mendengarnya. Dengan wajah sumringah namja itu menekan beberapa tombol di Hpnya.
"Halo, Cullie Hyung. Permen Prince yang terakhir kau kirimkan sangat manis, hyung. Gomawo," ucapnya lalu mematikan Hpnya.
Dan jauuuuuuhhhh…. Di seberang lautan.
Heechul menatap Hpnya dengan heran. Ada apa dengan namja evil itu? Meneleponnya dari jarak sejauh ratusan kilometer hanya untuk berterima kasih soal permen? Apa dia salah minum obat?
.
-000-
.
Jaejoong menatap heran pada Yesung dan Kyuhyun yang tak biasanya diam di meja makan. Biasanya mereka selalu bertengkar meributkan hal-hal tidak penting. Ada apa dengan mereka?
"Terjadi sesuatu semalam?" tanya yang paling tua.
"Aniyo!" jawab kedua namja itu bareng.
Jaejoong mengangkat bahu.
"Ohya, hyung, karena Sungmin ahjjussi dan Yunho hyung ada urusan, aku tidak ada latihan hari ini. Boleh tidak aku jalan-jalan keluar?" tanya Yesung.
"Kau mau kemana?" tanya Kyuhyun.
"Bukan urusanmu," jawab Yesung.
"Hari ini kau tidak ada jadwal kan, Kyu? Kenapa kau tidak menemaninya saja?" tanya Jae.
"Mwo?" sentak keduanya.
"Jangan lupa pakai masker dan kacamata. Hyung buru-buru. Sampai nanti!"
Tanpa menunggu reaksi keduanya Jaejoong meninggalkan mereka begitu saja. Sementara dua namja yang berselisih 2 tahun itu kembali masuk dalam suasana canggung.
Kyuhyun menarik napas berat mengingat hal gila yang semalam ia lakukan. Bukankah dia straight? Bukannya kemarin dia masih menyukai Choi Sulli. Bahkan juga saat ini. Tapi kenapa dia bisa mencium Kim Yesung?
Oke! Yang pertama, itu bisa ia mengerti. Itu bukan ciuman. Bibir mereka hanya tak sengaja menempel satu sama lain saat Kyuhyun menarik permen di bibir Yesung dengan mulutnya. Tapi yang ia tak mengerti, kenapa setelah itu ia justru kembali menciumnya? Dan kenapa ia merasa sangat menyukainya?
"Haissh! Aku bisa gila!" geramnya.
"Jangan katakan kau masih mengingat ciuman semalam Cho Kyuhyun'ssi! aku tidak mengijinkanmu mengingat hal mengerikan itu! Kau dengar itu!" ancam Yesung sambil menodongkan garpunya ke wajah tampan Kyuhyun.
"Apa, sih? Kau pikir kau siapa? Yang semalam itu bukan berarti apa-apa untukku. Kau tenang saja!" balas Kyuhyun.
"Baik! Aku pegang kata-katamu!" ucap Yesung sembari beranjak meninggalkan Kyuhyun di meja makan.
"Hei, kau mau kemana?" tanya Kyuhyun setengah berteriak.
"Berkencan dengan Changminnie!" jawab Yesung.
"Mwoo?! Shireo!" teriak Kyuhyun sembari mengejar Yesung ke kamarnya.
"Ya! Apa hakmu melarangku, eohh?!" protes Yesung sambil mendorong Kyuhyun keluar dari kamarnya dan segera menutup pintunya.
"Kau itu artis baru di agensi kami. Jangan sembarangan menemui artis dari agensi lain! Lagipula…," kalimat Kyuhyun terhenti saat Yesung keluar dari kamarnya. Namja tampan itu melongo menatap Yesung yang bertransformasi menjadi seorang yeoja.
"Lagipula apa?" tanyannya tanpa peduli ekspresi Kyuhyun.
"Ya! Kim Yesung! sejak kapan kau suka memakai baju yeoja, eoh?!" teriak Kyuhyun out of topic.
"Ini terpaksa. Sungmin ahjjussi dan Donghae ahjjussi yang memberikannya padaku. Katanya aku tidak boleh keluar rumah kalau tidak memakai pakaian seperti ini. Menjijikkan sekali kan?!"
Kyuhyun berdecih. Ini sih, akal-akalan mereka berdua saja. Dasar ahjjussi-ahjjussi nggak ingat umur! Batin Kyuhyun.
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Kyuhyun akhirnya dengan nada yang lebih bersahabat.
"Mengunjungi makam ibuku. Wae?"
"Lalu kenapa harus bersama D.Z itu?"
"Sudah aku bilang dia bukan D.Z!" bentak Yesung.
"Aku tidak peduli!"
"Cih!"
"Kau belum menjawabku Kim Yesung!"
"Itu karena hanya dia yang aku kenal. Aku tidak mungkin mengajak Yunho Hyung. Dia sedang sibuk. Chulie hyung juga tidak ada. Lagi pula apa salahnya, Changmin kan temanku."
"Kau kan bisa mengajakku?"
"Mwo? Kenapa aku harus mengajakmu? Kau bahkan bukan temanku," ucap Yesung sambil bercermin di dekat kaca yang dilewatinya. "Aigoo, ternyata aku memang cantik," pujinya pada dirinya sendiri. Padahal dulu dia benci dibilang cantik.
"Memangnya Yunho hyung dan Heechul hyung bisa kau sebut teman?" balas Kyuhyun kesal.
"Tentu saja. Bahkan Cullie hyung pernah melamarku saat kecil dulu." Ucap Yesung bangga. Tiba-tiba wajahnya memerah mengingat kenangan masa kecilnya itu,
"Mwo?!" teriak Kyuhyun.
"Aiish! Jangan berteriak! Sebenarnya ada apa denganmu? Kalau kau memang ingin mengantarku, tidak usah banyak bicara! Cepat ganti baju dan berangkat!"
"Ya! Siapa bilang aku ingin mengantarmu, eoh? Kau terlalu percaya diri!" elak Kyuhyun.
"Ya! Kenapa kau berteriak lagi? Kalau tidak mau ya sudah!" balas Yesung lalu bergegas keluar dari apartement Kyuhyun. Meninggalkan namja tampan itu yang bahkan sudah kehabisan kata-kata untuk membalasnya.
.
Prince's zone
.
Kyuhyun menatap punggung Yesung yang tampak bergetar. Sepertinya namja manis itu menangis. Tadi namja itu mengikuti taxy yang membawa Yesung. si manis ternyata pergi sendirian. Jadi tadi itu dia hanya membohonginya saat mengatakan akan pergi bersama namja bernama Changmin itu? Cih!
Sementara Yesung masih tak bergerak dari makam ummanya. Menumpahkan segala kesedihan dan kekecewaannya pada sang umma yang tak mungkin akan memberinya penjelasan apapun.
"Apa yang harus aku lakukan, umma? Haruskah aku memaafkan namja itu? Namja yang membuat umma menderita? Lalu bagaimana dengan permintaan terakhir Jung appa? Appa ingin aku masuk ke dalam keluarga Jung. Jika aku tak memiliki hubungan darah dengannya, aku tidak akan punya muka masuk ke dalam keluarga appa. Umma…, apa yang harus aku lakukan?"
Kyuhyun bersandar pada sebatang pohon di belakangnya. Kenapa namja Kim itu lama sekali? Apa yang sedang ia keluhkan sebenarnya?
Si namja Cho itu sedikit berjengkit, saat tiba-tiba si manis berdiri. Sepertinya dia hendak pergi. Apa yang harus dia lakukan? Memalukan sekali kalau ketahuan mengikutinya. Sepertinya dia harus segera pergi sebelum namja manis itu berbalik. Tapi…
"Cho Kyuhyun'ssi!" panggil Yesung.
Namja yang di panggil menoleh ragu. "An-annyeong…," ucapnya.
"Kau mengikutiku?" tuduh Yesung yang tiba-tiba telah berada di dekatnya.
"An-ani! Kenapa aku harus mengikutimu?" elak Kyuhyun. "Aku hanya sedang mencari angin."
"Di pemakaman?"
"Itu…"
"Sudahlah! Ah…, tiba-tiba aku ingin makan ice cream…," ucap Yesung sembari mendahului Kyuhyun.
"Tunggu! Aku antar!"
Dan di sinilah mereka. Di sebuah taman kota. Berjalan berdampingan sambil memakan ice cream.
Sesekali Kyuhyun melirik namja di sampingnya. Dia sedang menggunakan dress selutut, berwarna hitam, dengan rompi transparan berenda biru pada ujungnya. Jangan lupakan rambut palsu lurus sebahu dan bandana biru senada dengan renda di bajunya. Bibirnya yang basah karena ice cream yang ia makan, tak akan ada yang percaya kalau orang yang sedang berjalan bersamanya ini adalah seorang namja.
"Eh?" gumam Kyuhyun tiba-tiba.
Yesung menoleh. "Ada apa?"
"Tunggu!" ucap Kyu cepat. "Diam dan jangan bergerak!"
"Mwo?"
"Ck! Aku bilang diam Kim Yesung!" ucap Kyuhyun lagi sembari menahan wajah Yesung agar tetap memandang ke depan. Lalu menatapnya lekat-lekat dari samping.
"Apa yang kau lihat, eoh?" omel Yesung sambil menepis tangan Kyuhyun di dagunya.
"Aneh sekali. Sekilas tadi aku seperti melihat Choi Sulli…, aneh…," gumamnya.
Yesung tersentak mendengarnya. "Ja-jangan bercanda!" ucapnya gugup.
"Siapa yang bercanda? Tapi memang mustahil kan? Dan kalau dilihat lagi, memang sama sekali tidak mirip."
"Mungkin karena kau terlalu menyukainya. Makanya kau terbayang-bayang wajah Sulli nunna," ucap Yesung sambil kembali memakan ice creamnya.
"A-apa? A-ani…, bukan begitu…,"
"Hei, bukankah itu Star Prince?" tiba-tiba terdengar suara seorang Yeoja.
"Cho Kyuhyun oppa!" panggil yang lain.
Kyuhyun menoleh, dan dilihatnya sekumpulan anak sekolah yang berlari ke arah mereka.
"Ayo!" Kyuhyun menarik Yesung berlari menghindari serbuan para fansnya.
Yesung yang tak sempat bersiap, hanya bisa mengikutinya sambil sesekali menoleh ke belakang. Tanpa sengaja ice creamnya jatuh saat mereka berlari.
Kyuhyun menarik Yesung bersembunyi di belakang sebuah mobil van. Menghimpitnya agar keduanya tak terlihat oleh orang-orang yang mengejar mereka.
"Ya! Kenapa aku harus ikut lari? Mereka hanya mengejarmu kan?" ucap Yesung setengah berbisik.
"Kau pikir mereka akan melepaskan yeoja yang bersamaku begitu saja?"
"Tapi aku ini namja!"
"Benarkah? Kau lupa penampilanmu sekarang seperti apa?" ucap Kyu sambil menyeringai menatap Yesung dari ujung kaki hingga ujung kepala. Dan pandangan itu terhenti pada mata Yesung yang juga menatapnya.
Kedua obsidian itu beradu. Tatapan yang awalnya biasa itu berubah saat tanpa sengaja Kyuhyun yang mengalihkan pandangannya menangkap bayangan indah di matanya. Bibir Yesung yang masih sedikit basah oleh sisa es krim. Bibir itu berkilau tertimpa cahaya matahari. Namja tampan itu kembali menatap mata sang pemilik bibir indah itu. Tatapan teduh yang seolah meminta ijin untuk merasakan keindahan itu.
Yesung terpaku. Tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari namja yang tengah menatapnya. Entah mengapa, ia seolah terbius oleh tatapan itu. Dan saat si tampan semakin mendekatkan wajahnya, si manis tak bisa berbuat banyak, selain membiarkannya kembali menciumnya.
"Kyu?"
Daru sedetik kedua bibir itu saling bersentuhan saat terdengar panggilan seseorang. Kyuhyun menoleh cepat mendengar suara yang sangat dikenalnya itu.
"Sulli'ah…!" sentaknya seraya melepaskan Yesung.
"Mianhae…, sepertinya aku…, maaf…," Choi Sulli membungkuk pada Yesung meminta maaf karena merasa mengganggu moment mereka. "Maaf, aku tidak tahu. Kalian lanjutkan saja," lanjutnya seraya berbalik pergi.
"Tunggu…! Sulli'ah! Kau salah paham!"
Kyuhyun berlari mengejar Choi Sulli. Meninggalkan Yesung yang masih terpaku. Cho Kyuhyun itu…, apa maunya? Sebentar terlihat membencinya, sebentar seolah menyukainya. Kadang mengacuhkannya, tapi kadang juga perhatian padanya. Membuat orang salah paham saja.
"Apa, sih? Aku kan tidak tertarik padanya. Kenapa aku kecewa? Kim Yesung pabbo!" rutuk Yesung pada dirinya sendiri.
.
Tbc
.
Jiaaaahhhh…. Aurnya kecepetan. Kok tiba-tiba banyak Kyusung moment? Haruskah di edit? Biarin deh. Ikhlasin ya, chingu…
Buat semua yang review, tengkyu banget ya…. Maaf gak ditulis satu-satu. (biasa ngetik di tempat kerja. Jadi buru-buru. Hehehe…)
Pokoknya ditungu review, kritik dan sarannya. Gamsahamnida….
See ya..
