YOU'VE GOT ME FROM HELLO

Judul : You've Got Me From Hello PART 8

Genre : Romance,Drama

Rate : T sampai M++?

Casts :

CHANKAI COUPLE

Kai EXO (GS)

Chanyeol EXO

Lay EXO

Onew Shinee

ETC

Warning : GS FOR SOME CHARACTER , OOC ,typo, crack!pair.

STORY DON'T BELONG TO ME

REMAKE DARI NOVEL SANTHY AGATHA DENGAN JUDUL YANG SAMA

FF ini sebenernya ada hubungannya juga dengan FF Sweet Enemy dan FF Perjanjian Hati yang sebelumnya dipost.

Jadi,di cerita aslinya ada empat cerita dari seriesnya.

You've Got Me From Hello ini cerita yang ke3.

Ini link cerita yang Sweet Enemy (SUDO couple) :

s/12301846/1/SWEET-ENEMY

link FF Perjanjian Hati (XiuHan couple) :

s/12317589/1/PERJANJIAN-HATI

Oh iya author juga post FF terbaru dari series ini, cekidot :

link FF Pembunuh Cahaya (Krishun couple)

s/12335647/1/PEMBUNUH-CAHAYA

Annyeong

Author kembali dengan update FF ini

Ya udah deh langsung aja

Enjoy~

PART 8

"Kau membuka pagiku dan juga menutup malamku, sesederhana itu aku menginginkanmu."

Ketika ponselnya berbunyi lagi, hampir jam sepuluh malam, Kai yang sudah berada dalam posisi meringkuk di ranjang dan bersiap tidur mengernyit. Dia sedang tidak enak badan, hari ini adalah hari pertama dia datang bulan dan dia selalu sedikit merasakan nyeri di perut bawahnya ketika sedang haid. Diangkatnya telepon itu,

"Yeoboseyo?"

"Kai?" suara Chanyeol yang dalam terdengar dari seberang sana, "Kenapa kau tidak datang kemari?"

"Oh... maaf Chanyeol." Dia lupa kalau sudah berjanji untuk ke cafe malam ini. "Aku... aku sedang tidak enak badan."

"Kau sakit?" suara Chanyeol terdengar cemas, "Kau sakit apa?"

"Anni..." Kai bingung, kehabisan kata-kata untuk menjelaskannya kepada Azka.

"Aku antar ke dokter ya?"

"Eh tidak usah..." Kai menelan ludahnya, "Ini sakit perempuan.."

"Sakit perempuan?" Dari suaranya Kai bisa membayangkan Chanyeol mengernyit di sana.

"Itu.. sakit perempuan setiap bulan."

Hening. Tampak Chanyeol berusaha menelaah kata-kata Kai, tetapi kemudian dia sadar,

"Oh."

Tiba-tiba saja Kai merasa geli karena sekarang Chanyeol yang salah tingkah.

"Maaf ya. Biasanya ini hanya berlangsung di hari pertama kok, mungkin kita bisa bertemu besok."

Hening, lalu Chanyeol bergumam, "Aku ke sana ya?"

"Jangan, aku tidak apa-apa kok."

"Aku akan kesana." Chanyeol bergumam dengan nada keras kepala, lalu menutup telepon.


Ketika pintu apartemennya terbuka, Chanyeol berdiri di sana sambil membawa kantong kertas makanan dari cafenya. Lelaki itu menatapnya dengan cemas,

"Kau tidak apa-apa?"

Kaii menggeleng lemah, memundurkan langkahnya dan mempersilahkan Chanyeol masuk,

"Sakit begini hanya bisa disembuhkan kalau berbaring."

"Kalau begitu duduklah berselonjor di sofa." Chanyeol mendahului Kai duduk di sofa, dan menunggu Kai datang. Dia mengambil bantal kecil dan meletakkan di pangkuannya, "Sini, berbaringlah di sini.

Sejenak Kai ragu, tetapi senyuman Chanyeol tampak begitu menenangkan, dan perutnya sakit. Dia tidak punya siapa-siapa di sini untuk mengeluh. Sambil menghela napas panjang dia duduk di sofa, Chanyeol langsung menariknya, menjatuhkan tubuh Kai supaya kepalanya berbaring di bantal di pangkuannya.

Rasanya begitu nyaman, meringkuk di pangkuan Chanyeol dengan jemari ramping lelaki itu mengelus rambutnya pelan.

"Sudah makan tadi?"

Kai menggelengkan kepalanya, "Tidak selera makan."

"Aku bawakan kentang goreng dan sosis dari cafe kalau kau lapar malam-malam." Jemari Chanyeol membelai rambutnya lembut, membuat Kai mengantuk.

"Gomawo Chanyeol.." suara Kai melemah, dia menguap.

"Tidurlah, aku akan menungguimu di sini."

"Terima kasih ya." Kai mengulangi ucapan terimakasihnya, lalu menutup matanya, merasakan damai yang menenangkan. Dia memejamkan matanya dan terlelap.

Chanyeol duduk di sana, mengamati Kai yang terbaring di pangkuannya. Hasratnya untuk memiliki perempuan ini begitu besar, tidak pernah dia rasakan sebelumnya pada perempuan manapun. Perempuan ini adalah hasratnya. Dan setiap kali pula Chanyeol rela melepaskan apa yang menjadi hasratnya, demi keharusan untuk memikul sebuah tanggung jawab.

Kali ini itu tidak akan terjadi. Chanyeol akan mempertahankan Kai di sampingnya. Lelaki itu lalu menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Kai yang terlelap dengan lembut.

"Saranghae, Kai."


Kai bangun di pagi hari dengan badan segar, dia membuka matanya dan menatap ruangan yang temaram. Masih sangat pagi sepertinya di luar, meskipun sinar matahari sudah menembus dengan malu-malu melalui gorden jendela.

Sejenak dia merasa bingung, kenapa dia tidur di ruang tamu. Tetapi dia lalu sadar.

Chanyeol..

Dengan gerakan pelan, Kai melihat ke atas dan menyadari bahwa kepalanya ada di atas bantal kecil di pangkuan Chanyeol. Lelaki itu tertidur pulas sambil terduduk, tubuhnya menyandar ke sofa dan kelihatannya sangat lelap.

Kai bergerak perlahan supaya tidak membangunkan Chanyeol. Tetapi rupanya Chanyeol terbiasa waspada ketika tidur karena dia langsung membuka matanya.

Mereka bertatapan, di pagi yang temaram dan udara dingin yang menguar sejuk dari jendela. Lalu Chanyeol tersenyum lembut,

"Good morning."

Tiba-tiba Kai merasa malu. Lelaki itu baru bangun dari tidurnya dan tetap terlihat sempurna, sedangkan penampilannya sekarang pasti sudah amburadul.

"Aku baik-baik saja."

"Sakit perutmu?"

"Sudah mendingan." Dengan gerakan canggung, Kai duduk dan menjauh dari Chanyeol, menyadari bahwa semalaman mereka sudah tidur bersama.

"Izinkan aku membuatkan sarapan untukmu." Chanyeol melirik ke arah kantong kertas makanan yang dibawanya dari cafe yang tidak tersentuh, "Mungkin makanan ini masih bisa diselamatkan."

Chanyeol kelihatan tidak canggung sama sekali, seolah-olah tempatnya memang di sini. Dia meraih kantong kertas itu, setengah bersenandung melangkah ke dapur Kai, dan memasak.

Kai sejenak termangu, menatap Chanyeol yang tampak begitu luwes dan santai memasak di dapur, lelaki itu tampak menikmatinya. Tiba-tiba Kai merasa tersentuh. Lelaki ini ingin menjadi koki, tetapi dia meninggalkan impiannya demi rasa tanggung jawabnya, dia pasti merasakan perasaan hampa di dalam dirinya. Kai sendiri tidak akan bisa membayangkan kalau dia tidak boleh menulis lagi.

"Aku akan ke kamar mandi dulu ya." Gumam Kai pelan dari sofa.

Chanyeol yang sedang memasak omelet beraroma harum dari bahan-bahan yang dia temukan di kulkas Kai, menoleh dan tersenyum lembut,

"Silahkan. Ketika kau kembali, makanan sudah siap."

Dan Chanyeol memang benar. Ketika dia selesai mandi, dapur itu beraroma harum dengan telur dan ham yang sudah digoreng, serta aroma kopi yang menguar memenuhi ruangan.

"Makanlah." Chanyeol mengedipkan sebelah matanya, "Sarapan spesial dari koki paling tampan di dunia." Gumamnya menggoda,

Kai terkekeh geli, dan Chanyeol meninggalkannya sebentar untuk ke kamar mandi.

Ketika kembali rambut Chanyeol basah dan dia tampak segar. Kai sudah menyeruput kopinya dan mencicipi sedikit omelet yang luar biasa enaknya itu.

"Suka?" Tanya Chanyeol duduk di seberang Kai di meja makan itu lalu menyesap kopinya yang masih mengepul panas.

Kai menganggukkan kepalanya, "Aku tidak pernah memakan omelet yang begitu enaknya. Omelet buatanmu memang lezat." Gumam Kai sambil tersenyum.

Tatapan Chanyeol di atas cangkir kopinya tampak begitu intens, "Kalau kau menikah denganku, aku berjanji akan membuatkan sarapan untukmu setiap pagi."

Hampir saja Kai tersedak omeletnya, dia mendongak dan menatap Chanyeol terkejut,

"Hah?"

Chanyeol terkekeh dan barulah Kai sadar bahwa Chanyeol sedang menggodanya. Pipinya langsung memerah karena malu.

"Tidak lucu, tahu." Gumamnya sambil cemberut,

Chanyeol masih terkekeh, tetapi matanya bersinar dengan serius, "Aku tidak sedang melucu Kai, bayangan itu ada di benakku. Kau dan aku menikah, lalu hidup bahagia selama-lamanya."

Kai merasakan jantungnya berdebar keras akibat kata-kata Chanyeol, "Bukankah masih terlalu dini membicarakan ini?"

"Ya." Chanyeol menganggukkan kepalanya, tidak membantah kata-kata Kai, "Tetapi aku tahu apa yang kurasakan, perasaan nyaman yang tidak pernah kurasakan sebelumnya kepada siapapun. Aku bisa saja duduk di sini berdua denganmu, tidak melakukan apa-apa dan tidak merasa bosan." Lelaki itu menyentuh jemari Kai dari seberang meja dan menggenggamnya sungguh-sungguh, "Beginilah yang kubayangkan akan kulalui bersama istriku nanti. Duduk bersama setiap pagi, mengawali hari dengan bahagia, lalu berpelukan ketika malam tiba."

Kata-kata Chanyeol terdengar luar biasa indah sehingga Kai terpesona. Dia membiarkan tangannya dalam genggaman Chanyeol dan menghela napas panjang.

"Tetapi kau tidak jujur kepadaku. Chanhyuk berkata bahwa perusahaanmu tidak hanya mencakup cafe itu dan lain-lain. Kenapa Chanyeol? Apakah kau tidak mempercayaiku? Apakah kau berpikir bahwa aku mungkin hanya mengincar hartamu?" Kai tiba-tiba merasa terhina, "Kalau kau memang berpikir seperti itu, kau bisa tenang, aku tidak butuh hartamu. Aku bahkan bisa menghidupi diriku sendiri dan tidak perlu bergantung pada seorang lelaki hanya untuk menghidupiku."

"Aku tahu kau orang yang mandiri Kai, aku tahu kau tidak mengincar harta dan kekayaan." Chanyeol menggenggam erat jemari Kai, mencegah ketika Kai berusaha melepaskan diri. "Aku merahasiakannya karena takut kau merasa canggung dan lari dariku. Aku hanya ingin kau memandangku sebagai pria biasa, bukan sebagai seorang miliarder yang berkuasa."

Kai tercenung, menerima betapa benarnya kata-kata Chanyeol. Kalau dari awal Chanyeol mengatakan bahwa dirinya sangat kaya, mungkin Kai akan merasa ngeri dan tidak akan memberi kesempatan kepada mereka untuk lebih dekat.

Kedekatan ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Ada suatu ikatan yang sangat erat di antara mereka, membuat dunia mereka saling tarik menarik.

Dan bahkan Kai bisa membayangkan kata-kata Chanyeol itu, mereka bersama-sama di pagi hari, memulai hari dengan bahagia dan berakhir di pelukan satu sama lain.

"Apakah kita akan berakhir di sana? Di impianmu tentang hidup bahagia selama-lamanya?" tanya Kai lemah.

Chanyeol tersenyum lebar, "Tentu saja Kai, Happy Ending, seperti akhir dari setiap novel romantismu."


"Bagaimana?" Chanyeol bertanya cepat ketika Johnny memasuki ruangannya. Johnny memang sangat tampan, dia adalah sahabat Chanyeol ketika kuliah di luar negeri sebagai koki. Dan Johnny adalah koki handal yang kemudian mengembangkan bisnis hiburan mencakup salon, butik, dan bakery serta rumah makan yang kebanyakan dibangunnya bekerjasama dengan Chanyeol.

"Dia terpesona kepadaku tentu saja." Johnny terkekeh, "Tetapi belum cukup untuk membuatnya berani mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahan itu."

"Kau sudah melakukan semua yang kukatakan kepadamu bukan?"

"Tentu saja, dengan sempurna. Aku mengunjunginya ke rumahnya, membawakan bunga lily kesukaannya, dia terkejut karena aku bisa mengetahui kesukaannya. Lalu aku menceritakan tentang kucing, seperti yang kau informasikan bahwa Sulli sangat menyukai kucing dan punya puluhan kucing di rumahnya. Dan sekali lagi dia terperangah karena aku mempunyai banyak sekali kesamaan dengan dirinya. Semuanya sempurna mulai dari makan malam, sikap lembut dan perhatian seratus persen. Aku yakin hatinya sudah berpaling, hanya saja belum ada sesuatu yang membuatnya mengambil keputusan penting itu. Seperti yang kau katakan, kau ingin membuktikan bahwa dia bisa mengkhianatimu bukan?" Johnny menatap Chanyeol tajam, "Dia tidak menolak ketika aku menciumnya semalam."

Sebuah bukti. Sebuah kenyataan akan pengkhianatan. Chanyeol sudah menduga bahwa Sulli tidak akan mampu bertahan. Perempuan itu mengatakan sangat mencintainya. Tetapi kalau dia sungguh mencintai, dalam keadaan apapun cinta tidak akan semudah itu tergoda untuk berkhianat.

Mungkin sejak awal Sulli tidak mencintainya, mungkin perempuan itu hanyalah terobsesi untuk memilikinya.

"Kalau begitu mungkin ini saatnya aku bertemu dengan Sulli."


Ketika Chanyeol datang, Sulli sangatlah gugup. Chanyeol sudah lama sekali tidak berkunjung. Dan Sulli... sudah terlalu sering menghabiskan waktunya bersama Johnny hingga sampai di titik dia sudah tidak peduli lagi apakah Chanyeol akan datang atau tidak.

Tetapi pernikahan mereka sudah dekat, pernikahan itu adalah puncak impian Sulli untuk bisa memiliki Chanyeol pada akhirnya, dan dia tidak akan mundur. Sulli hanya berharap dia masih bisa menghabiskan waktu bersama Johnny, mereguk seluruh perhatian yang tidak didapatkannya dari Chanyeol sebelumnya, dan semoga saja Chanyeol tidak akan tahu tentang perselingkuhannya sehingga pernikahan mereka akan berjalan mulus.

"Kemana saja kau selama ini Yeol?." Sulli memasang wajah merajuk, "Aku sampai berpikir bahwa kau mungkin sudah melupakanku."

"Aku sangat sibuk Sulli kuharap kau mengerti."

Sulli mendesah sedih, "Selalu begini Yeol, apakah nanti di kehidupan perkawinan kita juga akan seperti ini? Kau sibuk dengan pekerjaanmu dan mengabaikan aku?"

Chanyeol mengangkat bahunya, "Itulah konsekuensi kau menikah denganku, tidak akan berubah meskipun kita menikah. Aku mempunyai tanggung jawab yang besar di perusahaan yang tidak mungkin aku abaikan begitu saja. Kalau kau tidak siap menghadapinya kau bisa mundur."

"Apa?" wajah Sulli langsung pucat pasi.

Sementara itu Chanyeol memasang wajah datarnya, "Aku tidak bisa menjadi suami yang perhatian seperti yang kau inginkan, tidak akan pernah bisa. Kalau kau tidak siap menanggung kesedihan karena tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang suami, kau bisa mundur sekarang Sulli agar kau tidak menyesal. Kau tahu, aku tidak pernah memaksamu untuk menikahiku, untuk menjadi isteriku."

"Teganya kau!" Sullii berteriak, dan berurai air mata, "Kau sengaja melakukannya bukan? Kau sengaja mengabaikanku agar aku merasa tidak kuat dan membatalkan pernikahan ini? Kau ingin aku meninggalkanmu bukan? Agar kau tidak perlu memiliki istri yang lumpuh dan cacat sepertiku. Cacat karena kau!"

Perkataan Sulli itu membuat wajah Chanyeol memucat, tetapi dia mengendalikan diri dan berusaha membuat ekspresinya tetap datar.

"Well kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau! Karena aku tetap akan melanjutkan pernikahan ini! Apapun yang terjadi kau tetap akan menjadi suamiku dan aku akan menjadi istrimu!"

Lalu dengan marah Sulli memutar kursi rodanya, memasuki rumah dan meninggalkan Chanyeol berdiri di teras itu.


Kai sedang tidak ada pekerjaan. Revisian naskah dari editor belum diterimanya. Dia menghabiskan harinya dengan bermain game komputer sampai merasa bosan. Kemudian dia teringat perkataan Yoona pada hari itu, ketika mereka mencari data-data tentang Chanyeol di internet. Bahwa kita tinggal memasukkan sebuah nama saja di mesin pencari, dan kalau orang itu cukup terkenal, maka kita akan menemukan banyak informasi tentangnya.

Kai teringat, bahwa Chanyeol selalu tampak tampan di foto-fotonya di setiap kolom berita keuangan dan bisnis yang ada di internet. Lelaki itu memang berpenampilan berbeda, dengan jas resmi yang tampak sangat formal.

Dengan iseng, Kai membuka mesin pencari di internetnya, dan memasukkan nama lengkap Chanyeol di sana. Dalam beberapa detik, deretan hasil pencarian muncul.

Kai menelusurinya dengan sangat tertarik. Ada berita tentang merger hotel terbaru milik Chanyeol, pembukaan restoran bintang lima secara serentak, dan iklan tentang resor-resor mewah di kawasan pariwisata elit di beberapa kota.

Semua berita itu menyebut Chanyeol sebagai pemimpin perusahaan yang jenius dan kompeten.

Lalu mata Kai tertuju kepada sebuah kolom gosip. Hey... ada kolom gosip di antara semua berita keuangan dan bisnis ini. Dengan tertarik Kai membuka kolom itu. Itu adalah wawancara dan berita tentang profil Chanyeol, pengusaha muda yang sangat sukses dalam mengembangkan bisnis perusahaannya.

Kai membacanya dengan sangat tertarik, menelusuri kisah hidup Chanyeol dalam bentuk tulisan. Ternyata Chanyeol adalah seorang yang cemerlang dalam prestasi pendidikannya, dan juga...

Mata Kai berkerut pada sebuah berita bahwa Chanyeol sudah bertunangan dengan kekasih yang dipacarinya selama empat tahun. Tunangannya adalah seorang mantan model pro yang berhenti setelah mengalami kecelakaan, bernama Choi Sulli.

Jantung Kai berdebar keras, sebuah kejutan lagi... Chanyeol sudah bertunangan? Dan dari kolom berita itu, dikatakan bahwa tahun ini mereka akan menikah.

Dunia seakan runtuh di bawah kaki Kai.

TO BE CONTINUE

Nah itu updatenya. Semoga suka ya.

Ok ini balesan review dari chapter sebelumnya,

Cute, lightdarklord88, Guest(s) : Ini udah lanjut ya

Jjong86 : Iya. Ntar juga dapet karmanya

Kai : love you too wkwkwk. Iya langka banget ya kayanya cowo kaya Chanyeol di FF ini

Kaiya : Iya emang lagi banyak tugas negara. Hehe. Ini udah update ya.

Peri Rumah ; Wah… iya maafkan juga diriku baru bikin poster FFnya soalnya. Hehe.

GaemCloud347 : Jadi tidak ya… jadi tidak ya.. hmm

Jongiebottom : CY pasti selalu semangat kok. Hehe.

Oh iya author bisa dikontak lewat :

Instagram : ot12barbiegirl

Twitter : ot12barbie

Ok deh. See you next chapter ^^