Halo readers dan author terhormat~

Akhirnya chapter 7 juga, sudah lama update nih.

Sekarang Yuuki udah kelas 3. Semua tetep semangat ya~. Biar semangat, baca fanfict ini (promosi melulu nih author ==")

Ya, sebelum kita mulai, kita bales review para readers yuk~

snowlily : Suka vocaloid ya, sama dong~, tapi aku nggak tau tentang 7 sins, kalo imitation black sih tau soalnya sering dengerin lagu bareng author Kagami.

shebyebhychan mls login : Kependekan ya? Iya nih, ide pada macet di jalan (emangnya jalan tol). Wuih, suka persona juga ya, kita sama dong, kan Ulrika itu cantik tapi gobloknya keterlaluan 'dihajar fans Ulrika'. Jujur namamu lucu, lagi males log in ya?

Yuk, kita lanjut aja yuk ceritanya~


Enna : "Apa boleh buat, daripada itu, sebaiknya kita makan siang dulu,"

Chloe, Et & Ulrika : "Setuju!"

Puniyo : "Puni!"

Enna : "Ngomong-ngomong, siapa orang ini? *nunjuk Vayne*"

Chloe : "Dia dulu murid di Al-Revis Academy dan Alchemist terkenal di kampus kita, namanya Vayne Aurelius,"

Enna : "Wah, Vayne Aurelius! *masang mata berkaca-kaca*"

Puniyo : "Puni? Puni puni?"

Puni Jiro : "Kata Puniyo, loh? Emang Enna tahu Vayne Aurelius?"

Enna : "Ada rumor katanya dulu selain bisa alchemy, dia juga tahu tentang senjata dan alat-alat mekanik lainnya. Kupikir hanya rumor, ternyata di perpustakaan ada,"

Ulrika : "Gila! Aku nggak tahu apa-apa tentang Vayne-sensei, tapi aku juga nggak nyangka bahwa Chloe yang suka ngutuk orang dan Enna yang tergila-gila dengan hal yang mekanis tahu tentang Vayne-sensei. Ini aku yang gila atau dunia ini yang gila? *sambil sweatdrooped*"

Et : "Hei, kapan kita makan siang? Aku udah laper nih,"

Enna : "Iya iya, sabar sedikit dong,"

Akhirnya mereka makan siang bersama, (Yuuki : "Jujur, lagi males ngetik mereka makan apa, maaf ya readers,"). Tiba-tiba tercium bau sedap.

Et : "*sniff sniff* Ada bau enak nih?"

Ulrika : "*sniff sniff* Iya, kayaknya enak,"

Chloe : "Asalnya dari sini,"

Dan ternyata itu adalah...


All : "Author!"

Yuuki : "HAH! Pada ngapain semuanya ke sini? Gangguin aja, lagi masak tau!"

Ulrika : "Hah? Author bisa masak?"

Yuuki : "Ya bisalah, kalo nggak bisa ngapain juga masak,"

Chloe : "Wuih, masak telur dadar nih,"

Et : "ENAK!"

Yuuki : "Woy, jangan dimakan, belum sarapan tau!"

Enna : "Kok bisa enak begini? Emang masukin apa aja?"

Yuuki : "Ah, paling cuma masukin kecap, saus tomat, saus sambal, garam, lada hitam, lada putih, gula sama vetsin *masang wajah ceria*,"

All : "*sweatdrooped* Cuma?"

Yuuki : "Tapi kata Okaasan (ibu) enak tau!"

All : "*speechless*"

Yuuki : "Ngapain pada di sini, balik ke tempat sana!"

All : "SIAP!"

Yuuki : "Ya udah, kita lanjutin aja yuk~ *sambil makan telur dadar*"


Mereka menikmati makan siang mereka, tapi tiba-tiba saja terjadi gempa!

DRRTTT (Yuuki : "Maaf ya, author nggak tahu kalo gempa suaranya kayak gimana,")

Raze : "AH!"

Ulrika : "Hup! *megang badan Raze* Nggak apa-apa?"

Raze : "Iya, *sambil ngangguk*"

Et : "Barusan tadi gempa ya?"

Chloe : "Iya, tapi kenapa gempanya sebesar ini ya?"

Enna : "Tapi..."

Puniyo : "Puni?"

Puni Jiro : "Kata Puniyo, kenapa?"

Enna : "Kayaknya gempa barusan bukan gejala, melainkan buatan,"

Et : "Benarkah?"

Vayne : "Sebenarnya, yang dikatakan Enna benar,"

All kecuali Enna : "HAH!"

Vayne : "Aku pernah tinggal di sini beberapa tahun, memang di sini kadang ada gempa, tapi tidak sebesar ini, kemungkinan ini perbuatan manusia atau Mana,"

Et : "Mungkin Mana yang mengendalikan bumi dan tanah,"

Puni Taro : "Maaf kalo menggangu, tapi..."

Puni Kichi : "Pada saat kami disini kami memang pernah diserang banyak Mana, tapi..."

Puni Jiro : "Kami hanya diserang oleh Mana angin dan Mana salju, tidak ada Mana bumi dan tanah,"

TIME STOP


Yuuki : "Untuk para readers, jujur aku udah lama nggak main Mana Khemia jadi lupa lagi. Maaf ya NIS America dan GUST, *membungkuk 80 derajat*"

TIME RETURN


Et : "EH! Benarkah itu!"

Enna : "Iya,"

Ulrika : "..."

Chloe : "Hei, kenapa kau diam saja?"

Ulrika : "Eh, nggak, cuma..."

Chloe : "Ng?"

Ulrika : "*bisik-bisik ke Chloe*"

Chloe : "HAH! YANG BENER!"

Ulrika : "SSTT! Jangan keras-keras!"

Chloe : "Emang kamu dengar dengan jelas?"

Ulrika : "Sebenarnya aku ngeliat langsung, dia gelisah banget, (Yuuki : "Yang masih kelihatan bingung, baca di Chapter 1 ya~, author lagi males ngetik, *dihajar warga sekampung*")"

Chloe : "Kenapa kamu nggak jujur aja sama dia? Kamu sendiri juga suka dia kan?"

Ulrika : "Tapi..."

Chloe : "Tapi kenapa?"

Ulrika : " Kalau ngeliat Raze yang masih kecil, rasanya aku belum siap,"

Chloe : "Kalian benar-benar cocok ya?"

Ulrika : "Eh?"

Chloe : "Ah nggak, lupakan yang tadi aku katakan barusan,"

Ulrika : "Selain itu... sebenarnya Chloe..."

Chloe : "Ada apa lagi?"

Ulrika : "*bisik-bisik ke Chloe*"

Chloe : "HAH? KENAPA NGGAK BILANG DARI TADI!"

Et : "Kenapa sih? Daritadi teriak-teriak melulu?"

Chloe : "Dia tahu penyebab gempa ini,"

Enna : "Benarkah itu?"

Ulrika : "Iya, aku sudah tahu siapa yang menyebabkan gempa ini,"

Enna : "Kalau begitu, siapa yang menyebabkannya?"

Ulrika : "Mungkin "mereka" yang melakukannya,"

Et : "Mereka?"

Ulrika : "Sudahlah, ikuti aku saja,"

Akhirnya mereka semua mengikuti Ulrika.

Ulrika : "Mereka lah, yang menyebabkan gempa itu, *nunjuk 2 makhluk (Yuuki : "Bukan setan loh ==",")*"

All : "HAH! MEREKA KAN..."

To Be Continued


Yuuki : "Akhirnya selesai juga, maaf ya kalo fanfict-nya pendek, soalnya ide suka macet, kelas 3 banyak tugas, dan kesibukan lainnya,"

Ulrika : "Emang sibuk apaan? Biasanya juga santai,"

Yuuki : "Walaupun santai, tapi banyak tugas tau!"

Chloe : "Ngomong-ngomong soal sibuk, author nggak bisa bikin fanfict dan hiatus dong?"

Yuuki : "Siapa bilang?"

Ulrika : "Loh? Tapi tadi katanya banyak tugas,"

Yuuki : "Iya, sebenernya kita (YuMi Project) mau aktif sama hiatus, jadilah semi-hiatus~"

Chloe : "Yah, kirain hiatus,"

Yuuki : "Ya udah, para readers, annoymous, aa dan teteh author, Yuuki mau mengucapkan, selamat berpuasa yang melaksanakannya, dan tentu saja, review please, until next time, we'll meet again,"