[WARN! Typo dan bahasa kurang dimengerti karena author males meriksa ulang]=

Green Sands Resort, Hawaii

Chanyeol berjalan dengan jas mahal juga sepatu hitamnya yang mengkilap, masuk ke dalam gedung cabang yang baru saja ia buka di Hawaii. Sebuah resort mewah di dekat pinggiran laut yang menyuguhkan pesona keindahan laut lepas ketika kau berada dilantai tertinggi resort ini.

Semua pegawai berjejer di depan pintu masuk dan membungkuk ketika Chanyeol melewati mereka. Ada yang terpesona dengan wajah tegas, dingin, sekaligus tampan atasan mereka, tapi apa daya mereka hanyalah pegawai di cabang Hawaii ini, tidak mungkin Chanyeol melirik mereka.

"selamat datang Mr. Park" tangan kanan Chanyeol yang mengurus cabangnya di Hawaii menyodorkan tangan kanan dan disambut baik oleh Chanyeol.

"bagaimana kabarmu?" tanya Chanyeol sambil berjalan.

"tentu saja baik Mr. Park, anda bagaimana?"

"baik"

Chanyeol dan tangan kanannya berjalan menuju restoran yang disediakan di lantai bawah, keunikan dari restoran ini adalah mereka memiliki outdoor jadi mereka bisa menikmati makanan yang disajikan sekaligus menikmati pemandangan laut. Tentu saja Chanyeol ingin melihat-lihat sebelum bekerja besok.

Chanyeol duduk diikuti oleh tangan kanannya. Beberapa pelayan datang menyerahkan menu.

"pesankan aku ini dan ini, aku butuh dessert yang favorit disini" pelayan mengangguk mencatat pesanan.

"samakan seperti Mr. Park" pelayan mengangguk lagi lalu mengundur diri untuk mengantar pesanan mereka ke koki.

Chanyeol diam menatap gelombang-gelombang laut menghantam batuan, ia berencana akan membawa Baekhyun kesini saat mereka bulan madu.

"Mr. Park, aku ingin bertanya" Chanyeol menatap tangan kanannya. Jung Ilhoon.

"iya?"

"a-apakah anda akan menikah?" Chanyeol mengerutkan dahi-nya, tahu dari mana Jung Ilhoon?.

"kau tahu dari mana?"

"Pak Junmyeon" Chanyeol mendesah kasar, sahabatnya yang satu itu memang sudah untuk ditutup mulutnya.

"ya kau benar, aku akan menikah"

Ilhoon membulatkan matanya, ia kira Chanyeol adalah pria tidak berkomitmen.

"ini mengejutkanku tapi aku bahagia untukmu Mr. Park, semoga proses pernikahan kalian berjalan dengan lancar"

"aku akan memberikan undangan untukmu"

"saya tidak bisa datang Mr. Park, istri saya hamil besar" Chanyeol mengangguk mengerti.

"semoga proses kelahirannya lancar" ucap Chanyeol dan Ilhoon mengucapkan terima kasih.

tak selang 10 menit makanan yang Chanyeol dan Ilhoon pesan datang.

Chanyeol baru saja menyeruput kopinya, ia merasakan getaran disaku celananya, ia mendapat telpon. Ia melihat nama panggilan dan itu adalah Ibu Baekhyun.

"ya bu?" Chanyeol meletakkan handphone di telinganya.

"Baekhyun pingsan"

"ia hamil"

seketika waktu seperti berhenti berdetak setelah mendengar suara Ibu Baekhyun yang menginformasikan keadaan anaknya. Chanyeol senang jika Baekhyun hamil tetapi saat ia tahu calon istrinya pingsan, hatinya sudah berdetak sangat kencang. Ada satu hal yang bisa Chanyeol lakukan sekarang.

pulang.

Ia menutup panggilannya, "sial! Ilhoon informasikan pihak bandara aku akan pulang sekarang"

"k-ke korea?" Chanyeol hanya mengangguk.

"kenapa cepat sekali Mr. Park?" Ilhoon bertanya bingung, belum ada dua jam tuan besarnya di Hawaii langsung pergi, setahu Ilhoon bos besarnya memiliki jadwal rapat besok.

"ada urusan sangat penting disana, aku pergi dulu, segera hubungi mereka" belum sempat Ilhoom mengucapkan kata-kata, Chanyeol sudah pergi dengan cepat, karena tindakkan Chanyeol mau tidak mau Ilhoon menelpon bandara.

"padahal istriku sedang mengidam bertemu denganmu Mr. Park" sesal Ilhoon.

Who Are You? I Love You

Chanyeol berjalan tergesa di bandara, hal yang ia pikirkan hanyalah Baekhyun dan janinnya, darah daging, ia tahu Baekhyun hanya shock tapi Chanyeol tetaplah Chanyeol, seangkuh-angkuhnya ia jika orang yang ia cintai sakit ia tidak bisa tidak tenang.

"kerumah sakit sekarang" ucap Chanyeol ke supirnya.

sesampainya dirumah sakit, ia berjalan di lorong rumah sakit dan melihat ibu Baekhyun di luar ruangan.

"bu?" Ibu Baekhyun menoleh ke samping dan melihat Chanyeol, calon suami anaknya.

"oh Chan, kau sudah di korea? ibu kira kau di Hawaii" tanya Ibu Baekhyun.

"aku memang di Hawaii tetapi setelah kau menelponku aku langsung kesini, bagaima Baekhyun?"

"ia hanya shock, ia sedang di dalam tidur sekarang"

"boleh kan?" Chanyeol memberi kode ke Ibu Baekhyun untuk masuk ke dalam ruangan Baekhyun, Ibu Baekhyun mengangguk.

"jika ia terbangun kau harus yakinkan dia Chan, jangan menyerah karena ia orang yang mudah luluh sepertiku" Chanyeol mengangguk.

Ia memasukki ruangan calon istrinya, melihat Baekhyun tidur dengan damai. Chanyeol memegang perut Baekhyun yang masih datar dan mengelusnya pelan, ia tidak menyangka kalau sekali masuk ia sudah mendapatkan jackpot. Ck! Chanyeol apa yang kau pikirkan?!.

"eungh~" Chanyeol berhenti mengelus perut Baekhyun setelah mendengar erangan kecil dari perempuannya.

"h-hey Baek" ucap Chanyeol sedikit ragu.

perlahan-lahan Baekhyun membuka matanya, pandangannya masih sedikit buram tetapi ia bisa melihat ada siluet seseorang di depannya. Ia menutup matanya lagi dan membuka dengan perlahan. Itu Chanyeol. Tersangka yang membuatnya jadi seperti ini.

"ke-kenapa k-kau di-si-sini" tanya Baekhyun memakai suara seraknya.

"kau harus minum dulu" Chanyeol membantu Baekhyun bersandar di ranjang, mengambil segelas air di nakas dan meminumkannya di Baekhyun. Air sudah mencapai pertengahan gelas, Baekhyun melepas mulutnya dari ujung gelas, Chanyeol meletakkan gelas itu kembali di nakas.

"aku ditelpon oleh Ibumu mengatakan kau pingsan" Chanyeol menjawab pertanyaan Baekhyun tadi.

"jadi kau sudah tahu?" suara Baekhyun tidak serak tetapi volume suaranya masih kecil.

"ya" jawab Chanyeol.

Baekhyun mendesah, tidak ada celah untuk kabur dari Chanyeol sekarang karena makhluk kecil tumbuh di dalam rahimnya hasil perbuatan mereka berdua.

"kau mau kan menikah denganku?" Chanyeol bertanya penuh harap, ia ingin mendengar kata ya dari Baekhyun.

"aku...tidak tahu" Baekhyun menolehkan kepalanya ke samping, tidak ingin menatap Chanyeol.

"kau tidak inginkan janin yang ada di dalam rahimmu lahir tanpa Ayah? Aku mohon Baek, ma-maafkan aku, aku memang sangat bodoh dulu karena dipikiranku hanya untuk menjadikan kamu milikku sepenuhnya dan tidak memikirkan resiko yang akan kuterima, aku berjanji kepadamu setelah kita menikah aku akan buktikan kepadamu kalau aku bersungguh-sungguh denganmu" Chanyeol perlahan memegang tangan Baekhyun yang tidak disuntik infus. Baekhyun tidak menarik tangannya, ia masih tetap menoleh ke arah lain.

Chanyeol mendesah pasrah, ia menarik tangannya dari tangan Baekhyun kemudian berdiri dari tempat duduknya.

"aku akan keluar, jika ingin sesuatu panggil saja aku" Chanyeol mulai berjalan menuju pintu ruangan. Namun, langkahnya berhentj begitu saja setelah mendengar satu kata dari Baekhyun.

"ya"

Chanyeol berbalik, menghadap Baekhyun yang juga melihatnya dengan tatapan sendu.

"aku mau Chanyeol, ya-yakinkan aku" ucap Baekhyun lagi.

Chanyeol tersenyum lebar, ia berjalan cepat ke ranjang Baekhyun lalu memeluk orang yang berada diatas ranjang tersebut, tidak terlalu erat karena Baekhyun masih lemah.

"aku berjanji akan meyakinkanmu Baek, kau harus pegang janjiku" Baekhyun bergumam hmm dan membalas memeluk Chanyeol. Mungkin ini satu-satunya jalan ia bisa bahagia, ia tidak mungkin membiarkan anaknya lahir tanpa Ayah karena keegoisan Ibunya. Ia harus menyerah demi anaknya, dan mungkin seiring jalannya waktu Baekhyun bisa jatuh kepada Chanyeol.

seseorang menatap dari celah pintu terbuka, ia tersenyum bahagia sambil meneteskan air matanya.

"aku senang anakku bisa bahagia" Ibu Baekhyun melihat Chanyeol dan Baekhyun berpelukkan. Ia sangat bahagia hari ini, Baekhyun lahir karena keegoisannya tidak ingin bersama dengan Ayah Baekhyun hingga Baekhyun tumbuh menjadi anak yang pendiam. Tetapi hari ini, hari dimana Baekhyun akan memulai kebahagiaannya, tidak bersamanya melainkan bersama orang yang akan selalu mendampinginya, Park Chanyeol.

[3 Bulan Kemudian]

"apakah aku sudah rapi Lu?" Luhan memutar matanya, sahabatnya ini sudah bertanya tentang penampilannya lebih dari 20 kali.

"kau sudah rapi Baek"

"riasanku tidak ada yang berantakan?"

"tidak ada, ck! kau sudah bertanya seperti dari tadi aku muak menjawabnya" omel Luhan. Ia berjanji jika menikah nanti tidak akan seribet Baekhyun.

"maafkan aku Lu, tapi aku harus tampil cantik dan anggun hari ini karena upacara ini akan diadakan sekali seumur hidupku, apalagi perutku buncit seperti ini, ugh!!" Baekhyun berteriak kesal karena penampilannya.

"kau cantik dan anggun Baek dan perut buncitmu itu menambah kecantikanmu" puji Luhan untuk menenangkan hati sahabatnya.

"benarkah?" Luhan mengangguk.

Baekhyun melengkungkan bibirnya kebawah, Luhan melebarkan matanya, jangan bilang Baekhyun akan menangis.

"oh Baek jangan menangis! makeupmu luntur bodoh!" ucap Luhan panik

"a-aku tidak tahu sangat perhatian kepadaku Lu, ka-kau sahabatku paling berharga" Baekhyun terisak sambil merentangkan kedua tangannya, mengundang Luhan untuk berpelukan. Mau tidak mau Luhan memeluk sahabatnya sambil menepuk punggungnya.

"kau juga Baek, sekarang kau tidak boleh menangis okay? riasanmu bisa luntur"

"makeup ku waterproof Lu, tenang saja" Baekhyun mengelap pelan wajahnya yang basah. Luhan menatap datar sahabatnya.

tiba-tiba ada ketukan dari luar lalu pintu terbuka menampakkan seorang laki-laki.

"upacara akan diadakan 2 menit lagi, ayo kebawah Baek" Baekhyun mulai gemetar panik,Luhan memegang tangannya dan menariknya berdiri lalu berjalan ke ballroom.

Chanyeol memandang gugup pintu yang belum terbuka, ia melihat jam dan menunjukkan sekitar dua menit lagi Baekhyun akan datang. Hatinya mulai berdegup kencang, takut jika ia mengucapkan sumpah dengan salah.

musik mulai berbunyi, pintu mulai terbuka perlahan memperlihatkan Baekhyun dengan cantiknya di gandeng oleh Ayahnya. Baekhyun memegang sebucket bunga Baby breath, tersenyum anggun kepadanya. Chanyeol dibuat terlena oleh kecantikan orang yang sebentar lagi akan menjadi istri sah-nya. Tak terasa, Baekhyun sudah sampai di hadapannya, ia memegang tangan kanan Baekhyun, tak lupa Ayah Chanyeol mengucapkan "jangan menyakitinya" diangguki oleh Chanyeol.

"kau sangat cantik hari ini" Chanyeol berbisik pelan, Baekhyun merona setelah mendengar pujian dari Chanyeol.

Akhirnya Chanyeol dan Baekhyun resmi menjadi sepasang istri, seharusnya setelah akad nikah akan ada pesta tetapi karena kondisi Baekhyun yang tengah hamil, mereka berdua pergi duluan ke rumah baru mereka.

"rumahnya sangat besar sekali" Baekhyun melihat rumah di depannya.

"kau suka?" Chanyeol merangkul pinggang Baekhyun. Yang ditanya hanya mengangguk.

"kapan kau membangun rumah ini?"

"tiga bulan"

"kenapa sebentar sekali?" tanya Baekhyun bingung.

"jika kau mempunyai uang, semua yang kau inginkan akan terkabul dengan cepat" goda Chanyeol, Baekhyun berdecak kesal.

"dasar sombong"

"mari kita ke dalam, kau ingin melihat kamar kita kan?" Baekhyun tahu Chanyeol sedang kode, tetapi mood Baekhyun memburuk karena tadi.

"aku tahu apa yang kau maksud mesum! tidak ad malam pertama karena aku lelah" Baekhyun merampas kunci dari tangan Chanyeol dan berjalan mendahuluinya.

Chanyeol menganga tidak percaya, ia menikah karena ingin merasakan malam pertama, yah walaupun ia sudah pernah melakukan itu dengan Baekhyun tetapi rasanya berbeda dengan malam pertama.

"apakah kau bercanda Baek?" tanya Chanyeol heran, tidak mungkin kan Baekhyun setega itu dengannya? adik kecilnya sudah tegang dari Baekhyun melangkah menuju altar dan ia tidak bisa menahan.

"aku tidak bercanda" jawab Baekhyun enteng. Ia mengunci pintunya.

"tidak-tidak,kau harus mengerti aku Baek aku-"

"jangan memikirkan penismu! kau harus memikirkan ini" Baekhyun menunjuk perutnya yang membuncit.

"ini ulah siapa ha?!" Chanyeol terdiam, ia pasti akan kalah hari ini.

"ini ulah kamu! dan kau harus menerima konsekuensinya" omel Baekhyun, ia meninggalkan Chanyeol menuju kamar utamanya.

Chanyeol menjatuhka tubuhnya di sofa, memandang langit-langit rumahnya. Well, Park Chanyeol, mungkin kau harus menunggu mood Baekhyun membaik lalu setelah itu kau boleh menggempurnya.

"maafkan aku adik kecil, kau harus merasakan tanganku" ia menepuk-nepuk selangkangannya yang menggembung.

THE END

bacotan :

akhirnya WAYILY selesai~~ maaf endingnya sedikit tidak jelas hehehe, jangan tanyakan sequel karena otak aku lagi menyalurkan idenya pas-pasan banget. Terima Kasih buat yang membaca WAYILY dari pertama dipublish sampai selesai, terima kasih juga buat yang sudah ngefavoritkan story ini dan juga yang review *emot hati*. Jangan lupa review guys see u in my another story~~