TITTLE : BAD BOYS? OR INNOCENT BOYS?

PART 7

RATED T

CAST: BAEKHYUN, CHANYEOL,SUHO,SEHUN AND OTHER

TYPO IS EVERYWHERE... ~

DONT BE SIDERS..~

Kini baekhyun berada di blue sky menenangkan pikirannya, otaknya terlalu sulit untuk melupakan kejadian tadi. Sesekali ia meneguk minuman beralkoholnya, jangan ingatkan dia kalau dia masih di bawah umur. Walau dia di bawah umur tak ada satu orangpun di kalangan geng di korea yang tak mengenalnya. Baekhyun menghabiskan 3 botol minuman, dan sekarang keadaannya benar-benar mabuk. Baekhyun terkapar di mobilnya, sbastian hanya menggelengkan kepalanya menatap nanar tuan mudanya.

Di bopongnya tubuh baekhyun oleh sbastian menuju kamarnya, suho kaget mendapati adiknya dalam keadaan seperti ini.

"kenapa dia? Mabuk?" tanya suho saat mencium aroma yang aneh dari mulut baekhyun

"akan saya ceritakan saat saya selesai menggendong tuan muda baekhyun" mengerti hal itu suho ikut membantu. Baekhyun di letakan di kasurnya, suho melepaskan sepatu dan blazer yang di kenakan baekhyun, agar tubuhnya tak terlalu kepanasan. Sbastian sudah kembali ke ruang tengah, ia memukul-mukul pundaknya pegal.

"jadi apa yang membuatnya jadi seperti itu?" tanya suho

"ia baru saja tahu soal luhan, dan ia sangat depresi saat tau tuan luhan meninggal dunia" jelas sbastian

"jadi dia sudah tau?, ya walaupun aku tau cepat atau lambat ia akan mengetahuinya, ya sudah biar aku yang mengurusnya."

..

Paginya baekhyun terbangun sangat pagi dengan keadaan kacau sangat kacau. Kepalanya seperti di bebani sesuatu yang beratnya seperti pria pemain sumo. Ia memijat pelipis matanya pusing, merasakan mual di tenggorokannya

"aku terlalu banyak minum" baekhyun mencium aroma yang lezat dari meja nakasnya, ia menoleh mendapati bubur dan teh jahe yang masih hangat. "suho-hyung pasti yang menyiapkan ini semua" baekhyun meraih gelas itu menyeruputnya untuk sekedar menghilangkan rasa pusing di kepalanya. Lalu menyantap buburnya. Baekhyun sudah rapih dengan seragamnya, ini hari sabtu dan besok minggu, setidaknya dia bisa mencari tahu siapa yang menghancurkan gudang milik perusahan hyungnya. Baekhyun berjalan menuju bangkunya melihat sehun dengan luka yang tertera jelas di bibirnya. Baekhyun membuang mukanya saat sehun meliriknya. Ia lebih memilih diam sambil membuka buku-bukunya, kau tau jika baekhyun tak segan sehun akan meninggalkan dunia ini selamanya. Tetapi ia ingat bahwa ia berjanji untuk tidak membunuh orang lain lagi.

"baek" panggil sehun lirih, baekhyun tak menoleh seakan mengacuhkan panggilan dari sehun.

"baek" panggilnya lagi, baekhyun bangkit dari duduknya, pergi meninggalkan kelas malas berada lama-lama disana, kyungsoo menatap temannya iba dan aneh. Ada apa dengan baekhyun akhir-akhir ini. chanyeol yang melihat kepergian baekhyun saat hendak masuk kedalam kelas, mengerutkan dahinya. Ia meletakan tasnya lalu berlari mengejar baekhyun.

Kini baekhyun sudah berada di atap sekolah menghirup banyak-banyak oksigen untuk menenangkan pikirannya.

"baek" panggil chanyeol, baekhyun menoleh lalu mengacuhkannya lagi

"apa?"jawab baekhyun ketus "aku sudah berusaha menghindar dan tak menampakan wajahku padamu, dan sekarang kau malah mengejarku" baekhyun mendengus kesal, chanyeol tak menjawab atau mendengar sekalipun ia terus mendekat. Ia peluk tubuh mungil di hadapannya, baekhyun tersentak kaget. Badannya menenggang sempurna

"aku terlalu naif untuk mengakui bahwa aku menyayangimu" baekhyun membulatkan matanya lebar

"ma..-maksudmu? Aku menang?" tanya baekhyun gugup

"aku akui, kau menang. Sebagai hadiahnya ku berikan hatiku padamu" ucap chanyeol gombal

"kalau begitu kau mati dulu baru akan ku ambil hatimu" jawab baekhyun sarkatis

"sadis sekali.."chanyeol memutar tubuh baekhyun hingga mereka berdua berhadapan. Diam sejenak

"aku tak ingin kau terluka atau melukai siapapun. Sehun punya alasan kenapa ia tak memberitahumu kalau kakakmu sudah meninggal" akan teringat saat chanyeol mengatakan itu, baekhyun tertunduk lesu.

"aku benci kenapa ia tak bicara saja padaku. Kau tau aku sudah mencarinya 3 tahun lamanya, dan saat aku bertemu dengannya bukannya memberi tahu malah justru menyembunyikannya. Aku benci" baekhyun menangis, terlalu sedih mendengar kakak yang selama ini ia cari ternyata meninggal dunia. Di peluknya tubuh baekhyun

"sudah ada aku.." baekhyun menumpahkan semua tangisnya di dalam pelukan chanyeol

"kau jangan membuat seragamku basah seperti kena hujan juga dong" baekhyun mendongak ke atas karena chanyeol lebih tinggi darinya. Cup... chanyeol mencup kening baekhyun

"aku menyukaimu~"

...

"bawa chanyeol padaku sekarang" ucap kriss melalui ponselnya, setelah melihat adegan di atap sekolah. Jangan tanya darimana kriss tahu, dia sudah memasang dan memerintahkan siapapun untuk terus mengintainya.

"sekarag bos?" tanya pria di sebrang telepon

"ya, aku ingin permainan kita di mulai..."kriss menutup teleponnya lalu tersenyum sinis. "dendamu akan ku balaskan tao-ya" gumam kriss.

Flashback

"jadi apa yang terjadi dengan tao?" tanya kriss pada semua anak buahnya yang bahkan keadaannya tak lebih baik dari pria yang sudah terbaring lemah di kasur rumah sakit. "dok berpapun biayanya tolong sembuhkan dia" kriss panik bahkan saat dokter mendorong kasur kedalam ruang operasi. 3 jam operasi berlanjut dan kriss masih betah bertengger di hadapan ruang operasi. Keluarlah doket dengan membawa tao yang telah di pindahkan ke kasur untuk pasien. Kriss menatapnya sedih sangat sedih.

"kenapa kau bisa seperti ini?" tanya kriss memegang tangan tao

"tuan kriss kami sudah mengoprasi tulang rusuk dan penyedotan darah dalam otaknya. Tapi kerja otak dan syarafnya tak berpungsi banyak. Mengakibatkan tuan tao Kritis atau koma" jelas dokter. Kriss menangis sejadi-jadinya, ia mendapat penjelasan mengenai kenapa tao sampai seperti ini. baekhyun ketua Blue Sky telah menghabisi semua anak buah tao bahkan tao di buat sama seperti anak buahnya. Kriss emosinya terbakar, ia berjanji untuk membalas dendam sang kekasih.

..

Sore dengan udara yang lumayan dingin membuat chanyeol masih berselimut ria,

'besok libur aku akan mengajak dia ya?'pikir chanyeol,

Tingg~tong~.. suara bel rumahnya terdengar sangat nyaring, yoora pasti sudah pulang pikirnya. Ia membuka pintunya mendapati 4 orang dengan jas hitam rapih dengan dasi dan sepatu yang mengkilap

"ada ap-a?" chanyeol tersungkur di lantai setelah di bekap oleh sapu tangan yang sudah di olesi obat tidur. Di bopongnya tubuh tinggi chanyeol, ia terkulai lemah di atas pundak pria yang membekapnya. Memasukan tubuh chanyeol ke dalam mobil, dan mobil itupun melesat pergi.

Di letakannya tubuh chanyeol di sebuah kasur, sebelum meninggalkan tubuh chanyeol mereka berempat mengikat kedua tangan dan kakinya di ujung kasur, membiarkan tubuh chanyeol terlentang. Lalu keempatnya pergi meninggalkan tubuh chanyeol,kriss masuk setelah keempatnya pergi dari kamar itu.

"andai kau bukan pria yang di cintainya, aku tak akan melakukan ini" gumam kriss, ia menududukan tubuhnya di kursi di depan kasur. Memotretnya.

Paginya, baekhyun sudah rapih dengan baju yang biasa ia gunakan jika sedang bersama orang-orang di blue sky

"kau mau kemana? Dengan pakaian seperti itu?"tanya suho "apa kau akan kembali ke sana?" suho menahan sesuatu yang ia ingin utarakan

"aku akan mencari tahu soal gudangmu dan juga kematian luhan-hyung" jawab baekhyun datar

"jika memang kau ingin tahu soal luhan, kau tak perlu kesana" suho menarik nafasnya sebelum ia melanjutkan "aku tahu semuanya" baekhyun menatap datar orang di hadapannya

"kau juga tau? Dan kau bahkan tak memberi tahuku?" ucap baekhyun sinis "apa yang kalian pikirkan? Apa kau juga bersekongkol dengan sehun? Kau kenal sehun?" baekhyun mendengus kesal "harusnya aku tak membiarkan diriku berhubungan dengan kalian semua" baekhyun hendak beranjak tapi tangan suho mencegahnya

"dengarkan penjelasanku dulu"dengan amat terpaksa baekhyun kembali duduk. Suho tersenyum lega

"luhan meninggal 1 tahun lalu, akibat di tabrak oleh seorang pria. Di ketahui bahwa pria itu adalah anak dari ketua geng yang amat terkenal, semua polisi takut untuk memenjarakannya, jadi dia di bebaskan tanpa tuduhan apapun"suho menundukan kepalanya, baekhyun menatap kosong. 3 tahun kakaknya pergi dan baekhyun sudah susah payah mencarinya dan sekarang ia menemukannya tak bernyawa. Hanya batu nisan yang dapat ia temui

"sejak kapan kau tau?" tanya baekhyun datar

"aku yang menemaninya sampai ke pembakaran" jawab suho

"dan kau mengenal sehun?" tanya baekhyun lagi

"hanya sekilas, yang ku tahu dia adalah kekasih kakakmu" baekhyun berdiri

"aku pergi.." akhirnya baekhyun pergi, menggunakan mobil suho dan menyetir sendiri menuju pemakaman hyungnya itu. Di pandangi nisan bertuliskan luhan

"maaf hyung, harusnya aku bisa menemukanmu 1 tahun lalu dan menjagamu. Aku merindukanmu hyung sungguh, tapi kau malah tak ada di dunia ini lagi" baekhyun menitihkan airmatanya. Ia menghapus air matanya saat merasakan getaran dari sakunya. Ia ambil ponsel itu dan menyatukan flat ponselnya pada telinganya

"ada apa?" ucap baekhyun

"kami sudah menemukan siapa pelaku penghancuran gudang perusahaan KIM" ucap orang di sebrang sana, baekhyun lalu mematikan sambungannya. Mengelus sebentar nisan kakaknya dan berlalu. Ia menyetir mobilnya dengan kecepatan kilat, bahkan tak sadar bahwa ia baru saja berpapasan dengan mobil sehun. Baekhyun berhenti di depan club melemparkan kunci mobilnya

"parkirkan" ucap baekhyun. lalu baekhyun masuk kedalam club, di ruang tengah sudah terkumpul semua anak buahnya. Hanya sebagian, asal kalian tahu bahkan anak buah baekhyun tersebar di seluruh penjuru seoul dan jepang.

"informasi apa yang kalian dapat" baekhyun duduk sambil kakinya di letakan di atas meja, "ah kau sudah sembuh jungkook-a?" tanya baekhyun saat melihat jungkook dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya, ya walau masih menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan dan gips leher yang masih bertengger di lehernya. Jungkook hanya menganggukan kepalanya pelan

"harusnya kau masih beristirahat, aku tak ingin melihatmu seperti ini lagi" ucap baekhyun "sudahlah apa yang kalian dapat?" seolhyeon memberikan amplop besar pada baekhyun, baekhyun mulai membuka amplopnya

"sebetulnya yang kami ketahui bahwa perusakan di jepang tak ada sangkut pautnya dengan beberapa musuh kita. Orang-orang bilang yang menyuruh mereka adalah seorang pria bermarga WU" jelas seolhyeon

"Wu?" baekhyun tampak mengingat sesuatu "lalu?"

"orang kita sudah menghabisi semua orang yang terlibat dalam perusakan itu, tapi orang bermarga wu itu tak berhasil kami dapatkan" baekhyun melihat beberapa poto di amplop itu. Betapa kagetnya ia mendapati poto itu adalah

"Kriss?" baekhyun tergelonjak kaget.

...

Chanyeol terbangun dengan kepala yang masih pusing, membiasakan matanya pada lampu yang terlalu terang menurutnya. Melirik ke segala arah hanya kamar bernuansa putih susu, dan tangan dan kakinya terikat pada ujung kasur. Tunggu terikat? Chanyeol menatap kedua tangan dan kakinya bergantian berusaha melepaskannya.

"kau sudah bangun?" ucap kriss yang muncul dari balik pintu

"k..-kau?" chanyeol kaget melihat pria di hadapannya " siapa kau? Dan kenapa kau melakukan ini padaku?" bentak chanyeol

"balas dendam"jawab kriss singkat

"memang apa yang aku perbuat padamu?" tanya sehun

"kau akan tau nanti" beberap anak buah kriss masuk, chanyeol memandang satu-persatu orang yang masuk. Chanyeol ketakutan. "kau akan tau siapa baekhyun yang kau cintai itu" mendengar nama baekhyun chanyeol langsung mengerutkan dahinya, apa hubungannya pria ini dengan baekhyun. kriss mengangkat ponselnya untuk menelepon

"hallo?"

"kau.. jadi kau adalah perusak gudang perusahaan kim" ucap baekhyun seseorang yang di telepon kriss dengan nada amarahnya. Kriss sengaja mengloudspeakerkan ponselnya agar chanyeol mendengarnya

"uhh terlalu cepat untuk kau ketahui" baekhyun di sebrang sana sudah menggeram kesal

"apa yang kau mau dariku?" tanya baekhyun kesal

"kau tau pria yang kemarin menyatakan cinta padamu bahkan sedang ada di hadapanku" baekhyun tersentak kaget mendengarnya, ia menegakan tubuhnya.

"chanyeol?" tanya baekhyun

"bicaralah bodoh..." ucap kriss menyuruh anak buahnya memukul kakinya

"ARRRRRRGHH" chanyeol meringis kesakitan "baek.. apapun yang terjad jangan pernah datang" teriak chanyeol

"anak buahku akan menjemputmu di blue sky, jika kau memang ingin chanyeol-mu selamat. Jika kau memang benar seorang baekhyun yang di takuti semua club di korea kau akan datang tanpa bantuan apapun" ucap kriss lalu mematikan ponselnya. Baekhyun mendengus kesal ia melemparkan ponselnya hingga hancur berkeping-keping.

"boss kenapa?" dengan nada takut seolhyeon menanyakan keadaan bossnya.

"Tolong antarkan mobilku pada kediaman Kim, temui suho-hyung bilang padanya, mungkin aku tak akan bisa bertemu dengannya lagi" ucap baekhyun lalu pergi meninggalkan blue sky, ia kaget sudah ada mobil putih terparkir di depan blue sky

"apa kriss yang memerintahkan kalian?" anggukan yang di berikan anak buah kriss lalu ia membukakan pintu untu baekhyun masuk. Baekhyun pun memasukan tubuhnya ke dalam mobil yang akan membawanya ke rumah kriss. Betapa kagetnya baekhyun saat memasuki sebuah pekarangan rumah kriss

"bukankah kriss hanya tinggal di apartemen?". Mobil terparkir di depan rumah kriss supir nya membuka kan pintu untuk baekhyun keluar. Saat baekhyun sudah berdiri tegak memandang rumah kriss, anak buah kriss membekap mulut baekhyun dengan sapu tangan yang sudah di olesi obat bius. Baekhyun terkulai lemah di pelukan anak buah kriss, lalu di gendongnya tubuh itu masuk kedalam rumah.

"letakan disana" ucap kriss menyuruh anak buahnya meletakan tubuh baekhyun di atas kasur kecil, chanyeol sudah di pindahkan ke sebuah kursi dengan ikatan dimana-mana matanya di tutupi dan mulutnya di bekap

'baekhyun disini, apa baekhyun baik-baik saja?' ucap chanyeol dalam hati. Kriss menyuruh semua peralatan yang sudah di sediakan untuk di pasang pada tubuh baekhyun.

Lalu kriss melepaskan ikatan di mata chanyeol, chanyeol kaget melihat keadaan baekhyun sekarang. Matanya bahkan hampir keluar melihat baekhyun. baekhyun tanpa busana terkulai dengan ikatan dimana-mana

"kau akan melihat sendiri pertunjukannya" ucap kriss melenggang pergi. Chanyeol menatap sedih pada pria yang di cintainya, ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Chanyeol menitihkan air matanya, sedih itu yang di rasakan melihat kondisi baekhyun yang seperti ini.

Seolhyeon dan v pergi ke tempat yang di perintahkan oleh baekhyun, rumah suho untuk mengantar mobilnya.

"loh baekhyun kemana?" tanya suho saat melihat V dan seolhyeon datang

"dia pergi setelah di jemput oleh mobil, dan dia meminta kami mengembalikan mobil ini dan memberi tahu pada anda mungkin dia tak akan bisa bertemu dengan anda lagi" jelas seolhyeon, suho mengerutkan keningnya. Menerka dan mencerna atas pesan yang di berikan baekhyun, V dan seolhyeonpun pergi meninggalkan kediaman suho. Suho sibuk dengan pemikirannya tentang pesan baekhyun. ia terus menghubungin baekhyun tapi tak pernah di angkat.

"kemana dia?" gumam suho.

Di tempat lain, sehun masih sibuk mondar-mandir memikirkan chanyeol yang menghilang karena yoora yang menanyakan padanya. Sehun mengingat beberapa tempat yang mungkin di kunjungi chanyeol, ia lalu segera mengendarai mobinya untuk mengunjungi tempat yang mungkin di singgahi chanyeol.

TBC

KARENA PADA NANYAIN LUHAN, AKU SEDANG MEMBUAT EPILOG SISI LUHAN JADI MOHON DOANYA ^^ini adalah capter sebelum capter terakhir :D epilognya di share klo udh tamat :D

BabyWolf Jonginnie'Kim: nanti di capt selanjutnya.. hmm kayanya sih sampe 8 capt deh.. satu ep lagi :D

winter park chanchan: bukan itu anak buahnya baekhyun

: begal...:P

: bingung? Pegangan? :P hehe di capt ini di jelasin kenapa kriss benci baekhyun

Yulyul: disini gak ada, tapi aku lagi bikin epilog nya kok..:D

JonginDO :cheonma yo ^^

baekhyuneethopia: sayangnya kematian luhan disini gak diceritain, tapi lagi bikin epilognya kok:D

AkaSunaSparKyu : Tapi kayanya...? liat di next capt