Tap… tap… tap… langkah kaki ku berjalan dengan tenang dan kulihat sosok orang yang sudah menunggu ku sejak awal kami berjanjian.
"Naruto-san lama sekali kamu datang kesini, kau terlambat sepuluh menit-… heh, Naruto-san. Ada apa?" tanya hanabi melihat ku dengan tatapan kosongnya.
"O-oh, hanabi-chan. g-gomenasai jika aku terlambat. Ayo kita mulai saja latihan nya" jawab ku melangkahkan kaki ku ketempat yang kami janjikan.
Bruk… sebuah tangan memegang erat tangan ku menahan langkah ku berjalan, aku pun mencoba melihat siapa yang menggengam tangan ku dengan kuat.
"Ada apa hanabi-chan bukan nya kita akan latihan kenapa kau menahanku?" gumam ku pelan.
"Naruto-san apa yang sebenarnya terjadi, ini bukan dirimu yang sebenarnya. Tolong beritahu aku!?" teriak hanabi menanyakan keadaan ku.
"A-aku tidak apa-apa"
"Bohong aku tahu kamu menyimpan masalah, Apa yang sebenarnya terjadi!?" bentak hanabi kepadaku karena khawatir padaku.
"Sudah kubilang aku tidak apa-… heh, h-hanabi-chan?" gumam ku terkejut melihat hanabi yang menangis melihat ku seperti ini.
MINNA-SAN, GIMANA KABAR PASTI BAIK DONG #PLAK.
ANE MAU MELANJUTKAN CHAPTER BERIKUTNYA NIH MAAF JIKA BARU …
*SELAMAT BINGUNG EH, SELAMAT BACA MAKSUDNYA"
DISCLAMER : CERITA PUNYA SAYA, TAPI PEMILIK KOMIK PUNYA MASASHI KISHIMOTO DAN SAYA MINJAM DULU CERITANYA …
(AUTHOR DIBACOK SAMA TAKUMI-SAN)
PAIRING : HINANARU X HANANARU
RATED : T+
GENRE : ACTION, SCI-FI, SUPER POWER, ROMANCE.
WARNING : OOC, EJAAN KADANG ADA YANG SALAH DAN TIDAK SESUAI, BANYAK KATA-KATA KASAR DAN MEMBINGUNGNYA SERTA TYPO.
CHAPTER 7 : DECLARATION OF LOVE.
"Hiaaaatt" teriak laki-laki berambut raven dan perempuan berambut permen kapas pink menyerang seorang gadis berambut indigo dengan blaze pedang miliknya yang besar, gadis itu menahan serangan kedua orang dan menyerang balik.
"Kalian terlalu lambat sasuke-kun, sakura-chan. Pertahanan kalian terbuka. Jika kalian seperti ini kalian tak akan menang melawan musuh!" ujar nya dengan dingin lalu membuka celah pertahanan musuh lalu menyerang balik kesakura dan sasuke.
TRAAAANG… GYAAA…. KYAAA. tubuh sasuke dan sakura pun terlempar dengan kuatnya membuat blaze mereka berdua terlepas dari genggaman tangan mereka.
BRUUUK.. mereka berdua terjatuh dengan kasarnya ditanah.
"It-tatai. Sasuke-kun kamu tidak apa-apa?" ringis sakura lalu bertanya kesasuke yang masih terbaring ditanah menahan sakit.
"A-aku tidak apa-apa!" jawab sasuke.
"Berdiri, kalian ingin kuat bukan. Kalau begitu berdirilah kembali dengan segera!" perintah hinata dengan dingin.
"H-hai, Shishou!" jawab sasuke dan sakura kembali berdiri lalu mengambil blaze mereka masing-masing dan mulai bersiap menyerang kembali.
"Ayo kita mulai lagi!" ujar hinata berlari mengayunkan blaze pedang besarnya ke arah sasuke dan sakura.
"Menyebalkan" batin hinata kesal mengingat naruto sejenak.
NARUTO POV.
Aku dan hanabi sedang duduk diatas gunung ditemani dengan air terjun yang mengalir dengan derasnya. Aku menceritakan semua yang terjadi kepada hanabi dan hanabi pun hanya mengangguk mengerti.
"Begitu ya, Onee-sama benar-benar menyukai naruto-san!" batin hanabi yang entah mengapa merasa hatinya sedikit sesak dan melamun tanpa sadar aku memanggil namanya berulang-ulang.
"Heii… hanabi-chan, hanabi-chan-…
"H-hai… naruto-san, maaf jika aku .." saut hanabi gugup dan tertawa garing.
"ada apa?" tanya ku menanyakan keadaan dia.
"A-ah bukan apa-apa, hehehe" jawab hanabi tertawa garing kembali.
"Oh" gumam ku.
Beberapa menit kemudian kami pun terdiam dan aku pun memulai pembicaraan agar suasana tidak kaku.
"Hei… hanabi-chan?" tanya ku.
"A-ada apa, naruto-san" saut hanabi yang masih gugup.
"Apa sebaiknya aku berhenti saja latihan ini, aku merasa sangat tidak cocok dengan semua ini, ditambah blazeku hanya sebuah perisai tidak bisa untuk menyakiti, jadi untuk apa aku bertahan sejauh ini jika hasilnya sia-sia!" gumam ku menolak takdir akan kenyataan blaze milik ku.
"Itu sama sekali tidak benar!" bentak hanabi memarahi ku.
"Blaze naruto-san sangat luar biasa, bisa menahan teknik terkuatku dengan mudah. Kenapa Naruto-san menolak hal yang hebat seperti itu!" lanjut hanabi melanjutkan penuturannya.
"B-benarkah?" jawab ku sedikit gugup.
"T-tapi ada sesuatu yang membuat ku sangat takut. Aku sudah tak punya siapa-siapa lagi didunia ini, dunia ini begitu kejam tapi disisi lain dunia ini indah, jika memang aku harus mati dalam peperangan ini kurasa aku-…"
BRUUUK… tubuhku pun terjatuh karena sebuah dorongan yang begitu kuat, sehingga posisi aku berada dibawah sedangkan orang yang mendorongku ada diposisi atas.
"H-hanabi-chan, kenapa kau mendorongku, t-tolong berdirilah s-segera. T-tubuhmu sedikit berat-…!" mohonnya kepada gadis itu.
"Dasar,... A-ano, Naruto-san, sebenarnya a-aku!" gumam hanabi menunduk.
"A-ada apa, k-kenapa kau menahan ku seperti ini?" tanya ku kembali dengan gugup.
"A-aku…. A-aku menyukai mu naruto-san" ujar nya lalu menciumku tanpa seizin ku, aku sangat terkejut dengan kejadian yang menimpa ku ini, awalnya aku mencoba melawan tapi akhirnya aku pun menjadi tenang.
"Entah apa yang terjadi, walaupun aku menolaknya, tetapi hati dan tubuh ku tak berkerja dengan semestinya" batinku menerima akses lidah hanabi untuk mengizinkan lidahnya bermain didalam mulutku, aku pun juga melakukan hal yang sama seperti hanabi.
"N-naruto-san, a-apa kamu menyukainya?" tanya hanabi sedikit merona membuang mukanya kesamping.
"I-itu…" jawab ku sedikit mengangguk kecil.
"Syukurlah, kalau begitu" ucap hanabi menarik ku.
"O-oiii, a-apa yang kau lakukan hanabi-chan-… Heh?!" jawab ku terkejut karena hanabi sudah merubah posisinya sama seperti keadaan ku sebelumnya.
"A-apa maksudnya hanabi-chan, a-aku tak mengerti sama sekali!"tukasku mencoba menolak tanpi tanganku ditahan olehnya agar aku tak bergerak pergi.
"Naruto-san, A-aku, kamu boleh melakukan apapun padaku. kumohon temani aku malam ini aku sangat mencintaimu, tapi sedikit lebih lembut yah!"mohon nya dengan merona sambil memegang wajahku lalu menciumku kembali.
Aku pun hanya mengangguk kecil dan melanjutkan ciuman kami sebelumnya yang sempat terhenti Malam berjalan dengan semestinya, tanpa kami sadari ada seseorang yang sedang mengawasi kegiatan kami berdua.
SKIP TIME.
Latihan kami pun berakhir sesudah melakukan perbuatan hal yang bisa dikatakan mesum, hari yang sangat melelahkan tentunya,aku pun bersiap-siap untuk tidur saat aku keluar dari kamar mandiku seseorang sudah mengarahkan kater keleher ku. Aku tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang memasuki kamarku, aku pun hanya terdiam dan mulai bertanya kepada orang yang mengarahkan katernya kepadaku dari belakang tersebut.
"Siapa kau-…ugh?" tanya ku dengan dingin.
BRUUUK… aku pun langsung pingsan seketika, karena tengkuk leher ku telah dipukul oleh orang itu yang tak kuketahui siapa namanya dan orang tersebut memakai topeng jadi aku tak mengetahuinya sama sekali.
"Sangat mengecewakan" gumam orang tersebut
.
SESEORANG YANG TAK KUKENAL TELAH MENYERANGKU, SIAPA ORANG YANG BERANI MELAKUKAN HAL SEPERTI INI PADAKU.
SAMPAI JUMPA DICHAPTER DEPAN, JAA….
