Gilbert lupa halo hari ini kelas siangnya dia itu Kimia.
Dan sekarang dia lagi nggak fokus –gara-gara laper.
[World Academy]
Hetalia belongs to Hidekaz Himaruya
[Chapter 7: Kelas Siang]
Kelas siang itu kelas yang dimulai setelah jam istirahat dan sebelum jam makan siang. Biasanya diisi sama pelajaran yang rada ringan macam Bahasa Inggris atau Sejarah –di WA, Sejarah itu termasuk pelajaran ringan-. Separah-parahnya mungkin ya, Kimia atau Matematika.
Nah, hari Senin, pelajaran setelah jam istirahat bagi kelas Gilbert adalah Kimia.
Kimia adalah pelajaran dimana murid-murid harus memaksakan mata mereka mereka untuk terbuka atau kalau nggak, maka penghapus papan tulis akan melayang. Padahal guru mereka mengajar dengan cara yang sungguh biasa.
Nulis di papan tulis sambil menjelaskan materi, sementara murid-murid harus memperhatikan dan nggak ada satupun murid yang boleh menulis –kalo empat papan tulis udah penuh, murid-murid baru boleh nulis materi yang di tulis di papan tulis.
Iya kalo gurunya cantik dan semoq, kayaknya nggak bakal ada yang ngantuk. Nah ini, nggak ada semoq-semoq-nya sama sekali.
Dan siang ini Gilbert lagi ngantuk-ngantuknya. Tadi di jam istirahat dia nggak sempat jajan ke kantin ataupun minimarket. Dia malah disuruh bantuin guru buat bawain beberapa buku ke kantor, trus disuruh ke perpustakaan buat ambil buku dan balik ke kantor lagi. Pas mau ke minimarket buat beli beberapa camilan, jam istirahat udah habis dan guru Kimia-nya udah otw ke kelas.
Jadilah sekarang, perut Gilbert keroncongan. Mana gurunya masih asik ngoceh di depan kelas pula. Nggak ada tanda-tanda mau berhenti. Itu materi apa pula tentang teori asam-basa bla bla bla.
Gilbert nggak berani buat naruh kepalanya di atas meja. Nunduk dikit matilah dia. Duh, mana dari sini Gilbert bisa cium wangi masakan pula. Kayaknya nanti siang menu makan siangnya sup makaroni sama sosis. Gilbert makin laper. Trus dia nunduk, meratapi nasib.
Di depan kelas, guru Kimia killer yang udah berumur dan berwajah garang itu ngeliatin murid-muridnya, ngecek apa ada yang nggak merhatiin pelajaran atau nggak –dan matanya menangkap sosok cowok berambut abu-abu yang kelihatannya ngantuk banget. Oh, itu murid favoritnya –iya, favorit. Yang paling dihafal di kelas gara-gara sering telat ngumpulin tugas dan hampir tiap ulangan nilainya cuma 40-an.
"Gilbert Beilschmidt."
Yang dipanggil langsung duduk tegak. Mati aku.
"Saya rasa kamu sudah paham materi yang Saya jelaskan, sampai merasa bosan dan mengantuk–"
Gilbert nggak bisa bales apa-apa waktu gurunya ngomong begitu, mana sekarang seisi kelas ngeliatin dia, pula. Gilbert udah punya feeling kalo dia bakal ditanyain seputar materi yang barusan dijelasin, jadi dia baca sekilas tulisan di papan tulis buat jaga-jaga. Duh, mamah~
"–jadi, bisa tolong jelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis?"
Siapa lagi itu Lewis?! –Gilbert bener-bener nggak merhatiin pelajaran. Sedari tadi penjelasan dari gurunya masuk lewat telinga kanan dan langsung keluar lewat telinga kirinya. Nggak ada yang nyangkut di otak sama sekali. Pikirannya dia ada di menu makan siang semua –efek laper gara-gara tadi nggak makan.
"Anu ..." Prussia nyari di papan tulis, tapi pengertian tentang asam dan basa menurut Lewis ketutupan badan gurunya. "Asam adalah ..."
Pst.
Gilbert ngelirik sebelahnya, dan disitu Roderich –temen sebangkunya- nunjuk tulisan yang ada di secarik kertas kecil. Perngertian asam dan basa menurut Lewis ...
"Menurut Lewis, asam adalah senyawa yang dapat menerima pasangan elektron dari senyawa lain, dan basa adalah senyawa yang dapat memberi pasangan elektron pada senyawa lain." Gilbert ngomong lancar baget, udah kayak siswa teladan yang dari awal pelajaran udah merhatiin penjelasan materi dari gurunya.
Cowok rambut abu-abu itu ngehela nafas lega, bersyukur udah dibantuin sama Roderich –dia kudu berterimakasih sama cowok asal Austria itu. Walaupun judes, tapi ternyata dia baik banget. Gilbert yang suka ngusilin dia aja tetep dibantuin.
"Makasih banyak. Nanti aku traktir satu scoop es krim, deh." Gilbert bisik ke Roderich sambil nyengir, tapi yang diajak ngomong kayaknya nggak peduli, milih buat balik merhatiin pelajaran.
"Mending sekarang perhatiin pelajarannya. Jangan cuma mikir makan doang."
Next?
Thx to Kadek8785, ToxicCookies30, sitiwulandaripinkygirl, niigou11, riiene, , Myisha0203, shianata55, lalalala-chan desu, MurasakiSei, Tsukigakirei.
Dan yang udah sempatin baca ff ini. Makasih banyak~
Maaf atas keterlambatan up-nya.
