Maaf berantakan ~ Selamat Membaca!

LOVELY DAY CHAPTER 7

Cast:

~Choi Siwon

~Kim Ryeowook

~Cho Kyuhyun

~Henry Lau

~Kim Heechul

Genre & Warning: Yaoi

Pairing: Won Wook Kyu

3 bulan setelahnya

Sudah berkali-kali Siwon mencoba menghubungi Ryeowook tapi handphonenya masih saja mati. Sudah 3 jam ia menunggu. Mencoba menghubungi Heechul, hasilnya pun masih sama; handphone Heechul ternyata juga sedang tidak aktif.

Sejak semalam Siwon sudah merasa tidak enak, sejak melihat Ryeowook menangis walaupun hanya sekilas, Siwon mencium sesuatu yang tidak benar, tapi mungkin itu hanya perasaannya saja. Tapi pagi ini, sejak pagi Siwon mencoba menghubungi Ryeowook terus tapi handphone nya sudah tidak aktif.

Ada apa sebenarnya dengan Ryeowook? Kenapa dia tiba-tiba menangis seperti itu tadi malam? Lupakanlah pernyataan cintanya yang ditolak oleh pria ini. Sekarang Siwon lebih merasa khawatir dengan keadaan Ryeowook sebenarnya.

Flashback tadi malam

Sebelam kaki Siwon sejak tadi tidak bisa diam, terus bergerak-gerak untuk membunuh rasa nervous nya selagi menikmati hidangan penutup makan malamnya hari itu. Otaknya masih memikirkan sesuatu sambil mengamati Ryeowook yang sedang melahap cheese cake nya dengan wajah datar.

Seminggu ini hubungannya dengan Ryeowook tidak berjalan terlalu lancar. Entah apa yang terjadi, mood Ryeowook tidaklah terlalu baik, pria ini sering bengong sendiri saat mereka berdua sama-sama terdiam sejenak.

Situasi seperti ini tidaklah bagus untuk Siwon. Sudah 2 minggu ini Siwon menunggu saat yang tepat untuk menyatakan perasaannya lagi pada Wookie. Untuk benar-benar menanyakan apakah Ryeowook mau untuk menjadi kekasihnya. Tapi Ryeowook.. Melihat ekspresi Ryeowook yang sendu, membuat semua kata-kata itu tertahan di ujung lidah Siwon sejak tadi, hingga sekarang mereka sudah hampir selesai dengan acara makan malam mereka.

Drrt drrrt.

Handphone Ryeowook yang bergetar dimeja sama-sama mengagetkan Ryeowook dan Siwon yang sejak tadi hanya terdiam sejenak.

Mata Ryeowook bertemu dengan mata Siwon, meminta ijin untuk mengangkat telepon ini sejenak. Siwon tersenyum tipis dan mengangguk. Wookie membisikkan Gomawo dan bangkit sejenak kedaerah balkon restoran untuk berbicara dengan sang penelpon.

Siwon memperhatikan sosok Ryeowook yang sedang bicara sambil menahan handphone di telinga kirinya.

Aniya.. aku harus menanyakannya hari ini.. Tidak akan ada waktu yang lebih tepat lagi selain malam ini… pikir Siwon dalam hati.

Wookie berjalan kembali kemeja mereka, dan Siwon menyambutnya dengan senyum. Tidak disangka-sangka….

"hyung mianhae, aku harus pergi sekarang. Jeongmal mianhae…" ucap Ryeowook pelan saat ia tiba dihadapan pria tinggi ini.

Mata Siwon terbelalak mendengarnya "wae? Ada apa Ryeong gun?"

"maaf hyung. Aku benar-benar harus pergi sekarang. Kita bertemu lagi nanti, ne?" Ryeowook hendak berbalik tapi sebelah lengannya ditahan oleh genggaman Siwon yang menahan langkahnya.

"Kim Ryeowook, ada apa sebenarnya?" tanya Siwon dengan sangat khawatir. Bagaimana tidak khawatir, wajah Ryeowook terlihat sangat sedih dan ketakutan karna sesuatu karna telepon itu, dan hal itupun membuat Siwon jadi merasa khawatir juga.

"ada.. ada sesuatu hyung.. nanti saja aku beritahunya, oke? Aku harus pergi sekarang"

"tapi aku juga perlu memberitahu sesuatu padamu Ryeowook-ah"

"nanti saja ya hyung. Aku berjanji. Jebalyo.." mata Ryeowook mulai berkaca-kaca tapi masih ditahan olehnya dengan sekuat tenaga. Siwon tau jelas itu. Tapi Siwon juga benar-benar perlu mengutarakan perasaanya saat ini.

"jinjjaryo.. aku benar-benar serius Kim Ryeowook"

"apa hyung? Apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Ryeowook dengan sedikit terburu-buru.

Siwon terdiam sejenak saat Ryeowook menanyakannya langsung seperti itu. Entah sudah berapa kali ia menyatakan suka pada Ryeowook. Tapi untuk kali ini.. Tetap saja disaat-saat seperti ini suara Siwon masih juga bergetar saat mengucapkan satu kalimat ini

"aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku, Kim Ryeowook" ucap Siwon sambil menatap kedua mata Ryeowook dalam. Tangannya masih menahan sebelah lengan Ryeowook. Menahannya untuk pergi.

Ryeowook terdiam beberapa detik untuk mencerna perkataan Siwon barusan, baru menjawab

"mianhae Siwon ssi.. Aku tidak bisa.. mianhaeyo…" jawab Ryeowook dengan suaranya yang mulai parau. "aku minta maaf Siwon ssi. Aku benar-benar harus pergi sekarang. Maaf aku belum bisa menerima perasaanmu. Neomu mianhae"

Ryeowook menarik tangannya dan bergegas pergi keluar dari restoran, masuk kedalam lift dan menghilang dari pandangan Siwon yang masih berdiri terdiam ditempatnya.

Setelah Ryeowook benar-benar menghilang dari pandangannya, Siwon baru ikut melangkah menyusul Wookie kebawah. Siwon sendiri tidak mengerti kenapa ia harus turun kebawah untuk mencari Ryeowook lagi. Ia hanya mengikuti insting nya untuk memastikan bahwa Ryeowook tidak apa-apa, pria kecil ini terlihat begitu mengkhawatirkan, Siwon tidak tau kenapa.

Dan ternyata benar saja, saat Siwon tiba dibawah, mobil Ryeowook baru saja tiba di lobi, dan Siwon bisa melihat sekilas; hanya sekilas. Wajah kecil Ryeowook yang berderai air mata dan ekspresinya yang sangat mengkhawatirkan akan sesuatu.

Siwon tidak tau apa yang sedang terjadi dengan Ryewook, dan itulah yang membuat dirinya tidak bisa tidur dengan tenang malam ini.

Flashback ends

OooooO

"yeoboseyo, dengan kediaman keluarga Kim, anda berbicara dengan Lee Jonghyuk, ada yang bisa saya bantu?"

"yeoboseyo, ahjussi, bisa aku bicara dengan Ryeowook?" tanya Siwon dengan sedikit tergesa-gesa

"oh Tuan Choi, Tuan Ryeowook sedang berada di rumah sakit"

"rumah sakit?" ulang Siwon

"iya betul"

"siapa yang sakit, ahjussi?"

"Tuan Cho mengalami kecelakaan, sejak kemarin malam Tuan muda menginap di rumah sakit dan belum sempat kembali ke rumah"

Siwon ternganga sejenak mendengarnya. Kyuhyun? Cho Kyuhyun kecelakaan?

"ngg.. arraseo, apakah… apakah Kyuhyun dirawat dirumah sakit… rumah sakit…"

"iya benar, Tuan Cho dirawat di rumah sakit dimana Tuan muda kemarin dirawat" butler kediaman Kim yang bisa diandalkan ini langsung menjawab pertanyaan Siwon sebelum ditanya.

"baiklah.. kamsahamnida ahjussi.. terima kasih atas informasinya"

"sama-sama Tuan Choi"

Dan Siwon pun bergegas meraih kunci mobilnya dan menuju rumah sakit besar di Seoul itu lagi.

30 menit kemudian setelah tiba di lobi rumah sakit, Siwon yang sebenarnya masih bingung mau mencari kemana mencoba berjalan kearah unit gawat darurat eksekutif dan untungnya bertemu dengan Heechul secara tidak sengaja ditengah perjalanan.

….

"Kyuhyun mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya. Untungnya dia masih bisa diselamatkan dan masih dalam keadaan kritis saat ini. Wookie merasa sangat bersalah. Keadaannya masih sangat buruk saat ini. Bukannya aku melarangnya untuk bertemu Siwon-ah, tapi untuk saat ini, kukira ini bukanlah waktu yang tepat" Heechul menjelaskan panjang lebar dilorong rumah sakit yang berbau sangat khas.

"Kenapa dia bisa berbuat senekat itu?" Siwon masih tidak mengerti

"Kyuhyun melamar Ryeowook sekitar 10 hari yang lalu karna tau kedekatan kalian, dan Ryeowook menolaknya. Jadilah dia mencoba untuk bunuh diri"

Siwon menghela nafas panjang mendengarnya. Ia hanya bisa terdiam.

"Kyuhyun sejak dulu memang seperti itu. Dia terlalu terikat dengan Wookie. Aku kira dengan kedatanganmu akan membantunya untuk menjadi lebih sadar, tapi ternyata ini malah memperburuk keadaan"

Siwon masih mendengarkan

"Jujur aku tidak pernah mau untuk melarangmu untuk mendekati Ryeowook kapanpun, Siwon-ah, tapi untuk kali ini saja, aku harap kau bisa maklum bila Wookie berada disamping Kyu dulu untuk sementara waktu. Bagaimanapun Kyuhyun adalah temannya sejak kecil, dan Ryeowook merasa sangat sedih akan keadaannya sekarang.

Aku juga tidak bisa menjanjikan Ryeowook untukmu di keadaan seperti ini. Semuanya masih tidak pasti, mianhae, aku tidak bisa membantu mu lagi. Entah apa yang akan terjadi diantara Ryeowook dan Kyuhyun nantinya aku pun masih bingung"

Siwon langsung termenung mendengar semua ucapan Heechul. Wajah Ryeowook dengan mata bengkak dan berbanjir air mata tadi pagi masih terbayang-bayang didalam pikirannya. Hatinya terasa sangat sakit melihat Ryeowook seperti itu. Dan sekarang rasanya malah lebih sakit lagi saat ia tau kemungkinan besar ia bisa kehilangan Ryeowook dikarenakan tragedi yang membuat orang yang disayangi nya tersakiti seperti ini.

Semua memori tentang Ryeowook perlahan-lahan keluar lagi didalam otak Siwon. Saat pertama kali mereka bertemu; Ryeowook yang membawa satu set string dipunggungnya, menegurnya dengan ketus. Saat Ryeowook bermain piano di orkestra pertama yang pernah ditontonnya dalam hidup. Saat ia bisa melihat Ryeowook bermain organ hampir setiap minggu nya di Gereja. Ryeowook yang sedang mendengarkan presentasi-nya dengan seksama. Mata Ryeowook yang berbinar-binar saat mereka menghabiskan waktu dengannya di Lotte World seharian. Tawa Ryeowook yang kadang ditutupi dengan sebelah tangannya saat mereka membicarakan satu dan dua hal lainnya, dengan lesung pipinya yang tercetak jelas. Wajah Ryeowook yang terlihat sangat khawatir saat melerai pertikaiannya dengan Kyuhyun. Hingga wajah sendunya yang tidak bisa menjawab saat Siwon mengutarakan perasaannya pada pria berlesung pipi manis ini.

Pria satu ini tidak pernah sekalipun berpura pura menjadi orang lain dihadapannya. Ryeowook selalu menjadi dirinya sendiri dan itulah Ryeowook yang sangat Siwon cintai dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Tidak bisakah aku bisa terus berada didekat Ryeowook dan menikmati waktu yang akan terus berjalan bersama-sama dengannya? Apa kami memang benar-benar tidak ditakdirkan untuk berjodoh, Tuhan? Kenapa kau harus mempermainkan perasaanku sekejam ini jika Ryeowook memang bukanlah jodohku ya Tuhan?

Siwon hanya bisa berpikir keras sendirian.

"Haruskah aku menyayat urat nadiku juga hanya untuk mendapatkan cinta Ryeowook?" Gumam Siwon setelah sekitar 10 menit hening diantara kedua pria ini

"Ya! Apakah kau sudah gila?!" Balas Heechul sambil setengah berteriak

"Aku hanya bercanda, tenang saja" balas Siwon dengan nada datar

"Tidak lucu, Ma Siwon." Heechul mendengus kesal. Hampir saja ia mau meraih kerah kemeja Siwon, tapi temannya satu ini masih saja hanya terduduk lemas sambil menunduk tanpa ekspresi sama sekali.

"Mengalah pada Kyuhyun tidak pernah akan menjadi pilihanku, Heechulah. Aku tidak akan melepas Ryeowook begitu saja sampai kapanpun itu. Aku mencintainya, Heechula. Aku mencintai Kim Ryeowook" ucap Siwon dengan nada frustasi. Entah sudah berapa kali ia mengucapkan kata-kata itu, tapi sampai detik ini, semua hal terjadi seolah-seolah seluruh dunia tidak pernah mendengarkan keinginannya dan tidak bisa memenuhi keinginannya yang satu ini.

Heechul sendiri semakin terkejut mendengar ucapan Siwon barusan. Dirinya sendiri menjadi makin pusing saat mengetahui pendirian pria ini. Kenapa keadaannya malah semakin runyam seperti ini sih?! Pertama Kyuhyun, sekarang Siwon pun jadi ikut jatuh terlalu dalam terhadap adik semata wayangnya ini. .

"Sabarlah Ma Siwon. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi nantinya. Bersabarlah untuk sejenak, ne?"

OoooO

Kyuhyun membuka kedua kelopak matanya dengan sangat perlahan karena untuk melakukan hal se-simple ini saja terasa cukup sulit untuknya kali ini. Matanya terasa lelah dan berat, tapi juga sangat ingin untuk kembali terbuka dalam waktu yang sama. Cahaya terang yang masuk dengan pekat membuat kedua matanya berkejap-kejap untuk beradaptasi. Pemandangan nyata seperti dihadapannya ini sudah lama ia tidak lihat. Entah sudah berapa lama, tapi rasanya lama sekali hingga Kyu merindukan rasanya kembali ke dunia nyata, melihat objek-objek didapannya dan wajah orang-orang yang disayanginya.

Appa dan ummanya ada tepat dihadapannya; dengan ekspresi wajah sangat khawatir dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Senyum lebar Kyuhyun terukir saat ia melihat kedua orang ini. Seandainya ada satu wajah lagi yang ia bisa temukan disampingnya saat ini, dunia akan terasa sangat sempurna bagi seorang Cho Kyuhyun.

OoooO

Ryeowook terdiam mengamati Kyuhyun yang sedang menyantap makan siangnya yang disediakan dari rumah sakit. Kedua mata bulatnya memandang kosong pada kamar rawat inap Kyuhyun yang luas dimana hanya ada ia dan Kyuhyun sendiri disana

"apa kau sudah makan siang?" tanya Kyuhyun membangunkan Ryeowook dari bengongnya

"eum, sudah" jawab Ryeowook singkat

Kyuhyun mengacak puncak kepala Ryeowook sekilas lalu membelai pria yang duduk dengan setia disampingnya ini

"berhenti lah melamun, ne?"

"eung"

OooooO

Hari Selasa malam

Heechul dan kedua orang tua Ryeowook menjenguk Kyuhyun yang keadaannya mulai stabil. Ditemani orang tuanya Kyuhyun juga, mereka semua ngobrol akrab karna sudah kenal dengan satu sama lain dalam jangka waktu yang cukup lama.

Heechul adalah almamater sekolahnya KyuWook juga, dia tau benar soal semua persahabatan KyuWook, bagaimana Kyhyun selalu menghampiri adiknya di Inggris, dan Heechul juga adalah tempat curhat Ryeowook, tempat Wookie menumpahkan semua perasaannya.

Heechul bukannya tidak suka pada Kyuhyun, tapi kadang memang menurutnya Kyuhyun sudah keterlaluan, apalagi dengan kejadian ini juga. Saat Kyuhyun melamar Ryeowook dengan bunga dan sebuah cincin berlian, Ryeowook menolak dan pulangnya langsung mencari Heechul. Heechul mendukung keputusan Ryeowook, karna ia ingin Wookie mendapatkan kebahagiaannya sendiri, bukan karna dipaksa.

Keluarga Cho dan Keluarga Kim Jongwoon sudah kenal satu sama lain secara pribadi, bukan karna pekerjaan. Makanya itu appa dan umma Kim memutuskan untuk tidak berbuat banyak walaupun mereka tahu siapa dalang dibalik kecelakaan Ryeowook dan Siwon; dan karna permintaan Wookie sendiri jugalah makanya orang tua Wookie memilih untuk mengalah.

Tidak mereka sangka, 3 bulan kemudian mereka semua harus kembali lagi kerumah sakit ini, dan harus melihat Ryeowook bersedih lagi.

Ryeowook sudah kembali ke kantor, hampir setiap hari ia menjenguk Kyuhyun. Tapi semua orang rumahnya tau dan menyadari perubahan sifat Ryeowook sejak kecelakaan ini. Wookie jadi lebih jarang tersenyum, apalagi tertawa. Wookie jadi lebih banyak terdiam, seperti memendam sesuatu.

Appa dan umma Heechul dan Ryeowook sendiri pun jadi bingung harus bagaimana karna Kyuhyun jadi senekat ini. Apakah Ryeowook akan kembali kepada Kyuhyun dan menerima lamarannya? Entahlah. Yang pastinya Kim Jongwoon dan istrinya sepakat untuk memberikan kebebasan pada Ryeowook, asalkan tidak akan ada yang terluka lagi nantinya.

"baiklah, kita pulang dulu ne, sudah malam, JiHyuk-ah (appa nya Kyu)" ujar Jongwoon saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.

"ah iya iya. Terima kasih sudah datang menjenguk Kyuhyun, Jongwoon-ah. Kita antar kebawah ya" balas Cho Ji Hyuk "Kyu, kita kebawah sebentar ya"

"ne appa. Kamsahamnida ahjussi, ahjumonim sudah datang. Gomawo Hyung" ujar Kyuhyun dengan sopan dan mereka pun satu persatu keluar dari ruangan.

Heechul yang terakhir keluar, hendak menutup pintu kembali tapi tidak jadi keluar saat melihat Kyuhyun sedang memainkan sebuah cincin berlian putih diantara kedua tangannya. Heechul hanya berdiri ditempatnya dan berkata

"tidak kah kau lihat Ryeowook tidak pernah tertawa lagi sejak kamu melakukan hal ini, Cho Kyuhyun?"

Kyuhyun menengok kearah pintu dimana Heechul berada saat mendengar ucapan Heechul barusan.

"andai saja aku bisa mengajarimu tentang satu hal ini, tapi sayangnya aku tidak bisa. Jadi aku hanya bisa berharap, kau bisa menyadarinya, Kyuhyun-ah. Cepatlah sembuh" blam. Heechul keluar dari kamar tersebut meninggalkan Kyuhyun sendirian.

OoooooO

"aku tau kalau dengan melakukan hal ini, ini tidak akan merubah perasaanmu padaku, Kim Ryeowook. Tapi jujur, aku sudah tidak tau harus melakukan apa lagi dihari itu, jadilah aku melakukannya"

Ryeowook diam mendengarkan

"aku tidak tau bagaimana harus mengakhiri ini semua, jadilah aku bertindak konyol seperti ini. Aku.. terlalu takut dengan apa yang ada didepan kita hingga aku membutuhkan simpatikmu, untuk berada disampingku. Maaf kalau sudah merepotkanmu" ujar Kyuhyun dengan nada datar.

"tidakkah kamu tau betapa konyolnya kelakuanmu yang seperti ini, Kyu?" ujar Ryeowook dengan nada tinggi.

"Tidak bisakah kau berhenti menyepelekan segala hal hanya untuk memenuhi keinginanmu? Kau tidak pernah tau betapa khawatirnya semua orang karna kejadian ini. Kau tidak pernah mengerti betapa merasa bersalahnya aku karna sudah membiarkanmu tumbuh menjadi orang seperti ini" lanjut Ryeowook bertubi-tubi dan setitik air mata turun dipipi Ryeowook, tidak bisa ditahannya lagi.

"ini semua salahku Kyu. Aku selalu mendukungmu untuk mendapatkan semua yang kamu inginkan didunia ini, hingga kamupun menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginanmu hingga detik ini" Ryeowook mulai mengisak kencang. Seluruh isi hatinya dikerahkan semuanya pada hari ini juga.

"berhentilah menyalahkan dirimu sendiri Ryeowookie. Akulah sumber masalahnya, aku tau itu"

ne, kau lah sumber masalahnya. Dan rasa cinta itulah sumber masalahnya. Batin Wookie tapi tertahan diujung lidahnya karna kedua matanya yang masih berbanjir air mata dan nafasnya yang masih tidak teratur. Entah sudah keberapa kalinya ia menangis dalam seminggu ini. Ryeowook merasa bodoh. Merasa sangat bodoh dan menderita karna satu hal yang orang bilang cinta ini.

Ryeowook merasa bersalah atas apa yang Kyuhyun lakukan untuknya. Ia lah sejak dulu yang mengajarkan Kyuhyun untuk tidak takut meraih apapun yang ia mau. Tapi ia sendiri lah yang menolak Kyuhyun saat pria ini menawarkan cintanya. Ia sendiri yang menyebabkan sahabatnya melukai dirinya sendiri karna dirinya sendiri. Cinta, apakah itu cinta? Ryeowook tidak pernah merasakan jatuh cinta, yang ada ia malah merasa menderita karna semua hal yang disebabkan oleh semua pernyataan cinta yang dikeluarkan dari mulut Kyuhyun dan Siwon.

Ya, ia tidak lupa kalau masih ada Siwon juga. Ryeowook sendiri belum bertemu dengan Siwon lagi, tapi ia tahu Siwon sudah tau semuanya, dan hyung pasti sudah memberitahu soal semuanya kepada Siwon.

Kepala Ryeowook terasa makin berat setiap kali ia teringat tentang hal-hal ini. Kyuhyun, Siwon, dan cinta yang dua pria ini simpan kepadanya. Jahatkah ia karna tidak bisa, belum bisa membalas bahkan satu saja dari keduanya? Ryeowook tau ia tidak akan bisa menyelesaikan keduanya dalam waktu bersamaan. Ada satu yang harus ia relakan. Ada satu yang harus ia lepaskan agar bisa meluruskan semuanya dengan Kyuhyun dan melepaskan diri dari semuanya.

Ryeowook lelah dengan perasaan cinta yang mengejar-ngejarnya. Bukannya ia tidak bersyukur, tapi Ryeowook juga tidak bisa tersenyum bahagia saat ia masih dikelilingi oleh dua rasa cinta tersebut didalam hidupnya. Aku akan benar-benar melepaskan Siwon. Aku akan menyakitinya karna aku sendiripun tidak kuat lagi menanggungnya. Ryeowook ingin bebas dari semua ini, tidak ingin membuat keadaan menjadi lebih dan lebih rumit lagi. Walaupun Ryeowook tau, pria ini mungkin akan membencinya, dan mungkin Ryeowook sudah melepaskan cinta nya sendiri. Mungkin. Mungkin. Ryeowook tidak pernah tau ia mencintai siapa. Definisi cinta masih terasa sangat samar baginya dalam keadaan seperti ini. Ia harus memilih. Dan Ryewook memilih melepas semua belenggu ini satu persatu untuk membangun hidupnya kembali. Tekadnya dalam hati.

….

Kafetaria Rumah Sakit:

"Siwon-ssi"

"Ya"

"Aku minta maaf, soal pertemuan terkahir kita malam itu.."

"Tidak ada yang perlu dimaafkan Ryeowook-ah"

Ryeowook menelan ludah lalu melanjutkan

"Aku mau minta maaf juga karna mulai sekarang aku tidak bisa menjadi temanmu lagi, Siwon ssi"

Siwon terdiam mendengarnya

"Tanpa aku beritahu pun kamu pasti sudah tau tentang semuanya soal Kyuhyun, kan?

Tapi satu hal yang aku ingin beritahu padamu hyung. Aku… aku memutuskan untuk melakukan ini bukan untuk siapa-siapa.. bukan juga untuk Kyuhyun."

Siwon masih tidak menjawab

"Gomabda hyung, untuk semuanya." Ryeowook tersenyum pahit menanggapi Siwon yang diam saja dan akhirnya bangkit berdiri meninggalkan Siwon terdiam sendirian.

Ia tau Siwon marah. Dan ia tau kalau ia sendiri pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria ini. Kau tidak boleh egois Ryeowookie, kau tidak bisa egois. Lebih baik seperti ini, kan? Untuk apa kau tetap menjaga cinta keduanya tapi kamu sendiri tidak bisa membalasnya? Lerakanlah semua perasaan itu, Ryeowook-ah. Kamu harus bisa melupakan semuanya. Batin Ryeowook untuk menghibur dirinya sendiri selagi berjalan kembali ke kamar rawat Kyuhyun.

Ryeowook merasa sedikit janggal diperlakukan sedingin ini oleh Siwon. Hatinya terasa sakit meskipun ia tidak tau kenapa. Mungkin karena bagaimanapun mereka adalah teman yang cukup dekat selama beberapa bulan ini. Wookie tidak akan pernah melupakan semua kebaikan Siwon kepadanya, hari-hari menyenangkan yang mereka lalui bersama. Ia tau disini ia yang salah. Bukannya ia tidak ingin menerima cinta Siwon, tapi walaupun hatinya berkata iya sekalipun; situasi dan keadaan mental Ryeowook belum siap untuk memulai sesuatu yang berhubungan dengan cinta lagi. Dan ia harus menerima konsekuensinya.

Ryeowook terus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak egois. Ia tidak mau menahan Siwon ditengah-tengah lagi. Sampai jumpa lagi, Siwon Hyung. Maafkan aku.

OoooO

"Ryeowook tidak pernah berpengalaman dalam masalah percintaan Siwon-ah. Usianya masih sangat muda. Ia tidak pernah mencintai orang lain sebelumnya karna Kyuhyun. Tidak ada orang yang mendekatinya selain kau dan Kyuhyun. Kau tau rasanya lelah karna satu hal yang terus membawa masalah kedalam hidupmu bertubi-tubi?

Dalam keadaan Ryeowook saat ini, cinta lah yang membuatnya merasa lelah dan merasa bersalah. Ryeowook dan Kyuhyun benar-benar sudah berpisah Siwon-ah, tapi karna ini Ryeowook juga jadi ingin sendiri untuk sementara waktu. Ia ingin menarik diri dari segalanya yang menyangkut percintaan dan tenggelam dalam hal lainnya yang masih bisa ia raih."

"tidak bisakah aku berada didekatnya tanpa mengingatkan Ryeowook soal cinta dan semua hal yang menyakitkan itu?"

"semua orang tau kau mencintainya, Choi Siwon. Dan Ryeowook belum siap untuk menerimanya hingga detik ini. Seberapa keras kau mencoba, bahasa kasarnya, Ryeowook sedang tidak ingin melihat wajahmu mulai saat ini hingga kurun waktu dekat-dekat ini"

"maaf kalau aku terlalu kasar denganmu, tapi itulah kenyataannya Siwon. Kau lihat sendiri kan semua perubahan sikap Ryeowook? Kalau kau ingin dia membaik, aku mohon, ikutilah permintaannya kali ini

"aku tau ini menyakitkan untukmu. Aku berterima kasih karna kau sudah mencintai adikku. Tapi sumpah aku juga tidak tau apa yang sebenarnya takdir tuliskan untuk kalian berdua, Siwon-ah. Dan aku merasa sangat kasihan melihat adikku yang merasa sangat lelah karna semua ini, jadi lagi, aku harap kau bisa mengerti. Jinjja-ro."

"arraseo Heechul-ah aku mengerti"

OoooO

"yeoboseyo"

"Ryeonggun, ini aku, Siwon"

"eung hyung" balas Ryeowook singkat

Siwon hampir meminta agar Ryeowook tidak memutuskan teleponnya. Tapi kata-kata itu tertahan dilidahnya karna ia tahu Ryeowook tidak akan berbuat seperti itu

"Kim Ryeowook" dengarkan aku baik-baik "tidak bisakah aku berada didekatmu tanpa mengingatkanmu tentang cinta dan semua hal yang menyakitkan dalam hidupmu itu?" tanya Siwon dengan nada sangat, sangat perlahan

Ryeowook dan Siwon sama-sama terdiam selama hampir satu menit setelahnya. Tidak ada suara yang terdengar, tidak sekalipun suara tarikan nafas mereka berdua.

"mianhae hyung" jawab Ryeowook akhirnya dengan nada datar "aku minta maaf atas semua yang terjadi. Maaf kalau aku mempermainkanmu"

Bukan siapa-siapa yang mempermainkan aku, Ryeong gun. Takdir lah yang mempermainkan kita hingga semuanya berjalan seperti ini

Siwon memilih untuk tidak membalas jawaban Wookie barusan

"apakah kamu akan membenci aku, mulai saat ini hyung?"

"entahlah Wookie. Aku tidak tau"

dan tuk. Siwon menyentuh tombol merah dilayar handphonenya dan membuang handphone tersebut ke jok sofa.

aku tidak akan membencimu, Kim Ryeowook. Aku tidak akan pernah bisa membenci orang sepertimu

Siwon menutup kedua matanya, menikmati matahari sore yang bersinar masuk menembus kaca-kaca kamar dan menyinarinya langsung hingga ia enggan membuka mata lagi. Siwon harap ia bisa hanya tetap seperti ini hingga semuanya sudah bisa berjalan normal nantinya. Ia berharap waktu bisa berjalan secepatnya, secepat-cepatnya agar semua kesedihan ini bisa segera luntur dari dalam hatinya. Walaupun ia tidak pernah tau entah apa lagi yang menantinya di masa depan sana..

It's still haunting me when I close my eyes

With time, I guess it'll fade away

I don't regret it, I'm just a bit sad

I don't want to see you. I just miss you (Winner)

TBC!

Sumpah ini bukan END ya saudara-saudara ~ author juga gak akan rela kalau akhirnya kayak begini, hehe. Masih ada sambungannya, cuma butuh waktu aja untuk mempersiapkannya, oke? Tetep akan update secepatnya.

Kenapa saya bikin Ryeowook sedih-sedihan dan mundur kabur seperti ini? Bukan buat nyiksa Siwon sebagai alasan utama, tapi karna memang ide awalnya sudah begini dan terinspirasi waktu nonton Ryeowook nyanyi She's Gone live di Sukira live 141016 (cari di youtube silahkan), dimana ekspresinya kayak sedih banget (mungkin karna dia lagi flu), lagunya yang emang sedih, dan Ryeowook yang nyanyinya bagus banget, hahah. Jadilah jadi pengen karakter Ryeowook yang sendu kayak begitu. Agak random memang, maklum ya kalau kalian gak setuju dengan ide saya. ^^

Ide cerita ini memang dari awalll banget cuma iseng –pure iseng karna liat foto Ryeowook yang selalu senyum selesai recording sukira pake sweatshirt, backpack, dan snapbacknya. Jadilah chapter 1 cerita ini terpasang dan lanjut kayak gini (?) haha.

Curcol dikit, 8 tahun suka Suju, baru akhir-akhir ini author suka bangeeet sama Ryeowook. Lagi suka paraahh (ya iyalah, nulis ceritanya soal dia terus :p) hahaha. Btw, ya begitulah, ini udah panjang banget komennya, hehe.

Anyway, yang menunggu SiWook, tenang-tenang, endingnya saya janjikan akan tetap seperti What If kok, Kyuhyun mah jadi cobaan doanggg,, hehe.

Terima kasih sudah membaca, me-review, tenggelam dalam cerita ini, hehe! Gomawoooo (silahkan review)