The Characters Masashi Kishimoto

Song © Sukima Switch (Ice Cream Syndrome)

Story by Ichamusume

Sasuke tengah tidur-tiduran di bawah hijau rerumputan di belakang sekolah, tempat tertenang dari seluruh bagian sekolah tersebut yang telah menjadi tempat terfavorit Sasuke untuk mencari ketenangan di tengah kebisingan lingkungan sekolah.

Teriknya matahari di penghujung musim panas itu tidak lantas membuat Sasuke beranjak dari sana, karena setidaknya ia terlindungi oleh pohon ek di sana.

Onyx Sasuke yang tengah tertutup perlahan terbuka dan langsung bertatapan dengan hijau daun pohon. Pikirannya melayang pada teman kecilnya, Haruno Sakura, yang tengah menghindarinya.

Ia tidak tahu apa yang membuat gadis itu selalu menghindarinya sejak insiden di tempat karaoke, jika mengingat hal itu seharusnya dialah orang yang harus marah pada Sakura—setidaknya sampai ia tahu siapa pemuda yang bersama Sakura saat itu.

Tapi pada kenyataannya, Sakura lah yang menjauhinya tanpa alasan yang jelas. Tentu saja ia tersinggung dan marah karena hal tersebut.

Walaupun ia merasa cemburu—atau apalah namanya itu—ketika Sakura bersama lelaki berambut merah itu, Sasuke tak mungkin dan tak akan pernah menjauhi Sakura seperti ini.

Sasuke menghembuskan nafas keras, ia mengacak rambutnya frustasi jika mengingat Sakura.

Sasuke mengambil sesuatu dari saku bajunya, sebuah foto yang sedikit lecek, foto dirinya bersama Sakura dan Naruto tahun lalu saat festival kebudayaan di sekolah mereka.

Sakura dengan pakaian maid-nya yang ketika itu tengah bertugas di kelasnya yang membuka café, jujur saja Sakura terlihat menggemaskan dengan telinga kelinci di atas kepalanya—tentu saja ia tidak mau mengakuinya.

Sedangkan ia dan Naruto menggunakan hakama setelah pertunjukan drama sebagai persembahan dari kelas mereka.

Di foto itu terlihat Sakura menggamit dirinya dan Naruto di kanan-kirinya sambil tersenyum manis, sementara Naruto menyengir lebar, ia hanya menoleh ke arah lain dengan tampang bosan seperti biasa.

Ia ingat setelah berfoto Sakura malah marah-marah padanya karena ia tidak tersenyum sama sekali dan menyuruh untuk berfoto ulang, tapi tentu saja Sasuke menolaknya mentah-mentah dan cepat-cepat kabur berdalih mau membantu bersih-bersih kelasnya yang sudah pasti hanya bualan.

Sasuke kembali menghela nafas panjang. Sakura. Mengapa sosok gadis itu sulit sekali hilang dari benaknya?

I realize this picture is not a permanent you
but somehow a reflection of how very far away you now seem to be

Sasuke tiba-tiba bangkit duduk dari tidurnya, "Untuk apa aku berdiam diri begini seperti orang idiot?"—dan sejak kapan ia berbicara pada dirinya sendiri? Tentu saja sejak Sakura membuatnya gila dengan perubahan sikap gadis itu.

Pemuda berambut raven gelap itu cepat-cepat beranjak dari duduknya seraya meraih ranselnya ia berlari mendekati gedung sekolah. Ia harus bicara pada Sakura sebelum semuanya terlambat.

And then I remember that camera finder—I need to look through it

Maybe I'll transmit this memory, filled with fervor as I reach out, to you

Langkah kakinya berderap cepat berlari menuju kelas Sakura menghiraukan begitu saja pandangan pasang mata yang menatapnya dengan berbagai sorotan.

Begitu ia mencapai kelas Sakura tanpa sempat mengatur nafasnya, Sasuke menggeser pintu kelas Sakura dengan kasar. Beberapa orang yang ada di sana menatap dirinya terkejut, namun onyx-nya hanya terfokus mencari cuatan rambut merah muda Sakura.

"Di mana dia? Di mana Haruno Sakura?" tanya Sasuke pada mereka yang ada di sana.

"Sakura—dia sudah pulang dengan Ino tadi." Ujar seorang gadis bercepol dua yang tentu saja tidak ia ketahui namanya saking malasnya menghapal nama orang.

Tanpa mengucapkan kata-kata lain bahkan terima kasih sekalipun Sasuke sudah berlari lagi.

Sambil berlari cepat ia memencet tombol-tombol ponselnya mencoba menemukan kontak Sakura dan menekan 'call' di sana, "Tsk." Sasuke berdecak kesal ketika nomor Sakura didapatinya sedang sibuk—tanpa ia tahu sama sekali bahwa Sakura juga tengah berlari mencarinya dan mencoba menghubungi pemuda itu di waktu bersamaan.

Sasuke masih terus berlari meninggalkan gerbang sekolah, tangannya dengan sigap mengetik pesan untuk Sakura dan sebelum pesannya terkirim email masuk dari Sakura telah lebih dulu di dapatnya.

Menarik. Sepertinya mereka berpikiran sama, karena kata-kata yang hendak dikirim Sasuke juga sama dengan yang telah dikirim oleh Sakura.

'Kau ada di mana? Aku mencarimu.'

Pemuda itu mendengus membaca pesan tersebut karena pandangannya telah menangkap soso gadis yang tengah dicarinya itu. Dengan cepat Sasuke membalas pesan Sakura, 'Diam di tempatmu sekarang.'

Dan disanalah Sasuke telah melihat Sakura perlahan memperlambat larinya hingga benar-benar berhenti setelah membaca pesan darinya dengan ekspresi bingung.

Sasuke memperlambat langkah kakinya hingga berjalan santai mendekati Sakura, yang tampaknya baru menyadari dirinya tengah mendekat ke arah gadis bermanik emerald tersebut.

Sasuke menyeringai pada Sakura ketika jarak mereka sudah tak lebih dari satu meter. Di sanalah, di bawah pohon Sakura yang belum bermekaran, mereka berdua berdiri saling menatap lurus ke manik lawan mereka.

Emerald dan Onyx bertemu. Saling berbagi ekspresi yang tergambarkan di sana.

And just like that, I wanna take you away

Words: 747

Sebelumnya saya minta maaf karena kelamaan update *bow*. Terus saya mau bilang, chapter depan adalah chapter akhir! Sedih juga tapi juga bercampur puas dan senang. Semoga saja saya gak malas dan bisa cepet update-nya #digeplak.

Makasih banyak atas review-nya: Dark Magician Girl, QRen, Chiwe-SasuSakuNaru, mysticahime, nta-unfinished. Saya udah bales review kalian lewat PM buat yang login.

Dark Magician Girl: Sama nih, saya aja baru remidi T.T #ikutcurcol #plakked. Haha. Terharu deh… Makasih banyak sebanyak-banyak deh XD semangat juga buat midnya dan membaca fanfic-nya #loh

QRen : Makasih reviewnya :D hehe, sori di chapter ini masih belum meluruskan salah paham tapi baru menuju ke sana.

Thanks For Reading.

See You In the Next Chapter!

I'll be pleasure if you leave me some review :)