Jadilah Hyungku
.
.
Kibum & Kyuhyun
Sumarry: Kyuhyun mempunyai satu orang Noona namun masih menginginkan seorang hyung. Saat bertemu Kibum, ia menganggap Kibum sebagai hyungnya dan selalu mengikuti kemanapun Kibum pergi. Namun apa yang terjadi jika Kyuhyun mengetahui siapa Kibum sebenarnya?
Chapter 7
.
.
Kyuhyun berjalan tanpa arah, tatapanya kosong, jejak airmata masih sedikit membekas dipipi chubbynya. Dia tidak pulang setelah acara pengusirannya dari rumah Kibum terlihat seperti remaja yang barusaja diputus sang kekasih dan melampiaskannya dengan minum alkohol. Lihatlah rambut dan pakaiannya yang terlihat berantakan, dia sungguh kacau.
Tak jauh berbeda dengan Kibum, namja tampan ini tengah berjalan tanpa arah dibawah sinar rembulan malam ini, hanya mengenakan kaos berwarna cokelat dan celana hitam selutut yang tadi ia pakai saat makan malam. Pikirannya kosong, tetapi keadaan Kibum masih lebih baik daripada Kyuhyun.
Tanpa KiHyun sadari ternyata keduanya berjalan saling mendekati (maksudnya berlawanan cuman hadap-hadapan gitu, susah banget jelasinnya) langkah mereka terhenti ketika sudah saling berhadapan, tatapan mereka sama-sama tajam dan penuh kekecewaan. Akan tetapi tatapan Kyuhyun mempunyai arti lain disana, ia takut kehilangan. Yha, Kyuhyun takut kehilangan Kibum setelah kejadian ini.
"Kenapa?" Ucap mereka berbarengan.
Lagi, mereka hanya saling pandang satu sama lain. Kibum mulai jengah, dia hendak berjalan melewati Kyuhyun akan tetapi Kyuhyun mencengkeram bahu Kibum.
"Kenapa kau pergi dari rumah?" Tanya Kyuhyun datar
"Kau sendiri memangnya tidak? Aku menyuruhmu pulang" Kibum membalikkan pertanyaan Kyuhyun yang menurutnya konyol itu, dia sendiri juga keluar kenapa masih menanyakan oranglain.
"Kenapa? Kenapa ini terjadi? Kau tidak tahu hyung ini sangat sakit, bertahun-tahun aku hidup dalam suatu kebohongan..hiks... Aku tidak pernah tahu bahwa dia Ibu palsuku...hikss... Dan terlebih yang membuatku sakit lagi..hiks.. Setelah aku bertemu Ibu kandungku, dia tidak segera memberitahuku..hiks.. Apa dia tidak mau mengakui ku? Hiks..." Isak Kyuhyun pun terdengar disela-sela curahan hatinya
"Kau fikir aku tidak sakit,eoh? Belasan tahun aku mencari Ayahku, belasan tahun aku menanyakan siapa,dimana Ayahku. Dan ketika bertemu dia tidak langsung mengaku, malah sempat-sempatnya dia bertanya aku sakit hati karenanya atau tidak..hiks.." Kibum juga mengeluarkan isakannya, namun ia segera menghapusnya dengan kasar.
"Tapi kau beruntung hyung bisa menikmati kasih sayang seorang Ibu kandung sendiri sejak lahir~ ...hiks.." Ucap Kyuhyun menanggapi.
"Memangnya kau tidak huh? Bahkan hidupmu lebih enak, rumah bagus,Mama yang baik,Kakak perempuan yang menyayangimu,minta apapun dituruti, dan...dan tentunya kau pernah mendapat kasih sayang seorang Ayah..hiks..hikss..." Kibum tak kuasa menahan airmatanya juga isakan yang memaksa keluar "Sedangkan aku..hiks..hidupku susah sejak aku masih kecil, Ibu harus bekerja keras agar kami tetap hidup, aku tidak bisa meminta mainan ini itu,aku tidak bisa meminta baju,sepatu,buku,dan hal lain..hiks..tanpa seorang Ayah tentunya..kau beruntung Kyu..hiksss.." Kibum menangis disana, Kyuhyun pun tergerak untuk memeluk sang kakak kembarnya.
Hati Kyuhyun ikut merasakan kepedihan hati Kibum yang sedari kecil sudah harus ikut menanggung beban hidup di ibukota tanpa laki-laki dewasa yang mendampingi Ibu dan adik kecilnya.
"Belum lagi Saehee, Ibu selalu menangis jika susunya habis..hiks.." Lanjut Kibum
"Sudah hyung..hikss..aku tahu..hikss...~" Kyuhyun walau menangis tetap berusaha menenangkan kakaknya, diusapnya sayang punggung Kibum yang kini terlihat rapuh itu.
.
.
.
Ibu kibum terburu-buru memasuki area mansion Cho, digendongnya Saehee yang tengah terlelap. Melihat pintu utama masih terbuka, Ibu Kibum langsung masuk begitu saja, rautnya sarat akan ke khawatiran, pipinya dipenuhi dengan jejak airmata.
"Younghwan!" Panggilnya pada Papa Kyuhyun yang masih duduk melamun di sofa "Mana Kibum? Dia kesini kah?" Tanya Ibu Kibum yang kini sudah dihadapan Younghwan
"Hanna?" Younghwan malah terlihat bingung sendiri
"Omonim~ Kibum tidak kemari, dan Kyuhyun juga belum pulang, kukira dia mendatangi Kibum" Ahra yang menjawab, seketika Hanna mengeluarkan aura dedemitnya.
"Anak kabur dan kau malah melamun seperti ini? Neo jinjja" Dengus Hanna setelahnya ia keluar dari rumah Younghwan berniat mencari Kibum dan Kyuhyun.
"Omonim..! Aku ikut..!" Ahra mengejar Hanna, sementara Younghwan masih dalam masa transisinya. Setelah sadar, Younghwan langsung mengerahkan semua bodyguardnya untuk mencari buah hatinya dan Hanna. Younghwan ingin menghubungi polisi, akan tetapi ini belum 1 x 24 jam jadi belum bisa dikatakan hilang. Harus apa dia? Younghwan yang berpendidikan tinggi pun tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, memang masalah keluarga adalah nomor satu.
Sementara itu Kibum dan Kyuhyun berada di ATM pinggir jalan, Kyuhyun mencairkan semua tabungannya. Rencananya mereka akan mencari penginapan untuk menenangkan fikiran.
"Kyu, lebih baik cari penginapannya jangan didekat sini" Ujar Kibum lemah, dia bersandar pada pintu kaca
"Aku tahu hyung, kajja sebelum mereka menemukan kita. Aku yakin Papa sudah mengerahkan semua bodyguard" Kyuhyun menggenggam tangan Kibum, setelahnya mereka mencari taxi.
Didalam taxi Kibum masih terlihat lemas, merasa bersalah meninggalkan Ibunya dan Saehee disaat sulit seperti ini, tetapi dia masih sakit hati dengan Papa Kyuhyun,errr...Papanya.
"Hyung, minumlah" Kyuhyun menodorkan kopi panas pada Kibum yang langsung mendongak dan menerima kopi itu, Kyuhyun juga langsung menyesap kopinya.
"Darimana kau dapat ini?" Tanya Kibum, bukankah mereka berada di dalam taxi? Ah, apa ini taxi masakini yang bisa membuat kopi didalamnya untuk penumpang?
Kyuhyun hanya menunjuk dengan jari telunjuknya yang bebas karena ia sedang menikmati kopinya kearah penjual minuman hangat yang ada dipinggir jalan, kebetulan ini lampu merah. Dan Kibum hanya ber-oh ria.
"Kenapa? Hyung tidak suka? Biar ku pesankan" Tanya Kyuhyun yang melihat Kibum tidak langsung meminum kopinya.
"Kenapa setiap kali aku tidak makan atau minum dihadapanmu kau selalu menawariku yang lain?" Tanya Kibum balik
"Para pelayan sering berkata seperti itu padaku hyung jika aku tidak memakan makananku" Jawab Kyuhyun polos.
"Bahkan kau sampai membuang-buang makanan. Aku saja harus mati-mat-"
"Sssshhh...jangan dilanjutkan." Sela Kyuhyun menutup mulut Kibum dengan telunjuknya, ia tidak ingin mendengar pedihnya kehidupan Kibum selama ini. pantas saja hyungnya ini sangat mencintai uang.
.
.
.
Ibu Kibum terlihat sangat gusar, ia bingung harus mencari KiHyun kemana. Belum lagi ia membawa Saehee yang tertidur, ini hampir tengah malam dan dia masih berada diluar rumah bersama Ahra malam ini.
"Omonim, lebih baik kita pulang saja, ini sudah larut. Bodyguard Papa pasti sudah mencari mereka" Bujuk Ahra, ia kasihan melihat Ibunya kelelahan dan juga Saehee. Bayi itu masih terlalu kecil.
"Aku harus mencari anak-anakku Ahra-ya" Kukuh Hanna
"Aku tahu Omonim, tapi lihatlah Saehee~" Jawab Ahra. Kini Hanna melihat bayi kecilnya itu tidur tidak nyaman digendongannya. Akhirnya walau dengan hati kecewa, Hanna mau pulang dan Ahra bisa bernafas lega.
Bersamaan dengan Hanna dan Ahra yang sampai dirumah, salah satu bodyguard menelfon Younghwan memberitahu bahwa barusaja Kyuhyun mencairkan uang ATM pinggir jalan (kaga tau namanya apa) tetapi setelah dicek disana Kyuhyun sudah tidak ada, membuat Younghwan semakin frustasi.
"Kemana anak itu. Hanna-ah, apa Kibum membawa ponsel?" Tanya Younghwan
"Tidak. Aku tidak memberinya ponsel" Jawab Hanna sedikit menyesal, jika saja ponsel sangat berguna seperti ini ia berjanji akan membelikan Kibum ponsel, tetapi setelah membelinya ia harus puasa selama satu bulan. Poor...
"Kyuhyun juga meninggalkan ponselnya. Aisshh merepotkan.." Rutuk Younghwan.
"Pintar juga anak itu, mencairkan uang didaerah sini lalu kabur agar jejaknya tidak bisa diketahui. Ck" Decak Ahra "Awas saja nanti kalau pulang, ku cincang baru tahu rasa" Lanjutnya sambil menyilangkan tangan didepan dada.
Younghwan dan Hanna memberikan deathglare mematikan yang artinya 'Jangan macam-macam' pada Ahra yang langsung menggaruk tengkuknya yang memang gatal karena keringat. Kkkkk... karena kikuk juga pastinya :P
"Sekarang bagaimana Younghwan?" Tanya Hanna, ah Saehee sudah ditidurkan di sofa.
"Kita tunggu kabarnya saja, kau tidurlah wajahmu begitu pucat, kau pasti lelah" Saran Younghwan yang diamini Ahra
"Aku mana bisa tidur, anak-anakku entah berada dimana sekarang. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka?" Hanna terduduk disofa karena frustasi. Ahra mendekat dan memeluk Ibunya dari samping mencoba menenangkan.
"Ibu~ tenanglah, semua akan baik-baik saja~" Ucap Ahra lembut dan memanggil Hanna dengan sebutan Ibu, bukan Omonim lagi.
.
.
.
Malam sudah sangat larut, dan ini sudah tidak bisa dibilang malam, dinihari tepatnya. Hanna tidak bisa tidur, dia gelisah dikasur empuk milik Younghwan, sedangkan Saehee, aah bayi itu memang situkang tidur. Dan Younghwan, dia juga sama gusarnya dengan Hanna, dia berjaga diruang tengah menunggu laporan para bodyguardnya. Ahra? Yeoja itu sudah tertidur karena kelelahan.
Tak jauh beda dengan keadaan rumah, KiHyun juga tampak gusar di penginapan mereka yang masih di daerah Seoul, hanya berbeda Kabupaten (?) berkali-kali Kibum mencoba memejamkan matanya, tetapi selalu gagal.
"Aish,,!" Rutuknya, memalingkan wajahnya kesamping. Didapatinya Kyuhyun tengah terlelap memeluk guling yang tersedia disana. Bahkan anak itu menghisap jempol kirinya membuat sudut bibir Kibum berkedut.
'What the? Bagaimana bisa anak ini tidur pulas dalam keadaan seperti ini? dan ini? Apa-apaan itu? Dia menghisap ibujarinya? Oh jinjja' Batin Kibum
Malam itu Kibum semakin tidak bisa dibuat tidur oleh tingkah Kyuhyun sewaktu tidur. Kibum hanya berbaring dan menatap langit-langit kamar, entah apa yang dirasakannya. Dia seperti menyesal..
'Kenapa aku seperti ini? Ini semua bukan salahnya, wajar saja jika dia tidak mengenaliku, bukankah kami tidak pernah bertemu sejak aku masih bayi berumur 1 bulan. Aishh,, memang dasar mengambil keputusan disaat ego mu tinggi adalah pilihan terburuk, ayolah Kibum tampan.. berfikir dewasalah..' Batin Kibum dan lama-lama Kibum tertidur dengan sendirinya.
Dua namja remaja yang saling terikat itu terlihat tenang dan damai menikmati mimpi-mimpi mereka. Wajah yang polos dan mata yang terpejam sempurna juga deru nafas yang teratur mengiringi dinihari yang dingin ini menuju datangnya sang fajar yang akan menjemput malam esok nanti.
Hanna yang sudah lelah juga tertidur akhirnya, begitupun Younghwan yang tertidur di sofa.
Keesokan harinya...
Pukul 10.00 waktu setempat
"Kyu, kenapa membeli ini banyak sekali,eoh?" Tanya Kibum yang sedang membongkar tas belanjaan Kyuhyun, barusaja mereka pulang dari berbelanja. Kibum membagi tugas, Kyuhyun membeli pakaian dan peralatan mandi sedangkan Kibum membeli makanan.
"Hanya 5 untukku, dan 3 untukmu, itu tidak banyak" Jawab Kyuhyun santai sambil menikmati permen kembalian belanja tadi hihihi.
"Heeyy, itu pemborosan. Kau hanya perlu membelinya satu, dan itu sudah cukup, memangnya kita akan tinggal selamanya disini?" Balas Kibum
"Hyung ini kenapa? Itu hanya celana dalam, sudah jangan dipermasalahkan. Kalau hyung tidak mau yasudah, biar aku yang memakainya karena aku memang membutuhkan banyak" Balas Kyuhyun tak mau kalah, dan kembali memakan permennya
"Ck! Kau seperti yeoja yang sedang datang bulan saja" Cibir Kibum dan kembali memeriksa belanjaan Kyuhyun.
'Cih, aku memang membutuhkan itu untuk serep jika aku kelepasan nanti malam, untung saja tadi malam aku tidak kelepasan' Batin Kyuhyun. Hahha
Sementara itu dirumah keluarga Cho...
"Bagaimana Younghwan?" Tanya Hanna yang sedang menggendong Saehee
"Belum ada tanda-tanda" Jawab Younghwan lemah, melihat itu Hanna mengurungkan niatnya untuk mengamuk suaminya.
"Ahhh~" Desah kecewa Hanna "Baiklah, aku akan mencarinya, kau lebih baik tidur" Ucap Hanna
"Mana bisa begitu? Aku kepala keluarga disini. Jadi mari kita cari sama-sama" Balas Younghwan yang membuat Hanna sedikit mengulas senyum.
"Papa~"Panggil Ahra di anak tangga, masih mengenakan pakaiannya semalam dan mengucek matanya. Bangun tidur kayaknya.
"Ahra-ya? Kau mau ikut mencari adik-adikmu sayang?" Tanya Younghwan tersenyum lembut. Dan Ahra mengangguk
"Aku akan mandi" Dan berbalik menuju kamarnya.
Baru Hanna dan Younghwan hendak membicarakan apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk mencari keberadaan KiHyun. Pintu utama dibuka mengurungkan niat Younghwan dan Hanna.
.
.
.
Kembali pada KiHyun..
"Hyung"
"Ye?"
"Apa kita tidak keterlaluan? A- maksudku, bukankah ini sangat kekanakkan? Kita kabur..." Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya karena melihat Kibum menghela nafas. Saat ini keduanya berada di ruang tengah.
"Aku juga berfikir begitu Kyu, aku menyesal telah kabur. Sebenarnya bukan sepenuhnya salah mereka." Jeda sejenak "Tapi aku tetap saja marah dengan Papamu yang ternyata juga Ayahku" Lanjut Kibum
"Waeyo?" Tanya Kyuhyun ingin tahu
"Dia tidak langsung mengakuiku saat bertemu denganku, malah bertanya –apa kau merindukan Ayahmu?- apa-apaan itu?" Tiba-tiba Kibum kesal sendiri.
"Haaahhh.. hyung masih memikirkannya?" Desah Kyuhyun
"Tentu saja."Jawab Kibum mantap
"Kalau menurutku ya hyung, Papa dan Omonim tidak langsung mengetahui kita karena mungkin mereka belum yakin kita ini anaknya, jadi mereka ingin memastikannya dulu, setelah Papa menemui Omonim barulah mereka yakin bahwa kita ini anaknya" Jelas Kyuhyun panjang lebar.
"Kau benar" Kibum mengangguk "Tapi,, bukankah Abeoji pernah menemui Ibuku saat aku 15 tahun? Dan menghasilkan Saehee? Kenapa Abeoji tidak menemuiku?" Tanya Kibum.
"A-e, entahlah kalau masalah itu aku juga tidak tahu..ehe" Kyuhyun tersenyum kikuk.
Dan seharian ini hanya dilalui KiHyun dengan tidur-tiduran di penginapan itu. Kyuhyun yang merindukan segala macam PS nya dan Kibum yang merindukan Saehee-nya. Memang kabur bukanlah yang terbaik.
"Hyung, aku ingin pulang" Ujar Kyuhyun
"Aku juga Kyu" Sahut Kibum lemah membuat Kyuhyun terlonjak dan membalik tubuhnya menjadi tengkurap karena tadi dia berbaring
"Jinjja? Yasudah tunggu apa lagi? Kajja kita pulang!" Seru Kyuhyun dengan semangat 45 nya. Kibum hanya menoleh.
"Tapi jalan kaki"
"MWO? Apa maksudmu hyung? itu jauh" Pekik Kyuhyun dengan ucapan hyungnya itu. Apa dia gila? Jalan kaki? Yang benar saja.
"Itu sebagai hukuman karena kita sudah kabur, pasti orang rumah sudah khawatir pada kita" Dan alasan macam apa ini? menghukum diri sendiri akibat ulahnya sendiri? Kurasa Kibum memang agak sableng nih. "Kajja, besok kita sudah harus sekolah karena hari ini sudah membolos"
Dan akhirnya KiHyun pulang jalan kaki sungguhan. Sementara itu dirumah Kibum, Ibunya menunggu Kibum disana. Tidak akan ada gunanya jika menunggunya dirumah Younghwan, pasti Kibumnya akan pulang kerumahnya kan, bukan ke rumah Younghwan? Dan para bodyguard juga masih disebar guna mencari Tuan muda Cho yang kabur.. Sedangkan Kim Sa Eun, dia sedang menikmati bulan madunya dengan Lee Sungmin, masa bodoh dengan keluarga Cho yang tengah dirundung pilu. Buset dah, kaga ada prihatin-prihatinnya sama sekali. Tega bener..
.
.
TBC lagi..
Bosan kah? Itu salah satu efek sampingnya hehe
