Jepang? Yah itu di masa depan, di mana pada masa itu semua sangat damai bahkan bisa dikatakan terlalu damai. Sehingga menimbulkan banyak kebosanan di dalamnya, dan mengakibatkan berbagai kekerasan bermunculan akibat kemalasan. Tapi, di sini bukan jepang di masa depan! Ini adalah nagoya! Kastil nagoya! Di masa lampau, tidak mengherankan jika di sini terjadi pembunuhan atau kekerasan. Karena bagaimanapun ini masih masa pembenahan atau lebih tepatnya pembentukan jepang, mungkin? Dan jika di sini mungkin terdengar biasa jika ada tindak kekerasan atau pembunuhan, karena memang disini itu dalah hal biasa, bukan?. Jika di masa depan orang yang membunuh karena rasa nikmat yang tak tertahankan setelah membunuh -biasanya itu terjadi pada orang yang sudah bisa dibilang gila- dan jika di masa ini –era sengoku- mungkin membunuh adalah hal yang wajar, tapi entah kenapa wajah saat orang di penggal atau di tebas pasti ada di dalam pikiran seolah itu adalah tipu muslihat yang diperlihat oleh si arwah yang mungkin masih menyimpan dendam akibat membunuhnya dan juga memang pada masa ini aura mistis lebih terasa dibanding di masa depan.
~Kastil Nagoya~
Jika kita melihat dari kejauhan mungkin kita akan mendengar suara prajurit menyerukan 'OWWHHH!'. 'YEEEAAAHHH'. 'YOOOSSSHHHAAA'. Yah itu tidak diragukan lagi berasal dari kastil ini atau nagoya. Karena sebentar lagi akan di adakan sebuah perlombaan yang mana hadiahnya akan di jadikan sebuah pemimpin pasukan dan mungkin sedikit uang dan tentunya tak sedikit yang mengikuti perlombaan ini, tapi juga tak bisa dikatakan banyak karena sebuah kata 'mustahil!'. Kenapa mustahil? Yah tentu saja mereka pasti akan berpikir 'berpedang pasti akan di menangkan oleh oda nobunaga atau mungkin shibata katsuie!'. Tapi karena shibata katsuie pernah dikalahkan oleh naruto maka mereka pasti akan berpikir 'touno yang akan memimpin pasukan berpedang'. Itu sudah tak diragukan lagi 'dan untuk tombak mungkin mereka akan bisa memenangkannya jika bersaing dengan para pengawal naruto tapi Cuma ... mungkin!'. Panahan? Yah itu tak bisa dikatakan senapan juga karena naruto memperbolehkan pemakaian senapan jadi mungkin itu bernama 'barikade senjata jarak jauh'.
"touno boleh kichou bertanya sesuatu?". Tanya kichou pada naruto yang tengah tiduran menggunakan pahanya, naruto saat ini berada bersama kichou di sebuah bukit dengan hamparan rumput liar dengan pohon sakura yang saat ini belum musimnya bermekaran dengan pemandangan yang langsung tertuju pada kastil nagoya dan memperlihatkan prajuritnya yang tengah berlatih. Yah memang saat ini ada yang berlatih di luar istana, mungkin untuk serangan kejutan dan bagi yang tidak berpartisipasi saat ini sedang berlatih bersama katsuie yang terlihat sembuh total.
" apa, hmm?". Naruto menyahut dalam skala kecil karena saat ini ia tengah memejamkan matanya hanya untuk menikmati hembusan angin yang membelai pipinya.
"apa touno tau kenapa chichi-ue sering memberikan senjata pada touno?". Kichou bertanya dengan tangan yang memainkan poni naruto. yah karena memang setelah pertemuan tiga minggu yang lalu terjadi saitou dousan sering bahkan hampir setiap hari memberikan sebuah senapan, tombak, juga katana meski yang lebih banyak di kirim adalah senapan. Naruto tak bisa melakukan apa - apa selain hanya berterimakasih.
"hmm, kau tau! Kemarin saat pertemuan denganku ia akan memberikan mino padaku!". Naruto membuka matanya dan berujar antusias.
"apa maksud touno?". Kichou mengernyitkan dahinya, setaunya mino akan diwariskan pada kakak pertamanya! Saitou yoshitatsu! Yah ia adalah penerus pemegang daerah kekuasaan mino, ... seharusnya.
"ia bilang padaku 'jika kau berhasil mengalahkanku! Aku akan memberikan mino padamu!' yah dousan-dono berujar sombong! Dan aku mengalahkannya hanya dengan beberapa tebasan!". Memperagakan seolah pedang yang sedang menebas membuat kichou kaget juga mendengarnya.
"apa?! Apa chichi-ue baik – baik saja?!". "ittai!". Naruto mencubit pinggang kichou dengan pelan agar memelankan suaranya.
"beberapa tebasan darimana! Ani-ue membuat dousan-dono babak belur!". Sebuah suara muncul di balik pohon.
"itukan hanya perumpamaan!". Membalas apa yang di ucapkan orang yang berada dibalik pohon. Membuat kichou mendelik ke arah naruto dan membuatnya gugup.
"lagipula kau juga menemaniku membantainya kan!". Berucap tanpa di saring membuat orang yang berada di balik pohon segera berdiri dari duduknya dan segera berbalik ingin menuntut dan terjadilah! Sweatdrop, karena saat ini naruto sedang terlihat dengan muka babak belur menghilangkan wajah tampannya. Sementara kichou tengah memunggungi naruto seolah sedang merajuk.
"aku akan ke mino!". Ucap kichou tiba – tiba dengan nada yang bisa dibilang marah.
"kenapa?". Naruto yang entah bagaimana mukanya sudah kembali normal segera bertanya pada kichou.
"tentu saja menjenguk chichi-ue!". Kichou akan berdiri, tapi kembali tertahan oleh naruto yang memeluknya dari belakang dan entah kenapa nobuna segera beranjak dari tempatnya menuju ke kastil setelah melihat apa yang terjadi di depannya sambil mengumpat 'sialan kau ani-ue!'.
"tenang saja! Otou-sama baik – baik saja! Ini tidak seperti apa yang kau pikirkan! Tenang saja!". Ucapan lembut dari naruto menghangat hati kichou yang saat ini entah mengapa dari dingin, hangat ke panas dan menghangat lagi. Tapi, semua itu dalam rasa yang berbeda.
Disclaimer :
masashi kishimoto x naruto
Mikage kasuga x oda nobuna no yabou
Ayumi iishi x nobunaga concerto
Warning :
Ooc, typo, EYD, Dll.
Pairing :
Naruto x mini harem
Sengoku no game
CHAPTER V : Arc. Rebellion III
~Nobuna Pov.~
"sialan kau ani-ue! sialan! sialan!". bergumam dengan aura suram membuatku tampak sangat menyedihkan! kau tau ini bagaikan si A yang menyukai si B dan si A menangkap basah si B yang tengah berpelukan dengan si C! menyakitkan! tentu saja ini sangat memyakitkan! ahk aku terlalu banyak menebar aura keputusasaan, mungkin inilah perbedaan antara aku dan juga kichou dan satu lagi perbedaan diantara kami! aku adalah adiknya! yah, kenapa aku bisa lupa! mungkin aku terlalu dimabuk cinta dan membuatku lupa status apa yang kusandang dengannya.
"ahhh mouuu! ini menyakitkan!". dan tanpa sadar aku berteriak, mungkin para pelayan saat ini tengah melirikku dan membatin 'gadis aneh!'. yang pastinya di tujukan padaku. ahh, perasaan ini! perasaan aneh ini entah mengapa muncul saat ini! apa mungkin? mungkin apa? ahh berpikiran seperti ini membuatku pusing! tunggu dulu! pelayan? mendongak dan mengedarkan pandanganku kekiri kekanan, ah ternyata di rumah yah -kastil- terlalu banyak pikiran pasti membuatku secara tak sadar berjalan ke sini. melihat ke arah depanku yang entah kenapa membuat kenangan - kenangan dengan ani-ue kembali terurai. laki - laki sialan itu! menaikanku setinggi langit kemudian menjatuhkanku pada neraka paling dasar! sialan! dan setelah membatin hal itu entah kenapa mata ini terasa ber-embun, mungkin hari berkabut. aliran cair bagai air terjun menuruni pipiku dengan deras, tapi aku tak ingin tuk mengusap atau menyingkirkannya. kembali berjalan dengan air mata dan duduk tepat di pandangan lurusku tadi yang ternyata tempat minggu lalu aku duduk dengan ani-ue bersama kichou.
kupandangi ikan koi yang tengah berenang dengan ikan lainnya, entah kenapa membuatku agak tenang. kaki menjuntai dengan pemandangan ikan koi di kolam yang bisa dikatakan tak begitu besar tapi indah karena di batasi oleh rumput layaknya ilalang dan dengan pohon sakura yang meski belum bermekaran, tapi masih terlihat indah.
~Nobuna Pov. end.~
Nobuna masih terdiam dengan air mata yang mulai surut, air mata yang memang melambangkan kepedihan dan kesakitan itu lama kelamaan mulai terhenti turun dari matanya dan ... tiba - tiba sebuah tangan menjulur hanya untuk memberikan sebuah saputangan berwarna putih polos.
"pakailah itu!". ucap seseorang dari belakang nobuna dengan senyuman polos.
"aniki to ... saru?". nobuna sedikit bingung harus menyebut siapa orang ini, karena memang ia tidak mengingat orang ini. ia menggerakan sapu tangannya pada pipinya dan kembali memberikan sapu tangan tadi pada si pemberi, yaitu ... nobuyuki dan diterima dengan baik olehnya.
"yoshiharu da yoshiharu!". sagara yoshiharu nampak mencak - mencak ketika dipanggil 'saru!'. yang berarti monyet.
"kau memang cocok untuk dipanggil saru, saru-dono!". tambah nobuyuki yang semakin membuat yoshiharu mencak - mencak karenanya.
"jadi, ada apa?". nobuyuki segera bertanya dengan nada serius, karena ia tak mau jika sampai si saru ini yang bertanya seperti itu. karena bisa jadi si saru ini berhasil menenangkan nobuna dan membuat nobuna jatuh cinta! itu masalah yang serius! tadi saja hampir si saru ini yang memberikan sapu tangan putih jika tidak segera di rebut oleh nobuyuki.
"tidak ada apa - apa". nobuna berujar biasa dengan senyum yang nampak dipaksakan.
"apa ini tentang aniki?". tersentak, kemudian kembali menyetabilkan emosinya yang sempat tersentak.
"tidak!". nobuna sedikit berteriak karena ia tidak mau ada orang lain yang mengetahuinya, apalagi si saru ini.
"apa yang kalian maksud itu naru- ah maksudku nobunaga-sama?". delikkan di dapatkan yoshiharu dari nobuna dan nobuyuki.
"tentu saja! saru-dono kumohon tinggalkan kami berdua!". perintah nobuyuki dan yoshiharu hanya bisa menurutinya tanpa protes, kepergiannya disertai gumaman 'siapa yang harusnya di suruh di sini!'.
"ada masalah apa dengan aniki, nobuna?". tanya nobuyuki dengan mimik muka melembut dan suara dengan nada yang lembut juga seolah mengatakan 'sekarang tidak apa, kan?'.
"tidak ada!". nobuna masih berkeras hati untuk tidak menceritakannya.
"dengarkan aku! kau mencintainya bukan?". ucapan nobuyuki tepat sasaran, membuat nobuna segera mengalihkan wajahnya pada nobuyuki hingga terdengar retakan di lehernya karena terlalu cepat bergerak.
"da-". "dengar! aku juga sama denganmu!". seluruh badan nobuna memutih dengan garis - garis vertical di rambutnya dan segera saja nobuna memundurkan badannya untuk menjauh dari nobuyuki.
"ko-kono hentai! bahkan kau mencintai ani-ue!". nobuna menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan mengeluarkan tatapan merendahkannya pada nobuyuki.
"aha-ahaha... itu menyakitkan dipandangi seperti itu oleh imouto ku sendiri, tapi...". tertawa hambar disertai tatapan tersenyum layaknya michael dari anime highscool dxd saat sedang tertawa sweatdrop.
"aku tak bilang aku mencintai ani-ue, aku hanya sangat mengaguminya". ucapan nobuyuki sangat tepat sasaran pada nobuna sehingga membuatnya kaku seketika.
"yah tidak apa - apa! mungkin jika kau melanjutkan lebih dari ini kau akan tersakiti, karena... laki - laki seperti ani-ue adalah tipe orang yang mampu menarik banyak perempuan. termasuk adiknya!".
"tapi ... jika kau tidak memperjuangkannya! kau akan sangat menyesal nanti, sekarang atau tidak sama sekali!". nobuyuki segera meninggalkan nobuna seorang diri setelah mengucapkan pidato panjangnya.
~Skip~
~Tournament~
"OHAYOU MINNA-SAN!". naruto berteriak di sebuah podium dan di depan naruto ada sekitar lima ratus orang prajurit, yah hanya lima ratus prajurit yang mengikuti lomba ini. mereka semua menggunakan kimono biasa yang mereka pakai sebagai dalaman untuk berperang, kecuali pengguna senjata jarak jauh. mereka berada di sebuah lapangan luas yang naruto akan jadikan sebagai arena dengan luas dan panjang hanya satu hektar, tapi mampu untuk menampung mereka semua. dan saat ini bukan hanya prajurit yang melihatnya bahkan dari kalangan rakyat biasapun ada yang melihatnya. dari rakyat biasa tidak ada sama sekali yang mengikutinya, karena mungkin mereka berpikir tentang keselamatan dan untuk orang luar juga sama, maka dari itu hanya lima ratus orang. seratus lima puluh yang mengikuti katana, dua ratus yang mengikuti 'tombak' dan seratus lima puluh yang mengikuti 'barikade jarak jauh'.
mereka lebih memilih tombak bukan tanpa alasan, mereka merasa lebih banyak kemungkinan untuk menang dibanding yang lainnya maka dari itu mereka memilih tombak dan untuk jarak jauh juga dekat mereka memilihnya hanya karena itu yang mereka bisa.
"SEKARANG KITA AKAN MEMULAI ACARA YANG KU ADAKAN! DAN YANG PERTAMA ADALAH JARAK MENENGAH, YAITU TOMBAK KEDUA KATANA, DAN KETIGA BARIKADE JARAK JAUH!".
~Skip~
naruto tengah bersiap untuk menerima tantangan, yah itu semua hanya karena lomba yang ia adakan. ahahaha ... perlombaan saat ini tengah mencapai puncaknya. bukan tanpa alasan author menyingkat ini, tapi ini semua hanya untuk mempersingkat waktu. di depan naruto ada shibata katsuie memakai pakaian khas samurai berwarna biru dan bókutó atau bóuken -pedang kayu- yang tersemat di pinggang kirinya agar mudah di tarik ketika akan menebas, lalu ada tsuneoki yang memakai kimono hijau muda dengan dalaman hijau daun dan bouken yang berada di posisi sama seperti katsuie. sassa narimasa sang rival dari maeda toshiie a.k.a inuchiyo yang sama memakai pakaian yang sama dengan shibata katsuie, goemon si gadis asassin yang hanya mempertaruhkan nyawanya untuk kinoshita toukichiro dan sekarang kepada sagara yoshiharu selaku pengganti kinoshita ia memakai pakaian ala ninja berwarna hitam dengan ukuran anak - anak karena memang badannya loli ditambah kain pembungkus leher atau yang biasa disebut syal menutupi mulutnya, kyutaro seorang prajurit, yang sedang memasuki jajaran orang yang bisa dikatakan dengan posisi penting, tentu saja itu karena sekarang dilomba ini di isi oleh penjaga, jendral, dan sang tuan tanah owari, memakai baju toska dengan dalaman berwarna merah gelap.
"wah ini benar - benar berbeda dengan yang aku perkirakan". naruto berucap seraya melirikan matanya pada orang - orang yang memasuki enam besar ini. mereka hanya melihat naruto yang tengah melirik mereka, katsuie dengan diamnya, tsuneoki dan kyutaro yang tersenyum, dan narimasa juga goemon membusungkan dadanya meskipun di dada goemon tidak ada hal yang bisa dikatakan mencuat, tapi mereka berdua entah kenapa mendengus seolah mengatakan 'tentu, saja!'. dan naruto terkikik melihatnya.
"ahahaha... kalian lucu sekali! baiklah bagaimana jika kita rubah peraturannya!". naruto berujar serius, apalagi mereka yang tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh naruto.
"apa maksud, touno?". "hm?". tsuneoki bertanya langsung karena memang ia tidak pandai untuk menyembunyikan rasa penasarannya 'daripada ditahan lebih baik di hamburkan'. begitulah pikiran tsuneoki, sedangkan goemon hanya bergumam mendengar tsuneoki bertanya.
"bagaimana jika kalian berlima harus mengalahkanku dulu! barulah kalian bisa bertarung satu sama lain?". naruto berujar santai, membuat yang lainnya membolakan mata. satu banding lima pertarungan ini mungkin sangat seru dan terdengarlah bisikan - bisikan dari para prajurit yang tengah melihat lomba ini termasuk para warga pribumi dari owari.
"tapi, touno! itu sangat -".
"apa? tidak adil? kau meremehkanku?".naruto memotong ucapan dari shibata katsuie yang langsung meneguk ludahnya karena ucapannya sendiri.
"maafkan aku, touno!". shibata katsuie segera melakukan dogeza untuk meminta maaf pada naruto.
"jadi, ... bagaimana?". "HA'I!". mereka segera berteriak keras menyerukan semangatnya dan mengambil posisi dengan kedua tangan memegang gagang dari bouken dan berjalan ke tengah arena dimana naruto tengah menunggu mereka.
"yosh!". naruto tersenyum sendiri setelah mengucapkan itu, sebenarnya naruto malas untuk mengikuti ini. tapi, hiashi-sama pernah mengatakan 'kau kuat bukan berarti harus berhenti latihan! dan jika itu benar - benar terjadi -berhenti melatih diri- maka bersiaplah untuk merasakan kehilangan!'. yah benar! naruto mengadakan lomba ini hanya untuk mencari prajurit pribadinya dan sekaligus untuk melatih diri, 'menembak dua burung dengan satu kali tembakan ehhh'. meski naruto tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh hiashi itu maksudnya apa, tapi entah mengapa naruto terus berpegang teguh pada apa yang di ucapkan hiashi.
"apa anda sudah siap, touno?". narimasa bertanya pada naruto yang terlihat tengah melamun dengan khusyu. naruto yang tersadar dari lamunannya segera menarik nafasnya dengan katana di depannya dipegang oleh kedua tangan.
"HAJIME!/YOOOSSHHHAA!/HYYYAAAA!". teriakan terdengar keras ketika mereka berempat berlari menuju naruto, yah mereka adalah katsuie, tsuneoki, narimasa, dan kyutaro. mereka percaya bahwa membiarkan naruto menghembuskan nafasnya itu terasa berbahaya maka dari itu mereka langsung menyerang tak ingin membuat naruto untuk bisa bernafas lega.
WUUSSHH
aura putih menyelimuti naruto, begitupula dengan yang lainnya yang menghembuskan aura ungu pekat karena berdekatan hampir berwarna hitam.
TRAKK SWUUSSHH
narimassa berlari mendahului yang lainnya dan segera melakukan potongan vertical pada naruto dan hanya di tangkis dengan sedikit dorongan dan gesekan bouken dari kiri kekanan. saat naruto akan menendang narimassa menggunakan lututnya tiba - tiba sebuah sliding mengarah pada kakinya membuatnya mau tak mau harus melompat, saat di udara naruto tak bisa tuk mengeluarkan nafas lega karena sebuah tendangan lurus melayang menuju dadanya.
BRUAKHH SRREETT
naruto menahan tendangan yang ternyata dari kyutaro menggunakan boukennya sehingga membuatnya terpental dan terseret karena memang ia tadi melayang, itu membuat daya jatuhnya lebih cepat dan memberikan tekanan yang berat. saat naruto berhenti terseret ia tak bisa tuk bernafas lega kembali karena saat ia mendongak merasakan seseorang menghalangi matahari ia kembali berguling ke kanan dan benar saja saat ia berguling, shibata katsuie tengah memotong vertical. naruto langsung beridiri dan memasang boukennya di pinggang kirinya kembali.
SWUUSSHH
"kalian sangat heb-".
"anda lengah, touno!". naruto membulatkan matanya saat mendengar suara seorang gadis dari belakang 'goemon!'. batin naruto mengingat sang gadis tidak mengikut sertakan dirinya dalam penyerangan tadi, tapi satu hal yang tidak diketahui goemon! bahwa saat ini naruto tengah menyeringai.
SWUUSSHH SWUUSSHH BRUKH BRUKH
naruto menundukan badan layaknya spiderman dengan tangan kiri memegang katana membuat katananya mengacung pada goemon yang tidak bisa mengindar karena berada di udara. naruto menekan gagang katana nya keatas untuk menusuk goemon, tapi tiba - tiba siluet berwarna kuning menubruk goemon dan menglinding di tanah sambil mendekap goemon dalam pelukannya. naruto kembali berdiri dan semua menghentikan gerakan mereka yang akan menyerang naruto hanya untuk melihat siapa yang telah menyelamatkan goemon.
rambut pirangnya di gerai yang hanya sampai menyentuh punggung sang gadis, yah yang menyelamatkan goemon adalah seorang gadis. goemon berdiri di samping gadis yang mengenakan kimono berwarna hijau toska dengan bagian bahu yang tak tersematkan kimono karena kimono lengan bagian kanannya entah sengaja atau tidak hanya tersemat sampai lengan atas membuat sebagian payudaranya ter-ekspose, tali obi berwarna coklat seperti biasa, dan hakama berwarna hitamnya juga melekat di bawahnya.
"nobuna?". tanya naruto ambigu, yah gadis itu adalah nobuna.
"apa?". tanya nobuna dengan senyumnya seolah tidak terjadi apa - apa.
"kenapa kau di sini?". tanya naruto kembali. sebenarnya naruto ingin bertanya lebih lanjut, tapi... lebih banyak musuh lebih menegangkan bukan?.
"tentu saja mengikuti lomba ini! memangnya apa lagi!". nobuna sedikit membentak naruto, tapi naruto tak mempedulikannya 'lebih banyak lawan lebih baik!'. itulah pikiran naruto.
"baiklah, terserah padamu! kita mulai lagi!". naruto segera memasang kuda - kuda bertahannya dengan kaki kanan dan kiri melebar kesamping dan kedua tangannya memegang bouken. di kiri nobuna dan goemon, di kanan nya tsuneoki, narimassa, katsuie, dan kyutaro. naruto yang berada di posisi bertahan segera memasukan boukennya di pinggang kiri, memundurkan kaki kirinya dan sedikit membungkuk dengan tangan kanan yang bersiap memegang bouken dan tangan kiri yang memegang sarung bouken. karena memang bouken ini di desain menggunakan sarung, seolah itu adalah katana sendiri. lawan naruto yang melihatnya tau! bahwa mereka memberikan ruang bagi naruto untuk bernafas dan inilah jadinya.
SWUUSSHHH
mereka maju bersamaan tanpa memikirkan kedepannya, dan inilah yang terjadi.
Hitten mittsurugi-ryu : Do-ryu-sen
naruto menebaskan pedangnya ke arah kanan dengan kuat sehingga tanah bebatuan serta pasir terangkat dan menyerang tsuneoki, dan lainnya. naruto tak ingin menyia - nyiakan kesempatan ini segera berlari ke arah nobuna dan goemon.
SWUUSSHH DUUAAKKHH
naruto yang sedang berlari dengan tangan kanan ke depan dan telapak tangan yang terbuka, sedangkan tangan kirinya berada di ujung gagang bouken seolah ingin menekan dengan ujung bouken yang berada di antara ibu jari dan telunjuk.
GATOTSU
naruto berlari lebih condong kedepan mengarahkan ujungnya langsung pada bahu kanan nobuna, tapi sebelum itu terjadi goemon mendorong nobuna dan akhirnya gatotsu naruto mengenai bahu kiri goemon, membuatnya terpental hingga terdengar suara KRAK pada bahunya ditambah dengan pantulan pada tanah. goemon segera mendudukan dirinya setelah berhenti hanya untuk melihat bahunya yang ia perkirakan mengalami ke retakan.
"aku tak menyangka hanya dengan sekali tusukan bisa seperti ini!". gumam goemon, goemon si gadis berambut silver itu segera berdiri dan meninggalkan lapangan karena jujur saja, ia tidak bisa lebih dari ini.
naruto berdiri memperhatikan goemon kemudian berbalik ke arah nobuna, tsuneoki, narimassa, katsuie, dan kyutaro yang entah kebetulan atau tidak mereka berdiri secara sejajar.
"apa kalian ingin melanjutkannya?". naruto bertanya, kemudian menjilat bibir atas dan bawahnya.
"tentu saja!". katsuie berujar tegas dan di ikuti oleh anggukan yang lainnya.
PRESSURE
"ganti katana kalian dengan yang biasa kalian pakai! lakukan!". mereka berlima tanpa membantah segera beranjak dari sana, entah mengapa setelah naruto mengatakan 'pressure' aura dan tekanannya berubah membuat mereka tak bisa membantah. naruto berdiri dengan aura putih kental di tubuhnya di ikuti dengan boukennya yang berubah karena di selimuti aura putih juga, rambut naruto yang tiba - tiba berdiri membuatnya seperti sepasang tanduk dan udara di sekitarnya seolah menari untuk naruto. karena udara itu hanya berputar - putar di sekliling naruto, warga serta prajuritnya yang melihat hanya mampu terpana diam membisu.
tak lama kemudian muncul lima orang yang menjadi lawan naruto dengan zirah yang lengkap.
"kita mulai!". naruto berucap tenang dan tanpa basa - basi kelima orang tadi berlari dan naruto hanya diam dengan bouken terjuntai ke bawah di tangan kanannya.
SLASH TRANK DUAKHH BUKH BUKH
nobuna menyerang lebih dulu dengan tebasan horizontal dari kiri ke kanan, naruto menahan laju katana nobuna dengan bouken yang ia pindahkan ke tangan kirinya dan tanpa basa - basi naruto menendang nobuna di perutnya hingga membuat nobuna terpental dan terseret karena menahan tubuhnya diakhiri dengan berjongkok ala ksatria karena tak mampu menahan tubuhnya dan menumpu pada katana di depannya yang tegak berdiri dengan ujung berada di tanah.
TRANK DUAKKHH BUGGHHH
kyutaro yang melihat nobuna terpental segera menyerang naruto, melompat dan memotong vertical dan naruto yang melihatnya hanya membalas dengan horizontal pada katana kyutaro membuatnya goyah dan menendangnya saat mendarat tepat di depannya menggunakan kaki kanannya membuatnya terpental dan menabrak tsuneoki yang berada di belakang kyutaro.
SWUUSSHH TRAANNKK
katsuie yang melihatnya langsung berhenti, membungkukan badannya menarik kaki kanannya ke belakang dan memposisikan katananya di atas bahu kanan dengan kedua tangan yang memegangnya. naruto segera memasukan boukennya pada sarungnya, mengeluarkannya boukennya sedikit menggunakan ibu jari tangan kiri yang memegang sarungnya. naruto dan katsuie segera berlari sehingga saling berhadapan naruto menarik kaki kirinya saat berada di hadapan katsuie.
Hitten mittsurugi-ryu : amakakeru ryu no hirameki
naruto dan katsuie saling membelakangi dan yang terjadi selanjutnya adalah katsuie yang lututnya terjatuh kemudian kepalanya beserta tubuhnya menyentuh tanah.
"haah, segera rawat mereka!". naruto segera meninggalkan area lapangan dan di ikuti suara riuh warga serta prajuritnya yang kagum akan aksinya.
~Skip~
naruto diam dan hanya memandangi sebuah kolam berisi banyak ikan koi. yah, ia hanya duduk, diam, termenung, hanya duduk mencari ketenangan untuk merilekskan raga dan jiwa nya. setiap hari di kelilingi pertarungan bukanlah hal yang mudah, sulit juga tidak karena naruto yakin semua lawannya hanya akan bisa membuatnya tergores, tidak sampai membunuhnya. meski itu terdengar arogant, ia tahu! sangat tahu! bahwa aura putih yang ia keluarkan itu aneh! matanya yang berubah menjadi putih itu juga aneh! itu semua memberinya kekuatan!.
saat ia bertemu dengan hiashi untuk yang pertama kalinya ia langsung disuguhi oleh aura yang berwarna biru dari hiashi, yah itu hampir sama sepertinya yang ber-warna putih. tapi, hiashi mengatakan 'tidak, milikmu dan milikku itu berbeda! kau bisa bertambah kuat seiring dengan banyaknya latihan dan pertumbuhan! sedangkan kekuatan yang kami miliki semakin berkurang karena tercampur dengan darah lainnya'. hiashi berkata seperti itu dan 'tahan kekuatanmu hingga yang terendah! biarkan lawan senang dan termakan oleh ketamakannya!'. naruto tau arti dari apa yang di ucapkan hiashi, tapi di dunia ini entah kenapa malah naruto yang termakan oleh kekuatannya.
"hahaha...". naruto tertawa miris, ia tak menyangka ia akan jadi seperti ini tanpa pembimbing. yah di masa depan naruto memang sering di buat kewalahan oleh hiashi karena hitten mittsurugi-ryu dan aura biru yang menyelimuti tubuhnya. tapi, saat itu naruto tak berani tuk menggunakan aura putihnya karena, hiashi sangat! sangat! sangat melarangnya! bukan tanpa alasan, tapi hiashi hanya ingin naruto bisa melindungi hinata saat ia tak ada di sampingnya 'jika kami termasuk kau, naruto! memiliki kekuatan seperti ini, maka sudah bisa dipastikan dunia tak semudah yang kita kira! pasti akan ada yang mengincar kekuatan itu!'. hiashi sering mengatakan itu pada naruto.
"touno!". suara seseorang memanggil naruto tapi tak di gubris karena tengah asyik melamun.
"touno!". suara yang ternyata wanita berambut hitam itu sedikit menanjak.
"touno!". wanita yang ternyata adalah kichou, segera menggoyang - goyangkan bahu naruto cukup keras hingga membuatnya tersadar.
"ada apa?". tanya naruto seraya tersenyum manis pada kichou. kichou yang berada dikanan naruto segera menunjuk ke arah kiri naruto. naruto memalingkan kepalanya ke arah kirinya mendapati seorang pelayan yang memberikan sebuah surat, menerima surat itu dan langsung dibaca di tempat.
...sengoku no game...
naruto yang melihat isi suratnya segera berdiri memberikan kembali suratnya pada si pelayan.
"segera perintahkan lima ratus prajurit kemarin yang mengikuti perlombaan untuk bersiap! dan segera panggil seluruh pengawal juga jendral ke ruang rapat! kita akan melakukan misi penyelamatan!". kichou hanya terheran dengan naruto yang tiba - tiba seperti itu, setelah itu naruto berjalan entah ke arah mana dan kichou hanya bisa mengikutinya, karena naruto tidak berkata apapun. naruto yang terlihat seperti sedang terburu - buru ternyata tengah menuju ke arah kamarnya berada, setelah sampai naruto hanya masuk kemudian mengambil wakizashi miliknya.
naruto kembali keluar dan berjalan agak cepat entah kemana, karena kichou pun tak tau naruto akan ke mana. ia hanya mengikutinya tanpa bertanya dan sampai lah mereka berdua di ruang rapat para pengawal dan juga jendral naruto. naruto masuk dan kichou tidak bisa mengikutinya karena ruangan itu akan mengadakan rapat penting, maka dari itu ia hanya menunggu dengan duduk seiza di pinggir pintu.
...sengoku no game...
naruto duduk di depan semua pengawal juga jendral yang ternyata hadir semua dalam rapat ini, ah ralat hanya nobuna yang tidak hadir. bersila, tenang dan mengeluarkan aura wibawanya.
"mino tengah di serang!". para peserta rapat langsung membolakan matanya, jadi selama ini rumor itu benar itulah pikiran para peserta rapat.
"siapa yang melakukannya?". niwa nagahide tampak tenang menanggapinya, karena memang bertindak berlebihan pun takkan merubah keadaan.
"saitou yoshitatsu!. tsuneoki!, saru! persiapkan dirimu sekarang! dan perintahkan lima ratus prajurit untuk berjalan menuju mino sekarang! kau yang akan memimpinnya!". naruto langsung mengeluarkan perintahnya dengan menunjuk yoshiharu sebagai pemimpin. yoshiharu dan tsuneoki langsung berkata "HA'I!". tanpa bantahan karena melihat mimik muka serius naruto, mereka berjalan keluar dan segera bersiap untuk meninggalkan owari saat itu juga menuju mino.
"apa yang touno pikirkan! bukankah bahaya jika mereka pergi!". katsuie berkata tegas karena perintah naruto terasa tidak masuk di akal! karena pastinya jika berjalan di pagi hari seperti ini akan tiba di mino saat sore hari, dan tidak ada kemungkinan saitou dousan akan hidup sampai saat itu! ini namanya misi bunuh diri!.
"tentu saja keselamatan saitou dousan adalah yang utama! lalu prajuritku!". ucap naruto "dan juga aku mengumpulkan kalian bukan karena meminta izin! aku hanya akan memberi perintah!". naruto mengeluarkan aura putihnya yang membuat para peserta rapat meneguk ludahnya, terutama bagi mereka yang pernah merasakan ketajaman aura itu.
"inuchiyo, narimassa, yoshinari! kalian lindungi benteng ini bersama para jendral!". naruto hanya berucap singkat hingga tak lama kemudian bunyi pintu bergeser dan masuklah seorang pelayan membawa zirah berwarna hitam yang hanya dipakai untuk menutupi badan serta lengan ditambah dengan jubah berwarna merah dengan lambang oda clan. pelayan itu menutup pintu dan kemudian berjalan ke arah naruto yang telah berdiri, berniat untuk memakai kan zirahnya pada naruto.
"apa maksudnya ini!". "touno, kami akan ikut!". ucapan katsuie berbarengan dengan ucapan inuchiyo yang ternyata telah mendapat anggukan dari narimassa dan juga yoshinari. pelayan tadi masih memakaikan zirahnya pada naruto.
"aku akan menyusul tsune-chan dan s-". "itu tindakan bodoh, touno!". niwa nagahide yang sedari mengamati dengan tenang langsung saja memotong ucapan naruto, meskipun ia tau itu adalah tindakan yang tidak sopan. tapi, ini menyangkut masalah hidup tuannya dan juga owari. pelayan yang telah menata zirah naruto segera keluar dari ruang rapat. naruto mengeluarkan aura putihnya hingga semua yang ada di kastil tau bahwa naruto tengah serius dan yang paling menyakitkan adalah bagi mereka yang berada di ruang rapat, karena nafas mereka benar - benar hampir putus. untung saja naruto telah menghentikannya.
"perintahku mutlak! tidak ada yang bisa menghentikannya!". naruto segera berjalan keluar, saat naruto telah berada di luar ruang rapat naruto melirik ke kirinya dan melihat kichou yang tengah seiza. kichou berdiri dari duduknya, kemudian bertanya "sebenarnya ada apa, touno?". dan di jawab naruto dengan senyumannya.
~Chuu~
naruto mengecup bibir kichou agak lama dan setelah itu melepaskannya.
"aku pergi!". naruto berucap pada kichou tanpa memberitahukan ia akan menyelamatkan sang ayah dari istrinya.
"hati - hati!". kichou hanya memberi lambaian tangan disertai senyuman tanpa mengetahui apa yang akan naruto lakukan dan apa yang akan terjadi pada naruto.
naruto berjalan ke arah halaman depan kastil dan saat dekat dengan halaman depan seorang pelayan telah mengikuti naruto di belakangnya. saat telah sampai halaman depan pelayan yang tadi berada di belakang naruto maju ke depannya dan memberikan sepasang sarung tangan layaknya 'scredder'. dari TMNT(kalo gak salah) berwarna hitam. dan juga memberikan sepasang senjata seperti shotgun dengan ukiran sebuah naga berwarna emas melilitnya. naruto memegang senjata itu dan menyelipkannya di kedua belakang bahunya dengan posisi menyilang.
"bagaimana dengan sepasang senjata ini touno?". sang pelayan bertanya karena naruto meninggalkan sepasang senjata lagi bersamanya. naruto menaiki kuda miliknya yang berwarna merah coklat dengan jambul berwarna hitam begitupun dengan ekornya.
"kichou atau nobuna kemungkinan akan menyusulku, kau tunggu saja di sini dan berikan itu pada kichou!". "HA'I!". dengan itu naruto segera memacu kudanya untuk segera pergi menyusul tsuneoki dan yoshiharu yang nampaknya telah setengah jalan.
~Change Scene~
Naruto memacu kuda miliknya dengan cepat ke arah mino. hari sudah siang, kemungkinan prajuritnya telah sampai setengah perjalanan dan ia memacu kudanya dengan cepat ini berarti ia bisa menyusul mereka saat setengah perjalanan lebih. naruto melewati desa di wilayah owari, persawahan, pasar, dan lainnya. banyak yang menyapa naruto meski naruto mengabaikannya, ini bukan tindak pemimpin yang bagus. tapi, karena keadaan yang mendesaklah yang menjadi beban bagi naruto, jika ia harus memelankan kudanya ia bisa tertinggal saat penyelamatan saitou dousan.
bagaimanapun prioritas utama saat ini adalah keselamatan saitou dousan. jika gagal yasudahlah karena memang di dalam sejarahnya ia mati saat pemberontakan yang di lakukan oleh yoshitatsu.
~Naruto Pov.~
huh? pemberontakan? aku menghentikan kuda ini secara tiba - tiba. entah kenapa pemikiranku serasa terhenti.
"AAHHHHKKKK BODOOOOHHHHH!". aku lupa! bahwa saat pemberontakan ini saitou dousan tewas. kenapa bisa! kenapa aku bisa lupa! ahk bodoh! aku benar - benar terpengaruh perasaan milikku terhadap kichou! sialan!.
kupacu kembali kuda milikku ini ke arah mino. yah, akan kembali pun tak mungkin karena saat ini lima ratus perajuritku telah di sana! ah bodohnya aku, kembali ke owari atau lanjut ke owari. yah, lebih baik ke mino.
"peduli setan pada masa depan!". gumamku pada diri sendiri, masa depan bisa dirubah kapanpun. buat saja batu nisan dengan waktu yang salah, selesai.
~Naruto Pov. end~
~Change Scene~
disebuah batang pohon tumbang terduduk seorang pria dewasa dengan rambut plontos tengah membaca sebuah kertas satu lembar yang berisi sebuah pesan.
"bodoh! jika ia menulis pesan untuknya ia pasti akan datang ke sini! dan jika itu terjadi, habislah!". ucapan pria berambut plontos itu terlihat agak emosi dengan apa yang ia lihat dari surat itu, kenapa? tentu saja karena isi pesan itu ternyata adalah pernyataan bahwa terjadi pemberontakan di mino dan di tujukan pada pimpinan owari yang tak lain dan tak bukan adalah menantunya, karena itu ia marah. -karena saitou dousan berpikir jika nobunaga akan datang dengan pengawal dan jendralnya membuat owari kosong, itu pemikiran dousan-.
saat dousan sedang memikirkan bagaimana surat dan perang ini akan berlanjut, seorang prajurit datang dan membungkuk ala ksatria di depan dousan.
"pasukan kita telah di pukul mundur oleh pasukan pengkhianat mino!". ucap prajurit itu dengan tegas.
"secepat inikah!". dousan berdiri dari tempatnya duduk.
"segera perintahkan pada trio mino untuk mundur menuju owari! semoga saja ini masih sempat!". doa dousan pada tiga jendralnya yang di juluki dengan nama 'trio mino'.
"sebenarnya umm... ". prajurit itu terlihat ragu dengan apa yang akan ia ucapkan selanjutnya, karena ini menyangkut masalah perang ini.
"ada apa?". dousan menampilkan mimik muka seolah meminta jawaban.
"trio mino telah mengkhianati kita dan bergabung dengan pasukan pemberontak, yoshitatsu!". lanjut prajurit itu dengan menutup matanya karena takut apa yang akan terjadi selanjutnya.
WUUSSHH CLEBB
"pantas saja!, kalau begitu tarik pasukan kita dan segera lari menuju wilayah owa-!". ucapan dousan tak jadi dilanjutkan, wajahnya blank dan tiba - tiba mengeras melihat prajurit yang tengah membungkuk ala ksatria itu tertusuk sebuah anak panah dari belakangnya menuju jantung yang langsung tembus di dadanya. seorang prajurit berlari tergesa - gesa menuju saitou dousan.
"saitou-sama! anda harus segera lari dari sini dan langsung menuju owari!". prajurit itu nampak memerintah dousan dengan tegas, meskipun terdengar tidak sopan tapi cuma itu yang harus ia lakukan -keselamatan tuannya adalah yang utama-.
"aku tidak akan meninggalkan kalian!". dousan berucap tegas.
"saitou-sama! anda harus mendengar ucapanku! bagaimanapun keselamatan anda adalah yang utama!". si prajurit tetap bersikukuh dengan ucapannya.
"tidak ini sudah terlambat! jika kalian mati, setidaknya kalian mati dengan hormat bersamaku!". ucap dousan dengan wajah tegasnya, prajurit itu tersenyum dan berucap "mohon bantuannya". dalam keheningan dan saat itu juga saitou dousan jatuh pingsan akibat tengkuknya yang di pukul dengan keras oleh orang yang memakai dalaman hijau di lengkapi zirah berwarna merahnya. si prajurit berbalik ke arah peperangan yang terjadi antara pasukan pemberontak mino yang di pimpin saitou yoshitatsu berjumlah sepuluh ribu dan pasukan mino di bawah pimpinan saitou dousan dengan jumlah seribu prajurit.
"TAHAN SEMUA PASUKAN PEMBERONTAK MINO! JANGAN SAMPAI ADA YANG MELANGKAH SATU LANGKAHPUN!".
"WOOOAAAAAAA! YOOOOOSSSSHHHHAAA!". prajurit tadi berlari dengan cepat di ikuti yang lainnya, ia percaya pada prajurit berzirah merah dengan dalaman hijau bukan tanpa alasan. ia sewaktu pertemuannya dengan nobunaga melihatnya, melihat orang itu mengawal nobunaga. itu artinya ia adalah bantuan dari owari untuk mino.
~Change Scene~
seseorang berzirah merah tengah membawa seseorang dengan zirah berwarna ungu, ia menidurkan orang itu di depannya yang tengah memacu sebuah kuda. ia atau bisa di panggil tsuneoki tampak tersenyum melihat di depannya sudah ada segerombol pasukan berzirah merah sama seperti dirinya. tsuneoki segera menghentikan kudanya di depan seorang berzirah merah yang nampak menunggangi kuda dengan dalaman sebuah blazzer hitam lengan panjang.
"saru kita kembali!". ucap tsuneoki pada seseorang di depannya yang ia panggil 'saru'.
"saru janai! yoshiharu da!, SEMUA! KITA KEMBALI MENUJU TEBING SUNGAI!". seketika itu juga semua pasukan menuju ke arah owari, yoshiharu berjalan menggunakan kudanya di belakang pasukannya bersama tsuneoki.
"jadi berapa lama pasukan mino bisa menahan pemberontak?". yoshiharu bertanya pada tsuneoki dengan serius, karena memang ini menyangkut keselamatannya dan juga pasukannya.
"aku tidak tau! kemungkinan mereka akan cepat menuju kesini, kenapa kau bertanya seperti itu, saru?". tsuneoki kembali bertanya pada orang berambut coklat .
"saru janai! yoshiharu da! berapa banding mereka sekarang?". yoshiharu memprotes panggilan yang tsuneoki berikan padanya dan mengabaikan pertanyaan tsuneoki.
"seribu mino dan sepuluh ribu dari pemberontak, memang ada apa?". tsuneoki berujar tanpa dosa dan yoshiharu menampilkan wajah jawdropnya.
"BODOH! PERCEPAT! SETENGAH PASUKAN KEMBALI MENUJU OWARI DAN SETENGAH LAGI BERTAHAN DI TEBING SUNGAI! KITA AKAN MENAHAN PASUKAN PEMBERONTAK MINO!". yoshiharu segera memerintahkan pasukan owari yang di pimpinnya dan tsuneoki.
"tsuneoki! pimpin pasukan menuju owari! kami akan menahan mereka di sini!". yoshiharu segera memerintah tsuneoki dan langsung mendapatkan anggukan langsung dari tsuneoki tanpa bantahan.
"jaga dirimu saru!". tsuneoki berucap dan memberikan kepalan tangannya pada yoshiharu, yang langsung di balasnya dan setelah menerima itu tsuneoki segera memacu kudanya menuju tengah - tengah pasukan.
"SARU JANAI! YOSHIHARU DA!". yoshiharu berteriak pada tsuneoki yang telah berada di tengah pasukan.
"KALIAN SEMUA PERCEPAT JALAN KALIAN! KITA AKAN LANGSUNG MENUJU OWARI!". yoshiharu tersenyum mendengar perintah tsuneoki, setengah pasukan segera berlari menuju ke arah owari dan setengah lagi menepi di tebing sungai yang kira - kira mampu menampung sepuluh kuda berjejer.
"yoshiharu-don-". "yoshiharu janai! sar- ekhem! lanjutkan!". yoshiharu berdehem untuk menahan malunya.
" pasukan telah menepi! kami menunggu perintah selanjutnya!". sang prajurit membungkuk ala ksatria di depan yoshiharu.
"pertama - tama! bisa kau lupakan yang tadi?!". yoshiharu berujar tegas yang malah membuatnya tambah konyol -di balas dengan anggukan si prajurit-.
"berapa banyak pasukan dari setiap bagian?".
" yang memegang tombak sekitar seratus, dan untuk katana juga barikade jarak jauh sama sekitar seratus!".
"baiklah! tempatkan tiga puluh prajurit yang menggunakan tombak di bagian terdepan, lalu seluruh prajurit yang menggunakan senapan di belakang penombak! aku ingin yang menggunakan senapan perbaris adalah sepuluh orang dan untuk pemegang panah tempatkan sejajar dengan pengguna senapan, buat semak - semak di pinggiran pengguna senapan dan sisa penombak satukan dengan pemanah di semak - semak dan siapkan katana pada bagian belakang senapan!". yoshiharu berujar panjang lebar mengenai penyergapan yang akan ia lancarkan.
~Skip~
seluruh prajurit owari telah menempati setiap barisan yang di perintahkan oleh yoshiharu, mereka harus memberikan applause pada yoshiharu karena mampu menciptakan strategi sebagus ini dalam waktu singkat, dan di sinilah peperangan terjadi!
"WHHHHHHOOOOOOO!". terdengar teriakan prajurit yang ternyata adalah pasukan pemberontakan mino, prajurit terdepan adalah tiga serangkai mino a.k.a trio mino. mereka tampak menghentikan prajuritnya yang seluruhnya berkuda karena prajurit yang lainnya tertinggal di belakang. pasukan pemberontak mino tampak bersiap untuk menyerang pasukan dari owari yang saat ini berjarak lima ratus meter.
yoshiharu mengambil panah yang berada di pinggang kudanya, lalu mengambil anak panah yang di berikan oleh seseorang yang memegang katana di sampingnya. yoshiharu membidikkan anak panahnya menuju pasukan pemberontak mino yang tampak was - was dengan apa yang dilakukannya. jarak ini bukan sebuah jarak yang bisa di anggap remeh, maka dari itu mereka was - was.
SRREEETTT DLLEEEERRRRRR BLETAKK
yoshiharu yang berada dibelakang pengguna senapan segera menarik anak panahnya dengan keras hingga menimbulkan suara saat menariknya, membuat pasukan pemberontak mino menahan nafasnya. dan lepaslah anak panah dari tangan yoshiharu, anak panah itu bukan menembus angin tapi malah berputar vertical di udara. bunyi 'BLETAK'. terdengar keras dari pasukan tombak terdepan owari saat terkena panah dari yoshiharu.
"BUAHAHAHAAHA!". tawa mengejek jelas terdengar dari para pemberontak mino. mereka menertawakan betapa bodohnya yoshiharu saat menembakan panah yang bahkan anak berumur lima tahun pun bisa -di era sengoku tentunya-.
"SERAAANG!". "UUUUUWWWHHHOOOO!". dan terlihat pasukan berkuda pemberontak mino tengah berlari menuju pasukan owari. mereka memacu kida itu dengan cepat, mereka melesat cepat menuju pasukan owari kecuali tiga jendral yang memimpin. mereka hanya melihat pasukan mereka menyerbu pasukan owari.
"tahan!". ucapan yoshiharu terdengar santai di telinga para pengguna senapan. para pasukan berkuda pemberontak semakin dekat dengan owari.
"tahan!". yoshiharu masih berucap santai saat pasukan berkuda musuh telah mencapai dua ratus meter di depan mereka -pasukan owari-.
"tahan!". pasukan owari mencoba menahan degup jantung karena ketegangan saat pasukan pemberontak telah mencapai seratus meter di depan mereka.
DOR DOR DOR DOR DOR
"TEMBAK!". yoshiharu berteriak kencang saat pasukan berkuda milik pemberontak tiga puluh meter dari barikade jarak jauh barisan pertama dan dua puluh meter dari pengguna tombak barisan terdepan.
"ROLL!". dan pasukan barikade jarak jauh pun berpindah tempat menuju paling belakang sembari menyiapkan senapannya dan barisan kedua maju ke depan.
"TEMBAK!". teriakan yoshiharu bergema di pasukan berkuda pemberontak saat melompati mayat - mayat pasukan barisan terdepan mereka dan kembali terjatuh saat tembakan kembali dilepaskan.
~Change~
di dalam hutan, tepatnya semak - semak yang dipenuhi oleh penombak dan pemanah tengah terdiam merasakan sebuah pergerakan yang dilakukan diam - diam oleh pemberontak tanpa kuda. dan saat pemberontak itu berjalan menuju semak - semak, para pemanah berdiri dan menembakan panah mereka pada pengguna katana dan juga tombak hingga anak panah yang di lesatkan menempel pada tubuh bagian dada, perut juga kepala.
pemanah itu menunduk kembali untuk menyembunyikan diri.
"WHHOOOOO!". Para pengguna tombak dan katana pasukan pemberontak yang berada di hutan segera berlari menuju semak - semak untuk menyerang para pemanah dan mereka di kejutkan dengan serangan dadakan yang di keluarkan oleh pasukan owari pengguna tombak yang tiba - tiba melompat dan menghujam kepala, dada mereka dengan tombak.
~Change~
"pasukan senapan telah kehabisan peluru seluruhnya, yoshiharu-sama!". yoshiharu tampak berpikir keras setelah mendengar apa yang di katakan oleh salah satu prajuritnya.
TRUK TRUK TRUK TRUK
dan saat itulah terdengar suara kaki kuda yang bergema dengan keras di pasukan owari, mereka melirik kebelakang dan menemukan seseorang dengan zirah hitam dan jubah merah berkibar liar di belakangnya. kuda yang dipacu dengan kecepatan tinggi itu tampak gagah ditambah sang pengguna kuda mulai mengeluarkan aura berwarna putih miliknya, dan saat melewati pasukan owari yang terpana melihatnya.
"SERANG DENGA KEKUATAN PENUH!". sosok itu berteriak dengan lantang dan mendapat balasan teriakan yang bergema.
"WWWWOOOOOOAAAAAAAA!".
.
.
.
.
.
.
.
Tbc . . .
Yo! Kembali lagi bersama saya author yang bias di bilang aneh! –dan saya mengaku kalo saya itu aneh T_T -.
Yah kalian bisa tau yang terakhir datang itu siapa? Dia pastinya sang mvp!
A/N : Dan maaf juga kalo chapter ini agak sedikit membingungkan di bagian tournament, iya kan? Pas di bagian naruto yang nyuruh ngambil katana mereka yang asli? Yah di situ agak ambigu juga sih… tapi, saya Cuma mau buat pemanis… dan buat nobuna scene-nya gimana? Jujur aja saya kurang ahli dalam hal romance, contohnya aja yang souka… itu fic kalo saya boleh jujur sebagai pembuat fic, adalah fic ang bagus. Tapi, gak ada feelnya! Sama kaya yang ini –yang scene nobuna- pasti gak ada kan? … dan hinata chapter depan akan saya hadirkan jika tak terlalu panjang kaya yang ini… tadinya saya mau buat ini sebagai penutup dari arc. Rebellion, tapi besok adalah penutup dan memasuki arc. Apa yah? Namanya yang lebih cocok, rescue and invasion? Atau imagawa yoshimoto and kichou? Yah yang jelas chapter depan adalah penutup dan pembuka arc.
#buat skill : saya ambil dari semua anime lain … karena kalo Cuma kenjutsu lebih baik dapet dari fandom sebelah biar gak mumet.. lagian kemarin bilangkan "god step" itu adalah skill yang dipake himura kenshin yang di gabung dengan hitten mittsurugi-ryu.. artinya saya menggabungkan god step dengan semua skill kenjutsu…
#jujur aja entah kenapa makin kesini wordnya makin banyak! Bisa diliat dari awal yang Cuma 3k terus 4k dan sekarang 6k… bukan sombong… tapi, saya jadi agak lama…
Dan ada yang tau gimana cara buat novel? Saya pengen nyoba… apa novel genre action bakal diterima? Karena saya baca dan liat kebanyakan genrenya romance…
Saya anak SMK perhotelan dan kerjaan saya Cuma diem di rumah…
UAS, UTS? Yah saya gak pernah belajar yang kaya gitu… makanya waktu saya kosong.. (maklum saya orang yang gak mau susah dan suka ngelakuin apa yang saya suka) dan pengen nyoba novel.. jadi kalo ada yang tau gimana cara – caranya kasih tau yah… bukan buatnya sih, lebih tepatnya cara publishnya gimana… mohon bantuannya.
"JIKA KAU TIDAK INGIN MELAKUKANNYA, JANGAN LAKUKAN!
TAPI, JIKA KAU INGIN MELAKUKANNYA! LAKUKAN SAMPAI SELESAI!, DAN TANGGUNG JAWAB". - "CAUSETODAY".
Sekian!
Oke thanks bye …
Gak bosen tuk ngingetin …
Review, kritik, saran, dan flame, please?
Causetoday turn off …
