Disclaimer : Naruto milik Masashi koshimoto
Sasuke menggendong Sakura ke kamar yang telah mereka sewa, Sakura mengubur wajahnya yang memerah itu di dada Sasuke, dia sangat tidak tahan dengan debaran dijantungnya, ketika dia menempelkan wajahnya di dada Sasuke yang tidak tertutup kain itu, dia mendengar suara detak jantung Sasuke yang begitu cepat, dan itu membuat Sakura tersenyum, ternyata Sasuke sama groginya dengan Sakura, ketika sampai dikamar, Sasuke membaringkan Sakura dikasur lalu memandangnya.
"K…kenapa?" Tanya Sakura yang grogi.
"Tidak…tidak apa-apa, hanya saja…" kata Sasuek menutup mulutnya karena menahan grogi.
Mereka berdua terdiam sejenak karena rasa grogi yang tak tertahankan, Sakura beranjak dari tidurnya dan menatap lembut wajah Sasuke yang sedang ditutupi oleh tangannya itu, sakura meraih tangan Sasuke dan menciumnya, lalu dia letakkan tangannya tepat di dada kirinya.
"Apa kau bisa merasakannya?" Tanya Sakura sambil memejamkan matanya. "Tidak berbeda denganmu, ini juga pertama kalinya bagiku." Ucap Sakura sambil tersenyum malu.
Sasuke merasakan detak jantung Sakura yang sangat cepat di tangan kanannya, dia memandang Sakura yang sedang menggenggam tangannya dengan sangat lembut, seakan dia takut kehilangan wanita itu, lalu Sasuke menghampiri Sakura dan menciumnya. Tangan yang tadinya dipegang oleh Sakura kini sudah berada dipinggang Sakura, ciuman yang tadinya lembut kini jadi sedikit memanas, Sasuke mencium Sakura sambil mencoba untuk memegang dada Sakura, Sakura mengangkat tangannya dan memeluk Sasuke agar Sasuke lebih mudah untuk melakukan aktivitasnya.
Setelah Sasuke berhasil memegang salah satu dada Sakura, die meminta agar Sakura membuka mulutnya, dan Sakura menurutinya, merekapun mulai memainkan lidah mereka, perlahan ciuman Sasuke menjadi ganas, lalu ciumannya menurun ke leher Sakura, dia menjilati telinga dan leher Sakura, dan itu sukses membuat Sakura menahan desahannya.
"Ngh..aah~~… Sa..suke…" desah Sakura yang tertahan.
"Sakura…jangan kau tahan suaramu, keluarkan saja." Ucap sasuke.
Sasuke melanjutkan mencium leher Sakura dan membuat tanda di leher itu, lalu ciuman Sasuke menuju lebih bawah lagi, dan sekarang dia dihadapi oleh dua buah payudara Sakura yang begitu indah, situasi saat ini sangat sulit bagi Sasuke, lebih sulit dari misi-misi yang pernah dia jalankan selama ini, bahkan saat misi Sasuke tidak pernah merasakan grogi yang sangat hebat seperti ini. Lalu dengan segenap keberanian yang terkumpul, Sasuke menicum dada kiri Sakura sedangkan tangan kanannya memijit-mijit dada kanan Sakura.
"Aaahhh…~~" desah Sakura sambil menjambak rambut Sasuke dengan pelan, dan itu membuat Sasuke semakin aktif melakukannya.
Sasuke menghentikan kegiatannya dan menaikkan tubuhnya untuk membuka celananya, Sakura kaget melihat Sasuke yang tiba-tiba mau membuka celananya.
"Tu…tunggu Sasuke…" kata Sakura panic.
Sasuke menghentikan gerakannya dan memandang Sakura dengan bingung.
"B…bagaimana kalau aku hamil? Kita tidak punya k…kondom." Ucap Sakura dengan malu.
Sasuke terdiam dan menempatkan dirinya disamping Sakura. "Benar juga, maaf yah, aku tidak memikirkan sampai situ." Ucap Sasuke.
Keadaan jadi sunyi, Sakura merasa bersalah telah menghentikan Sasuke, dia juga sebenarnya tidak mau Sasuke berhenti, tapi, apa jadinya kalau nanti dia hamil, Sakura terus menerus berfikir, lalu tiba-tiba Sakura menyerang Sasuke, dia menidurkan Sasuke dan menciumnya, hal itu membuat Sasuke benar-benar kaget, tidak pernah dia melihat Sakura se agresif ini, Sakura mencium leher Sasuke lalu menuju dadanya, kemudian Sakura menatap Sasuke dengan tersenyum.
"Kau yakin?" Tanya Sasuke, Sakura mengangguk malu dan menidurkan dirinya sendiri disamping Sasuke, lalu Sasuke mengubah posisinya menjadi diatas Sakura.
"Aku akan bertanggung jawab atas dirimu sepenuhnya, itulah janjiku pada Asuma." Ucap Sasuke tersenyum.
Lalu Sasuke mencium Sakura kembali, kali ini dia tidak segan-segan untuk menjilati dada Sakura, dan itu membuat Sakura mendesah hebat.
"Ngh..aahhh~….ngh…" desah sakura sambil menekankan kepala Sasuke ke dadanya lebih dalam.
Ciuman Sasuke kini berubah jalur menuju lebih bawah, dan Sakura tiba-tiba menghentikannya.
"S…Sasuke…" panggil Sakura tiba-tiba menghentikan kegiatan Sasuke.
"Apa lagi Sakura?" sahut Sasuke yang sedikit jengkel.
"Tunggu, apa kau dengar itu?" Tanya Sakura dengan wajah serius.
"Dengar apa? Yang kudengar hanya desahanmu." Jawab Sasuke polos.
"B…bukan itu…dengarkan baik-baik." Kata Sakura yang wajahnya memerah.
Sasuke dan Sakura terdiam untuk mendengarkan suara yang Sakura maksud, beberapa menit setelah Sakura menghentikan kegiatan mereka, memang benar ada suara aneh berasal dari luar. Seperti suara rumput yang saling bergesek. Sasuke berdiri untuk melihat sebenarnya apa suara itu. Ketika Sasuke beranjak dari kasur.
DUAAARRRRR
Suara ledakkan keras berasal dari luar membuat Sakura dan Sasuke kaget.
"Sasuke! Apa itu." Tanya Sakura panic.
"Tenang Sakura, pakai pakaianmu, kita keluar dari sini." Perintah Sasuke.
"Tapi pakaianku dikamar Ino dan Hinata." Jawab Sakura.
"Ugh..kalau begitu, gunakan ini." Kata Sasuke menyelimuti tubuh Salura memakai selimut, dililitkan selimut itu ditubuh Sakura dan dia merobek bagian bawahnya yang kepanjangan, lalu Sasuke membawa Sakura keluar.
Sementara itu diluar.
"Siapa kalian!" tenya Shikamaru dan Ino sambil memasang kuda-kuda terhadap segerombolan orang yang ingin menyusup kedalam.
"Kami kesini untuk mengambil nona Sakura." Jawab salah satu orang tersebut.
"Maaf, kalian salah alamat." Jawab Kakashi.
"Tentu saja tidak." Ucap salah satu orang yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah reruntuhan atap yang telah diledakkan itu.
"Naruto! Mau apa lagi kau!" bentak Ino.
"Untuk menjemput tuan putri" jawab Naruto cengengesan."serahkan Sakura dan kubiarkan kalian hidup."
"Negosiasi yang bodoh! Tentu saja kami tidak akan mau!" bentak Lee.
"Kalau begitu kalian harus mati." Ucap Naruto.
"Naruto! Kau ini sebenarnya kenapa! Kenapa kau mau saja dikendalikan oleh Kurenai!" bentak Hinata.
"Bukan urusanmu, aku akan mengambil Sakura apapun halangannya." Ucap Naruto mengeluarkan lingkaran magic."BLIZZAGA!"
"Magic tingkat 3? Protect tidak akan terlalu mempan menahannya!" teriak Ino.
"SHIELD!" teriak Sakura yang tiba dengan Sasuke. Lapisan pelindung itu membungkus teman-temannya dari serangan blizzaga Naruto.
"Naruto, kau…" kata Sasuke memandang Naruto dengan penuh kebencian.
"wah, sepertinya selagi aku tidak ada, kau menikmatinya ya, Sasuke." Ucap Naruto yang melihat Sakura hanya dibalut oleh selimut dan terlihat bekas tanda ciuman dileher Sakura serta Sasuke yang hanya memakai celana panjang.
"Jaga bicaramu!" bentak Sasuke.
Secara kilat Naruto menghampiri Sasuke dan dengan sangat cepat, Naruto sudah berada didepan Sasuke. "Berani sekali kau menyentuh wanitaku, brengsek!" langsung saja Naruto mendaratkan pukulan keras di wajah Sasuke, dan Sasuke terjatuh karena pukulan itu, lalu Naruto menggenggam lengan Sakura dan membawanya pergi.
"LEPASKAN AKU!" berontak Sakura.
"Kau sudah berani melawanku? Sejak kapan kau tidak menurutiku?" Tanya Naruto jengkel.
"Sejak kau mengkhianatiku! Aku benci kamu! Aku tidak mau lagi mempunyai hubungan denganmu!" bentak Sakura didepan wajah Naruto.
"Hooo, apa karena kau telah melakukan seks dengan pecundang itu makanya kau mau meninggalkanku? Tidak akan kubiarkan, dasar wanita jalang!" hina Naruto.
"FIRA!" serang Sasuke dari belakang dan itu tepat mengenai tubuh Naruto, sehingga Naruto melepaskan cengkramannya pada lengan Sakura, ketika Naruto melepaskan cengkramannya, Sakura berlari kearah Sasuke dan memeluknya, Sasuke memeluk Sakura seakan akan melindunginya dari apapun.
"Heh, sesama pecundang sebaiknya mati, baiklah, aku akan menawarkan negosiasi yang baru, kalian pilih serahkan Sakura pada kami,kalau tidak nenek ini akan mati." Ucap Naruto yang menyuruh salah satu anak buahnya membawa nenek yang memiliki penginapan itu, terlihat nenek itu diikat tali dan mulutnya ditutup oleh kain.
"Nenek pemilik." Panggil Hinata.
Naruto mendekati Nenek itu dan mengeluarkan pisau kecil untuk menusuk leher nenek itu. "Kalian pilih yang mana?" Tanya Naruto menekankan pisau itu di leher sang nenek sehingga lehernya mengeluarkan darah.
Sakura terdiam melihat Nenek itu disakiti, Ino melihat kearah Sakura dan menggelengkan kepalanya menandakan tidak, lalu Sakura menoleh ke teman-temannya satu persatu. Dan terakhir dia memandang Sasuke. Sasuke memeluk erat tubuh Sakura.
"Tidak akan kubiarkan kau menyerahkan diri, Sakura! Aku bersumpah akan membencimu kalau kau melakukan itu!" ucap Sasuke.
"Cepat putuskan." Desak Naruto yang makin menusuk nenek itu makin dalam.
"Ugh." Rintih sang nenek.
Sakura sangat bingung, apa yang harus dia lakukan, kalau dia menyerahkan diri, nenek tiu selamat, dan teman-temannya selamat, tapi Sasuke akan membencinya, tapi kalau dia menolak, teman-temannya akan celaka, begitu pula sang nenek.
"Hem..baiklah, Sakura, kau kemari sebentar, aku tidak akan memaksamu untuk ikut denganku, tapi aku ingin memberi tahu satu hal padamu." Ucap Naruto.
Sakura mengangguk dan berjalan kearah Naruto, Naruto mendekati Sakura dan membisikkan sesuatu ditelinga Sakura, dan itu membuat Sakura terkejut, melihat ekspresi Sakura yang begitu terkejut dan menjadi pucat begitu Sasuke penasaran, apa yang telah dikatakan oleh Naruto pada Sakura.
"Mengerti? Semua keputusan ada di tanganmu." Kata Naruto. "Lepaskan Nenek itu, kita pergi." Perintah Naruto kepada anak buahnya yang sekitar 30 orang itu. Ketika Naruto pergi, Sakura terjatuh lemas dan sasuke menghampirinya.
"Sakura, apa yang dia katakan padamu? Katakan padaku!" Tanya Sasuke.
"Dia bilang, dia tahu masa laluku, dan orang tua asliku, serta asal-usulku." Jawab Sakura dengan wajah pucat, Sasuke langsung memeluknya.
"Dia bohong, aku yakin dia pasti bohong." Ucap Sasuke.
"Nak, terima kasih yah telah menyelamatkanku." Ucap sang nenek pada Ino
"Tidak nek, kami tidak melakukan apa-apa, justru kami meminta maaf, karena penginapan nenek jadi hancur begini atapnya." Jawab Ino dengan sopan.
"Kita perbaikin dulu penginapan ini, lalu lanjutkan perjalanan." Perintah Kakashi.
"Aku mau ganti baju dulu." Ucap Sakura pelan pada Sasuke, Sasuke mengangguk dan membiarkan Sakura berjalan kekamarnya sendiri, ketika Sakura sampai dikamar, dia mengganti bajunya, lalu dia melihat Naruto yang berdiri diberanda. Dia menghampiri laki-laki berambut pirang itu dan mengikuti kemana Naruto melangkah.
'aku akan menceritakan semua kebenarannya padamu, termasuk asal-usulmu dan orang tuamu, aku akan menunggumu diberanda kamarmu.' Itulah yang dibisikkan oleh Naruto
Sesampainya mereka disuatu tempat yang sunyi dan gelap, Naruto menghentikan langkahnya, dan dia mencopot semua barang-barang yang menempel ditubuhnya.
"Kau tahu, Kurenai telah dirasuki oleh penyihir Karin?" Tanya Naruto, Sakura tidak menjawab. "kurenai, sudah kuanggap sebagai ibuku sendiri, aku sangat menyayanginya, apapun akan kulakukan untuknya."
"Kalau kau menyayanginya! Kenapa kau lakukan ini! Kau tahu ini bukan kemauannya! Kau tahu dia telah dirasuki! Yang harus kau lakukan adalah menyadarkannya!" bentak Sakura.
"Sudah kulakukan, tapi Karin bilang padaku, semakin aku menyadarkannya, semakin dia akan mencoba membunuh Kurenai, dan kalau aku tidak menuruti perintahnya, Kurenai akan dibunuh." Ucap Naruto.
Sakura terkejut mendengar pengakuan Naruto. "Aku sendiri bingung! Apa yang kulakukan ini benar atau salah! Bahkan aku rela mengkhianatimu demi keselamatan Kurenai! Dan sekarang kau sudah menjadi milik Sasuke, rival abadiku!" ucap Naruto.
"Aku membutuhkanmu untuk menyelamatkan Kurenai, Sakura…aku mohon…" pinta Naruto dengan wajah yang kacau.
Sakura memandang wajah Naruto yang belum pernah dia lihat sebelumnya. "Apa yang harus kulakukan?" Tanya Sakura.
"Bunuh Karin memakai Guardian Force." Jawab Naruto.
"Guardian Force?" Tanya Sakura bingung.
"Ya, Summon yang kau bangkitkan 4 tahun yang lalu untuk membunuh orang tuamu sendiri." Jawab Naruto.
Sakura semakin kaget mendengar kenyataannya. "Tidak…tidak mungkin." Ucap Sakura.
"Sakura, setelah kau mengeluarkan Guardian force, kau kehilangan ingatanmu, dan ayahmu yang berubah menjadi monster kemarin adalah ayah angkatmu, orang tuamu adalah penyihir jahat, dan yang memutuskan untuk membunuh mereka adalah dirimu sendiri, tapi itu untuk menyelamatkan orang-orang, jadi itu bukan salahmu." Jelas Naruto.
"Jadi, aku harus membunuh Karin memakai guardian forceku? Tapi bagaimana cara mengeluarkannya?" Tanya Sakura.
"Ikutlah denganku, aku akan melatihmu cara mengeluarkannya, guardian forcemu itu special, karena dia tidak bisa membunuh penyihir baik sepeti Kurenai." Jelas Naruto.
"Tapi, setelah aku lakukan itu, aku akan…" kata Sakura yang tidak berani melanjutkan.
"Hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan semua, menyelamatkan Kurenai, teman-temanmu, dan sasuke…kau…mencintainya bukan?" kata Naruto.
"Ya, tapi dia tidak pernah mengucapkan kata itu padaku." Jawab Sakura sedih.
"Aku mohon pikirkanlah, Sakura, aku akan menunggumu disini, datang kapanpun kau mau." Ucap Naruto.
Sakura berjalan meninggalkan Naruto yang duduk di tengah kegelapan, dia berjalan sambil memikirkan ucapan-ucapan Naruto, apakah dia benar atau salah, dia sudah tidak tahu lagi, begitu Sakura kembali ke beranda, dia keluar menuju lobby penginapan, dan disitu orang-orang sedang membetulkan atap yang bolong.
"Lee, pasang yang benar! Jangan bercanda." Bentak Ino.
"Iya iya, aku kan Cuma mau bercanda sedikit." Jawab Lee jengkel.
"Ah, Sakura dari mana saja? Kok lama?" Tanya Hinata yang membawa paku.
"Ehm, kepalaku agak pusing tadi, makanya aku tiduran sebentar." Jawab Sakura berbohong.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Sasuke lembut sambil mengelus pipi Sakura.
"Tidak, tidak ada apa-apa" jawab Sakura sambil memegang tangan Sasuke.
"selesaiiiiiiiiiii!" teriak Lee yang memaku papan terakhir.
"waah, terima kasih yah kalian." Ucap sang Nenek, "Sebagai tanda terima kasih, menginaplah sehari lagi, gratis untuk kalian."
"Benarkah nek? Asiiik, Ino ayo kita berendam!" ajak Hinata dengan semangat.
"Ayoooo, Sakura kau mau ikut?" ajak Ino.
"Tidak," sakura menggelengkan kepalanya. "Malam ini aku ingin bersama Sasuke." Kata Sakura dengan lembut dan menggenggam tangan Sasuke lalu menarik telinga Sasuke. "Kita lanjutkan yang tadi." Bisik Sakura yang membuat Sasuke memerah.
"Ehm..ehem..aku kekamar dulu…untuk.." kata Sasuke grogi.
"Yaaa…sudahlah kami pahaaam." Ucap Shikamaru.
"Hihihihi." Tawa Sakura kecil.
Sakura dan Sasuke berjalan menuju kamar mereka, lalu begitu sampai di kamar, Sasuke mengunci kamar mereka dan membawa Sakura ke kasur, begitu Sasuke menempatkan dirinya diatas Sakura, sakura mencium Sasuke terlebih dahulu, dan yang lebih mengagetkan lagi, Sakura mengucapkan kalimat yang membuat Sasuke terpanah.
"Aku mencintaimu." Ucap Sakura tersenyum.
Sasuke memandang Sakura dengan pandangan tidak percaya, lalu dia menempelkan dahinya di dahi Sakura. "aku juga mencintaimu, Sakura…sangat mencintaimu…" ucap Sasuke yang mencium dahi sakura. Lalu ciuman itu turun ke bibir Sakura, ke leher Sakura, dan sasuke membuka baju Sakura perlahan, ketika Sasuke membuka bajunya, dia mencium bibir Sakura yang begitu lembut, baju atas sudah sukses dibuka, sekarang Sakura tinggal memakai bra yang menutup buah dadanya yang indah itu, sasuke menicum dada Sakura dan membuka bra itu perlahan, ketika bra itu sudah sukses dibuka, Sasuke menjilat dan menghisap dada Sakura.
"Ngh~…S…Sasuke…" desah sakura sambil menjambak rambut sasuke.
Sasuke semakin ganas menghisap dadanya Sakura, dan kini berganti menjadi dada yang satu lagi, ketika puas dengan menghisap kedua bukit Sakura, dia membuka celana Sakura dan celananya sendiri. Dan dia mencium bibir Sakura kembali, kali ini dengan sangat ganas.
"Ngh.." desah Sakura ditengah-tengah ciuman mereka.
Lalu Sasuke yang sudah merasa tidak tahan, segera membuka celana dalam Sakura yang sudah basah, dan dia membuangnya asal-asalan, Sasuke membuka paha Sakura lebar-lebar dan memasukan jari telunjukanya kedalam milik sakura.
"Ah!...Ngh.." desah Sakura yang terkejut dengan jari Sasuke, Sakura memeluk tubuh Sasuke yang berada diatasnya, kali ini Sakura menangis, entah apa yang dia tangiskan, Sasuke manganggap Sakura menangis karena dia takut untuk melakukannya, lalu Sasuke menghentikan gerakannya.
"K…Kenapa berhenti?" Tanya Sakura.
"Kau menangis…aku tidak mau menyakitimu." Jawab Sasuke.
"Tidak apa, aku mohon lanjutkan." Ucap Sakura mencium Sasuke.
Sasuke mengikuti keingiinginan Sakura, lalu begitu satu jari sudah masuk, dia menambahkan jarinya yang satu lagi yaitu jari tengahnya, dia merasakan Sakura sudah sangat basah, dan dia tambahkan lagi jari manisnya, dia mempercepat gerakannya, sehinnga dia merasakan Sakura mengejang.
"Aaaaahhhh….S…Sasu…ke!" teriak Sakura dengan sangat seksi, dia telah mencapai klimaksnya yang pertama. Sasuke mencium bibir Sakura dan menjilat tangannya yang tadi memasuki milik sakura, lalu dia berisiap untuk memasukkan miliknya pada milik Sakura.
"Kau siap?" Tanya Sasuke.
Sakura mengangguk, lalu Sasuke mendorong Sakura dengan hati-hati, Sakura mencengkram pundak Sasuke dengan sangat kencang, kali ini dia mengeluarkan air mata karena kesakitan.
"Akh..S…sakiit~" rintih Sakura.
"sabar Sakura, sebentar lagi sakitnya akan hilang." Ucap Sasuke yang berhasil memasukkan miliknya ke Sakura. Beberapa menit kemudian sepertinya Sakura sudah merasakan sakitnya hilang, dia mencium bibir Sasuke, lalu Sasuke memaju mundurkan tubuhnya diatas Sakura, perlahan tapi pasti.
"Ah..~~ Sakura…" desah Sasuke. Begitu Sasuke sedang bekerja, Sakura menatap wajah Sasuke yang sedang menatapnya dengan lembut, dipeganglah wajah itu oleh Sakura, dan didekatkan wajah itu untuk diciumnya.
"Sasu…ke…lebih…cepat…" pinta Sakura.
Sasuke mengikuti permintaan Sakura dan mempercepat iramanya, dan beberapa saat kemudian, Sakura mengencangkan pelukannya pada Sasuke.
"Ngh…aahh…Sa…Sasuke….lebih cepat lagi…aahhh…." Desah Sakura, dan Sasuke mempercepat gerakan maju mundurnya.
"S…Sakura..a…aku.." kata Sasuke yang mendekati klimaksnya.
"S…Sasu…ke…aku…aaahhhh!" teriak Sakura yang sudah mencapai klimaksnya duluan.
"Sakuraaa!...aahhhh!" desah Sasuke yang menyusul Sakura.
Mereka berdua terhenti sebentar untuk mengambil nafas yang kelelahan.
"Hah…hah…tubuhmu…tidak apa-apa?" Tanya Sasuke lembut pada Sakura.
Sakura tersenyum dan mengangguk, lalu Sasuke mencabut miliknnya dan tertidur disamping Sakura, begitu lelahnya dia, sampai-sampai cepat sekali tertidur sambil memeluk Sakura. Sakura memandang wajah Sasuke yang sangat damai, dan mencium bibirnya. "aku sangat mencintaimu…maafkan aku…" ucap Sakura, beberapa menit setelah melakukan itu, Sakura beranjak dari kasur dengans angat hati-hati agar Sasuke tidak terbangun, dia memakai kembali pakaiannya dan pergi meinggalkan Sasuke yang sedang tidur lelap, Sakura sudah memutuskan apa yang harus dia lakukan.
huaaaaaaaaaaaaa aku malu membuat fict lemon! .a
very special thanks for my best friend ali, makasih udah ngasih ide untuk lemonnya dan pengetikannya...hahahahah...(jujur)
maaf yah kalo kurang hot, aku bingung soalnya...=_=
makasih revienya yah, g nyangka semua menyarankan diperjelas adegannya...=_= apa ini kurang diperjelas? hahahahaa...
tunggu chap selanjutnya yah..^^
luv u...mmuuaaahhhh
