"Hyung?"
"Hm?"
"Oo, apa kau pernah merasakan namanya 'tiba-tiba merindu?'"
"Eh?"
"Iya. Tiba-tiba merindu. Ketika kita sudah setiap hari bertemu, senantiasa melakukan banyak hal bersama-sama, sepanjang malam menghabiskan waktu berdua saja, tak pernah absen menyambut pagi dengan berbagi ciuman manis, makan di meja yang sama, mencuri kecupan mesra ditengah-tengah kesibukan, menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol ringan... dan masih banyak lagi, yang seharusnya membuat kita sebagai sepasang kekasih mensyukuri kesempatan itu. Namun anehnya, ada kalanya di mana, saat sedetik saja, iya hanya hitungan detik saja aku tidak melihat wajahmu, mendengar suaramu, merasakan hembus napasmu... hatiku terasa sakit, perasaanku kosong dan ingin cepat-cepat diisi dengan kehadiranmu. Tak sabar untuk meresapi lagi kehangatanmu."
"..."
"Hyung?"
"Aku juga pernah- ani, maksudku aku selalu mengalaminya, Jimin..."
"Jinjja yo...?
"Ne. Tiap detik, setiap saat. Selama otak ini masih bisa berpikir dan menafsirkan rasa dari lubuk hati terdalamku, maka bayangmu selalu terlintas dalam pikiranku. Dan ketika itulah aku ingin segera menemuimu, menatap tepat di kedua matamu, menikmati sentuhan lembutmu dan membalas tak kalah baik semua perlakuan manismu kepadaku. Dan kembali berbisik 'aku mencintaimu' ribuan kali. Lagi, lagi, dan lagi."
"Hehe~"
.
.
Ganto, 3/6/2017
