Hahaha…Author nan gaje nih come back with chapter 7! Sepi nih dirumah semuanya pergi kecuali aku. Karna pengen banget buat Fic, jadi aku gak ikut pergi ke Baturaja. Yaiyalah gak ikut, nginep. Ya sudahlah jangan dipikirin Author yang hobi curhat ini, oke kali ini saia gak ngebahas soal test kita akan ngintip dikit liburan sehari yang gak boleh disia-siakan!. Kita mulai ceritanya!!!!!!!!!!
ES21 punyanya Riichiro Inagaki & Yusuke Murata. Fic nan gaje ini di buat oleh Author gila (gak usah diurusin nih anak).
"Congratulation!"
Chapter 7: Ujian SMU Deimon, Liburan!
Warning:
Abal, gaje, gak enak dibaca, gak bagus dijual (emank barang), garing kayak roti kegosongan, gak bermutu kayak barang rongsokan, gak ada bagusnya sama sekali, gak ada lucunya, gak ada humornya, banyak banget kesalahannya, dan gak ada mereknya (?).
(yang gak suka, gak usah baca, tombol "Back" masih menunggu)
~~ooooOOOoooo~~
Sama seperti biasa, suasana masih terbawa suasana liburan. Murid sekolah Deimon yang remidi ini akhirnya bisa merasakan liburan juga setelah sekian lama menunggu untuk dibolehkan liburan (kayak lagu ya, sekian lama aku menunggu). Hari ini hari yang tidak boleh disia-siakan, yuk kita liat bagaimana liburan mereka.
Liburan Mamori.
Tap..tap..tap...seorang cewek turun dari tangga menuju ke ruang keluarga untuk menonton tv dan mengambil sedus kue sus berbagai rasa, ada rasa buah rambi, selentik (buah selentek ini, sering ada di SD saia), jeruk, kacang ijo, kunyit, jahe, laos, bawang (ini bumbu dapur?) dan kemudian duduk di sofa.
"Ah aku mau nonton dulu ah." kata Mamori.
Tiit…
Pemirsa ada seorang anak mencuri kunci jawaban saat UN, anehnya bukan jawaban UN yang diambil tapi kunci gudang yang berisi tentang jawaban dari soal UN. Entah apa tujuannya mencuri kunci gudang.
Tiit…
Hai, Spongebob apa kau sudah selesai dengan ujiannya?
Patrick, aku gagal lagi. Padahal ini test yang ke 969.000.
Tiit…
Apa yang kau lakukan Ueki? Kalo kau menggunakan kekuatannmu padanya, kamu bisa kehilangan bakatmu!.
Kau terlalu berlebihan Ai, toh aku tidak apa-apa waktu bakatku hampir hilang.
Itu karena kau menang darinya (Author lupa namanya, yang pernah menelan Robert Haydn itu) belajarlah untuk tidak menggunakan kekuatanmu!
"Apa tidak ada acara lain! Dari tadi tentang belajar mulu bosen aku." keluh Mamori yang sedang makan muncrat-muncrat kesana kemari sampe kena wajah Ayah & Ibunya.
"Mamori, kalo makan itu jangan muncrat-muncrat." Ibu Mamori menasehatinya.
"Ah, dari pada nonton mendingan aku mutar kaset aja." Mamori mengambil kasetnya yang berjudul 'Anak Durhaka' tapi, sayang tuh kotak kasetnya berlumuran percikan kue sus dari mulut Mamori *di lempar ke sumur*. Lalu Mamori langsung duduk di sofa.
Oh anak ku, kau jahat sekali.
Ibu yang jahat, kenapa aku disuruh sekolah (anak ini gila atau aneh sih?).
Itu karna Ibu sayang padamu, anak ku. Ibu ingin kau pinta dan rajin belajarr.
Tit…
"Aduh aku bisa gila gara-gara dari tadi denger tentang belajarrr….mulu! Aaaaaa." teriak Mamori dan mengacak-acak rambutnya karena tidak tahan dengan nasibnya (kacian).
Liburan Haha Brothers.
"Lo mau apa? Hah! Nantangin gue? Gak malu apa?." Jumonji memulai pembicaraan. Sepertinya mereka bertiga ada masalah sama seseorang.
"Iya, gak malu! Nantangin kami ye? Berani banget lo." lanjut Kuroki yang matanya hampir keluar gara-gara marah besar (segitunya?).
"Dasar, lo gak tau siapa kami? Gak tau malu!." dilanjutkan lagi oleh Togano yang juga marah-marah sama seseorang.
Lalu teman orang yang jadi sasaran empuk buat dipukuli oleh Haha Brothers pun datang. Teman orang itu pun membela.
"Kalian yang gak tau malu! Masa' berkelahi sama anak SD?." katanya membela temannya yang sudah babak belur kayak ditinju dan diremuk oleh Ade Rai. Matanya keluar sebelah, tangannya masuk kedalam kaleng, wajahnya seperti tidak dikenali lagi, aduh kacian tuh anak (saia gak bisa ngebayangin).
"DASARRRR….." geram Haha Brothers kepada ke2 anak SD itu, ya ampun yang satunya udah babak belur, ehh…yang satunya lagi mau nyusul.
Liburan Sena, Monta, dan Taki.
Sena dan Monta berjalan menuju rumahnya Taki karena mereka berjanji akan jalan-jalan bersama. Entah kemana, karena waktu itu mereka salah masuk tempat. Mereka mau ke rumah makan yang gelep-gelepan gitu, ehh…malah masuk diskotik. Halhasil mereka bertiga mabok, ehh…taunya tuh diskotik udah dikerumuni Polisi kasihan amat tuh mereka.
Tok..tok..tok..pintu pun diketuk dan yang membukanya…..
"Ya, siapa? Ehh…Sena dan Monta silahkan masuk." Suzuna mempersilahkan masuk tamunya itu.
"Terima kasih Suzuna, tidak usah." kata Monta bijaksana.
Setelah menunggu Taki sampai 3 jam entah apa yang dia lakukan, akhirnya mereka memutuskan untuk jalan-jalan.
"Ahaha, kita mau kemana?." tanya Taki muter-muter gaje.
"Aku gak tau, ehh..awas nanti masuk kelubang! Itu tuh ada lubang." Sena nunjuk-nunjuk ke lubang yang kayaknya dalem banget. Belum beberapa menit diomongin Taki udah jatuh ke liang kubur *dibunuh* maksudnya jatuh ke lubang.
"Ehh, Taki! Ya jatuh deh tu orang idiot. Gimana nih Monta?." Sena pun meratapi nasibnya Taki yang jatuh kelubang. Padahal, tulisannya tuh gede banget! Buta kali yeee?.
"Ibu, kenapa aku di belikan ikan?." ada seorang anak kecil merengek-rengek.
"Kan kau yang pinta?."
BRUUUAKK……ikan jatuh kelubang juga, kasihan nasib si Taki dan si Ikan itu.
"Huwaaa…………" anak kecl itu pun menangis.
"Tinggalkan saja Taki, yuk jalan." jawab Monta yang jahat banget ninggalin temennya meskipun dia idiot.
Tiba-tiba anak kecil yang nangis tadi datang dan mencubiti Monta, terus memeluknya, menamparnya, pokoknya anak itu gemes sama Monta (apa coba yang harus digemesin sama Monta? Kok bisa ya?).
"Apa-apaan kau ha?." berontak Monta dan melepaskan sesuatu yang ada dibadannya.
"Ibu monyetnya keren dia bisa bicara! Ibu, bolehkan aku memeliharanya? Aku janji akan aku kasih makan soalnya monyetnya ajaib bisa bicara." pinta anak kecil itu dengan mata berbinar-binar kayak Shincan.
"Boleh, ayo Ibu aja yang bawa kan monyetnya besar. Dan ibu juga bawa rantai untuk mengikatnya." Ibu dari anak itupun mengikat Monta dan menyeretnya pulang.
"KYAA…apa ini? Sena tolong aku!!!! Apa kau dengar?." teriak Monta percuma karena Sena sedang bersama Suzuna.
"Maap ya Monta, aku ada urusan sama Suzuna." jawab Sena seada-adanya pada Monta yang malang sekali nasibnya. Itulah hukum karma, Monta tidak peduli sama Taki, Sena pun tidak peduli padanya.
"TIDAAAKK……" Monta berteriak untuk yang terakhir kalinya. Sungguh malang nasibnya.
Liburan Mushasi.
Tap..tap..tap..krek...Mushasi datang menjenguk Ayahnya yang ada di rumah sakit. Mushasi sepertinya membawa sesuatu yang dibungkus disebuah kantong berwarna hitam untuk siapakah? Yap anda benar! Bungkusan itu untuk ayahnya. Mari kita tengok-tengok yang dilakukan Mushasi.
"Selamat siang Ayah! Apa kabar ayah?." sapanya dengan tebaran senyum yang luas tapi, bagaimana pun juga dia tersenyum tetap aja kayak kakek-kakek *dikubur hidup-hidup*.
"Siang, ayah baik kok." balas sapaan yang diberikan anaknya tapi, sepertinya kalo diliat-liat mereka seperti seumuran *dibakar dan dilempar ke jurang*.
"Ini, aku bawakan sesuatu untuk Ayah! Pasti suka." dengan rasa kepercayaan dirinya dia masih menebar senyum.
"Apakah isinya buah? Kuharap begitu. Apa itu?." Ayahnya Mushasi berkata dalam hati dan berharap isinya adalah buah dan untuk meyakinkannya, ia bertanya kepada Mushasi.
"Saya bukakan ya?."
Deg…
"Ayo! Buah-buah…" dengan penuh harapan dan mata berbinar-binar untuk mengharapkan buah.
Deg…
"Ini paku, palu, cangkul, papan, paku payung, paku beton, kaca, dan…" Mushasi menunjukkan sesuatu yang dibawanya dan langsung dipotong oleh Ayahnya.
"Kau pikir Ayahmu ini kuda lumping? Kau bawakan alat-alat bangunan? Kau mau Ayah memakannya?." teriak Ayahnya gaje.
"Kalo Ayah mau, kenapa tidak?." kata Mushasi sepolosnya dan sejujurnya.
"Kau……" geram Ayahnya.
Liburan Yukimitsu.
"Manabu, kau sedang apa di kamar?." tanya Ibu Yukimitsu dari bawah dan menuju kamar Yukimitsu.
"Seperti yang Ibu lihat, aku mengerjakan soal-soal 60 tahun yang lalu." jelas Yukimitsu sedikit ngedumel. Bayangkan saja di mejanya bertumpuk 168 buku. Wah…wah..wah..
"Ini Ibu bawakan 20 buku lagi yang tahun 1935, jadi kamu harus mengerjakan soal 75 tahun yang lalu ya!." senyum Ibunya walaupun gak ada bagusnya *di lempar ke sumur* dengan ceria + cengir-cengir (seneng ya?).
"Apa? Buku yang Ibu kasih 1 minggu yang lalu aja belum selesai! Ibu tambah lagi? Aduh pusing kepalaku." tiba-tiba Yukimitsu pingsan ditempat yang membuat Ibunya khawatir setengah mati terus disusul oleh Ibunya (?).
Liburan Kurita dan Hiruma.
"Hi..Hi..Hiruma..kau ingin mengajakku kemana?." tanya Kurita merinding karena tiba-tiba dia dibawa kabur waktu makan siang. Ya, orang tuanya sih kagak berani wonk dia setan *ditembak*.
"Aku ingin mengajakmu ke toko sialan ini! Kekeke…" cengir Hiruma (ato mala ketawa?) ala setannya.
"Inikan…" kata-kata Kurita terputus saat melihat sebuah toko yang ditunjuk Hiruma.
"Hei kau kepala botak sialan! Mana Machine Gun terbaru yang ku pesan kemarin?." bentak kasar oleh Hiruma kepada penjual yang memang botak banget ampe kepalanya bisa buat berkaca! Pokoknya kinclong banget.
"Ini di…di..a..pak…" jawab pak botak itu ketakutan dan mengeluarkan keringat sebakul (hah?).
"Kekeke….ayo pergi gendut sialan! Sekarang kau mau kemana?." ajak Hiruma yang sedang membawa senjatanya yang baru.
Sampai ditempat yang Kurita inginkan.
"Kau…gila ya? ke tempat makanan manis sialan ini?." Hiruma terkejut melihat sebuah toko kue, biasa Hiruma kan benci kue.
"Wah…kue….! BRAKK…BUUK..TRAAK.." sergap Kurita yang tiba-tiba masuk ke toko itu dan merampas beberapa kue yang mau dimakan maupun yang belum dimakan sehingga membuat semua ricuh gak karuan sampe-sampe ada yang muter-muter sambil jerit-jerit.
"Kau..orang gila kenapa ada disini! Sembarangan memakan kue kami!." marah seorang Manager toko kue itu yang berusaha menghentikan Kurita. Halhasil, tetap tidak bisa.
Seseorang pun datang menghampiri Hiruma, sepertinya orang yang menghampiri Hiruma itu adalah pegawai toko kue itu.
"Mas..mas..itu temen mas?." seorang pegawai toko itu bertanya kepada Hiruma dengan nada marah (mau nyari mati ya?).
"Enak aja lo ngomong sembarangan! Masa' gue temenan sama orang aneh kayak dia? Lo gak tau ya siapa gue?." Hiruma membela apa yang dikatakan mas-mas yang ingin nyari mati itu.
"Saya tau kok, maap telah mengganggumu permisi tuan." akhirnya mas itu pun sadar kalo dia ingin nyari mati dengan setan jahannam itu.
"Si gendut sialan itu bikin malu aja! Untuk aja aku gak bilang temenan sama si gendut sialan itu." gumamnya dalam hati dan langsung kabur dari tempat itu.
To be continued to chapter 8
Sama seperti yang saia lakukan, saia akan membalas review kalian maap hanya sebagian, soalnya dikejar waktu di warnet ^^.
-Fuuki Inchou Ange: Kamu suka gambar? Aku sangat suka!.
-Chrystha McDohl Suikogirl: Tentu Sena yang lulus!
-RisaLoveHiru: Kalo Mamori yang lulus, bakal gak seru. Thanks ya atas peringatannya *peluk-peluk*
-just reader 'Monta': Gak apa-apa, sebelum minta map, saya juga dah maapkan.
-mayumikarinzLoveWorld: Thanks ya dah review ^^.
-Youichi Fitria -Alice-: Klo pun ada, paling dibunuh oleh KepSek gara-gara pacaran mulu.
-Devilish Cutie: Thanks ya dah semangatin ^^.
Thanks ya yang udah review. Tolong ini juga direview ya! makasih….
Libur tlah tiba! Hore! Hore! Hore! Senengnya libur ^^ meski begitu, aku harus belajar untuk semester nanti. Liburan ini membosankan karena saya tidak tau apa yang harus dilakukan. Dan, mohon maap kalo nih cerita makin hari makin gaje makin gila (itu menurutku). Dan akhir kata saia mohon review ya! karena sangat membantu. ngeFlame? Boleh asalkan si Flamer itu lebih baik dari saya!. Tolong review…….
