Disclaimer : Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki-sensei.

This is the last chapter! Enjoy-ssu.


Akashi berhasil menemukan CF di dalam hutan dan dia ingin membuat CF menyerah dan mengakui kesalahannya. Selain itu, dia ingin CF berkata yang sejujurnya tentang alasannya melakui semua ini.

"CF, kau tidak bisa lagi menghindar dariku." Kata Akashi "Sekarang terimalah semua hukuman atas perbuatanmu ini."

"Akashi, aku menyesal karena tidak membunuhmu waktu itu. Kenapa aku harus membiarkan kau hidup, hahaha." CF malah tertawa. "Bodoh sekali aku ini."

"Kau baru sadar kalau dirimu bodoh ya?" Sahut Akashi. "Aku sudah menyadari semua rencanamu dari mulai kau mengajak teman-temanku untuk melakukan pelatihan bersama ini. Sebelum perlatihan ini, kau sudah tahu siapa aku yang sebenarnya, kan?"

"Kau memang pintar akashi. Tapi apa kau tahu jika mengajak teman-temanmu di sini bisa membahayakan mereka juga?"

"Tidak, kau takkan bisa melukai mereka selagi aku masih hidup."

"Hahahaha. Kau bukan murid SMA biasa. Aku selalu merasa lebih pandai darimu, tapi, bukan aku saja yang melakukan 1 kesalahan." Kata CF. "Apa kau tidak berpikir kenapa aku masuk ke dalam hutan di tengah malam begini?"

Pandangan Akashi menjauh dari CF dan sibuk menelusuri keadaan di sekelilingnya. Namun CF memanfaatkan situasi itu untuk melarikan diri. Akashi yang menyadari hal itu tidak tinggal diam. Dengan sigap, ia langsung mengeluarkan gunting andalanya dan melemparkan ke arah kaki CF sehingga membuat CF terjatuh.

"Terimalah ini, pelatih Hide..."


Setelah identitas CF terkuak, semua orang merasa tenang karena keadaan lebih tentram dibandingkan sebelumnya. Tetapi, anggota Kiseki no sedai yang lain dan Kagami masih tidak mengetahui bahwa CF adalah pelatih Hide. Karena penasaran, mereka pun bertanya kepada Akashi.

"Kalau kau sudah tahu bahwa CF adalah Pelatih Hide, kenapa kau tidak langsung menangkapnya?" tanya Kagami.

"Kau ini memang benar-benar bodoh." Jawab Akashi. "Mana mungkin aku bisa menangkap orang tanpa bukti yang jelas."

"Itu benar-benar pertanyaan kurang bijak, Kagamicchi." Sahut Kise. Lalu menoleh ke arah Akashi. "Akashicchi, bisakah kau ceritakan secara rinci tentang siasatmu untuk menangkap CF?"

"Tentu saja." Jawab Akashi. "Sebenarnya, aku tidak terlalu peduli soal CF. Namun, karena salah satu temanku ada yang dibantai olehnya, jadi aku berusaha untuk mengoak siapa dia sebenarnya. Lagipula aku sudah berjanji padanya untuk membalaskan dendamnya kepada CF."

"Aka-chin, jangan bilang kalau yang mengirim SMS balas dendam itu adalah kau." Kata Murasakibara.

"Ya. Memang aku yang mengirim sms tersebut supaya korban akan lebih waspada karena dia target CF selanjutnya." Sahut Akashi.

"Kenapa kau tidak langsung bilang saja kepada yang bersangkutan, Akashi?" kali ini, Aomine yang bertanya.

"CF terus mengawasiku. Jika aku langsung bertatap muka kepada si korban, bisa-bisa hari kematianya datang lebih cepat." Jawab Akashi lagi. "Menurutku, lebih baik memberitahunya lewat SMS. Tetapi, itu sama sekali tak berhasil."

"Jadi, tentang boneka yang mirip pelatih Hide itu bagian dari rencanamu kan, Akashi?"

"Itu benar. Boneka itu hanya salah satu cara supaya aku bisa membongkar rahasianya. Dan ternyata, dia malah bingung ketika melihat dirinya sendiri tergantung, hahaha." Akashi tertawa puas sambil menoleh ke arah Kise dan Midorima. "Dan, terima kasih atas bantuan untuk membuat boneka itu, Kise dan Midorima."

"Ya sama-sama-ssu." Balas Kise. "Kukira kau hanya ingin mengejutkan dia menggunakan boneka itu karena sebentar lagi pelatih Hide akan berulang tahun ssu."

"Sebenarnya, aku tidak tega melakukan ini kepada pelatih Hide, tapi mau bagaimana lagi? Yang dia lakukan adalah suatu kejahatan yang harus dibongkar. Selain itu, dia melakukan pembunuhan beruntun ini karena depresi atas kematian putrinya."

"Kematian putrinya?" Midorima membulatkan matanya.

"Iya. Putrinya meninggal karna kekurangan darah, sedangkan rumah sakit tempat putrinya dirawat kehabisan stok darah tersebut karena banyak pasien yang membutuhkannya." Jelas Akashi.

"Apa golongan darah putrinya?" tanya Kuroko.

"O. Sedangkan pelatih Hide bergolongan darah A dan istrinya sudah meninggal 5 tahun yang lalu." Jawab Akashi. "Karena itulah, dia berusaha mencari pendonor darah untuk putrinya, tetapi tidak ada satupun orang yang mau menolongnya hingga akhirnya putrinya meninggal di rumah sakit."

"Bukankah tidak masuk akal jika dia membunuh orang yang tak ada hubungannya dengan kematian putrinya?" sahut Kagami.

"Kau benar. Namun pelatih Hide begitu depresi karena setiap orang yang bergolongan darah O tidak mau menyumbangkan darahnya untuk putrinya. Karena itulah, dia membunuh semua orang yang bergolongan darah O. Seperti ia nyaris membunuh Murasakibara."

"Nnnn... Aka-chin, tapi kenapa dia tidak jadi membunuhku waktu itu dan justru mengaku dirinya adalah Kise-chin?" tanya Murasakibara.

"Dia hanya ingin persahabatan kita hancur. Namun aku tak tahu tujuan pastinya" jawab Akashi. "Tapi seharusnya kau bersyukur karna tidak jadi dibunuh olehnya!" Akashi langsung memukul kepala Murasakibara.

"Jadi dia sudah merencanakan semua ini dengan mengaku-ngaku kalau CF adalah Kise atau Midorima?" Kagami menganalisis semua misteri yang terjadi. "Tapi waktu aku menemukannya di toilet, bagaimana dia bisa melarikan diri?"

"Dia pemilik hotel ini. Tentu saja dia mengetahui jalan rahasia di hotel ini yang sama sekali tidak kita ketahui." Jawab Akashi.

"Jadi, kau memanfaatkan kami untuk aksimu ini?!" sahut Aomine dengan suara yang sedikit lebih keras.

"Bukan seperti itu, Aomine. Aku hanya meminta bantuan kalian saja." Balas Akashi. "Oh iya Kuroko, maafkan aku karna aku kau jadi terluka waktu itu."

"Tidak apa-apa, Akashi-kun." Balas Kuroko.

"Ahhh! Aku sama sekali bukan detektif yang baik-ssu!" seru Kise. "Akashicchi, keterlaluan sekali kau! Sini! Jangan lari kau!"

Terjadilah kejaran-kejaran ala Tom and Jerry antara Kise dan Akashi. Yang lainya hanya tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan keduanya. Namun tidak dengan Aomine yang malah ikut mengejar Akashi dan disusul oleh Kagami, Murasakibara, dan Midorima.

~ End ~

Oh yeah, this fanfic is end! Terima kasih kepada seluruh readers maupun silent readers yang telah mereview, memfollow dan memfavoritekan fanfic ini! Oh iya, sebelum menutup fanfic ini, Yukira akan menjawab review dari guest :

Mikasuchi Kisara : CFnya bukan Midorima juga bukan Akashi, apalagi semua member GoM. Siapa CF yang sebenarnya sudah terungkap di sini.

Nis : Udah jelas kan, siapa CF yang sebenarnya?

Oke, mind to RnR?

Jaa nee~!

Yukira Kamishiro.