Author's note:

Wohoho~ Sudah lama tidak menulis fic di fandom Bleach... Haha... Lagi asyik di fandom ToA sih... Hehe... Ok... Maaf apabila sudah hampir setahun tidak di update (atau mungkin sudah lebih dari setahun, ya?) ok ok... Sekarang kita mulai saja... Maafkan apabila terkesan aneh karena aku sudah lama tidak menulis fic... Setahun ini, Cuma nulis sekitar 2-3 cerita... ehehe... OK, selamat menikmati!


Cerita asli: BLEACH by Kubo Tite-sensei…

Terinspirasi dari: K-ON! (Tapi cerita diusahakan tidak 100% dari K-ON!)

Warning: rada OOC

Disclamer for Song: Driver's High by L'arc~en~Ciel

IchiReToRu Band

(Ichigo, Renji, Toushirou, Rukia Band)

-Chapter 7-


Mos alias Masa Orientasi Siswa dimulai. Di sekolah Ichigo dan yang lain, para anggota OSIS-nya sedang bersiap-siap untuk mengospek anak-anak baru kelas X. Dimulai dari pengenalan lingkungan sekolah, penceramahan yang dibawakan oleh guru-guru, kemudian olahraga bersama hingga dimarah-marahin.

Ichigo hanya menghela napas melihat keadaan yang ada di sekolahnya dari lantai 3. Dengan menggunakan seragam musim dinginnya, duduk termenung di pinggir jendela ruang music ditemani oleh Ipod-nya. Akhirnya, lemparan stik drum mendarat mulus di kepalanya.

BLETAK!

"ADOW! OI? SIAPA YANG NGELEMPAR?" kesal Ichigo sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit itu.

Semua menunjuk kearah satu orang tidak lain dan tidak bukan... Renji.

"Tu... Tunggu... Ya... Yang nyuruh kan Rukia? Kenapa aku yang disalahin?" panik Renji.

"Kau seenak jiwa mengambil stik drum yang baru saja kulap dengan segenap hati hingga mengkilap. Berarti, kaulah yang salah!" kesal Hitsugaya.

Toushirou... Yang benar, 'seenak jidat'... Komen Ichigo dalam pikirannya.

"Tapi... Aku..." panik Renji yang belum berhenti juga menyangkal.

Rukia menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekati Ichigo. "Sudahlah! Heh, Ichigo! Kenapa kamu melamun begitu? Kamu sedang melihat apa sih? Di bawah kan hanya ada anak-anak kelas X! Gak ada yang menarik!" galaknya.

Ichigo hanya tersenyum lembut dan melihat kembali ke lapangan sambil menahan dagunya menggunakan tangan kanannya dan bertumpu pada pinggir jendela. Rukia melihat senyuman Ichigo yang sangat damai dan disinari oleh cahaya matahari pagi, hanya bisa terdiam. Dia jarang sekali melihat Ichigo tersenyum dengan tenang seperti itu. Seolah tidak ada beban yang dia tumpu.

Akhirnya, Rukia memutuskan untuk mengistirahatkan bandnya. "Semua! Kita istirahat dulu!"

"Hee? Bukannya masih jam 10 ya? Kenapa sudah istirahat lagi?" heran Hitsugaya.

"Hari sekolah biasa juga, jam 10 istirahat, kan? Sudahlah... Kita makan cemilan saja yuuk! Nanti otak kita bisa kecapaian jika dipaksa!" ajak Rukia sambil mengeluarkan 2 bungkus besar keripik kentang 'Chitata' rasa sapi panggang dan seliter air putih dari tasnya.

Semua kecuali Ichigo, duduk di lantai dan mulai memakan keripik kentang yang dibawa oleh Rukia. Walau hanya keripik kentang, dengan canda dan tawa, istirahat saat itu tidak terasa membosankan seperti yang selama ini Ichigo rasakan. Ya, Ichigo melihat teman-teman mereka begitu ramai sekali. Dia tertawa kecil dan berjalan mendekati mereka dan duduk di lantai dan membuka headset yang ia gunakan.

"Aku ikutan, ya?" tanya Ichigo.

Semua mengangguk. "Ya!"

Tiba-tiba, kesenangan mereka terhenti karena ada seseorang yang mengetuk dari luar pintu ruang musik. Dia membukanya dan menengok dari sela pintu tersebut. "Permisi, Kurosaki-san!"

"Ah? Inoue! Ada apa?" tanya Ichigo yang beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Inoue.

Inoue memberikan sebuah kertas dan papan dada kayu pada Ichigo. Dia menjelaskan kalau kertas tersebut berisi prosedur-prosedur yang harus dipenuhi oleh setiap klub untuk promosi klub 3 hari lagi. Ichigo mengangguk paham dan berterima kasih pada Inoue. Sebelum pergi, Inoue menyuruh Ichigo untuk mengumpulkan kertas tersebut jam 12 nanti. Lebih dari waktu yang ditentukan, klub tidak akan dapat jatah promosi di panggung.

Ichigo membawa kertas itu kedalam ruangan dan sang leader pun bertanya. "Hehas hapa hihu? –Kertas apa itu?-" Tanya Rukia sambil mengunyah kripik kentangnya.

Ichigo memberikan kertas tersebut pada Rukia. "Ini dari OSIS. Katanya prosedur yang harus dipenuhi agar kita bisa tampil di panggung promosi klub nanti. Dikumpulkan jam 12 nanti. Lebih dari itu, tidak diterima. Apa saja yang harus diisi ada di kertas itu. Baca saja!"

Rukia mulai membaca kertas tersebut dan menyenderkan tubuhnya di tembok...


Organisasi Siswa Intra Sekolah

SMA 1 KARAKURA

Formulir Keikutsertaan dalam Peminjaman Panggung untuk Promosi Klub

Nama Klub: Klub Musik

Pembina: Kuchiki Byakuya

Nama Panggung: Ichiretoru Band

Anggota: - Kuchiki Rukia (Vocalis) 2-3 –Ketua-

- Kurosaki Ichigo (Gitaris) 2-3

- Abarai Renji (Bassis) 2-3

- Hitsugaya Toushirou (Drummer) 2-3

Apa yang akan dibawakan:

1. Promosi dengan cara membawakan 3 lagu +- 5 menit.

2. Lagu-lagu:

Alat-alat yang diperlukan:

1. Mic

2. Speaker

Keterangan:

1. Untuk setiap klub, hanya diberikan 5 menit persiapan dan 15 menit penampilan. Untuk penambahan waktu, tolong beritahukan pada panitia sebelumnnya.

Jika ada perubahan, tolong beritahukan paling lambat 2 jam sebelum tampil.

2. Dikumpulkan pada tanggal VV bulan YYY tahun 20XX jam 12.00 di ruang OSIS pada seksi acara.

Karakura, vv YYY 20XX

Ketua Klub,

Kuchiki Rukia


Rukia terdiam. Tentu dengan gerakan seperti itu, penglihatan teman-temannya tertuju pada sang ketua, Rukia. "Rukia, kenapa? Kau kok tiba-tiba berhenti?" tanya Ichigo.

"Ki... Kita bawain lagu... Apa?"

Semua terdiam. Mereka bingung bagaimana mereka akan menjawab pertanyaan Rukia tersebut. Dipikir-pikir, latihan mereka sama sekali belum benar. Yah... Memang sih... Sudah 3 hari ini mereka latihan tetapi, mereka rasa masih jauh dari kata sempurna. Sudah mah, mereka hanya 1 lagu yang mereka latih. Yaitu, 'Driver's High' dari L'arc~en~ciel. Itu juga, Ichigo yang bernyanyi dengan suara yang masih rada serak. Kalau begini caranya, harus dipakai lagu-lagu yang dulu pernah mereka bawakan.

"Ba... Baiklah... Kita bawakan lagu yang dulu pernah kita bawain... Echo, Glow, dan yang baru Driver's High dari L'arc~en~ciel." Ucap Rukia sambil menulis di kertas.

Ichigo yang mendengar lagu 'Driver's High', langsung berubah expressinya dan terlihat sangat senang sekali. Apa yang terjadi dengan Ichigo? Kenapa dia menjadi begitu semangat? Bahkan, Rukia dan Renji sudah saling berpelukan sambil gemetaran melihat Ichigo seperti itu. Hitsugaya? Hanya terdiam sambil memakan keripik kentang punya Rukia.

"Akhirnya! Lagu yang kuinginkan keluar juga! Driver's high... Itu... Salah satu PV dimana Hyde-san-nya keren! Dia bernyanyi sambil menyetir mobil dan mereka itu sedang kabur dari kejaran polisi... ITU... ITU... ITU GUE BANGEEETT!" senang Ichigo.

Keadaan hening. Rukia dan Renji melihat Ichigo dengan tatapan yang tidak mengenakkan. Benar-benar sudah tidak enak dan jelek sekali hingga Ichigo hanya bisa sweat drop. "Re... Renji... Ru... Rukia... Kalian kenapa?"

"Ichigo! Aku baru tahu kalau kamu nge-fans ama sesuatu sampai seperti itu..." ucap Rukia.

Ichigo hanya sweatdrop. "Err... Gak kok... Aku... Aku hanya lagi bernostalgia. Pertama aku suka L'arc~en~ciel pas kelas 6 SD. Lalu, mereka sekarang lagi World Tour. Jadi saja aku ingin denger lagu-lagu mereka lagi..." jelasnya sambil menjauhi Rukia yang semakin ngotot dan mendekatinya.

Renji menggelengkan kepalanya. "Ckck... Ichigo... Ichigo... Memang bener sih... Itu band keren banget! Apalagi pas lagi jadi Pung en sil-nya (P'unk~en~ciel)! Makin mantep aja!" jelas Renji sambil mengancungkan jempolnya.

Dikira Renji tidak tahu...

Ichigo kesal dengan ucapan Renji yang sudah jelas-jelas salah dan membenarkannya. "'Pang en sil' dibacanya, nanas!"

Rukia hanya terdiam. Memang, setelah ulang tahunnya, Rukia dibelikan gitar listrik oleh teman-temannya. Lalu, Ichigo mengajari Rukia bermain gitar dan sudah cukup lihai sekarang. Kebetulan, 3 hari yang lalu, Rukia diajak oleh Ichigo untuk latihan lagu baru yang berjudul 'Driver's High' dan Rukia diberikan kesempatan untuk menjadi gitaris karena di lagu ini Ichigolah yang menyanyi. Tanpa bertanya-tanya lagi, Rukia menyutujuinya karena sekarang dia hanyalah seorang gitaris. Padahal, dia tidak tahu seperti apa L'arc~en~ciel itu. Yang dia tahu, hanyalah seperti apa lagunya dan bagaimana dia memainkannya. Itu saja!

Rukia bergeser mendekati Hitsugaya yang masih saja asyik memakan kripik kentang miliknya dengan wajah yang sudah pundung. "Hitsugaya-taichou... Mereka sudah terbang ke dunia mereka sendiri..."

"Hmmm" jawab Hitsugaya dengan dingin dan fokus makan.

"Kau tahu seperti apa L'arc~en~Ciel itu?" tanya Rukia.

"Hmmm" jawab Hitsugaya dengan nada yang sama.

"Kau punya videonya?" tanya Rukia penasaran.

Hitsugaya menunjuk tasnya dan Rukia pun mengeluarkan Ipad milik Hitsugaya dari tasnya. Hitsugaya mulai mengoprasikannya dan mencari video di folder 'Video favorites (Laruku)' di Ipadnya. Setelah menemukannya, dia membuka file video yang berjudul "Ajinomoto Stadium 20th L'anniversary day 2" dan dimajukan hingga lagu Heaven Drive.

Ichigo dan Renji yang mendengar hentakan drum dengan ritme yang sudah tidak asing lagi dari Ipad milik Hitsugaya langsung berjalan mendekatinya dimana Rukia sedang terpesona melihat salah satu live dari L'arc~en~ciel dengan lagu Heaven Drive yang semangat.

Video diawali oleh Hyde, sang vocalis yang menunjukan kebolehannya bermain gitar sambil bernyanyi. Lagunya terkesan cepat dan semangat. Sang bassisnya yang bermuka manis juga menudukung sang vocalis sebagai back vocal. Rukia yang menyukai kemanisan dan keimutan, langsung bertanya siapa nama dari bassisnya itu.

"Tetsu!" jawab Ichigo.

Rukia melihat Ichigo dan mulai memasang tatapan kesal. "Aku nanya ke Hitsugaya-taichou kok!"

Tentu Ichigo pundung seketika karena dijawab dengan ketus begitu...

Saat masuk ke intro dan mulai hentakan drum yang sangat cepat dari sang drummer, Hitsugaya langsung melihat Ipadnya dan mengatakan sesuatu dengan nada kecil.

"Yuki-san memang keren..."

"Hah? Toushirou! Kau mengatakan apa tadi?" tanya Ichigo untuk menyuruh Hitsugaya mengulangi perkataannya tadi. Tetapi, Hitsugaya langsung mengalihkan pandangannya dan pura-pura tidak ngomong apa-apa.

Renji menyukai permainan gitar dari sang gitaris. Dia membayangkan jika dia bisa bermain gitar seperti itu. Sayangnya, dia ditunjuk main bass. Coba saja waktu itu gitar tidak direbut oleh Ichigo. Mungkin saja dia sudah bermain gitar dan bergaya keren seperti gitaris bernama Ken tersebut. Merasa ditatapi oleh Renji dengan tatapan yang ingin membunuh, Ichigo melihat Renji. "Kenapa, Renji?"

"Tidak! Tidak ada apa-apa!" kesal Renji.

"Oh ya, sekarang mereka sedang World Tour untuk perayaan 20 tahun band mereka, kan?" tanya Renji untuk mengalihkan pembicaraan.

Rukia yang mendengarnya terdiam. 20 tahun? Tunggu... Apa dia tidak salah mendengar? Rukia bertanya ke Ichigo dan Renji mengenai hal tersebut. "Du... Dua puluh? Memang... Mereka sudah ada dari kapan?"

Ichigo memegang dagunya. "Hitung aja sendiri 20 tahun dari video konser setahun yang lalu ini..."

Setelah menghitung, Rukia terdiam.. Video yang Hitsugaya perlihatkan ini adalah video konser pas mereka berulang tahun ke 20 tahun. Untuk merayakannya, mereka World Tour hingga sekarang. Sebenarnya ada yang paling anyar tetapi, Hitsugaya tidak mau memperlihatkannya. Rukia melihat video itu lagi dan sedang memainkan 'Hitomi no Jyuunin'. Tentu selama kurang lebih 4 menit, Rukia terdiam memandangi layar Ipadnya sang ketua divisi 10. Ichigo menikmati alunan lagu yang slow itu. Memang sih dia ada keinginan pengen bawain lagu itu. Tapi apa daya suaranya tidak bisa mencapai nada tinggi. Setelah selesai, Renji bertanya pada Rukia. "Bagaimana?"

Terlihat senyuman Rukia sangat memaksa. "Pasti... Mereka buat band-nya sudah dari mereka SD ya?"

"Kagak! Kau salah Rukia! Bahkan dari SD-pun mereka belum bertemu! –Kecuali bassis ama gitarisnya yang sudah temenan sejak kecil-" jawab Ichigo dengan tegas.

Rukia terdiam dan hanya membatu. Ichigo menghela napas dan mendekati Hitsugaya. "Toushirou! Tidak kusangka kau penggemar juga! Dan kumpulan video-nya banyak juga! Lengkap kah?"

"Tidak semua!" jawab Hitsugaya dengan dingin.

Ichigo sweatdrop, "Sama aja kaya drummer Laruku yang jarang ngomong".

Ichigo... Orang dingin ama orang jarang ngomong itu beda lho...

Sekarang giliran Renji yang mendekati Hitsugaya. "Hey, Hitsugaya-taichou! Bagaimana kalau kita swap potition seperti yang Laruku lakukan?"

"Maksudmu seperti Laruku menjadi P'unk~en~Ciel?" tanya balik Hitsugaya.

Akhirnya Hitsugaya sudah mau ngomong...

"Ya! Jadi, kita bisa menjaga suara vocalis utamanya!" seru Renji.

Ichigo dan Rukia bertanya pada Renji bersamaan. "Memang, di band ini, siapa vocalis utamanya?"

Renji mulai bingung. Masalahnya, penyanyi utamanya ada 2 orang. Bagaimana bisa kalau mereka ingin swap potition, coba? Apa Renji yang bernyanyi? Ah... Jangan dulu untuk saat ini. Kalau Hitsugaya-taichou? Kalau dia jadi vocalis, siapa yang jadi drummer-nya coba? Tidak ada yang bisa selain dia!

"AAA! Aku pusing!" kesal Renji sambil meremas kepalanya.

"Makanya, berpikir dulu sebelum ngomong, nanas!" komen Hitsugaya, dan Ichigo.

Rukia tertawa kecil dan beranjak dari tempat duduknya dan mengambil papan dada yang menjepit formulir dari OSIS. Dia berjalan menuju pintu keluar ruang musik untuk menyerahkan formulir ke ruang OSIS. "Semuanya, aku berikan ini ke ruang OSIS dulu. Ingat ya lagu apa yang akan kita bawakan!"

"Glow, Echo dan Driver's high?" tanya Ichigo.

Rukia mengangguk dan keluarlah dia dari ruang OSIS. Di ruang musik hanya tertinggal para kaum Adam. Mereka pun membuka file-file lain yang ada di Ipad Hitsugaya.

Di ruang musik, Rukia bertemu dengan sang ketua OSIS yang baru dan terpilih 2 hari yang lalu. "Ah, Ishida! Selamat siang!"

"Siang! Ada keperluan apa, Kuchiki-san?" tanya Ishida sambil mendorong naik kacamatanya.

"Ini aku mau memberikan formulir ini ke seksi acara. Siapa ya seksi acaranya?" tanya Rukia.

Ishida menunju dirinya sendiri dan Rukia kaget. "Ku... Kukira kau sudah jadi ketua OSIS!"

Ishida menghela napas. "Tidak... Aku jadi ketua OSIS jika MOS ini sudah selesai. Sekarang aku masih menjadi seketaris di OSIS."

Rukia mengangguk paham dan tidak membuang waktu, dia pun memberikan formulirnya pada Ishida. Ishida membacanya sekilas dan mengangguk. "Ok! Formulir diterima! Nanti kalau ada apa-apa aku beritahu padamu ya, Kuchiki-san!"

Rukia membukukkan badannya. "Terima kasih, Ishida!"

Sekembalinya Rukia ke ruang musik, dia tertegun di depan pintu setelah melihat apa yang terjadi dengan teman-temannya. "Ka... Kalian kenapa?"

"Aaa... Ru... Rukia... Tidak apa-apa..." jawab Renji dan Ichigo dengan wajah pucat.

Istirahat selesai dan mereka mulai latihan. Dibereskanlah bekas-bekas makanan yang mereka makan tadi. Setelah bersih, diambilah alat musik masing-masing dan mulai di masing-masing posisi. Mereka membentuk posisi lingkaran agar langsung ketahuan siapa yang melakukan kesalahan nanti. Lagu pertama dimulai dengan lagu Echo.

Lagu Echo adalah lagu yang dibawakan oleh Rukia seorang. Alunan lagunya pop dan cocok dengan bawaan Rukia. Permainan mereka untuk lagu Echo sendiri sudah lebih bagus daripada permainan sebelumnya. Tetapi, Ichigo merasa tidak enak dengan gitarnya dan setelah selesai lagu Echo, dia langsung melihat sesuatu pada gitarnya.

Ternyata, gitar Ichigo harus di-setting ulang. Suaranya sedikit fals saat dimainkan tadi. Curiga saat dia bawa dari rumah tadi, kegoyang-goyang sehingga settingannya berubah. Dia tidak menggunakan alat untuk men-setting-nya seperti apa yang Renji lakukan pada bass-nya. Dia sudah biasa men-setting gitarnya sendiri. Setelah selesai, dimulailah lagu kedua yang berjudul Glow.

Dimulailah lagu Glow dimana Rukia dan Ichigo bernyanyi bersama. Ada perkembangan yang sangat pesat dari Ichigo! Ternyata, suaranya sudah lumayan meningkat untuk kualitasnya dan seburuk waktu pertama kali bernyanyi lagu tersebut. Yah... Memang waktu pertama kali bernyanyi lagu tersebut, Ichigo dipaksa sehingga tidak ada persiapan yang matang. Sekarang... Semua sudah berubah. Dia sudah berlatih untuk menyanyikan lagu-lagu dengan baik.

Selesai lagu Glow, Rukia mengambil gitar barunya yang bagus dan limited edition. Dengan perpaduan warna ungu kebiruan dan hitam, terlihat sangat pas dengan Rukia. Disini, Rukia untuk pertama kalinya menjadi gitaris utama. Tentu, nervous datang padanya saat ini juga. Ichigo memegang bahu Rukia dan tersenyum. "Tenang, kalau ada kesalahan, bisa ditutupi ama aku kok... Tenang ya, Rukia!"

Rukia mengangguk dan Hitsugaya mulai mengetukan stiknya untuk menandakan dimulainya latihan.

"One two three!"

Intro pun dimulai. Hentakan drum Hitsugaya benar-benar sama seperti aslinya. Bass Renji juga sudah mulai ada peningkatan daripada saat pertama kali bermain alat musik. Tibalah Ichigo mulai bernyanyi...

Atsukunatta gin no metallic heart
Doukasen ni hi o tsuketa ageru
Fushigi na hodo high na kibun sa
Sunabokori o makiageate yukou

"Himei o majirase bou... RUKIA!" teriak Ichigo.

Ya... Rukia melakukan kesalahan yang cukup fatal di bait kedua. Rukia kaget dan langsung melepas tangannya dari gitarnya. "A... Ku... Ha... Harusnya... Ma... Maaf..." ucap Rukia sambil gemetaran dilanjutkan menunduk.

Renji dan Hitsugaya terdiam melihat Ichigo dan Rukia. Ichigo menasihati Rukia karena Rukia sudah salah masuk. Dia teralu cepat memainkan gitarnya sehingga tidak mengikuti ritme yang lain jadi, yang lain harus ngejar Rukia. Lantas, temponya kacau.

"Rukia... Harusnya kau konsentrasi donk. Jangan sampai kamu mendahului atau didahului. Semua harus harmonis satu sama lain, Ok? Semua ini tergantung padamu lho..." nasihat Ichigo.

Rukia mengangguk dan berusaha mencoba lagi. Ichigo menyuruh temannya untuk memulai lagunya.

Akhirnya, mereka berhasil melewati bait kedua dengan cukup lancar. Tetapi, terulang kembali kesalahan untuk kedua kalinya. Kali ini di bait keenam, setengah lagu...

"Mou kazoeru kurai de bokura... RUKIA!"

"HIY!"

Ichigo menghela napas. "Padahal setengah lagi... Kamu kenapa, Rukia?"

"A... Aku grogi..." jawabnya.

Ichigo mengelus-elus kepalanya Rukia dan tersenyum."Ok, kita sekali lagi latihan dari awal lagu Honey dan kamu harus tetap tenang! Jangan grogi. Anggap semua penonton nanti adalah Chappy... Ok?"

Rukia mengangguk. Akhirnya, setelah Ichigo menyuruh untuk memulai, mereka ulang kembali lagu Driver's High dari awal.

Kali ini, Rukia berhasil mengimbangi permainan teman-temannya. Berkat semangat dari Ichigo, dia sudah bisa konsentrasi dengan tenang. Mereka pun melewati bait per bait dengan lancar. Walau, kelihatan wajah Rukia lumayan kualahan. Permainan mereka semakin harmonis dan semua serasa masuk kedalam dunia mereka sendiri saat menyanyikan lagu yang semangat itu. Toushirou dengan lihai dan cepatnya memainkan drumnya. Renji pun sudah mulai ada perkembangan akan bassnya. Nervous-nya Rukia sudah dapat diatasi. Akhirnya... Sampai juga diujung lagunya...

"Raise de mata aou yeah!"

JREEENGGG...

Semua terdiam. Mereka saling melihat satu sama lain dan Hitsugaya tertawa bersama Renji. "Ku... Kurosaki... Suaramu maksa banget! Ahaha..."

"Di... Diamlah! Ini sudah maksimall!" Malu Ichigo.

Rukia melihat teman-temannya dan ikut tertawa.

"Iya... Suaranya maksa banget... Ahaha..." ucapnya.

"Rukia... Jangan ikut-ikutan ih!" suruh Renji dan Ichigo.

Rukia pun langsung pundung di ujung ruangan. Aura hitam menyelimutinya. Tibalah waktu evaluasi oleh Hitsugaya. "Yap... Sudah cukup bagus untuk lagu barunya. Tinggal latihan lagi. Ada waktu 2 hari lagi! Semangat!"

"Lalu, komentarnya bagaimana, pak Toushirou?" goda Ichigo.

Tentu, tidak terlewatkan lemparan stik drum oleh Hitsugaya karena dibilang 'pak' oleh Ichigo. Setelah puas melempar stik drum dan berhasil menancap di kepala Ichigo, Hitsugaya mulai mengevaluasi.

"Harusnya sih, sang ketua dan pembina yang mengevaluasi. Tetapi, sudahlah... Oleh aku saja! Ok... Pertama dari Abarai. Kamu sudah bagus untuk permainan bass-nya. Pertahankan! Lalu untuk Kurosaki, suaramu saat 'raise de mata aou yeah!' maksa banget. Suaranya Hyde pas itu kan dia menekan suaranya saat bilang 'yeah' seperti orang yang semangat. Kamu kok dibuat-buat gitu semangatnya? Latihan lagi nanti! Ok?"

Ichigo mengelus-elus kepalanya yang baru saja menjadi TKP atas pelemparan stik drum oleh Hitsugaya. "O... Ok..."

"Hanya itu saja?" ngotot Hitsugaya.

"Si... Siap! Hitsugaya-taichou!" hormat Ichigo.

Hitsugaya menghela napas, "Hh... Kenapa gak lagu slow kaya Hitomi no Jyuunin coba?"

Ichigo menggelengkan kepalanya. "Kalau Hitomi no Jyuunin... Mending nanti saja. Mending kita pakai lagu semangat untuk memicu semangat adik-adik kelas setelah di MOS."

Hitsugaya menyenderkan tubuhnya dan berdecak kesal. "Cih... Sekalian aja kau nyanyi Jyuue no Shotai biar pita suaramu putus!"

Ichigo reflek memegang lehernya. "Pu... Putus? Jangan do'a-in gitu donk, Toushirou!"

"Sudahlah... Lalu untuk untuk pertama kali sih sudah cukup bagus. Tapi tolong, di panggung jangan ada kata nervous lagi. Ok?"

Rukia tersenyum dan wajahnya terlihat memerah. "Siap, Hitsugaya-taichou!"

Setelah evaluasi, seseorang membuka pintu ruang musik sambil membawa sebuah kotak yang bertuliskan 'RICS'. Ya, toko cake yang terkenal mahal dan enak di kota Karakura. Siapa lain dan siapa bukan, Byakuya.

"Yo... Kalian tampaknya capek! Nih, kubawakan cake!" ucapnya.

Semua duduk dengan rapih di meja yang sudah disediakan khusus untuk makan cake dan minum teh. Di dalam kotak tersebut ada 5 cake yang bermacam-macam. Rukia mengambil Blueberry Cheese Cake. Renji mengambil Pinapple Cheese Cake dan Hitsugaya mengambil Blueberry Mint Cake. Untuk Byakuya, dia mengambil Coffee Cake dan tersisa 1 buah cake untuk Ichigo. Yaitu, Orange Strawberry Cheese Cake.

Ichigo yang sudah selesai membuat teh panas, menyuguhkan pada setiap orang yang duduk di tempat makan tersebut. Ya, kebiasaan klub musik ini adalah, makan cake dan minum teh setelah latihan. Yang membuat teh siapa? Jelas... Ichigo...

"Bagaimana latihannya?" tanya Byakuya.

Rukia mengangguk dan mengacungkan jempolnya. "Hebat sekali Nii-sama! Aku bermain lagu Driver's High yang cepet sudah cukup lancar! Lalu, semua juga keren-keren! Hebat banget deh, Nii-sama!"

"Driver's High? Dari Laruku (Kependekan dari L'arc~en~Ciel) ya?" tanya Byakuya.

"Nii-sama kok tahu?" tanya polos Rukia.

"Karena kau telah mengantarkan hatiku padamu~" gombal Byakuya.

Semua terdiam dan bersiap muntah di tempat. Byakuya juga geli dengan ucapannya sendiri, hanya bisa menahan rasa malu dan ketawa.

"Bukan kenapa-kenapa kok... Nii-sama tahu aja... Oh ya, kan Laruku mau konser disini beberapa bulan lagi. Sebagai hadiah kenaikan kelas, bagaimana kalau saya berikan tiket Laruku VIP buat kalian?"

Semua langsung berbinar-binar. Akhirnya, impian mereka menonton Laruku –impian yang baru ada sedetik yang lalu-, terwujud. Mereka akan melihat personil Laruku memperlihatkan kemampuan mereka masing-masing dengan dekat dan nyata.

Byakuya hanya tertawa kecil. Tetapi, saat itu juga, dia memanggil Ichigo untuk mendekatinya. Ditariklah Ichigo menjauhi teman-temannya dan Byakuya mulai membisikan sesuatu.

"Syarat khusus kamu adalah... Jangan dekati Rukia lagi mulai sekarang, Ok? Kalau kau dekat-dekat... Bukan hanya tiket Laruku yang akan musnah... Tetapi, nilaimu akan gosong dan kau tidak akan naik kelas. Ingat itu!" ancam Byakuya.

Tentu Ichigo mengangguk ketakutan. Dia diancam oleh kakak Rukia yang mengidap sister complex –lebih tepatnya, hyper protective-. Byakuya pun menepuk pundak Ichigo dan tertawa kecil. Sedangkan Ichigo... Dia hanya bisa tersenyum dengan paksa saat mendekati teman-temannya.

"Mampus gue..." Keluh Ichigo.

Byakuya keluar melihat ke jendela dan terlihat anak-anak kelas X sudah pulang. Byakuya pun mengajak anak didiknya untuk makan diluar. Dalam rangka ulang tahunnya yang sebentar lagi akan terlaksanakan, Byakuya mentraktir semua personil Ichiretoru. Tentu semua orang disana yang perutnya sudah mulai bermain manching band, setuju dengan ajakan Byakuya. Byakuya pun menyuruh membereskan ruangan sebelum pergi makan diluar.

Setelah selesai membereskan ruangan, mereka berjalan menuju loker sekolah di lantai satu. Rukia pun menanyakan pada kakaknya mengenai makanan apa yang akan dibelikan oleh kakaknya itu. Tentu dengan senyuman penuh kebaikan, Byakuya menjawab, "Nasi goreng, rendang, dan es campur!"

"Haah... Sudah kuduga..." jawab Rukia dengan nada malas karena apa yang dia pikirkan, sama dengan jawaban kakaknya itu.

Renji dan Ichigo yang melihat Byakuya tersenyum seperti itu, hanya bisa terdiam mati kutu. Tumben-tumbennya mereka melihat Byakuya yang terkenal tenang, cool, dan... Ah, sudah lelaki sempurna banget deh, bisa tersenyum lepas seperti itu. Seperti bukan Byakuya saja!

Eh... Bentar... Itu Byakuya lakukan hanya pada saat dia bersama Rukia saat berdua. Jika Byakuya bersama Renji dan Ichigo, hanya ada dewa kematian yang bersama mereka dan bersiap membunuh kapan saja jika mereka berdekatan dengan Rukia.

Eh... Bukannya Byakuya memang sudah seorang shinigami, ya?

"Ayo kalian cepat kesini! Jangan jadi cowok siput!" seru Byakuya dengan nada marah.

Rasanya roh Sebonzakura yang seram sudah keluar dari tubuhnya.

"Ha... Hai..." jawab takut Renji dan Ichigo.

Sedangkan Hitsugaya...

Dia hanya sedang asyik mendengar lagu...

"Flash! I'm in the coolest driver's high!" nyanyinya pelan sambil menggerakkan tangannya seperti sedang main drum...


TO BE CONTINUED


OMAKE~

"Ayo semua! Jangan malu! Ini semua saya yang bayar!" seru Byakuya di sebuah restoran yang khusus menjual makanan Indonesia.

Semua melihat sajian yang dipesan oleh Byakuya dengan tatapan yang sudah tidak tahan ingin cepat-cepat makan. Tetapi, mereka menyuruh Byakuya duluan yang makan. Sebagai juru dompetnya, dia haruslah yang memakan duluan. Jika tidak, bisa-bisa jodoh Byakuya untuk Ichigo atau Renji, atau Hitsugaya. Tentu, mereka tidak mau itu terjadi karena, bukanlah kebahagiaan yang mereka dapatkan. Tetapi, kematian yang mereka dapat.

"Ya sudah... Saya makan duluan!" ucap Byakuya sambil mengambil nasi putih dan sepotong daging rendang.

Kemudian Rukia yang mengambil nasi goreng dan sate. Lalu, Renji mengambil nasi putih dan soto ayam. Hitsugaya mengambil nasi goreng dengan udang goreng saus tiram. Sedangkan Ichigo, saat dia mau mengambil rendang, Rukia larang.

"Tidak boleh!"

"EHH? Kenapa, Rukia?" heran Ichigo.

"Jika kau makan berminyak lalu minum es campur nanti, bisa-bisa suaramu berubah saat nyanyi nanti!" saran Rukia sambil mengambil sebuah sayuran lalab. Disimpannya di atas nasi goreng milik Ichigo. Kemudian, es jeruk yang Ichigo pesan, ditukar oleh teh manis panas milik Rukia. Lalu, saat Ichigo mau mengambil soto ayam, Renji menarik mangkuk soto ayamnya dan melarang Ichigo memakannya. Saat mau mengambil udang goreng saus tiram, Hitsugaya langsung mengambilnya.

"Oi Rukia, bukannya nasi goreng juga berminyak, ya?" tanya Renji.

"Oh ya... Benar juga! Sini nasi gorengnya!" seru Rukia sambil menarik piring nasi goreng yang sendoknya baru saja mau masuk kedalam mulut Ichigo.

"O... Oi! Rukia! Apa yang kamu lakukan sih?" kesal Ichigo.

"Aku baru ingat... Supaya suara kita bagus saat menyanyi, kau harus menghindari makanan berminyak dan dingin!" senyum malaikat dari Rukia.

Tentu semua sudah merinding dibuatnya...

"Ka... Kalau begitu, aku makan apa?" lemas Ichigo.

Rukia bergumam sambil memegang dagunya. "Hmm... Nasi goreng, rendang, sate, udang goreng, dan soto ayam itu berminyak. Di meja ini yang tersisa hanyalah nasi putih dan..."

"Lalab. Kurosaki, makan saja lalab itu! Toh, diantara kita jarang makan lalaban, kan?" ucap dingin Byakuya sambil memakan nasi putih dengan lalabnya.

"Tu... Tu... Tunggu... Kalian... Gak setega itu kan?" merinding Ichigo.

Rukia dan Renji tentu langsung memasang muka senyuman paksa yang penuh maksud jahat mereka pada Ichigo. Mereka merobek-robek kecil daun selada dan memotong kecil-kecil timun dan dicampur dengan nasi putih yang sudah diaduk dengan garam sebelumnya. Mereka kepal-kepal itu dan dibungkus oleh daun pepaya. Renji pun memegang rahang Ichigo agar tetap membuka dan Rukia menyuapi 'onigiri' yang ia dan Renji buat tadi.

"Ayo sini... Kapalnya mau masuk... Aaaa..."

"Ga... Ga... Ga..."

HAUP!

"GAAAAKKK! AKU TIDAK MAU HANYA MEMAKAN NASI DAN LALAB YANG TIDAK ADA RASANYA INI!"

"Ichigo! Kunyah! Kunyah!" seru Rukia sambil bersiap untuk 'onigiri' kedua yang sudah siap dimasukan ke mulut Ichigo.

"Ya! Ini demi keberlangsungan band kita, Ichigo!" seru Renji sambil menahan rahang Ichigo agar tidak menutup.

"Tapi... Kenapa harus hanya makan ini saja? Kenapa gak pesan yang lain saja?" amuk Ichigo sambil dipaksa untuk mengunyah oleh Renji.

"I... Ini kekerasan! Ini kekerasan nama-HAUP HAUP... HAUP..." kesal Ichigo tetapi terpotong saat Rukia memaksa agar Ichigo memakan 'onigiri'nya.

"Huh... Kalian berisik sekali! Ini restoran tahu! Bukan panggung!" kesal Byakuya sambil meminum kopi hitamnya.

Hitsugaya masih asik sendiri mengunyah udang gorengnya tanpa menghiraukan pertengkaran teman-temannya itu...


Ran: errr... Terkesan maksa euy... Udah Lost Inspiration!

Ichigo: he euh... Kamu benar2 sudah mandet ya...

Ran: Ya... Haduh... Ini banyak Laruku-nya karena kemarin tanggal 2 Mei aku tidak bisa nonton Laruku. Padahal, ada... Aaaa... Om Yuki! Aku pengen liat dia main drumnya... Bawain lagu-lagu yang aku suka lagi! Hiks... Hiks...

Rukia: Ran... Kalau mau curhat, jangan disini donk...

Ichigo: Kenapa gak nonton? Gak ada izin?

Ran: Izin mah ada... Tapi, temen yang gak ada. 'Kakak' (temen yang kebetulan ulang tahunnya sama kaya aku, dipanggil kakak di kelas sama aku) yang mengaku-ngaku sebagai Tetsu, gak nonton. Eh, pas dah sold out dia baru bilang, "Aduh... Pengen nonton Laruku..." TELAT dia ngomongnya! Dari dulu ngomong, udah nonton kita kemarin! Hiks...

Ichigo: Sabar... Katanya, Hyde-nya dikasih wayang lho... Lalu, Ken, Tetsu, ama Hyde MC pake bahasa Indonesia lho...Tetsu-nya ngelempar pisang yang sudah dikasih stiker Laruku-nya. Lalu, Hyde-nya ngerusakin gamelan mini (untung bisa dipasang ama Ken). Lalu, Yukihiro-nya...

Ran: AAA! Jangan diomongin! *pundung

Rukia: Ahaha... Ya sudah, kita tutup bab ini. Dimaafkan atas kelamaan atas update fic ini. Kami ucapkan terima kasih telah membaca dan terima kasih telah terus mengikuti cerita ini. Saran dan kritik kami butuhkan untuk kedepannya yang lebih baik. Ok... Ja'Mata!

Ran: Om Yuuukkkii~ *pundung