Chapter 7

SENPAI

ルキア クロサキ


Lorong toilet itu terlihat sepi. Benar saja, semua orang tengah menikmati acara di lapangan utama. Pensi yang telah berakhir entah Rangiku lanjutkan dengan acara apalagi. Yang jelas tak ada satu pun orang yang pergi ke toilet kecuali orang itu.

"Baka yaro!" seorang pria yang tengah bercermin di kaca wastafel mengacak kasar rambutnya. "A-apa yang ku lakukan barusan?! Memangnya aku menyukainya? Hey! Kau ini tidak menyukai gadis itu!" dirinya malah asyik menunjuk-nunjuk bayangan dirinya di cermin. Memarahinya seolah-olah pantulan dirinya itu mempunyai dosa besar terhadapnya."Dia itu gadis urakan! Kau ini sungguh tak menyukainya! Sadarlah!" dia terus menghujamkan jari telunjuknya ke cermin. Berusaha untuk menyakiti bayangannya sendiri."Tapi kenapa kau menciumnya?" dia bertanya dengan dirinya sendiri lirih."Argh! tawake!" dia pun membasuh mukanya lagi-lagi dengan kasar. Tak sengaja sesuatu berwarna hitam menempel di tangannya."Hm? haah..cat rambut murahan.." ujarnya malas dan melanjutkan dengan membasahi seluruh rambutnya.


BLEACH © iya deh, saya ngaku aja.. ini punyamu nih..punyamu..#nemplokin Bleach ke muka Taito-san

SENPAI © ChaPi #kyaaaaa XD

Pairing : Ichigo x ChapChappyChan #reader pencet tombol back

Genre : ni fic garing kan? Nggak lucu kan? Tau kok..tau.. ni fic nggak ada roman romannya kan? Tau juga kok...tenang aja, author tau...#pundung

Rate : enaknya T apa T+ ya...XD

Warning : no flame-typo(s)-garing-ancur-OOC-si reader udah pada bisa nebak kelanjutannya sih..jadi males nulis #plak! Tapi bener, pada review ch 4 dan 5 tu reader udah pada bisa nebak semua..jadi ceritannya yang seharusnya sama dengan yang ditebak tadi malah aku bikin melenceng dikit ceritanya XD

Note : Hiks..ch 6 adalah review tersedikit sepanjang sejarah SENPAI. Hiks..kemana kakak-kakak yang suka review fic saya? huwaaa #nangis beneran#plak! Ugh, untuk Ch 7, saya harap saya dapat minimal 20 review dulu. Kalo nggak, saya nggak mau lanjutin! #buak! Jeduak! Plok! Ini ciyus loh,


Special thanks

krabby paty
Yah..berubung saya orangnya pendek, jadi ficnya ikutan pendek #plak!

Yah, saya pun di kasih Ichi apa Kai juga nggak makalah..yang penting cowo ganteng man! #ketawa nista

Kalo Rukia milih...umm..milih..Ganju #PLAK!

Hehe..iya ini update. Arigatou reviewnya ya.. :*

Shinigami Teru-chan
Salam kenal juga...:3 saya author gaje.. ^. .^v

Walaupun gitu, dalam real world, Teru-nee lah yang senior :p

Hehe..bagus deh kalo ni fic bisa dijadiin motivasi Chappy seneng deh :*

Hehe..iya, selama segala faktor mendukung, saya akan keep writing kok hehe..

Arigatou reviewnya ya.. :*

aprilicious
Itu yang pake topeng adalah topeng monyet...trengtrentengtengteng..#PLAK! Masih misteri.

Yang nylametin juga masih misteri XD

Iya..ini update. Arigatou reviewnya ya...:*

Rukichigo
Yah, maklum..Isshin belum buka shift malem, jadi miskin XD

Itu yang nyium Ganju..#PLAK! Ikuti terus aja deh critanya..:p

Arigatou reviewnya ya :*

Sakura-Yuki15
Iya dong, mafianya kan nggak tahan ngliat tampang imut Ruki XD

Harapan anda mungkin bisa terkabul, apa sih yang author nggak bisa? #ngliat kodok! Iya, gua emang nggak bisa! Puas!? –lah?-

Update kilat itu hanya untung orang yang punya imajinasi tinggi dan orang nganggur, dan #sayangnya# saya bukan orang seperti diatas. #PLAK!

Hehe..POV nya bakal ada kok, tapi masih di chap2 berikutnya..sabar dan setia ya...:*

PS. Ketika anda review bau-baunya nah, kebetulan saya juga sering bilang ambu-ambune. Jadi saya menebaknya XD

Arigatou reviewnya ya...:*

Keiko Eni Naomi

Oke, ini uodate. Arigatou reviewnya ya.. :*

hendrik widyawati

haha..tauk nih..
Jujur, sebenernya saya nggak bermaksud bikin misterius. Tapi gara2 reader yang tebakannya selalu bener, jadi ya..nglantur jadi genre Mysteri =,=a
waaaaaa...pusiiing#diguncang2. Jawabannya hanya ada di lanjutan fic ini XD jadi baca terus ya..XD

arigatou semangat proklamasinya ya..:*

aeni hibiki

hehe..masih misteri..XD

iya, makasih buat semangatnya ya..:*

uzumaki kuchiki

Yap, betul, belum terjawab! XD

Hayoo..itu Kaien apa Ichi...XD

Wah iya..hontouni arigatou ya buat semangatnya..:*

Okelah, lets go to toilet #yee..mentang-mentang prolognya di toilet =..=


"Ke-kenapa bisa Ka-Kaien-senpai menciumku? Ugh..menciumku. Kyaaaa. Aku tidak sanggup membayangkannya!"

"Kuchiki-saaaaaaaan!" suara panggilan yang melengking itu mengacaukan fantasi Rukia. Rukia yang sejak terbangun dari UKS berjalan linglung sendiri. Pasalnya setelah memastikan Rukia siuman seutuhnya, Neliel pamit untuk kembali ke lapangan utama. Ada urusan lain katanya.

"Momo?"

"Kau darimana saja? Aku mencarimu kemana-mana tapi kau seperti sedang bermain petak umpet denganku." Momo begitu cemas dengan keadaan Rukia. Wajar saja, pada acara Mafia bertopeng tadi Momo benar-benar tak mau beranjak dari backstage. Iya sungguh takut ketika mendengar tembakan yang bertubi-tubi. Dan setelah mendengar dari temannya bahwa Rukia pingsan dan dibawa ke UKS, ia buru-buru bangkit dan mencari sahabatnya itu.

"Hehe..maafkan aku, sebenarnya sih kalau boleh jujur, aku tersesat. Sebelumnya aku belum pernah melewati jalan ini." Rukia hanya cengingisan.

"Rukia.." Momo nampak tersenyum karena telah menemukan Rukia, tapi raut mukanya berubah menjadi sedih.

"Ada apa Momo?"

"Kalau boleh aku jujur... sebenarnya aku... juga tersesat. Hehehe." Rukia sweatdrop. Dia kira, Momo yang dari tadi berlarian dengan percayadiri dan meneriakkan namanya terus menerus itu sudah mengetahui jalan ini. Apalagi ia sendirian, menambah kesan pasti tak mungkin tersesat. Tapi nyatanya? Yah.. mereka memang sejoli.

"Oiy.. kalian tidak ke lapangan utama? Mau dapat hukuman, ha?" tak disangka. Muncul sebuah suara yang terdengar dari arah belakang. Mereka menengok dan taraa..Senpai Mikan.

"Hey senpai, bisa lembut sedikit nggak sih?" Rukia sewot.

"Maaf saja." Ichigo sedang tidak ingin bertengkar saat ini.

"Konnichiwa, Kurosaki-senpai." Momo dengan sopan menyapa Ichigo dengan membaca badge namanya.

"Oh, Konnichiwa. Kalian darimana? Tidak berkumpul ke lapangan?" Sigh. Ternyata Senpai ini bisa sedikit lembut juga? Nyatanya, ia menjawab salam Momo dengan lembut dan hati-hati. Membuat Rukia tambah jengkel.

"Ano..kami tersesat." Momo pun menjawab. Setelah memperhatikan senpainya lebih jeli, tiba-tiba Momo merona. Oh jangan lagi.

"Kalau begitu ikuti aku. Kebetulan aku juga mau ke sana." Ichigo pun tersenyum pada Momo. Dan entah ada sihir apa, Momo melemas.

"Cih..Senpai ganjen." Lirih Rukia. Dan dibalas dengan lirikan tajam."Apa lihat-lihat?!" owh..Rukia, tempramenmu sekarang suka naik apabila sudah berdekatan dengan Senpai Mikanmu. Tapi Ichigo sudah mengecam, ia sedang tidak ingin bertengkar. Jadi dia hanya diam seraya berjalan santai. Rukia dan Momo juga mulai berjalan beberapa senti di belakang senpainya. Mereka hendak melanjutkan obrolannya.

"Rukia, kudengar tadi kau pingsan. Memang ada apa? Mafia tadi menakutimu?" Momo mulai membuka pembicaraan.

Rukia menggeleng keras, "Justru sebaliknya. Mafia tadi sangat... keren dan mempesona! Ugh.. gayanya ketika turun dari gedung, caranya memegang pistol..caranya memberikan bunga padaku.."

"Apa? Mafia tadi memberimu bunga?"

"Ia, bunga mawar yang ia gigit di balik topeng tengkoraknya. Sungguh! Dia sangat menawan! Apalagi ketika..." Rukia menggantungkan kalimatnya, sengaja membuat Momo penasaran dan tidak sengaja membuat Senpai yang sedari tadi menguping itu penasaran juga.

"Ketika apa? Ketika apa?" Momo antusias. Salah sendiri, siapa suruh terus meringkuk di bawah meja di balik panggung.

"..ketika Mafia itu menciumku. Dan aku langsung tak sadarkan diri. A~h senangnyaaa.. apalagi aku telah mengetahui siapa yang berada di balik topeng itu. Dia pun orang yang aku harapkan untuk menciumku!"

"Haa? Siapa?"

"Dia adalah Ka-"

"Sudah sampai." Tiba-tiba ucapan Rukia terpotong oleh suara bass di depannya. Rukia yang merasa bahwa senpainya sengaja pun kini memelototi senior nya itu. Rasanya ingin sekali melepas sepatu dan mengambil kaos kakinya lalu melayangkannya pada muka senpai tampan berambut jeruk itu. Tapi, Rukia ingat sesuatu. Ia ingat bahwa ada hal yang sangat ingin ia bicarakan dengan Ichigo, jadi ia tambah menatap Ichigo dengan lekat.

Dengan tatapan seperti itu, Ichigo menjadi sedikit paham. Rasanya Rukia masih ingin mempertanyakan siapa sosok yang menyelamatkannya dari Grimmjow. Jujur, ia sudah tak tahan lagi dengan tatapan itu dan memilih untuk..

"Kyaaa...lepaskan aku! Oiy! Senpai Mikaaan! Lepaskan akuuu!"

Untuk kedua kalinya Rukia terseret oleh tangan kekar Ichigo Kurosaki. Momo yang melihat itu semula kaget dan hendak berteriak, tapi mungkin senpai tampan itu memang punya suatu urusan yang ingin ia selesaikan dengan Rukia, jadi ia kemudian mengabaikan hal itu dan berlari mencari tempat bersama temannya yang lain.

:

:

:

:

Semakin menjauh dari keramaian, cengkraman tangan itu semakin longgar. Si empunya tangan juga tau diri. Ia sekarang ini tak punya hak sepenuhnya untuk berlaku kasar pada imoutonya itu. yang di seret pun mulai melepaskan diri dan berhenti berjalan mengikuti sang senpai.

"Cepat katakan apa yang ingin kau katakan." Ichigo tak menatap Rukia, pandangnnya beralih jauh pada ujung lorong dimana ia berada. Sungguh, ia bingung. Atas dasar apa ia membawa harimau kecil ini kemari bersamanya? Jangan runtuki itu.

"Kau memaksaku?" suara Rukia melirih. Membuat Ichigo bingung dan menoleh padanya.

"Ha?" kata tanya yang tak lazim, tapi dapat mewakilkan kalimat apa maksudmu?

"Kau memaksaku bertanya agar kau mengaku ya? Ugh.. aku kira misteri ini akan semakin rumit. Ternyata hanya sampai segini." Nada bicara Rukia terdengar kecewa, bibirnya mengerucut tanda tak puas. Yang diajak bicara pun bengong. Gadis yang aneh. Dia pikir ia sedang main dalam anime Detective Conan? Yang benar saja.

"Jika tidak ada, aku pergi." Ichigo akhirnya memilih untuk beranjak. Melihat tingkah Rukia yang..lihat saja. Oh ayolah, author malas menjelaskannya. Namun, mengetahui senpainya akan pergi, ia menahan lengan Ichigo meskipun badannya sedikit terbawa. Ichigo kembali menengok dan melihat ekspresi serius Rukia.

"Senpai, aku ingin bertanya. Apa kau punya jas almamater..?" Rukia memulainya. Pandangannya benar-benar tak gentar. Tak peduli bahwa ia sedang menatap tajam senpai yang baru 3 hari ini ia kenal.

"Tentu saja aku pu-"

"Apa kau punya jas almamater...yang bertuliskan namamu sendiri?" seutas senyum sedikit tersungging. Menambah kesan sinis di wajah Rukia.

Ichigo terbelalak mendengar ucapan Rukia. Sungguh terkejut sampai-sampai ia tak sadar telah melangkahkan kakinya untuk mundur. Sementara Rukia merasa bahwa dirinya telah menang telak. Tak sia-sia usahanya mencari Renji-senpai sebelum pensi berlangsung.

FLASHBACK

"Hhhh..hhh...hhhh.. Ruang OSIS lagi ya? Ta-tapi bagaimana jika banyak orang. Bisa-bisa jadi gosib." Dan setelah berlari dari Orihime-senpai, menanyakan keberadaan Renji, ia kini mengendap-endap mendekati Ruang OSIS. Ia menarik nafasnya. Dan jangan bilang ia menahannya. Oh ayolah.
Dia pun berjalan melewati pintu ruang itu seraya meliriknya. Berbalik lagi dan meliriknya lagi. Ah! Hanya ada seorang saja. Ia pun melongokkan kepalanya ke depan pintu. Benar-benar hanya ada lelaki berambut merah. Oke, ini saatnya. Ia mengetuk pintu. Tak lama, penghuni ruangan itu menoleh.

"Masuk saja. Mencari siapa?" lelaki itu tengah sibuk dengan kegiatannya, jadi ia segera mengalihkan pandangannya dari gadis dengan nametag Chappy.

"A-ano...saya mencari Renji-senpai."

Lelaki itu sekali lagi mendongak,"Mencariku? Ada apa?" ia kini sepenuhnya fokus pada gadis itu. Meninggalkan kegiatannya yang sedang mengirisi...pisang.

"Umm..Senpai apa kabar? Bagaimana liburan akhir semesternya?" gadis itu meringis dan menggaruk-garuk kepalanya yang sebentar lagi mungkin ketombean.

"Wah! Kabarku baik! Liburanku sangat..sangat menyenangkan! Bayangkan saja, aku mendapatkan tiket tamasya ke kebun pisang di daerah tropis, tepatnya Indonesia. Sungguh! Tempat itu adalah surga yang begitu indah. Ada sekitar 50 jenis pisang yang berpetak-petak. Dari pisang ambon, pisang raja, pisang susu, pisang keju, pisang lokal, pisang bule..argh! Pokoknya banyak! Serta di sana terdapat macam-macam kedai yang bisa mengolah pisang yang kau petik dengan variasi yang a~h..aku tak kuat membayangkannya. Andai saja ayah yang punya tempat itu. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan uang serta berusaha membujuk ayahku untuk membeli tempat itu..." hening sejenak,"Eh? Kenapa aku malah bercerita?! Hey! Kau ke sini hanya untuk menanyakan liburanku?!" Renji tiba-tiba menyentak Rukia. Yang disentak hanya meringis gaje. Bingung dengan alur pembicaraan selanjutnya dan bingung bagaimana menanggapi cerita err..liburan senpainya itu.

"Emm... sebenarnya tidak juga sih. Yang sunguh-sungguh ingin aku tanyakan adalah.." ia menggantungkan kalimatnya seraya mengeluarkan jas dari tas yang dari tadi ia bawa."..ini."

"Kau juniorku kan? Kenapa kau bisa dapat jas almamater sekolah ini?" Renji lebih mencermati jas itu. Ia kaget ketika melihat namanya terpampang di jas itu."Hey! kau mencuri jas ku ya?!"

"Err..Senpai... aku harap tenang dulu. Aku mendapatkan jas ini dari seseorang."

"Seseorang? Sebentar, jasku sekarang ada di... Ichigo! Iya Ichigo! Tadi pagi dia meminjam jasku. Karena aku memang tidak mendapat bagian menghandle kelas, jadi ku pinjamkan saja. Apa kau mendapatnya dari Ichigo?"

"Umm.. entahlah. Jadi.. Sebenarnya jas yang sekarang tengah dipakai oleh Kurosaki-senpai adalah jas Renji-senpai? Berarti, jas ini bukan punya Renji-senpai. Yang kubawa sekarang adalah milik...

...Kurosaki-senpai."

END FLASHBACK

"Bagaimana Senpai? Masih mau mengelak? Aku sudah memastikannya pada Renji-senpai. Dan jas yang ada padaku adalah milikmu. Orang yang menyelamatkanku dari Grimmjow adalah orang yang memakai dan memberiku jas ini. Jadi tanpa basa-basi, orang itu adalah kau." Rukia tersenyum penuh kemenangan. Tapi, seketika senyum itu pudar melihat ekspresi Ichigo sekarang. Senpai Mikan itu pun tersenyum sinis padanya.

"Lalu, apa kau bisa jelaskan mengapa aku menimpa badge nama itu? Kau tidak berpikir? Jika memang hal yang kau sebutkan benar, jadi sudah jauh hari aku menyiapkan trik badge nama itu kan? Dengan kata lain insiden yang menimpamu itu sudah terencana dan aku ambil andil di dalamnya. Bukankah itu berarti aku sekongkol dengan Grimmjow?" jelas Ichigo, ia kembali berdiri tegak dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

Rukia cengo. Ia tak berkutik. Apa yang dikatakan senpainya kemungkinan benar. Jika benar..berarti... apakah cowo ini juga berbahaya? Rukia melangkah mundur dan mundur. Hey, lihatlah kemana kau melangkah. Ia malah memojokkan diri ke tembok dan Ichigo dengan lihai mengikuti gerakannya, hampir tak ada jarak lagi di antara mereka. Wajah Ichigo begitu dekat dan Rukia semakin takut. "Walaupun begitu. Sebenarnya dia orang yang baik. Dia suka membantu temannya dan dia pandai bela diri." Kata-kata Kaien terngiang. Ichigo lelaki yang baik. Ia mempercayai perkataan Kaien. Tapi, situasi ini apa?

"Jangan sekali-kali menyulut api." Bisik lembut Ichigo. Nafas segarnya menerpa wajah Rukia. Sebenarnya, aura yang dipancarkan Ichigo tidak seperti Grimmjow. Rukia bisa merasakan itu. Namun, mengapa bulu romanya berdiri? Kalau begitu, ia harus kuat! Ia harus berani! Dengan cepat Rukia mendorong Ichigo sekuat tenaga dan lari sejauh yang ia bisa. Ia tahu, seharusnya dorongannya itu tak cukup kuat untuk merobohkan Ichigo, tapi nyatanya Ichigo melepaskan dirinya.
Syukurlah, tak terjadi sesuatu yang mengerikan dengan dirinya.

Tapi tunggu. Ia tersesat (lagi).

:

:

:

:

Disebuah gudang yang lumayan gelap, terbujur seseorang di dalamnya. Ia kini sedikit menggeliat di atas matras empuk yang di kelilingi peralatan olah raga. Ia mencoba mengedipkan matanya, menyesuaikannya dengan penerangan di sana. Setelah dirasa bisa untuk bangun, ia pun duduk. Kemudian sedikit memijat pelipisnya.

"Aku dimana?" rambut hitam seseorang itu turun. Penampilannya acak-acakan."Ugh.. Kurosaki tadi kemana ya..? kenapa bisa aku tidur di sini sih?" ia mulai merapikan pakaiannya dan beranjak dari situ. Pintu gudang yang sedikit terbuka, memudahkannya untuk langsung melangkah keluar."Sekarang pukul berapa ya? Apa Rangiku sudah menyiapkan semua untuk pensi?" ia kembali memijat kepalanya."Tak elit jika seorang Kaien Shiba sampai terlambat ke tempat pensi.." pria itu terus saja berjalan dan melakukan monolog. Setidaknya tak ada orang di situ, jadi tak ada bisa yang menjulukinya gila.

:

:

:

:

"Oke...setelah ini, kalian bisa istirahat. Jangan lemas, tetap Fighting ya~" Rangiku membubarkan para junior untuk mengambil waktu istirahat. Setelah istirahat, upacara penutupan akan segera dimulai untuk mengakhiri kegiatan MOS ini. Rangiku juga buru-buru menuju ruang OSIS, ingin mengambil bekalnya dan memakannya dengan Gin. Sepulang dari sekolah pun ia sudah scedule untuk ngdate dengan Gin. A~h..indahnya nonjomblo..

Baru melangkahkan ujung sepatunya ke dalam ruangan, ia sudah di suguhi pemandangan yang tak enak. Wajah judes Ishida memang tak enak di pandang sekali pun dia operasi plastik. Lihat saja, siang ini dia berhasil menyeret seorang junior. Rangiku yang merasa familiar dengan junior tersebut, berbisik pada Hisagi di sampingnya.

"Bukannya itu.. yang tempo hari diseret oleh Ichigo kemari ya?"

"Memang..yang dance nya membuat ituku tegang.."

Plak!

Satu gamparan mendarat di kepala Hisagi."Lalu ada apa sekarang dengan Ishida? Ia ketagihan dengan dancenya gadis itu?" ceplos Rangiku asal.

"Ishida menagih hukumannya."

"Owh..60 tanda tangan? Tapi kenapa Ishida kelihatan marah? Kurasa gadis itu telah berhasil mengumpulkan semuanya. Kaien kan membantunya."

"Kurasa kau salah."

Chappy yang ditatap dengan tatapan yang sungguh..owh, tak cukup bila mengerikan itu terus saja menunduk. Tak berani menengadah barang secenti pun.

"Ini adalah hari terakhirmu. Aku mau tanda tangannya lengkap sebelum upacara penutupan!" bentak Ishida. Ia benar-benar tak suka dengan orang yang tidak disiplin dan seenaknya. Memang tanda tangan itu kurang satu. Apa tidak bisa ditolelir?

Mana ada? Yang namanya kurang tetap saja kurang! Yah...jangan heran bila berhadapan dengan manusia bernama Ishida Uryuu.

"Baik, Senpai." Bagai kucing kecil yang memelas, meminta agar tidak dibuang ke jalanan. Yah, mau bagaimana lagi. Tak ada pilihan lain, ia harus pergi ke kandang macan untuk lepas dari kandang macan lainnya. Pergi maupun tinggal, ia tetap di kandang macan!

Oke, ia sekarang akan mencari Ichigo Kurosaki sendirian. Momo masih berkumpul dalam rangka kumpul peserta pensi. Kaien-senpai bagai lenyap ditelan bumi. Dan sekarang, hanya dengan bermodal selembar kertas dan bolpoint, ia menggerakkan kakinya untuk mencari seseorang. Seseorang yang beberapa menit lalu menjadi berbahaya. Seseorang yang beberapa menit lalu ia jauhi.
Hmm..apa perlu ia menghajar seseorang yang entah nantinya ia temui di jalan lalu menyuruh orang itu mendoakannya agar ia selamat dari Ichigo? Dasar korban sesat pepatah.
Rukia, tarik nafas... jangan bilang tahan. Hey, berpikirlah jernih. Setidaknya jika ia macam-macam, kau kan bisa teriak. Sekolahan masih ramai. Tenang saja.

Yosh!

:

:

:

:

:

Dari kejauhan terlihat seorang lelaki berambut senja tengah tertidur di bangku halaman belakang. Terik matahari nampakna tek menyurutkan niatnya untuk tidur.

Rukia yang melihat pemandangan itu sedikit gemetar. Pasalnya Senpai Mikannya itu sudah menakutinya. Hey, tapi coba lihatlah dari sisi positifnya. Kulit wajahnya yang eksotis tertimpa cahaya matahari dengan sedikit keringat membuatnya berkilau. Kerutan di alisnya yang tetap tajam. Mata terpejam itu juga begitu imut. Apalagi badanya kini jelas terlihat atletis. U-ugh..Rukia..jangan meleleh!

"Ada perlu apa lagi?"

Rukia tersentak, pria itu ternyata terjaga. Mata yang terpejam itu mengelabuimu.

"A-aku, ingin minta...mm, tanda tanganmu." Rukia berbicara agak lirih. Ia kembali gemetar.

"Aku tidak dengar." Rukia akhirnya mendekat meski ragu-ragu. Tenang saja, ingat berteriak.

"A-aku ingin minta tanda tangan." Mendengar itu, Ichigo membuka sebelah matanya. Mengintip pemilik mata amethys dan rambut raven indah. Kulit porselennya masih sama seperti biasa. Tetap merona walaupun terkena sinar matahari. Ichigo tak perlu susah-susah mendongak hanya untuk memandangi Rukia. Dan dengan santainya ia berkata,

"Jadilah pacarku."

.

.

.

"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaa."

TO BE CONTINUED


Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaa apa-apaan ini? Haha. Pasti reader seneng deh. Nih fic udah hampir tamat loh..hahay. jadi siapkan karangan bunga dan pita merah XD. Seperti biasa, mohon review dan yang review saya kasih ciuman maut belum gosok gigi (˘⌣˘)ε˘`). Review ya.. review ya... saya serius loh dengan 20 review di Note tadi...khekhekhe #PLAK!

Oke lah, tanpa banyak tulisan lagi, saya pamit undur diri. Salam pramuka!