Anyeong readers….
Gomawo atas comments and reviews dari kalian semua.
Selamat membaca…
.
.
Title : The Secret
Genre : Angst/Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum.
Disclaimer : FF ini beserta ide cerita dan segala yang ada di dalamnya semuanya milik author (maunya si semuanya, tapi pengecualian deh untuk castnya).
Warning : Typos, EYD agak longgar, tidak memenuhi standar cerita dengan alur yg baik dan benar, konflik yg rada complicated, n sedikit OOC.
If you like it, go read it. Comments (reviews) are very welcome, but keep it cool.
.
.
Previous story.
"Hyu-hyung…" Ia mencoba memangil hyungdeulnya, berharap siapa saja akan mendengarnya. Namun saat itu dorm sedang sepi, karena semua hyungnya sedang ada jadwal latihan untuk penampilan mereka di beberapa shows besok.
Dengan sisa tenaganya, Kyuhyun mencoba menghubungi hyungdeulnya. Namun sayangnya, panggilannya tidak dijawab. Ia mencoba lagi dan lagi, namun masih tidak dijawab. Ia semakin cemas, pikiranya semakin kalut. Ia sungguh tidak ingin terjadi apa - apa pada hyungdeulnya. Kyuhyun pun sudah tidak sanggup lagi menahan sakit. Perlahan - lahan ia menutup matanya dan membiarkan kegelapan menemaninya.
.
.
Chapter 6
Latihan akhirnya selesai dan mereka semua sekarang sedang terbaring dilantai karena kelelahan. Dua belas member Super Junior sudah melakukan latihan sejak tadi pagi dan saat ini hari sudah menjelang malam, tentu saja mereka merasa sangat lelah.
'Aku jadi ingin tahu apa yang sedang dilakukan Kyunie sekarang. Ia pasti sangat kesepian.' Batin Sungmin sambil beranjak bangun dan mulai mencari sesuatu didalam ranselnya. Sebenarnya sudah sejak tadi Sungmin berniat hendak menghubungi Kyuhyun, namun ia tidak punya kesempatan untuk melakukannya. Latihan hari ini sangat padat, bahkan untuk istirahat sejenak saja mereka tidak sempat. Saat ini Sungmin merasa gelisah, entah mengapa sejak tadi ia selalu teringat Kyuhyun.
"hyungdeul, aku jadi teringat Kyuhyunie. Ia pasti sedang merasa kesepian sekarang. Aku tahu ia pasti sangat tersiksa karena kita sudah merebut pacarnya hyung. Apa tidak sebaiknya kita kembalikan saja hyung?" Tanya Donghae pada hyungdeulnya.
"Tapi Kyu masih butuh banyak istirahat Hae. Kau tahu kan betapa sulit menghentikannya jika ia sedang bermesraan dengan pacarnya itu." Jawab Eunhyuk.
"Tapi kurasa Donghae hyung benar juga. Kenapa kita tidak mengembalikan psp dan laptopnya hyung? hyungdeul lihatkan betapa murungnya ia akhir - akhir ini karena tidak bertemu dengan benda - benda kesayangannya itu. Aku rasa jika kita tetap melarangnya bermain game hal itu malah akan membuat kesehatannya menurun hyung." Jelas Kibum yang sudah mulai membereskan barang - barangnya.
"Aku setuju. Mungkin saja jika kita izinkan Kyuhyun bermain game lagi, ia akan kembali ceria dan akan berdampak baik untuk kesehatannya, bagaimana menurutmu Teukie hyung?" Tambah Siwon meyakinkan mereka.
Saat itu Leeteuk sedang tidak focus mendengarkan pembicaraan dongsaengnya. Ia sejak tadi sibuk mencari mobile phonenya. Entah mengapa ada perasaan yang mengganjal dihatinya saat ini, ia ingin segera menghubungi Kyuhyun.
"MWO?!" Sungmin dan Leeteuk berteriak bersamaan.
Saat ini mereka baru saja menemukan benda yang mereka cari dan betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyak panggilan masuk dari Kyuhyun.
"Ada apa Teuki hyung, Sungmin-ah?" Tanya Kangin keheranan.
"Iya, ada apa hyung? Kenapa kalian berteriak?" Tambah Eunhyuk.
"Hyung apa kau merasakan sesuatu?" Bisik Sungmin pada Teuki hyung. Kebetulan saat itu Sungmin memang sedang berdiri di sebelah Leeteuk.
"Entahlah Sungmin-ah, aku tidak bisa mengungkapkan perasanku dengan jelas." Jawab Leeteuk pelan. "Semuanya, ayo cepat kita berkemas - kemas. Kita harus segera kembali ke dorm!" Perintah Leeteuk kepada semua dongsaengnya.
"YA! Ada apa dengan kalian. Katakan dengan jelas. Kenapa kalian membuat kami jadi penasaran begini?" Tanya Heechul agak kesal.
"Ada banyak panggilan masuk dari Kyunie. Mungkin ia sudah merindukan kita hyung. Ayo cepat kita kembali ke dorm." Tutur Sungmin sambil memberikan senyuman aegyo miliknya. Ia tidak ingin membuat member lain panik dengan mengatakan bahwa saat ini ia sedang mengkhawatirkan Kyuhyun.
Tanpa bertanya - tanya lagi mereka pun segera membereskan barang - barang mereka dan sesegera mungkin kembali ke dorm. Mereka sangat mengerti maksud Sungmin tadi. Walaupun Sungmin tidak mengatakan hal - hal yang aneh, tetapi member lain bisa merasakan kekhawatiran yang terlihat dari raut wajah Sungmin dan Teukie hyung saat ini.
Perjalanan menuju ke dorm sangat sunyi. Semua member sibuk dengan pikirannya masing masing. Namun sebagian besar dari mereka saat ini sedang memikirkan Kyuhyun. Mereka tidak ingin terjadi hal - hal yang tidak di inginkan pada magnae mereka. Sudah cukup incident beberapa waktu lalu yang membuat mereka sangat panik dan ketakutan. Mereka tidak ingin ada kejadian lain lagi yang bisa membahayakan kondisi kesehatan magnae kesayangan mereka.
.
.
Sesampainya di dorm, Sungmin yang sampai lebih dulu segera membuka pintu dorm lt. 11 dan mencari Kyuhyun. Ketika dilihatnya Kyuhyun tidak berada di ruang tengah ia pun segera menuju ke kamar KyuMin. Sedikit kelegaan dihatinya setelah menemukan sosok yang sejak tadi selalu mengganggu pikirannya. Sungmin pun melangkahkan kakinya mendekati tubuh Kyuhyun yang saat ini sedang berbaring ditempat tidurnya. Sungmin mengira mungkin Kyuhyun sedang tidur, karena ketika ia membuka pintu dengan cukup keras tadi Kyuhyun tidak merespon sedikitpun. Saat ini ia sedang mendudukan dirinya disamping Kyuhyun yang berbaring membelakanginya.
"Untunglah kau baik - baik saja Kyu. Kau tahu aku sangat menghawatirkanmu." Ucap Sungmin pelan sambil mengusap lembut kepala Kyuhun. Namun, Sungmin merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun. Jika ia memang tertidur, mengapa ia tidak mengunakan bantal dan selimutnya. Apalagi saat ini sedang musim dingin, jadi tidak mungkin Kyuhyun bisa tidur tanpa menggunakan selimut dan tidak menyalakan penghangat tempat tidurnya. Posisi tidurnya pun agak aneh. Menyadari hal itu, Sungmin segera membalikkan tubuh Kyuhyun yang sejak tadi membelakanginya, dan betapa terkejutnya ia melihat wajah Kyuhyun yang teramat pucat dan bibirnya yang sudah membiru. Tubuh Kyuhyun pun sangat dingin. Dan yang paling membuat Sungmin sangat khawatir adalah ketika ia menyadari kalau Kyuhyun tidak lagi bernafas.
"KYU, Kyunie IREONA! IREONA, KYU!" Sungmin berteriak sambil mengguncang - gungcangkan tubuh Kyuhyun dengan kuat.
Member lain yang mendengar teriakan Sungmin segera menuju ke sumber suara. Betapa terkejutnya mereka melihat Sungmin yang matanya sudah berkaca - kaca sedang mengguncang - guncangkan tubuh Kyuhyun.
"Sungmin-ah, apa yang terjadi?" Tanya Leeteuk dengan panik. Dan ketika ia melihat kondisi Kyuhyun ia pun berteriak histeris.
"OMO KYU! Dia kenapa Sungmin-ah?" Tanya Leeteuk pada Sungmin yang masih berusaha menyadarkan Kyuhyun.
Siwon yang melihat kondisi Kyuhyun segera mengecek pernafasan dan denyut nadinya.
"Kangin hyung, tolong segera siapkan mobil. Kita harus segera membawa Kyuhyun ke rumah sakit. Aku yang akan menggendongnya kebawah" Tegas Siwon.
Tanpa bertanya - tanya lagi, Kangin segera mengerjakan apa yang Siwon katakan.
Semua hyungdeul sangat terkejut melihat kondisi Kyuhyun yang saat ini sudah seperti mayat hidup. Mereka pun tak kuasa menahan kesedihan mereka.
Leeteuk dan Sungmin masih berusaha untuk menyadarkan Kyuhyun.
Donghae dan Eunhyuk sudah menangis histeris.
Ryewook yang sudah menangis sejak tadi, semakin menenggelamkan kepalanya dipelukan Yesung.
Heechul dan Shindong mematung ditempat karena terlalu shock dengan apa yang baru saja mereka lihat.
Kibum dan Hangeng yang masih bisa berpikir jernih dan mengontrol diri mereka berusaha untuk menenangkan member lainnya.
Siwon walaupun matanya sudah memerah, tidak ingin hanyut dalam suasana dan segera mendekatkan dirinya ke tubuh Kyuhyun lalu mengendongnya untuk segera dibawa ke Rumah Sakit.
Setelah tersadar dari dunianya masing - masing, mereka semua segera mengikuti langkah Siwon.
.
.
.
"Keadaan Kyuhyun-shi saat ini sedang kritis. Seharusnya kalian bisa lebih cepat membawanya ke Rumah Sakit. Pneumothorax yang diderita Kyuhyun-shi memerlukan perawatan darurat dan segera. Saat ini kami akan segera melakukan aspiration (penyedotan) untuk mengevakuasi udara yang memenuhi rongga dadanya. Namun, ada beberapa resiko yang dapat terjadi. Kemungkinan akan terjadi komplikasi-komplikasi dari tabung dada termasuk nyeri, infeksi dari ruang antara paru dan dinding dada, juga hemorrhage (perdarahan), serta penumpukan cairan di paru - paru. Apalagi saat ini tekanan darah Kyuhyun-shi sangat rendah. Kami hanya bisa berusaha meminimalisir terjadinya komplikasi tersebut ketika penyedotan udara dilakukan." Jelas uisa dengan tegas namun tetap tenang dan tidak terlihat panik.
Semua member terdiam membisu. Tidak ada satupun dari mereka yang merespon uisa. Mereka terlalu shock untuk mencerna apa yang baru saja di jelaskan uisa. 'Separah itukah keadaan magnae mereka' batin mereka dalam hati. Mereka pun merasa sangat bersalah dan merutuki diri mereka karena sudah tega membiarkan magnae mereka sendirian di dorm di saat kondisinya belum sembuh total. Namun, tiba - tiba suara sang leader pun memecahkan keheningan.
"Tolong selamatkan uri magnae uisa. Lakukan yang terbaik untuk dongsaeng kami. Kami percayakan keselamatan Kyuhyun padamu sepenuhnya." Ucap Leeteuk diiringi air mata yang sudah sejak tadi menganak sungai di wajahnya.
"Jebal…uisa, tolong… selamatkan Kyunie kami." Tambah Sungmin yang akhirnya meneteskan air matanya sesaat setelah mendengarkan penjelasan uisa tadi. Ia sudah tak kuasa menahan dirinya. Sungmin bukanlah orang yang dengan gampangnya bisa menangis, namun kali ini ia benar - benar tidak sanggup untuk menahan perasaannya.
Member lain yang tak sanggup untuk berbicara hanya bisa mengangguk pelan, sambil memasang raut wajah memelas tanda permohonan mereka.
"Kami akan berusaha seoptimal mungkin untuk menyelamatkan Kyuhyun-shi. Yang perlu kalian lakukan sekarang hanyalah berdo'a untuk keselamatan Kyuhyun-shi." Ucap uisa yang berusaha memberikan ketenangan pada semua member.
"Pasti uisa, kami pasti mendo'akan uri dongsaeng. Kamsahamnida uisa kami akan menunggu kabar baik darimu." Jawab Siwon, sambil memperlihatkan sebuah senyuman harapan di wajahnya yang sejak tadi sudah basah oleh air mata.
.
.
Beberapa jam kemudian uisa pun keluar dari ruangan dan menghampiri hyungdeul. Ia berjalan dengan langkah pasti dan dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak. Namun, ketika sudah berada di depan semua member, uisa pun memberikan sebuah senyuman kepada mereka.
"Masa kritis Kyuhyun-shi sudah lewat. Ia sekarang sudah bisa dipindahkan keruang perawatan. Namun kami masih akan mengontrolnya selama satu kali dua puluh empat jam. Karena saat ini kondisi Kyuhyun-shi masih sangat lemah, ia bisa saja kembali kritis jika terjadi komplikasi dadakan. Jadi saat ini kalian belum diperbolehkan untuk menjenguknya." Tutur uisa menjelaskan kondisi Kyuhyun saat ini.
"Hufh…." Terdengar desahan nafas berat dari beberapa member. Mereka merasa cukup lega setelah mengetahui bahwa dongsaeng mereka sudah tidak dalam keadaan kritis lagi.
"Uisa, kapan kami bisa melihat dongsaeng kami?" Tanya Sungmin yang sudah tidak sabar untuk menemui Kyuhyun.
"Setelah dua puluh empat jam, tepatnya besok malam kalian baru diperbolehkan untuk menjenguknya." Jawab uisa sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Kenapa selama itu uisa? Tidak bisakah kami melihatnya sekarang juga uisa, jebal…?" Tanya Donghae sambil memasang tampang memelasnya berharap uisa akan mengabulkan permintaanya.
"Kalian tetap tidak diperbolehkan untuk menjenguknya hari ini. Ini sudah aturannya. Kalian mau dongsaeng kalian cepat sembuh bukan. Karena itu kalian harus menaati peraturan disini. Ini juga kami lakukan demi kebaikan Kyuhyun-shi" Tegas uisa.
"Tapi…Ka-" Belum sempat Eunhyuk mengungkapkan apa yang ingin dikatakannya Hangeng sudah memotongnya duluan.
"Baiklah uisa, kami mengerti. Kamsahamnida atas bantuannya." Ucap Hangeng sambil menepuk bahu Eunhyuk dan kemudian sedikit membungkukan tubuhnya memberi hormat pada uisa.
"Kamsahamnida uisa" Sambung member lainya sambil membungkukan tubuh mereka ketika mengucapkan terimakasih.
"Ne, cheonman, sudah kewajiban kami untuk melakukan apa yang kami bisa demi keselamatan pasien. Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu." Uisa pun meninggalkan hyungdeul yang saat ini semuanya sedang terduduk lemas di kursi rumah sakit.
"Kenapa harus menunggu besok? Aku sudah tidak sabar untuk melihat keadaan Kyuhyun." Ucap Eunhyuk sambil mempoutkan bibirnya.
"Kau tidak dengar apa yang dikatakan uisa tadi Hyukie. Uisa bilang ini semua demi kesembuhan uri magnae. Kau jangan membuat masalah, ara!" Tegas Heechul pada Eunhyuk. Ia tidak ingin dongsaeng yang menurutnya sedikit pabo itu melakukan hal - hal nekat.
"Ne, karena ini sudah hampir tengah malam. Kita semua harus segera kembali ke dorm untuk istirahat. Kalian tidak lupa kan besok sudah banyak shows yang menunggu kita. Aku tidak mau mendengar kata tidak! Lagi pula tidak ada gunanya menunggu disini karena Kyuhyunie juga belum bisa dijenguk." Ucap Leeteuk yang tidak ingin menerima bantahan apapun dari member lainnya.
Mereka semua pun akhirnya meninggalkan rumah sakit dengan langkah gontai. Ya, mereka saat ini sangat lelah. Sejak tadi bukan hanya kelelahan fisik yang mereka rasakan namun kepanikan yang sedaritadi menemani mereka sudah membuat mereka semakin kelelahan.
.
.
.
Kyuhyun akhirnya sadar setelah dua hari kondisinya naik turun secara konstan. Namun saat ini kondisinya masih belum stabil, badannya mengigil setiap saat, temperatur tubuhnya tak menentu, sakit di kepalanya tak berhenti, dan paru - parunya masih belum cukup mengembang sehingga masih perlu bantuan alat pernapasan lengkap.
Perlahan ia membuka matanya dan memandangi seluruh ruangan disekitarnya.
'Putih, aku pasti sedang berada di rumah sakit' Batinnya.
Tiba - tiba mata Kyuhyun melebar ketika teringat kejadian sebelum dirinya tidak sadarkan diri. 'hyungdeul, dimana mereka? Apa mereka sudah pulang? Apa mereka baik - baik saja? Lalu siapa yang membawaku ke sini?' Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiran Kyuhyun.
"Arrgghh" Rintih Kyuhyun. Ia mulai merasakan sakit di kepalanya. Dengan perlahan ia pun memijat pelipisnya.
"Kyuhyun-shi, kau sudah sadar." Tanya uisa yang baru saja masuk ke ruang rawat Kyuhyun.
Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil menahan sakit.
"Apa kau masih merasa pusing? Aku akan memeriksa tekanan darahmu dulu" Dengan cermat uisa memeriksa tekanan darah Kyuhyun. Setelah beberapa saat, uisa selanjutnya memeriksa denyut nadi dan detak jantung Kyuhyun.
"Apa yang sedang kau pikirkan Kyuhyun-shi? Kau harus banyak istirahat, jangan memikirkan hal lain dulu." Uisa menatap Kyuhyun, wajahnya masih sedikit pucat dan terlihat penuh kecemasan. Ia juga masih memerlukan alat untuk membantunya bernafas.
"Hyung-hyungdeul, dimana?" Lirih Kyuhyun. Suaranya sangat pelan dan terdengar parau.
"Mereka sedang dalam perjalanan, sebentar lagi akan kesini. Kau harus cepat sembuh Kyuhyun-shi. Mereka sangat mencemaskanmu. Kau sangat beruntung memiliki hyungdeul seperti mereka." Uisa tidak sedang berbohong, karena sebelum ke ruangan Kyuhyun ia sempat mendapatkan telpon dari Leeteuk yang menanyakan kondisi dongsaeng mereka dan mengatakan mereka akan segera kerumah sakit untuk menjenguknya.
Mendengar perkataan uisa, Kyuhyun merasa sangat lega karena hyungdeul dalam keadaan baik - baik saja.
"Gomawo, uisa." Kyuhyun mengungkapkan rasa terimakasihnya pada uisa sambil tersenyum bahagia. Terlihat jelas perubahan ekspresi wajahnya yang sejak tadi terlihat cemas, namun sekarang terlihat sangat bahagia. Uisa sempat melihat setetes cairan bening yang keluar dari kelopak mata Kyuhyun.
'Anak ini, apa yang sebenarnya terjadi? Setelah menyebutkan tentang hyungdeulnya, secara spontan ekspresi wajahnya berubah drastis. Beberapa menit yang lalu ia terlihat sangat tertekan, namun sekarang malah sebaliknya. Apa ini ada kaitannya dengan masalah yang dihadapinya hingga membuatnya mengalami stress ringan beberapa waktu yang lalu?' Banyak pertanyaan yang ada dipikiran uisa. Ia tidak berniat untuk ikut campur, namun entah kenapa ada perasaan sesak dihatinya ketika ia melihat Kyuhyun meneteskan air matanya tadi.
Menurutnya Kyuhyun terlihat berbeda dari pasien lainnya. Baru kali ini ia menemukan seorang idola muda seperti Kyuhun. Uisa juga sempat terkejut ketika menemukan begitu banyak bekas luka di tubuh Kyuhyun. Namun ia belum sempat menanyakannya pada Kyuhyun maupun hyungdeulnya. Ada sebuah keinginan yang merasuki hatinya, ia bertekad untuk membantu agar Kyuhyun bisa cepat sembuh baik secara fisik maupun mental.
"Kyuhyunnie…..!" Terdengar teriakan dari depan pintu kamar Kyuhyun. Uisa yang saat itu sibuk dengan pikirannya sendiri tersentak kaget dan menoleh kearah pintu. Ternyata si pemilik suara tadi adalah Eunhyuk dan Donghae . Mereka spontan berteriak ketika melihat Kyuhyun sudah sadar dari luar ruangan. Mereka pun segera berlari dan hendak memeluk Kyuhyun.
"Tunggu dulu, kalian tidak boleh memeluk Kyuhyun dulu. Ukuran paru - parunya masih belum normal, akan membahayakan kondisinya jika terjadi himpitan." Jelas uisa yang menddadak menghentikan Eunhyuk dan Donghae yang sudah hampir memeluk Kyuhyun.
"Kamsahamnida uisa, untung saja anda mencegah mereka tepat waktu." Ucap Leeteuk yang baru saja masuk kedalam kamar Kyuhyun yang di ikuti oleh member lainnya.
"Paboya! Kalian mau membuat Kyuhyun sakit lagi?!" Ucap Heechul dengan kesal.
"Mianhe, kami kan tidak tahu hyung." Lirih Donghae yang matanya sudah mulai berkaca - kaca.
"Sudahlah Chullie, mereka kan tidak tahu. Jika mereka tahu mereka pasti tidak akan melakukannya." Bujuk Hangeng menenangkan Heechul yang akhir - akhir ini mudah tersulut amarahnya jika berurusan dengan sesuatu yang berkaitan dengan kondisi kesehatan magnae mereka.
"Mianhe Chullie hyung." Tambah Eunhyuk yang meminta maaf sambil berlindung dibelakang Donghae.
"Kyunie, kau sudah sadar rupanya. Apa kau sudah merasa baikan?" Tanya Sungmin mencoba mencairkan suasana dengan mengalihkan pembicaraan. Ia tidak lupa memberikan senyuman manisnya pada Kyuhyun.
"Hyung…," Lirih Kyuhyun sambil mencoba menggerakkan tanggannya yang kemudian langsung diraih Sungmin dan digenggamnya erat.
"Kyu, kami senang kau akhirnya sadar juga." Leeteuk mendekati Kyuhyun kemudian mengelus lembut kepala dongsaengnya.
"Iya Kyu. Kami sangat senang kau sudah bangun dan bisa melihat kami. Ini aku bawakan makanan kesukaanmu, jajangmyun" Ucap Shindong sambil menunjukkan plastik makanan yang berisi jajangmyun.
"Mianhe, tetapi Kyuhyun-shi belum boleh memakan makanan seperti itu. Tunggu kondisi paru - parunya sudah membaik baru ia boleh memakannya." Jelas uisa.
"Oh… mianhe uisa, aku tidak tahu." Shindong pun menyimpan jajangmyun tersebut jauh dari tempat tidur Kyuhyun.
"Ne, kalau begitu aku permisi dulu."
"Kamsahamnida uisa- boleh kami tahu nama anda uisa?" Tanya Siwon
"Namaku Park Jung Hyun. Panggil saja Uisa Park."
"Ne, kamsahamnida Uisa Park" Ucap hyungdeul. Uisa pun pergi meninggalkan mereka.
"Hyung, kalau Kyuhyun tidak boleh memakannya, berikan saja padaku hyung. Perutku masih muat kog untuk menampung satu porsi jajangmyun lagi." Ujar Eunhyuk sambil memperlihatkan senyuman lebarnya dan memegangi perutnya.
"Aissh, anak ini. Apa tidak ada hal lain dipikiranmu Hyukie?! Ini kan aku yang beli jadi tentu saja aku yang akan memakannya" Ucap Shindong sambil menyembunyikan jajangmyun itu dari Eunhyuk.
"Apa tidak ada topik lain selain makanan? Kan lebih bagus membicarakan tentang binatang peliharaan kita." Ucap Yesung sambil mengingat - ingat apakah ia sudah memberi makan Ddangkoma atau belum.
"Kalian ini, kita kesini kan mau menjenguk Kyuhyun, kenapa malah membicarakan hal - hal yang tidak penting!" Ucap Heechul sambil memberikan death glare nya pada Eunhyuk, Shindong and Yesung.
"Hyung-deul…" Lirih Kyuhyun yang mana dalam sekejap semua perhatian tertuju padanya.
"Ne, kau mau apa saeng?" Ucap Siwon.
"Ada yang ingin kau katakan Kyu?" Tambah Ryeewook.
"Apa kau butuh sesuatu magnae?" Sambung Kibum.
"Kalau kau mau minum akan kuambilkan Kyu." Hangeng pun ikut bicara.
Tiba - tiba suasana menjadi hening sesaat.
"Hyung…, berjanjilah-padaku- kalian akan-baik-baik saja." Ucap Kyuhyun, suaranya sangat pelan dan parau sehingga kurang jelas didengar.
"Mwo? Kau bilang apa Kyu?" Tanya semua hyungdeulnya. Beberapa dari mereka bertanya karena ucapan Kyuhyun tadi tidak jelas. Namun ada juga yang bertanya karena tidak mengerti kenapa Kyuhyun tiba - tiba berbicara seperti itu.
"Berjanjilah- kalian akan-baik-baik saja -hyung" Ucap Kyuhyun masih dengan suara yang pelan namun sudah dapat didengar dengan jelas oleh hyungdeul.
"Apa maksudmu Kyunie? Tentu saja kami akan menjaga diri kami dengan baik." Jawab Sungmin sambil mengelus punggung tangan Kyuhyun.
"Kau tidak perlu khawatir Kyu. Justru kamilah yang harus memintamu berjanji kalau kau akan menjaga dirimu baik - baik" Ucap Kangin, ada sedikit kekhawatiran dihatinya .
Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya perlahan. Namun dalam hatinya ia tidak yakin apakah ia bisa menepati janji itu atau tidak.
"Kami akan selalu ada disampingmu magnae. Kami akan menjaga dan merawatmu sampai kau sembuh total. Jadi kau harus berusaha untuk cepat sembuh, arachi!" Tegas Leeteuk yang matanya sudah mulai berkaca - kaca.
"Kalau kau butuh bantuan kami, jangan pernah sungkan untuk mengatakannya Kyuhyun-ah." Tambah Hangeng.
"Kami hyungdeulmu Kyu, jadi sudah sewajarnya saling membantu dan saling berbagi." Sambung Yesung.
"Kami akan dengan senang hati mendengarkan semua keluh kesahmu Kyu." Ucap Siwon sambil tak henti - hentinya berdo'a dalam hati untuk kesembuhan Kyuhyun.
"Jika kau ada masalah ceritakanlah pada kami Kyunie. Kita akan menyelesaikannya bersama - sama." Sungmin semakin mempererat genggaman tangannya pada Kyuhyun.
"Kyu, hiks, cepatlah sembuh ne hiks.., dorm sangat sepi jika hiks, tidak ada kau, hiks." Ucap Ryewook sambil menangis tersedu - sedu.
Donghae dan Eunhyuk pun menangis sambil merangkul satu sama lain.
Heechul meraih tangan Kyuhyun yang satu lagi dan mengenggamnya erat.
Shindong dan Kibum semakin mendekatkan diri ke tempat tidur Kyuhyun.
Kyuhyun sudah tak tahan lagi menahan perasaannya. Tak terasa cairan bening membasahi wajahnya yang masih pucat. Ia merasa sangat bersyukur bisa mengenal hyungdeul dan menjadi bagian dari Super Junior. Saat ini ia sudah bertekad untuk menjadi sosok yang lebih kuat. Ia akan berusaha untuk cepat sembuh dan tidak merepotkan hyungdeul lagi. Ia akan berusaha melindungi mereka sekuat tenaga. Ia tidak akan membiarkan hyungdeul disakiti oleh orang gila itu. Ia ingin menikmati setiap detik kebersamaannya dengan hyungdeulnya. Ia ingin menikmati kebahagiaannya yang hanya sementara ini.
"Gomawo…hyungdeul. Saranghae…" Lirih Kyuhyun.
.
.
.
TBC
Akhirnya… chapter 6 selesai juga.
Gomawo untuk semua comments n reviewnya.
Mianhe, baru di chapter ini reviewnya bisa dibalas.
Sekali lagi gomawo tuk para readers yang setia mengikuti ff ini.
Jangan lupa tuk meninggalkan jejak kalian ke dalam kotak kecil di bawah ini ya…
.
.
Ay,, Gomawo reviewnya chingu.
Blue minra,, Em…oppadeul di siksa gak yaa? Ikutin aja next2 chapternya chingu. Gomawo reviewnya.
Febri,, Gomawo reviewnya. Tapi mian, kmungkinan gak bisa sering apdet kilat chingu.
Jmhyewon,, Mian, sebenernya gak tega juga ngebuat Kyu oppa menderita. Pas nulisnya aja pake acara nangis segala, hiks... Tapi, karna genrenya angst, so main cast nya sengaja dibuat semenderita mungkin chingu. Gomawo reviewnya.
Asa,, Tgu aja jawabannya di ch slanjutnya, reviewnya emang udah direncanain tuk dibalas semuanya. Hanya sj br kesampaian di ch ini. Gomawo reviewnya chingu.
Tya Andriani,, Gomawo reviewnya chingu. Kyu gak bakalan di buat menderita terus kog, tgu aja next ch nya ya.
Kyukyu712,, Gomawo udah ngikutin ff ini. Jangan segan review ya, biar author bisa jalan terus. Nama 'si org itu' ntar muncul di ch slanjutnya chingu. Gomawo reviewnya.
MisskyuKYU,, Ia benar, yang neror Kyu memang si namja psikopat itu.
Ikutin aja terus cerita slanjutnya chingu. Gomawo reviewnya.
Bella,, Iyaaa kasian Kyunie menderita. Tgu aja ch berikutnya ya. Gomawo reviewnya chingu.
Blackyuline,, Udah kejawabkan chingu siapa yg dihubungin Kyu. Iya yah kenapa gak ganggu Soman aja, hehe. Iya, meskipun gak panjang amat, tapi gak pendek amat juga khan? Gomawo reviewnya, jgn bosan tuk review ya.
Mira,, Gomawo reviewnya chingu. Iya, memang sengaja di buat beberapa KyuMin moment biar lebih seru. Tapi kalau genrenya jadi yaoi, pasti bukan author yang nulis. Hehe
Kyuzi,, Udah kejawab smua kan pertanyaannya di ch 5dan 6 chingu. Gomawo reviewnya. ikutin terus ff ini ya chingu.
Feren,, Gomawo reviewnya. Ditgu saran2nya chingu, biar bisa terinspirasi tuk lanjut terus.
HaniElfkyu,, Gomawo reviewnya chingu. Ikutin terus ch slanjutnya ya. Semoga tidak bosan untuk review.
Chocho,, Udah kejawab kan pertanyaannya di ch ini chingu. Gomawo reviewnya.
Kyushipper,, Gomawo reviewnya chingu.
Apel,, Iya ini ff brothership chingu. Waah, pergantian jantung tanpa obat bius? Ff ini gak sampe ke praktek voodoo ato yg sejenisnya kog chingu. Gak sampe hati mau buat yg kaya' gitu. Gomawo reviewnya chingu
ZiziKirahira Hibiki 69,, Gomawo reviewnya chingu.
Cho rae in,, Aku juga gak tega sebenernnya. Tp tetap ikutin ff ini ya. Gomawo.
VietaKyu,, Gomawo reviewnya chingu. Sebenarnya gak ngegantung or kehilangan ide. Bukankah TBC musti begitu? Hehehe mian chingu, gomawo reviewnya.
Park Nara Quinnevi,, Ch yg sekarang gak pendek lagi kog chingu. Selamat membaca. Jgn bosen tuk review ya. Gomawo.
Gaemazikyu,, Gomawo chingu. Jangan lupa tuk review di ch selanjutnya ya..
Kihyun 4orever,, Ceritanya sudah di buat lebih pajang sesuai request para viewers. Di tgu saran2 selanjutnya chingu. Gomawo.
Gaemjjeje,, Ikutin terus ch slanjutnya ya. Gomawo reviewnya chingu.
Ulfahnzzh,, Di tgu review selanjutnya. Gomawo.
XxStarLitxX,, Gomawo reviewnya chingu.
3002marya,, Di tgu review selanjutnya. Gomawo.
Gyurievil,, Ikutin terus chapter slanjutnya ya chingu. Gomawo reviewnya.
Princess kyumin,, Iya, nama qt mirip chingu. Di tgu review selanjutnya. Gomawo chingu.
Evilkyu Vee,, Gomawo reviewnya chingu. Tetep ikutin ff ini ya. Di tgu reviewnya.
