PART 6

Pagi hari..

Yuya terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Beberapa hari karena kejadian yang dialaminya, dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan percintaan kemarin dengan Kyo membuatnya segar. Seperti dilahirkan kembali. Meskipun tubuhnnya ada bagian nyeri tapi itu bukan masalah besar bagi dia. Menyadari Kyo tidak ada di sampingnya, perasaan Yuya bercampur aduk. Antara senang dan kecewa. Yuya mungkin gadis yang aneh. Seetelah bangun, dia senang mengingat percintaan kemarin, setelah itu dia tiba2 malu apa yang terjadi. Bagaimana caranya dia menghadapai Kyo tanpa mengingat percintaan kemarin.

Yuya turun dari ranjang berbalutkan selimut unttuk menutupi tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki. Dia mencari pakaiannya "Cepatt.. cepatt.. celana kamu di mana?" Dia memungut baju, pakaian dalamnya dengan terburu-buru. "Celana.. kamu di mana? Ayoo.. cari-cari.. celana selamatkan aku dari situasi ini. Di mana kamu bersembunyi?" Yuya mencari celananya dengan frustrasi, sampai dia tidak sadar kalau Kyo sudah kembali ke kamar. Kyo yang melihat itu seolah-olah mengetahui pikiran Yuya "Celana yang kamu cari ada di sini, dogface." "Terima kasih….Kyaaaaaa" Yuya melihat Kyo dengan kaget sampai terperanjat. Yuyaa melihat Kyo yang setengah telanjang, tubuh yang kekar, dada yang bidang dan Kyo hanya memakai celana jinsna yang menambah keseksian Kyo. Yuya tiba-tiba teringat percintaan kemarin malam, dan wajahnya mulai merona lagi. Tanpa sadar, dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lebih erat.

Kyo melihat itu mendekat dan hanya tertawa, "Bukannya sudah terlambat untuk melakukan itu dogface?" "Aku bukan dogface, namaku…" kata-kata Yuya terpotong karena Kyo menciumnya lagi. Ciuman ini begitu intens dan Yuya tanpa sadar melepaskan pegangannya dari selimut. Kemudia dia memeluk Kyo untuk memperdalam ciumannya. Kyo tersenyum dan miliknya mulai bangun. Kyo membawa Yuya kembali ke ranjang. Kyo melepaskan ciuman itu dan mengulum puncak payudara Yuya yang tegang. Dia merasakan jari-jari Yuya menghunjam ke bahu telanjangnya ketika Kyo menggigit lembut sekitar Yuya yang sensitif.

Tangan Kyo berjalan menulusuri perut Yuya dan mendengar Yuya terkesiap ketika jari Kyo bergerak ke bawah dan menyelinap ke antara kaki Yuya dan dia merasakan kehangatan di sana. Yuya begitu bergairah sampai bakal meraih puncak sewaktu-waktu dan Kyo juga bergairah merasa siap meledak kapanpun. Tetapi Kyo harus menahan diri, ia ingin menikmati percintaanya pagi ini dengan santai. Tidak terburu-buru seperti kemarin. Seperti anak remaja yang baru bercinta pertama kali. Kyo menrunkan risleting jins dan mendesah lega saat punya Kyo terbebas. Yuya mulai liar, dan dia mencegkram punggung Kyo dengan penuh hasrat. Kyo harus mati-matian menahan diri dan melawan gairah yang menyelimutinya. Yuya berbaring dan lengannya terentang di atas kepala ketika Kyo menyatukan tubuh mereka. Tidak ada keraguan ataupun rasa sakit. hanya erangan nikmat saat Kyo memenuhi Yuya. "persetan dengan kendali diri" Dengan rakus, Kyo mendesak lebih dalam kemudian bergerak berirama. Kyo terus bergerak sampai Yuya meraih puncak, sepersekian detik sebelum Kyo. Dengan irama yang begitu sempurna, hingga erangan Kyo berakhir. Dia berguling dan mereka berpelukan seperti kemarin malam, mereka beristihat sebentar.

Tiba-tiba telepon Kyo berdering..

"Kyo..Kato tersangkanya, kita sudah mendapatkan bukti yang kuat dan ini tinggal acc dari Muramasa untuk mengeluarkan surat penangkapan Kato. Akari memastikan berkali-kali kepada teman Riichi. Dan dia dengan jelas mengingatnya. Sasuke juga mengkonfirmnya tanpa ragu sedikitpun. Dia mengingat dengan baik tampang penusuknya. Hotaru melacak semua korban itu dan dia menemukan bahwa para korban sering mampir dan menjadi anggota di toko buku tempat Kato bekerja. Begitulah cara Kato memangsa korbannya." Akira menjelaskan "Hnnn.. Bagus" Kyo menutup telepon itu. Yuya terbangun dari tidurnya, "Kyo.. ada apa?" "dogface.. kamu tahu orang ini?" Kyo menunjukkan foto Kato. "Iya dia adalah kasir toko buku X. Aku sering membeli buku piano di sana. Dia orang yang baik, dan ramah. Dia selalu membantu mencarikan buku yang aku butuhkan" "Orang yang baik itu adalah penculikmu." Kyo menjawab dengan singkat. Yuya tercengang, "apa? Tidak mungkin.." mendengar jawaban Yuya, mata Kyo menggelap. Yuya sadar kesalahan apa yang telah dilakukan, sambil memeluk lengan Kyo. "Bukan seperti itu maksudku. Aku tidak meragukanmu. Hanya saja aku tidak pernah menyangka dia tega melakukannya. Apakah Riichi nama pacarnya? Apa dia mirip denganku?" Kyo menunjukkan fotonya. "Ahh.." Yuya melihat foto Riichi dan dia mengerti. " Dia bersikap ramah, karena aku sering pergi ke sana jadi aku sering bertemu dengannya. Dia tersenyum dan aku membalasnya. Dia tahu namaku karena aku anggota di sana. Dia menanyakan pekerjaanku yang aku anggap normal untuk membuka percakapan. Aku juga bertanya hal-hal yang ringan ke dia dan dia juga dengan terbuka menanggapinya. Aku tidak menyangka orang seperti itu yang melakukannya." "Hnnn.." penjelasan Yuya menenangkan hati Kyo. Kyo begitu protektif terhadap Yuya, dia tidak menyukai ide bagaimana Yuya membela laki-laki lain dan meragukannya. Kyo hanya memeluk diam Yuya. Yuya hanya tersenyum menikmati kehangatannya.

Tiba-tiba ponsel Kyo berbunyi "Kita sudah dapat surat penangkapan buat Kato. Kita berangkat 5 menit lagi." Dari Bon. Kyo menjawab "Bertemu di sana." "Dogface.. aku pergi." "Baik.. dan namaku bukan dogface. Kyo.. aku mau ke supermarket sebelah. Aku ingin membeli bahan makanan. Kulkasmu hampir kosong." "terserah." Sebelum Kyo berangkat, dia mencium kening Yuya. Yuya tidak pernah menyangka melihat sisi Kyo yang romantis, dia hanya mengatakan "Hati-hati Kyo."

Di toko buku X

"Akari dan Bon jaga pintu belakang, aku dan Akira masuk." Mereka dalam posisi siaga. "Banyak warga, jangan melepaskan tembakan sama sekali." Bon memperingatkan. Kyo dan Akira masuk ke toko buku. Tetapi di kasir, mereka tidak melihat Kato. Akira bertanya ke kkasir yang sedang bertugas "Mana Kato?" "Kato keluar. Dari kemarin. Dia tiba-tiba mengundurkan diri. Katanya dia ingin menemui gebetannya. Dia sempat kehilangan jejaknya. Tapi sekarang dia menemukannya. Kalian tahu.. kekuatan cinta. Hahahaha." Kasir itu tidak tahu Kato yang sebenarnya. Kasir itu hanya tertawa dan terdiam seketika, ketika melihat tatapan tajam dari Akira.

Kyo yang mendengar itu langsung keluar, menyetir mobilnya dengan cepat, kembali ke Yuya secepatnya. Ponsel Yuya ditelepon berkali-kali tetapi tidak ada yang mengangkat. Ketakutan Kyo terjadi ketika ada seorang asing mengangkat telepon "Halo.." "Mana pemilik ponsel itu?" Kyo membentak. "Tidak tahu, aku menemukan ponsel ini di depan supermarket Y." "Tunggu di situ! Brengsek" Kyo menutup ponselnya dan dia mengebut. Sesampainya di depan supermarket Y, Kyo menemui orang yang mengangkat ponsel Yuya. Setelah bertanya di mana dia menemukannya. Dia mengambil ponsel Yuya dengan kasar. Sebelum orang yang mengembalikan ponsel Yuya protes, Kyo mendiamkannya dengan tatapan tajamnya.

Kyo berkeliling di area supermarket Y, dia meneemukan bekas seretan yang lumayan panjang dan berhenti di tengah. Kyo melihat CCTV di supermarket Y, Dia pergi ke supermarket Y meminta rekaman CCTV. Dia melihat CCTV tersebut dan dia melihat Yuya waktu belanja serta mau pulang. Kyo melihat orang berpakaian hitam mendekati Yuya ketika mau pulang, daan membius Yuya dengan suntikan. Yuya diseret ke mobil Kato yang terekam. Mobil Kato menghilang dan melaju ke arah timur. Kyo mengutuk diri sendiri, bagaimana dia bisa seceroboh ini. Kyo kembali ke markas polisi, dan menyerahkan semua bukti CCTV ke Muramasa, Bon, Akari dan Akira serta Hotaru. Muramasa menepuk-nepuk tangan Kyo,"percayalah pada temanmu." Kyo tidak mengatakan apa-apa. Yang dikatakan Muramasa benar, tidak ada yang bisa dilakukan Kyo. Kyo harus tenang, membiarkan Hotaru menyelesaikan pekerjaannya. Dia berjanji akan menemukan wanitanya.

Hotaru melacak Kato dengan efesien. Latar belakang Kato menunjukkan pada masa kecilnya, dia selalu ditolak dan ditindas di panti asuhan. Kato pernah dicurigai menjadi tersangka pembunhhan salah satu anak di panti asuhan. Tetaapi polisi tidak menemukan bukti sehingga tidak ada catatan resmi tentang penangkapan Kato. Ketika dia beranjak dewasa, dia berhasil menjadi orang yang low profile. Pisahnya Kato dengan Riichi dan melihat Riichi dengan kekasih baru merupakan pemicu. Mengingatkan kembali sakitnya ditolak dan penindasan. Hotaru juga mencari semua properti yang dimiliki Kato. Hotaru berhasil melacak alamat rumah Kato.

Bon, Akari, Akira dan Kyo bergegas menuju rumah Kato tetapi nihil. Mereka tidak melihat keberadaan Kato ataupum Yuya. Mereka memeriksa rumah Kato. Kyo tertarik dengan satu lukisan. Lukisan itu menggambarkan danau dan pondok kecil, kemudian ditandatangani dengan huruf R dengan pesan "untuk Kato". Kyo megambil ponsel, "Hotaru.. periksa pondok atau rumah peristirahatan yanng ada danau, sesuai gambar yang aku kirim. Tempatnya ke arah timur supermarket Y." "Ok" setelah memeriksa Hotaru menemukan pondok yang kecil sesuai dengan gambar yang dikirim Kyo. Kepemilikannya atas nama Yamami (nama belakang Kato dan sedikit diacak). Hotaru melapor ke Kyo. Pondok itu tidak terlalu jauh dari rumah Kato, kurang lebih sekitar 30 menit. Kyo menuju ke pondok itu sendirian, meninggalkan mereka bertiga untuk memeriksa rumah Kato.

Di pondok yang terpencil..

Yuya terbangun dalam keadaan terikat di sebuah ranjang dan mulut Yuya ditutup serta dalam keadaan setengah telanjang. Baju yang dipakainya dilepaskan hanya tersisa pakaian dalamnya. Kato menarik kursi mendekat ke Yuya "Aku melakukan kesalahan ketika memilihmu bukan? Tetapi aku menikmatinya. Kesalahan itu memacu adrenalin. Iya.. pertama aku marah, karena rencanaku gagal. Rencanaku kacau, karena ada anak laki-laki itu. Kemudian aku tahu kamu dalam proteksi polisi. Tidak mudah melacakmu, tapi akhirnya aku berhasil. Aku berhasil mendapatkanmu Yuya. Ini kehormatan bagimu, aku akan bercinta denganmu sambil melihatmu. Aku benar-benar akan melihatmu Yuya. Aku tidak akan melihat Riichi khusus malam ini." Kato mendekati Yuya dan mulaai menindihi Yuya serta melepas penutup mulut Yuya. "Kenapa?" Yuya bertanya. "Karena aku terobsesi dengan Riichi. Sebelum aku bercinta terakhir kali dengan Riichi, aku berada di atasnya. Aku suka di atas. Aku memegang kendali. Aku suka perasaan itu. Aku tidak pernah bisa memuaskan hasratku kalau tidak bersama Riichi. Tapi malam ini, sesuai janjiku, aku akan melihatmu Yuya. Setelah kuperhatikan, Dari semua wanita, kamulah yang paling mirip dengan Riichi." Dia mulai melepaskan bra punya Yuya. "aku tidak pernah menyangka teman polisimu datang menginterogasiku. Aku panik dan aku tahu saatnya aku pergi dan mengakhiri semua di sini. Kamu adalah korban terakhirku. Dan aku akan melihatmu. Kamu terasa terhormat kan?" setelah mengatakn itu Kato menyentuh payudara Yuya dan memainkannya. Yuya merasa jijik dengan sentuhan Kato. Yuya tidak ingin tubuhnya disentuh orang lain selain Kyo. "Kyo.. tolong aku, temukan aku secepatnya." Yuya berdoa sambil ketakutan. Seolah-olah doanya terkabul, terdengar pintu Pondok didobrak.

BRAKKKKKK

Bunyi pintu dibanting, Kato kaget dan mulai panik. "Brengsek." Kato turun, mengambil pistol yang disimpan. "Yuya, kamu akan melihat teman polisimu mati di depan matamu, dan setelah itu aku bisa memilikimu sepenuhnya." Kato mulai tenang, dan bersiap menghadapi orang yang datang " Kyo, tidak akan kalah sama orang jahat seperti kamu. Kyo adalah orang kuat. Dia akan mengalahkanmu dengan mudah." Mendengar itu, Kato mempertimbangkannya dan dia melepaskan ikatan Yuya daan menyandera Yuya yang setengah telanjang. "Kita lihat, bagaimana teman polisimu menghadapi situasi ini. Hahaha.."

Kyo menemukan Yuya. Dia melihat Yuya yang setengah telanjang kemudian melihat Kato. Kyo mulai menggelap melihat Kato yang menyandera dan menyentuh Yuya. "kembalikan wanitaku." Kyo menggeram. Kato sedikit takut, tapi dia berhasil menenangkan diri. Sambil menggeleng-nggeleng Kato berkata "Buang pistolmu, dan tendang ke sini. Kita tidak ingin teman kecilmu ini terluka kan. Kalau kau menembakku, tanpa sadar aku akan menarik pelatuk dan Yuya akan mati bersamaku." Kyo menurutinya dan melihat Yuya "Aku percaya padamu Kyo." Yuya mengatakan itu tanpa suara. Dan Kyo tersenyum tipis. "Inikah Kyo? Bukan orang yang terlalu kuat kan? Dia yang melindungimu? Hahaha.." Kato yang meremehkan Kyo sedikit mengendurkan pegangannya terhadap Yuya. Melihat kesempatan, Kyo bertindak dengan cepat. Dia menarik Yuya dan melemparkan menjauh dari Kato. Kato tersentak, tetapi sudah terlambat. Kyo yang di atas Kato mulai meringis. Dia berhasil menjauhkan pistol Kato dan mulai memukulnya bertubi-tubi Kato hingga Kato tergeletak. Kyo merasa tidaak puas, Kyo masih marah dan Kyo ingin membunuhnya. Tetapi Yuya memeluk Kyo dari belakang "Kyo.. sudah cukup.. aku tidak apa-apa. Ayo pulang.. dia tidak akan melukaiku lagi." Kata-kata Yuya menenangkan Kyo. Kyo menjauh dari Kato dan melihat Yuya, memeriksa Yuya. Begitu melihat Yuya tidak apa, perasaan lega membanjiri Kyo. Ketika Kyo ingin mencium Yuya, dia mendengar banyak kaki melangkah "Sial, mereka selalu datang di waktu yang salah." Kyo mengutuki mereka. Yuya lagi memikirkan maksud perkataan Kyo. Akhirnya dia tahu, siapa yang dimaksud Kyo. Akari, Akira dan Bon datang serentak bersamaan. Yuya hanya tertawa ringan.

Mereka menemukan Kyo, Yuya dan Kato yang tergeletak dan terluka parah. Mereka saling tukar pandangan dan mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka hanya mengangguk-angguk tersenyum. Akira tiba-tiba berteriak "Aaaaaaaaaaaa…Yuya.. kenapa kamu tidak memakai apa2 di bagian atas?" Akira menutup mata dan berwajah merah sekali seperti kepiting rebus. Meskipun Yuya menghadap Kyo, tetapi semua bisa melihat punggung telanjang Yuya. Bon hanya bersiul dan Akari mengagumi punggung Yuya yang mulus. "Mulus sekalii." Yuya yang sadar akan hal itu, juga mulai memerah dan tanpa sadar merapat ke Kyo sepeeti minta perlindungan. "Kalian keluar dari kamar ini." Kyo menggeram. "periksa pondok ini. Temukan apapun yang bisa didapat." Mereka bertiga cepat berlari keluar dengan wajah tegang dan sedikit pucat.

Setelah mereka bertiga pergì "dogface.. pakai bra-mu, dan pakai ini unuk menutupi tubuhmu. Kamu hari ini sudah terlalu banyak memamerkan tubuhmu" Kyo mengatakan itu degan cemberut sambil melemparkan jaketnya ke Yuya. "namaku Yuya, dasar Kyo bodoh. Dan bukan mauku juga kok memamerkan tubuhku." Yuya membalasanya dengan cemberut, memakai pakaian dalam dan jaket. Yuya mulai berjalan keluar sendirian meninggalkan Kyo di kamar itu, Kyo menarik Yuya sehingga Yuya melihat ke Kyo. "Ingat ini dogface. Kamu milikku, Cuma aku yang boleh melihat tubuh telanjangmu." Setelah mengatakan itu, Kyo mencium Yuya. Yuya membalas ciuman itu. Ciuman itu pendek. Yuya kembali tersenyum merangkul lengan Kyo dan mengatakan "terima kasih Kyo.."

Sisa malam hari itu, Muramasa dan Hotaru datang menyusul ke pondok. Melihat Yuya duduk ditemani Kyo. Muramasa mendekat dan memeluk Yuya sambil mengatakan "syukurlah, kamu baik-baik saja." begitu juga Hotaru. Ketika memeluk Yuya "hmmmmm… hmmm.." Yuya bertanya ada apa. Hotaru menjawab "tadi aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku lupa. Ya sudahlah. Aku hanya peluk kamu saja." Hotaru memeluk sebentar dan melepaskannya. Yuya yang melihat tingkah aneh Hotaru hanya menggeleng-nggeleng kepala. Akari, Bon dan Akira menemukan mayat-mayat perempuan di halaman belakang. Mayat itu semua ditumpuk menjadi satu. Hotaru memeriksa mayat itu dan mengidentifikasinya. Mereka menyelesaikan dan menutup kasus itu, Kato dibawa dan hanya melihat mereka (Yuya, kyo, dkk.) dengan tatapan marah.