[Prolog Full]

"Selamat datang di Amerika, Baek."

"Sekarang, aku bahagia Hyung."

"Hyung, aku merindukannya."

"A–Aku tidak bisa menerimanya."

"Mianhae hiks.. hiks.."

"Selamat datang di dunia malaikat kecilku."

MISTAKE

Author: ParkByun92

Cast: Chanyeol, Baekhyun, and OCs.

Disclaimer: All the cast exclued OCs belong it their management, fans, dan families

YAOI!

Enjoy Readers!

Sorry for Typo!

Summary: Ini kesalahanku karena tidak membuatmu lebih mencintaiku, seperti aku mencintaimu. "Mungkin benar kata LuHan Hyung, dia memang tidak mencintaiku"/"Saranghae ..."

Byun BaekHyun. Namja mungil yang sangat cantik berhati emas. Siapapun yang mengenal BaekHyun akan tau BaekHyun adalah Namja yang istimewa. Yeah, BaekHyun memang istimewa, tapi sayangnya takdir tidak berpihak padanya. 1 tahun lebih ia terkurung akan rasa sakit hatinya. 1 tahun lebih dia bersama seseorang yang ia cintai tapi diperlakukan begitu buruk.

Sejak kecil BaekHyun mendapatkan banyak kebahagian. Kedua orang tuanya. Sahabatnya. Temannya. Dan orang-orang sekitar BaekHyun. Tapi semua itu terengkut begitu cepat saat kedua orang tua BaekHyun meninggal dunia. Kebahagian BaekHyun hilang begitu saja.

Tidak ada orang tua yang mencintai dan menyayangi BaekHyun sepenuh hati. Tidak ada sahabat yang menghiburnya dikala BaekHyun sedih. Tidak ada teman yang selalu ada untuk BaekHyun ketika BaekHyun membutuhkan teman bermain. Dan orang-orang disekitar BaekHyun hilang begitu saja saat tau BaekHyun tinggal sebatang kara di lingkungannya.

BaekHyun menjalani hidupnya dengan sangat berat. Ia harus bekerja untuk memenuhi kebuTuhannya hidupnya. BaekHyun harus rela melepas masa mudanya untuk bekerja dan hanya bisa bermimpi untuk kembali bermain dengan teman sebayanya. Hidup BaekHyun berubah total.

Tapi saat ia masuk Senior High School, BaekHyun bertemu LuHan yang dikala itu kakak kelas BaekHyun. LuHan merasa kasihan pada BaekHyun yang hanya duduk di taman belakang sendirian. BaekHyun tidak mempunyai teman meskipun sudah 5 bulan bersekolah.

Pertemanan LuHan dan BaekHyun mengalir begitu saja. LuHan berhasil menyakinkan BaekHyun jika LuHan berteman dengan BaekHyun secara tulus. Disetiap BaekHyun bersedih, LuHan selalu ada untuk BaekHyun. Disetiap BaekHyun kesusahan, LuHan selalu bersedia membantu BaekHyun. Mereka berdua sangat dekat, bahkan ibu LuHan sudah menganggap BaekHyun anaknya sendiri.

Hingga pada akhirnya LuHan lulus dan melanjutkan perguruan tinggi, BaekHyun selalu kesepian di sekolah. Tidak ada LuHan yang menemani BaekHyun. BaekHyun kembali sendirian di taman belakang sekolah. Dan ditahun terakhir BaekHyun sekolah, Namja mungil itu bersungguh sungguh untuk masuk di Universitas yang sama dengan LuHan. Perjuangan BaekHyun tidak sia-sia, karena BaekHyun kembali dipersatukan dengan LuHan di satu Universitas.

Setelah mendapatkan kebahagiannya, BaekHyun kembali mendapatkan cobaan hidup. BaekHyun bertemu Park ChanYeol. Namja tampan yang super angkuh. Pertama kali bertemu ChanYeol, BaekHyun terkejut bukan main. Wajah ChanYeol sangat persis dengan mendiang ayahnya. Dan pada saat itu pula BaekHyun menyakinkan hatinya untuk menjadi kekasih ChanYeol.

.

.

BaekHyun menatap langit Washington D.C. melalui jendela kamarnya dengan perasaan sesak. Sudah 3 bulan BaekHyun tinggal di Amerika, tepatnya di apartment milik Kris. BaekHyun tidak tinggal sendiri, ia bersama Kris dan juga Tao –tunangan Kris.

Pertama kali menginjakkan kaki di Amerika, BaekHyun terpana dengan kota itu. Washington D.C. sangat berbeda dengan Seoul. Setelah Check Out dari bandara, Kris memboyong BaekHyun ke apartmennya. BaekHyun sempat terkejut saat Kris mengenalkan Tao sebagai tunangan Kris. Bagaimana bisa mereka melakukan LDR Amerika-Seoul?

Dan setelah Kris menjelaskan bahwa semua itu bisa terjadi, dengan modal kepercayaan keduanya hubungan mereka bisa berjalan sejauh ini. BaekHyun tentu saja iri dengan semua itu entah kenapa perjalanan cinta orang-orang terdekatnya begitu indah, tidak sepertinya kisah cintanya.

BaekHyun kembali menghela nafas. Sudah pukul 9 pagi, dan saatnya BaekHyun bekerja. Jika kalian berfikir BaekHyun hanya berdiam diri didalam apartment, kalian salah. 1 bulan tinggal di Amerika, BaekHyun memutuskan untuk mencari pekerjaan. Dengan modal kemampuan menggambarnya, BaekHyun melamar pekerjaan sebagai desainer.

Mencari pekerjaan memang tidaklah gampang, dan itu yang dirasakan BaekHyun. Setelah 1 bulan melamar sana sini, BaekHyun diterima di sebuah butik. Butik itu memang tidak terlalu terkenal, tapi cukup ramai. BaekHyun senang akhirnya ia mendapatkan pekerjaan, dengan bekerja BaekHyun dapat meringankan beban Kris. BaekHyun merasa ia terlalu banyak merepotkan Kris dan Tao. Padahal pekerjaan mereka juga bergaji pas-pasan. Kris yang menjadi manager disebuah perusahaan, sedangkan Tao menjadi koki disebuah restaurant.

Sebenarnya Kris maupun Tao tidak memperbolehkan BaekHyun bekerja. BaekHyun masih 1 bulan tinggal di Amerika, mereka takut BaekHyun tidak bisa menjaga diri karena Kris maupun Tao tau bagaimana kejamnya kejahatan di Amerika. Tapi bukan namanya Byun BaekHyun jika tidak bisa meyakinkan sepasang kekasih itu. Dengan berbagai alasan dari BaekHyun akhirnya keduanya memperbolehkan BaekHyun bekerja, asalkan BaekHyun harus pulang sebelum pukul 7 malam. Semua itu BaekHyun turuti.

BaekHyun menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke butik. Peralatan tulis dan juga kertas putih yang sudah ia gambar sketsa baju. Sebenarnya Kris dan Tao belum bisa percaya jika BaekHyun menjadi desainer, tapi setelah melihat sketsa yang dibuat BaekHyun, keduanya menatap takjub sketsa itu. Bahkan Tao meminta BaekHyun untuk membuatkan texudo disaat Kris dan Tao menikah nanti. Tentu saja BaekHyun menyetujuinya.

BaekHyun mengunci pintu apartment lalu pergi dengan sedikit tergesa-gesa. 10 menit menunggu bus, akhirnya BaekHyun duduk nyaman di bus. Kehidupan BaekHyun di Amerika tak beda jauh seperti di Seoul, mungkin perbedaannya terletak di hati dan fikiran BaekHyun. Di Amerika BaekHyun terlihat bahagia dan damai.

Tapi tetap saja dimanapun BaekHyun berada, Namja itu selalu melamun. Entah melamunkan apa, BaekHyun bahkan tak paham dengan dirinya sendiri. Seperti sekarang ini, BaekHyun hanya melamun menatap luar jendela. Sekitar 15 menit, BaekHyun turun dari bus dan berjalan ke kiri menuju butik.

"Hai Baixian." Sapa Yeoja berkulit coklat dengan aksen Amerika yang kental.

Baixian? Memang, sebelum pindah ke Amerika, Kris telah mengganti identitas BaekHyun menjadi adiknya. Maka dari itu nama BaekHyun menjadi Wu Baixian.

"Hai Luna." Jawab BaekHyun dengan senyumannya.

Luna mengerutkan keningnya saat melihat BaekHyun berjalan lesu ke mejanya. Sekedar informasi jika Luna juga bekerja sebagai desainer, mungkin lebih gampangnya Luna patner kerja BaekHyun.

"Apa kau baik-baik saja Baixian? Kau terlihat pucat."

"Oh I'm okay Luna."

"Jika kau sakit kenapa kau bekerja. Kau perlu beristirahat dirumah"

BaekHyun kembali tersenyum. Yeah, setidaknya di Amerika banyak orang yang memperdulikannya meskipun BaekHyun orang asing di negara ini.

"Terima kasih telah peduli padaku Luna, tapi aku baik-baik saja. Jangan cemas."

"Okay. Jika kau butuh bantuan aku siap membantumu."

BaekHyun mengangguk lalu kembali berkutat dengan sketsa nya.

Beberapa hari ini BaekHyun memang merasa tidak enak badan. BaekHyun sering pusing lalu mual-mual. Tapi BaekHyun tidak menganggapnya serius, mungkin hanya masuk angin. Yeah, sebenarnya BaekHyun tidak ingin merepotkan Kris atau Tao lagi jika ia sakit. Selama beberapa hari ini BaekHyun hanya meminum obat pereda demam.

Tapi itu tak berefek apa-apa. BaekHyun memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. Sebenarnya dia kenapa? Seharusnya sakit kepala BaekHyun sembuh setelah diberi obat, tapi sekarang membuat BaekHyun semakin merasakan sakit yang amat sangat.

"Baixian, are you okay?." Tanya Luna dengan wajah khawatir saat mendengar rintihan kesakitan BaekHyun. Luna segera beranjak dari duduknya menghampiri BaekHyun.

"I'm fine Luna. Bisakah aku meminta tolong? Tolong buatkan aku teh hangat."

"OK. Wait a minute."

Dengan langkah cepat Luna keluar dari ruangannya menuju dapur untuk membuatkan BaekHyun the hangat. Tak sampai 5 menit Luna telah kembali dengan langkah tergesa-gesa.

"Sebenarnya kau kenapa Baixian? Kau benar-benar sakit."

"Aku sedikit pusing."

"Apa aku harus membeli obat untukmu?"

BaekHyun menggeleng. "No, thank you. Mungkin aku akan pulang lebih awal nanti."

"Harus! Kau sakit! Dan beristirahatlah dirumah."

"Thank you Luna."

.

.

BaekHyun menghela nafas panjang, hari ini ia tidak masuk bekerja. BaekHyun beralasan pada Tao dan Kris jika bos nya meliburkan seluruh karyawannya karena ada acara. Tao dan Kris percaya-percaya saja, karena memang keduanya sedikit terburu-buru tadi.

Sebenarnya BaekHyun bosan berada di apartment sendirian dan hanya berbaring di ranjang. Tapi ketika ia ingin melakukan sesuatu selalu saja mual di perutnya mengganggu, belum lagi sakit kepala yang ia rasakan. Yang bisa BaekHyun lakukan hanya bisa berbaring di ranjang. Makan pun BaekHyun harus menahan mual dan pusing dikepalanya. BaekHyun merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.

Tapi tetap saja BaekHyun tidak ambil pusing. BaekHyun tetap meyakinkan dirinya jika ia terserang penyakit biasa.

.

Hingga 2 hari berlalu.

BaekHyun mengerutkan keningnya saat merasakan perutnya terasa diaduk-aduk–lagi. Mual itu datang lagi. Tangan kanan BaekHyun ia tempatkan dimulutnya sedangkan tangan kiri BaekHyun ia tempatkan di perutnya. BaekHyun ingin muntah, tapi sulit.

HOEK HOEK

BaekHyun segera lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, tapi kembali hanya air liurnya yang keluar. BaekHyun sedikit terengah karena ia mencoba mengeluarkan isi perutnya tapi tak berhasil. BaekHyun sempat berfikir bahwa ia keracunan makanan, tapi seingatnya ia hanya memakan masakan yang ia buat sendiri. Ini semakin aneh.

HOEK HOEK HOEK

Mual itu datang lagi.

"Baixian, kau tak apa? Kau sakit?."

Disaat BaekHyun mencuci mulutnya di westafel, Tao menghampirinya dengan wajah khawatir.

BaekHyun menggeleng lemah. "Aku tak apa Tao-ya."

BaekHyun duduk di closet karena lelah sedari tadi mondar mandir ke kamar mandi. Entahlah, hari ini BaekHyun merasakan mual yang sangat menganggu. Untung saja ada Tao, Namja tinggi bermata panda yang menemaninya setiap saat.

"Sebaiknya kau ke dokter, kau sudah 3 hari ini mual-mual."

"Hah.. mungkin hanya masuk angin Tao-ya. Jangan khawatir."

"Bagaimana aku tidak khawatir! Kemarin kau pingsan di dapur."

BaekHyun hanya tersenyum. Ia tidak bisa mengelak lagi, karena apa yang dikatakan Tao benar. Kemarin kepalanya begitu pusing hingga ia pingsan didapur ketika ingin mengambil minum.

"Pokoknya kita ke dokter sekarang!."

BaekHyun hanya pasrah saat Tao memapahnya menuju mobil yang berada di basemant. Untuk kali ini saja BaekHyun menyetujui Tao membawanya ke rumah sakit, karena BaekHyun memang tersiksa jika terus menerus mual dan pusing kepala.

Tak berapa lama keduanya telah sampai di rumah sakit, BaekHyun duduk diruang tunggu sedangkan Tao mendaftarkan BaekHyun pada bagian repsesonist.

"Kau tak apa kan Baixian menunggu sebentar?." Tanya Tao setelah duduk disamping BaekHyun. BaekHyun hanya mengangguk lemah.

5 menit menunggu akhirnya nama Wu Baixian dipanggil.

BaekHyun menjalani pemeriksaan seperti pasien lainnya, tapi BaekHyun heran saat dokter berkali-kali memeriksa perutnya. Tak hanya itu, kerutan di kening sang dokter membuat BaekHyun takut jika terjadi hal yang serius pada perutnya.

"Apakah perutmu sakit?."

BaekHyun menggeleng. Sang dokter kembali mengetuk perutnya dengan 2 jari, tapi tetap saja BaekHyun tidak merasakan apapun.

"Pemeriksaan selesai."

Ini yang lebih mengherankan lagi. Pemeriksaan hanya berjalan 10 menit, dan yang diperiksa hanya perut. Apa benar ia keracunan makanan?. BaekHyun berjalan menghampiri Tao yang duduk di kursi samping meja dokter. BaekHyun mendudukan tubuhnya disamping Tao. Keduanya berhadapan dengan sang dokter.

"Entah ini kabar baik atau buruk, ini akan membuat kalian terkejut. Terutama anda ."

BaekHyun dan Tao saling pandang.

"Selamat , anda Namja istimewa yang memiliki rahim. Anda positif HAMIL."

BaekHyun maupun Tao terkejut bukan main. Hamil? BaekHyun? Tapi dia laki-laki. BaekHyun menatap sang dokter dengan mata memerah menahan tangis. Apa semua ini nyata? Didalam perutnya ada segumpal darah yang merupakan anaknya.

"DOCTORS ARE YOU SERIOUS?! Jangan bercanda! Bagaimana mungkin Baixian–"

"Kangdungan berjalan 2 bulan. Jika kalian tidak percaya, bisa melakukan USG."

BaekHyun menundukkan kepala menatap perutnya yang masih rata. Dengan tangan gemetar, BaekHyun mengelus perutnya. BaekHyun tidak tau harus bahagia atau membenci semua ini. Ia bingung dengan keadaan ini. Didalam perutnya ada anaknya, darah dagingnya. Hasil hubungan dari dirinya dengan–

Air mata BaekHyun menetes dengan perlahan.

"Saya akan memberikan vitamin pada . Dan saya harap memeriksakan kandungannya 1 bulan 2 kali. Kandungan masih terbilang muda, dan rentan akan keguguran. Jadi, harus menjaganya dengan baik."

Tao mengelus punggung BaekHyun. Tak hanya BaekHyun, Tao pun tidak percaya jika BaekHyun dapat hamil. Ini semua memang kehendak Tuhan, mereka sebagai umat hanya bisa menerima kehendak Tuhan. Ya, mau tidak mau BaekHyun harus menerima jika ia mengandung.

Tao memapah BaekHyun untuk keluar dari ruangan dokter saat sang dokter selesai mencatatkan vitamin dan susu hamil untuk BaekHyun. Sebenarnya di dunia ini laki-laki mengandung tidak aneh lagi, tapi BaekHyun tidak bisa percaya jika ia salah satu Namja istimewa itu. Entah bagaimana BaekHyun menyikapinya.

BaekHyun kembali duduk diruang tunggu, menunggu Tao yang menebus vitamin dan susunya. Pandangan BaekHyun terlihat kosong, Namja mungil itu sedari tadi memegangi perutnya dan sekekali mengusapnya. Yang dipikirkan BaekHyun hanya satu. Bagaimana nasib anak di kandungannya ini. Dan bisakah BaekHyun mempertahakan kandungannya. BaekHyun bimbang akan keputusan yang akan dia ambil.

"Baixian, let's go home then you have to break a lot."

Tao kembali memapah BaekHyun menuju mobil. Tao menatap BaekHyun yang hanya menundukkan kepalanya. Tao paham betul apa yang dirasakan BaekHyun.

Selama perjalanan pulang dari rumah sakit, BaekHyun terdiam melihat jalanan yang begitu ramai pekerja kantoran. Disampingnya ada Tao yang juga terdiam. Tao tidak tau harus berbuat apa untuk menghibur BaekHyun.

"Baixian, kau ingin kue beras? Bukankah kau tadi–"

"Aku ingin pulang saja."

"Oh baiklah."

Dan keduanya kembali terdiam. 15 menit kemudian, Tao tidak tahan dengan atmosfir yang terjadi diantara mereka. Pada dasarnya Tao memang cerewet, jadi ia akan berusaha menghibur BaekHyun.

"Bukannya aku menyudutkanmu, tapi kau harus menerima semua ini Baek. Itu semua anugerah. Kau harus menerimanya. "

BaekHyun tidak merespon.

"Anak itu.. meskipun tidak tau siapa ayahnya, tapi anak itu tau jika ia masih mempunyai ibu."

Air mata BaekHyun menetes begitu saja.

"Tao-ya."

"Aku dan Kris Gege akan membantumu merawat si kecil. Jadi jangan khawatir tentang apapun."

BaekHyun tersenyum sambil mengelus perutnya. Ya, keputusan BaekHyun adalah membesarkan anaknya seorang diri. Yang dikatakan Tao benar, tidak peduli siapa ayahnya, BaekHyun akan mempertahankan anaknya. Lagipula BaekHyun bisa menjadi ibu dan ayah bagi anaknya.

.

.

BaekHyun tersenyum melihat perutnya yang membuncit. Kandungan BaekHyun sudah memasuki bulan ke-9. BaekHyun sangat menikmati perannya sebagai Namja hamil. Sebenarnya ini semua tidak sulit seperti apa yang difikirkannya. Yang terpenting BaekHyun harus menuruti perintah dari sang dokter. Dan hasilnya tidak sia-sia, janin yang tumbuh di perutnya sangat sehat, itu kata dokter.

BaekHyun juga berterima kasih pada Tao dan Kris yang selalu ada untuknya. Masa-masa sulit BaekHyun begitu ringan saat adanya Tao dan Kris yang membantu.

BaekHyun ingat saat Kris baru pertama kali mendengar BaekHyun hamil. Namja bersurai blonde itu memeluk BaekHyun sambil menangis. Dan BaekHyun ikut menangis. Bagi Kris, semua ini memang berat untuk Byun BaekHyun, setelah ia mendapatkan kedamaian, Tuhan kembali mengujinya dengan menitipnya malaikat kecilnya pada BaekHyun. Tapi Kris sadar jika itu cara Tuhan untuk membahagiakan BaekHyun. Dengan adanya malaikat kecil, BaekHyun tidak sendirian. Yeah, semua itu memang ada hikmahnya.

BaekHyun juga ingat saat Kris maupun Tao bersusah payah menuruti permintaannya. Sebut saja BaekHyun ngidam. Sebenarnya BaekHyun kasihan dengan keduanya, tapi permintaannya harus dituruti, jika tidak anaknya akan menendang-nendang dan membuat BaekHyun sakit perut. Dan demi keponakan kesayangan Kris dan Tao, keduanya selalu menuruti permintaan BaekHyun.

BaekHyun selalu tertawa mengingat masa ngidamnya. Dan bulan ini yang di tunggu BaekHyun. Bayi kecilnya akan lahir ke dunia, tinggal menunggu hari maka BaekHyun akan bertemu dengan anaknya. BaekHyun selalu berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan anaknya jika lahir nanti, setiap minggu BaekHyun memang pergi ke gereja meminta restu pada pencipta.

Tapi tiba-tiba saja senyum BaekHyun luntur. BaekHyun mengusap perutnya dengan lembut. Dan lagi, BaekHyun menangis dalam diam.

"Maafkan aku karena sempat tidak mengingkanmu, aku tau jika aku ibu yang jahat. Mianhae hiks.. hiks.. tapi aku berjanji akan selalu menjagamu apapun yang terjadi, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya."

"Dan juga.. saat kau lahir nanti hanya ada ibu yang melahirkanmu. Dan aku mohon, jangan tanyakan siapa ayahmu.. karena semua itu percuma. Aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan ayahmu. Tidak akan pernah."

Dan setelah itu BaekHyun merasakan sakit pada perutnya.

"AKHHH.."

BaekHyun mengelus perutnya yang terasa sakit. BaekHyun merasakan perutnya di tikam dari dalam. Apa sudah saatnya sang malaikat kecil lahir?

"KRIS HYUNG! AKHH… TAO-YA… ARRGGG.."

Kris maupun Tao yang mendengar teriakan BaekHyun segera berlari ke kamar BaekHyun. Keduanya terkejut saat melihat BaekHyun kesakitan sambil mengelus perutnya. Ini waktunya keponakan keduanya lahir.

"Tao-ya, kau siapkan barang-barang Baixian. Aku akan menggendongnya ke mobil, susul aku setelahnya."

Tao hanya mengangguk dengan wajah panic, sedangkan Kris menggendong BaekHyun dan segera menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Kris menggenggam tangan BaekHyun saat Namja mungil itu menangis meraung-raung karena sakit di perutnya. Dokter yang menangani BaekHyun selama ini berkata jika BaekHyun mengalami kontraksi, itu dikarenakan BaekHyun akan melahirkan. Dan sang dokter juga berkata jika BaekHyun harus dioperasi, BaekHyun bukanlah Yeoja yang memiliki jalan persalinan.

"Lakukan apapun untuk Baixian dan bayinya."

Sang dokter mengangguk lalu berjalan tergesa-gesa ke ruang operasi. Kris maupun Tao menunggu operasi BaekHyun dengan cemas. Mereka berharap keduanya selamat. Ya tuhan selamatkan BaekHyun dengan bayinya, malaikat kecilmu yang akan membuat BaekHyun merasakan kebahagian. Kurang lebih seperti itu doa keduanya.

Sedangkan didalam ruang operasi, terdapat 4 dokter dan beberapa suster yang menangani BaekHyun. BaekHyun sendiri dalam keadaan setengah sadar. Ia bisa mendengar sekitarnya tapi kedua matanya tidak mau terbuka. Dan sedari tadi BaekHyun memanjatkan doa untuk anaknya. Hanya 1 permintaan BaekHyun yaitu anaknya selamat.

Semoga Tuhan mendengar doanya.

HIKS HIKS HIKS

Tubuh BaekHyun menegang saat mendengar suara tangis bayi yang sangat keras. Apa anaknya sudah dilahirkan? BaekHyun sangat ingin melihat anaknya, tapi BaekHyun merasakan kepalanya semakin berat dan setelah itu BaekHyun tidak sadarkan diri.

.

Keesokan harinya.

BaekHyun tersenyum menatap bayi mungilnya yang ia dekap. Malaikat kecil BaekHyun sangat cantik, dia berjenis kelamin Yeoja. Malaikat kecil BaekHyun berkulit putih bersih, berambut coklat gelap, bibir semerah cerry, pipi sebulat bakpau dan mata seindah bulan purnama. Dia memang 50% mirip ayahnya, tapi BaekHyun masih ikut adil dalam fisik anaknya.

"Good Morning Darling. Kau tidak ingin melihat Mama? Ayo buka matamu." Gumam BaekHyun sambil mengecup kening anaknya.

Bertepatan dengan itu, Kris dan Tao masuk keruangan BaekHyun. Keduanya tersenyum melihat malaikat kecil BaekHYun.

"Hai Baixian, kau merasa baik?." Tanya Tao dengan senyumannya.

BaekHyun mengangguk. "Aku lebih dari kata Baik."

Akhirnya, sekian lama sepasang kekasih itu menunggu BaekHyun tersenyum cerah, hari ini mereka berdua dapat melihatnya. Mereka sangat berterima kasih pada malaikat kecil BaekHyun yang mengembalikan kebahagian BaekHyun seperti sedia kala.

"Kau sudah memberinya nama?." Kali ini Kris yang bertanya.

BaekHyun menggeleng dengan wajah sedih. BaekHyun lupa untuk mencari nama untuk anaknya.

"Coba kau fikirkan satu untuk malaikat kecilmu ini."

BaekHyun menatap malaikat kecilnya. Malaikat kecilnya adalah hadiah dari tuhan untuknya. Dengan adanya malaikat kecil BaekHyun, BaekHyun merasakan hidupnya kembali hidup. Maka dari itu BaekHyun akan memberikan nama malaikat kecilnya..

"Aleyna Wu."

.

.

.

.

"Selamat datang ke dunia malaikat kecilku. Aleyna Wu –Park."

END

Yuhuuu… aku kembali membawa full prolog. Hehe ini cuma selingan :D

Author melihat semua comment dan banyak yang meminta sequel. Okey, sequel akan dibuat. Tapi, sequel akan di publish pada bulan Mei. Kenapa harus menunggu bulan Mei? Karena bulan maret + april sibuk banget. Maret disibukkan dengan try out, sedangkan April udah waktunya UN.

Author juga mau minta doanya semoga bisa lulus dengan nilai memuaskan. Doa kan ya teman teman :D. Doa kan Author bisa masuk perguruan tinggi yang di inginkan, amin..

Okey cukup sekian sambutan dari Auhor haha..

Sampai bertemu di bulan Mei *lambaikan tangan*

THANK YOU FOR FAVORITE, FOLLOW AND COMMENT :*