saya disini~ Riku disini~ dan anda disini~! khukhukhukhu maaf lama ga update. Rumah saya kampungan ga ada internet (ape lo? Mau ngejek?) dan… Budayakan 3 R ! Read Review Renungi (Yang terakhir abaikan) SELAMAT MEMBACA!
.
.
.
YUKI
.
.
'RUANG OPERASI'
Lampu merah menyala. Wajah tak tenang nampak dipampang oleh semua orang. Nampak pula lelaki berambut putih mengeluarkan air mata indah. Sayang., bukan air mata kebahagian yang dikeluarkan olehnya. Air mata kepedihan.., kesengsaraan., kesedihan., keraguan., ataupun kekhawatiran. Lampu merah masih menyala. Beberapa orang mulai berdatangan menanyakan keadaan 'orang itu'.
"RIKU!" teriak Suzuna sambil memeluk Riku.
"…" Riku tak bergeming.
"Riku?" tanya Sena sambil memegangi pundak sahabatnya itu.
"…" tetap tak bergeming.
"Bagaimana keadaan Yuki?" tanya Sena sambil menatap Hiruma yang berada tak jauh dari Riku.
"Dia.."
"Ini semua salahku.," ucap Riku memotong ucapan Hiruma.
Suzuna melepaskan pelukannya terhadap Riku. Ia kaget tak kepalang.
"Apa maksudmu Ri..Ku?" tanya Suzuna.
"Tak ada yang menyalahkanmu bocah ubanan!" ucap Hiruma.
Riku memegangi jaket dan syal yang tadi dipakai oleh Yuki. Air matanya tak dapat dibendung lagi. Kesedihan dan kekhawatiran bercampur aduk. Lelaki berambut putih tampan itu memendamkan wajahnya di syal dan jaket itu. Siapa sangka seorang ace dari Seibu dapat menangis tersedu-sedu seperti ini? Hanya 'orang itu' yang bisa membuatnya begini. 'orang itu' atau Satsuki Yuki.
"Kakak..," terdengar suara gadis yang nampak khawatir.
"Re..Na?" ucap Riku sambil mengangkat wajahnya.
Terlihat seorang gadis cantik berwajah semu merah dengan rambut diurai dan memakai topi rajutan. Dengan jaket krem panjang selutut dan juga sepatu bot selutut dengan bahan kulit. Tak lupa syal rajutan berwarna cokelat dan sarung tangan bewarna serupa.
'BLETAK!' suara Rena menjitak Riku terdengar sangat kencang. Semua mata memandang heran dan kaget tak kepalang.
"Auuwww! sakit Rena!" ucap Riku kesakitan.
"Jadi begini tampang seorang Ace dari Seibu? Berurai air mata? Sungguh menyedihkan! Ayolah tegakkan tubuhmu! Jangan bikin Yuki malu dengan tampang menyedihkanmu itu!" ucap Rena dengan emosi membara.
"Maaf., tapi.. aku tak bi.."
"KAU BISA RIKU!" ucap Rena sambil memegangi pipi Riku dengan kedua tangannya.
"Kau.. kau.. ku mohon jangan salahkan dirimu lagi.. kumohon.." ucap Rena sambil mulai meneteskan air mata.
"Semua ini.., bukan hanya salahmu! Tapi.. tapi.. salahku juga. Jadi kumohon..," ucap Rena sambil memendamkan wajahnya dibahu Riku.
"Rena..," ucap Riku kaget tak kepalang.
Lampu merah masih menyala namun seseorang keluar dari ruang operasi. Sesosok berbaju hijau khusus untuk dokter operasi dan juga memakai masker mendekati Hiruma. Ia melepaskan topi dan masker untuk operasi.
"Kenou!" ucap Rena yang nampak mengenali wajah orang tersebut.
"Ah., Rena?" ucap orang tersebut sambil membuka kacamatanya dan membersihkannya lalu memakainya kembali.
"Kenapa kau disini?" tanya Rena kaget.
"Ah., aku.." ucap Kenou bingung sambil tersenyum.
"Kenou adalah salah satu ahli bedah/operasi di rumah sakit ini!" ucap Hiruma sambil memegangi pundak Kenou.
"Siapa dia Rena?" tanya Riku.
"Ah dia., Kenou. Hiruma Kenou, teman sekelasku," ucap Rena.
"Salam kenal, aku Hiruma Kenou adik dari Hiruma Youichi dan juga teman dari Kaitani Rena sekaligus asisten dokter yang menangani operasi Yuki-San," ucap Kenou sambil tersenyum.
"Yuki? Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Riku panik.
"Keadaannya lebih parah dari yang kubayangkan. Yuki-San masih dalam keadaan kritis. Tapi kami para dokter akan berusaha sebisa kami," ucap Kenou sambil tersenyum.
"Hei bocah kenapa kau disuruh keluar?" tanya Hiruma.
"Untuk memberikan kakak ini," ucap Kenou sambil memberi kertas.
"Apa ini?" tanya Hiruma.
"Kakak akan tau kalau kakak berjalan ke kasir," ucap Kenou sambil tersenyum riang.
"Ck! Dasar bocah bermuka 2! Awas saja kau! Akan ku bongkar semua rahasiamu!" ucap Hiruma kesal sambil berjalan menuju kasir.
"Silahkan saja itu tak berrarti untukku," ucap Kenou sambil kembali masuk ke ruang operasi.
1 jam telah berlalu, namun lampu merah itu masih tetap menyala. Wajah khawatir nampak disetiap sudut ruang tunggu operasi. Kegelisahan nampak tiada henti. Setelah 3 jam berlalu akhirnya lampu merah itu padam. Wajah khawatir nampak diwajah seorang Kaitani Riku. Seorang kakek-kakek berbaju operasi keluar dari ruang bertuliskan 'OPERASI'. Dengan wajah penuh harap Riku mendekati kakek-kakek tersebut.
"Jadi., Bagaimana keadaan Yuki?" tanya Riku.
"….." tak ada jawaban.
Kakek itu hanya membuka pintu Operasi dan terlihat seorang gadis dengan wajah ditutupi kain terbujur kaku.
"Kami sudah berusaha sebisa mungkin," ucap kakek tersebut.
Suzuna dan Mamori menangis. Sena berusaha menenangkan Suzuna. Monta dan anggota DDB lainnya hanya bisa menangis ataupun mengucap kesedihan mereka. Rena tertunduk dan meneteslkan air mata. Sementara Riku hanya dapat terdiam.
"BRENGSEK! Apa yang kau lakukan pada Yuki TUA BANGKA?" ucap Hiruma sambil menarik kerah baju kakek tersebut.
"Maaf., hanya ini yang bisaku lakukan, Youichi," ucap Kakek tersebut yang tak lain adalah Kakek Hiruma.
"Tak seharusnya…, dia.. dioperasi disini!" ucap Hiruma sambil menunduk.
"Maaf," ucap Kakek Hiruma.
Hiruma terjatuh dan kemudian ia bangkit lagi.
"Baiklah., kau urus pemakamannya tua bangka! Aku tak mau mengurusinya lagi," ucap Hiruma sambil berjalan kearah pintu keluar.
"Hiruma!" ucap Mamori sambil mengejar Hiruma.
"Baiklah kalau itu maumu Youichi," ucap Kakek Hiruma.
Sementara itu Riku masih tak percaya apa yang telah terjadi. Mana mungkin? Ini tak mungkin terjadikan? Tak akan pernah terjadi..
"Hei., ini semua hanya bohongkan? Ini semua sandiwarakan?" ucap Riku.
Semua diam tak ada yang menjawab.
"Hei., Kenapa kalian diam? Yuki hanya tidur untuk sementarakan?" ucap Riku lagi.
Semua diam tak ada yang menjawab.
"Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Riku.
Semua diam tak ada yang menjawab.
"JAWAB! JAWAB AKU! YUKI! YUKI!" teriak Riku sambil memukul dinding.
"Kakak., sudahlah!" ucap Rena sambil menghapus air matanya dan mencoba menghentikan Riku.
"DIAM! Kalian semua tak mengerti!" bentak Riku sambil mendorong adiknya itu hingga terjatuh.
"AKH!" ucap Rena kesakitan.
"Kau! Kau! Kau tak akan menger—"
"Hentikan! Apa ini caramu melampiaskan kekesalanmu? Menyakiti adikmu sendiri?" ucap Kenou sambil menghentikan Riku dengan cara memegang tangan Riku.
"..ti.. adik… sen..di…ri…?" ucap Riku yang seakan-akan baru sadar kalau ia baru saja membuat Rena kesakitan.
Riku berjalan kearah Rena yang sedang diobati oleh Suzuna. Rena yang melihat Riku berjalan kearahnya hanya tersenyum menahan rasa sakit yang ia rasakan. Riku duduk dihadapan Rena. Riku memeluk Rena dengan penuh rasa sayang.
"Maafkan aku Rena.," ucap Riku.
"Ga papa kok kak.,tapi tolong lepas.. sesak," ucap Rena.
"Ah maaf.," ucap Riku.
"DUAG!" Kenou memukul kepala Riku sehingga Riku pingsan.
"KENOU!" teriak Rena.
"Ini agar dia tidak menyesal terlalu lama," ucap Kenou.
Dengan sigap Sena memangangkat tubuh Riku. Sena melangkah keluar rumah sakit diikuti langkah Suzuna.
"Sena-San.," ucap Rena lirih.
"Akan kuantar dia pulang," ucap Sena sambil tersenyum.
"Kau mau naik apa Kobayakawa-San?" tanya Kenou sambil tersenyum.
"Eh?" Sena menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak.
"Jalan kaki?" ucap Sena polos.
"Ikut aku.., aku bawa mobil," ucap Kenou.
"MOBIL?" teriak Suzuna dan Rena berbarengan.
"Iya.., kenapa kalian kaget begitu?" tanya Kenou.
"Tapi.. kaukan be..belum cukup umur?" ucap Suzuna.
"Kau pikir kakakku siapa.. hihihi," ucap Kenou.
Pikiran ketiga orang itupun (Suzuna,Rena dan Sena) melayang ke udara. Kakak Kenou adalah Hiruma si Iblis yang dapat melakukan semua hal sesuai keinginannya. Jadi.. tidak mustahil Kenou bisa mengendarai mobil dengan santai tanpa ditilang oleh polisi lalu lintas. Mengingat nama 'HIRUMA' bulu kuduk mereka pun berdiri kecuali Kenou.
.
.
Keesokan harinya Riku terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekitarnya dan ya, sekarang ia sadar kalau ia ada di rumah. Riku bangkit dari tidurnya dan mencari handphonenya. Ia membuka handphonenya dan membuka folder picture. Ia membuka lagi file my secret dan memasukan password, passwordnya adalah 'YUKI'. Saat folder itu terbuka terlihat banyak foto Yuki yang ia ambil secara diam-diam. Dengan wajah tersenyum Riku mencium layar handphonenya itu.
"Jadi hobimu sekarang nyium-nyiumin layar handphone?" ucap Rena.
"Eh? Oh Rena.. ada apa kesini? Tadi kau ngomong apa?" tanya Riku sambil menaruh handphonya dikasur.
"Tidak bukan apa-apa., mandi dan makan sana. Sudah kusiapkan makanannya," ucap Rena sambil melempari Riku handuk.
"Okeh., jangan kasar-kasar ma kakak tercintamu ini dong!" ejek Riku sambil tersenyum.
"Sudah sana cepat mandi!" ucap Rena.
Rikupun berjalan keluar kamarnya menuju kamar mandi. Setelah kakaknya itu pergi Rena melirik Handphone kakaknya itu. Ia melihat layar ponsel kakaknya dan.., ia terdiam lalu tersenyum. Ia menaruh handphone kakaknya itu di atas kasur kembali.
"Jadi itu toh yang bikin dia punya hobi nyium layar HP., pantes aja.." ucap Rena sambil tersenyum dan keluar kamar.
.
.
"Kak.," panggil Rena sambil memakai sepatu bot.
"Ya bentar.," ucap Riku sambil mengambil jaket dan syalnya.
"A— jaket dan syal itu.." ucap Rena.
"Oh., ini yang kemarin kupakai, udah ah! Ayo cepet jalan," ucap Riku sambil tersenyum.
Jaket dan syal itu adalah jaket dan syal yang Riku pakai saat kencan dengan Yuki. Jaket yang sempat ia pinjamkan kepada Yuki. Jaket dan syal kenangan.. yang menjadi saksi dari sebuah tragedi yang tak akan terlupakan dan akan selau terukir dalam hati Riku.
"Bukannya jaket dan syal itu sudah kucuci karena ada bercak darah kak? Itu baru kemarin malam kucuci loh emang udah kering?" tanya Rena.
"Sudah kok!" ucap Riku sambil tersenyum.
Bohong. Jaket dan syal masih dalam keadaan basah. Mana mungkin jaket dan syal itu kering dalam waktu semalam dicuaca sedingin ini?. Dan juga.. syal yang dikenakan Riku masih sedikit meneteskan air. Rena diam melihat tingkah kakakknya itu. Saat mereka keluar rumah sangat terasa udara dingin menusuk kulit. Padaha Rena sudah memakai jaket hitam dan sweeter tapi masih tetap saja dingin. Rena melirik ke arah kakaknya dan.. kakaknya itu hanya tersenyum sambil memangdang langit. Sebegitu sukanyakah Riku kepada Yuki? Salah. Ini sudah bukan lagi suka melainkan ini adalah cinta. Cinta abadi yang benar-benar dijaga oleh seorang Kaitani Riku terhadap Satsuki Yuki. Riku rela menahan rasa dingin yang amat damat hanya untuk mengantar Yuki ke alam sana.
.
Semua orang berkumpul. Hampir semua orang memakai pakaian berwarna hitam, kecuali Riku yang memakai jaket dan syal abu-abu. Suara isak tangis tak terelakan. Suzuna menangis mengantar kepergian orang itu. Kenoupun ikut meneteskan air mata walau bibirnya membentuk sebuah senyuman. Hiruma hanya diam. Saatnya untuk Riku memberikan pesan terakhir.
"Aku tak akan bicara apapun., kurasa dia pasti tahu apa yang ingin kukatakan," ucap Riku sambil tersenyum.
Hiruma menembakan senapannya ke udara dan semua orang berdoa atas kepergian orang itu. Mamori menggantungkan kalungan bunga keatas batu yang berukir nama orang itu. Saat semua tiba memang tempat ini sudah rapih dengan sebuah batu berukir nama orang itu. Hanya Riku,Rena,Kenou, dan Hirumalah yang melihat sebuah peti masuk kedalam tanah. Suzuna dan Rena menaburkan bunga di atas tanah itu. Montapun menangis sekitika. Dengan berat hati semua yang ada disana harus merelakan kepergiannya, kepergian orang itu. Orang yang sudah bisa membuat semua jatuh hati.
.
.
Diatas batu itu kini telah terukir nama orang itu,
.
"Semoga kau bahagia ya,"
.
Riku tersenyum Handphonenya terjatuh dari saku.
.
"Maafkan aku tak bisa menjagamu,"
.
Terlihat sebuah foto dilayar handphone itu.
.
"Jujur aku sangat mencintaimu.
.
Foto seseorang yang namanya terukir dibatu itu.
.
"Satsuki Yuki,"
.
.
.
TBC
Maaf lama update kawan-kawan~ aku sibuk nih tapi jujur aku kangen banget ma fanfic ini TT_TT aku kangen ma review kalian! Maka jangan lupa review yaaaa please! Wahahahahaha terus maaf kalo ada kesalahan yang buanyak banget hahahahhaha.
.
.
Ruang Author :
Author : Permisi! Mari kita lihat keadan para pema—
Semua pemain : KELUAR!
Author : E… emang kenapa?
Riku : KITA INI LAGI SEDIH SOALNYA YUKI DAH MATI!
Author : Ohw., sorry..
Tukang bakso: ano.., maaf neng yang namanya Yuki mana yak? Dia punya utang belom dibayar.,
Sena : Memang berapa hutangnya Yuki? *ngeluarin dompet*
Tukang bakso: dikit kok bang! Cuma 5jt!
*Semua lari ga mau bayarin utangnya Yuki*
.
Follow my twitter- estu_icetwo
ARIGATOU!
