Yooo whats up bro...
All the fanfiction citizen...halo semuanya –tampang liyer-
Ulqui : nape lo, tampang udah kayak orang sakaw aja ( kok ulqui jadi betawi ya? )
Me : yaaaah...gimana ya...-tampang lebih sakaw dari yang tadi-...gw abis baca hentai doujinnya Gin ama rukia...gak jelas dan giin nya rape face gitu...
Ulqui : ckckckcckc puasa qana...puasa
Me : hahahahah kalo gw puasa mah malah dosa
Ulqui : lah?
Me : gw kan lagi sakit bulanan cewek ( anda tahu maksud saya kan )..
Ulqui : tuh kan bener lo dapet =,=
Me : ahahah iya XD
Grimm : ( tunggu? Kalo dia dapet, berarti pas itu...selamaaat...-lega mode )
Me : eh ada grimm, kenapa? Kok tampangnya lega gitu?
Grimm : ( oke dia gak inget kejadiannya...selamaaat –tambah lega- )
Me : oke lo mulai bikin gw takut
Grimm : oh gak apa kok ^^
Me : okeeey...baiklah, bleach bukan punya gw, kalo iya mungkin namanya bukan bleach melainkan detergend ( ? )
Oh ya...ngomong-ngomong tentang disclaimer...
Aku hanya ingin bilang, siapa pun yang mendasari ceritanya dengan cerita ku ( which`s the H.i.B ) bukannya saya melarang dan bukannya saya Ge-er dan bukan juga nyari hak ( dan sebetulnya gw punya hak ngomong kayak gini ), tapi tolong jangan di copyright ( A.K.A mengklaim karya orang sebagai karya sendiri dengan mengkamuflase [ atau dengan cara licik apapun ] membedakan karya orang tersebut supaya beda. Padahal intinya sama ) ya...
gw bikinnya dengan susah payah ( dan sebetulnya gak susah payah sih, susah aja ) dan bikinnya semalam suntuk. Jadi tolong hormati saya sebagai Author di sini –bow to them-
Ulqui : wah parah tuh kalo ada yang begitu...
Me : he eh...padahal gw bikinnya ampe jam 1 malem-an lo DX
Ulqui : sabar...biasanya orang yang kayak gitu gak punya ide yang lebih bagus dari lo dan kalo iya ini benar terjadi. Berarti imaginasi lo patut di acungkan jempol...
Me : makasih ya Ulqui...kamu udah bikin gw semangat nulis lagi
Ulqui : ( sebetulnya ini juga demi cerita ni anak yang lain [ the Rate M ] biar terus di lanjutin dan di tambah unsur 'itu 'nya )
Me : Heleeeh dasar. Ternyata niat lo sama mesumnya ama gw...dasar Kalong Muna –ngegampar ulqui pake bantal-
Special Girl
The Truth
Setelah Orihime mengetahui apa yang dia tahu tentang Ulquiorra kemarin dari Nell, ke esokan nya pun dia mengecek, apakah yang di katakan Nell itu benar, atau hanya sebuah teaser belaka. Dia tidak tahu.
Maka dari pada itu, dia pun berusaha mengeceknya.
" Ohayo Orihime " Kata seorang gadis berambut hitam acak-acakan, sahabat terbaik Orihime. Untuk saat ini...
" Ohayo Tatsuki-chan ", balasnya dengan senyum ramah khasnya.
Pagi ini adalah pagi cerah seperti biasa dan Orihime akan memulai berburu kebenaran di hari yang sangat cerah ini.
Pagi ini, dia melihat sang cowok yang dia jadikan target berburu pun sudah menunjukkan batang hidungnya di sekolah.
Duduk di tempat seperti biasa dan dengan muka datar seperti biasa. Tidak ada gelagat untuk memperhatikan Orihime sama sekali.
Orihime yang duduk di serong pojok dari posisi duduk sang cowok pun tidak terlalu bisa memerhatikan sang cowok tersebut, tapi dia mengharuskan dirinya untuk mencari kesempatan mencari kebenaran dari apa yang akan di lakukan sang cowok tersebut.
Guru pun masuk dengan membawa bahan materi untuk pembelajaran kali ini.
Seraya sang guru menyiapkan apa yang ingin ia bilang, salah satu murid pun memberi aba-aba kepada teman sekelasnya untuk berdiri dan memberi hormat kepada sang guru.
" Berdiri "
Para murid pun berdiri.
" Beri salam "
Lalu dengan serentak, para murid memberi salam kepada sang guru yang masih sibuk dengan bahan materi yang akan di ajarkan kepada mereka.
" Selamat pagi buuu "
" Ya selamat pagi. Sekarang kalian bisa duduk kembali "kata sang guru seraya merapikan diri sebelum mengajar para murid tersebut.
Setelah para murid duduk kembali, sang guru pun menyuruh para murid untuk mebuka halaman dari buku pelajaran mereka.
Pelajaran kali ini adalah Sosialogi, sang guru pun menjelaskan tentang macam-macam bentuk sosial di publik.
Guru pun menerangkan dengan sangat jelas dan mudah di menegrti oleh para murid.
Sesekali sang guru pun memberi joke tentang beberapa kebudayaan dengan tampang tidak berdosanya itu.
Dan anak-anak pun tertawa mendengar celotehan sang guru tersebut. Tidak terkecuali cowok yang sekarang Orihime terus awasi, Ulquiorra Schiffer.
Walau tidak terlalu terlihat dari beberapa posisi bangku teman-temannya, tapi Orihime bisa melihat jelas bahwa sang cowok tersebut tersenyum memdengar apa yang di katakan gurunya tersebut.
' Ternyata dia masih manusia biasa ' Batin Orihime.
Setelah sesi penjelasan berakhir, sekarang saatnya memberikan tugas yang sudah di rencanakan oleh sang guru tersebut sejak awal.
" Oke kelas, kalian tahu sekarang waktunya apa? " Tanya guru bidang Sosial itu kepada para muridnya yang dengan antengnya memerhatikan sang guru bercuap-cuap.
Lalu para murid pun menjawab dengan serempak. Kecuali Ulquiorra tentunya.
" Kami tidak tahu pak "
" Sekarang waktunya T.U.G.A.S "
Dan dengan ejaan tersebut, para murid langsung terlihat lesu, beberapa ngedumel sendiri dan beberapa terlihat sudah tidak peduli dengan apa yang akan di katakan gurunya setelah itu.
Orihime juga salah satu dari sekian banyak murid yang berada di situ, dia pun berbicara kepada sahabat baiknya yang berada di sebelahnya itu.
Seraya menghela napas, Orihime pun mengeluh tentang tugas yang akan di berikan oleh gurunya nanti.
"Haaah...hari ini kan banyak PR dan tugas dari beberapa guru "
" Iya...pak guru gak kira-kira nih " Kata Tatsuki memompang kepalanya dengan kedua tangannya dengan suara yang cukup pelan.
Lalu guru mereka pun melanjutkan perkataannya.
" Oh ayolah anak-anak...bapak sudah bikin konfirmasi dengan guru Inggris kalian. Jadi tugas ini adalah bagain dari tugas Inggris kalian " beber sang guru kepada para murid.
Para murid pun sedikit lega dengan apa yang mereka dengar. Seteidaknya mereka tidak menerima tugas dua kali lipat dari biasanya.
Karena biasanya, guru Bahasa Inggris di sekolahnya lumayan galak dan terkenal dengan suka memberi banyak tugas.
Sama seperti guru matematikanya.
Mungkin kalau sekolah ini di beri fasilitas memilih siapa yang sering memberi tugas terbanyak setap tahun, mungkin hasilnya adalah :
Guru Matematikanya
Guru Bahasa Inggrisnya
Guru Kimia nya
Kemudian terdengar kembali suara guru sosialnya yang sedang bercuapcuap di depan dengan suara di naikkan satu atau dua oktav agar anak muridnya mendengarkan dia.
" Ayo-ayo dengar dulu. Tugas kalian kali ini adalah membuat film ber genre apa saja. Dan tentu saja tidak ada adegan porno atau apa pun itu namanya. Bapak tidak akan menerima hasil film kalian, bila berunsur sensual. Kalian juga harus membuat film ini berdasarkan materi pelajaran term kali ini.
Dan ingat, karena ingat, karena bapak berkolaborasi dengan gur bahasa Inggris kalian. Maka dalam dialog di film tersebut, kalian harus mengunakan Bahasa Inggris..." Kata sang guru seraya memainkan spidol papan tulis.
Melihat anak muridnya mulai kebingungan dengan apa yang ia katakan dan ada yang beberapa yang sudah mengerti, lalu tampang mereka tambah lesu dari pada sebelumnya.
Lalu dia pun melanjutkan perkataannya lagi.
" Karena murid di kelas ini ada 50 orang, maka bapak akan membagi kelompok menjadi 10 kelompok yang satu kelompok terdiri dari 5 orang. Karena bapak terlalu adil untuk membiarkan kalian memilih siapa anggota kelompok kalian dan membuat beberapa anak terpaksa menerima anggota yang dianggap mereka tidak berguna ( Author note : yang di bold itu intonasinya di teken ), maka bapak yang akan memilih siapa saja di kelompok itu dengan laptop bapak "
Lalu sang guru pun mengeluarkan laptopnya yang kemungkinan merek Apple itu, lalu menyalakan sang laptop.
Orihime tidak terlalu peduli dengan itu. Yang dia pikirkan adalah apakah cowok yang Nell bilang kemarin itu memperhatikan dia.
Karena tidak sanggup membendung rasa ke ingin tahuannya, dia pun melirik kearah sang cowok tersebut.
Dia mengusahakan sesusah apa pun untuk tidak terlihat oleh sang cowok yang tak lain dan tak bukan adalah Ulquiorra Schiffer itu agar tidak mengetahui bahwa dia memperhatikan dia ( balik ).
Dia pun meliriknya dengan berpura-pura melihat keserong, dimana sang guru berada sekarang. Tapi sebetulnya dia mencuri pandang dengan ekor penglihatannya.
Dan benar saja, ternyata sang cowok memperhatikannya.
Entah apa yang menarik dari dirinya, tapi kenyataannya sang cowok memperhatikannya.
Mungkin sekilas ia tak bisa melihatnya, tapi bila di lihat baik-baik dia bener melihat dia.
Ulquiorra Schiffer melihatnya.
Dan dari sinar matanya, terlihat dia penasaran dengan dia.
Orihime.
Dia mendengar suara yang memanggilnya.
Orihime.
Dia mendengarnya lagi.
" Woy Orihime "Kata seseorang disebelahnya sedang berteriak seraya melambai-lambaikan tangannya.
Lalu dengan sekejap, Orihime kembali kedunia nyatanya. Dan karena itu terjadi terlalu singkat untuk otak Orihime menerima, dia pun langsung berdiri dan berkata, " Ya pak? " dengan suara di naikkan satu oktav dari biasanya seraya mengacungkan tangannya tinggi. Seolah-olah memberi tahu sang guru bahwa Orihime hadir.
Dan seluruh kelas sekarang memerhatikan Orihime dengan tatapan bingung. Tidak terkecuali sang cowok yang dari tadi dia perhatikan dari ekor penglihatannya.
Sang guru pun bingung dengan apa yang Orihime lakukan. Tapi secara singkat, sang guru langsung menyesuaikan diri, lalu bertanya pada Orihime.
" Kamu ingin menjawab pertanyaan bapak? "
Orihime yang mengira bahwa sang guru memanggil dia tadi pun memasang muka bingung ke sang guru. Dan guru pun membalasnya dengan senyum bingung.
" Loh? Bapak tadi tidak memanggil saya? "
" Ya tadi, tapi sekarang tidak " Balas sang guru dengan tampang bingung seraya mengerutkan keningnya. Lalu berjalan kearah satu meja yang ada di depan Orihime.
Lalu sang guru yang melihat Orihime hanya terdiam saja, lalu berkata, " Karena kamu sudah mengacungkan tangan saat saya bertanya tentang mengapa harus ada budaya di suatu negara, maka kamu harus menjawabnya..."
Orihime yang dari tadi tidak terlalu mendengarkan sang guru, terlalu sibuk melihat cowok yang bermata hijau yang menghipnotis itu. Dan sekarang di suruh menjawab pertanyaan gurnya, Sekarang kalang kabut di dalam pikirannya. Mencari jawaban yang di butuhkan.
Tapi tidak menemukannya.
" Ayo Inoue, bapak tadi baru menjelaskannya " Kata sang guru ingin mempercepat jalan pikir Orihime.
Orihime pun tambah bingung ingin menjawab apa. Yang di pikirannya sekarang hanyalah mata hijau I terus memerhatikan dia.
Dan dengan dia berlagak berpikir begini, mencari perhatian massa, mata hijau sang cowok itu pun semakin leluasa melihatnya.
Dia tahu itu.
Oke, balik kemasalah yang dihadapinya saat ini.
Sekarang Orihime berada di ambang ke-maluan yang sangat besar. Mungkin sangat besar itu sangatlah berlebihan di kasus ini.
Dia pun mencari jawaban untuk pertanyaan sang guru, tapi tidak mendapatkan apa-apa.
" Pak.."
" Ya? "
" Gak tahu "
Dengan jawaban polos Orihime, seluruh kelas pun tertawa, ada yang tertawa terbahak-bahak, mungkin tidak terlalu terbahak-bahak.
Dan ada juga yang bilang ' bodoh '
Sang guru pun menahan tawa yang sangat kencang, sampai-sampai mukanya memerah dan mukanya juga memerah.
" Hump...o-oke I-Inoue...kamu boleh duduk. Lain kali perhatikan bapak ya, kalau bapak sedang menjelaskan "
Orihime pun duduk seraya menutup mukanya yang sudah memerah bagaikan apel rebus.
Orihime sangat malu atas kebodohannya yang termakan oleh hipnotis mata Ulquiorra pada saat itu dan juga termakan oleh pikirannya sendiri.
Tatsuki yang melihat Orihime mulai termakan pikirannya sendir pun langsung mengajak Orihime berbicara.
" Orihime, sedang apa kamu? "
Orihime pun membalas dengan melihat ke arah sahabat baiknya itu seraya menahan pipinya yang memerah itu.
"A-aku...hanya sedang memikirkan sesuatu "
" Aku tahu kamu sedang memeikirkan sesuatu, tapi apa? Jangan bilang kamu memerhatikan si cowok baru itu lagi " Kata Tatsuki seraya menyipitkan matanya bermaksud mengeluarkan tampang curiga kepada Orihime.
Orihime yang terkena curiga an Tatsuki dan curigaan itu ternyata benar, mulai kalang kabut, mencari alasan.
' Kenapa hari ini harus mencari banyak alas an untuk berbohong ' Batin Orihime seraya mencari keterangan yang tepat untuk Tatsuki.
" A-aku hanya memikirkan...kalau saja kamu di perrebutkan oleh Ishida-kun atau Renji-kun dan mereka saling adu mulut tentang siapa yang akan mendapatkan mu. Lalu kamu datang melerai mereka, lalu..."
Sebelum Orihime bisa menyelesaikan apa yang akan di katakannya, Tatsuki langsung membantah perkataan Orihime dengan suara yang di naikkan 3 oktav, lalu berdiri seraya menggebrak meja. Dan sebetulnya itu teidak perlu...
" APA KAU BILANG? AKU DAN MEREKA? TIDAK AKAN PERNAH "
Dan pada saat itu juga seluruh kelas memperhatikan mereka berdua.
Tatsuki yang sekarang sedang berdiri dengan tangan masih diatas meja pun membantu. Melihat banyak mata yang melihat nya.
' Aduh...'
Guru pun sekarang berjalan menghampiri mereka berdua lalu berkata, " Kalau kalian sudah cape di kelas ku, kalian bolkeh keluar duluan. 15 menit lagi waktunya istirahat. Kalau kalian mau kalian bisa jajan duluan. Tapi jangan harap saya akan bisa menerima kalian berdua lagi di kelas saya "
Dengan begitu, Orihime dan Tatsuki hanya menundukkan kepalanya. Malu dengan apa yang mereka lakukan, terutama Tatsuki.
Tatsuki pun langsung diam seribu bahasa setelah itu.
Orihime yang merasa bersalah dengan kebohongannya itu hanya bisa berkata, " m-maaf ya Tatsuki..."
"..."
" Kamu marah ya..."
" Tidak "
" Lalu? "
" Hanya sedikit kesal dengan imajinasi mu saja "
" Maaf..." Kata Orihime dengan nada memelas di samba dengan puppy eyes nya.
Tatsuki pun hanya bisa menghela nafas seraya berkata, " Haaa...iya. Aku maafin. Tapi jangan kamu ungkit itu lagi ya "
" Iya "
Lalu mereka pun kembali menjadi sahabat yang dipenuhi dengan canda tawa seperti biasa.
Lalu Tatsuki pun berkata lagi.
" Oh ya Orihime "
" Ya? "
" Kamu denger dengan siapa kamu akan membuat film? "
Dan dengan begitu, Orihime lupa bahwa dirinya sudah di panggil oleh sang guru. Dan sang guru pun juga bilang tadi.
Orihime juga tidak mendengar dengan siapa dia akan membuat film tersebut.
Dia terlalu asyik dengan pikirannya sendiri, akhirnya tidak mendengar sama sekali apa yang sang guru sosial nya bilang.
"Ah, tidak. Aku tidak mendengarnya. Memang aku dengan siapa? "
" Tadi aku dengar kamu sekelompok dengan Schiffer, Nell, Chad dan Renji " Kata Tatsuki seraya menyusrukkan kepalanya di tangannya yang terlipat rapi di atas meja.
" Tatsuki, aku tidak salah dengar kan? "
" Kamu dengar sendiri kan? "
Dan dengan itu, Orihime pun memutar kembali perkataan Tatsuki.
Orihime akan kerja kelompok dengan Ulquiorra itu?
Sepertinya akan menjadi suasana yang seru atau mungkin kebalikannya ya?
Setelah semua pelajaran selesai, Nell pun menghampiri meja Orihime.
" Hey, kita sekelompok. Nanti kita Shooting apa ya? Aku jadi tidak sabar " Kata Nelldengan nada bahagia nan cerianya.
Orihime pun tersenyum seraya berkata, " Ano...Nell-san, tentang kemaren di rumahmu. A-aku..."
Mendengar perkataan itu, Nell pun hanya bisa terkekeh. Dia tidak nyangka apa yang di katakannya kemaren masih dia ingat oleh Orihime.
" Tentu saja aku serius Orihime. Jangan kaku begitu ah, Dia lelaki yang baik kok " Katanya seraya menepuk punggung Orihime.
Tapi, sebelum Orihime bisa menjawab apa yang di katakan Nell, Nell pun pergi ketempat Ulquiorra.
Orihime bisa mendengar apa yang mereka katakan. Dan topik mereka yang pasti adalah tentang kerja kelompok yang di ramaikan oleh seluruh kelas.
Kemudian, Orihime mendengar suara Renji sedang mengeluh tentang kerja kelompok ini.
" Haaargh...kenapa kelompok kita dengan Si pundung itu? "
Mendengar Ulquiorra di katai pundung, Orihime tidak terima dengan perkataan Renji. Dia pun langsung berkata, " S-Schiffer-kun tidak pundung kok. Dia hanya pendiam " dengan nada yang lumayan pelan tapi masih bisa di dengarkan oleh Renji.
" Ahahaha...Inoue, dari mana kamu bisa tahu? "
" A-aku tahu kok "
Kemudian Nell pun menghampiri mereka.
" Hey-hey...sudah-sudah. Oke, ada yang punya ide tentang apa video kita kali ini? "
Kemudian semuanya termenung untuk sementara.
" Anoo...Tadi itu...memang temanya apa? " Kata Orihime seperti terlihat bingung.
Kemudian Renji pun terkekeh seraya berkata, " Memang dari tadi kamu tidak mendengarkan? "
" T-tidak " Kata Orihime seraya malu-malu.
Dan pada saat itu semua orang memasang kaget, sedikit kaget dan tampang What The? Mereka masing-masing.
Terkecuali Ulquiorra dan Tatsuki.
Kemudian Nell pun berkata, " beneran? Aku kira kamu memperhatikan "
Orihime pun menggeleng seraya menahan rasa panas di wajahnya agar tidak membuat mukanya memerah. Tapi sepertinya itu sudah terlambat.
" Ahahaha...ternyata Orihime walau tampangnya baik tapi bisa seperti ini juga ya " kata Nell dengan memasang tampang sweatdropnya.
Kemudian Nell pun mengembalikan topic semula.
Sekarang mereka membahas tentang apa yang harus mereka lakukan.
Tema dari tugas mereka adalah Culture. Jadi dari sini mereka bisa mengmbangkan sendiri.
Mereka di suruh membuat Video dari tema Culteure ini dan mereka bisa memilih culture dari Negara mana saja.
Dan mereka memilih untuk mengerjakan Negara Rusia.
Me : wah Russia? My hometown –happy mode-
Grimm : giliran Negara sendiri malah senang.
Me : iya dong...Rusia itu walau kata orang Negara komunis dsb, tapi itu tetap my hometown. Ngomong-ngomong tentang Rusia, siapa yang mencetuskan?
Nell : itu tuh...si yang di sebutkan pundung tadi.
Me : walah? Dia toh..ya juga sih. Namanya itu kurang lebih kayak nama orang Rusia. Heh kalong, kamu itu dulunya orang mana sih?
Ulqui : ga tahu
Me : lah...terus kok bisa tahu nama sih kalo gak tahu?
Ulqui : Tanya Tite sana...dia kan nyiptain gw
Me : tidak membantu
Ulqui : emang gw mau ngebantu lo? Gr
Me : eswete lo...dasar. udah kalong, muna lagi...
Ulqui: terserah gw, hidup gw ini
Me : -ngernyitin mata terus balik ke pembaca- Baik sodara-sodara yang sudah setia membaca ini, saya akan mendeklarasi bahwa fict saya yang rate M akan saya –keburu di bekep ama Ulqui-
Ulqui : -ngebekep qana- awas kamu ya kalo bilang macem-macem. Lanjutin ga Lo...
Me : -masih di bekep- hwuiyarin lou ywang mwlai...
Ulqui : -ngelepasin bekepan- lo...awas ya lo
Me : makanya jangan mancing ya. Inget, lo udah pernah ngerasain gmana badan Orihime. Dan ingat, Gw author di sini yang bisa se-enaknya membuat mu sakit dsb. Ingat, ke utuhan rumah tangga mu dengan hime gw pegang. Kamu mau aku buat pilihan yang bisa menyakitkan kalian berdua? –tampang kejam appear-
Ulqui : pilihan seperti apa ? –nantang-
Me : mau aku buat kamu mati duluan terus aku buat kamu tersiksa melihat hime jejeritan manggil-manggil lo dan dia jadi down setelah kepergian mu. Atau kamu minta saya mencabut nyawanya di depan matamu dan membuatmu merasakan rasa sakit yang dalam dan kejam. Aku bisa membuat itu terwujud...-aura di belakang udah warnanya merah ke hitam-hitaman dan dengan intonasi di tekan-
Ulqui : ( shit...gw gak mau dia mati dan gw juga gak mau dia sakit karena gw )
Me : so...do you choose to follow my rule or you want me to do that...
Ulqui : maaf kan saya qana-sama
Me : that`s my good boy –sayap malaikat hitamnya keluar terus terbang kearah Ulqui, megang dagu ulqui- Ne podvedi menya ( jangan kecewakan saya )
Ulqui : H..horosho ( baik )
Me : -smirks-
Merekan pun mebagi-bagi tugas satu sama lain.
Ulquiorra di tugasi membawa kamera dan sebagainya ( karena kata Nell, dia jago ngambil gambar dan hasilnya kayak fotographer )
Renji dan Chad di suruh menentukan setting mana yang bagus dsb.
Dan untuk Nell dan Orihime, mereka di tugasi untuk membawa Laptop dan tablet untuk acara membuat poster, editing dan membuat naskah.
Untuk kostum, mereka harus membawa masing-masing. Tapi harus sesuai dengan rolenya.
Dan karena mereka belum menentukan naskah yang sesuai dan mereka juga harus menentukan Genre apa yang akan mereka pakai untuk Film buatan mereka ini.
Yang paling mengesalkan adalah semua anggota harus menjalani role mereka. Ouwh...menyusahkan.
Setelah mereka bernegosiasi satu sama lain, mereka pun mensetujui bahwa mereka akan menggunakan genere Romance.
Tapi siapa yang akan menjadi pemeran utamanya?
Karena berhubung mereka sedang sibuk dengan pelajaran sekolah karena mereka sedang berada di sekolah, maka mereka akan mikirkan itu di rrumah salah satu anggota.
Tapi siapa?
Naaah mereka pun berhompimpa untuk menentukan dimana mereka akan memikirkan ini semua.
" Hompimpa " Kata semua anggota yang ada. Termasuk Ulquiorra.
Dan yang beruntung adalah...( Author note : mari kita pasang genderum gendang untung menambah ini lebih menarik )
.
.
.
.
.
" Hey Schiffer...Kamu kena "
Yap...yang kalah adalah Ulquiorra.
Malang nasibnya, tapi ini demi kepentingan sekolah.
Jadi dia hanya bisa pasrah.
Mereka pun berencana akan ke partemen Ulquiorra.
Setelah di apartemen Ulquiorra
" Ulquiorra...mana minumannya? " Kata Renji dengan seenaknya.
" Disini kamu mengerjakan tugas, bukan memesan minuman. Beli sendiri kalau mau minum " timbal Ulquiorra dengn ketus ke Renji.
Dan memang disini mereka mengerjakan tugas ( menentukan ) film mereka.
Dan yang sangat membuat tecengang adalah kamarnya yang sangat simple, beda dari pada yang lain.
Hanya ada barang penting saja. Tidak lebih dari pada itu.
" Okay...sekarang saat nya kita menentukan genre apa yang akan kita ambil "kata Nell menengahi Ulquiorra dan Renji yang sekarang bisa dibilang akan bertengkar ini.
Kemudian Chad pun mengungkapkan apa yang di pikirannya.
" Aku milih misteri "
" Gak, aku mau action " Kata Renji menimpali perkataan Chad.
Lalu Nell pun berpikir sejenak.
" Bagaimana kalau Romance campur action saja saja. Kita ambil dari Legenda putri Angsa Natasya "
Lalu semuanya pun berdiam diri sejenak, memikirkan bagaimana pemikiran mereka tentang ide Nell ini.
Kemudian Chad pun bertanya kepada Nell.
" Nell, aku kurang tahu tentang Cerita putri Natasya ini "
Nell pun berbalik badan lalu berkata, " Oh, it utu cerita tentang seekor angsa yang di tolong oleh pangeran karena di kejar pemburu. Karena ingin membalas budi, sang angsa berubah menjadi seorang putri yang cantik bernama Natasya "
Kemudian semua pun mengangguk mengerti dengan apa yang di katakan Nell.
Kemudian Renji pun berkata-kata.
" Oke, aku setuju. Yang penting ada adegan actionnya, saya setuju " Secara mengacungkan pedang bayangannya seolah-olah sedang berperang.
Nell pun gembira karena ada satu orang yang sudah setuju dengan pendapatnya itu.
"Oke, ada yang lain? "
Dan mereka pun berdiam diri sejenak.
" Aku setuju...aku suka cerita Romance "Kata Orihime seraya mengumbar senyum manis nya ke semua orang yang ada.
Dan akhirnya pun mau tidak mau Ulquiorra dan chad pun mengikuti kemauan mereka beretiga. Karena pakai voting pun maka hasilnya akan sama.
Kemudian Ulquiorra pun giliran untuk berbicara dengan nada dinginnya yang khas.
" Jadi siapa saja karakternya? "
Kemudian Nell mempunyai ide nakal yang akan membantu si muna dan si putri pemalu ini bisa menyatakan rasa masing-masing.
" Ah tenang saja, itu sudah aku atur. Dan karena aku tahu jalan ceritanya, aku yang akan jadi sutradara dan aku juga yang mebuat naskah. Ada yang keberatan? " Kata Nell seraya melipat tangannya di depan dadanya.
Semua orang pun terdiam.
Lalu tiba-tiba Orihime dengan malu-malu mengutarakan apa yang ada di benaknya.
" Apa tidak apa-apa? "
" Tidak apa-apa kok. Oke, sekarang siapa yang bersedia jadi putri? Aku mencalonkan Orihime " Dengan nada yang sangat semanga, Nell pun mencalonkan Orihime.
Lalu Ulquiorra dan Chad pun mengangkat tangan dengan maksud untuk memilih.
' Bagus...sejauh ini aku bisa berhasil ' Kata Nell dalam hati.
Dengan begini rencana Nell hampir semuanya berhasil. Tinggal membuat kebohongan sedikit, maka Ulquiorra akan jadi calon yang pas buat Orihime.
" Oke, kalau begitu Sudah di tentukan kalai Orihime yang akan menjadi Putri angsanya "
Orihime pun kalang kabut kalau di suruh menjadi putri.
" Aduuuh Nell-san...aku tidak bisa menjadi putri, aku..."
Nell pun hanya bisa tersenyum seraya berkata, " Oh tenang saja Orihime, Semua akan baik-baik saja "
Tapi dalam hatinya, kita bisa melihat dirinya tertawa karena rencana membuat Orihime bersatu dengan Ulquiorra kemungkinan berhasil. Dia tertawa.
Dan sekarang, Giliran pemeran pangeran.
" Oke karena putri angsa sudah di tentukan, sekarang giliran pangeran.
Siapa yang mau jadi pangeran? "
Dan semuanya terdiam...
Tak ada balasan...
Karena terlalu lama menunggu, akhirnya Nell pun mencalonkan siapa yang ada di pikirannya.
" Oke...kalian lama. Aku...pilih Ulquiorra " Katanya seraya menunjuk Ulquiorra.
Ulquiorra pun sedikit kaget.
What the? Kok aku?
Di dalam hati, Nell pun memberi senyuman puas.
Orihime dilain pihak agak terkejut dengan apa yang dia dengarnya.
Kalau Ulquiorra yang akan menjadi pangeran, dia tak tahu harus seperti apa.
Dia tidak mau malu di depan orang banyak dan dia juga tidak terlalu ingin kalau pangerannya bukan Ulquiorra.
Dia sebetulnya senang saat mendengar Nell mencalonkan Ulquiorra, tapi dia juga bimbang karena bila Ulquiorra yang akan menjadi pangeran, dia bakal grogi dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Nell pun melihat mata semua orang yang ada di ruangan itu.
Tidak ada yang membantah dia atau nyeletuk.
Kemudian pikirannya pun salah.
" Kenapa aku yang kamu calonkan? " Kata Ulquiorra dengan nada memerintahnya.
Nell yang sudah terbiasa dengan nada dingin khas Ulquiorra pun tersenyum manis seraya berkata, " Karena kamu yang pas jadi pangeran. Pangeran di legenda ini punya sifat yang pendiam dan dingin dan sangat terpencil dari social. Sama seperti kamu "
Kemudian Nell melihat mata Ulquiorra yang mengernyit menyatakan dia tidak suka dengan ide yang sekarang Nell pikirkan.
Kemudian Nell pun melanjutkan perkataaya.
" Karena pangeran di cerita ini sangat pendiam dan terpencil, dan dengan bantuan sang putri angsa, dia bisa merasakan apa yang ada di luar sana selain kerajaan nya "
Setelah mendengar penjelasan Nell, semua pun setuju. Karena tidak ada yang lebih cocok selain Ulquiorra untuk memerankan tokoh pangeran ini.
' Mission A, complete ' kata Nell dalam hati.
Di lain pihak Orihime pun tambah kalang kabut. Dia bingung, apa jadinya setelah ini.
Dia dan Ulquiorra, akan menjadi sangat dekat.
Lau Ulquiorra pun hanya bisa menghela nafas.
' Dengan dia ya...apa jadi nya nanti..' kata Ulquiorra di dalam hati.
Kemudian Nell pun berkata lagi.
" Oke...kita akan melakukan shooting setelah naskah jadi, okay "
" Lalu bagaimana dengan kami? Jangan lupakan kami " Kata Chad dan renji secara bersaman.
Nell hampir lupa dengan peran mereka karena terlalu fokus menjadi cupid untuk Orihime. Lalu Nell pun berpikir sejenak untuk menentukan peran yang pas untuk Renji dan Chad.
" Oh ya...aku dapat ide. Chad, kamu jadi ayah putri angsa yang akan mencegah putri angsa untuk kembali ke dunia dan bertemu pangeran kembali. Dan Renji, kamu akan jadi Jendral perang yang akan membantu Ulquiorra untuk menyerang Chad "
Setelah mendengar itu Chad dan Renji pun melihat satu sama lain, lalu berpikir sejenak.
Kemudian...
" Oke, aku ikut dengan ide mu Nell " Kata Renji seraya menoleh ke arah Nell.
Kemudian dia pun menoleh kearah Chad lagi lau berkata, " sepertinya kita akan menjadi musuh, Chad "
" Iya " Balas Chad seraya mengangguk.
" Oke, karena semua sudah beres. Mari kita lanjutkan ini dengan semangat ! " Kata Nell menggugah semangat mereka.
Apa jadinya nanti...
Ulquiorra dan Orihime?
Whuuuuiiiiih akhirnya selese juga...gak tahu ini yang keberapa.
Haaaah...kayak nya saya udah gak bias ngejanjiin apa-apa lagi...
Saya sudah cukup dengan ini semua.
Dan sorry kalo banyak typo dsb.
Gw belom sempet mengedit ini semua, jadi mohon di maklumi...
Gommene minna –nunduk-nunduk mengaku bersalah-
Nell : yaaaaay rencanaku berhasil
Me : iya nell...selamat ya...=w=
Nell : iya
Ulqui : ...
Hime : -dateng tiba-tiba- aduuuh...nell kok gitu siih..aku kan –nyadar ada ulqui- e-uh...S-Schiffer-s-san...
Ulqui : hmmn?
Hime : ng—nggak...
Me : haduuuuh...malu-malu kucing...ntar kalo udah deket nafsu-nafsu anjing...-geleng-geleng kepala-
Renji and Chad : kita di lupakan sama nell...
Me : sabar ya...tenag, gw gak bakal melupakan kalian kok
Renji : bener?
Me : ya bener, kalo gw lupa, lo gak bakal gw taroh di sini kan?
Renji : eheheh...iya juga ya. Makasihya qana.
Me : sama-sama ^^
Grimm : lo gak ngelupain mereka, tapi lo ngelupain gw
Me : ahahaha gak lah kitty sayangku X3
Grimm : buktinya apa?
Me : buktinya aku...ngomong ama kamu sekarang ^^
Grimm : begh...kalo gw gak ngomong sekarang, paling lo lupa
Me : gak lah...ya udah, sana tutup ini dulu. Nanti jalan-jalan yuk, kemana kek yang enak. Beli Ramen X3
Grimm : dasar...
Ya udah...riview ya, yang banyak.
Semakin banyak, semakin bagus.
Dan maaf kan qana kalau banyak typo dsb. Dia manusia juga yang punya salah dan bla-bla-bla...
Me : -megang tangan grimm- bye-bye...rivew-rivew ya XD
