Akira membuka matanya perlahan. Dan hal pertama yang ia lihat adalah warna putih.

"Ini dimana?" gumamnya sambil mencoba bangkit dari tidurnya.

"Ah kau sudah bangun ya!"

Deg

Suara ini. Akira tahu betul siapa pemilik suara ini dan berharap itu hanyalah ilusinya saja.

"Tidurmu nyenyak?"

Tidak. Ini bukan ilusi. Dia benar-benar mendengar suara orang itu dengan jelas. Perlahan-lahan ia menolehkan kepalanya ke kanan untuk memastikan apakah ini hanyalah ilusi bangun tidur atau kenyataan. Dan dia mendapati sosok Niimi yang tengah berbaring menghadap padanya.

5

4

3

2

1

.

.

Title : Vampire Game II

Chapter 7 : Play Game

Disclaimer : Kamichama Karin Chu © Koge Donbo

~Vampire Game II~ © Milky Holmes

Rated : T

Genre : Fantasy ; Mystery ; Romance

Warning : AU, OOC, typo, abal, gaje, alur kenceng, nggak nyambung, dll.

.

.

Please Enjoy Reading

.

.

~Vampire Game II~

.

.

Ada kalanya seorang teman bisa menjadi musuh. Sebaliknya seorang musuh bisa menjadi teman. Karena hidup ini adalah panggung sandiwara maupun permainan. Orang yang bisa kita percaya sepenuhnya hanyalah diri kita masing-masing. Tergantung diri kita apakah ingin menjadi playmaker yang menguasai panggung atau menjadi pencundang yang hanya mengikuti jalan dari permainan ini tanpa bisa berbuat apapun.

Dan menjadi orang bodoh yang tertipu.

.

.


Normal POV


"Kyaaaaaaaaa!" jerit Akira kaget. "Apa yang kau lakukan disini bodoh?!" kata Akira marah.

'Di samping... berdua... di ranjang lagi.'

Memikirkan itu membuat Akira blushing mendadak. Tiba-tiba dia ingat peristiwa sebelum ia kehilangan kesadarannya dan tentu saja membuat wajah blushing Akira makin parah.

'Sebenarnya ini dimana sih?' tanya Akira dalam hati.

"Kuis. Tebak dimanakah ini?" ucap Niimi tiba-tiba seolah bisa membaca pikiran Akira.

"A. Di rumah sakit."

"B. Di hotel."

"C. Di rumahku."

Akira menatap horor ke arah Niimi. Sedangkan Niimi hanya memasang wajah nyengir tanpa dosa.

'Tiga-tiganya amit-amit deh,' batin Akira.

Akira tahu kalau jawabannya pasti bukanlah rumah sakit. Yang artinya pilihannya hanya tersisa di hotel dan di rumah Niimi. Dan dua-duanya bukan tempat yang menyenangkan baginya untuk bangun tidur dengan seorang laki-laki di sampingnya. Oh Tuhan, rasanya Akira ingin menghilang saja dari muka bumi ini.

"Tiga... dua... satu... waktunya sudah habis. Jawabannya adalah di rumahku!" seru Niimi senang.

Akira hanya bisa mengasihi nasib malangnya. Kenapa sih dia harus mengalami kejadian yang tidak mengenakkan akhir-akhir ini. Dan pelaku utamanya tidak lain tidak bukan adalah-

"Dasar Niimi bodoh. Aku membencimu. Pergi saja sana ke neraka!" seru Akira kesal sambil memukuli Niimi dengan bantal.

"Hei berhenti memukuli. Sakit tau!" protes Niimi.

"Masa bodoh. Aku akan mengirimmu ke neraka sekarang!" seru Akira sambil mulai memukul dan memendang tubuh Niimi.

Niimi berusaha mengelak dari serangan fisik Akira. Hingga akhirnya-

BRUGH

Keduanya terjatuh dari ranjang dengan posisi tubuh Akira yang ditindih oleh tubuh Niimi.

"Niimi, kau dipanggil Rika!" seru Sena sambil membuka pintu kamar.

Hening. Krik krik.

Wajah Sena mulai bersemu merah begitu melihat pemandangan yang ada di hadapannya. "Maaf mengganggu kalian!" serunya yang setelah itu langsung menutup pintu kamar meninggalkan dua sosok yang sama-sama merona hebat.

"Menyingkir dariku bodooohhhh!" seru Akira sambil mendorong Niimi keras.

Niimi hanya bisa mengerang kesakitan begitu tubuhnya didorong keras oleh Akira. "Padahal itu salahmu yang menarikku tadi," protesnya.

Akira langsung mendeath glare ke arah Niimi. Dia paling benci menjadi pihak yang disalahkan walau sebenarnya itu memang salahnya karena tadi sudah menarik Niimi hingga mereka jatuh dengan posisi yang memalukan. Aarrrghhh. Lagi-lagi wajah Akira memerah. Menyebalkan kenapa sih setiap ada Niimi pasti wajahnya akan memerah. Tidak mungkin seorang Akira menyukai orang menyebalkan seperti Niimi. Yap Akira membencinya. Dari dulu ia sudah membencinya. Dan sampai sekarang perasaan itu masih sama bahkan lebih besar dari sebelumnya.

"Kau mandilah dan setelah itu makan sarapanmu," ucap Niimi sambil menunjuk makanan yang sudah tertata rapi di atas meja samping tempat tidur. "Aku pergi dulu!" serunya sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu.

Akira masih terduduk menatap punggung Niimi yang makin menjauh. Hingga-

Cklek

Mata Akira membulat. Dengan cepat, ia langsung berlari ke arah pintu. Dan seperti dugaannya. Niimi mengunci pintunya dari luar.

"Niimi. Apa yang kau lakukan bodoh?! Cepat buka pintunya?!" teriak Akira sambil menggedor-gedor pintu yang terbuat dari kayu itu.

"Hehehehe kalau tidak aku kunci, kau pasti akan kabur," balas Niimi santai.

Akira menepuk jidatnya. Dia baru sadar kalau dirinya tengah diculik. Bodohnya ia karena terlambat menyadarinya. Tubuh Akira merosot lemas. Dirinya menatap sekeliling dan menemukan jendela satu-satunya dipasang teralis yang membuat Akira mendesah kecewa.

"NIIMI BRENGSEK. AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI!" jerit Akira meluapkan kekesalannya.

.

Di Tempat Lain

.

"Jadi kalian meninggalkan Akira bersama dengan Niimi," ujar Kazune begitu mendengar cerita dari Miyon dan Yuuki.

Miyon dan Yuuki menganggukkan kepala. Sekarang mereka semua tengah berkumpul di rumah Kazune untuk membicarakan perihal hilangnya Akira.

Kazune menghela napas panjang. "Kenapa kalian tidak memberitahu kami soal pencurian itu?" tanyanya.

"Kami pikir itu tidak perlu. Karena itu masalah organisasi hunter jadi kami ingin menyelesaikannya sendiri tanpa campur tangan darimu," jelas Yuuki.

"Tapi pada akhirnya kalian gagal menangkapnya kan?" tanya Kazune lagi.

Miyon dan Yuuki lagi-lagi menganggukkan kepala.

"Tunggu sebentar, tadi kalian bilang vampir yang mencuri data organisasi kalian adalah gadis berambut ungu panjang kan?" tanya Kazusa tiba-tiba.

"Iya, memangnya kenapa?" tanya Miyon balik.

"Kazune, apa mungkin gadis itu-" ucap Kazusa sambil memandangi saudara kembaranya itu.

"Tidak salah lagi orang itu adalah Yamai Sena," lanjut Kazune menanggapi tatapan dari saudari kembarnya.

"Yamai terkenal dengan kemampuannya untuk menciptakan ilusi," terang Jin.

"Hei tunggu dulu bukankah dari dulu keluarga Yamai itu-"

"Keluarga Yamai adalah pengikut setia keluarga Karasuma. Ah sial, pasti Rika yang menyuruhnya!" seru Kazune tampak frustasi.

"Maksudmu Karasuma Rika?" tanya Yuuki ingin memastikan.

"Yah, Karasuma Rika adalah vampir berdarah murni yang tersisa dari keluarga Karasuma. Salah satu kadidat pemimpin bangsa vampir selain Kazune yang merupakan wakil dari keluarga Kujyou," jelas Kazusa.

"Dan dia juga tunangan Kazune," tambah Micchi.

Karin yang mendengarnya langsung memasang wajah terkejut campur sedih.

Kazune langsung melotot ke arah Micchi. "Itu perjanjian lama yang dibuat untuk menjaga keturunan ras vampir berdarah murni," ujarnya.

"Heeeeeee jadi Kazune nanti akan menikah dengan gadis itu!" seru Miyon kaget begitu mendengar berita baru itu.

"Tentu saja tidak. Sampai dunia kiamat pun aku tidak akan menikahi gadis gila itu!" ucap Kazune dingin.

Kazusa langsung menepuk kedua bahu Karin. "Tenang saja, Kazune milik Karin. Karin milik Kazune. Itu adalah kontrak suci yang dibuat setelah kalian berbagi darah," terang Kazusa sambil mengedipkan sebelah mata.

Sontak saja baik wajah Kazune maupun Karin sama-sama memerah begitu mengingat itu.

"Sebaiknya kau diam saja Kazusa!" seru Kazune tajam.

"Aisshh kenapa harus malu. Aku dan Jin saja tak pernah malu-malu kucing," ucap Kazusa seraya memeluk Jin dan menciumnya DI DEPAN YANG LAIN.

Jin yang kaget dengan serangan Kazusa yang tiba-tiba hanya bisa pasrah dengan wajah yang memerah.

"He em. Bisakah kita kembali ke topik awal?" pinta Yuuki tiba-tiba.

"Ehhh jangan-jangan Yuuki iri pada kami dan ingin melakukannya dengan Miyon," balas Kazusa santai.

Sontak saja wajah Miyon merona.

"Maksudku bukan seperti itu!" seru Yuuki dengan wajah yang tak kalah merahnya.

Tanpa mereka sadari. Ada satu sosok yang sedang meringkuk di pojok ruangan.

"Anuu Micchi, kau kenapa?" tanya Himeka sedikit cemas.

"Aku hanya merenungi nasibku yang masih menjomblo," ucap Micchi ngenes.

Semuanya langsung sweatdrop berjamaah begitu mendengar penuturan dari Micchi.

"Himeka, selama ini aku menyukaimu. Jadilah pacarku!" seru Micchi tiba-tiba seraya berlutut ala pangeran di negeri dongeng.

"Heeeeeeeeehhhhhh?!" jerit Himeka kaget begitu melihat Micchi yang berlutut di hadapannya.

JDUAK

Kazune langsung memukul kepala Micchi dengan sebuah buku.

"Aduuhh sakit tau, apa masalahmu sih Kazune?" tanya Micchi sambil mengusap-usap benjolan di kepalanya.

Kazusa langsung melindungi Himeka. "Himeka terlalu baik untukmu. Jadi perbaiki sikap kekanakanmu itu!" seru Kazusa dengan dark aura.

Micchi langsung pundung seketika. "Kenapa nasibku begitu malang," tangis Micchi.

"Eh aku juga menyukai Micchi kok," ucap Himeka tiba-tiba.

Micchi langsung menatap penuh harap ke arah Himeka. Sedangkan yang lain menatap horor terutama Kazusa dan Kazune.

"Himeka kau sakit ya atau kepalamu terbentur?" tanya Kazusa khawatir.

Himeka menggeleng pelan. "Aku memang menyukai Micchi. Dia teman yang baik," ujar Himeka seraya tersenyum manis.

Mendengar kata teman. Hati Micchi langsung mencelos. Jadi begini ya rasanya di-PHP. Rasanya sakit ketika kau sudah diberi harapan hingga kau merasa di langit tapi pada akhirnya harapan itu palsu dan jatuhnya itu sakit sekali.

Sontak saja Kazusa, Kazune, Karin, Jin, Miyon, dan Yuuki hanya bisa menahan tawa melihat kemalangan nasib Micchi.

"Eh kalian kenapa?" tanya Himeka bingung begitu melihat yang lain terkikik geli.

"Tidak apa-apa kok. Apapun yang terjadi kami akan melindungi Himeka yang polos ini," ucap Kazusa seraya memeluk sepupu kesayangannya itu.

"Eh?" Himeka hanya memasang raut wajah bingung.

"Sudah sudah pembicaraan kita mulai melenceng," ujar Kazune tiba-tiba.

Semuanya mengangguk mengerti.

"Jadi bagaimana selanjutnya?" tanya Jin.

"TENTU SAJA KITA AKAN MENYELAMATKAN AKIRA!" seru Karin kelewat keras. Membuat semuanya kaget.

Karin langsung menutup mulutnya. "Ah maaf aku tidak bermaksud berkata dengan nada seperti itu," sesalnya.

"Tidak apa-apa. Kami mengerti. Bagaimana pun juga Akira adalah sepupumu," ujar Miyon paham.

Tampak Karin menghela napas lega.

"Kazusa, aku menugaskanmu untuk mencari info tentang keberadaan Akira. Aku yakin kau bisa menemukannya dengan mudah," ujar Kazune memberi perintah.

"Tenang saja dalam satu jam aku pasti akan menemukannya. Kalau tidak, jangan panggil aku Kazusa seorang database!," sahut Kazusa dengan senyum iblisnya.

Semuanya hanya bisa speechless mendengarnya. Mereka sudah tahu betul bagaimana mengerikannya Kazusa agar bisa mendapatkan info. Cara apapun akan ia tempuh. Termasuk memasang kamera CCTV tersembunyi di segala sudut sekolah.

"Jin, Micchi, dan Himeka ikutlah bersama Kazusa untuk menyelamatkan Akira!" titah Kazune selanjutnya.

Jin, Micchi, dan Himeka langsung mengiyakan.

"Kazune!" panggil Karin.

Kazune menoleh menatap Karin. "Ada apa Karin?" tanyanya.

"A-aku ingin ikut menyelamatkan Akira!" seru Karin mantap.

Sontak saja permintaan Karin barusan membuat yang lain kaget.

"Karin, itu berbahaya. Kemungkinan besar nanti kita akan berhadapan dengan Niimi, Sena, Yura bahkan Rika!" seru Kazusa.

"Lagipula kau masih belum bisa mengendalikan kekuatan vampirmu," tambah Jin.

"Tapi aku ingin ikut!" seru Karin tegas.

"Kazune, kau tidak akan mengijinkan Karin ikut kan?" tanya Himeka.

Tampak Kazune berpikir. Sedangkan Karin menatap Kazune dengan jurus andalannya, puppy eyes no jutsu. Akhirnya Kazune menghela napas panjang.

"Baiklah, kau boleh ikut," ucap Kazune pada akhirnya.

Karin langsung senang. Berbanding terbalik dengan Kazusa, Jin, Micchi, Himeka, Miyon, dan Yuuki yg menatap horor ke arah Kazune.

"Kazune kau sudah gila ya. Mana mungkin kau biarkan Karin ikut. Bisa saja nanti dia akan ter-"

"Kalian akan melindunginya!" potong Kazune cepat.

"Heh?"

"Kalian akan melindungi Karin kan?" ulang Kazune seraya tersenyum.

Kazusa, Himeka, Jin, dan Micchi menelan ludah. Mereka tahu ini adalah ancaman untuk mereka walau Kazune mengatakannya dengan senyum.

"Kazune, jangan terlalu keras pada mereka. Aku bisa menjaga diriku sendiri," ujar Karin.

Kazusa langsung memeluk Karin. "Kakak iparku memang yang terbaik," ucapnya.

Kazune mendengus sebal.

"Hahahahaha Kazune tak perlu khawatir. Tanpa diminta pun kami pasti akan melindungi Karin apapun yang terjadi," ujar Jin. "Iya kan teman-teman?"

Kazusa, Himeka, dan Micchi mengangguk mengiyakan.

"Kalau begitu aku dan Yuuki juga ikut!" seru Miyon.

"Tidak boleh!" sahut Kazune.

"Eeehhhh kenapa?" protes Miyon.

"Sekarang Akira juga sudah menjadi bagian dari bangsa vampir. Jadi biar kami saja yang menanganinya. Manusia tidak perlu ikut campur," ujar Kazune.

"Tapi Akira juga teman kami dan sesama hunter. Jadi kami punya hak untuk-"

"Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh," potong Kazune tajam.

"Kalian tidak perlu khawatir. Kami bersumpah atas kehormatan bangsa vampir. Kami pasti akan melindungi Karin dan membawa pulang Akira," ujar Kazusa.

"Kalau begitu. Kazune kau juga harus ikut menyelamatkan Akira!" seru Miyon.

Kazune menaikkan sebelah alisnya. "Hah. Aku rasa itu tidak bisa," ucapnya.

"Kenapa?" tanya Yuuki.

"Karena giliranku untuk tampil belum tiba," ucap Kazune santai.

"Alasan macam apa itu?!" seru Miyon kesal.

"Tenang Miyon. Memang lebih baik jika Kazune tidak ikut. Bisa gawat kalau nanti Kazune bertemu Rika nanti," terang Micchi.

"Memangnya apa yang akan terjadi?" tanya Yuuki kepo.

"Sudahlah tak perlu dibahas lagi!" seru Kazune kesal.

"Hehehehehe kalau begitu kami pergi dulu. Lebih cepat lebih baik," ujar Kazusa seraya berlalu.

"Aku tidak menerima kata gagal!" sahut Kazune dingin.

"Iya ya kami tahu," balas Jin santai sambil menyusul Kazusa.

"Sampai jumpa Kazune, Miyon, Yuuki!"

Himeka, Karin, dan Micchi pun segera mengikuti jejak Kazusa dan Jin yang sudah terlebih dahulu keluar.

Miyon dan Yuuki saling berpandangan lalu menatap sang ketua dewan siswa yang sedang duduk santai seraya meminum tehnya.

"Kazune, sebenarnya apa alasanmu untuk tidak ikut mereka?" tanya Yuuki yang rupanya masih kepo perihal tadi.

"Aku bilang kan tidak usah dibahas!" sahut Kazune malas.

"Tapi-"

"Kalian tidak paham strategi ya. Seorang pemimpin adalah pengamat keadaan dan akan maju ke garis depan hanya pada saat terdesak," terang Kazune.

"Bukannya itu namanya pecundang ya," ejek Miyon.

Kazune menatap tajam Miyon. "Aku belum selesai bicara!" desis Kazune.

Miyon langsung tutup mulut.

"Tapi strategi yang lebih baik adalah dimana seorang pemimpin mampu memprediksi masa depan dan sudah mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari," lanjut Kazune. "Intinya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menguasai jalannya permainan atau disebut playmaker," tambahnya.

Yuuki dan Miyon hanya bisa melongo menatap Kazune. Mereka benar-benar tidak mengerti maksud perkataan dari seorang Kujyou Kazune.

"Kalian pikir, aku bisa setenang ini tanpa mempersiapkan apapun. Ini baru permulaan. Permainan yang sebenarnya baru setelah ini.'

Oke baik Yuuki maupun Miyon sama-sama sependapat bahwa Kujyou twin, Kazune dan Kazusa ini memang orang-orang yang tidak bisa diprediksi.

"Dan akan kupastikan bahwa akulah yang akan memenangkan permainan ini."

.

Di Tempat Lain

.

"Nona Rika, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Yura pada gadis yang sedang duduk manis di depannya.

Tampak Rika masih menatap serius ke arah papan catur yang sedang mereka berdua mainkan. Memikirkan langkah selanjutnya yang harus ia ambil. Ia hanya menggumam kecil menanggapi pertanyaan dari Yura, menunggu Yura untuk melanjutkan tanpa melepaskan pandangan dari papan kotak-kotak hitam putih itu.

"Tidakkah rencana nona ini terlalu kejam. Aku mengerti jika harus melibatkan para hunter dan vampir tapi... tapi sampai harus melibatkan manusia yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Aku pikir itu tidak adil," ujar Yura mengeluarkan uneg-unegnya.

Rika pun akhirnya melakukan pergerakan pada bidak caturnya sambil berkata, "Orang yang sudah mengambil banyak nyawa dengan cara yang keji tidak pantas mengatakan itu."

Kedua mata Yura membulat. Dirinya menatap tak percaya pada bidak kudanya yang sudah dimakan. "A-aku-"

"Giliranmu!" potong Rika cepat.

Yura pun tanpa pikir panjang langsung menggerakkan bidak menterinya.

"Apa kau sudah lupa soal peristiwa tujuh tahun lalu. Penyebab kematian kedua orang tua dan adikmu. Bahkan kau sampai ditangkap oleh para hunter," ujar Rika sambil membalas serangan Yura.

Yura menatap kosong ke arah bidak-bidak caturnya yang tersisa sedikit. "Dan Nona Rika lah yang menyelamatkanku dari kematian," ujarnya datar sambil menggerakkan bidaknya untuk memakan bidak milik Rika.

Walau bidak miliknya berhasil disingkarkan oleh Yura. Tapi Rika malah tersenyum puas sambil menggerakkan bidak kudanya maju.

"Skak match!"

Yura menatap tidak percaya begitu ia berhasilkan dikalahkan oleh Yura untuk tiga kalinya berturut-turut dalam hari ini.

"Nah kalau begitu turutilah kata-kata penyelamatmu ini wahai pionku!" seru Rika seraya tersenyum manis.

Yura hanya menatap datar ke arah Rika. "Aku sudah kalah." Lalu menghela napas panjang, "Sepertinya aku tidak akan pernah menang melawan nona dalam permainan catur."

"Permainan catur adalah permainan strategi. Dan aku tidak mungkin kalah jika berhubungan dengan strategi," terang Rika santai. "Lagipula aku sudah mempersiapkan rencana ini selama tujuh tahun ini."

"Sepertinya begitu," ujar Yura datar.

Tap tap tap

Baik Rika maupun Yura langsung menoleh ke asal suara.

"Ah Niimi, kau sudah datang!" seru Rika sembari bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri pemuda berambut hitam itu. "Aku sudah menunggumu dari tadi. Apa yang membuatmu lama?" tanya Rika seraya tersenyum di depan Niimi.

Niimi menelan ludah. Haruskah ia mengatakannya. "Sebe-"

"Ah kau tidak perlu mengatakannya. Aku sudah tahu kok. Pasti mengenai gadis itu kan," potong Rika cepat. "Jadi dimana gadis itu?" tanyanya lagi.

"Dia sudah aku kunci di kamarku," jawab Niimi.

"Ah begitu rupanya. Pantas saja kau lama, pasti kau kesusahan menghadapi gadis temperamen seperti dia," ujar Rika seraya berjalan kembali ke singgasananya.

"Nona Rika sebenarnya apa tujuanmu menyuruhku untuk menculik dia?" tanya Niimi tiba-tiba.

Rika berhenti sesaat lalu melanjutkan langkahnya dan duduk manis di kursi empuknya.

"Kenapa ya... aahhh mungkin aku hanya iseng saja," ujar Rika seraya tersenyum manis.

"Iseng?" tanya Niimi dan Yura bingung.

Rika mengangguk kecil. "Lagipula ini akan jadi menarik begitu melihat reaksi dari mereka. Aku berani bertaruh mereka pasti sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan gadis itu," terangnya.

Niimi dan Yura sama-sama tidak percaya jika nona mudanya melakukan semua ini hanya karena iseng. Karena mereka tahu betul Rika bukanlah orang yang akan bertindak tanpa rencana yang matang.

"Tapi..."

"Tapi?"

Rika tersenyum manis. "Permainan ini akan menjadi seribu kali lebih menarik jika-" Rika menatap Yura. Sedangkan Yura yang dipandangi hanya memasang wajah bingung.

"Yura, aku ingin kau melakukan sesuatu pada gadis itu!"

Niimi yang mengerti maksud perkataan Rika langsung membelalak kaget. "Jangan bilang Nona akan-"

"Yap, sesuai dengan pikiranmu," sahut Rika seolah-olah bisa menebak apa yang ada di pikiran Niimi.

Yura menatap Niimi sebentar lalu kembali menatap Rika sambil berkata, "Pemintaan Nona adalah perintah bagiku."

Setelah mengatakan itu, Yura membungkuk hormat lalu pergi keluar ruangan yang tak lama kemudian langsung diikuti oleh Niimi juga. Meninggalkan Rika yang tertawa puas di dalam ruangannya.

"Hahahahaha aku sudah tidak sabar dengan permainan ini. Pasti ini akan jadi menarik sekali hahahahaha."

.

Someone POV

.

"Yah, ini sudah tujuh tahun sejak nona terakhir menghubungiku."

Pandanganku menyapu setiap sudut sekitarku

"Hmm aku sendirian. Tenang saja."

"Kazusa sedang melacak lokasi gadis itu. Mungkin tidak lama lokasi nona akan ketahuan. Saran dariku sebaiknya nona segera pergi ke tempat lain."

Aku menarik jaketku lebih rapat. Udara semakin dingin saja di tengah musim gugur ini.

"Kazune, ah dia tidak ikut dalam misi penyelamatan ini. Bodoh sekali dia sampai dia tidak ikut. Tapi dengan begitu nona lebih mudah mengalahkan mereka bukan?"

Aku menghela napas panjang.

"Permainan? Ah kau bicara soal catur lagi."

"Iya aku mengerti. Aku juga berharap permainan ini menjadi lebih menarik lagi."

"Jujur saja aku sudah lelah memainkan peran ini."

"Tapi-"

Senyum mulai terukir di wajahku. "Aku menantikan saat impian nona berhasil tercapai."

"Sampai bertemu juga di sana." Setelah mengatakan itu, aku langsung menjauhkan benda bernama ponsel itu dari indra pendengaranku.

"Gomen Kazune. Gomen minna," ucapku sembari menatap layar ponselku dengan pandangan kosong.

"Hei ***, ayo kita pergi!"

Aku menoleh menatap sosok yang sedang melambai ke arahku. Aku segera menyimpan ponselku sambil mengangguk kecil ke arahnya. Lalu berjalan menghampirinya.

'Aku penasaran bagaimana hasil akhir dari permainan ini,' batinku.

"***, kau sedang memikirkan apa?"

"Bukan apa-apa. Aku hanya berpikir apa yang dilakukan Kazune sekarang selagi kita semua pergi," ucapku asal.

"Palingan Kazune sedang menikmati waktu minum tehnya sambil membaca bukunya."

"Ah kau benar juga. Kazune memang orang yang seperti itu," ujarku seraya tersenyum.

.

.

To Be Continued

.

.

Please Review


Sesi Balas Review ^^

Ah sebelumnya Bella mau minta maaf kepada semua reader yang nungguin fic Bella terutama yang De Angela. Sabar ya, Bella masih sibuk di-OSPEK sama kakak tingkat (-_-) Tetap lanjut kok terutama yang Virtual Game dan First Love Lesson, cuma nunggu fic De Angela tamat dulu ya. Jangan tanya kapan tamatnya, karena Bella juga nggak tahu kapan bisa nulis lanjutannya (-_-")

Oh ya, ada yang bisa nebak siapa pemilik POV di akhir chapter ini. Ayoooo tebak siapa. Tulis jawabannya di kotak review ya XD

Oke kita langsung ke balasan review ya. Cekidot ;)

Guest : Aktor cepetan lanjutin nya itu lagi seru banget tentang akimi akira niimi sweet romantic

Bella : Akira sama Niimi memang pasangan yang sweet walau sama-sama tsundere XD. Gomen lama update-nya. Bella harap guest-san masih bersedia menunggu kelanjutannya ^^

Sakurai Yuichii : Niimi, kamu jangan bohongin diri sendiri -,-. Pair AkiMi aku suka banget /gak_ada_yang_nanya_nak\

udahlah tanpa panjang lebar lagi aku cuma mau bilang semangat bwt authornya biar bsa lanjutin fictnya terutama de angela! Banyak yang nungguin /termasuk_kamu\

ganbatte kudasai #kavor

Bella : Hontouni arigatou karena Sakurai-san sudah menyukai pair OC milik Bella. Makasih juga untuk semangatnya. Untuk fic De Angela, sabar ya Bella masih mikirin ending yg bagus ;)

: Bella nee, akimi itu tsundere semua ya! Mereka saling suka ya? Up Up Up. Update ya e

Bella : Yap, pair Akimi memang sengaja Bella bikin tsundere biar greget X3. Kita sama-sama berdoa semoga mereka cepat jadian XD

Akira dan Niimi : Ogah banget!

Bella : Cieee yang kompakan ngomongnya X3 #digamparAkiraNiimi

Chinatsu Kinoshita : Bella-senpai~! Akhirnya Bella-senpai update fic ini! Natsu senang desu~ TT. Uhu... kalau dilihat kebanyakan tentang Akira sama Niimi ne? Natsu juga suka XD - Penggemar twincest. Dan juga Karin kasian amat ya ... Nggak dapat bagian XD #DiTabokKarin

Oh, well Yang penting GANBATTE~! Fight ! Natsu mendukung desu~ \O/ Peace, Natsu

Bella : #wajahbabakbelur. Ternyata Akimi bukan hanya tsundere tapi juga yandere~

Oh halo Natsu-chan. Bella juga suka twincest tapi disini Akira dan Niimi tidak diceritakan kembar lho. Dan soal Karin, daijobou Karin akan tetap mendominasi fic ini kan dia tokoh utamanya :). Makasih juga sudah dukung Bella. Lumayan yang SMS banyak, siapa tahu bisa jadi juara 1#plaaaakkkkk

azahnurbandini : Hehehehehehe Ok Authorr ;) hehehehe :D. Chapter kali ini bukan sambungan dari chapter sebelumnnya kan ? Pdhl aku pikir lanjutan hehehe. Tpi gpp Author ttp bagussss (y) hehehehe. Iyahhh" setujuuu Authorrr.. Adegan Jin x Kazusa jugaa hehehe. Nanti giliran Micchi x Himeka :p hehehe. Sekian Author dari aku. Ganbatte ne hehehe

Bella : Dini-chan kebanyakan bilang hehehehehe -". Kalau yang dimaksud soal misi Yura itu masih berlanjut kok cuma terhambat saja. Tahu sendiri kan Kazune dkk sudah mengawasi gerak-gerik Yura. Yap Bella usahin semua pair disini dapat porsinya masing-masing :). Arigatou atas semangatnya, Bella akan terus berjuang XD

Rin-chan 2930 : Akhirnya setelah sekian lama menunggu... Setelah bertahun-tahun menunggu... Setelah berbulan-bulan menunggu... Setelah berhari-hari menunggu... Setelah berjam-jam menunggu... Setelah bermenit-menut menunggu... Setelah- #plak #dibuang ke jurang

Yo! Rin kembali yo! Err, Niimi... kamu belajar dari mana adegan itu? Dari hape kamu ya? Sini Rin sita hapemu! #ditendang Niimi. Oya, Kazusa mati ya? Hiks hiks, Rin turut bersukacita (Kazusa: what?!) Chapter berikutnya jangan terlalu lama ya XD. De Angela juga Rin tunggu

Bella : Katanya Rin-chan dilempar ke jurang kok masih hidup -"#plaaakk

Niimi : #nendangRinsesuairequest

Author yang ngajarin aku adegan itu! :P

Bella : Keren kan adegannya X3. Btw Kazusa mati di DA, disini dia belum mati. Sabar ya DA masih dalam proses mikir.

Rere : kyaaaaa~ apa yg niimi lakukan _ uwaaaaa~ gakuna banget :') hey bella ne , kenapa gk ada adegan kazurin T.T tapi aku suka benget adegan akimi itu - oh iya kok aku makin bingung sama jalan ceritanya ya ? :/ pokoknya ini fit di update terus yaaaa *mmuuaaach XD. GANBATTE bella ne : - )

Bella : Kapan-kapan nanti Bella tambahin adegan KazuRin nya ^^. Sama Bella juga makin bingung sama alurnya#plaak. Iya Bella akan terus update kok cuma makan waktu lama saja -"

agung : Bella berjuanglah ya dalan menyelesaikan fic ini dan yang lainnya. karena agung suka fic buatan bella. Semangat ya Bella

Bella : Arigatou, Bella akan terus berjuang (^_^)b

sofia-siquelle : Hai hai,Bella-chan. Aku kembali lagi. Aku gak bisa berhenti teriak ala fangirl ngeliat adegan AkiraNiimi,so sweet banget ('/O/'). Ngomong-ngomong,Bella-chan,kayaknya Akira sama Niimi saling suka ya? Cuma belum nyadar aja. Buktinya Niimi sedih pas disuruh sama si Rika untuk ngebunuh Akira! Akira juga nge-blush pas Niimi ungkit-ungkit adegan chapter...4 ya? Baiklah,keep writing Bella-chan

Bella : Tanyain tuh kedua orangnya langsung#nunjukAkiradanNiimi

Akira : Amit-amit deh kalau sampai aku suka sama Niimi -_-

Niimi : Masih banyak cewek yg lebih baik dari Akira :v

Bella : #sweatdrop, Bella akan berusaha untuk tetap nulis di tengah kesibukan Bella ^^

Milla : Kyaa! Aku suka banget adegan Akimi di chapter ini;3 semoga di chapter depan lebih diperbanyak yaa;3 Kayanya disini sebenernya Niimi baik tapi karena mungkin ada suatu hal (yang kayanya menyangkut Akira) jadi dia terpaksa patuh sama Rika; Ah pokoknya update fast ya Bella-nee! Aku suka banget sama fict ini

Bella : Gomenne mungkin setelah ini Bella akan kembali fokus ke genre mystery dan action-nya mungkin. Tapi Bella usahain ada romance yg nyelip-nyelip dikit hehehehe XD. Mau kasih tahu saja Niimi itu baik, unyu, pinter. Pokoknya Niimi OC yang paling Bella sayang #pelukNiimi

Niimi : Eh eh author #kaget

Bella : Meski jadi tokoh antagonis. Bella gk tega bikin Niimi jadi jahat. Yang cocok tuh Rika, Yura, sama Kazusa tuh.

Kazusa : Woi kenapa namaku disebut juga#lemparjumrohkeauthor

Bella : Oi oi memangnya Bella setan -"

Lilly23 : Wiih.. Akira sama niimi. Romance banget..wkwkwk. Iya 2 kazusa sama jin juga harus ada..hehe..thanks..

Bella : Bella usahain bakal ada scene KazusaJin. Lagipula lucu juga bikin Kazusa yg agresif. Hehehehe sifatnya kebalik sama Jin ya -"

wanda : bellaaaaaaa ini benar benar kereeeeeeeeeeeen :3 aku gak tahan bacanya~ XD kapan dilanjut ? jangan lama lama yaaaa . semangat ya pasti otaknya ngebul banget XP. Peace :'v

Bella : Arigatou sudah dibilang keren#bungkuk. Gomen ya kalau lama. Bella sibuk terus sejak ganti status dari siswa jadi "maha"siswa -_-. Oke Bella usahain otaknya ngebul terus hehehehe peace juga XD

Popo : ini kapan dilanjut T.T ini kereeeeen banget fictnya XD aku gak tahan bacanya :3 apa yg dilakukan niimi ? apa akira mati ? :D. hey bella gambar di blog mu benar benar kereeeeeeen XD yuraaaaaaaa i love u

Bella : Makasih banget sudah dibilang keren X3. Daijobou Akira belum mati kok. Belum lho yaaa~

Akira : Berarti aku bakal mati dong nanti.

Bella : Hmm entahlah XP. Btw Yura, ada yg suka sama kamu XD

Yura : Terserah.

Bella : Dingin banget -". Ngomong-ngomong makasih ya untuk semua yang sudah review. Dan Bella ucapkan sejuta terima kasih bagi yang betah baca sesi yang super panjang ini. Bella saja malas nulisnya hehehehe. Maka dari itu sekian dari Bella. Sampai jumpa di lain waktu ^^