My Beautyfull Angel
Disclaimer
Masashi Kishimoto.
..
"Terkadang jangan mempercayai seseorang yang menyembunyikan jati dirinya, karena disaat itu dia dapat menikammu dengan sesuka hatinya.".
...
Hujan membasahi bumi sejak tadi, beberapa orang memilih berlari menghindari hujan yang sedari tadi turun dan tidak menunjukan tanda-tanda akan reda. Sesekali terdengar umpatan dari mulut mereka karena tubuh mereka basah kuyup.
Tapi tidak bagi seseorang yang berada ditengah kerumunan tersebut, mungkin yang lain akan menganggapnya gila karena berjalan amat santai seakan-akan menikmati hujan yang membasahi tubuhnya. Tapi mereka tidak menyadari satu hal bahwa orang yg mereka anggap gila itu menyeringai bak kucing chesire, manik onixnya berubah menjadi warna merah tajam. Seringaianya seakan-akan meledek manusia yang bodoh karena tidak menyadari satu hal.
"Ouch! Maaf" ucap seorang anak kecil yang tanpa sengaja menabrak pria tadi, hanya senyum tanpa ekspresi yang siperlihatkan dan membuat anak kecil itu ketakutan. " kau tidak apa-apa?" Tanya pria itu dengan lembut dan anak itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
Tanganya terulur kedepan membuat anak itu menutup matanya rapat-takut dipukul oleh pria asing yang tidak dikenalnya. "Sebaiknya kau tidak berkeliaran dijalan saat malam-" anak kecil itu membuka matanya, merasakan tepukan halus dikepalanya.
"Karena-" suara burung gagak bekoak membuat anak itu merinding ketakutan. Mata merah itu menatap kearah anak itu dengan lembut. "Kecelakaan dapat terjadi kapan saja-" diikuti suara burung gagak yang menjadi-jadi dan suara hantaman keras yang saling menyusul diikuti teriakan pejalan kaki yang berusaha menghindari kecelakaan maut yang terjadi, beberapa terlindas truk. Beberapa tertabrak dana anak kecil itu hanya bisa melebarkan matanya menyaksikan pemandangan didepanya. Pria tadi menghilang membuatnya semakin ketakutan, suaranya tercekat ditenggorokan saat decitan badam truk yang menggesek aspal jalanan melaju kearahnya dengan cepat, kakinya serasa seperti tak memiliki kekuatan untuk bergerak dan hal yang terakhir dilihatnya sebelum kegelapan adalah sosok bersayap diatas gedung dengan mata merah tajam.
'BRAKHHH!
.
.
.
Tobi merebahkan tubuhnya disofa tempatnya bekerja, kalau dia mau dia dapat membeli perusahaan ini dengan mudah mengingat uang sekarang seperti sampah dimatanya.
Bayangkan sudah berapa lama dia hidup...?
"Tobi! Kenapa kau santai-santai!" Seru Hidan emosi sambil menendang sofa tempat Tobi berbaring. "Tobi ngantuk senpai..." dan Hidan hanya bisa menahan emosinya untuk tidak membunuh juniornya ditempat. Bagaimana anak bodoh ini bisa masuk Akatsuki?.
"Kau akan cepat mati bila malas!"
"Konan-senpai akan melindungi Tobi, jadi Tobi akan lama matinya." Jawabnya santai dan merenggangkan tubuhnya.
"Kalau dia mati?" Tanya Hidan dan membuat Tobi tertawa geli didalam hatinya.kalau dia mati aku tinggal mengambil nyawanya bodoh.
"Tobi akan sedih.." lain di mulut, lain juga dihati. Bagaimanapun Tobi tidak dapat memberi tahu mereka bahwa dia bukan manusia melainkan utusan kematian untuk menjemput jiwa-jiwa manusia kan?.
" terserah padamu! Tapi ingat satu hal! Jangan mati dengan mudah." Ucap Hidan sambil berjalan melewati Tobi. Dan Dia bersumpah bawa melihat Tobi menyeringai tipis diikuti mata yang menjadi semerah darah dan aura disekitar ruangan itu mendadak mencekam.
Sebenarnya siapa sebenarnya Tobi?.
.
.
.
Sasuke dan Naruto kini hanya bisa menahan nafas mereka berdua, jelas jelas mereka sedang melihat keacara televisi yang menayangkan laporan kecelakaan mau yang merengut nyawa orang dengan mudahnya. Sementara itu Sakura hanya duduk santai sambil meminum teh panas yang disajikan Hinata kepadanya.
Yahh... gadis Hyuuga itu sudah sadar dari hibernasinya...
"Kasihan sekali.." Naruto menatap nanar kearah kantung mayat yang terisi dan suara tangisan anak kecil yang kehilangan kedua orang tuanya atau orang tua yang kehilangan anaknya.
"Itachi pasti sibuk saat ini." Celetuk Sasuke sambil melihat kearah ponselnya. " dia bahkan tidak sadar kalau aku belum pulang."
Hinata tersenyum simpul sambil menikmati teh miliknya. Kedua orang tuanya tidak akan mencarinya. Mengingat mereka sudah tiada saat dia masih kecil.
"Hinata-chan..." Sakura memegang tangan gadis itu dengan pelan. " malam ini tidur bersamaku ya." Pintanya dan sukses menerima teriakan dari Naruto.
"AKU TIDAK MAU TIDUR SENDIRIAN!"
"Tidur samaku aja dobe.." celetuk Sasuke dengan tanpa dosa dan sukses dihadiahi pukulan beruntun kekepalanya oleh Naruto menggunakan buku yang entah dimana dia dapatkan.
Sakura hanya terkekeh geli, bagaimana juga Naruto merupakan juniornya didunia atas. Akan tetapi ketenangan itu berubah saat gagang pintu diputar oleh seseorang dari luar.
" siapa?" Tanya Naruto tapi tidak mendapatkan jawaban. "mungkin orang yang punya apartemen ini?" Tanya Hinata.
" buka pintunya." Dan Naruto bernafas lega saat mendengar suara yg cukup familiar ditelinganya. "Itu Nii-san." Tapi dia dicegat Sakura saat hendak membukakan pintu itu. Gadis bersurai pink itu menggeleng dan memberikan isyarat agar Naruto tetap pada posisinya.
" Naruto!" Sakura memegang salah satu sumpit besi yang dia temukan dilaci dan mengalirkan energi kedalamnha. " apa yang kau-!" Seru Naruto tapi terhenti karena tatapan mata Sakura. Gadis itu segera melempar sumpit itu yang langsung menembus pintu.
Naruto segera berlari kearah pintu dan diikuti yg lainnya. Tanganya gemetaran saat memutar knop juga dengan Sasuke.
Tidal lucu kalau dia pingsan karena melihat ceceran darah dilantai...
Dan saat Naruto membuka pintu dia hanya dapat bernafas lega saat menemukan Tobi yang memegang sumpit liar (?) Tersebut dengan tampang wajah datar. " kau berniat membunuhku." Dan bulu kuduk Naruto merinding saat senyum miris tercetak didepannya. Memang shinigami bisa mati, pikirnya sambil melihat kearah Tobi yang jelas-jelas menunjukan tanda-tanfa kelelahan yang mencapai batasnya.
"Maa..." gadis itu menggaruk belakang kepalanya pelan dan Tobi berjalan melewati gadis itu. Enggan menerima alasan dari malaikat tersebut, dia segera berjalan kearah Sakura dan melipat kedua tangannya didepan dadanya saat berhadapan dengan malaikat jatuh tersebut.
"Jangan ulangi lagi.." Sakura tersenyum meledek saat melihat Tobi, tapi senyumannya musnah saat memdengar nada yang amat familiar baginya. "Sampah..." dan Sakura segera bangkit dari duduknya dan mencekik Tobi secara kuat. Beraninya...
Beraninya dia menghina dirinya...
"Ķau...!?" Dan Tobi hanya menatap Sakura dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. 'Erin.. awasi monster pasir itu'
'Roger thats...'
Tobi masih pada posisinya, manik onixnya menatap tajam kearah Sakura yanag menggerang marah. " sampah, lihat sampah yang kau buang sembarangan." Ucap Tobi sambil menunjuk kearah sampah permen yang tergeletak pasrah(?) Dilantai.
Dan Sakura hanya bisa melongo saat melihat Tobi memungut korban penyiksaan(?) Itu dan menguburkannya (?) Dengan layak ditempat sampah.
Pria dihadapannya ini cari mati! Pikir Sakura tapi terdiam saat melihat tanda simbol aneh di pakaian Tobi. Manik emeraldnya terus memandang Tobi seakan-akan tatapannya dapat memusnahkan serangga dihadapannya. Dia terdiam saat merasakan sesuatu yang menguar dari tubuh pria yang tengah sibuk menyajikan teh tersebut.
"Naruto, kau sudah membeli bahan makanan kan?" Tanya Tobi yang masih menyajikan minuman yang jarang dia buat, bahkan tidak pernah sama sekali. Bagaimana caranya membuat minuman, apa bubuk tehnya harus dituang semua kah?. Batinnya error mengabaikan tatapan waspada dari gafis pink dibelakangnya.
" lie! Aku membeli cokelat dan ramen!" Jawab Naruto semangat sambil menunjuk dua kantung plastik ramen dan satu plastik penuh coklat. Tobi menghela nafas dan berkacak pinggang, matanya menyipit melihat belanjaan Naruto tersebut. " kau ini mau membuka toko snack atau apa?"
"E-ehhh!"
.
.
.
.
.
"Kau bodoh dobe!" Umpat Sasuke yang sebal bukan main saat dipaksa oleh Naruto untuk menemaninya belanja. " dia bilang bahan makanan dan bukan snack!" Naruto memutat kedua bola matanya bosan. Sepanjabg perjalanan tadi Sasuke terus menggerutu dan sebagian dari dirinya ingin lenyap dari peredaran saat mengetahui bahwa dia kali ini tidak boleh salah lagi atau kepalanya menjadi pajangan di ruang tamu.
"Namanya aku manusia! " ucap Naruto yang dengan sengaja menginjak kaki Sasuke, sontak remaja itu mengangkat kakinya dan meng-aduh ria karena ngiku yang dia rasakan. " ITTAI!"
"Gomenasai sakit ya, maaf aku sengaja."
"Kuso gaki!"
.
.
.
.
.
Sakura menatap tajam kearah Tobi yang duduk dibalkong teras rumah sambil memandang langit, bulan purnama tanpak bulat penuh memberi kesan indah ditambah dengan bintang yang menjadi pendamping sang rembulan.
" siapa kau..." desis Sakura tak suka pada sosok dihadapannya, tangan kanannya sudah memegang pedang berwarna perak yang bersinar karena terpantul cahaya bulan. "Hanya orang asing." Jawab Tobi tenang sambil menghirup aroma teh yang dibuatkan oleh hinata. Gadis itu terpaksa turun tangan saat melihat Tobi hanya menatap kearah cangkir dan bubuk teh dimeja tanpa melakukan apaoun, alhasil dia harus mengerahkan kemampuannya.
"Orang asing.."desis Sakura tak senang dan langsung menghunuskan pedangnya kearah Tobi. "Ya." Sakura kemudian melempar pisau kecil yang selalu dia selipkan disaku bajunya, tanpa aba-aba dia melemparnya dan berharap dapat membunuh manusia didepanya.
'Crack
Sakura membulatkan kedua bola matanya lebar-lebar saat melihat pisau kecil yang dilemparnya hancur berkeping- keping. Saat pisau itu sudah meluncur kearah Tobi, dia hanya mengangkat tangan kirinya dimana arah pisau itu meluncur. Pisau itu berhenti diudara, tepatnya didepan telapak tangan tobi kemudian hancur seakan-akan ada energi yang menghancurkannya.
" jangan memulai perang antara dunia atas dan dunia bawah.."ucap Tobi sambil menatap manik emerald Sakura. Manik hitamnya berubah menjadi berwarna merah dan kulitnya yang tampak biasa mulai berhiaskan tulisan-tulisan aneh sampai menutupi setengah wajahnya. "K-kau.." cicit Sakura gugup saat melihat sepasang sayap Hitam dibelakanh pemuda itu...
"...shinigami."
.
.
.
.
Tbc
A^n : *bersihin sarang buaya ama sarang gajah (?).
Ohoho author kembali #digoreng# gomenasai author sibuk. Jadwal author full pas mau ngetik temen author sms. /liat deh anime Gintama seru lo!/ alhasil Wb lah author karena kepincut Gintoki \\\. #malahcurhat!
Next chap...
Sasuke ama Naruto bertemu seseorang yang tak pernah mereka pikirkan sebelumnya. Senyuman lembut terukir diwajah pria itu dan dia kemudian membukan mulutnya untuk menanyakan sesuatu. "Apa kalian tahu dimana putriku,namanya Hinata?".
RnR minna m-.-m
Onegai...~
