Elf
"Kim Brothers"
Chapter 7
Cast :
Super junior members
OC
Rate : K - T
Genre : Fantasy/Friendship
Summary :
Apa… hyung juga menyayangiku?
Author POV
Seorang namja berjalan menenteng kantong plastik sambil sesekali memijat pangkal hidungnya. Di bagian atas kantong itu menyembul beberapa ujung lobak dan sawi putih. Dia pasti akan membuat kimchi.
"Heechul-ah! Mampirlah sebentar, aku punya tambahan untuk teman kimchimu." Ujar Tuan Song yang sedang merapikan keranjang-keranjang koran.
"Eoh, gomapsemnida, Ajusshi."
Heechul berbelok, masuk ke pekarangan rumah Tuan Song.
"Bagaimana sekolahmu? Kau sehat? Jangan terlalu keras bekerja. Di usia kalian ini seharusnya kalian konsentrasi pada pelajaran, tidak perlu melakukan kerja paruh waktu banyak-banyak. Yang ada kau jadi bekerja full time." Tuan Song berbasa-basi menyambut Heechul di teras rumahnya.
"Animida, Ajusshi. Aku tetap belajar dengan rajin kok. Dan aku sehat-sehat saja." Ujar Heechul.
"Kasihan Ryeowook, ia selalu sendirian setiap akhir pekan. Kau kan hyungnya, sekali waktu ajak lah ia jalan-jalan. Jangan selalu pergi sendirian, dan baru pulang di hari senin begini."
"Aku bekerja, ajusshi."
"Nega mariya, kau bekerja terlalu keras."
"Ne, arasseo ajusshi." Heechul menunduk hormat.
"Ahahahahaha…. Yeobo." Tuan Song menengok ke dalam rumahnya, memanggil istrinya.
"Ne…" Nyonya Song muncul membawa sebuah termos.
"Jaaa… makan yang banyak, kalian masih dalam masa pertumbuhan." Ujar Nyonya Song.
"Ne, ajumma. Gomapsemnida." Heechul membungkukkan badan sambil menerima termos itu.
"Ah, Oh iya. Ini sepertinya milik Ryeowook. Lihat, ada stiker Ryeonggu dibelakangnya." Nyonya Song mengeluarkan sebuah ponsel hitam dari saku bajunya. Ponsel yang sangat dikenal Heechul.
"Mungkin tempo hari dia tergesa-gesa, sampai melupakan ponselnya di keranjang sepeda." Ujar Nyonya Song.
"Sepeda apa?" Heechul tidak mengerti.
"Sepeda loper koran. Sepeda apa lagi?" jawab Tuan Song.
"Kenapa Ryeowook memakai sepeda loper koran?"
"Kau tidak tahu Ryeowook membantuku disini? Sudah sekitar sebulan loh. Biasanya dia mengantar koran sore."
Kening Heechul berkerut. Tuan dan Nyonya Song saling melempar pandangan.
"Aaa… ah, be.. benar juga. Aku lupa. Keureom, aku permisi dulu. Gamsahamnida." Heechul pamit cepat-cepat dengan wajah merah.
"Heechul-ah. di dalam termos itu ada bubur. Selagi hangat, suruh Ryeowook memakannya, itu baik untuk menyembuhkan flu nya." Seru Nyonya Song. Heechul yang sudah berjalan menjauh hanya memalingkan wajah dan menunduk sedikit. Sekedar menunjukkan sopan santun.
Sementara di lain tempat,
"Bukankah seharusnya kita membawa oleh-oleh ke rumah Ryeowook?" tanya Elf di tengah perjalanan bersama Eunhyuk dan Donghae ke rumah Ryeowook.
"Benar juga. Kajja." Jawab Eunhyuk. Ia segera berbelok ke arah minimarket di pinggir jalan.
"Ya, kau bawa uang?" tanya Donghae sambil mengejar Eunhyuk.
"Kau tidak bawa uang?" Eunhyuk balas bertanya.
"Bawa sih, sedikit."
"Sedikit juga cukup." Eunhyuk memberi isyarat 'ayo masuk'.
Donghae memiringkan kepalanya. Ia merasa akan ada yang salah setelah masuk minimarket nanti.
"Apa yang ryeowook sukai?" tanya Elf saat berada di dalam minimarket.
"Hm… sepertinya Es krim pisang." Jawab Eunhyuk.
"Jongmal? Dari mana kau tahu?" Donghae meragukan jawaban Eunhyuk.
"Y.. ya! Te.. tentu saja aku tahu, aku kan dekat dengan hyung nya. Heechul hyung. Kami…" Jawab Eunhyuk.
"Ne, yang Eunhyuk suka pasti Ryeowook juga suka." Ujar Elf sambil menoleh ke Donghae. Tidak tahu ia rupanya, kalau Eunhyuk sedang memasang cengiran innocent.
"Keurae, aku akan menganggap es krim pisang ini adalah makanan kesukaan Ryeowook. Bukan makanan kesukaanmu!" Donghae menatap Eunhyuk bete.
"Ayo cepat, kita keluar." Ujar Donghae. Eunhyuk hanya tersenyum kering karena ketahuan. Sekarang Eunhyuk baru menyadari betapa berbahayanya Elf terhadap semua niat buruknya.
"Ayo." Elf langsung melenggang menuju pintu keluar setelah membawa 4 bungkus es krim.
"Ya! Ya!" panggil Eunhyuk dan Donghae.
" Kau harus membayarnya. Kau pikir ini hutan, dimana kau bisa mendapatkan makanan secara gratis?" ujar Donghae sambil menghadang Elf.
"Membayar? Dengan apa? Aku tidak punya uang."
"Aku sudah tahu." Gerutu Donghae. Donghae mengambil semua es krim di tangan Elf dan membawanya ke meja kasir.
...
Di depan rumah Ryeowook.
Ting tong….
Ting tong….
Bell sudah berbunyi berkali-kali, tapi belum juga ada jawaban dari dalam rumah.
"Mungkin Ryeowook sedang tidak di rumah. Makanya ia tidak masuk sekolah." Ujar Donghae.
Ting tong…
Elf masih menekan bell.
"Ryeowook-ah!" panggil Eunhyuk. Mereka sama sekali tidak mempedulikan omongan Donghae.
Krieeeetttt…
Terdengar bunyi deritan pintu.
"Iya aku dataang.." sahut seseorang dari dalam.
Pintu gerbang pun di buka.
"Eo? Sunbaenim." Sapa Ryeowook.
"Ryeowook-ah, annyeong." Sapa Elf. Donghae dan Eunhyuk mengangguk sopan.
"Ne, annyeong haseyo." Ryeowook agak asing dengan yeoja yang menyapanya itu.
"Silakan masuk." Tapi tetap saja, tamu harus dipersilakan masuk, terutama jika itu para sunbae.
"Kau sakit?" tanya Elf serta merta.
"Eoh? Tidak, hanya flu. Sebentar lagi juga sembuh."
"Kalau begitu makanlah ini. Kami membawakan makanan yang pasti kau sukai." Elf menyerahkan sekantong es krim pada Ryeowook.
"N.. ne, gamsahamnida." Ryeowook menerima es krim itu dengan canggung.
"Aku akan mengambilkan minuman." Ryeowook pun masuk ke dalam sambil membawa es krim itu.
"Ya! Orang flu tidak boleh makan es krim! Seharusnya kau tidak memberikan es krim itu padanya." Bisik Eunhyuk.
Di dalam hati Eunhyuk bermaksud mengambil kembali es krim itu.
"Padanya. Tapi kita memang membawakannya untuk Ryeowook. Kau tidak boleh memintanya lagi. Mengambil apa yang sudah kita berikan itu tidak baik loh." Elf juga berbisik.
"Aku bukan bermaksud mengambilnya begitu saja. Tapi es krim akan memperparah penyakitnya." Ujar Eunhyuk.
"Omo… bagaimana ini Eunhyuk-ah?"
"Makanya, kau jangan sok tau. Dan juga, kau ini sok kenal, ya. Belum apa-apa sudah sok menyapanya. Setelah ini kau diam saja. Arasseo." Donghae bergabung dengan bisik-bisikan Eunhyuk dan Elf.
"Arasseo. Ne…" Elf mengkerut.
"Silakan diminum, sunbaenim." Ujar Ryeowook
"Gomapseumnida." Eunhyuk dan Donghae mengambil gelas yang disajikan. Elf hanya terdiam lesu.
"Ku dengar kau sampai tidak masuk sekolah? Flu mu parah?" tanya Donghae to the point.
"Anieyo, Sunbaenim. Ada yang harus kuurus, jadi aku tidak bisa masuk sekolah. Flu ini juga hanya flu biasa. Aku baik-baik saja." Jawab Ryeowook.
"Ada apa memangnya? Kenapa bukan Hyungmu yang mengurusnya?" tanya Eunhyuk.
"Hanya urusan kecil, sebentar lagi juga selesai."
"Kalau begitu hubungi Kyuhyun, ia sangat mencemaskanmu." Ujar Donghae.
"Itu dia masalahnya. Ponselku hilang entah kemana. Tolong sunbae sampaikan saja pada Kyuhyun, tidak perlu mengkhawatirkanku. Jika urusanku sudah selesai, aku akan ke sekolah." Jelas Ryeowook.
"Kau tidak marah padanya?" tanya Donghae.
"Marah untuk apa?" Balas Ryeowook.
"Ah, itu, tentang… olimpiade." Ujar Eunhyuk
"Eo?.. oh… anieyo sunbaenim.. aku sama sekali tidak marah padanya. Aku bahkan sudah mengucapkan selamat padanya pada hari pengumuman itu." jawab Ryeowook saat Eunhyuk dan Donghae menanyainya soal Kyuhyun.
"Benarkah?"
"Benar, Sunbaenim-deul."
"Keurae? arrasseo."
Akhirnya setelah basa-basi sebentar Donghae dan Eunhyuk berpamitan pulang, Elf setelah keluar ia hanya berdiri di depan pintu. Donghae berjalan duluan. Eunhyuk menoleh kebelakang.
"Elf, kajja." Ajak Eunhyuk.
"Eunhyuk-ah! Ryeowook juga punya masalah! Ayo kita bantu dia." Ujar Elf mendekat ke Eunhyuk.
"Masalah apa?" tanya Eunhyuk.
"Donghae-ya, berikan uangmu untuk Ryeowook, dia sangat kasihan." Elf berlari menyusul Donghae yang sudah agak jauh.
"Ryeowook-ah! Kim Ryeowook! Kau dirumah kan?!" terdengar suara bentakan dari rumah Ryeowook. Eunhyuk dan Elf berbalik melihat apa yang terjadi. Begitu juga Donghae.
Author POV end
Heechul POV
Gedoranku di pintu tidak juga ditanggapi. Lebih baik ku buka paksa. Aku harus segera memarahi anak nakal itu!
Brak! Pintu terbuka, dan ku dapati Wookie terkulai tepat di balik pintu ini. Dia tidak mungkin terkena pintu yang kudobrak kan?
"Ryeowook-ah!" Aku mengguncang badannya. Panas sekali!
Rumah sakit. Harus ke rumah sakit sekarang.
Aku menggendong tubuh kurus Wookie. Dasar anak nakal. Apa kau tidak makan apa-apa? Kemana makanan yang kau masak? Apa semua kau berikan padaku?
Heechul POV end
Author POV
Sementara dari ujung jalan Elf dan Eunhyuk terpaku melihat Heechul berlari menggendong Ryeowook.
"Ada apa dengan Ryeowook?" tanya Eunhyuk gusar.
"Ryeowook. Apa dia diculik?" tanya Elf Horror.
"Tidak. Itu Heechul hyung. Sepertinya Ryeowook pingsan." Jawab Eunhyuk.
"Pingsan? Apa dia memakan es krim itu sampai penyakitnya menjadi semakin parah? Huaaa… ottoke, aku malah menyakiti mausia, bagaimana iniiiiii~ bagaimana kalau ryeowook matiiii…." Elf malah menangis.
"Yaaah! Apa yang kau katakan. Hanya flu saja tidak mungkin mati. Ayo kita tolong mereka." Eunhyuk berlari mengejar Heechul, diikuti dengan Elf. Sementara Donghae meremas kepalanya.
Heechul masih berlari menggendong Ryeowook.
Hosh… hosh… hosh…
Heechul juga sebenarnya merasa tidak enak badan. Pusing dikepalanya semakin menjadi terutama saat diberi tahu tentang Ryeowook bekerja di loper koran Tuan Song.
"Heechul hyung, ada apa ini?" tanya Eunhyuk yang berhasil menyusul Heechul.
"Hhhh…. Hhhh… apah… inih… sahatnya kauh bertanya padakuh?" ketus Heechul.
"Hyung, kau juga sakit. Biarkan aku yang menggendong Ryeowook." Ujar Elf. Tentu saja Elf tahu apa yang dirasakan Heechul.
"Tidak Hyung, biar aku saja." Sahut Eunhyuk, setelah sebelumnya mendelik mendengar tawaran Elf.
"Han…dwehhh…." Tolak Heechul dengan nafas yang terputus-putus.
Elf tidak tega melihat Heechul. Ia mulai memusatkan konsentrasinya pada Ryeowook, bermaksud membuat tubuh Ryeowook tidak lagi dipengaruhi gravitasi bumi, agar tidak terlalu berat bagi Heechul. Namun belum berhasil usaha Elf tiba-tiba…
Ckiiiittt.
Sebuah taksi berhenti tepat di depan mereka.
"Hyung! Naik taksi saja. Akan lebih cepat." Seru Donghae dari dalam Taksi.
….
Tiba di rumah sakit Ryeowook dibawa ke ruangan gawat darurat dan langsung ditangani dokter. Setelah penanganan beberapa menit, Ryeowook sudah dipasangi infus dan dipindahkan ke bangsal pasien. Sedangkan Heechul diberikan pengobatan ringan untuk mengobati sakit kepalanya. Sementara Eunhyuk, Elf, dan Donghae diminta untuk menyelesaikan administrasi.
Eunhyuk, Elf, dan Donghae duduk di deretan bangku rumah sakit setelah urusan administrasi selesai.
"Untung kau tadi memanggil taksi." Ujar Eunhyuk pada Donghae.
"Tadinya aku memanggil taksi untuk pulang. Tapi aku tak mungkin meninggalkan kalian begitu saja."
"Donghae memang baik." Elf tersenyum.
Eunhyuk yang tadinya melongo mendengar alasan awal Donghae memanggil taksi, juga ikut tersenyum. Padahal tadi ia sudah siap mementung kepala Donghae.
"Nah, sekarang urusan ini sudah selesai, 'kan? Ayo pulang. Urusan internal seperti ini sebaiknya kita tidak usah ikut campur terlalu dalam." Ujar Donghae.
"Kita sampai disini karena kita akan mencampuri urusan ini sampai dalam." Tegas Eunhyuk.
"Kajja!" Eunhyuk menarik lengan Donghae yang berjalan dengan menyeret langkahnya.
…
Di depan bangsal Ryeowook…
"Bagaimana keadaan Wookie, hyung?" tanya Eunhyuk.
"Sudah lebih baik…. Gomawoyo, Eunhyuk-ah." ujar Heechul.
"Aniyo hyung. Aku tidak melakukan apa-apa." Jawab Eunhyuk.
"Keurae, Gomawoyo Donghae-ah." Heechul berganti menatap Donghae.
"Ah, hanya memanggilkan taksi apa susahnya, hehehe…" ujar Donghae.
"Kau… yang tadi juga memanggilku hyung?" Heechul menatap Elf.
"Hyung. Ne, Hyung." Jawab Elf.
"Seharusnya Oppa, 'kan. Amuteun terima kasih atas tawaranmu tadi. Aku mungkin akan diumpat seluruh halmeoni kalau ku biarkan kau menggendong Ryeowook." Ujar Heechul.
Donghae dan Eunhyuk nyengir geli. Cara bercanda Heechul agak aneh memang. Elf sendiri hanya terbengong.
"Ngomong-ngomong, kalian sedang apa di sekitar rumahku tadi?" tanya Heechul.
"Tadi aku ingin berkunjung ke rumahmu,… lalu aku melihatmu menggendong Ryeowook, jadi ku susul saja sekalian." Jawab Eunhyuk terbata-bata. Berbohong.
"Ada apa kau mau ke rumahku?"
"Ehm… hm… kata Kyuhyun, dongsaengnya Donghae, Ryeowook tidak masuk sekolah, jadi sebagai sunbae yang baik kami ingin memastikan keadaannya baik-baik saja, benarkan?" Jawab Eunhyuk meminta dukungan Donghae. Donghae mengangguk canggung.
"….. " Heechul terdiam sejenak.
"Sudah berapa hari Wookie tidak masuk sekolah?" tanya Heechul kemudian, membuat Eunhyuk dan Donghae tidak jadi bernafas lega.
"Aku… tidak begitu tahu…. Aku kan tidak sekelas dengan Wookie." Jelas Eunhyuk kaku. Donghae mengangguk-angguk. Heechul menatap Eunhyuk dan Donghae bergantian.
"Tapi, Heechul hyung, hyung yang baik, ya. Walaupun tadi kau terlihat sangat marah, tapi sebenarnya kau sangat sayang pada Ryeowook. Aku suka sekali Heechul hyung." Ujar Elf, sambil tersenyum ceria.
"…" tidak ada yang bersuara. Eunhyuk dan Donghae salah tingkah. Heechul hanya menatap Elf aneh.
"Hm, Gomawo. Mulutmu manis sekali. Tapi tata bahasamu buruk…. Aku… masuk dulu." Ujar Heechul setelah terdiam beberapa saat. Kemudian Heechul berlalu sambil meninggalkan Eunhyuk dan Donghae.
"Ya, beri tahu Kyuhyun!" Ujar Eunhyuk pada Donghae, mereka tidak sadar kalau Elf baru saja menghilang.
"Eoh, keurae." Jawab Donghae.
Sementara di perpustakaan sekolah,
"Kyuhyun-ah!" Elf muncul tepat di depan Kyuhyun yang sedang menelusuri rak buku di perpustakaan.
"Ryeowook tidak marah padamu. Jangan khawatir lagi, ne. Ohiya, tadi dia sakit. Dia di rumah sakit sekarang."
Kyuhyun terbengong.
"Aku pergi dulu, ya." Elf pamit, dan langsung hilang.
Kyuhyun menahan nafas dan membulatkan mata. Suaranya hilang karena saking kagetnya.
Trrrrrttt… trrrrrttttt… ponsel Kyuhyun bergetar.
"Yyy… yeoboseyo?" Kyuhyun mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Kyuhyun-ah, Ryeowook sekarang di rumah sakit. Kemarilah, dan selesaikan masalahmu."
"Mwo?" Kyuhyun melihat layer ponselnya. Ternyata Donghae yang menelepon.
"Jadi Ryeowook benar sakit, hyung?" tanya Kyuhyun.
"Eh? Kau sudah tahu, dan tidak menjenguknya?" Donghae bertanya balik.
"Bukan begitu. Tapi baru saja..." Jawab Kyuhyun.
"Baru saja apa?"
"Ada hantu yang memberitahuku…" Kyuhyun berbisik tak yakin.
"Mwo?" tanya Donghae.
"Ne, Hyung! Hantu itu tiba-tiba datang, dan langsung menghilang. Oh iya, dia bahkan tahu namaku."
'Dasar peri tidak sabaran…' batin Donghae, dia sangat yakin hantu yang dimaksud Kyuhyun adalah Elf.
"Hyung apa ada saudara jauh kita yang sudah meninggal?"
"Mungkin itu sadako model terbaru." Donghae mengembalikan kata-kata Kyuhyun tempo hari.
"Ya, hyung!"
"Aish…. Na ottoke ara? Sudahlah, kau mau kesini atau tidak?" Ujar Donghae kemudian.
"Ne, hyung. Aku kesana sekarang." Jawab Kyuhyun lantas menutup ponselnya.
Kyuhyun segera membereskan buku buku alat tulisnya dan meminta izin untuk pulang duluan.
Author POV end
Donghae POV
Aneh sekali. Dia bilang tidak ingin orang-orang tahu keberadaannya sebagai peri, tapi malah tiba-tiba menampakkan diri di sekolah dan kemudian langsung hilang. Dasar pabo!
"Wae?" tanya Eunhyuk.
"Elf sudah memberitahu Kyuhyun."
"Eh, bagaimana caranya?"
"Dia datang menemui Kyuhyun, dan langsung menghilang. Pabo." Aku geleng-geleng.
"Khhh… ternyata bukan hanya manusia saja yang suka nekad ya~" desah Eunhyuk.
Donghae POV end
Authro POV
Di bangsal Ryeowook,
"Heechul hyung?" Ryeowook terbangun dari tidurnya.
"Hai bodoh! Sudah bangun?" Heechul bertanya malas.
"Aku dimana?" tanya Ryeowook.
"Kau di rumah sakit. Sekarang jelaskan padaku kenapa ponselmu ada di sepeda loper koran Tuan Song?" cecar Heechul.
"…." Ryeowook terkejut dan tak sanggup menjawab.
'Ah, ternyata ponsel ku tertinggal di sana… Tapi bagaimana ini, Heechul hyung sudah tahu aku bekerja pada Tuang Song.' batin Ryeowook.
"Kau bekerja?" Heechul masih mendesaknya.
"Untuk apa?" Mata Heechul semakin mengintimidasi.
"Kau mendadak bisu? Atau kau mendadak tuli? An deullyo!?" tanya Heechul sarat emosi. Ryeowook semakin mengkerut ketakutan.
"Kim Ryeowook!" bentak Heechul.
"Tidak cukup…" cicit Ryeowook.
"Mwo?" tanya Heechul.
"Tidak akan cukup Hyung. Uang hasil kerjamu tidak akan cukup. Aku hanya ingin sedikit membantu." Jawab Ryeowook dengan suara bergetar.
"Apa maksudmu tidak cukup? Jelaskan sejelas-jelasnya." tanya Heechul.
"Kau lulus sebagai trainee di agensi itu kan? Uang kita tidak akan cukup. Kau tidak mau membebani eomma, makanya kau tidak bercerita denganku maupun eomma tentang audisi itu. Aku bekerja untuk membantumu. Kau selalu menuruti apa yang aku inginkan. Sekarang aku ingin kau juga mewujudkan keinginanmu. Uang yang ku dapatkan bisa menutup kebutuhan kita selama sehari . Jadi uang kiriman eomma dan hasil kerjamu bisa kita gunakan untuk sekolah dan biaya trainingmu saja, hyung." Jelas Ryeowook, masih dengan suara bergetar.
"Siapa yang memintamu melakukan itu?" tanya Heechul dingin.
"Hyung… aku hanya ingin membantu." Jawab Ryeowook.
"Siapa yang meminta bantuanmu?!" bentak Heechul.
"Hyung…" Air mata ryeowook mulai menitik.
"Ryeowook-ah!" Tiba-tiba Kyuhyun masuk ke ruang perawatan dan memanggil Ryeowook. Heechul menoleh. Beradu pandang dengan Kyuhyun. Kyuhyun menunduk memberi salam. Heechul membuang muka, kemudan berdiri, lalu pergi keluar meninggalkan bangsal Ryeowook.
"Annyeong haseyo, Heechul hyung." Sapa Kyuhyun. Heechul hanya berlalu. Kyuhyun memandang arah Heechul pergi. Kemudian ia mendekati ranjang Ryeowook.
"Kau sakit?" tanya Kyuhyun. Ryeowook sedang berusaha menghilangkan titik air matanya.
"Hey, kau kenapa?" tanya Kyuhyun.
"Tidak apa-apa. Bagaimana latihanmu?" tanya Ryeowook.
"… Yah, begitu lah." Jawab Kyuhyun.
"Aku tidak bermaksud mematahkan semangatmu. Tapi saat itu kau sangat mengganggu. Aku sungguh ingin mengundurkan diri seperti Kibum, tapi laporannya sudah sampai pada Appa. Appa sangat senang dan mendukungku. Mana mungkin aku mengecewakan Appa…." Kyuhyun masih menunduk dan mengoceh tak berhenti.
"Yak! Bisakah kau berhenti! Aku sedang sakit, dan kau memaksaku untuk mendengar ocehan nonstop mu itu?" ketus Ryeowook.
"Ah, mian." Jawab Kyuhyun pendek.
"Aku tidak marah. Jinjjaro. Aku tidak marah padamu. Sekarang. Yaah awalnya aku marah padamu. Karena kau bilang siswa kelas 7 tidak akan diberangkatkan olimpiade. Nyatanya, kau justru jadi kandidat utama."
Ryeowook berhenti sejenak. Matanya mendelik kearah Kyuhyun. Kyuhyun semakin menunduk.
"Tapi sebenarnya saat itu aku juga bangga padamu." Ryeowook kembali memasang senyum diwajahnya.
"Kau mengalahkan seluruh sunbaenim kelas 8. Dan setelah ku pikir lagi, sebenarnya salahku juga sih. Kalau aku mau belajar, ya belajar saja. Kibum juga masih menyemangatiku. Aku mengerti kalau kau tidak suka diganggu main game. Kau sudah bertahan selama berhari-hari ku pisahkan dengan PSP mu. Wajarlah kalau waktu itu kau kesal padaku. Hahaha… Oh iya, aku tidak bisa menghubungimu karena ponselku hilang. Yaah, tapi sekarang sudah ketemu sih." Jelas Ryeowook.
"Ah, tahengida~" Senyum Kyuhyun mengembang.
Lagi-lagi suasana awkward tercipta.
"Heechul hyung…" Kyuhyun ingin bertanya tentang Heechul namun terputus.
"Ne, Uri Hyung." Jawab Ryeowook.
"Dia… cukup tampan."
"Cukup apanya? Dia sangat tampan."
"Yak! Sejak melihat fotonya dengan teuki hyung yang sedang ber-cosplay menjadi gadis china, aku selalu menganggap dia Noona mu bukan Hyung mu!" balas Kyuhyun.
"Awas kau ya. Kalau ku adukan pada Heechul Hyung, kau tidak akan selamat!" ancam Ryeowook.
"Kalau begitu kau akan kuadukan balik pada Donghae dan Teuki hyung. Hyung ku kan ada dua." Ujar Kyuhyun.
"Kalau begitu panggil aku Hyung!" Donghae muncul di belakang Kyuhyun sambil menepuk pundaknya.
"Ish, kalian berdua kenapa masuk kesini? Pasien tidak boleh dijenguk beramai-ramai!" usir Kyuhyun.
"Kau ini kenapa sih?! Kau kan sudah kami bantu berbaikan dengan Ryeowook. Benar-benar pertemuan dua sahabat yang mengharukan~ Ne, Donghae-ya!" ujar Eunhyuk. Donghae mengangguk, tersenyum..
"…" Kyuhyun hanya diam saja.
"Hyung, kau sudah memberitahu Teuki hyung? Kau pulang sana, nanti dia khawatir." Usir Kyuhyun lagi.
Donghae dan Eunhyuk melempar pandangan kesal pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya merengut.
"Baiklah. Wookie, cepat sembuh, ya. Kyuhyun sangat murung karena kau tidak masuk sekolah!" ujar Donghae berpamitan. Kyuhyun semakin cemberut.
"Sampaikan salamku pada Heechul hyung." Ujar Eunhyuk. Dua sahabat itu berjalan keluar.
Ryeowook tersenyum mengangguk.
"Jalgayo, Sunbaenim." ujarnya
"Kau jadi murung karena takut aku marah padamu ya?" tanya Ryeowook.
"Kau bilang tidak marah!" kesal Kyuhyun.
"Iya sih. Ngomong-ngomong Donghae hyung benar-benar perhatian padamu ya, dia sampai mendatangiku karena mengira aku marah padamu." Ujar Ryeowook. Kyuhyun tersenyum.
"Heechul hyung juga perhatian padamu." Balas Kyuhyun.
"Keurom. Ia adalah orang yang paling menyayangiku di dunia ini. Dia selalu menuruti apa mauku meski awalnya ia selalu mengomel." Mata Ryeowook menerawang.
"Heechul hyung ingin menjadi artis. Tapi uangnya selalu habis untuk memenuhi kebutuhanku. Ia bahkan rela bekerja full time saat weekend. Beberapa hari yang lalu aku menemukan kertas pemberitahuan Heechul hyung diterima di sebuah agensi. Aku lihat daftar biaya trainingnya. Sangat mahal ternyata. Uang kami tidak cukup. Kiriman eomma ditambah hasil kerja Heechul hyung tidak cukup untuk menutupi kebutuhan training Heechul hyung. Akhirnya aku bekerja juga di loper koran tuan Song. Setelah pulang sekolah, aku mengantar koran di beberapa kompleks. Kalau ada waktu aku juga membantu menjaga toko Nyonya Han. Makanya aku tidak punya banyak waktu belajar di rumah. Maaf kalau aku mengganggumu di sekolah." Kyuhyun semakin tidak enak hati mendengar penjelasan Ryeowook.
'Aaaah, nan pabogateyo, apa yang telah aku lakukan?' Batin Kyuhyun.
"Tapi… kau tahu? Aku cukup bangga berada di peringkat 5. Itu artinya aku peringkat 1 diantara anak-anak yang tidak ikut olimpiade, kan? Ini semua berkat Kyuhyun dan Kibum yang sabar mengajariku.
"Aku sangat mengidolakan Heechul hyung. Bagiku semua yang dilakukannya patut dibanggakan. Dulu Heechul Hyung ikut olimpiade matematika, makanya aku bergabung dengan klub matematika. Hehe, aku akan berusaha keras untuk olimpiade tahun depan." Lanjut Ryeowook. Kyuhyun masih terdiam.
"…."
"Kau tidak mau pulang? Ini sudah malam. Nanti Teuki hyung mencarimu." Ujar Ryeowook, setelah cukup lama terbungkam suasana kaku dengan Kyuhyun.
"Ehm… Heechul Hyung belum kembali, nanti tidak ada yang menungguimu."
"Aku tidak apa-apa."
"'Tidak apa-apa apanya? Tangan diinfus begini tidak apa-apa?" suara Kyuhyun meninggi.
"Kau berani membentaknya saat Hyungnya tidak ada?" Ucap Heechul yang tiba-tiba datang.
"Mi…mianhaeyo Hyung. Aku… Tidak bermaksud begitu…" gagap Kyuhyun. Ryeowook hanya tersenyum.
"Pulanglah. Ini sudah malam." Ucap Heechul ketus.
"Ne. Annyeonghi gyeseyo." Kyuhyun mengenakan tas nya dan berpamitan pulang.
Author POV end
Donghae POV
Sepertinya Teuki hyung masih di sekolah. Aku meneleponnya, tapi tidak diangkat. Huaaaah… kalau aku pulang sekarang aku akan sendirian di rumah.
Aku duduk sendiri dibangku lobby rumah sakit. Eunhyuk mendapat telepon dari Eomma nya dan langsung pulang. Ngomong-ngomong tentang sendirian, bukan kah seharusnya Elf muncul disini. Kan aku sendirian. Aah, peri satu itu memang suka muncul dan hilang sesukanya.
Baiklah, kita menunggu Kyuhyun saja disini.
Hhhh.. Kemana Kyuhyun ini? Jam segini belum juga mau pulang?
Oh, itu dia!
"Kyuhyun-ah!" panggilku. Ia menoleh kearahku.
"Hyung! Kau belum pulang? Eunhyuk hyung mana?" tanya nya setelah mendekat.
"Dia sudah pulang. Eommanya menelepon. Apa sih yang kau lakukan di sana, lama sekali?" Tanya ku.
"Ehm sedikit penyelesaian… hehehe…" ujarnya.
"Jadi, semua sudah selesai sekarang?"
"Ne. Gomawo, hyung." Ujarnya dengan wajah cerah. Eh? Dia mengucapkan Gomawo? Jarang sekali ia mengucapkan ini.
"N.. ne." jawabku ragu. Sebenarnya aku tidak melakukan apa-apa. Yang sangat berjasa disini adalah Elf dan Eunhyuk. Kalau saja Elf dan Eunhyuk tidak bersikeras, mungkin Kyuhyun akan terus menggalau dan tidak bisa berkonsentrasi pada olimpiadenya. Masalah Ryeowook dan Heechul hyung juga terselesaikan. Aku jadi tidak enak karena justru aku lah penghambat usaha Elf dan Eunhyuk membantu menyelesaikan masalah ini. Khhh… Kau benar-benar payah Donghae-ya! Aku harus lebih peka.
Ngomong-ngomong soal peka, ini kenapa atmosfer disekitar kami agak mendingin? Aaaah, kenapa jadi awkward begini?
"ttokpokki?" usulku.
"Eum."Kyuhyun mengangguk.
Aku dan Kyuhyun berjalan berrangkulan menuju kedai ttokpokki di sebrang jalan.
Donghae POV end
Author POV
Keesokan harinya, di sekolah.
Kibum berjalan santai dari gerbang menuju kelasnya. Dari jendela kelas, Kibum melihat Kyuhyun sudah duduk di kursinya sambil bermain PSP.
"Kudengar kau kabur dari latihan kemarin." Ujar Kibum begitu duduk di kursinya. Kyuhyun menoleh.
"Kudengar kau mengundurkan diri." Balas Kyuhyun, sambil mengalihkan matanya ke layar PSP lagi.
"Hahaha, kau marah padaku?" tanya Kibum.
"Hm, keuresse."
"Jadi, apa kabar Wookie?"
"Neo neun… ottoke arra?"
"Hm… kau tidak boleh meremehkanku." Ujar Kibum.
"Ck! Yah, kalau begitu, kau pasti bisa mencari tahu sendiri kan." Balas Kyuhyun.
Kibum hanya melempar senyum menawannnya. Senyum Kibum selalu bisa membuat orang lain balas tersenyum padanya. Hal ini membuat Kyuhyun yang sedang pura-pura marah membuang muka dan tersenyum membelakangi Kibum.
…
Hari ini Ryeowook sudah diperbolehkan pulang. Karena Ryeowook hanya sehari berada di rumah sakit, tidak banyak barang yang harus dikemasi. Heechul sedang membantu Ryeowook bangun saat Kyuhyun dan Kibum datang menjenguknya.
"Oh! Kibum-ah, Kyuhyun-ah, Wasseo~" seru Ryeowook.
Heechul mengatakan bahwa ia akan mengurus administrasi, ia mempersilakan Kyuhyun dan Kibum masuk menemani dongsaengnya. Tiga sahabat itu akhirnya bisa berbincang kembali dengan akrab.
…
Malam itu di kediaman Kim bersaudara…
Mata kecil itu terbuka. Bening dan basah. Dua kedipan. Air mata mulai menitik di kelopak mata. Ryeowook menarik nafas, mencoba menangkan hatinya yang gamang.
"Hyung,…" Bisik ryeowook
"Hm," jawab Heechul.
'Ternyata hyung belum tidur,...' Batin Ryeowook.
"Hyung juga tidak bisa tidur ya?" ujar ryeowook dengan suara normal.
"Hm," jawab Heechul.
"Kapan hyung akan berangkat ke asrama trainee itu?" tanya ryeowook.
"…." Ryeowook masih menantikan jawaban Heechul.
"Hyung…" Ryeowook menelan ludahnya. Entah kenapa, ia merasa ludah membuat suaranya bergetar.
"Kau…tidak perlu mengkhawatirkan aku. Kau kan tahu, aku pandai memasak, aku tidak akan kelaparan selama kau tinggal. Kau harus segera berangkat kesana. Berlatihlah dengan semangat, agar kau segera debut." Ryeowook masih berusaha menyembunyikan getaran suaranya.
"Ne!" Lanjut Ryeowook.
Ia masih menengadahkan kepala, menahan air mata yang akan segera meluber di pipinya.
"…"
Lama ia menanti jawaban Heechul. Tapi Heechul masih saja diam. Ryeowook sangat ingin menoleh, melihat Heechul di tempat tidur sampingnya, namun ia takut air matanya tumpah.
"Hm…" Jawab Heechul sekian lama. Kini kita lihat Heechul mengubah posisi tidurnya. Ia memiringkan tubuhnya membelakangi ryeowook. Butir bening itu pun tidak bisa terbendung lagi, jatuh membasahi bantal tipis Heechul.
Sementara ryeowook yang mendengar gumaman Heechul, tersenyum. Air mata yang ia tahan ia biarkan meluber keluar. Bukan lagi air mata kesedihan, tapi air mata haru. Impian Hyungnya akan segera tercapai. Ia menoleh ke arah tempat tidur Heechul.
"Hyung…"
"Hm."
"Sarang hae." Ujar Ryeowook. Ia masih setia menatap punggung Heechul.
"Aro." Jawab Heechul setelah jeda yang cukup lama.
"Apa hyung juga menyayangiku?" lirih Ryeowook. Heechul semakin membatu di posisinya.
Kemudian Heechul kembali menelentangkan badannya. Kepalanya menoleh menatap Ryeowook yang masih menghadap kepadanya.
"Menurutmu?" Balas Heechul bersamaan dengan helaan nafas.
Ryeowook masih menatap Heechul dengan mata sendunya. Namun tiba-tiba mata itu berbinar dan senyumnya pun terkembang.
"Hyung adalah orang yang paaaaaling menyayangiku di dunia ini." Senyum Ryeowook masih mengambang diwajahnya.
"Cih percaya diri sekali. Tidurlah kau bocah!" Heechul kembali memiringkan tubuhnya. Menutup mata demi menghalangi air mata yang memaksa keluar.
"Jangan menangis Hyung. Malam ini aku tidur disini ya." Ujar Ryeowook sambil mengusap pelan pipi Heechul yang dialiri air mata yang berhasil meloloskan diri. Kemudian ia masuk kedalam selimut Heechul
"Yak! Apa yang kau lakukan!" bentak Heechul salah tingkah karena kedapatan menangis.
"Jangan membentakku kalau kau sayang padaku…." Ujar Ryeowook yang terpejam sambil mengerucutkan bibirnya. Kemudian menggulung dirinya dengan selimut Heechul.
"Yak! Aku tidak kebagian selimut!" ujar Heechul kesal. Ryeowook pura-pura mendengkur.
"Aissh…" Desah Heechul menyerah. Ia pun mengambil selimut Ryeowook yang ditinggalkan si empunya.
"Jaljayo, Saranghaneun uri Hyung." Gumam Ryeowook.
...
"Hyung." panggil Ryeoowook lagi.
"Mwo?" jawab Heechul.
"Ini jam berapa?"
"Apa ini saatnya kau bertanya padaku?" tanya Heechul kesal.
"Jawab saja hyung..." rengek Ryeowook.
"Jam setengah dua MALAM." jawab Heechul setelah memeriksa ponselnya.
"Hmmm... Saengil Chukahaeyo, Hyung."
Heechul menatap Ryeowook. Mendengus.
"Mana hadiahku?"
"Mianhae, aku tidak menyiapkan apa-apa, kan aku baru sembuh... Tapi kau boleh mengatakan apapun keinginanmu."
"Jinjja?"
"Eum."
"Baiklah, aku ingin tidur."
"Eoh... keu... rae... zzz... zzz..." malah Ryeowook duluan yang tidur.
"Pabo!" Heechul juga ikut memejamkan mata.
Dua Kim bersaudara itu pun terlelap dalam mimpi indah.
To be continued
Annyeong haseyo~
Ok, satu episode sudah selesai. Terima kasih sudah mengikuti cerita saya, readers :D
Harap menunggu episode selanjutnya, yes~
*saya memang fans durhaka, lupa kalo heenim ulang tahun hari ini, hahahaha~ :D
Heechul oppa, semoga selalu sehat dan cantik neee~ :D
Saengil cukha hamnidaaaa~ :D
