Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, Typo bertebaran, no EYD, mainstream, alur yang berantakan, cerita pemula.
By : Rozzeana
Rated : T
.
.
.
7. Puncak
Naruto kembali ke studio dengan keadaan wajah babak belur, karyawannya yang melihat Naruto langsung memanggil Shikamaru. Diberitahukan kabar seperti itu, Shikamaru langsung bergegas menghampiri Naruto diruangannya yang sedang mengompres wajahnya dengan handuk dan es.
"Ada apa denganmu?" Tanya Shikamaru.
"Bukankah kau sedang marah padaku." Naruto tidak menjawab pertanyaan Shikamaru.
"Aku tidak pernah bilang kalau aku marah padamu." Shikamaru menarik kursi didepan meja yang di atasnya ada laptop yang tertutup mendekati sofa tempat duduk Naruto. "Jadi ada apa?" Tanya Shikamaru.
"Sasuke sudah kembali, dia marah melihatku bersama Hinata." Jawab Naruto menyingkat cerita.
"Kenapa dia bisa marah?" Tanya Shikamaru karena tidak puas pada cerita Naruto.
"Mungkin karena aku memegang tangan Hinata." Jawab Naruto merasa bersalah.
"Kau gila?! Lalu wajahmu ini adalah hasil karya Sasuke?" Tanya Shikamaru.
Naruto menghela nafas, "Tapi aku tidak berniat apa pun, Hinata sedang menceritakan perasaannya pada Sasuke, kegelisahannya. Aku hanya ingin menghiburnya saja."
"Lalu kau berhasil menghiburnya?" Naruto menggeleng. "Sebelum kau menjelaskan pada Sasuke tentang apa yang terjadi, jaga jarakmu dengan Hinata. Kalau perlu jangan bertemu dengan Hinata dulu." Larang Shikamaru.
"Tidak bisa." Tolak Naruto.
"Kenapa kau keras kepala sekali sih?!"
"Bukan keras kepala, apa kau lupa besok hari apa?" Tanya Naruto.
Ya, tidak mungkin Naruto bisa menghindari bahkan tidak bertemu dengan Hinata pada hari minggu terakhir pada bulan ini. Esok adalah harinya, hari dimana waktu Naruto sudah dipesan oleh Kushina untuk bekerja sebagai fotografer tentunya. Dan itu adalah pekerjaan rutin setiap bulannya.
Hari yang dimaksud adalah hari ini, kemarin saat pulang kerumah dengan wajah sedikit membiru, Naruto langsung diintrogasi oleh Kushina. Berterima kasihlah dengan Shikamaru yang mau repot - repot memikirkan alasan agar Naruto bebas dari omelan Kushina. Alasan yang dibuat Shikamaru adalah Naruto salah masuk toilet saat sedang melakukan pemotretan diluar. Memang sedikit mengada - ada dan memalukan tapi itu lebih baik daripada dia akhirnya disidang bersama Sasuke yang masih salah paham dan Hinata yang masih tidak Naruto ketahui keadaannya.
Jam makan siang telah selesai, tidak biasanya Naruto baru datang. Bukan karena ingin menghindar dari Hinata tapi karena tadi dia melakukan pemotretan diluar yang menghabiskan waktu sedikit lebih banyak. Sesampainya disana, Naruto langsung diperintahkan untuk membantu menyiapkan mendekor ruangan. Dan disana akhirnya Naruto bisa bertemu dengan Hinata.
"Hinata." Panggil Naruto seraya membantu Hinata mengangkat meja. "Setelah kejadian kemarin, bagaimana keadaanmu? Sasuke tidak bertindak gegabahkan?"
"Tidak, Sasuke-kun hanya memarahiku. Aku sudah menjelaskan padanya kalau kita tidak ada apa - apa dan kemarin aku hanya sedang berkeluh kesah padamu." Jawab Hinata.
"Dia percaya?" Hinata menggeleng. "Apa nanti dia akan menjemputmu? Aku ingin bicara dengannya."
"Jangan, Sasuke-kun masih emosi." Larang Hinata yang tidak mau Naruto kembali menjadi sasaran pukulan Sasuke.
"Tenang saja, aku tahu bagaimana dia. Aku hanya harus menerima satu atau dua pukulan darinya setelahnya aku bisa bicara dengannya." Ujar Naruto.
"Justru itu, aku tidak mau kau dipukuli lagi oleh Sasuke-kun."
Obrolan mereka tidak berlangsung lama, karena kegiatan mendekor sudah usai dan penilaian sekarang sedang dilakukan. Terkada Naruto berpikir kenapa harus dibereskan, toh nanti akan di pakai lagi, kan repot kalau harus menyiapkan setiap bulannya. tapi Naruto tidak pernah berani mengungkapkannya pada Kushina karena takut malah di ceramahi.
Selama acara Naruto fokus pada tugasnya untuk mendokumentasikan acara. Hari ini Minato kembali hadir, tapi dia baru datang saat acara sudah mulai karena ada sedikit pekerjaan yang harus dia selesaikan dirumah. Mata Minato terus mengawasi Hinata dan Naruto. Sampai selesai acara dan Naruto selesai memotret tentu saja Naruto kembali diperintahkan Kushina untuk ikut membereskan ruangan agar rapi seperti biasa, begitu juga dengan Minato yang diperintahkan hal yang sama. walau tahu sering diawasi oleh Minato, tapi Naruto tidak bisa untuk tiba - tiba menjaga jarak dengan Hinata. Naruto selalu bersikap biasa, bercanda dan tertawa bersama Naruto. Tapi kali ini yang mengawasinya bukan hanya Minato tapi ada orang lain yang baru saja tiba disana dan langsung dihidangkan pemandangan dimana Naruto dan Hinata sedang tertawa bersama dan Naruto yang tidak henti menjahili Hinata.
Ruangan sudah selesai di bereskan, semua bersiap untuk pulang begitu pula dengan keluarga Uzumaki yang berjalan bersama menuju tempat parkir. Tapi Hinata dan Naruto dikejutkan dengan Sasuke yang memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Naruto, dan tentunya Sasuke sedang berdiri didepan mobil tapi bukan mobilnya melainkan mobil Naruto.
"Sasuke-kun." Hinata setengah berlari menghampiri Sasuke.
"Masuk mobil." Ujar Sasuke dengan mata yang terus menatap kearah Naruto.
"Sasuke, tumben hari minggu menjemput Hinata?" Tanya Kushina yang sebenarnya sudah merasa jika ada sesuatu yang terjadi.
"Aku ada urusan dengannya." Dengan sebuah kunci inggris yang dipegangnya, Sasuke menunjuk kearah Naruto.
Hinata yang sudah masuk kedalam mobil hanya bisa menatap terkejut kerena tidak menyadari jika Sasuke sedang memegang benda berbahaya itu. Tidak berbahaya jika yang memegangnya montir atau orang yang tidak sedang emosi, tapi situasinya kini Sasuke sedang diselimuti emosi.
"Ada urusan apa?" Tanya Minato.
"Hanya ingin memperingatkannya untuk tidak berhubungan, apa lagi menyentuh istriku."
Dengan sengaja Sasuke mengarahkan kunci inggris yang di tangannya menuju lampu depan mobil milik Naruto. Kushina hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan karena terkejut dan Hinata menutup mata serta telinga dengan tangannya tidak mau mendengar dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Sementara Naruto hanya menundukkan kepala, sedangkan Minato hanya menatap tidak percaya kearah Sasuke.
Suara benturan hasil pukulan Sasuke diikuti suara pecahan berhasil menarik keluar orang - orang yang tadi masih ada didalam gedung tempat les milik Kushina dan juga berhasil menarik perhatian orang - orang yang sedang berjalan disekitar bahkan ada yang dengan sengaja menghentikan langkahnya dan menonton kearah parkiran.
"Ada apa sebenarnya?" Tanya Minato menatap kearah Sasuke lalu kearah Naruto.
"Bahkan orang tuamu tidak tahu kalau kau sudah menggoda istriku!" Sekali lagi kunci inggris itu diarahkan Sasuke menuju mobil Naruto tapi kini kearah kap mobil Naruto yang langsung meninggalkan bekas penyok.
"Aku tidak menggodanya! Bukankah Hinata sudah menjelaskannya padamu? Kau tidak percaya pada istrimu?" Akhirnya Naruto bersuara.
"Siapa bilang aku tidak percaya pada istriku. Aku sangat percaya padanya, tapi tidak sedikit pun denganmu!" Sekali lagi Sasuke menunjuk Naruto dengan Kunci inggris itu.
"Bukannya kalian sudah lama berteman, kenapa kau tidak percaya pada Naruto?" Tanya Kushina.
"Justru karena kita berteman, aku jadi mengerti apa maunya." Sasuke menatap Naruto dengan tatapan marah sekaligus sedih.
"Lalu apa maumu?" Tanya Naruto.
"Mulai hari ini Hinata berhenti mengajar disini. Dan mulai hari ini, kau bukan lagi temanku!" Sasuke melemparkan kunci inggris yang dipegangnya dan jatuh tepat beberapa senti dari ujung kaki Naruto.
Tanpa berkata apa pun lagi, bersamaan dengan Sasuke melemparkan kunci inggris tadi, Sasuke juga melangkah masuk kedalam mobilnya. Lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan jauh diatas normal. Naruto masih menundukkan kepalanya tak berani menatap kedua orang tuanya. Dia juga sadar kalau aksi Sasuke diperhatikan banyak orang yang adalah karyawan dan murid ditempat les milik ibunya. Naruto sadar telah mempermalukan kedua orang tuanya. Naruto tidak bisa melakukan atau pun bicara apapun untuk membantah ucapan Sasuke atau sekedar membela diri.
"Masuk ke mobilku." Titah Minato yang membuat Naruto mengangkat wajahnya dan menatap kearah Minato. "Aku sudah menelpon bengkel, mereka akan mengambil mobimu disini." Naruto beralih menatap Kushina yang tersenyum. "Jangan berpikir kalau kau sudah bebas, kau harus menjelaskan semuanya di rumah!" Tutup Minato lalu berjalan menuju mobilnya diikuti Kushina yang menarik tangan Naruto.
Sesampainya dirumah, Naruto langsung diintrogasi oleh Minato dan Kushina yang hanya mendengarkan. Naruto akhirnya menceritakan semuanya sejujurnya. Bahkan Naruto juga jujur mengenai perasaannya pada Hinata. Awalnya Minato marah dan memarahi Naruto, tapi naluri seorang ayah tetap memaafkan Naruto. Minato menyuruh Naruto agar besok mau menemui Sasuke untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Tanpa disuruh pun sebenarnya Naruto sudah mempunyai niatan setelah mendapat dukungan dari kedua orang tuanya, Naruto menjadi lebih percaya diri untuk menemui Sasuke.
Kini Naruto berada didalam kamarnya, jika beberapa hari yang lalu setiap malam Naruto selalu menatap handphonenya dengan senyum senang, sekarang Naruto menatap handphonenya dengan ekpresi penasaran, dan juga gelisah. Berkali - kali Naruto membuka grup chat yang berisikan dirinya dan sahabatnya itu. Tidak ada sedikit pun tanda - tanda dari Sasuke, isinya hanyalah perdebatan antara Shino dan Kiba. Sedangkan yang lainnya hanya sesekali muncul untuk melerai atau bahkan sekedar memberikan bahan baru untuk diperdebatkan Shina dan Kiba.
...
Pagi hari ini Naruto bangun seperti biasanya tapi tidak terlalu bersemangat. Walau matanya sudah terbuka sejak tadi, tapi dia tidak juga beranjak dari tempat tidur hingga Kushina masuk kedalam kamarnya dan menyuruhnya bersiap bekerja barulah Naruto bergerak dari tempat tidurnya. Tak butuh waktu lama untuk Naruto bersiap - siap, sekarang Naruto sedang ikut sarapan ebrsama kedua orang tuanya.
"Tou-chan akan mengantarmu ke studio, nanti siang minta antar Shikamaru untuk mengambil mobilmu. Seharusnya sudah selesai." Ujar Minato.
"Tidak perlu, aku naik bus saja." Tolak Naruto lalu mengambil gelas minumnya langsung menegak habis air minumnya lalu pamit pergi.
Naruto benar - benar menunggu bus, padahal niatnya ingin membuang sedikit waktu untuk berpikir, tapi begitu tiba di halte, bus tujuannya datang, jika dilewatkan dia harus menunggu satu jam lagi. Itu tidak mungkin dilakukannya karena Naruto takut jika ada jadwal pemotretan pagi.
Didalam bus Naruto terus melamun, memikirkan apa saja kemungkinan yang bisa terjadi saat dirinya menemui Sasuke nanti. Bukannya takut bertarung, Naruto justru takut jika Sasuke benar - benar tidak mau menganggapnya sebagai teman lagi. Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat. Padahal dulu dia berpikir tidak apa jika dijauhi, tapi sekarang dia justru takut dan menyesal.
Baru Naruto tiba di studionya, tiba - tiba handphone Naruto berdering menandakan ada telepon masuk dengan nama kontak yang terlihat adalah Sai. Sempat merasa takut jika Sai mengetahui masalahnya dengan Sasuke, tapi karena penasaran karena tidak biasanya Sai menelpon, akhirnya Naruto mengangkat telponnya.
"Ada apa? Tidak biasanya kau menelponku." Tanya Naruto berusaha setenang mungkin.
"Aku sedang dirumah sakit."
"Apa yang terjadi?" Rasa takut Naruto berubah menjadi khawatir pada sahabatnya itu.
"Mobil Sasuke jatuh ke jurang dan Hinata sekarang ada dirumah sakit." Jawab Sai bagaikan petir yang menyambar di siang hari saat langit sedang sedikit mendung.
"Bagaimana bisa? Rumah Sasuke berada ditengah kota." Omel Naruto yang langsung dihampiri Shikamaru.
"Ada apa?" Tanya Shikamaru.
Tidak menjawab, Naruto malah me-loudspeaker telponnya. Shikamaru yang mengerti langsung berjalan mendekati Naruto.
"Coba jelaskan!" Ujar Naruto.
"Aku sedang ada pekerjaan di Yokohama, saat akan pulang kerumah tadi pagi ada keramaian di jalan, karena penasaran aku berhenti dan bertanya katanya ada kecelakaan, lalu aku di perlihatkan sebuah tanda pengenal dan itu milik Hinata. Hinata sekarang ada dirumah sakit B. Kau kemarilah ajak Shikamaru." Jelas Sai.
"Lalu bagaimana dengan Sasuke?" Tanya Shikamaru.
"Shikamaru kah? Sasuke masih dalam pencarian, karena mobilnya ada dibawah, sedangkan Hinata sepertinya sempat keluar mobil jadi tidak jatuh sampai kedasar jurang." Jawab Sai.
"Aku dan Shikamaru akan kesana secepatnya. Bagaimana dengan yang lain? Sudah kau beritahu" Tanya Naruto.
"Aku baru menelponmu setelah menghubungi Itachi-nii."
"Biar kami yang menghubungi mereka, kau fokuslah pada pencarian Sasuke dan perkembangan keadaan Hinata." Ujar Shikamaru yang ikut panik.
"Yasudah, aku tutup telponnya." Ujar Naruto yang langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Sai.
"Kau hubungilah yang lainnya, aku akan menghubungi orang - orang yang memiliki jadwal denganmu hari ini. Aku usahakan mereka mau mengundurkan jadwal, atau setidaknya mereka menerima jika pegawai sini yang melakukan sesi pemotretan." Ujar Shikamaru yang langsung bergegas keluar dari ruangan Naruto.
Tanpa menunggu Shikamaru lagi, Naruto langsung menghubungi teman - temannya yang lain untuk mengabari kabar kecelakaan yang menimpa Sasuke dan Hinata.
Setelah diatur oleh Shikamaru, tidak sampai setengah jam kemudian, Naruto dan Shikamaru sudah berangkat menuju rumah sakit B yang dikatakan Sai. Rumah sakit B cukup jauh dari studio Naruto. Setibanya disana sudah ada Kiba dan Shino yang memang tempat bekerja mereka berada lebih dekat dengan rumah sakit B.
"Dimana Sai?" Tanya Shiakmaru.
"Di pergi dengan Itachi-nii menuju lokasi kecelakaan." Jawab Shino.
"Lalu Hinata?" Tanya Naruto.
"Masih di ICU. Sai bilang, dokter masih belum selesai memeriksanya." Jawab Kiba.
"Selama itu?" Tanya Naruto lagi.
"Kalian sudah tahu dimana lokasi kecelakaannya?" Tanya Shikamaru mengabaikan pertanyaan Naruto.
"Sudah, di beritahu Sai. Tapi harus ada yang tetap disini sampai keluarga Hinata datang." Jelas Kiba.
"Aku saja yang tetap disini." Shino menawarkan diri.
"Aku juga disini saja." Ujar Naruto.
"Yasudah, kami pergi dulu." Pamit Shikamaru yang pergi bersama Kiba.
Untuk mempersingkat perjalanan, Shikamaru ikut mobil Kiba, dengan Kiba juga yang mengendarai mobilnya.
"Ini hanya perasaanku atau memang Naruto lebih khawatir terhadap Hinata dibandingkan Sasuke?" Tanya Kiba.
"Perasaanmu saja, dia menanyakan keadaan Hinata karena sudah tahu jika Sasuke belum di temukan. Kalau sudah ditemukan pasti Sai tidak berada di lokasi kecelakaan tapi ada di rumah sakit." Bela Shikamaru.
"Aku tahu Naruto memang orang yang terlalu baik, tapi tidak biasanya dia sebegitu khawatirnya pada orang yang belum sampai satu tahun dikenalnya." Jelas Kiba.
"Shikamaru menghela nafas, "Baiklah..."
Shikamaru mulai menceritakan kejadian yang terjadi diantara Hinata, Naruto dan Sasuke. Dan juga kejadian yang di ceritakan Minato yang terjadi di tempat milik Kushina. Kiba sempat terkejut tapi tetap berfokus pada menyetir.
Sementara itu dirumah sakit, Naruto dan Shino masih menunggu hasil pemeriksaan Hinata. Naruto menunggu dengan gelisah, Naruto tidak bisa menunggu dengan duduk diam saking gelisahnya, dia berjalan mondar - mandir didepan pintu ruang ICU. Ditengah kegelisahan Naruto, seorang pria dengan wajah dan tampilan yang mirip Hinata datang menghampiri.
"Apa kalian teman teman - teman Hinata?" Tanya pria itu.
"Iya, Apa kau keluarga Hinata?" Tanya Shino.
"Aku Hyuga Neji, sepupu Hinata." Pria bernama Neji itu berjabat tangan dengan Shino. "Ayah dan adik Hinata masih dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi sampai." Neji menoleh kearah ruang ICU. "Bagaimana keadaan Hinata?"
Bersamaan dengan pertanyaan Neji, pintu ruang ICU terbuka dan muncul seorang dokter.
"Keluarga pasien Uchiha Hinata?" Tanya dokter itu saat melihat neji.
"Ya, saya kakaknya." Jawab Neji.
"Bisa kita bicara diruangan saya?" Tanya dokter.
"Tunggu!" Naruto menghalangi jalan dokter itu. "Tidak bisakah dijelaskan disini?"
"Naruto." Shino berusaha menarik Naruto agar memberi jalan pada dokter.
"Tapi aku juga ingin tahu!" Protes Naruto.
"Baiklah, ada pendarahan diotaknya karena benturan yang dialaminya, dan juga kaki kirinya patah." Jelas dokter itu.
"Apa itu parah?" Tanya Neji.
"Pendarahan otak yang dialaminya cukup parah untuk membuat pasien tak sadarkan diri." Jawab Dokter itu. "Untuk lebih detailnya, anda bisa ikut keruangan saya." Dokter itu kembali berjalan diikuti Neji setelah Naruto tidak menghalangi jalan dokter itu.
Tidak butuh waktu lama, Neji sudah kembali lagi keruang ICU yang ternyata disana sudah ada ayah dan adik Hinata. Neji langsung menjelaskan keadaan Hinata, Shino membantu menenangkan ayah Hinata, sedangkan adik Hinata menangis dengan memeluk Neji. Kemudian seorang perawat keluar dan berkata jika akan mengurus ruang rawat untuk Hinata.
Setelah Hinata dipindahkan, Sai, Shikamaru dan Kiba datang bersama keluarga Sasuke. Kabar buruk kembali didengar, Sasuke tidak bisa ditemukan karena mobil yang jatuh kedasar jurang itu meledak kemungkinan Sasuke terjebak didalam tanpa bisa menyelamatkan diri. Pencarian sudah sampai kedasar jurang, keadaan mobil hanya tinggal kerangka gosong dan abu. Jika beberapa bagian mobil saja berubah menjadi abu, bagaimana dengan tubuh manusia? Karena pemikiran itu akhirnya Sasuke dinyatakan meninggal dunia dan pencarian di hentikan.
Esok harinya, Pemakaman Sasuke di gelar. Yang dikuburkan hanya abu yang diambil dari dalam kerangka mobil milik Sasuke yang ada didasar jurang. Keluarga Uchiha dan Hyuga berdatangan satu persatu, rekan kerja Sasuke maupun keluarga dan juga teman - teman Sasuke datang dengan pakaian serba Hitam. Hari itu rumah keluarga Sasuke dipenuhi suara isak tangis. Banyak yang tidak menyangka jika Sasuke akan meninggal dengan cara seperti itu, bahkan berita Sasuke meninggal sampai di beritakan di tv dan surat kabar cetak maupun elektronik, karena keluarga Uchiha cukup terkenal di Jepang.
.
.
.
oOo TBC oOo
.
.
.
.
Pojok Rozzeana :
...
Assalamualaikum, selamat pagi...
Maaf, minggu kemarin Rozzeana ga update, padahal dichapter sebelumnya izin absennya cuma buat ujian.╥﹏╥
Kayanya chapter ini bakal bikin beberapa pembaca marah. Ya, mau gimana lagi. Dari awal Rozzeana mau bikin ff ini, emang harus begini alurnya. Sampai chapter ini diposting, semuanya masih sesuai sama rencana awal pemikiran Rozzeana. Selera setiap orang itu kan berbeda - beda, jadi dimohon pengertiannya ya.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.
Ya, akhir kalimat, jangan lupa di tinggalin jejaknya. Ditunggu kritik dan sarannya.
Terima Kasih
