Usai menghibur Elsa ia mempersiapkan kepergiannya, menjelajahi tempat bernaung ia memutuskan mengambil salah satu baju kembaran jaketnya didalam Scorls yang mirip dengan Jaketnya yang rusak, dan membersihkan luka darah yang meluber dari perban sebelumnya juga menganti perbanya, dan beruntung Elsa tidak lagi pingsan, Naruto menghelah nafas lega lubang jantungnya mulai dikelilingi serabut daging tipis, menandakan regenerasinya mulai berjalan sedikit lebih baik dari sebelumnya dan pendarahanya juga tak seperti awal.

"Jadi kau akan pergi,"Ucap Elsa menatap punggung Naruto membelakanginya, pria itu tengah bertelanjang dada, dan terfokus perban ditanganya, Elsa menatap Ragu pada pria pemilik punggung berbentuk itu.

"Sesuai janjiku, Datteyo~ Aku tak akan membohongimu,"Ucap Naruto lalu mendengkus lemah. "Untuk hari berikutnya aku akan mencari sebuah tempat yang bisa kupakai hidup dalam beberapa waktu,"Jelasnya.

"Mungkin kau bisa menuju sebuah wilayah bernama Arendelle, disana timur gunung ini ada sebuah kerjaan pesisir disana, aku rasa kau bisa meminta bantuan pada mereka,"Ucap Elsa menundukkan wajahnya dengan buram.

"Sungguh~,"Ucap Naruto berbalik dan wajah Elsa kembali menjadi dingin. "Jika aku turun kearah aku bisa menemukan Arendelle?,"Tanya Naruto memandang datar, saat itu lelaki itu sudah memakai seragam bersih, tampa bekas darah ditubuh.

GREB

Mata Elsa membulat kala sebuah dekapan hangat langsung pada tangannya, Naruto tersenyum lebar dan mendekap tanganya, membuat Elsa merasa kaku seketika. "Jika bukan kebaikanmu, aku tak akan tahu nasibku diluar akan seperti apa tadi malam, aku ucapkan terimakasih atas segalanya,"Ucap Naruto tersenyum tulus.

"..."Elsa hanya tertegun menatap Naruto, ia lalu baru sadar kalau ketika saat Naruto melepas genggaman tanganya, Naruto memutuskan berjalan lebih dulu, dan raut cantik Elsa kembali memperlihatkan raut kekecewaan disana, Keduanya berjalan menuju lantai bawah tampa berkata apa-pun.

Tampa diketahui ketiganya (Elsa, Naruto, dan Kurama) sebuah benang takdir telah terbentuk dengan sebuah tanda tanya yang diketahui.

Sampai di depan pintu utama, Naruto kembali berpamitan pada Elsa lalu berkata. "Terimakasi aku akan aku berharap kita akan bertemu lagi,"Ucap Naruto dan mata Elsa hanya memberinya tatapan seolah mengharap dia tetap disana, namun tidak pekaan Naruto sukses tak mengetahuinya.

"Ya, Jaga dirimu,"Ucap Elsa lalu akhirnya keduanya berpisah.


[Dibelahan Dunia berbeda]

"Tenangkan dirimu Sakura?!,"Ucap seorang pria bermasker tengah menenangkan jiwa seorang gadis muda, bersurai Merah delima yang notabene adalah muridnya, yang dalam kondisi sangat terpuruk, dalam beberapa kejadian yang menimpanya hari ini, nampaknya Kami-sama atau para Dewa tidak bersamanya saat ini, si awalnya Sakura berharap jika misi ini akan berhasil, jika mereka berhasil meringkus klan taka lain dan menghentikan mereka, berencana membuat kekacauan di Konoha, dia juga bisa menemukan rekan masalalunya yang menghilang dulu dan membawa pulang bersama.

Tapi niat itu kandas, dan hatinya kembali hancur.

Mereka sudah menemukan Sasuke, tapi malangnya nasip Sasuke tak ingin kembali justru, akan datang untuk balas dendam pada Konoha, lalu membunuh Naruto didepanya sendiri.

Bagaimana rasanya jika seorang rekan yang paling kau anggap penting bagi hidupmu justru mati ditangan Pria yang kau kejar bertahun - tahun, sekaligus cinta pertama mu?. Apa Selama ini apa waktu dan harapan ini hanyalah sia-sia.

Sakura begitu terpuruk, ia sudah meneteskan air mata sebanyak-banyaknya sampai matanya sembab akhirnya Team memutuskan mundur dari misi, Sasuke dan teamnya juga berhasil melarikan diri.

(Dan Hasil Perundingan)

Lalu Team sepakat akan membawa jasad Naruto yang sudah kaku tampa adanya energi kehidupan, kembali Konoha Esok harinya akan tetapi semua pupus saat itu juga.
Masalah kembali terjadi, tampa penyebab yang jelas tubuh Naruto menghilang sendiri dari tempatnya, mungkin saja berpikir tubuh nya diculik atau bagaimana, ini terlalu aneh tak ada jejak, Chakra musuh atau energi, ya ada sih energi tapi itu energi milik Kurama sebelum Naruto itu menghilang.

"Guru jadi bagaimana sekarang apa yang harus lakukan ?!,"Ucap Sakura memandang sendu Kakashi.

"Aku sudah mengirim kabar-burung dan juga anjing Ninja soal masalah ini, Untuk sementara kita kembali Kekonoha,"Ucap Kakashi datar, ucapan itu justru membuat mata indah Sakura membulat Nanar.

"Tapi Kakashi-sensei,"Ucap Sakura menatap sedih, dan Kakasih hanya mengelus pucuk kepalanya.

"Tenangkan dirimu Sakura, Kita akan mencari Naruto, dimana pun tubuhnya disimpan atau apa-pun kita belum menyerah,"Ucap Kakashi dan hanya membuat Sakura terdiam dan mengangguk.

"Ayo kita harus menempuh perjalanan untuk segera kembali,"Ucap Yamato yang entah kapan sudah ada diruangan dan menatap Guru dan murit itu serius. "Sai sudah menciptakan Katsu juga gambar hidup untuk menjaga jalur kita,"Ucap Yamato langsung bergerak cepat meninggalkan ruangan itu, untuk menemui Sai dan juga berterimakasih pada seorang Warga yang berbaik hati mengizinkan mereka beristirahat dan meminjam ruangan untuk semalam.

Semua kembali sibuk dengan urusan masing masing, Sakura juga meninggalkan ruangan itu untuk bersiap-siap, sementara Kakashi masih diam saja di tempat ditatapnya pembaringan Jasad Naruto, yang menghilang dengan banyak tanda tanya besar bermunculan dikepalanya.

'Apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh Naruto?'


Naruto tak tahu berapa lama ia berjalan, mencari tempat berlindung begitu sulit bagainya disaat ini. wilayah ini sangat besar dan Elsa berkata Arendelle berada dibalik dua gunung ini, nampaknya perjalan bisa dilewati dengan kaki Chakra untuk sehari atau setengahnya saja.

'Nampaknya sulit bagi kita untuk mencari jalan memutar semua tempat begitu putih sekarang' Suara Kurama terdengar dikepalanya, membuat ia menghelah nafas.

"Sepertinya lebih gampang bagi kita untuk melewati jalur Air,"Ucap Naruto.

'Lihat disana Kiddo?,'

Panggil Kurama meminta Naruto menatap apa yang dia instruksikan, Mata Naruto membulat memandang Sekitar nya, sebuah perairan luas nampak membeku, terlihat kapal-kapal nampak terjebak oleh air yang membeku, ini diluar akal sehat bencana macam apa yang bahkan bisa membekukan lautan sepanjang itu.

"Semalam aku tak terlalu melihatnya akan tetapi karna kabut juga badai menghilang semua menjadi jelas,"Ucap Naruto memperhatikan kondisi dengan seksama. "Aku semakin tak mengerti dengan keadaan ini,"Desis Naruto.

'Kuharap ada seseorang yang akan menjelaskan pada Kita 'Utar Kurama, mendengkus sembari merapikan bulu salah satu Ekornya.

"Kau benar,"Ucap Naruto sembari melanjutkan perjalanan dengan segera, berhenti sekarang ada hal yang tak mungkin sebelum mencari kota yang disebut Arendelle, Naruto harus menemukan dulu tempat untuk isterahat, ada kemungkinan bisa saja badai akan menghambat di tengah jalan, dan juga sebuah informasi.

Sepanjang jalan Naruto menemukan banyak keganjilan yang aneh pada sekitarnya, beberapa lokasi seperti sebuah pertambangan terlihat masih baru namun tak ada satupun orang disana, beberapa kereta meluncur tergeletak begitu saja dijalanan dan beberapa bongkahan batu-es diletakan disana, semua masih terlihat baru, tak mungkin wabah ini baru terjadi dalam semalam, apa itu mungkin?.

Naruto berjalan kembali menyusuri hutan Kristal, sebenarnya itu bukan nama sebenarnya tempat itu, akan tetapi lokasinya sangat indah dimana terdapat beberapa anak sungai yang membeku, dan juga puluhan tanaman pohon rambat disekitarnya, indah sekali ujung akar pohon membentuk tetesan beku layaknya kristal indah yang jatuh layaknya tetesan mata air.

"Apakah kita akan segera sampai?,"Sebuah suara wanita terdengar ragu, bersamaan banyaknya langkah kaki manusia terdengar ah ada suara hewan rapal 4 kaki.

"Dengan melewati arah timur kita mungkin akan menemukan ya,"Ucap seorang Pria terdengar mencoba positif.

Naruto mencoba bergerak pelan pelan kearah mereka, namun mereka dikagetkan oleh pohon yang mau tumbang, tepat dibelakang mereka.

"AWASSS!,"

BRAAAAK!

Usai Tumbangnya pohon yang mengejutkan semua orang, akhirnya kondisi dapat terkendali tidak ada korban dalam peristiwa itu, Perempuan juga pria dan seekor rusa(?), yang tadi nampak selamat.
Pria dan Rusa itu berhasil menghindar saat pohon tumbang, dan perempuan itu berhasil menghindarinya karna Naruto datang menangkap tubuhnya tepat waktu, disaat ketegangan berakhir.

"Ehhh..."

"Ammm..."

Bersamaan dua mata Hijau gelap, dan savir bertemu dengan dekat.


[BERSAMBUNG]
[Sabtu-9-Maret-2019]

Halo all kembali lagi dengan cerita ini dilanjut well bagai kabar anda-anda sekalian apa baik atau buruk! Wahai pembaca saya yang budiman..
Kembali lagi dengan Author unfaedah dan kurang Tamvan moga-moga kalian enjoy ama chap ini, soal nya ya aku dah nambah element dari para Ninja juga awal nya Gue belum terlalu yakin buat masukin...Sakura CS tapi Gue hanya mencoba mengikuti otak Gue :3
Kita kekomen aja ya maaf kalau gak terlalu panjang karna Gue juga sedang membantu pengembangan salah satu cerita LightningShun yang belum selesai, terimakasi yang komen di Wattpad dan Bintang disana (Gue dah balas disana langsung) jadi yang Gua catat cuma komen yang ada di fanfic.

Lanjut...


(Nazi Menschen)
kuharap ini akan tetap berlanjut samapai akhir..semangat.
(Gua) :Harapan Gua juga sih.


(Satsuki Narita)
:0 Awww...kok Narunya mau pergi..
(Gue) : Ngikutin alurnya beb harap maklum ya..


(Reed72)
Lanjut bos ku..
(Gua) :Tt Ganzzz


(Haikal-San)
Umm.. eventnya cuman buat Fic 1k kok, tapi gapapa lah.. genbatte! Btw,cukup menarik untuk chp ini, aku menunggu untuk chapter berbagai ..Ja ne!
(Gua) : Makasi Haikal san :3 atas pengertian ya, btw kalau boleh ijin saya mau pake nama nama di event buat cerita di Wattpad berjudul Call boleh gak?.


(King Bochum)
Next
(Gua) : Yasss!


(Tohsaka Abigiel)
kalimatnya berbelit"... tapi tetep bagus kok ceritanya...
(Gue) : Sorry nanti gua coba untuk di fix dan revisi:3 nunggu waktu libur aja...


(All-Die)
wew.. karya lu bagus, thor. Sampe2 ada org spanyol review wkwkwkwk, nice lah..
(Gua) : Alhamdulillah kalau cerita gua cukup sampai di hati loe pada, gua sangat senang dengan tanggapan positif kamu dan para pembaca lainya.


(Arthuria el Camelot)
Ceritanya menarik dan membuatku penasaran walaupun masih ada beberapa typo tapi tak terlihat. Terima kasih juga atas jawabannya.
(Gua) : Kesempurnaan milik tuhan, dan gua punya banyak salahnya intinya gua mencoba terus aktif dan berkembang, dan komentar itu justru menendang gua untuk coba terus belajar lagi dan lagi.


(TEGAR - KUN)
lanjut thor chapter selanjutnya..
(Gua) : Ini chaptersnya... :3


(Storm0719)
hola compaƱero interesante capitulo aunque corto pero espero el siguiente aun mejor y mas largo porfa
(Gua) :
Intento hacer una mejor historia para el futuro.
Gracias por el apoyo y ven a leer mi historia.


(yosi.f)
Mantap
(Gua) : Ty... ^_^