NOW PLAYING : Iwan Fals - Ijinkan Aku Menyayangimu
Andai kau ijinkan walau sekejap memandang
Kubuktikan padamu aku memiliki rasa
Cinta yang ku pendam tak sempat aku nyatakan
Karena kau telah memilih menutup pintu hatimu
WU FAMILY SAMPE SINI AJA YAH ? GIMANA DONG ? /DIGAMPARIN READERS/
TETEP PANTENGIN, TETEP KASIH MASUKAN BIAR AUTHOR GA MONOTON LANJUTIN CERITANYA
BISA KASIH MASUKAN DAN SARAN KEDEPANNYA CERITANYA MAU KAYA GIMANA
MAKANYA REVIEW TERUS YAH
NOTE: NCNYA DIGANTI SAMA ROMANCE DULU YAH~
WARNING !
YANG GA TAHAN BACA FF INI SILAHKAN KLIK TOMBOL SILANG
YANG BERADA DI POJOK KANAN ATAS
TERIMAKASIH
BOYS X BOYS
TYPO MODE: 0N
WU FAMILY
CHAPTER 7
CERITA SEBELUMNYA:
"Chagiya kau lama sekali, darimana saja ?" tanya kyungsoo manja
"Mpph eh ? aah iya maaf hehe" jawab chanyeol gugup
"Ah iya, hehe baekhyun kenalkan, ini Park Chanyeol pacarku. Dia tampan kan ?" ucap kyungsoo sembari menggandeng lengan chanyeol
"Ah ne ... dia tampan" jawab baekhyun pelan
Rasanya baekhyun ingin menangis saat itu juga, hatinya sungguh sangat sakit. Baekhyun merasa telah dikhianati, telah dicampakan dan merasa telah dipermainkan oleh chanyeol. Orang yang berhasil membuat baekhyun jatuh cinta kepadanya.
"Aku pergi dulu kyungsoo, sudah malam" ucap baekhyun diiringin dengan isakan tangis dan air mata yang keluar dari matanya.
"Baekhyun ... " ucap chanyeol pelan sembari melihat baekhyun pergi menjauh
"Baekhyun ..."
"Hati hati di jalan baekhyun !" teriak kyungsoo sembari melambaikan tangannya.
Tapi baekhyun malah acuh, dia tidak menghiraukan kyungsoo apalagi chanyeol. Terlalu sakit untuknya menerima semua kenyataan ini. Ketika cinta tak berlabuh dengan sempurna. Ketika cinta tak bisa terbang dengan menggunakan satu sayap, dan ketika cinta bertepuk sebelah tangan.
"Chagiya kenapa lama sekali ? kau dari mana saja ?" tanya kyungsoo sembari menggandeng tangan chanyeol
"Sebentar sayang, tunggu disini dulu" pinta chanyeol
Tiba tiba chanyeol pergi dari sisi kyungsoo dan berlari kearah perginya baekhyun. Kyungsoo yang saat itu masih bingung dengan tingkah chanyeol yang mendadak akhirnya hanya bisa menuruti semua permintaannya.
Chanyeol berlari dengan tergesa gesa, matanya tak henti hentinya melihat sekeliling hanya untuk mencari keadaan baekhyun. Setitik cahaya menerangi jalanan yang ramai oleh orang orang asing, chanyeol berharap akan menemukan sosok indah itu. lama chanyeol mencari tak kunjung menemukan sosok baekhyun, orang yang dia sakiti hatinya.
Mungkin bodoh bagi baekhyun dapat percaya akan semua perkataan chanyeol. Dia mengutuk hatinya sendiri untuk tidak berhubungan lagi dengan chanyeol, dan menutup semua pintu hatinya untuk siapapun. Egois ? terlalu dramatis ? memang inilah yang dinamakan sakit karena cinta.
KEDIAMAN WU
BRAK !
Baekhyun langsung masuk dengan tergesa gesa sembari membanting pintu masuk. Hatinya sedang kacau saat ini, terluka oleh ulahnya sendiri. Terlalu banyak masalah yang ia rasakan sekarang. Baekhyun hanya butuh waktu, waktu untuk menerima semua kenyataan ini.
Kris yang saat itu mengetahui keadaan baekhyun yang tidak dalam kondisi yang baik, lantas dirinya langsung berlari menghampiri baekhyun. Satu pelukan hangat dari kakaknya kris mungkin sudah cukup untuk menenangkannya. Hanya kris yang mengerti baekhyun, hanya kris yang tidak akan menyakiti baekhyun, dan hanya kris yang bisa membuat baekhyun nyaman.
Kedua tangan kris terus memeluk tubuh baekhyun, tak ingin rasanya tangan kris berpindah ke sisi lain. Ketika melihat baekhyun seperti ini hati kris terasa tergores, meskipun kris tidak tau apa yang tengah menimpa baekhyun saat ini.
Terlalu intim memang hubungan antara kedua kakak beradik ini, akan tetapi ketika cinta sudah datang menyapa, siapa yang akan berani menolak ? tidak dengan baekhyun dan juga kris. Mereka membiarkan rasa cinta diantara mereka mengalir begitu saja. Baekhyun terluka oleh cintanya pada chanyeol dan kris terluka oleh cintanya pada baekhyun.
"Jangan bersedih chagiya, apapun yang menimpamu aku akan selalu disisimu" ucap kris lirih
"Apa aku diciptakan untuk disakiti ? apa aku dilahirkan untuk di sia siakan ? apa aku dibiarkan untuk dipermainkan ?" racau baekhyun tak jelas.
Tak terasa kini air mata mulai membasahi pelupuk mata dan turun indah menghiasi pipi baekhyun. Sakit yang sedaritadi ia rasakan kini mulai dapat sirna dengan adanya kris.
"Kau berharga Wu Baekhyun" ucap kris lembut sembari mengusap pelan air mata baekhyun
"Hyung ... " ucap baekhyun lirih sembari menatap dalam dalam mata kakaknya itu.
"Iya sayang ?" jawab kris yang kini tengah mengelus elus rambut baekhyun.
"Bisakah kau menemani aku tidur malam ini ? aku tidak mau tidur sendirian, bisakah hyung tetap disisiku ?" sekarang suara baekhyun terasa gontai, air mata yang tak henti hentinya jatuh dari kelopak matanya menandakan begitu dalamnya luka goresan yang diberikan oleh chanyeol pada hati baekhyun.
Mendengan perkataan baekhyun tadi, kris langsung mengerti. Masalahnya kali ini begitu sangat berat, tidak biasanya baekhyun cepat putus asa seperti ini. Baekhyun hanya ingin menjauh, baekhyun hanya ingin mencari ketenangan, baekhyun hanya ingin membersihkan semua perasaannya kepada chanyeol.
"Apapun untukmu, aku akan selalu disisimu chagiya" ucap kris lalu tersenyum manis dihadapan baekhyun.
Pelan pelan kris mulai menautkan bibirnya pada bibir baekhyun, hangat yang ia rasakan. Kenyamanan tersendiri antara kris dan baekhyun. Lama semakin lama kris menikmati setiap inci bibir baekhyun mebuatnya semakin terbuai.
Baekhyun perlahan mulai memperdalam ciumannya pada bibir kris, mengulum sesekali mengigit bibir atas kakaknya itu. tidak ada nafsu disana, hanya rasa kasih sayang yang butuh untuk disalurkan. Lama kris mengulum bibir bawah baekhyun membuat baekhyun melayang dibuatnya. tangan kris pelan pelan mengusap pipi baekhyun hanya untuk menenangkannya.
Lama mereka bercumbu satu sama lain, akhirnya kris mulai menjauhkan tautan bibir mereka. kris sejenak menatap manik manik lembut mata baekhyun. Andai saja baekhyun bukan adiknya, pasti mereka sudah menikah dan hidup bahagia sekarang.
"Aku mencintaimu wu baekhyun" ucap kris mantap sembari menatap mata baekhyun lembut
"Aku sangat ingin bersamamu hyung"
"Aku akan selalu menjagamu, dan kau tak perlu lagi merasakan kesedihan di sini"
Merekapun akhirnya terlarut dalam kesedihan yang diselimuti sang malam, seakan akan malam hari itu pun menajdi saksi betapa kecewanya hati dan perasaan baekhyun terhadap chanyeol.
KEESOKAN HARINYA
Seroang wanita berparas cantik tengah duduk dan menikmati secangkir kopi kesukaannya, terlihat mukanya yang tegas dan penuh dengan kekesalah terpancar disana. Nampaknya dia tengah menunggu kehadiran seseorang.
Benar saja, orang yang ditunggu tunggu itu pun telah datang. Seorang pria yang cukup tampan mulai menghampiri wanita tadi.
"Terlambat 20 menit" ucap wanita itu
"Maafkan aku, kau tau kan kota seoul macetnya seperti apa ?" elak pria itu
"sudahlah aku tidak perlu alasanmu" ucap wanita itu lagi
Setelah beberapa lama berbincang dan memesan beberapa makanan, wanita itu pun lantas menyodorkan sebuah foto. Entah apa yang diinginkan oleh wanita itu yang tiba tiba menunjukkan sebuah foto pada pria itu.
"Aku ingin kau hancurkan orang ini" ucap wanita itu
"Ini Baekhyun kan ?! kau sudah gila jessica" tolak pria itu sembari menatap lekat lekat foto yang jessica berikan.
"Aku memang sudah gila, dan kau harus menuruti semua perkataanku" ancam jessica
"Aku tidak mau !" tolak pria itu
"Hahaa ... " kini hanya gelak tawa yang terdengar
"Lakukan. Dan aku tidak ingin ada kata penolakan" jelas jessica.
Kini jessica mulai pergi meninggalkan pria itu yang masih terlihat kebingungan. Entah apa sebenarnya yang diinginkan oleh jessica. Tapi pria itu mau tidak mau harus menuruti semua keinginan jessica. Baekhyun sudah hancur saat ini, dan apa yang diharapkan oleh jessica ? satu yang dia harapkan. Membuat baekhyun merasakan apa yang dia rasakan dulu.
KAMPUS BAEKHYUN
Seperti biasa, keadaan kampus baekhyun selalu ramai, baik itu oleh kegiatan mahasiswanya ataupun oleh kegiatan kegiatan lain. Kala itu lay, xiumin, dan chorong sedang duduk dibawah pohon rindang. Mereka memang selalu menghabiskan waktu disini, baik itu untuk makan, mengobrol, bahkan untuk istirahat memejamkan mata sejenak. Tapi saat itu ada yang berbeda. Sosok baekhyun dan kyungsoo tidak nampak disana.
"kyungsoo dengan baekhyun kemana ? apa mereka tidak pergi ke kampus hari ini ?" tanya xiumin pada lay
"Entahlah, aku tidak tau, mereka biasanya datang paling awal, apalagi baekhyun. Apapun yang terjadi dia selalu datang ke kampus" jawab lay
"Kemana mereka berdua ... " ucap xiumin pelan
"Mungkin mereka ada urusan" sekarang chorong yang berbicara
"Apa aku menyuruhmu untuk berbicara ?" ucap xiumin
"Memangnya aku tidak boleh berbicara ? dasar pipi bakpau!"
"APA ?! katakan sekali lagi"
"PIPI BAKPAU !"
"Kau ... !"
"Aish sudah cukup ! apa kalian tidak bisa berhenti bertengkar ?" ucap lay yang agak sedikit emosi karena melihat tingkah laku kedua temannya itu.
"Dia yang mulai !" teriak xiumin
"Aku ? jelas jelas itu kau !" teriak chorong tak mau kalah
"Kauuu !"
"Kaauu !"
"KAAAAUUU !"
"Aish ..." gumam lay karena tidak tau harus berbuat apa lagi
Entah apa jadinya jikalau mereka berdua terus seperti ini, kehidupan lay mungkin tidak akan tenang. Xiumin dan chorong masih saja bertengkar, tapi tidak lama kemudian chanyeol datang menghampiri mereka dengan tergesa gesa.
"Sunbae, apa sunbae melihat baekhyun sunbae ada dimana ?" tanya chanyeol gugup
"Baekhyun ? nah justru itu kami juga tidak tau dimana dia sekarang" jawab lay
"Kau cari saja ke rumahnya, mungkin dia ada disana" usul chorong pada chanyeol
"Ah ... kali ini aku setuju denganmu" timpal xiumin yang langsung menepuk nepuk kepala chorong.
"Iya, sebaiknya kau lihat saja dia di rumahnya" ucap lay meyakinkan
"Hmm baiklah kalau begitu, aku akan ke rumahnya sekarang. Terimakasih atas infonya sunbae" ucap chanyeol dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga
Akan tetapi ketika chanyeol berniat untuk meninggalkan mereka bertiga, kyungsoo tiba tiba datang dan menghampiri mereka.
"Chagiyaa kau mau kemana ?!" teriak kyungsoo karena melihat chanyeol berlari tergesa gesa
Mendengar perkataan kyungsoo tadi lay, xiumin, dan chorong langsung menoleh dan memperhatikan kyungsoo. Kyungsoo yang keceplosan saat itu menjadi kikuk. Raut wajahnya kini berubah menjadi merah padam.
"Chagiya ?!" ucap lay tak percaya
"Sayang ?!" timpal chorong
"Kau dengan chanyeol ?!" kini xiumin yang berbicara
"KAU HARUS MENJELASKAN INI SEMUA" ucap mereka bertiga pada chanyeol
Sementara lay, xiumin, dan chorong sedang meminta penjelasan terhadap kyungsoo, chanyeol dengan secepat mungkin mencari keberadaan baekhyun di rumahnya. Dia yakin ini kesempatan terakhirnya, chanyeol ingin menjelaskan semuanya, semua tentang perasaannya terhadap baekhyun.
KEDIAMAN WU
Tekad baekhyun sudah bulat, tidak ada lagi kata cinta, tidak ada lagi kata harapan, dan tidak ada lagi chanyeol. Sudah cukup hatinya sakit seperti ini tak ingin lagi baekhyun membuka hatinya untuk siapapun terutama chanyeol.
Sekeras apapun baekhyun membentengi hatinya, sekuat apapun baekhyun melupakan chanyeol, dan separah apapun rasa sakit hati yang diberika oleh chanyeol, tapi hati kecilnya berkata lain, hati kecilnya tetap mencintai chanyeol dan ingin tetap bersama chanyeol meskipun chanyeol telah melukainya.
"Hyung kau tidak masuk kampus hari ini ?" tanya sehun sembari membetulkan seragam kesayangannya
"Hari ini hyung tidak enak badan, sehunie sudah sarapan ?" kini baekhyun yang balik bertanya
"Sehun sarapan nanti saja di sekolah, hyung sakit apa ? biar sehun antar ke dokter ne ?" ucap sehun agak sedikit panik
kini sehun pun mulai mendekati baekhyun, memegang lembut kening baekhyun untuk memastikan kakaknya itu tidak apa apa.
"Hyung tidak apa apa kan ?" tanya sehun sembari menatap dalam dalam mata baekhyun
"Iya hyung tidak apa apa sehunie" jawab baekhyun sembari tersenyum manis
sekarang sehun mulai memeluk badan baekhyun dengan erat, kapala baekhyun sengaja sehun sandarkan di dadanya. karena dibandingkan dengan baekhyun, sehun lebih tinggi. sehun terus memeluk erat kakak kesayangannya itu. dengan penuh kehati hatian sehun mulai mencium pucuk kepala baekhyun.
"Sehun sayang hyungie, jangan sakit lagi ne ? cepat sembuh hyung" ucap sehun manja
"Ne arraseo" jawab sehun sembari tersenyum manis pada sehun
cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya sehunpun tersadar kalau sekarang dia sungguh sangat terlambat untuk pergi ke sekolah
"Aissshh ! bagaimana ini !" teriak sehun sembari melepaskan pelukannya pada tubuh baekhyun
"Cepat pergi ke sekolah dan jangan lupa makan" ucap baekhyun sembari mengelus lembut pipi sehun
"Ne hyungg, sehun berangkat sekolah dulu" teriak sehun
Setelah sehun pergi meninggalkan baekhyun sendirian, baekhyun memutuskan untuk menenangkan dirinya dengan berjalan jalan di taman dekat rumahnya. Dia berharap dapat melupakan kejadian yang membuat hatinya terluka. Tidak banyak yang diinginkan baekhyun, ia hanya ingin semuanya kembali seperti semula, tidak perlu adanya kesakitan dan penyesalan.
Baru beberapa langkah baekhyun pergi meninggalkan rumahnya, tiba tiba hatinya mulai terasa tidak enak, bayang bayang chanyeol masih saja setia mengisi pikirannya.
BRUKK !
KAMPUS BAEKHYUN
Kini lay, xiumin, chorong, sedang membunuh kyungsoo dengan berbagai macam pertanyaan. Pasalnya kali ini kyungsoo yang membuat kesalahan, dengan telah menyembunyikan bahwa dia sebenarnya telah mempunyai kekasi yaitu park chanyeol.
"Kyungsoo-ah. Kau kejam sekali kepada kami" ucap lay dengan tatapan yang tajam
"Iya kyung, apa kami ini tidak lagi kau anggap teman ?" sekarang xiumin yang bertanya dengan nada sedih
"Aish ! bukan seperti itu. jadi ... " jelas kyungsoo tapi terpotong oleh perkataan lay
"Jadi kau akan menyembunyikan ini semua pada kami ?" ucap lay memotong pembicaraan kyungsoo
"Dengarkanlah dulu ... " rengek kyungsoo
"Kalian ini, biarkanlah kyungsoo memberikan penjelasan terlebih dahulu" ucap chorong yang membela kyungsoo
"Ah baiklah, sekarang apa pembelaanmu ?" tanya lay tegas
"Jadi aku memang sudah lama berpacaran dengan chanyeol, tapi aku merahasiakan dari kalian. Kalian tau kan orang tua ku melarang aku berpacaran ? bisa mati aku kalau mereka tau aku memiliki pacar. Makanya aku merahasiakan ini semua dari kalian" ucap kyungsoo dengan nada yang dibuat sedih
"Jadi semua ini karena itu ?" hardik lay
"Kau tidak berbohong kan pada kami ?" timbal xiumin
"Aish ! Aku tidak berbohong, lay, xiumin, chorong. aku berencana akan memberi tau kalian pada saat ulang tahun chanyeol nanti, karena aku akan memberikan kejutan padanya" jelas kyungsoo lagi
"Tetap saja kau telah berbohong pada kami" ucap xiumin dengan matanya yang membulat
"Baiklah baiklah kali ini kau kami maafkan" sekarang lay yang berbicara dengan nada lembut.
"Benar ? yeesss ! kalau begitu aku akan mencari chanyeol dulu" ucap kyungsoo sembari berlari untuk mencari chanyeol.
Setelah lay, xiumin, dan chorong mengetahui siapa sebenarnya kekasih kyungsoo mereka sekarang merasa sudah tenang. Karena mereka yakin kalau park chanyeol adalah orang yang baik dan tidak akan mengecewakan kyungsoo.
KEDIAMAN WU
BRUKK !
Tiba tiba seseorang datang dan tiba tiba memeluk tubuh baekhyun erat dari belakang, hal itu sontak membuat baekhyun terkejut dan sekaligus merasa ketakutan. Baekhyun berusaha untuk berontak tapi usahanya tidak membuahkan hasil, semakin keras ia berontak semakin erat pula dekapan orang itu padanya.
"Maafkan aku ... " ucap orang itu pelan ditelinga baekhyun
"Lepaskan aku sekarang" pinta baekhyun sembari meneteskan air matanya
"Aku mohon maafkanlah aku" ucap orang itu lagi
"Aku mohon lepaskan aku" pinta baekhyun, kali ini dengan nada yang berbeda
"Aku bisa menjelaskan semua ini" ucap orang itu lagi
"Lepaskan aku sekarang juga PARK CHANYEOL !" Sekarang baekhyun mulai berteriak frustasi
Akhirnya chanyeol mulai melepaskan perlahan lahan pelukannya pada tubuh baekhyun. Chanyeol dengan perlahan mulai membalikan tubuh baekhyun agar menghadap tubuhnya, dengan penuh kehati hatian chanyeol mulai menghapus air mata di pipi baekhyun dengan ibu jarinya.
Tapi baekhyun menolak, sebisa mungkin dia menahan tangan chanyeol. Menerima penolakan baekhyun tidak membuat chanyeol putus asa. Kini dirinya mulai menggenggam kedua tangan baekhyun dengan erat, menatap manik manik mata baekhyun yang selalu membuatnya gila.
"sesakit itukah ?" kini chanyeol mulai berbicara dengan lembut
Tapi reaksi baekhyun hanya diam, hanya air mata yang tak henti hentinya keluar dan membasahi raut wajah baekhyun. Chanyeol yang melihat sikap baekhyun yang seperti itu kini mulai menggenggam lebih erat tangan baekhyun, dan tanpa sadar chanyeol mulai meneteskan air matanya juga. Air mata penyesalan karena telah menyakiti dan melukai perasaan baekhyun.
"Baekhyun ... " ucap chanyeol lemah
Keheningan mulai tercipta diatara mereka, hanya isakan tangis penyesalan dan kekecewaan yang ada. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Perlahan chanyeol mulai mendekatkan tubuhnya pada tubuh baekhyun, perlahan dirinya mulai memeluk baekhyun erat dan tak ingin melepaskannya lagi.
Baekhyun hanya terdiam, dirinya masih merasakan sakit oleh sikap chanyeol, tapi dia tak bisa membohongin hati kecilnya karena masih mencintai chanyeol.
"Jangan sentuh aku" kini baekhyun mulai berbicara
"Aku mohon jangan sentuh aku"
"Jangan pernah dekati aku lagi"
"Dan aku mohon, jangan pernah datang kembali ke kehidupanku lagi"
Kata kata baekhyun tadi membuat chanyeol semakin merasa sakit dan bersalah, apakah sakit yang dirasakan baekhyun terlalu dalam, apakan baekhyun tidak ingin lagi menemuinya. Segelintir pertanyaan seperti itu terus mengiang didalam pikiran chanyeol. Tapi chanyeol tidak berniat untuk melepaskan pelukannya pada baekhyun, tetapi sekarang pelukan itu mulai terasa semakin erat dan nyaman.
BUKK !
Terdengar suara pukulan yang cukup keras yang menghantam tubuh chanyeol hingga akhirnya chanyeol pun tersungkur dan jatuh. Rupanya baekhyun benar benar tidak ingin chanyeol sentuh, pukulannya pada dada chanyeol terasa sangat kencang.
Seketika itu juga chanyeol bangkit dan langsung menggenggam tangan baekhyun kembali dengan sangat erat. Chanyeol tak henti hentinya menatap lembut mata baekhyun, hanya berharap baekhyun akan memberinya satu kesempatan lagi. Baekhyun masih terus menangis, matanya kini mulai terlihat memerah karena emosi dan rasa sayang pada chanyeol telah bercampur aduk.
Kini chanyeol mulai berbicara didahapan baekhyun dan mengungkapkan seluruh perasaannya yang tulus terhadap baekhyun.
"Andai kau ijinkan walaupun hanya sekejap tuntuk memandang, akan aku buktikan kepadamu bahwa sesungguhnya aku meiliki rasa" ucap chanyeol tulus yang masih terus menatap lembut manik manik mata baekhyun.
"Cinta yang selama ini kupendam, belum sempat aku nyatakan. Karena kau telah memilih untuk menutup pintu hatimu" dengan perlahan, wajah chanyeol mulai mendekati wajah baekhyun tanpa melepaskan pandangannya pada mata baekhyun.
"Aku mohon, kali ini Ijinkan aku membuktikan, bahwa Inilah kesungguhan rasa. Dan Ijinkan aku menyayangimu bakehyun" tanpa terasa air mata chanyeol mulai jatuh dan membasahi pipinya sendiri.
Mendengar semua perkataan chanyeol mebuat hati baekhyun perlahan mulai luluh, dia tau sebenarnya dia mencintai chanyeol dan tidak ingin kehilangan chanyeol. Tapi dirinya terlalu ragu untuk kembali mempercayai chanyeol.
Melihat sikap baekhyun yang hanya diam, chanyeol mulai membisikan sesuatu pada baekhyun.
"Sayangku, dengarkanlah isi hatiku. Cintaku, Dengarkanlah isi hatiku" bisik chanyeol lembut penuh dengan perasaan.
Entah mengapa setelah mendengar hal itu hati baekhyun menjadi semakin sakit. karena dia tau, dengan mepercayai perkataan chanyeol akan membuka luka pada hatinya terbuka kembali dan membuatnya semakin sakit.
Perlahan baekhyun mulai tersenyum dan menatap mata chanyeol dalam dalam. Kini tangannya mulai ia tumpukan pada dada chanyeol, dan perlahan mulai berbicara.
"Aku tak akan pernah bisa memaksamu untuk tinggal di sisiku, Walaupun kau yang selalu sakiti aku dengan semua perbuatanmu. Namun sudah kau pergilah, Jangan kau sesali" ucap baekhyun sembari tersenyum menatap chanyeol, tapi matanya tak henti hentinya meneteskan air mata.
"Karena ku sanggup walau ku tak mau ... " ucap baekhyun disela sela isakan tangisnya
"Baekhyun ... " ucap chanyeol lemah.
Tapi kemudian jari telunjuk baekhyun, ia tepelkan di bibir chanyeol hanya untuk mengisyaratkan kepada chanyeol untuk tidak berbicara.
"Berdiri sendiri tanpamu" perlahan baekhyun mulai melanjutkan perkataanya sembari menahan air mata yang keluar dari pelipis matanya.
"Tapi aku mau kau tak usah ragu untuk meninggalkanku. Mungkin akhirnya memang harus begitu" jelas baekhyun
Baekhyun tau bahwa dirinya telah membohongi perasaanya sendiri. Hatinya masih merasakan cinta pada chanyeol, tapi sakit yang ditorehkan oleh chanyeol terlalu dalam dan akan sulit untuk baekhyun dapat kembali seperti semula.
Keni baekhyun mulai berjalan menjauh dari tubuh chanyeol, baekhyun mulai tersenyum dan menghapus semua air mata yang keluar. Chanyeol hanya bisa tertunduk, apakah baekhyun sekuat itu, apakah baekhyun benar benar setegar itu menerima bahwa dirinya telah melukai hati baekhyun.
Beberapa lama chanyeol masih tertunduk tetapi kini tangannya mulai kembali menggenggam tangan baekhyun. Kali ini genggamannya tidak erat, hanya genggaman penuh dengan pengharapan.
"Tetapi bila cinta tak akan pernah menyatukan kita, dan bila kita tak ditakdirkan untuk bersama. Tapi, tetaplah ijinkan aku untuk menyayangimu baekhyun" pinta chanyeol dengan tulus kepada baekhyun.
Kali ini sisi lain dari park chanyeol mulai baekhyun lihat, kali ini baekhyun merasakan kesungguhan dan perasaan cinta yang tulus dari chanyeol.
Tangan chanyeol mulai mengelus lembut pipi baekhyun, perlahan chanyeol mulai menatap mata baekhyun dalam dalam dan mulai mendekatkan wajahnya pada baekhyun. Entah siapa yang memulai tapi kini bibir chanyeol berhasil menyentuh bibir baekhyun lembut. Chanyeol mulai mencium bibir itu lembut, baekhyun yang menerima ciuman itu hanya diam dan memejamkan matanya. Baekhyun tidak bisa mengingkari bahwa ia juga menyukai semua sentuhan chanyeol pada tubuhnya.
Chanyeol perlahan mulai menghisap pelan bibir bawah baekhyun dengan lembut dan penuh perasaan, terasa basah disana karena air mata baekhyun. Bibir chanyeol masih saja merasakan sensasi aneh dari bibir baekhyun yang manis, ingin rasanya chanyeol tidak cepat cepat melepaskan tautan diantara bibir mereka berdua.
"Mpph ... chaanyeolhmp" desis baekhyun karena ciuman chanyeol kini semakin menuntut.
Sementara chanyeol yang masih asik mencumbui setiap inci dari bibir baekhyun. Terlihat ada seseorang yang sedang mengamati mereka berdua dari kejauhan dibalik sebuah mobil berwarna hitam. Orang itu terus memperhatikan chanyeol dan baekhyun dengan perasaan emosi.
"Cuih !" desis orang itu
"Jadi seperti ini kelakuanmu yang seseungguhnya park chanyeol" ucap orang itu lagi
"Berani beraninya kau bercumbu dengan baekhyun, kali ini kau telah membuatku kecewa" dengan segala kekecewaan dan amarah, orang itu langsung mengepalkan tangannya dan memukul stir mobil dengan cukup kencang. Dengan segera orang itu langsung mengambil ponselnya dan mulai memotret adegan dimana chanyeol tengah mencium bibir baekhyun.
Tak berapa lama, akhirnya orang itu pun sukses mendapatkan beberapa foto baekhyun yang sedang berciuman dengan chanyeol. Lalu setelah mengamati kejadian itu, orang itupun akhirnya pergi meninggalkan chanyeol dan baekhyun dengan menggunakan mobilnya.
"Mpph ... chaanyeolhmp" desis baekhyun karena ciuman chanyeol kini semakin menuntut.
"Baekhyuna ..." ucap chanyeol lembut disela sela ciuman mereka.
Mendengar desisan baekhyun kini chanyeol mulai tersadar, kini chanyeol dengan perlahan mulai melepaskan ciuman diantara bibir mereka. lalu chanyeol tersenyum manis kepada baekhyun.
"Aku akan pergi menjauhimu" ucap chanyeol mantap
Mendengar hal itu baekhyun merasakan sakit karena harus berpisah dengan chanyeol. Tapi baekhyun juga tidak ingin terus bersama dengan chanyeol dan terus disakiti.
"Wu Baekhyun Jeongmal Saranghae" ucap chanyeol lembut dan langsung pergi meninggalkan baekhyun sendirian.
"Chanyeol ..."
TO BE CONTINUE
GIMANA CERITANYA ? JANGAN SALAHIN AUTHOR KARENA TELAH MENISTAKAN BEBERAPA CAST :')
BOLEH REQUEST KO CERITANYA MAU KAYA GIMANA, REVIEW AJA HEHE
AUTHOR AJA GATAU PEMAIN UTAMANYA SIAPA DAN ENDINGNYA KAYA GIMANA HAHA
TAPI MUNGKIN CHAP SELANJUTNYA CHAPTER TERAKHIR DEH :(
BALASAN REVIEW:
Orange dobi: jangan salahkan author yah karena telah membuat baekhyun seperti itu/? haha liat nanti aja yah baekhyun masih sahabatan atau engga sama kyungsoo
reiasia95: pokoknya tetep pantengin aja cerita selanjutnya, nanti juga bakalan ngerti ko kaya gimana gimananya heehe
xing mae30: pantengin terus yah ceritanya
hunhanrakaisoo: jangan ... kasian chanyeolnya dong
YoonAHeartfilia: haha iya kayaknya chanyeol belajar jadi playboy deh
13613: boleh ko boleh hehe nanti author usahain yah
miss leeanna: permintaan diterima/? haha iya nanti author usahain yah
kacangpolongman: mending krisbaek aja/?
SaranghaeKrisHun: haha iya iya, nanti author usahain deh moment krishunnya diperbanyak
dims: haha segitu kurang hot loh ncnya/?
Baekhyunniee: sungguh diluar dugaan bukan/? haha
BLAUESKI: hehe author belum mikirin endingnya nih hehe pantengin terus yah
