Cerita sebelumnya

"mmmmppptttt hhmmhppp bwahahahahahha" tawa Donghae yang langsung meledak tanpa bisah di control

"YA! Ikan apa yang kau tertawakan eoh"

"hahahahah Kyu hhahahah kau sangat manis"

"apa maksudmu, aku ini tampan pabbo"

"ne ne kau memang tampan Kyu tapi untuk saat ini itu tidak berlaku" seru Donghae mulai bias mengontrol suara dan tawanya. "kau beli dimana kostum maid itu?, apa otakmu sedikit bergeser akibat kecelakaan itu Kyu?"

"ARRRGGGGGG cepat keluar dari kamarku Lee Dong Hae dan hentikan tawa bodohmu itu" pekik Kyuhyun murka

Kyumin story

Summary :

Sungmin pergi liburan ke vila milik keluarganya. Tidak sengaja menemukan seorang namja yang sedang sekarat di tepi pantai sungmin pun menolongnya/"sungmin yah, nama yang manis"/

"menarik mungkin sedikit bermain-main…/

Tidak taukah sungmin bahwa namja yang ditolongnya adalah iblis yang akan mengacaukan hari-harinya terutama liburan indahnya.

Cast :

Lee Sungmin (yeoja)

Cho Kyuhyun (namja)

Lee Donghae (namja)

Lee hyukjae a.k.a Eunhyuk (yeoja

Tan Hangeng a.k.a Cho Hangeng (namja)

Kim Heechul a.k.a Cho Heechul (yeoja)

Cast akan bertambah seiring cerita

Pair :

KyuMin, Haehyuk, Kangteuk, Hanchul, Sibum/Wonkyu, Kaisoo, 2Min, Yoosu

Rated: T

Warning :

typo (s) bertebaran, tidak sesuai EYD, genderswitch (GS)

NO BASH NO PLAGIAT, DON'T LIKE DON'T READ

Qqifannie

Happy reading

Kini mereka – Sungmin, Kyuhyun dan Donghae – sedang duduk di beranda vila Sungmin sambil menikmati pemandangan laut biru seogwipo. Ah tapi sepertinya ada pengecualian untuk Kyuhyun. Sedari tadi ia sesekali bergerak kesana kemari membetulkan posisi duduknya dan juga menarik-narik kostum maid yang membalut tubuhnya, risih dengan kostum maid yang talinya terlalu ia kencangkan.

Drrrttt drrrtttt

Merasa ponselnya disebelahnya bergetar sungmin langsung mengambilnya dan mendapati satu pesan masuk dari eunhyuk. Tanpa menunggu lama ia langsung membuka pesan tersebut

From : hyukie

Hueee…. Minnie tolong aku -_-

sedikit lagi ponselku mati dan aku tidak bisa menghubungimu. Jaeballlll…. Jemput aku,

Aku tidak jauh dari vilamu. Kakiku akan patah jika aku berjalan lagi T_T

"Omo, hae kau bawah mobilkan? aku pinjam sebentar" sungmin langsung bangun dari duduknya. Ia sambar kunci mobil donghae yang berada disebuah meja yang tidak jauh dari tempat mereka duduk tadi dan dengan cepat sungmin berlari keluar menuju mobil donghae kemudian ia masuk dan menjalankan mobil tersebut.

Sementara kyuhyun dan donghae yang bingung dengan tingkah sungmin refleks tersadar ketika mereka mendengar deru mobil donghae.

"ada apa dengan sungmin, kyu? Tanya donghae

"molla" seru kyuhyun yang kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan donghae

"hei kau mau kemana" donghhae langsung bangun dari duduknya begitu melihat kyuhyun berjalan keluar.

"tentu saja mengganti benda laknan ini dan memusnakannya" seru kyuhyun sambil memasang tampang jijik pada kostum maid yang dipakainya.

"untuk apa diganti kau sangat cantik dengan itu, princess kyunnie" seru donghae sambil mengerlingkan sebelah matanya. Ia bermaksud untuk menggoda kyuhyun

Siiiiingg

Donghae dengan cepat membekap mulutnya dan berjalan kearah ruang Tv dengan diam, bagaimanan tidak kyuhyun telah menatapnya horror seakan-akan ia telah siap menguliti donghae hidup-hidup.

Sementara itu mari kita ke sungmin

"Omoo hyukkie!" pekik sungmin panik ketika melihat keadaan eunhyuk seperti monyet kelaparan (uops mian hyukkie oppa Qq hanya becanda ne, andwaeeee jangan timpuk Qq hae oppa help me* kabur dikejar hyukkie oppa) yah Sungmin telah sampai di tempat eunhyuk karena memang jarak eunhyuk dari vila sungmin tidak jauh.

"hyukkie ireona! Kenapa kau jadi gembel di pinggir jalan begini?" lirih sungmin mendramatisirkan keadaan padahal eunhyuk hanya duduk dan bersandar di bawah pohon. Diguncangnya tubuh eunhyuk yang sedari tadi memejamkan matanya dengan gusar.

"ya! Minnie, tidak perlu mengguncang tubuhku seperti itu. Aku bukan orang sekarat yang akan segera mati dan apa kau bilang? Gembel? Ck lee sungmin kau lupa aku ini anak artis papan atas lee kyungsoo" pekik eunhyuk murkah, yang benar saja yeoja secantik dia dikatai gembel oleh sahabat sekaligus sepupunya pula. Dan makan apa sepupunya ini sampai memiliki tenaga sekuat ini?. eunhyuk yakin jika ia tidak segera membuka matanya pasti badan dan lehernya akan terpisah, memikirkannya saja sudah membuat eunhyuk merinding.

"omo hyukkie syukurlah kau tidak jadi mati" lirih sungming dengan tampang polos jangan lupakan ekspresi bahagianya

"ya! Lee sungmin pabo jadi kau pikir aku sudah mati? Kau menyumpahiku eoh? Sepupu macam apa kau ini?" pekik eunhyuk lagi

"hyukkie apa kau masih ingin disitu?" Tanya sungmin, tanpa eunhyuk sadari sungmin sudah masuk kedalam mobil bahkan barang bawaan eunhyuk telah ia masukan kedalan bagasi.

"sedari tadi kau tidak mendengarkannku eoh?" Tanya eunhyuk,dengan cepat ia berdiri dari duduknya dan mengikuti jejak sungmin memasuki mobil donghae 'perasaan apa ini?' batin eunhyukketika ia melihat mobil yang dibawa sungmin.

Selama perjalanan eunhyuk hanya diam, otaknya sedari tadi berusaha mencerna sesuatu yang menurutnya ganjil disini. Audi putih ini seperti tidak asing baginya. 'ini seperti milik ikan jelek itu' batinnya 'tapi jika benar, kenapa sungmin mengendarainya?' batinnya lagi. Sementara sungmin? Ia membiarkan dirinya focus menyetir, ia tidak ingin membangunkan ratu monyet kembali sehingga ia harus diceramahi.

Eunhyuk dan sungmin telah tiba di vila sungmin, begitu masuk mereka sudah dikagetkan oleh gelak tawa donghae dari ruang Tv.

"hahahahahahah aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi kyu" tawa donghae membahana badai halilintar mengalahkan kakek sihir -_- *kabur…..dikejar pake samurai sama hae oppa

'benar dugaanku itu memang miliknya, kekeke kau akan menerima balasanku' batin salah seorang dari dua yeoja yang baru saja memasuki vila. Wajah lelah yang sedari tadi ditampakan kini telah berganti dengan senyuman mengerikan

'kenapa aku jadi merinding begini' batin sungmin tanpa menyadari seseorang disebelahnya yang menjadi pelaku utama dari aura-aura kelam yang menyebar disekitarnya.

"hahah kyu kau akan berada dibawahnya, aku tidak percaya ini" tawa donghae lagi

"ka-" Kyuhyun ingin membalas ucapan donghae tapi kemudian ia urungkan ketika melihat seorang yeoja yang sudah berdiri di belakang donghae. Ia bahkan bisa dengan jelas aura kelam yang keluar dari yeoja itu 'mirip sesorang' batinnya

"hei kyu kenapa diam saja eoh? Lari kemana lontaran-lontaran pedas yang biasa dikeluarkan oleh si evil kyu?" Tanya donghae, ia tidak menyadari bahwa mungkin hidupnya tidak akan lama lagi.

"aku rasa tidak ada salahnya memberikan kenangan terindah sebelum kepergian hyungku" seru kyuhyun dengan memamerkan senyum lima jarinya. Tapi tidak tahukah kau donghae dibalik senyum itu ada seringaian sang evil.

"nugu kyu?" Tanya donghae yang bingung dengan perkataan kyuhyun

"baliklah kebelakang hyung, malaikatmu sudah datang" seru kyuhyun masih dengan senyum yang mengembang.

"malaikat? Maksudmu sungmin, eoh"

Sret

Ketika donghae akan berbalik kebelakang sepasang tangan mungil dari seorang yeoja yang berada dibelakangnya sejak beberapa menit yang lalu telah mendarat mulus di lehernya.

"tentu saja malaikat mautmu ikan jelek" lirih yeoja itu namun sarat akan intimidasi dan hawa membunuh yang sangat basar.

"neo! Ya! Akh le…pas…kan.. akhhhh" seru donghae dengan lirih dan kata yang terputus-putus. Oh apa ia akan mati sekarang?

"OMONA hyukkie apa yang kau lakukan eoh? Lepaskan donghae" seru sungmin berusaha menhentikan tindakan eunhyuk. Dengan cepat sungmin menarik eunhyuk agar menjauh dari donghae.

Yap jadi yeoja yang dilihat kyuhyun sedari tadi berdiri di belakang donghae adalah eunhyuk.

"lepaskan aku Minnie, ikan ini harus aku beri pelajaran biar dia tahu dengan siapa dia berhadapan" pekik eunhyuk tidak terima ketika sungmin berusaha menolong donghae

"akkhhhh uuhhhh" lirih donghae, ia bukannya bebas dari cekikan eunhyuk malah lehernya dicekik makin erat oleh eunhyuk.

Tubuh donghae yang tadinya duduk bersandar di sofa kini telah jatuh kelantai, eunhyuk yang barada di atasnya jadi lebih muda mencekik donghae

"kyu bantu aku memisahkan mereka" seru sungmin panik meminta bantuan kyuhyun, karena usahanya untuk meleraikan mereka berdua tidak berhasil

"biarkan saja mereka ming, kajja aku ingin jalan-jalan ke pantai" kyuhyun dengan santainya menarik sungmin menuju dapur meninggalkan eunhyuk dan donghae. Sementara donghae yang melihat itu semakin menangisi nasipnya

"jadi apa ada kalimat terakhir yang ingin kau sampaikan eoh?" Tanya eunhyuk dengan tangannya yang masih mencekik donghae

"ittt akhhh tuuuu" donghae memberikan kode pada eunhyuk agar ia melihat keatas

Eunhyuk yang mengerti maksud donghae langsung mendongakan kepalanya keatas namun naas cengkraman tangan eunhyuk di leher donghae jadi mengendur dan

Sret

Kini keadaan jadi berbalik, donghaelah yang barada diatas eunhyuk dan kedua tangan eunhyuk sudah dicekal donghae sehingga eunhyuk tidak bisah berbuat apa-apa lagi

"cekikanmua membuat leherku geli saja monyet kecil" seru donghae dengan senyum childisnya

"kau bagaimana bisah?" lirih eunhyuk

"tentu saja bisah chagi, oh iya sungmin dan kyuhyun sudah pergi jadi apa kau ingin ketahap yang lebih lagi eoh?" Tanya donghae dengan lirikan matanya yang melihat ke bawah. Eunhyuk yang tahu maksud donghae lansung berteriak dua oktaf

"MWO! ANDWAE DASAR IKAN MESUUM" pekik eunhyuk histeris dan langsung lari menuju kamar sungmin

"wah jadi kau ingin melakukannya di kamar eunhyukkie chagi"

"TUTUP MULUTMU DASAR PERVERT"

Dan teriakan eunhyuk menyebar dengan tambahan lantunan dari tawa donghae (?)

"kyu apa kau mendengarnya" Tanya sungmin

"mendengar apa ming"

"aku seperti mendengar teriakan hyukkie, ayo kita pulang kyu"

"mungkin perasaanmu saja ming jangan khawatir mereka"

"tapi kyu"

"tenanglah ming, hae hyung adalah orang yang baik ia tidak akan macam-macam dengan hyukkiemu itu" ucap kyuhyun, tangannya kini sudah melingkar dengan manis di pinggang sungmin

"ya! Bukan donghae yang aku khawatirkan tapi kau yang mesum ini, jauhkan tanganmu"

"hahah ne ming chagi"

"ya aku serius kyu, donghae pasti akan sekarat di tangan hyukkie"

"menurutmu begitu ming? Hmmm tapi sepertinya hae hyung yang akan menang" seru kyuhyun sambil mengarahkan satu jari ke dagunya bertingkah seolah-olah ia sedang berpikir.

"apa maksudmu kyu?" Tanya sungmin bingung

….

..

.

"OMO ! jadi kau benar-benar Cho kyuhyun? Ternya gossip itu benar kau memang lebih tampan dari foto dan tv yang sering kutonton bersama eomma" pekik eunhyuk girang, tentu saja eunhyuk segirang itu. Orang yang yang sekarang berada dihadapannya adalah cho kyuhyun yang terkenal itu. Sedangkan kyuhyun yang di puji tentu saja melambung tinggi ke langit ke tujuh.

"Minnie apa kau tahu dia itu pernah menjuarai olimpiade matematika dan meraih medali emas Minnie, medali emas" pekik eunhyuk semakin semangat

"hyukkie jangan memujinya terus, bisah-bisah kepalanya akan bertambah besar. Lagipula hanya medali emaskan? Aku bahkan memiliki banyak piala" seru sungmin

"ne kau benar sungminnie" tambah donghae membenarkan ucapan sungmin. Ia sedari tadi sudah jengan dengan tingkah eunhyuk yang selalu memuji kyuhyun di depannya, tidak taukah si monyet kecil itu bahwa donghae menyukainya. What donghae menyukai eunhyuk?

Jadi gini readers, ternyata donghae itu menyukai eunhyuk pada pandangan pertama dan tentunya readers sekalian tahukan itu berarti sejak pertemuan mereka di bandara.

Flashback

"Hong ajjushi cukup mengantarku sampai sini saja" seru eunhyuk begitu mobil yang ditumpanginya tiba di Gimpo Aiport.

Dengan sigap Hong ajjushi selaku supir keluarga eunhyuk segera mengeluarkan sebuah ransel milik majikannya – eunhyuk

"tapi nona, tuan dan nyonya meminta saya agar menemani nona hingga waktu keberangkatan tiba" seru Hong ajjushi yang enggang meninggalkan sang nona muda. Biar bagaimanapun ia harus menjalankan perintah dari tuan dan nyonya Lee majikannya.

"aku baik-baik saja, ajjushi tidak perlu khawatir eoh. Lagi pula pesawatku akan take off stu jam lagi" seru eunhyuk dengan menampilkan gummy smilenya. Berusaha meyakinkan Hong ajjushi.

Donghae yang juga baru tiba di bandara lansung menghentikan langkahnya ketika ia melihat eunhyuk yang sedang berbicara dengan supirnya. Dan saat itu juga dunianya seakan berhenti, jantungnya berdegup kencang melihat wajah cantik eunhyuk. Denganlangkah sepat donghae langsung mengikuti eunhyuk dansupirnya.

"baiklah tapi izinkan saya membawa barang nona sampai di ruang tunggu"

"baiklah ajjushi, kajja"

Setibanya mereka di ruang tunggu Hong ajjushi segerah meletakan barang eunhyuk kemudian ia pamit pulang.

Ketika supir eunhyuk sudah pergi meninggalkan eunhyuk, donghae langsung berjalan ke tempat eunhyuk dan.

"hei ! sendiri?" Tanya donghae pada eunhyuk, ia berusaha tenang agar suaranya tidak terdengar gugup ditelinga eunhyuk. Oah tidak tahukah eunhyuk kau sudah membuat jantung eorang lee donghae seakan ingin keluar dari tubuhnya saking gugupnya donghae

Flashback and

"sudahlah ikan terimah saja, aku ini memang tampan siapapun tahu itu" seru kyuhyun narsis

"kau diam saja ikan jelek" tambah eunhyuk, ia masih menyimpan dendam pada donghae yang dengan teganya menurunkannya di tengah jalan sehingga ia harus berjalan kaki menuju vila sungmin.

"Ck sudahlah donghae ah biarkan saja mereka dengan dunia mereka sendiri"

"kau cemburu ming" Tanya kyuhyun, bukannya ia tidak sadar, bahkan dari awal kyuhyun tahu kalau sungmin cemburu pada eunhyuk karena sedari tadi eunhyuk memuji bahkan sempat memeluknya. Tapi tentu saja bukan berarti eunhyuk ataupun kyuhyun ada rasa satu sama lain. Itu tidak akan terjadi, yang kyuhyun suka itukan sungmin.

"aku? Cemburu? Ck yang benar saja ?" seru sungmin kalang kabut, bahkan ia mulai salah tingkah "lagipulah siapa dirimu? Sehingga aku harus cemburu eoh?" terdengar jelas sekali ada nada gugup dan sinis menjadi satu dari kalimat dan pertanyaan yang sungmin lontarkan.

Memdengar itu eunhyuk mengkerutkan dahinya. "tunggu dulu, apa ada sesuatu yang aku lewatkan? Sedari tadi aku juga ingin menanyaka-" jedah eunhyuk, pandangannya ia tujukan kearah kyuhyun yang barada di sampingnya. "apa kau berpacaran dengan kyuhyun" lanjutnya

"MWO !"

"anio/ne" ucap sungmin dan kyuhyun bersamaan

Dengan cepat sungmin bangun dari duduknya dan bergegas menuju kamarnya. Melihat itu kyuhyun mengeluarkan smirknya yang tentu saja tidak dilihat oleh eunhyuk sementara donghae yang mengetahui smirk kyuhyun hanya bisah menggelengkan kepalanya.

"ada apa dengan sungmin?"

"molla hyukkie chagi, tanyakan itu pada kyu"

"ck, chagi? Laut mengeringpun aku tidak akan sudi kau panggil chagi" eunhyuk bangun dari duduknya dan dengan tidak elitnya ia menendang tepat di tulang kering donghae dan setelahnya ia mengikuti sungmin, "ya! Minnie tunggu aku, kau harus menjelaskan semuanya padaku"

"kau mau kemana kyu?"

"sungmin"

"kyu jangan bilang kau ingin-"

"kau pikir aku semesum kau ikan, aku hanya penasaran apa yang mereka bicarakan"

Dan jadilah kyuhyun dan donghae mencuri dengar pembicaraan antara wanita tersebut

"Jadi bagaimana minnie?" seru dari dalam kamar yang dapat mereka berdua pastikan adalah suara eunhyuk

"apa maksudmu hyukkie?" sungmin yang tadinya berniat untuk tidur menegakkan kembali duduknya menghadap eunhyuk

"tentu saja kau dan kyuhyun oppa Minnie?" eunhyuk benar-benar semangat sekarang, ia bahkan melupakan lelah dan amaranya pada donghae

"ck kau pikir kami apa ha? Jangan berpikir yang bukan-bukan hyukkie. Oppa? Kau memanggilnya oppa? Jika disuru memilih aku akan lebih memilih donghae untuk dipanggil dibandingkan si pabbo itu"

"mmmppppptttt" dengan tidak elitnya kyuhyun membekap mulut donghae. Ia menatap tajam donghae seolah mengatakan 'diam tapi selamat atau tertawa tapi mati' dan tentu saja donghae lebih memilih untuk diam, ia masih sayang nyawa belum lagi ia masih harus mendapatkan eunhyuk. Well ia tidak rela mati tanpa menyatakan cinta pada monyet kecilnya.

"ikan jelek itu akan mati ditanganku sebelum kau memanggilnya oppa Minnie" sungmin jadi merinding melihat aura eunhyuk yang tadinya cerah berubah menjadi hitam pekat. Dan itu karena seorang lee donghae. Sedangkan donghae, begitu mendengar seruan eunhyuk ia hanya bisa pundung meratapi nasibnya. "Lagi pula kau dan kyuhyun oppa sangat serasi Minnie, aku mendukungmu"

"dia sama sekali bukan tipeku hyukkie dan aku tidak mungkin bersamanya. Sudahlah aku ingin tidur" ditariknya selimut pink bermotif kelinci kesayangannya berniat untuk tidur. Ia tidak berniat membahasnya lagi, karena ia tahu kyuhyun hanya senang menggodanya. kyuhyun akan kembali ke keluarganya dan akan segera melupakannya.

"apa karena masih ada jungmo"

Mendengar nama jungmo yang meluncur di mulut eunhyuk, kyuhyun langsung memandang donghae. Melihat itu donghae mengangkat bahunya "aku tidak tahu kyu" bisik donghae

"entahlah hyukkie, kumohon jangan bertanya lagi. Jaebal aku ingin istirahat" lirih sungmin

"ya ampun Minnie jangan bilang kau masih mencintai jungmo? Dia brengsek Minnie, kau juga tahu itukan? Ia bahkan mencampakanmu dan lebih memilih seohyun dan jangan lupakan Ia juga membawa kabur uangmu minnie" eunhyuk mulai meninggikan suaranya. Ia tidak menyadari jika sedari tadi kyuhyun dan donghae mendengar percakapan mereka.

Deg

Kyuhyun menegang mendengar kalimata terakhir eunhyuk. 'siapa jungmo' bahkan tangannya sudah terkepal erat

Melihat sungmin yang diam, eunhyuk semakin geram dalam pikirannya mengatakan bahwa sikap diam sungmin mengartikan bahwa sungmin masih mencintai jungmo. Namja yang telah membuat sepupu sekaligus sahabat yang disayanginya menangis seperti orang bodoh. Yah jungmo mantan namjachingu sungmin telah berselingkuh dengan seohyun sahabat sungmin.

"Minnie jawab aku" tuntut eunhyuk

Sret

Selimut yang dikenakan sungmin tersingkap

Hana

Dul

Set

Jrenggggggg

Eunhyuk hanya bisah diam seribu bahasa ketika yang didapatnya adalah wajah polos sungmin yang telah tertidur pulas. Bahkan nafas sungmin bersehembus teratur. "pabbo ! selalu saja begini, hahh jalja Minnie ah" dengan satu kalimat yang di lontarkannya mengiring eunhyuk menuju alam mimpi emngikuit jejak eunhyuk

Hening

Sungmin membuka matanya, sedari tadi ia hanya berpura-pura tertidur agar eunhyuk tidak berbicara lebih jauh lagi. Jungmo, namja itu bahkan sudah mati bagi sungmin. Perasaan yang bernama cinta sudah tidak ada lagi untuk namja brengsek itu, ia sudah mebuangnya bersama air mata yang ia keluarkan. Dan ketika mereka bertemu nanti ia sudah merencanakan untuk mempraktekan salah-satu jurus yang diajarkan oleh jinki sang oppa tercinta.

Dan mengenai kyuhyun, sungmin bahkan masih bingung apa perasaan yang dirasakannya pada kyuhyun ini benar-benar cinta? jika ia? Lalu bagaimana dengan kyuhyun?

"hae hyung aku ingin kau mencari tahu orang bernama jungmo dan juga seohyun" kyuhyun mengepalkan tangannya erat, cemburu? Yah katakanlah ia cemburu mengetahui bahwa sungmin mincintai orang lain walau kenyataannya orang itu telah mencampakan sungmin. Dan parahnya lagi orang itu sudah berani membuat sungminnya menangis. Sungminnya? Tentu saja, kyuhyun sudah membulatkan tekatnya. Ia akan membuat sungmin memjadi miliknya suka atau tidak suka sungmin harus menjadi miliknya.

….

..

.

"eh" luhan yang berniat membeli beberapa bahan makanan di supermarket yang tidak jauh dari apartemennya kaget begitu melihat siwon tiba-tiba muncul didepannya. Ia belum siap mengatakan pada siwon tentang eommanya yang telah dibawa oleh hyungnya sendiri

"annyeong luhan ah, kebetulan kita bertemu disini. Apa kau juga ingin berbelanja bahan makanan?" Tanya siwon dengan senyum joker dan jangan lupakan sepasang lesung pipi yang menghiasi wajah siwon

"ah annyeong oppa! Ne aku ingin membeli beberapa bahan makanan" luhan berusaha membalas senyum siwon, ia berdoa dalam hati semoga siwon tidak menyadarinya

"bagus… kajja kita belanja bersama, jalan dan berbelanja sendiri terkadang membuatku bosan" siwon yang merasa ada sedikit keanehan pada luhan segera di tepisnya.

"tapi oppa-"

"tenang saja sehun ah tidak akan cemburu! Dia tahu tentang kelainanku bukan? Dan kau itu sudak aku anggap adikku sendiri jadi tidak masalah jika kita belanja bersama, kajja"

Ditariknya tangan luhan masuk kedalam supermarket dengan semangat. Siwon tampak menikmati acara belanjanya dengan luhan ia merasa seperti berbelanja dengan adik perempuannya, siwon memang menganggap luhan sebagai adiknya. Ketika sedang asyik memilih buah siwon dan luhan dikagetkan dengan keributan yang terjadi tidak jauh darinya.

Disana seseorang dengan kulit seputih salju yang terlihat lembut, rambut hitam legam sebahu, bibir semerah darah dangan tubuh ideal yang sangat didambakan oleh para kaum wanita. Sedang di bentak oleh seorang security dan seorang yeoja yang sepertinya adalah manejer supermarket .

"ya! Cepat mengaku, kau yang mencuri apel itu, ani?"

seseorang yang dibentak hanya diam, tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan menyuarakan sebuah kata atau kalimat pembelaan pada peleku pembentakan tersebut.

"kau tidak mau mengaku eoh? Semua bukti mengarah padamu, bahakan ada saksi matanya juga" yeoja tersebut tidak berhenti dengan aksinya, ia malah semakin gencar membentak orang yang ada dihadapannya.

Siwon yang sedari tadi melihat tontonan live di depannya segera berjalan menuju sumber keributan tersebut dengan diekori luhan. "mian, apa yang sedang terjadi?" yeoja itu berbalik kearah siwon, memandang siwon dengan tatapan kagum dan siwon yang menyadarinya hanya menatap malas yeoja tersebut sementara luhan? Ia tertawa kecil melihat oppanya itu.

"ah annyeong, perkenalkan aku lee hyorin manejer disini" seru hyorin dengan senyum manisnya, ia yakin namja – siwon - yang ada didepannya akan tertarik padanya.

"ah ne, choi siwon imnida"

"omona jadi kau adalah choi siwon! Aigoo kau sangat tampan, ternyata gossip itu memang benar" pekik hyorin histeris bagaimana tidak ia baru saja bertemu bahkan berkenalan dengan choi siwon. Oh mimpi apa ia semalam?

Choi siwon yang merupakan anak dari salah satu pengusaha yang termasuk dalam tiga pengusaha hebat korea ( kim, cho dan choi) yang sudah merajai dunia bisnis dan termasuk dalam pengendali perekonomian dunia (walau tetap park company adalah yang nomor satu) ada didepannya. Yeoja manapun yang menjadi menantu dari ketiga perusahaan tersebut pastilah hidup mereka akan terjamin dan dikelilingi harta yang melimpah.

Kim corp

Merupakan keluarga mafia yang sangat disegani oleh anggota mafia lainnya begitupun para yakuza. Mereka adalah kelompok mafia yang mendapat perlindungan penuh dari pemerintah korea maupun jepang dan beberapa Negara lainnya. Bisnis yang dijalani oleh kim corp adalah pertambangan, tekstil dan masih banyak lagi, itu merupakan bisinis yang legal sedangkan yang ilegal seperti penjualan senjata.

Cho corp

Adalah perusahaan yang bergerak dalam banyak bidang dan salah satunya adalah resort dan perhotelan yang cabangnya ada di semua Negara asia dan beberapa Negara bagian eropa. Cho corp sendiri merupakan milik dari cho hangeng tidak lama lagi akan beralih ketangan putra tunggalnya cho kyuhyun. hangeng yang notabenenya berkebangasaan cina, namun karena ia menikah dengan seorang model papan atas korea choi heechul. Maka ia memutuskan untuk menetap di korea selatan.

Choi corp

Choi corp yang berada di posisi ketiga, merupakan pemilik dari beberapa perusahaan yang memproduksi mobil, handphone dan alat-alat teknologi lainnya serta depertemen store yang dan telah membuka cabang di seluruh Negara-negar asia. Dan choi siwon segai salah satu anak laki-laki dari choi minho tentunya akan mewarisi salah satu perusahaan appanya tersebut.

Ok penjelasannya segini dulu, balik lagi kecerita ^^y

"begini tuan, yeoja ini tertangkap telah mencuri sebuah apel. Ketika kami memintanya untuk mengembalikan apel tersebut. Ia diam dan terus berjalan" ucap sang security

"ketika aku ingin menggeleda tasnya ia malah mendorongku hingga terajtuh, lihatlah lenganku jadi terluka" aduh hyorin pada siwon, tangannya ia arahkan kedepan agar siwon bisah melihat sebuah luka di lengannya. Ia berharap siwon akan simpati padanya dan berakhhir dengan siwon yang menawarkan diri untuk mengobatinya. Seperti dikebanyakan drama yang ia tonton.

Namun sayang sedari tadi siwon tidak memeperhatikannya, siwon memang berhadapan denganya tapi arah pandang siwon sepenuhnya mengarah kearah sesorang yang sedari tadi menarik perhatiannya. Luhan yang sedari tadi memang mengetahui tingkah siwon, tersenyum 'sepertinya sekarang tidak lagi oppa' batin luhan. Ia berharap yang dilihatnya ini bukan mimpi, siwon yang notabene seorang gay yang hanya tertarik dengan laki-laki kini menunjukan ketertarikannya pada seorang yeoja. Bukankah itu pertanda yang bagus.

"oppa sampai kapan kau ingin memandanginya seperti itu eoh?" luhan melambai-lambai didepan siwon berusaha menyadarkannya

"ah ne… ne mian" jawab siwon gugup

"agasi.. bagaimana yah? Hmm.. apa yang dikatakan pelayan dan security itu benar, bahwa agasi telah mencuri apel?" Tanya siwon, bingun harus berbicara bagaimana.

"tentu saja benar" sewot pelayan yeoja tersebut, pasalnya ia merasa diacuhkan oleh siwon."lihat saja penampilannya itu! Jelas sekali bahwa ia orang miskin"

"ya! Apa semua pelayan di supermarket ini sama kasarnya denganmu eoh?" Tanya luhan

"agasi tidak perlu takut katakan saja" seru siwon lagi namun orang yang dipanggilnya agasi tetap diam tampa sepatah kata pun. Bahkan diwajahnya tidak ada ekspresi takut sama sekali yang ada hanya ekspresi datar.

"sudahlah oppa biar aku saja" seru luhan

Dilihat sepintas luhan yakin yeoja didepannya ini memiliki umur yang tidak bedah jauh darinya "snow…. Bolehkan aku memanggilmu snow? Kulitmu sangan putih seperti salju! Aku luhan, mari kita berteman. oh iya Aku yakin bukan snow yang mencuri apel itu, iyakan snow, kau tidak suka apelkan?" seru luhan dengan semangat, senyum tulus dan lembut terukir di wajahnya, dengan cepat diraihnya tangan snow dan menggengamnya. Sehingga membuat yeoja yang dipanggilnya snow tersentak. "oppa kau jugakan?" Tanya luhan pada siwon

"kibum"

"ne?"

"kibum, namaku kibum" seru kibum masih dengan ekspresi yang datar, kibum sedikit tidak percaya ada orang yang masih mengatakan bahawa ia percaya padanya dengan tulus. Ia langsung melepas genggaman luhan dan dengan cepat keluar dari supermarket tersebut.

"ya eonni kau mau kemana eoh?

"ya! Pencuri kau jangan kabur, security tangkap dia"

Siwon yang mendengar seruan hyorin tersebut langsung menahannya agar tidak mengejar kibum.

"ya apa yang kau lakukan? Appo" ringis hyorin kesakitan

"oppa aku deluan" seru luhan yang sudah berlari mengejar kibum

"ne, oppa akan menyusulmu nanti"

Kibum berlari dengan kencang, ia benci keringat tapi ia juga tidak mungkin berhenti berlari. Ketika tiba disebuah taman yang tidak jauh dari supermarket kibum menghentikan kegiatan larinya. Matanya memandang kekiri dan kanan mencari sesuatu yang diyakininya tadi berada disini.

"nona muda"

"anthoni, kita pulang sekarang" tegas dan angkuh terselip dalam kalimat yang diucapkan kibum

Anthoni sang butler langsung menunduk hormat, ia sudah terbiasa dengan sikap sang nona muda. Anthoni kemudian membukakan pintu sebuah limosin yang terparkir manis ditempatnya. Bagitu kibum masuk ia langsung mengikuti jejak kibum. Limosin tersebut membela jalanan seoul dengan kecepatan sesuai yang ditetapkan.

"nona muda apa ada yang mengganggu pikiran anda?"

Kibum yang ditanya hanya diam, dikepalanya terus berputar-putar tentang kejadian di supermarket tadi. Pasalnya selama ini orang yang berada di sekitarnya semuanya hanyalah penjilat yang ingin mencari muka padanya dan haus akan jabatan. Tidak ada yang berteman dengan tulus padanya, mereka hanya memandang statusnya saja. Kibum yakin jika ia berpenampilan layaknya orang miskin pasti tidak ada yang akan mendekatinya. Jika iya, itu berarti orang tersebut tulus berteman dengannya. Dan benar saja sudah dua tahun ini ia berpenampilan layaknya orang miskin tapi tidak ada yang mendekat atau mengajaknya berteman. Tapi pengecualian untuk hari ini. 'luhan' gumamnya, ia akan mengingat nama itu seumur hidupnya.

"anthoni"

"ne nona muda"

"ambil alih supermarket dekat taman itu"

"ne nona muda" setelah menjawab sang nona muda – kibum – pria berdara kebangsaan korea – perancis dengan usia yang sudah tidak bisah dikatakan muda tersebut langsung menghubungi seseorang

"besok supermarket itu akan menjadi milik nona muda"

"bagaimana luhan ah?" setelah membayar belanjaanya dan luhan juga tidak lupa ia membayar apel yang katanya dicuri oleh kibum. Siwon langsung keluar mengejar luhan yang sedang mencari kibum

"tidak ada oppa, hah larinya cepat sekali, lalu oppa?" luhan sedikit terengah-engah karena sedari tadi ia berlari disekitar supermarket mencari kibum.

"sudah oppa bayar semuanya, kau tenang saja"

"syukurlah, hahh aku lelah sekali"

"kajja kita pulang oppa akan mengantarmu, oppa ambil mobil dulu"

"ne oppa"

Setelah mengambil mobil yang ada diparkiran siwon langsung menuju kearah luhan. Setelah luhan masuk ia langsung meninggalkan supermarket tersebut.

"oppa, apa oppa tidak ingin mencarinya?"

"kau seperti tidak tahu oppa saja" seru siwon dengan senyum andalannya

"wahh aku mendukungmu oppa, pokoknya aku hanya ingin snow white yang menjadi kakak iparku"

"snow white? Nugu?"

"tentu saja kibum oppa, snow white adalah panggilan dariku kusus untuknya"

'hahahhah kau ini" siwon tertawa melihat tingkah luhan, ia langsung mengacak rambut luhan

"hmm bagaimana kabar nae eomma, luhannie?"

Luhan bingung harus menjawab apa pada siwon, ketika ia akan bersuara siwon langsung berbicara deluan

"sudah sampai, mari oppa bantu kau membawa belanjaan"

Sepanjang jalan menuju apartemen, luhan hanya diam. Ketika sampai di apartemenpun luhan hanya diam. Setelah memasukan semua belanjaan siwon langsung pamit pulang pada luhan, karena hari sudah malam.

"oppa" panggil luhan seblum siwon benar-benar meninggalkan aprtemennya

"mian… mian oppa, aku tidak bisah menjaga ajumma dengan baik hiks… mian oppa hikks" akhirnya tangis luhan pecah, siwon yang tidak mengerti dengan situasi tersebut langsung menghampiri luhan dan memeluknya, ia berusaha menenangkan luhan.

"waeyo luhan ah? Apa sehun berulah lagi eoh?"

"anio oppa, aku hiks mian hiks aku tidak menjaga ajumma dengan baik hiks. Aku-"

"luhan lihat oppa, apa yang sebenarnya terjadi eoh? Kanapa kau menangis? Ada apa dengan eomma?"

"ajumma hiks ajumma dibawa oleh orang yang mengaku sebagai hyungmu oppa"

Deg deg

Jantung siwon langsung berdetak kencang seolah akan keluar dari tubuhnya.

Apa yang luhan katakana tadi?

Eommanya dibawah oleh hyungnya?

Shit

"oppa pergi dulu luhan ah, ada yang harus oppa selesaikan. Istirahatlah" siwon langsung keluar dari apartemen luhan, segera diambilnya ponsel miliknya di saku celananya dan menghubungi seseorang

"dimana kau sekarang hyung?"

"kemana saja kau siwon ah? Aku menghubungimu sedari tadi. Ajjushi, ia sudah pergi siwon ah, pesawat yang ditumpanginya telah disabotase oleh seseorang. Sehingga hilang kendali dan terjatuh di lau"

"MWO!" langkah siwon langsung terhenti mendengar apa yang diucapkan oleh seseorang di line seberang. Seluruh badannya lemas, apa ini? apa tuhan berniat menghukumnya? Kenapa harus appanya?

"siwon ah… siwon ah kau-"

"hyung selidiki keberadan mereka secepatnya, akan aku bberi mereka pelajaran yang tidak akan perna mereka lupakan seumur hidup"

"ada lagi yang perlu kau tahu siwon ah, pelaku utama dari semua ini adalah orang yang sama dengan perencanaan pembunuhan yang dialami oleh cho kyuhyun"

"dam, aku tidak akan membiarkannya lolos" pekik siwon

….

..

.

Jinki baru saja menginjakan kaki di rumahnya, Nampak raut lelah diwajahnya. "aku pulang" serunya. Tapi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya betah dengan lelahnya. Sebuah suara nan merdu mengalun lembut menyapa gendang telinganya, seolah memberikan kekuatan untuknya dan inilah yang memang ditunggunya sedari tadi. Suara lembut sang malaikat – eommanya.

"mari chagi kau pasti lelah, ne? biar eomma pijat" leeteuk yang melihat jinki masuk segera beranjak dari duduknya dan menuntun jinki untuk duduk di sofa

Leeteuk mengusap dengan sayang surai hitam milik sang anak menyalurkan ribuan kasih wajah jinki yang sedang menumpukan kepala di pahanya sembari memejamkan mata.

"tidurlah jika kau ingin tidur chagi"

"anio eomma, aku harus berbicara dengan appa"

"tapi appamu belum pulang chagi, lagipula masih bisa besok bukan?"

"tidak bisa eomma"

"apa sepenting itu eoh?"

"ne"

"baiklah, tapi eomma tetap ingin kau istirahat-"

"eomma…." Jinki memotong ucapan leeteuk dan langsung bangun dari baringannya lalu menatap eommanya dengan tatapan memohon andalannya

"aigoo, tidak sopan eoh memotong perkataan orang tua"

"mianhae eomma" lirihnya menyesal

Tanpa disadari keduanya seoramg namja yang umurnya sudah tidak bisah dikatakan muda lagi tapi masih memiliki fisik yang tidak kalah dengan namja sekitar tiga puluh tahunan melihat interaksi antara ibu dan anak tersebut.

Kangin, namja paru baya tersebut berdehem membuat jinki dan leeteuk balik kearahnya.

"ehhmmm"

"appa ! syukur appa sudah pulang, ada yang ingin aku sampaikan appa"

Walau nada bicara jinki terdengar santai namun kangin dapat menangkap ada sesuatu yang tersembunyi dari nada cepat kangin langsung menganggukan kepalanya "kita bicara di keruangan appa"

"apa sepenting itu eoh? Sampai melupakan waktu makan malam?" seruan leeteuk menghentikan langkah kangin dan jinki. Ayah dan anak itu langsung menepuk jidat mereka kompak dan kemudian memasang senyum lima jari.

Henry yang sedari tadi di kamarnya sudah turun ikut bergabung di meja makan dengan kedua orang tuanya dan jinki. Namun ada dua kursi yang masih kosong tampa penghuninya, yah keduanya adalah ryeowook dan sungmin. Hal ini membuat leeteuk sedikit bersedih dan kesepian dengan tidak hadirnya kedua putrinya tersebut.

Suasana dimeja makan yang biasanya akan ramai dengan celotehan ryeowook tentang desain barunya dan tingkah aneh sang tunangan yesung yang lebih memili menghabiskan waktunya dengan sang kura-kura. Berbeda dengan sungmin yang akan membicarakan hari-harinya di kampus.

Sadar dengan perubahan eommanya jinki langsung memeluk eommanya. "eomma, Minnie hanya pergi berlibur bukannya tidak akan pulang lagi. Wookie juga akan pulang beberapa hari lagi bukan? Atau eomma ingin aku temani mejenguk Minnie di seogwipo?"

Leeteuk yang mendengarnya langsung senang, sedangkan kangin? ia tersenyum melihat kehangatan tersebut.

"oh iya…. Aku baru ingat! Kemarin waktu aku keapartemen Minnie noona untuk mengambil buku., ada seorang namja yang mencari Minnie noona. Ia juga mengaku sebagai namjachigunya Minnie noona" henry menyeruakan hal yang baru saja diingatnya ketika mendengar nama sungmin noonanya di sebut oleh jinki hyungnya. Ia tidak sadar jika ucapannya membuat tiga orang di meja makan tersebut langsung diam. "wae" henry yang menyadari itu langsung bertanya pada ketiganya.

….

..

.

"apa maksudmu jinki ah? Jangan mengada-ngada" kangin tersentak ketika mendengar kenyataan yang baru saja di dengarnya. Bukankah setahunya semua itu adalah kecelakaan.

'tidak appa, anak buahku tidak mungkin salah memberikan informasi. tuan Choi minho meninggal dalam perjalanannya menuju jepang. Aku yakin beritanya akan memenuhi koran dan media besok"

"lalu apa hubungannya dengan percobaan pembunuhan yang dialami kyuhyun?"

"orang yang membunuh tuan choi minho sama dengan orang yang mencoba membunuh kyuhyun appa, memang benar tuan choi minho meninggal karena kecelakaan pesawat, tapi itu semua karena pesawat tersebut telah disabotase... dan aku berani bertaruh berita yang keluar besok adalah tuan choi minho pemilik dari choi corp yang tewas karena kecelakaan pesawat"

"tapi bagaimana kau dan anak buahmu bisah tahu tentang hal ini? apa kalian mematainya?"

"anio appa, istri tuan choi minho, choi taemin dirawat di JK Hospital"

"lalu"

"aku sedikit bingung dengan kondisi nyonya choi, appa. menurut sehun kondisinya tidak seperti yang orang katakan, nyonya choi sangat sehat walau dari luar ia seperti orang sakit. Dan sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh nyonya choi. Luhan perawat yang ditugaskan khusus untuk merawatnya, mengatakan padaku nyonya choi hanya memperlihatkan respon ketika orang yang menemuinya adalah choi siwon. Bukankah itu sedikit aneh apaa?"

"jadi karena hal itu, maka kau mematai meraka"

"ne"

….

..

.

"mereka ada di mirotic club, kelas VIP"seru sindong

pip

Tanpa menunggu lama siwon langsung melajukan mobilnya menuju mirotic club, sesampainya disana banyak yeoja yang menempelinya dan merayunya namun tidak dihiraukan oleh siwon. Ia segera menuju kesebuah ruangan VIP yang tadi sebelumnya telah ia tanyakan pada salah satu pekerja disana

Brak

Pintu yang tadinya bertengger manis dan berdiri dengan kokoh di hancurkan dengan gampangnya oleh siwon. Ia sudah sangat murka dan muak untuk bertingka laku sopan lagi. Sekarang yang ada di pikirannya hanyalah membunuh orang yang telah berani mencelakai appanya.

"akh" terdengar ringisan dari seseorang yang telah di cekik oleh siwon, sementara yang lainnya kaget karena kemunculan siwon yang mendadak ditempat mereka bahkan mencekik salah astu kawan mereka.

"katakan padaku apa benar ia yang menyuruh kalian membunuh appaku hah?" Tanya siwon dengan amarah yang meluap-luap. Walau ia sendiri tahu jawabannya dengan pasti, tapi ia tetap ingin mendengar langsung dari orang-orang yang telah membunuh appanya

"hahahah jika ia kenapa? Kau ingin melawannya? Bocah sepertimu yang bisah bersembunyi dibalik punggu orang lain bisah apa eoh?" seru salah satu dari kawanan tersebut

"ck, benarkah ? mari kita buktikan" dengan cepat siwon langsung memiting leher namja yang tadi di cekiknya hingga namja tersebut tewas seketika "mari kita selesaikan ini dengan cepat, lima menit aku rasa itu waktu yang pantas untuk kalian menikmati hidup sempurna kalian"

Siwon mulai memukul setiap orang yang ada di ruangan tersebut, 3 orang minus satu orang yang telah dibunuhnya berarti sisa 2 orang. Bagi siwon yang merupakan ahli dari belah diri tidak susah untuk melawan kedau orang tersebut apalagi ditambah dengan fisiknya yang sangat mendukung. Setelah lima menit berlalu kedua orang tersebut telah tumbang, tangan dan kaki mereka sudah patah, dam dapat dijamin beberapa organ tubuh keduanya telah hancur. Kini keduanya hanya bisah pasrah dalam kesakitan menunggu maut menjemput mereka secara perlahan namun pasti.

….

..

.

"jadi ini rumahnya? Aku tidak menyangka jika sungmin adalah anak orang kaya. Aku pikir ia hanya yeoja biasa"

"ne kau benar,tapi bukankah itu bagus"

"yah sangat bagus, sungmin ia akan aku jatuhkan lagi. Kekekek"

TBC

Qq tahu Qq udah telat banget updatenya….. mian….. jeongmal mianhae ne chingudeul. Ada beberapa masalah yang harus Qq selesaiin di tambah dengan makalah dari dosen yang materinya uhhhh susahnya minta ampun dah, biasanya Qq hanya butuh waktu sehari untuk nyelesain tugas makalah ehhhh kali ini sunggu teramat susah…..! udah Qq kerjain 3 hari tapi belum kelar juga. Sedangkan Qq bisa bebas ketik yah diatas jam 9 malam jadi kalau udah cape yah gitu deh…. Qq bakalan tidak sempat untuk ngetik -_- hadeuh mian chingudeul kok Qq jadi curhat yah?

Qq udah baca reviewan chingudeul tapi Mian ne kali ini Qq tidak bisah balas review chingudeul -_- jeongmal mianhae….! Tapi walaupun Qq tidak sempat balas reviewannya chingudeul jangan bosan-bosan untuk review ne, sunggu review dari chingudeul sangat berharga untuk Qq dan juga merupak penyemangan Qq waktu ngetik ff kyumin story ini…. jadi sekali….. review ne chingudeul

Special thanks to

.vikink, MingKyuMingKyu, .1272, Guest, Heldamagnae, adhe kyumin 137, abilhikmah, meike chan, whey.K, Ria, dewi. , paboGirl, Fariny, SuJuXOXO91, ShinShinSparKyu

Oh iya Qq hampir lupa heheh, untuk typo (s) yang bertebaran diawal ampe akhir part ini Qq minta maaf ne… Qq tidak sempat baca dan edit lagi

Untuk silsilanya kyu ama siwon Qq dah masukin tapi mungkin masih belum lengkap….. mian ne chingu

Dan yan terakhir

Udah berani baca maka harus berani review donk ;)

RnR

Jaebal

Qqifannie