I am a companion of all them that fear thee, and of them them that keep thy precepts. – Mazmur 119 : 63.
Senso to Yujo
Chapter 7: The Voter 2
Persona Series © Atlus
Bleach © TITE KUBO
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2…
We are living our life…
I walk away from the soundless room~
I realize, once again…
Muncul scene pada saat Yosuke tersedak di seri sebelumnya.
Yosuke Hanamura as Himself
That the world is cheating me again!
And so, we must survive this day once again!
It's always happening…
And we'll gonna make you familiar with all of this!
Muncul scene pada saat tangan Kanji kepleset sehingga alkohol yang dia pegang jatuh ke api unggun dan membuat seluruh hutan terbakar.
Kanji Tatsumi as Himself
Rise to the sunshine!
Now all we have to do is to see the positive side of all problem happen to us!
Let's show how we can be!
Let's gone mad and…
Leave the rest of your mess to us!
Muncul scene pada saat Chie menjebak Yosuke untuk membuatnya makan steak.
Chie Satonaka as Herself
Wake up you all!
It's out time now!
There's will no second change for us!
Muncul scene pada saat Yukiko tertawa seperti orang gila.
Yukiko Amagi as Herself
So leave the rest us!
(Leave the rest to us)
Leave the rest to us!
(Leave the rest to us)
LEAVE THE REST TO US!
Yasogami: Class 2-B, Afterschool.
"Baiklah, anak-anak. Pelajaran tentang Gordon Freeman sampai sini dulu, jangan lupa kerjakaan PR kalian!" kata Komamura-sensei, guru sejarah yang selalu pakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya. "Ini cuma aku, atau hampir semua guru disini sinting!" kata Yosuke, setelah Komamura-sensei pergi. "Aku setuju denganmu!" kata Kou. "Yo, guys. Bagaimana perkembangan Secret Wars-nya?" tanya Kanji masuk ke dalam kelas."Tidak ada perkembangan baru, kurasa Karukozaka sedang menyiapkan sesuatu, apapun itu kita tak boleh lengah…" ujar Yosuke.
"Kurasa kita harus menyelinap ke sekolah mereka…" kata Chie tiba-tiba. "No way! Itu terlalu risk kan! Tak mungkin kita bisa keluar dengan selamat!" kata Yosuke bangkit dari kursinya. "Aku kan hanya memberi saran!" kata Chie membela diri. "Betul apa yang dikatakan Satonaka! Kita akan melakukan operasi Deep Dive Noir, sama seperti ketika kita menyelinap ke rumah sakit jiwa Kwa Yun!" kata Ronan tiba-tiba masuk ke kelas.
"Biar kutebak, kalian sudah mengadakan rapat?" tebak Daisuke. "Bingo! Tapi kali ini sedikit berbeda, datanglah ke rumah sementara kalian, aku akan menjelaskannya…" Ronan pun pergi. "Rumah sementara?" tanya Kanji. "Itu, kelas kosong yang kita tempati kema—". "Diam! Aku tidak mau ingat kemarin itu!" kata Yosuke, sensitif. "Ada apa dengan dia?".
Yasogami: Empty Classroom.
"Kami sudah disini!" kata Yosuke, Kanji, Daisuke, Kou, Russ, Fuzz, dan Teddie (yang mau bersenang-senang)."Baiklah, kurasa saatnya menjelaskan rencana Deep Dive Noir…" kata Ronan mengerutkan dahi-nya. Ronan lalu mengeluarkan sebuah kertas yang lebar dan menaruh-nya di meja.
Yasogami Combatant: Yosuke, Kanji, Daisuke, Kou, Russ, Fuzz, Teddie, Ikkaku, Peter 'Long Name' Sullivan, Ronan, 2 orang lainnya yang rela.
Pertama-tama, dibagi dua grup dalam penyerangan ini, Yosuke, Teddie, Kou, dan Peter adalah yang menyelinap, sementara sisa-nya adalah petarung utama, grup Yosuke untuk menyabotase mereka selagi mereka sibuk melawan grup Ronan.
Kalian akan diantar dengan dua van berwarna hitam dimalam hari, 50 meter dari lokasi utama. Kalian harus menyelinap dengan menggunakan espionase dan keahlian fleksibel! Setelah sampai di gerbang utama yang dijaga ketat. Kedua, para grup sabotase akan menyelinap kedalam sekolah dengan melewati dinding pembatas yang sudah dibuat retak oleh mata-mata kami, grup sabotase hanya perlu membuat dinding itu lebih rusak parah dan menghancurkan-nya dengan diam-diam, kalian pun menyelinap kedalam.
Setelah diberi signal lewat lampu senter, para grup frontir lalu menyerbu masuk kedalam dan berhadapan dengan para murid-murid Karukozaka. Para grup sabotase pun semaksimal dan secepat mungkin menghancurkan apa pun yang kau lihat di hadapanmu! Setelah kalian merasa cukup, kalian kembal ke lubang yang kalian buat dan beri sinyal lagi ke grup frontir untuk mundur.
Kalian harus berlari secepat mungkin kembali ke van, misi sukses.
Semoga sukses dan beruntung,
"Kedengarannya seperti surat wasiat…" komen Kanji. "Baiklah! Kita akan melaksanakan operasi ini! Siapkan peralatan kalian dan beristirahat lah! Kalian harus dalam kondisi prima pada malam hari!" teriak Ronan. "Hai~!".
50 meter from Karukozaka High School, Midnight. Deep Dive Noir: start!
"Semoga beruntung, 'Osuke!" kata Monroe, maniak bom dari seri sebelumnya yang mengemudikan van. Semua penyusup pun berlari secara hati-hati dengan pakaian serba gelap. "Rasanya sangat déjà vu, seperti dulu kita menyerang RSJ…" gumam Yosuke sambil berjalan. "Iya…" kata Daisuke. Setelah mereja berjalan cukup lama, mereka akhirnya melihat sebuah gerbang tinggi, dan ada sekitar tujuh satpam menjaga didepan gerbang.
"Baiklah, pasukan frontir. Apa kalian siap?" tanya Ronan, sang pemimpin pasukan frontir. "Yeah…" gumam Ikkaku (yang baru muncul di chapter ini). "Baiklah, dalam hitungan ketiga…satu!" semua pasukan frontir mengeluarkan senjata mereka masing-masing yang dibeli secara gratis dari Lord of Wars: Tetsu. "Dua!" semua pasukan frontir menyiapkan kuda-kuda. "TIGA! DEMI YASOGAMI!" semua pasukan frontir meneriakkan yel-yel perang dan menghambur ke para satpam yang lengah.
Sementara itu, grup sabotase pun berjalan melewati dinding gerbang, dan tak jauh dari pintu gerbang terdapat sebuah dinding yang penuh retakan yang dibuat oleh mata-mata Yasogami. "Hancurkan!" Yosuke lalu mengeluarkan sebuah palu-palu, di-ikuti semua pasukan sabotase, mereka beramai-ramai menghantam palu mereka ke dinding retak itu.
Ronan menghajar salah satu satpam yang kalah tanding dan menghajar yang lainnya sampai terjatuh. Yosuke melayangkan palu-nya untuk terakhir kalinya dan dinding dihadapan mereka pun langsung hancur berkeping-keping, para pasukan sabotase bersorak-sorak dengan semangatnya. Semua pasukan sabotase pun menyerbu masuk, dan melawan beberapa murid Karukozaka yang bukan tandingan mereka, Peter Sullivan langsung menghajar salah satu murid dengan palunya sampai terlempar menembus jendela.
Kembali ke pasukan frontir. Beberapa murid Karukozaka lalu membunyikan alarm dan beberapa murid menyerbu ke gerbang untuk menyerang para penyusup. Daisuke dan Ronan lalu bersama-sama menghajar beberapa murid, tapi munculah murid yang membawa sebuah pedang, dan dengan gagah berani mereka menyerang murid itu.
Karukozaka: Library, Sabotation Team side.
"Hancurkan!" Yosuke lalu menghantam palu-nya ke rak-rak buku yang tersusun rapi, sementara Kou merobek-robek buku yang dia lihat. Teddie dan Peter menghancurkan meja dan lampur, dan juga pot-pot tanaman. "Brengsek! Siapa kalian! Watatatatoya!" salah satu murid tiba-tiba datang dan mengeluarkan pisau kupu-kupu. "Sial!".
Yosuke: Menghajar murid itu dengan palu-nya sampai terlempar keluar pintu, tapi datanglah delapan murid lagi.
Karukozaka-hobknockers: "Dia membuat pingsan Masumi! Hajar dia!".
Peter Sullivan: Menghantam salah satu murid, tapi murid yang lain menyergap-nya dari belakang dan melempar palu-nya.
Teddie: Mengeluarkan sebuah petasan dan melemparnya ke gerombolan yang menyerang Yosuke.
"Kou! Kau tutup pintu dengan rak buku, mereka bisa saja bertambah!" perintah Yosuke kerepotan melewan beberapa murid. "Baik!" Kou menghajar salah seorang murid dan melemparnya ke rak buku yang sudah hancur. Dia lalu mengangkat rak buku didepannya dan mendorongnyasecepat mungkin untuk menutup pintu.
Peter lalu mengamuk dan menendang kaki murid yang menyergap-nya dan mengangkat tangannya dan melemparnya keluar jendela, PRANG! "Hah..hah. Ayo! Bantu Kou menutup pintu!" teriak Yosuke ketika semua musuh sudah terkalahkan. Setelah menutup pintu dengan tiga lapis rak, mereka lalu berkumpul di tengah perpus.
Karukozaka: Parking Garage, Fronter Team side.
Pasukan frontir diserbu sekitar dua puluh murid, "Kami dari 'Unsere Armee Hachobe Agilee' tidak akan membiarkan kalian masuk!" kata salah satu murid menghajar Ikkaku. "Iya! Langkahi dulu mayat kami!" kata salah seorang murid lainnya. "Ronan cepat pukul dia!" teriak Daisuke berusaha menahan murid berpedang itu. "Baiklah! Hyaa~!" Ronan memukul perut pemegang pedang itu keras sekali sampai dia pingsan. Ronan lalu mengambil pedang murid itu dan menggunakannya melawan murid Karukozaka.
Kanji, Russ, dan Fuzz bersama-sama melawan murid paling besar disana dengan menghantam tinjunya mereka ke seluruh badan murid raksasa itu. Tapi ternyata tak mempan, murid raksasa itu lalu mengangkat Kanji dan melemparnya.
Karukozaka: Library.
"Waktu kita tidak banyak! Bagaimana cara kita keluar darisini selain dari pintu itu?" tanya Yosuke. "Lihat! Ventilasi udara!" kata Teddie. "Bagus, Teddie!" mereka semua pun menyelinap ke ventilasi dan keluar tepat didepan pintu perpustakaan. "Hey! Kalian!" beberapa murid lalu mendatangi mereka. "Mereka tak ada habisnya…" gumam Yosuke.
Teddie lalu berusaha menghadapi beberapa murid tapi beberapa murid ini ternyata lebih kuat dari yang mereka hadapi, para murid-murid itu lalu menghajar Teddie habis-habisan. "Teddie! Brengsek!" Yosuke lalu mengeluarkan sebuah pistol dan menembak semua murid-murid itu tapi anehnya tidak ada darah yang keluar, dan mereka semua pun ambruk. "Darimana kau dapat itu?" tanya Peter Sullivan. "Ini pistol bius yang ku pinjam dari Ikkaku, yang dia pakai tahun lalu…" kata Yosuke, lalu menghampiri Teddie.
"Kau tak apa-apa?" tanya Yosuke. "Kurasa tulang tangan kiriku patah…" kata Teddie, kesakitan. "Kita tak bisa melanjutkan ini, kita harus kembali! Apalagi pasukan frontir sudah terdesak!" kata Kou. "Tidak! Kita harus melanjutkannya apapun yang terjadi!" kata Yosuke. "Jangan bodoh, Hanamura! Kita harus mundur! Misi ini gagal!" kata Peter Sullivan. "No way!" bentak Yosuke. "Cukup! Baiklah begini saja! Teddie, kau kembali ke perpustakaan dan bersembunyi, sementara kami yang menangani sisanya, jika kami tidak kembali dalam waktu yang lama, pergilah dengan pasukan frontir tanpa kami!" kata Kou.
"T-tapi!". "Cukup! Kita tak boleh membuang waktu! Kami akan secepat mungkin kembali!" kata Yosuke. "Baiklah, kalian berjanji…" Teddie pun kembali menaiki ventilasi. "Let's go…" dengan gaya yang sangat cool. Mereka pun pergi ke ruang berikutnya.
Karukozaka: First Park.
Para pasukan frontir dikelilingi sekitar 100 murid Karukozaka.
"Sial, kita dikepung!" kata Ikkaku. "Ayo…maju kalian!" kata Ronan. "Watatatatoya!" semua murid-murid itupun menyerbu ke arah pasukan frontir. Ichigo menghantam murid yang paling pertama dan menghajar membabi-buta murid yang lain. Kanji dan Daisuke pun mencoba menahan dan menghindari hujanan serangan. Ronan memakai semua peralatan di tasnya tapi hanya sedikit murid yang terluka. "Arrrrrgghh!" teriak salah satu sukarelawan, dikepung puluhan murid.
"Kurasa, inilah akhirnya…dead in the line of duty" kata Ronan, terkepung. "Bertahan lah!" teriak salah seorang pasukan frontir, yang wujudnya tak kelihatan diantara kerumunan Karukozaka-hobknockers. Tiba-tiba semuanya berlalu sangat cepat, ketika para pasukan frontir sadar, puluhan murid Kasugayama datang membantu.
Teroreng Reroreng Rorong…
"Serang!" teriak salah seorang murid Kasugayama, meloncati Kanji yang terbaring di rumput taman. "Apa kalian bisa berjalan?/ Jangan pergi ke arah cahaya itu!/ Cari sesuatu di tas mereka!/ Bawa mereka keluar!" teriakan-teriakan seperti itulah yang didengar mereka, seluruh murid Karukozaka yang menyerang mereka tadi tumbang satu persatu. Para pasukan frontir pun diseret oleh beberapa murid.
Karukozaka: A/V Room.
"Baiklah, kita sampai, hancurkan!" Yosuke, Kou, dan Peter pun beramai-ramai menghancurkan semua mikrofon, meja, tempat duduk, dan berbagai peralatan lainnya dengan palu-palu mereka. "Well, well, well. Apa ini?" tanya sebuah suara, pintu keluar tiba-tiba ditutup, dan sekitar sepuluh murid dengan knuckles di tangan mereka mengelilingi tim sabotase. "Siapa kalian!" teriak Yosuke, yang mempunyai firasat buruk soal ini.
"Kami adalah pasukan elit: Unsere Armee Hacobe Agilee. Sudah tahu kalian akan melakukan rencana ini, kalian tak bisa kabur…dan teman-teman kalian mungkin sudah dikalahkan oleh Crazy 100" kata sosok gelap, yang kelihatannya pemimpin mereka. "Itu tak mungkin! Kenapa kalian mau menyerang sekolah kami!" teriak Peter. "…." Hening sejenak.
"Itu karena…" sosok jangkung itu berjalan ke cahaya dan dia ternyata adalah…Hazama. "Kalian telah membunuh enam siswa kami!" kata Hazama, dingin. "I-itu tak mungkin! Bullshit!" bentak Yosuke. "Kalian tak tahu apa-apa. Kalian harus bertanggung jawab setelah apa yang kalian lakukan!" ke sembilan murid yang lain lalu menyerbu ke arah pasukan sabotase.
"Shit! Shit! Shit!" teriak Kou. Dari luar jendela, seseorang melempar sesuatu ke dalam, PRANG! Dan ternyata itu adalah bom asap, "What!" kata Hazama. "Tak semudah itu…" kata beberapa murid Seven Sisters. "Ayo! Kalian cepat keluar!" kata Tatsuya diantara para murid-murid itu. "Baik!" pasukan sabotase pun meloncati jendela, dan melihat sekeliling mereka. Dimana-mana murid Kasugayama menghancurkan apapun yang mereka lihat.
"Kita harus cepat kembali! Dua jam lagi akan pagi!" kata Tatsuya. "Baiklah…". "Tunggu! Dimana Pasukan frontir dan Teddie!" tanya Peter. "Mereka semua sudah diamankan, mereka ada didalam van kalian didepan gerbang…" kata salah seorang murid. "Baiklah, terima kasih karena menyelamatkan hidup kami…" Yosuke, Peter, dan Kou pun pergi.
Karukozaka: Main Building 3rd Floor, front balcony.
"Jangan biarkan mereka lolos…" kata Hazama. "Baik," kata salah seorang Lord. Tiba-tiba gerbang utama mulai tertutup. "Shit! Cepat!" teriak Yosuke. Yosuke, Kou, dan Peter berhasil melewati gerbang tapi, Tatsuya dan beberapa murid Seven Sisters dan Kasugayama terjebak didalam. "Tidak!" teriak Peter, menengok ke belakang. "Kalian, cepat naik, you dog, da!" kata Monroe membunyikan klakson-nya beberapa kali.
"Arggh!" Yosuke, Peter, dan Kou dengan sangat terpaksa naik ke van meninggalkan murid yang lain. "Kami tidak apa-apa! Cepat pergi!" teriak Tatsuya dibalik gerbang. "Kita akan kembali, aku berjanji!" kata Yosuke, van pun berjalan menjauh dari Karukozaka.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
