AUTUMN MAPLE
.
Desklaimer Tokoh: Masashi Kishimoto
Desklaimer cerita: Kinoshimizu Bie Uzumaki
Pairing: SasuSaku n GaaFEMNaru
Genre: Romance/Drama
Rating: T
A/N:
Terimakasih semuanya yang udah setia review fict Kino.. ^o^
*bungkuk2*
Untuk setiap chappy di Autumn Maple, akan ada lagu-lagu backsound yang menyertainya. Diusahakan punya, ya,.. Karena menurut Kino, lagu-lagu ini asik dan ngena banget ama suasana chara yang ada pada saat kejadian.
Kalian semualah yang membuat Kino semangat buat nulis.. (baca:ngetik, hahaha)
*perasaan ni orang kopi paste melulu, yach.. =_="*
Oke, Keep reading, yaw! ^_^b
.
Theme song Autumn Maple : My Heart (Acha-Irwansyah)
Chappy 6
.
"Sakura! Sakura!" panggil ibu Sakura dari bawah.
"Ya.. Ada apa, Bu?" Sakura yang tengah menyisir rambut pink yang masih basah pun segera meletakkan sisir di meja rias. Sakura turun ke tangga dan mencari alokasi sumber suara ibunya. Yang ternyata ditemukannya ibunya tengah membuka isi secarik surat di ruang makan. Ruang makan sudah biasa dijadikan tempat rapat keluarga. Karena tempat ini lebih luas dari tempat nyaman yang lain.
"Ada apa, Bu? Surat dari siapa?" Sakura terus memandangi surat itu. Dalam hatinya ia berharap bahwa itu adalah surat balasan dari Sasuke tentang surat yang dikirimnya kemarin melalui Tenten.
"Surat dari ayahmu.." kata ibu Sakura. Sakura kecewa.
"Oh.." katanya tak bersemangat.
Ibu Sakura tersenyum. Ia tahu apa yang anaknya pikirkan. "Sasuke akan ikut pulang bersama ayahmu besok sore.." kata beliau dengan tak menghilangkan tersenyum di wajah.
Mata Sakura membulat. Sakura merasakan dalam hatinya tengah musim semi. Semua harapan berkumpul menjadi segumpal semangat yang memberikan energi kehidupan yang baru baginya.
"Be.. Benarkah, Bu???" tanya Sakura mendekat ke muka ibunya. Berharap ibunya tak membohonginya ataupun sekedar menghiburnya.
"Bener kok, Sakura.." tawa manis ibu Sakura.
Senyum 227* spontan merekah pada bibir cantik Sakura. (*senyum paling sumringah)
"Kyaaa...!!" Sakura menjerit senang. Ia berlari girang sambil meloncat rendah memutari meja makan tempat ibunya duduk.
"Hei.. Hei! Sakura. Tenanglah sedikit.." cengir ibu Sakura. "Ibuuu...!!" Sakura memeluk ibunya. Ibu Sakura hanya memaklumi rasa senang Sakura. "iya, iya.."
"Hehehe.. Makasihh..!! Muachh..!!" Sakura mencium pipi ibunya. Ibunya merona. "Hei.. Kau tidak mempersiapkan sesuatu untuk kepulangan Sasuke, hah?" tanya ibu yang lembut ini.
"Eh.." mata Sakura membeku. "Be.. Benar juga, ya Bu.." Sakura melepas pelukan dari ibunya.
"Em.. Bagaimana kalau Sasuke kita sambut sekeluarga. Kita ajak dia makan malam bersama. Sekalian menyambut ayahmu. Gimana menurutmu?" Ibu Sakura memandang Sakura. Meminta pendapat.
"Em.. Boleh juga, Bu..!" Sakura meletakkan jari telunjuk ke pipinya sendiri.
"Oke. Kalau begitu, besok pagi kamu belanja keperluan kita. Ntar ibu catatkan bahan-bahannya."
"hehe.. Iya!" senyum Sakura.
Ibu Sakura ikut bahagia melihat Sakura bahagia.
.
.
Sementara di Pusat Markas Militer Konoha
.
Jendral Neji berjajar lebih kedepan daripada para jendral yang lain.
"Penyematan tanda keberhasilan oleh jendral Neji, dilaksanakan.." suara pengarah upacara dari microfon diperdengarkan. Neji yang berseragam hijau maroon mengambil tempat di depan para perwira yang menggunakan seragam biru maroon yang berjajar rapi satu sab di tengah lapangan upacara.
Salah seorang perwira cantik bernama Ino mulai bergerak tegap membawa baki berlapis kain sutra merah. Perwira cantik dan tegas itu mengambil tempat di belakang Neji. Mengikuti kemana Neji berjalan.
Neji berhenti menghadap Sasuke, Gaara, dan 2 orang perwira yang lain. Sasuke dan Gaara melirik isi dari baki yang dibawa Ino. Empat benda mengkilap terlihat. Sayap emas beserta cakar merpati menjadi bentuknya. Begitu cantik dan mewah sekali.
Ujung mata lavender menangkap sorot mata dari mata onyx dan emerald. Neji tersenyum simpul. Sasuke dan Gaara tahu apa yang Neji pikirkan. Mereka saling pandang dengan ekor mata, lalu saling tersenyum simpul.
Neji mengambil satu tanda, kemudian menyematkannya ke dada Sasuke. Tepat di atas pangkat lambang sayap merpati yang ia dapat sebelumnya. Sasuke menegapkan diri. Merasa bangga sekaligus kehormatan yang didapatkannya makin besar. Setelah Sasuke Neji juga menyematkan satu tanda yang sama pada Gaara. Gaara pun tak ubahnya seperti Sasuke. Ia menegapkan badan dan meratakan pandangan mata. 2 orang yang lain mendapatkan hal yang sama. Mereka merasa bangga sebagai prajurit yang telah membela bangsa. Selesai menyematkan tanda penghormatan, Neji kembali ke tempat para jendral. Masih diikuti Ino di belakangnya.
"Penyematan tanda oleh Jendral Neji kepada para perwira telah selesai.. Para perwira dipersilakan menghaturkan penghormatan.."
Sasuke, Gaara, dan 2 perwira lainnya membungkukkan badan, kemudian menegapkan diri dan merapatkan keempat jari serta menempelkannya ke dahi mereka masing-masing. Para jendral membalasnya dengan perlakuan yang sama.
"Menyanyikan lagu nasional.. Penghormatan pada semesta alam.. Dimulai.."
Intro lagu Yellow Moon diperdengarkan. Seluruh peserta upacara menyanyikan lagu yang sama.
Kini, 4 orang yang telah menerima penghargaan, telah semakin dekat kepada pangkat jendral. Ya, mulai sekarang mereka juga adalah seorang jendral. Sama seperti Neji. Walaupun belum brigadir seperti calon mertua mereka yaitu BrigJen Minato dan Haruno, namun penghormatan telah menjadi buah tangan yang cukup bagus untuk mereka.
"Sakura.. Tunggu aku.." batin Sasuke senang.
"Naruto.. Tunggu aku, ya.." batin Gaara sama senangnya dengan Sasuke. ~
.
.
Di luar tenda...
"Hei.. Gaara.." panggil salah seorang perwira bernama Lee mendekat ke arahnya.
Gaara yang tengah berjongkok menoleh. Ia menghentikan pengepakan tas besarnya. "Ada apa, Lee?"
"Brigjen Haruno memanggilmu," kata Lee singkat. "sudah, ya.. aku mau ngepack barang juga." Kata Lee sambil melambaikan salam.
"Ya.. Makasih.." jawab Gaara. Ia merapikan sedikit tas ransel itu. Lalu berdiri dan membenahi seragamnya. Ia mulai berjalan ke tempat atasan.
.
.
"Aku minta maaf.." ujar Brigjen Haruno di ruang itu.
Gaara terlihat sangat kecewa. "Apa tidak bisa ditunda sebentar, Jendral..?" tanyanya terdengar sedikit memelas.
"..."
"..."
"Hanya kau yang bisa dan harus saat ini juga." Kata Brigjen Haruno tegas.
Gaara menunduk. Ia sangat..
Sangat kecewa..
"Maaf, Naruto.. Aku belum bisa pulang..
Aku..
Maafkan aku.." bisik Gaara.
"Hanya itu, Gaara.. Kau boleh pergi.." Jendral a.k.a ayah Sakura ini memang jendral paling tegas diantara jendral yang lain.
"Saya permisi.." pamit Gaara sambil membungkuk.
.
.
Gaara melihat lesu Sasuke yang masih membenahi jabrik ayamnya di cermin tenda mereka. Sasuke yang semula memperhatikan arah jabrik rambutnya ini melalui cermin, mulai merasa diamati. Ia melirik Gaara dari cermin yang tertempel di pasak tenda itu. Terlihat oleh matanya bahwa Gaara sedang melamun ke arahnya. Sasuke mengernyitkan dahi. Ia membalik muka ke Gaara. "Hei.." panggilnya singkat.
Gaara belum bergeming.
Sasuke merasa ada yang aneh. Tak biasanya Gaara melamun. Karena yang ia tahu, justru ialah yang sering melamun, dan Gaaralah yang biasa menyadarkannya. Eh, malah kali ini terjadi sebaliknya.
Sasuke mendekati Gaara. Ia melambai-lambaikan ke lima jarinya ke depan muka Gaara. Gaara masih tak merespon.
Sasuke tak kehabisan akal. Ia mengguncangkan pundak Gaara pelan. "Gaara," panggilnya.
Kali ini Gaara langsung tergagap sadar, "Ah! Ya, Sasuke.." katanya sambil mengusap mata.
"Kau kenapa?" tanya Sasuke agak cemasan.
Gaara terdiam sebentar. "Aku ditugaskan untuk ikut ke Suna sebagai pengamanan jalannya perjanjian Konoha dengan Suna nanti.." katanya lemas.
Sasuke kemudian mengerti. Ia mengusap punggung Gaara dan duduk disebelahnya. "Berapa lama?"
"Sekitar dua bulan.." jawab Gaara tak rela.
Sasuke menepuk pundak Gaara lumayan keras. "Sudah! Sabar!" cengir Sasuke.
"Hn.." jawab Gaara tak bersemangat.
Sasuke menghilangkan cengir di wajahnya. "Aku tahu perasaanmu.. Kau kangen dengan tunanganmu, kan?" tanya Sasuke walaupun ia sudah tahu jawaban dari pertanyaan itu.
"Tentu saja kan??" jawab Gaara agak emosi.
"Kenapa tugas ini harus tambah lama sih??" batin Gaara gregetan.
"Oiya, be te we, siapa nama tunanganmu itu? Kau belum pernah memberitahuku.." kata Sasuke mengajak Gaara beralih topik.
Maafkan aku..
Aku memang tidak pandai menghibur orang, Gaara..
Tapi setidaknya aku ingin membantumu mengurangi masalahmu..
Ijinkan aku..
Aku sahabatmu..
.
Kinoshimizu Bie Uzumaki.
.
"Namanya? Kau penasaran, heh?" tanya balik Gaara pada Sasuke. Terukir sedikit senyum diwajahnya. Dan itu mulai membuat Sasuke sedikit lega.
"Nggak juga.." jawab Sasuke santai. Emang dia kayak apa, sih? Jadi pengen liat.." goda Sasuke melirik malas ke arah Gaara.
"Aku jamin dia lebih cantik dari tunanganmu! Hahaha.."
Sasuke mulai terpancing, "Huh! Beneran nggak, tuh?"
"Tentu beneran, dong.. Sekali kau meliriknya, kau pasti tak akan melepas pandanganmu..! Hehehe.." Gaara merangkul pundak Sasuke dan menjotos pelan dada bidang Sasuke.
Sasuke melancarkan senyum menyebalkan pada Gaara.
Gaara melirik ke Sasuke, "Kau tak percaya, heh?"
"Hn, lebih cakep Sakura.. Dia merekah bagai musim semi.. Dan harumnya pun tak kalah dengan bunga Sakura.." kata Sasuke yang tak mau kalah dari Gaara.
Gaara tersenyum licik. "Bagaimana kalau saat aku selesai pulang dari tugas mendokusei ini, kita adakan acara 'Jumpa Tunangan'.. Kita makan bersama dengan tunangan kita masing-masing. Gimana?"
"Bole juga idemu,"Sasuke tersenyum keren. "jadi kita double date, nih?"
"Yupz!" jawab Gaara. "Oke, sapa takut!" timpal Sasuke penuh keyakinan.
Sakura adalah cewek tercantik se-Konoha. Dan Sasuke tahu itu. "Gaara.. Liat saja nanti.." batinnya penuh kemenangan.
.
.
(Sore hari di halaman rumah Sakura)
.
"Sasukeeee....!!"
Tubuh mungil itu berlari mendekat. Cowok bermata onyx yang ditujunya membuka tangan lebar-lebar untuk menampung pelukan yang mereka rindukan.
Grepp!!.
Angin semilir dari daun gingko yang berguguran di halaman menyelimuti suasana sore itu. Membelai lembut rambut hitam dan pink.
Angin yang baik hati membantu menghapus muara air mata di pipi ini..
Seperti saat Sasuke pamit untuk pergi perang. Namun, sekarang ia telah kembali..
Ia telah datang..
Tak apa walau dia tak membalas surat kemarin..
Mungkin keadaanlah yang tidak memungkinkan untuk Sasuke membalas surat itu..
Kedatangan Sasuke lebih dari cukup untuk menebus itu semua..
Sasuke, aku.. Cinta kamu..
.
Adegan romantis sedang berlangsung di depan rumah. Baru masuk melewati pagar saja sudah berdramatis ria. Bagaimana entar kalau di dalam rumah? Ckckck..
Air mata Sakura merembes keluar dengan sangat lancar.
Rasa kangen melebur saat itu juga. Sasuke memejamkan matanya. Ia mempererat pelukannya dengan Sakura, seperti tak mau melepaskannya lagi. Ia ingin merasakan kehangatan dari tubuh yang nampak cocok dengan tubuhnya itu. Matanya yang tajam kini berubah menjadi sayu. Alisnya pun menyatu. Air mata turut menjadi kaca membingkai bulatan onyx dalam kerinduan.
Sedih..
Namun bahagia..
Brigjen Haruno melotot saja melihat putrinya memeluk laki-laki yang baru datang bersamanya dari medan perang itu.
"Dasar anak muda, bukannya ayah yang mencari nafkah untuknya yang dipeluk, malah pacarnya yang dikangenin.. Ckckck.. Sakura Sakura.." batin Brigjen Haruno memamndang anaknya.
Ibu Sakura yang melihat suaminya sedang menatap anak perempuan mereka pun tersenyum. Ia kemudian berjalan mendekati suaminya. Ia berkacak pinggang. "Kau tak rindu padaku, hah?"
Brigjen Haruno terkejut dan segera menoleh ke arah orang yang mengajaknya bicara. Orang itu sudah ada dekat di hadapannya. Ayah berkumis tebal itu tersenyum smirk. Tanpa menunggu aba-aba, ia langsung saja mendekap erat istrinya.
"Aku kangen kamu.." Ucap BrigJen Haruno dan Sasuke bersamaan tiba-tiba.
BrigJen Haruno dan Sasuke saling berpandangan heran. Tetapi kemudian Sasuke tersenyum tulus ke ayah Sakura yang sedang mendekap istrinya. Ayah Sakura pun terpaksa membalas senyuman itu. Meskipun agak keal karena sekarang anak semata wayangnya telah jatuh ke pelukan Sasuke.
"Kami juga kangen.." balas Sakura dan ibunya yang juga bersamaan dalam pelukan pasangan masing-masing.
.
.
"Makasih, ya.." kata Sasuke pelan.
Sakura tersenyum. "Um.. Makasih buat apa, Sas..?" Sakura menuangkan teh dari teko cantik ke cangkir Sasuke.
"Buat sambutannya.. Masakanmu enak, Sakura.." senyum Sasuke mengembang melihat Sakura menuang teh.
Sakura merona. "Biasa aja kok.. Aku di bantu sama Kaasan.." Sakura kembali duduk di kursi depan rumah itu.
Kegelapan telah menekan sang mentari untuk jatuh ke dalam bumi. Namun di teras rumah tempat kisu pertama mereka berdua sebelum Sasuke pergi ini, menjadikan tempat ini adalah tempat favorit mereka berdua.
" Em.. Ayahmu punya gitar kan?" kata Sasuke seusai menaruh cangkir yang sudah habis diteguknya.
"Punya, kok.. Mau ku ambilkan?" tawar Sakura.
"Boleh.." jawab Sasuke.
Sakura beranjak dari kursi dan semenit kemudian kembali dengan satu buah gitar berwarna merah tua semu kecoklatan. Sebuah gitar yang sudah lama tidak dimainkan.
"Maaf, lama Sas.. Aku masih harus membersihkan debunya dulu.." kata Sakura sembari menyerahkan gitar itu pada Sasuke.
"Hn, tak apa.."
Tanpa ditunggu, Sasuke mendekap dan memetik dawai gitar itu. Ia memainkan intro My Heart..
(Ayo.. Lagu My Heartnya di putar,ya.. n_n)
Sakura mengamati Sasuke.
"Disini.. Kau dan aku, terbiasa bersama menjalani kasih sayang.. Bahagia, kudenganmu.." Sasuke memandang Sakura. Tanda bahwa Sakura harus mengeluarkan suaranya juga.
"Pernahkah kau menguntai hari paling indah.." Dengan kunci yang ditinggikan tiga nada oleh Sasuke, Sakura memulai menyanyi.
"Kuukir nama kita berdua, disini surga kita.."
Sakura melanjutkan, "Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar.."
.
"Sebisa mungkin tak akan pernah sayangku akan hilang.." Suara Sasuke menggandeng suara Sakura, melangkah bersama dalam lautan irama.
If we love somebody could we be this strong,
I will fight to win our love will conquer all..
Wouldn't risk my love, even just one night.. All of will stay in my heart..
Angin malam sungguh menambah romantis senandung rasa ini.. Suasana yang sungguh mendamaikan hati.. Mendamaikan perasaan.. Jangan cepat berlalu..
Aku mohon..
.
To be continued..
.
.
A/N: Chap ini agak nggak begitu menonjol, ya,, *tampared*
Woro woro.. Chapter depan, konflik akan dimulaii..!! "smangad berapi2* hehehe ^o^V
Readers: Jadi belum konflik, nih!?
Kino: hehe.. iya.. *nyengir*
Readers: Yo wis! Aku udah bisa nebak, kok konfliknya apaan. ;P
Kino: Eh??? Beneran?? O.o *kaget*
Readers: Yupz! ;D
Ucapan terimakasih untuk yang udah review..
SimpleSaja
Micon
Naru-mania
Sora Chand
Uchiha Evans
Uchiha Cesa
pick-a-doo
Kuroneko Hime-un
''Black Rose'' Cyne_chan.
.
Maaf Kino nggak bisa balas satu2.. Soalnya ini Kino masih ada MID.. *bungkuk2*
Readers: Gak nanya wekz.. hehe :D
.
.
Mind to Review? Please.. :)
