Chapter 7
"jutsu apa ero sennin"katanya antusias
"ini jutsu ciptaan hokage ketiga saat di masa jayanya namanya adalah futon: Bokushingu no kaze" kata jiraiya
"bagai mana jurus itu"pinta naruto penuh minat
"sesuai dengan namanya tinju angin kau memukul dengan angin menyelimuti tinju atau seranganmu ini adalah B rank ninjutsu kau bisa menggabungkan dengan tayjutsu itu akan menambah kerusakan"terangnya
"wah keren ajarkan aku ero sennin"katanya sambil dengan mata berbinar
"ini juga bisa menammbah kapasitas cakramu ayo mulai pertama fokuskan cakra pada tangan kemudian pukul tambahan jutsu ini dalam jarak lima meter masih kuat untuk melumpuhkan lawan sekarang mulai latihan aku akan mengumpulkan informasi di kota"
NARUTO PUNYa OM MK
Konoha kompleks Hyuga
Setelah melakukan diskusi Hiyashi memanggil hinata yang sedang berlatih walaupun tubuhnya kurang memungkinkan untuk pergi keruangannya dia langsung memenuhi panggilan ayahnya setelah sampai di depaN ruang kerjanya dia minta izin masuk.
"ada apa too san memanggilku "tanya dia sambil menundukan kepalanya ternyata di ruangan itu bukan hanya dia dan ayahnya melainkan ada dua orang asih yang belum dia kenal sedang memandangnya
"iya ada yang ingin aku bicarakan dengan mu putriku" jawabnya itu membuat Hinata penasaran akan perubahan ayahnya itu
"dan hal apa itu ayah"pintanya
"kau lihat kedua orang ini mulai sekarang kau tinggal bersama mereka tenang saja mereka bisa di percaya bukan maksut ayah mengusirmu tapi ini untuk kebaianmu dan juga kau akan bebas untuk bersama MATAHARIMU aku perkenalkan mereka adalah Arashi dan Hoshi"ucab Hiashi sambil tersenyum
"HAY"kata dua pasangan itu minakhusi sambil tersenyum dan itu juga di balas Hinata
"lalu dimana kita akan tinggal"tanya hinata pada ayah dan orang yang akan tinggal dengannya itu
"kita akan tinggal di rumah pinggiran desa tenang disana nyaman untuk tinggal" jawab Hoshi sambil tersenyum
"nah kami pergi dulu sampai jumpa "kata Arashi sambil memegang pundak istrinya dan Hinata mereka menghilang dengan jurus legendaris yang ditakuti di perang dunia sinobi ke tiga
"aku harab kau bahagia lavenderku"katanya sambil melihat langit senja .
Tempat tujuan
Mereka sampai di pinggiran desa tempat itu adalah salah satu rumah milik Minato dia suka membangun rumah di pinggiran desa karena suka tempat tenang jauh dari kebisingan desa rumah itu bernuangsa sederhana tapi tetap memancarkan aura nyaman ukurannya tidak begitu besar
"kita sampai ayo masuk angab saja ini rumahmu juga dan panggil kami kaasan dan toosan saja ya"kata hoshi sambil tersenyum lembut
"terimakasih kaa san" jawabnya Hinata mulai melihat isi rumah dalam rumah berisi ada dua kamar tidur tiga kamar mandi ruang tamu bernuangsa minimalis yang nyaman untuk bersantai
"oh aku hampir lupa "kata Arashi setelah itu dia menulis sesuatu di gulungan lalu memanggil katak untuk mengirim pesan itu ke Jiraya.
"pesan apa yang kau kirim itu "tanya Hoshi.
"untuk anak kita bahwa kita telah pindah sekalian menunjukan lokasi rumah ini ayo lepaskan jutsu ini Hinata layak tau siapa kita"jawab Minato
"iya Hinata apa kau sudah selesai menaruh barangmu kalo sudah kemari ada yang harus di bicarakan"panggil Kushina
"aku sudah selesai kaasan sebentar aku sedang mandi"jawab Hinata beberapa saat kemudian dia datang ke ruang tamu sekarang dia mengenakan pakaian sipil
"Hinata can ada yang harus kami bicarakan ini tentang kenapa kau bersama kami dan siapa kami"kata Minato
"apa itu" jawab Hinata
"ini wujut kami yang sebenarnya"dengan itu kedua pasangan itu menunjukan wujut asli alangkah kagetnya Hinata melihat siapa mereka
"kalian tidak mungkin Y..yondaime sama"kata Hinata
"percayalah ini nyata "jawab Kushina setelah menjelaskan kenapa dia tinggal bersama mereka kini dia semakin paham keputusan ayahnya itu
"baiklah aku akan membuat ayah bangga padaku dan DIA"kata hinata penuh tekat sedangkan Minakhusi tersenyum karena tau siapa DIA yang di maksut
"tidur lah sudah malam "perintah Kushina.
Pinggiran hutan tempat pelatihan Naruto
Kini terlihat bekaas lurus dan kerusakan yang di timbulkan Naruto karena pelatihannya dia sekarang terengah engah tergeletak sambil melihat langit malam yang penuh bintang sambil merenung dia teringat ucapan Jiraiya siang tadi
"oe gaki aku mau tanya sesuatu pada mu" kata jiraiya yang sekarang duduk di atas batu sedangkan Naruto berada di depannya sedang memakan es krim yang di belikan jiraiya untuk mengurangi rasa panas
"tanya apa ero sennin"katanya cuek sedangkan yang di panggil geram
"dalam bertarung kau memilih mati karena buta akan dendam atau mati terhormat melindungi orang yang berharga bagimu"kata jiraiya serius.
"mungkin pilihan ke 2 ,mati terhormat melindungi orang yang berharga karena aku takmau karena dendam akan menghancurkanku "jawabnya .
"pilihan bagus gaki kau benar dendam merupakan jalan menuju kehancuran dan itu akan menjadi seperti lingkaran takada ujungnya camkan itu baik baik dalam pikiranmu"
Renungannya buyar saat dia merasakan sesuatu di sampingnya saat dia menengok sudah ada ledakan asap kecil setelah asab hilang ternyata itu adalah katak pengirim pesan katak itu berwarna agak cokelat ukurannya sama dengan Gamakichi.
"apa kau uzumaki naruto"tanya katak itu
"iya itu aku ada apa"tanyanya
"aku punya pesan untukmu "katak itu memberikan gulungan pada naruto dan setelah itu dia menghilang setelah menerima pesan Naruto langsung membuka pesan itu setelah membacanya dia langsung memasukkan gulungan itu kekantung senjatanya .
"ternyata mereka sudah pindahya takapa lah sebaiknya aku kembali kehotel sudah hampir larutmalam"dia mulai meninggalkan tempat itu dalam gelab malam dia berjalan di iringi angin malam
Kamar hinata
Dalam kamar Hinata memikirkan kejadian tadi masih tidak percaya kini dia tinggal bersama Hokage ke empat yang dulu menyelamatkan desan dari amukan Kyuby.
"Narutokun apa kau sudah tau bahwa idolamu hidub kembali"pikirnya sambil melihat langit,Karena sudah mengantuk dia mulai tidur dalam senyum karena dia ingat saat malam sebelum ujian dia datang menemuinya.
"untukmu disana selamat tidur naruto kun" dengan itu dia terlelab .
Naruto
Kicaun burung kini membangunkan naruto dia melihat samping ternyata senseinya tidak ada dia hanya menghela nafas .
"dasar lain kali tidak kuserahkan uangku"Naruto melihat tas masih belum pindah muncul keinginan untuk melihat isi tasnya dia menemukan sebuah buku lalu membukanya
"100,200,300 APA APA AN INI DASAR KAU ERO SENNIN"dia sok melihat tabungan Jiraiya yang jutaan bahkan mungkin milyaran yang tersimpan di berbagai bank
"aku latihan saja aku bawa dompet dan rekeningmu hitung hitung pembalasan"katanya lalu dia melakukan ritual paginya setelah itu pergi ketempat latihannya
"oe gaki ayo kita per-eh dimana dia mungkin latihan lebih baik aku susul saja"dia lalu menyusul Naruto ketempat latihan dia belum sadar akan yang terjadi dengan uangnya.
Konoha
Pagi yang disertai kabut tebal menyelimuti konoha terlihat dua sosok laki laki berbeda tinggi badan kalo dilihat lebih jelas mereka menggunakan jubah hitam bermotif awan merah mereka menggunakan topi jerami salah seorang peria mempunyai kulit berwarna biru sekilas seperti ikan sedangkan temannya mempunyai kerutan di wajahnya dan memiliki mata merah darah dengan tiga tomoe di setiap mata.
"Itachi merasa pulang kampung he"tanya temannya
"tidak cepat selsaikan tugas ini Kisame"katanya dingin dan mereka mulai sampai di gerbang desa melewati gerbang kecil
"hei siapa kalian jawab"tanya salah satu penjaga sambil mengacungkan tongkatnya Itachi tanpa menjawab dia langsung mengurung mereka dalam genjutsu mereka langsung masuk kedesa
Di desa terlihat Asuma dan Kurenai yang sedang jalan jalan mereka berhenti di depan toko dango disana ada kakasi juga
"oh kakashi lama tak berjumpa"sapa Asuma
" wa lama takberjumpa kalian semakin romantis saja"disertai senyummata dan mereka pun salah tingkah sedangkan itachi dan kisame masih melanjutkan makan mereka didalam
"hari ini memang cerah sayang kalo tidak di gunakan untuk istrahat"katanya sambil melirik kedalam memberikan kode untung mereka tau
"ya baik kami pergi dulu sampai jumpa sanpai"jawab kerenai mereka pun pergi dan juga orang yangdi dalam
Tempat naruto
Kini dia berada di daerah yang banyak pohon dia mulai konsentrasi mengumpulkan cakra di tangan angin mulai menyelimuti tangannya setelah dirasa cukup dia pun melepasnya ke arah pokon di depanya
"futon: Bokushingu no kaze"ucabnya juutsu itu melesan kearah pohon didepannya dan hanya dapat membuat lubang sedalam setengah batang dia mendengar tepuk tangan langsung menoleh
"bagus naruto sekarang kontrol cakramu sudah naik menjadi setara cunnin mendekati rendah jonnin sekarang kita ke tanjaku aku dapat kabar target kita disana"puji jiraiya
Konoha
Kini dijalan dekat pinggiran sungai dua orang anggota akatsuki sedang berjalan perjalanan mereka terhenti akibat di hentikan oleh dua jonnin yang sekarang sudah berada di depan mereka
"Itachi uciha mantan kapten anbu misingnin kelas S karena membantai seluruh clan nya dan hanya menyisakan adiknya"jelas Kurenai
"wah ternyata kau sangat sadis juga itaci"cibir pasangannya
"kau Kisame misingnnin dari desa kabut hari ini kalian ditangkap menyerahlah"perintah Asuma
"apa aku boleh Itachi"
"selesaikan dengan cepat"dengan itu kisame lalu melesat menyerang dengan pedang nya tapi berhasil di hindari Asuma mengeluarkan senjatanya lalu di salurkan cakra angin untuk menyerang kisame tanpa disadari mereka bertarung sudah ada di tengah sungai pertarungan mereka di ganggu dengan suara kerumunan kicauan burung tanpa pikir panjang mereka melompat ke atas ternyata itu berasal dari Kakashi.
"untung kau cepat sampai Kakashi kami mulai kualahan menghadapi mereka apa lagi dia" kata Itachi mulai merasa bosan dia mulai menyiapkannn jutsunya
"semua tutup mata kalian apa pun yang terjadi jangan di buka"perintah Kakashi sambil membuka penutup matanya
"Tsukoyomi" dengan itu Kakashi sudah berada di dalam jurus Itaci sekarang dia seperti di salip dunia di sekitarnya sekarang berbeda langit berwarna merah dan di hadapanya berdiri ratusan Itachi membawa berbagai macam senjata.
"ini Tsukoyomi untuk 72 jam kedepan kau akan merasakan neraka" dengan itu mulailah penyiksaan sementara di dunia nyata Asuma dan Kurenai kawatir karena tiba tiba Kakashi terengah engah
"kau tak apa apa Kakashi" tanya kurenai
"buruk"
"cepat selesaikan Kisame" dengan itu Kisame menyerang sampai DINAMIK ENTERY terjadi gelombang air yang cukub besar
"aku harap tidak terlambat kau tak apa apa Kakashi" tanya Guy
"bagai mana kau bisa bertarung tampa melihat matanya "tanya Asuma
"aku melihat kakinya "jawabnya
"Kisame kita mundur" dengan itu mereka pergi Kakashi langsung tenggelam dengan cepat dia di bawa ke rumah sakit sedangkan Guy melapor ke Hokage.
Pinggiran konoha
Terlihat kini Hinata bersama Kushina sedang berdebat disaksikan oleh Minato di pinggir area dia memperhatikan dan membuat catatan kecil tentang pertarungan itu
"oke cukup hinata kerja bagus "kata Kushina pada Hinata Yang terengah engah
"Hinata kami tau tubuhmu masih belum pulih aku harap itu dapat di sembuhkan oleh dia ini hanya evaluasi saja "kata Minato sabil tersenyum hangat
"baik otosan" jawabnya
"baik tes terahir ini kertas cakra kuharab kau sudah tau " Hinata menggangguk lalu menyalurkan cakra hasilnya kertas basah
"sudah kuduga kau memang tidak cocok dengan juken biasa karena kau berelemen air baik jangan sedih beruntung aku cukub baik di elemen air "kata Kushina
"kau bisa memoditifikasi dengan gayamu sendirikan Hinata"saran Minato
"terimakasih aku akan berusaha dengan juken gayaku sendiri"jawab hinata
Rumah sakit
Kini Kakaashi,kurenai,Asuma sedang berbaring di rumahsakit akibat pertempuran melawan kisame dan Itachi di dalam juga ada Sarutobi Hiruzen atau sandaime hokage dan Guy
"kata dokter besok kurenai dan asuma bisa bertugas sedang kan kau Kakashi butuh satu minggu" kata Hiruzen sambil menghisab rokok dari cantingnya
"takusangka mereka nekat sekali apa tujuan mereka" tanya Guy
"warisan Hokage ke empat mungkin sekarang mereka ke tanjaku kota judi "jawab Kakashi
"Naruto kun ya dia bersama salah satu sannin mereka tak akan berani gegabah"tambah Asuma
"sebaiknya kau tidak bodoh Sasuke aku tau kau menguping pembicaraan kami" kata Hiruzen dengan itu sasuke langsung pergi ke tanjaku dengan kecepatan penuh sedangkan kata Hiruzen hanya menghela nafas
"dia sudah di butakan oleh dendam kalo menurutku dia tak layak menjadi sinobi konoha karena ego terlalu sangat kuat dalam mengambil keputusan tak segan mengorbankan teman untuk dirinya sendiri"kata Kurenai
"aku tau" balas Hiruzen.
SKIP
Kini sasuke sudah berada di sebuah resepsionis hotel tanpa basa baasi lagi langsung menanyai penjaga dengan taksopan sementara itu di lantai atas kini terlihat Naruto sedang bersantai sampai dia mendengar ketukan pintu dia pun berjalan untuk membukanya
"di Hotel ini apakah ada dua orang dengan ciri-ciri berambut putih dan pirang yang berambut putih sekitar 50an dan yang satunya sekitaran umur denganku"katanya
"ada dia dilantai atas-"jawab resepsionis terpotong karena sasuke sudah pergi
"cih akan kuselesaikan di sini"kata sasuke membuka pintu kamar secara asal sedangkan yang di dalam bukan yg di cari kembali keNaruto alangkah kagetnya siapa yang mengetuk pintu dua orang pria berjubah motif awan merah dan salah satunya dia kenal tanpa tunggu lama dia masuk ke posisi tempur.
"mau apa kau di sini "tanya naruto
"ikut dengan kami secara baik-baik agar ini cepat selesai "kata Kisame
"tak kan pernah muka ikan"ejek naruto
"beraninya kau "dengan itu kisame menyerang
"Taju kage bunsin no jutsu" dengan itu muncul banyak Naruto menyerang Kisame tapi dengan mudah bisa di kalahkan tanpa mereka sadari salah satu bunsin sedang mengumpulkan senjutsu di tempat tersembunyi setelah beberapa saat sudah terkumpul lalu di kirim ke yang asli kini Naruto sudah berada di dalam mode sage "rasakan ini futon: Bokushingu no kaze" teriaknya dengan itu kisame terdorong keluar karena pukulan tak kasat mata oleh jurus Naruto,namun pertempuran terganggu karena ulah sasuke yang tiba tiba datang dan berteriak ingin membunuh kakaknya dengan chidori tanpa pikir panjang langsung menyerang tapi berhasil di patahkan oleh itachi dengan menangkap pergelangan tangan lalu di patahkan dilanjutkan sekarang di himpit di tembol,naruto yang melihat itu ingin membantu tapi di halangi oleh Kisame.
"kau masih lemah kau tak layak untuk kubunuh"bisiknya pada sasuke tanpa segan Itachi menggunakan Tsukoyomi pada sasuke kini terduduk dengan pandangan kosong karena mentalnya hancur
"ayo kau lihat dimana lawanmu"dengan itu kisame mengayunkan sameheda pada naruto tapi ditahan oleh katak besar seukuran manusia dan tembok lantai kini perlahan berubah menjadi daging mereka tau siapa penyebabnya dengan itu mereka lari Itachi menggunakan api hitam untuk menjebol jendela.
"mereka kaburya takkusangka ada yang bisa kabur dari perut gama" ucab Jiraiya sambil mendekati api hitam lalu mengambil sampel tentang api itu tapi sebelum berdiri dia sudah tersungkur karena tendangan Guy kini dia telah bangun dengan kapas menyumbat hidung.
"maafkan aku karena aku lupa tidak membawa cermin aku gunakan hittai atai untuk pengganti kukira kalian mereka makanya aku langsung serang"kata nya bersalah
"terserah yang terpenting bawa bocah manja itu ke desa untuk di obati"perintah Jiraiya
"mohon bantuanya sensei"ucab naruto
"di lihat dari lukanya mentalnya yang hancur baik akan aku bawa "setelah itu dia pergi ke desa dengan sasuke di gendongannya
SKIP TIME
Kini dua guru murit itu sudah ada di pinggiran tanjaku mereka berhenti untuk melihat reruntuhan kastil kalo dilihat lihat itu barusaja runtuh karena reruntuhana tidak mencerminkan kalo sudah lama.
"itu pasti ulah target kita tampaknya kita tak sendiri dalam pencarian"kata Jiraiya
"lalu apa selanjutnya ero sannin"tanya naruto.
"kita cari penginapan dulu kalo melihat hal ini dia memang di kota ini"jawabnya .
_ TO BE CONTINUE_
#YAH akirnya pos juga maaf selama ini menghilang soalnya kena masalah (#plak alasan mainstrim)
Kuharap kalian suka chap ini hehehe... salam dari kurama no yolai by... #sring ilang dalam pusaran daun
