Tittle :
Welcome at Night
Cast :
Kim Kibum x Cho Kyuhyun.
Genre :
AU, fantasy, romance (genre bisa berubah-ubah sesuai mood lizz) #digaplok_
Warning :
GS, bahasa tidak baku dsb, hati-hati typo(s) masih ada harap maklum.
Summary :
kibum bertemu dengan yeoja aneh yang menyeretnya kedalam ketidak normalan yang bahkan sulit untuk di percayainya/"cih...menyebalkan"/"Welcome at Night"/ Desember Ceria Kihyun.
Don't Like Don't Read That Simple
.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
Kai berlari cemas dengan wajah setengah paniknya menuju ruang tamu, ke arah teman-temannya yang sedang berkumpul di sana bersama manager mereka~U-Kwon.
"Hei~guys... kalian melihat Kibum Hyung keluar?!" tanya Kai pada keempat orang yang menatapnya tidak mengerti.
"Apa maksudmu?!, Kibum tidak ada di kamarnya?!" tanya U-Kwon~selaku manager mereka balik bertanya dengan wajah datarnya.
Kai mengeleng. "Tidak ada, nihil, dia menghilang" jawab Kai lagi dengan gestur tangan yang saling menyilang di depan dadanya.
"Astaga kapan dia pergi, aku bahkan tidak melihatnya berjalan keluar?!" desah Taemin wajah tampannya menyiratkan rasa cemas sekarang.
"Kenapa Kibum Hyung jadi merepotkan sih, kenapa dia kabur segala?!" runtuk Joon. "Sebaiknya kita segera mencarinya" tambahnya lagi.
"Kau benar dan dia masih sakit kita tidak boleh membiarkan sesuatu hal buruk menimpanya, akan ada masalah besar bila hal itu terjadi, apa jangan-jangan dia di culik?!" ucap Kai dengan wajah horornya.
"Jangan bercanda mana mungkin ada yang seperti itu, tidak akan mudah menumbangkan Kibum Hyung meski dia sedang sekarat sekalipun" ucap Sehun membalas ucapan berlebihan milik Kai dengan suara datar dan wajah poker face andalannya.
"Kau benar itu sangat mustahil terjadi." Kai membenarkan ucapan Sehun setelahnya masih memasang mimik wajah bodoh sok pintarnya. Mereka semua tau karena albino itu mengatakan fakta yang sesungguhnya meski terlihat kalem, tenang dan sedikit pemalas Kibum adalah lelaki tangguh yang sulit untuk di tumbangkan. lelaki itu memang tak terkalahkan. Bahkan semua member Code Name tidak terkecuali sang manager mengakui jika daya bertahan hidup Kibum sangatlah kuat. Jika Kibum di biarkan berkeliaran di tengah rawa-rawa penuh binatang buas yang berkeliaran bisa di pastikan Kibum mampu bertahan hidup dan hewan-hewan buas itulah yang berakhir mengenaskan di tangannya. Kalian belum mengerti betapa mengerikannya si muka datar.
"Apa kalian tau kira-kira kemana Kibum pergi?!" tanya U-Kwon pada ke empat artisnya, dia harus segera mencari pemuda datar itu sebelum dia menciptakan masalah baru muncul apalagi jika masalah itu muncul dengan di ikuti oleh sebuah scandal, pasti itu buruk.
"Aku tidak tau, apa dia pulang ke rumahnya, apa Kibum hyung punya kebiasaan selalu bermanja-manja dengan ibunya ketika dia sakit" ujar Joon menyuarakan pemikirannya.
"Tidak mungkin, jika itu kau aku percaya" balas Sehun seraya memutar bola matanya malas. Sementara Joon hanya bisa mencebik protes pada pemuda Pale itu dan menendang pahanya keras. Mereka semua terdiam lama~berfikir.
"Kurasa aku tau kemana dia pergi?!" jawab Kai menatap keempat orang itu dengan tatapan misteriusnya.
Mereka sadar hanya satu kemungkinan yang terlintas di kepala mereka. "Rumah Kyuhyun" jawab Sehun dan Taemin secara bersamaan.
"Binggo" jawab Kai dengan senyum kemenangan.
"Kenapa Kibum hyung harus kesana?! Yakin sekali sih?!" Jonn bertanya dengan tampang tidak mengerti.
"Kau tidak bisa lihat jika Kibum Hyung sangat tergila-gila dengan wanita itu, dia bahkan rela di jadikan budak olehnya" Kai mengucapkan dengan wajah sok taunya tapi memang itulah kenyataannya.
"Kita pergi sekarang" putus U-Kwon meraih mantelnya dan beranjak meninggalkan ruang santai menuju pintu keluar di ikuti oleh keempat pemuda lainnya.
.
.
.
°•°•°
"Ini aneh~kenapa bisa begini?!" gumam Baekhyun terheran-heran dengan alis yang saling bertaut menatap tabung-tabung kaca berbentuk silinder panjang yang ada di tangannya. Matanya fokus menatap cairan berwarna merah muda itu. "Aku tidak yakin tapi kurasa aku sudah menemukan antigennya" gumam Baekhyun sedikit ada rona cerah di pipinya dan sebersit pancaran bahagia di kedua bola matanya.
"Kau yakin?!" tanya Luhan sedikit sangsi, pasalnya dia dulu pernah melakukan percobaan juga dan hasilnya selalu berakhir dengan kegagalan karena serum yang salah dan malah membuat si terjangkit semakin liar dan berubah menjadi semakin berbahaya.
"Tentu saja tidak yakin" jawab Baekhyun mantap menoleh ke arah Luhan~semantara Luhan hanya bisa mengernyit bingung saat mendengar jawaban Baekhyun yang sangat kontras dengan wajah bahagianya. "Kemungkinan berhasil hanya lima puluh satu persen, tapi aku akan bertaruh demi satu persentnya, tidak ada salahnya mencoba lagipula aku belum pernah menemukan kemungkinan keberhasilan sebesar ini" jawab Baekhyun dengan penuh percaya diri.
"Yeah...bahkan sebelumnya kita hanya mampu memaksimalkan tidak sampai nol koma nol lima saja, bukankah ini kemajuan" cengir Kyuhyun ceria meski penampilannya kini terlihat semakin bertambah buruk dengan kantong mata yang tampak semakin mengerikan di bawah iris beningnya. Mereka nyaris tidak tidur hampir dua hari lamanya. Sejak kemungkinan besar di temukannya antigen yang terdapat dalam darah yang ada dalam tubuh Kibum.
Mereka tidak akan berhenti melakukan percobaan meski harus menyedot sebagian besar darah milik pemuda yang sampai saat ini masih belum sadarkan diri dan masih betah dengan keadaan sleeping beutynya tapi yang sangat mengherankan, Kyuhyun maupun Baekhyun tidak menemukan tanda-tanda melemahnya bagian vital atau jaringan utama seperti jantung, paru-paru, ginjal dan hatinya malah jika di lihat secara menyeluruh organ dalam Kibum terlihat bekerja jauh lebih baik dari sebelumnya dan luka yang kembali terbuka di perut Kibum mulai tertutup dengan begitu cepat~sangat cepat malah dan sangat sulit di percaya. Tidak perlu waktu lama, satu hari dua malam cukup untuk membuat luka itu mengering dan tertutup dengan sempurna tanpa bekas luka yang mengerikan.
"Sebaiknya kau tidur sekarang Kyu, kau terlihat buruk" Luhan menimpali prihatin.
"Kau benar, aku akan tidur sekarang, aku percayakan pada kalian berdua" Kyuhyun berjalan pergi seraya melepas jas labnya menaruhnya di gantungan dan keluar dari ruang bawah tanah, laboratorium pribadi mereka.
Kyuhyun menguap lebar seraya berjalan gontai menuju lantai dua kamarnya. Kyuhyun menghela nafas ketika di hadapkan dengan lorong panjang, dia mendesah dan mengumam protes pada dirinya sendiri, kenapa dulu dia memilik kamar paling ujung, nanti dia mau pindah saja. Akhirnya sampai juga Kyuhyun di depan pintu kamar miliknya, di bukanya perlahan pintu kamarnya dan seketika iris karamelnya di serang oleh kegelapan pekat dan Kyuhyun sangat menyukainya. meski manusia Kyuhyun juga memiliki setengah bagian dari para demon, ingat Kyuhyun adalah mahkluk setengah dan dia juga lumayan membenci matahari. Tanpa ingin repot menyalahkan lampu wanita setengah sadar itu berjalan terseok menuju tempat tidurnya dan menghempaskan keras di kasur empuknya membuat guncangan keras saat tubuh kurusnya menghantam kasur yang terasa sangat nyaman. Kyuhyun memejamkan matanya dengan sebuah senyum terukir, lega sekali rasanya pada akhirnya dia bisa tidur juga. Gadis bersurai eboni itu melengguh nyaman mengambil sebuah guling dan memeluknya erat. Hingga tidak tak lama segalanya kembali terasa sepi.
[~Lizz_L_L~]
"hei~Byun B, apa kau keberatan jika ku tinggal sebentar?!" tanya Luhan memecahkan sedikit konsentrasi pemuda mungil yang sedang menatap serius dua tabung reaksi di tangannya.
"Tentu~mau kemana?!" Baekhyun bertanya dengan dahi mengernyit lucu. beruntungnya dia karena rasa takutnya pada Luhan menipis seiring dengan berjalannya waktu, lagipula Luhan tidak ingin di teriaki Baekhyun sepanjang hari karena ketakutan berlebihannya pada gadis bersurai permen karet Itu. Lagipula Luhan memang tidak ingin membuat Baekhyun ketakutan karena terlalu sayang dengan telinganya.
"Aku lapar~aku ingin mencari sedikit cemilan" jawab Luhan santai membuat Baekhyun berjengkit mundur dan mengingat kembali fakta menakutkan jika Luhan adalah seorang makhluk berbahaya, kanibal sejenis Ghoul dan Wendigo, bahkan pucat di wajahnya tidak bisa menipu netra bening Luhan yang langsung bisa membaca raut wajah Baekhyun.
"Aku tidak akan memakanmu tenang saja, lagipula aku tidak ingin mengigit daging manusia cerewet sepertimu" jawab Luhan membuat Baekhyun sedikit bernafas lega namun masih belum bisa bernafas lega, Baekhyun masih menatap Luhan dengan sorot menuduh. "Dan aku juga tidak akan memakan manusia oke~bukankah di hutan banyak hewan buas, kuharap mereka cukup untuk menganjal perutku, aku suka singa atau serigala~kurasa" Luhan menambahkan dengan kibasan tangan acuhnya saat melihat kernyitan tidak suka Baekhyun jika Luhan kembali memburu manusia.
"Baiklah cepat kembali karena aku membutuhkanmu di sini?!" tambah Baekhyun kemudian dan kembali menatap tabung-tabung nya.
Luhan berlalu setelah menunjukan tanda oke dengan jarinya dan melengang santai meninggalkan rumah~istana seram milik Baekhyun dan Kyuhyun.
.
.
.
°•°•°
Kyuhyun mengeliat tidak nyaman dalam tidurnya saat merasakan sebuah jemari dingin seseorang meraba-raba perutnya dan berakhir di buah dadanya. Tangan kekar itu menangkap dan meremas buah dada berisi miliknya hingga membuat gadis bersurai eboni itu mengerang pelan antara kesal karena tidurnya di ganggu dan nuansa nikmat yang di rasakannya. Entah ini nyata atau sekedar mimpi Kyuhyun mulai berhalusinasi mendengar suara kecupan samar dan desahan nafas panas seseorang di sampingnya. Kyuhyun mengelinjang saat merasakan benda lunak dan basah menjilat leher dan cuping telinganya yang sedikit sensitif.
"Engh..." kyuhyun berbalik ingin mengetahui siapa gerangan yang dengan seenaknya menganggu tidurnya, namun belum sempat dia bersuara bibir merahnya di lumat oleh seseorang, belum sepenuhnya sadar dengan keadaan sekelilingnya membuatnya pasrah saja mendapat serangan itu. Namun kesadarannya kembali saat jemari dingin itu melepas kaitan bra yang di kenakannya serta menyentak hingga lepas nyaris menyobek kaos Kyuhyun kasar. Seketika mata Kyuhyun terbuka lebar dan menatap pemandangan horor di depannya, di mana pemuda datar ~Kibum sedang menindih tubuhnya dengan wajah super tampan serta surai gelapnya yang terlihat acak-acakan.
"Ki~bum tunggu" ucap Kyuhyun berusaha menjauhkan kepala Kibum dari wajahnya. Tautan itu terlepas.
Kyuhyun bisa melihat manik gelap Kibum yang bersinar penuh pancaran gairah di atasnya. Belum sempat tersadar dari keterkejutannya, Kibum kembali menyerang dirinya, mencium nyaris melumat bibir merah Kyuhyun kasar serta memenjarakannya dalam balutan lengan kekar milik pemuda berwajah datar itu membuat Kyuhyun tidak bisa mengelak atau melepaskan diri. Tidak memungkiri jika Kyuhyun sangat menyukai sentuhan Kibum pada tubuhnya.
Kyuhyun mendesah nikmat kala mendapat sentuhan-sentuhan memabukan dari laki-laki yang sedang berada di atasnya, membuat sang pemuda menyeringai dalam gelap saat menyadari tidak ada penolakan dari gadis bersurai eboni itu yang pasrah-pasrah saja di bawahnya.
"Shit~" Kyuhyun mengumpat dalam hati, menikmati rasa ketidakberdayaan dalam kungkungan tubuh Kibum. Kyuhyun menyadari betapa nikmat dan memabukannya sentuhan Kibum. Bajingan tampan ini sangat tau bagaimana caranya membuat Kyuhyun bertekuk lutut di hadapannya.
Entah sadar atau tidak kini mereka sama-sama bertelanjang di balik selimut menikmati setiap sentuhan dan gairah masing-masing yang saling membakar tubuh mereka hingga hangus. Kyuhyun mendesah kuwalahan saat mendapat serangan secara bertubi-tubi dari Kibum.
"Shit~kau brengsek, ashh...sialan aku menyukainya, bajingan tampan apa yang kau lakukan bergeraklah~" umpat Kyuhyun di antara desahannya dengan jemari yang meremas surai acak-acakan Kibum terlihat marah saat Kibum menghentikan aksinya.
"Teriakan namaku sayang maka kau akan mendapatkan yang kau inginkan~"ucap Kibum seraya mencumbui leher jenjang Kyuhyun.
"Goddamnit~bajingan gila, aku mohon bergeraklah Kibum, masuki aku lebih dalam lagi ssshhh~ah~ah ya ya seperti itu~" Kibum menyeringai senang saat mendengar segala macam umpatan yang terselip di antara kata-kata penuh permohonan milik Kyuhyun.
"Apa kau menyukai ini sayang" tanya Kibum menghentakan kejantanannya pada lubang hangat milik Kyuhyun, dia semakin mempercepat temponya membuat Kyuhyun mengingit bibir bawahnya dan memejamkan matanya menikmati segala macam kenikmatan yang di berikan Kibum di area bawahnya.
"Aku menyukainya~aku menyukai penismu Kibum assh~sialan, aku benar benar menyukainya hah~ah~ah" jerit Kyuhyun dengan keringat bercucuran. Libidonya seolah bergejolak rasa panas terasa semakin membakar tubuhnya hingga gadis itu merasakan perasaan yang luar biasa saat klimaks pertamanya. Kibum membiarkan gadis itu meresapi saat-saat kenikmatannya yang sedang berlangsung. Bahkan melihat Kyuhyun terenggah-enggah dengan wajah memerahnya membuat Kibum semakin berhasrat untuk menyekap Kyuhyun selamanya dan meniduri gadis itu sampai puas. Kibum merasa jika dirinya semakin hari semakin mesum saja, entah kenapa rasanya dia tidak bisa menahan hasrat untuk tidak menyentuh Kyuhyun sedikitpun saat ada di sampingnya, Kibum rasanya sulit menolak aroma memabukan gadis itu.
"Sekarang giliranku, bersiaplah untuk menjerit sekali lagi sayang karena aku tidak akan membiarkanmu memejamkan mata meski hanya sedetik" ucap Kibum dengan seringai yang tercetak di bibirnya dan dia mulai mengerakan tubuhnya, menghentak semakin dalam dan membuat Kyuhyun kembali mengumpat saat kenikmatan hujaman dan sentuhan Kibum kembali menghantamnya telak.
.
.
.
[~Lizz_L_L~]
"Sial~apa mereka tidak ada di rumah, dua hari kita berkeliaran di sini seperti orang gila, aku benar-benar kesal" decak Kai seraya memencet bel pada pagar rumah besar milik Kyuhyun dengan sangat bar-bar. Dua hari yang lalu empat laki-laki tampan itu mendatangi rumah Kyuhyun namun tidak mendapati ada seorangpun manusia hidup di sana, seolah rumah itu kosong tanpa penghuni.
"Apa sebaiknya kita pergi saja, aku kira mereka sudah pindah, lagipula Kibum Hyung belum tentu juga ada di sini, sebaiknya kita cari ke tempat lain" usul Taemin.
"Kita pulang saja dan menunggu kabar selanjutnya dari manager Hyung dan Joon" tambah Sehun seraya berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri. Taemin dan Kai mengikuti pemuda pale itu memasuki mobil hitam. Taemin duduk di kursi kemudi dengan Sehun yang ada di sampingnya coba memejamkan matanya. Sementara Kai mulai membuka ponselnya dan coba menghubungi Joon atau U-Kwon. Mobil melaju meninggalkan rumah besar Kyuhyun. Mereka bertiga bungkam dalam keheningan yang merisaukan sampai mobil yang mereka tumpangi berhenti secara mendadak dengan decitan yang menekankan telinga.
Mereka berita bungkam di tempat dengan mata mendelik terkejut. "Aku menabrak seseorang, apa kalian melihatnya oh~astaga" pekik Taemin dengan wajah horornya.
"Apa kalian yakin itu orang, tidak mungkin jika ada manusia berkeliaran di tempat sepi seperri ini, apa itu hantu?!" tanya Kai ikut-ikutan mengkerut takut saat menyadari di mana mobilnya berhenti saat ini. Di sekelilingnya yang terlihat hanya sebuah hutan dengan jalan setapak yang hanya muat di masuki oleh satu mobil. Mobil mereka sendiri dan sekarang hari menjelang malam dan sedikit remang-remang.
"Tidak mungkin hantu, ini belum malam oke, mungkin kau salah lihat tadi, bagaimana kalau dia memang seorang wanita dan dia terluka karenamu atau seekor hewan kecil, ayo turun kita periksa" ujar Sehun dengan wajah yang berusaha dia tampilkan secara normal, sebenarnya Sehun sedikit takut juga, namun dia terlalu rasional untuk mengatakan jika yang di tabrak Taemin adalah sebuah sosok penampakan ganjil dari seorang hantu wanita.
"Tunggu~apa kau tidak merasa aneh, mana mungkin ada wanita yang berkeliaran di tengah hutan seperti ini, lagipula hutan apa yang di huni makhluk kecil yang ada juga serigala, lihat saja bentuk hutannya?!"
Zzziiinnnggg...
ucapan Kai langsung menohok dan membuat tubuh Sehun maupun Taemin membeku seketika, tiba-tiba saja mereka merasakan sebuah hawa dingin aneh yang teeasa menusuk. Dan tepat saat itu terdengar suara lolongan serigala di kejauhan membuat mimik wajah ketiganya pias seketika.
Mereka saling lirik dengan tatapan waspada mencoba bertelepati sepertinya. Namun sebelum mereka sempat melakukan apapun sebuah jemari lentik terlihat menyembul dan terhempas di depan kap depan mobil berwarna hitam metalik, membuat ketiga laki-laki penakut itu menahan nafas dalam pekikan horor yang tertahan.
"Sial~ini sakit sekali" suara gerutuan samar terdengar kemudian dengan terlihatnya sebuah sosok mungil yang menyembul tak lama setelahnya, menampilkan wajah cantiknya yang membuat Sehun mengatupkan rahangnya seolah tidak bisa berkata apa-apa melihat sosok yang terlihat sangat mempesona yang ada di depannya.
"Dia manusiakan? Dia bisa merasakan sakit, berarti dia masih hidup?!" tanya Kai entah pada siapa.
"Bodoh jelas saja dia manusia, cepat turun" ucap Taemin yang menatap Kai dengan tatapan mengejek dan segera mengikuti Sehun yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya keluar tanpa di suruh dua kali.
"Kau tidak apa-apa?! Apa kau terluka?!" tanya Sehun pada wanita itu.
"Tentu, aku oke meski terjatuh dari gedung tinggi aku tidak akan mati, percayalah~tapi ini sakit" jawab Luhan, Sehun mendengarnya seperti candaan tapi percayalah jika~Luhan~gadis itu memang tidak akan mati jika dirinya masih memiliki virus iblis kuat dalam tubuhnya.
"Sedang apa kau ada di sini sendirian, terlalu berbahaya bagi seorang gadis sepertimu berkeliaran seorang diri di sini, dimana rumahmu kami akan mengantarmu pulang" ucap Taemin setelahnya.
Luhan mendengus tampak tidak terima saat Taemin mengatakan hal wajar namun terdengar sangat meremehkan di telingah Luhan yang memiliki harga diri yang sangat tinggi. "Aku sedang berburu, rumahku tidak jauh dari sini, aku bisa pulang sendiri kau terlalu meremehkanku" ucap Luhan membuat ketiga manusia itu mengernyit bingung saat mendengar kata 'berburu'. Memangnya apa yang bisa di buru di hutan ini, apakah ada binatang buas yang berkeliaran. Mendadak Kai merasa menjadi seorang pengecut dan mulai merapatkan dirinya pada Taemin dan tak sekali lagi terdengar lolongan serigala di kejauhan, satu fakta yang di lupakan Kai tempat ini memang di huni oleh beberapa mahkluk buas.
"Sebaiknya kita segera pergi" ucap Kai menatap sekitarnya dengan tatapan ngeri, apalagi hutan yang di selimuti kegelapan menambah kesan menyeramkannya menjadi berkali lipat dan malam semakin merangkak naik saat mereka tengah asyik ngobrol tanpa sadar jika keadaan semakin berubah dan bertambah menakutkan.
Namun pada akhirnya dengan sedikit paksaan Luhan menyetujui gagasan si pemuda Pale untuk mengantarkannya pulang. Lagipula Luhan sedikit merasakan hawa-hawa tidak enak, seolah ada manusia sejenis dirinya yang sedang mengintai mereka di suatu tempat tersembunyi di dalam gelap.
"Lalu apa yang kalian lakukan disini?!" tanya Luhan.
"Kami sedang mencari teman kami" jawab Sehun membuat sebuah kernyitan kembali di dahi Luhan.
"Hei~apa itu darah?! Apa kau terluka?!" tanya Kai menunjuk dagu Luhan dan bajunya. Meski tidak banyak namun terlihat jelas saat ini bercak merah di sana.
"Tidak~berhenti saja di sini aku sudah sampai, ini rumahku?!" Luhan mengacuhkan pertanyaan Kai, lagipula tidak mungkin jika Luhan mengatakan itu darah singa yang tadi di buruhnya untuk cemilan penganjal perut.
"Kau tinggal di sini?! Apa kau penghuni baru?!" tanya Taemin sedikit ragu dan sangsi menatap rumah besar yang ada di hadapannya, Rumah yang kalau tidak salah ingat adalah rumah milik Kyuhyun. Taemin menatap Luhan dengan ekspresi tidak percaya.
"Bukankah ini rumah Kyuhyun?!" tanya Kai bingung.
"Kalian kenal dengan Kyuhyun?!" Luhan balik bertanya.
"Tentu kami mengenalnya" Sehun menjawab dan saling melempar tatapan.
"Oh bagus, apa kalian ingin masuk?!" tawar Luhan. "Kurasa aku tau dimana teman kalian?!" ucapnya seraya tersenyum penuh arti dan melenggang santai tanpa menunggu ketiga manusia tampan itu yang sedikit terbengong, sedetik kemudian mereka berjalan mengikuti Luhan.
.
.
.
°•°•°
"Kenapa denganmu nuna? Bukankah kau habis tidur, kenapa wajahmu terlihat semakin kacau?" tanya Baekhyun yang menatap Kyuhyun seraya menyendokkan sereal kedalam mulutnya.
Kyuhyun mengibaskan tangannya acuh berjalan menuju lemari pendingin dan meneguk segelas air putih. "Aku sangat lelah Bacon, Kibum makhluk tampan itu benar-benar menyebalkan" ucapnya seraya menaruh kepalanya di meja.
"Aku tidak menyebalkan, dan aku memang tampan?!" ucap Kibum yang turun tidak lama setelahnya dengan dada telanjangnya yang terlihat berkilap seksi akibat keringat di bawah sinar lampu.
Baekhyun memicingkan matanya curiga. "Jangan katakan jika kalian habis~astaga, yak~berhenti melakukan hal itu di rumahku, apa kalian tidak sadar jika di sini ada manusia polos yang harus di lindungi" jeritan protes Baekhyun terlihat sia-sia karena hanya di tanggapi dengusan merendahkan Kibum dan cengiran masa bodoh dari Kyuhyun.
"Makanya carilah partnermu sendiri Baek agar kau tidak perlu cerewet lagi soal kepolosanmu yang ternodai" ucap Kyuhyun terkekeh kecil saat melihat Baekhyun mencibir. Entahlah Kyuhyun memang merasa sedikit sebal pada Kibum karena pemuda itu sukses membuatnya semakin lelah dengan kegiatan ranjang mereka tapi ada satu tempat di hatinya yang bersorak gembira saat mengetahui dirinya telah menjadi milik laki-laki yang jauh dari apa yang di harapkannya dan ternyata adalah seorang yang sangat pas untuknya.
"Hoi~aku bawa tamu, oh cepat sekali kau sudah bangun Kyu?!" Luhan datang dengan gerombolannya.
"Ada sedikit ganguan menyenangkan tadi, darimana kau?! Oh hai kalian datang lagi?!" tanya Kyuhyun balik seraya menatap Sehun cs.
"Hei~yakin itu Kibum hyung?!" tanya Kai sedikit sangsi pada Sehun yang terlihat sama melongohnya saat melihat penampakan Kibum yang terlihat di luar dugaannya.
"Kupikir saat kau mengatakan jika dia rela di jadikan budak hanya omong kosong belaka tapi setelah melihat ini kurasa..." Taemin mengaruk pipinya canggung saat melihat Kibum memangku Kyuhyun seperti seorang pelayan memeluk tubuh gadis itu dari belakang agar nyaman dengan kepala yang mengecup leher dan jemari yang sudah kembali menyusup dan meremas payudara berisi milik Kyuhyun di sana yang masih tampak santai dengan kaki menyilang seperti bangsawan agung~sepertinya tidak terpengaruh dengan kejahilan jemari pemuda datar di belakangnya.
"Aku hanya tidak mengira jika dia sangat mesum dan tidak tau malu" bisik Sehun pada dirinya sendiri. Sehun hanya sedikit tidak menyangkah jika seseorang yang sama sekali tidak pernah menunjukan ketertarikannya dengan seorang wanita ataupun pemuda berstatus uke akan bertingkah seperti itu.
Kyuhyun tersadar. "Hentikan bodoh" desisan berbahaya sarat ancaman lolos dari bibir Kyuhyun dan sebuah jambakan kasar di surainya mampu membuat kesadaran Kibum kembali pada kenyataan dan meninggalkan khayalan penuh erotismenya.
Pemuda berwajah datar itu mendongak. "Hoi~sedang apa kalian disini?!" tanyanya dengan ekspresi wajah yang kelewat bodoh.
"Apa dia memang seidiot itu?!" tanya Luhan sedikit tidak menyangkah jika sosok hebat Kibum yang masih membekas di ingatannya telah rusak digantikan oleh sosoknya saat ini.
"Tidak~dia tidak idiot dia hanya terlalu mesum" Baekhyun menimpali.
"Apa kau kerasukan Hyung, kau masih waras kan?!" tanya Kai sangsi jika yang ada di depannya ini benar Kibum yang di kenalnya. Kibum hanya mengendikan bahunya acuh dan terdiam.
"Keluarlah~sampai kapan kalian ingin bersembunyi?!" Kibum berucap dengan nada dingin entah pada siapa. Mendengar hal itu Luhan dan Kyuhyun sedikit waspada pasalnya saat mendengar Kibum selesai dengan kata-katanya sedikit demi sedikit hawa ganjil langsung menyerang Indra mereka yang sedikit peka dari manusia pada umumnya.
Tap
Tap
Tap
Dua orang dengan tinggi menjulang dan satu orang yang lebih pendek meluncur turun entah darimana dan berdiri dengan pongahnya di tengah-tengah ruangan.
Tanpa di suruh Sehun cs dan Baekhyun menyingkir dan berlindung di balik ketiga orang yang kini sudah berdiri membentengi. Kibum, Kyuhyun dan Luhan dengan sikap waspada.
"Sejak kapan kalian disini?!" tanya Luhan dengan tatapan yang memicing tajam.
"Tentu saja sejak kau melangkahkan kakimu memasuki rumah ini Lu" Kibum menjawab dengan nada santai. Menciptakan ekspresi terkejut di wajah masing-masing orang bahkan termasuk si penyusup sendiri. Pasalnya tidak ada satu orangpun yang sadar tidak Kyuhyun sekalipun.
Laki-laki itu tertawa. "Aku tidak menyangkah kau bisa menyadari hawa keberadaan kami yang sudah kami hilangkan?!" ucap yang paling tinggi pemuda tampan dengan surai sehitam jelaganya menatap Kibum dengan sorot mata tajam. Kibum balas menatap dingin dengan seringainya.
"Sudah cukup basa-basinya, apa tujuanmu datang kemari Kris" Luhan menekankan suaranya memanggil nama sang laki-laki dengan aura mengintimidasi itu.
Kris menyeringai saat mendengar pertanyaan bernada menusuk yang di lontarkan Luhan.
"Kau sudah tau apa yang kami inginkan, haruskah kami mengatakan secara gamblang" tanyanya, suasana menghening dalam senyap yang mencekam. " aku menginginkannya Byun Baekhyun~" ucapan Kris terputus karena jeritan penuh ketakutan dari Baekhyun yang terdengar melengking saat namanya keluar dan di sebut dari bibir semerah darah milik Kris.
"Tidaaakkkk...aku tidak mau ikut denganmu, sampai matipun aku tidak mau" jeritan penolakan Baekhyun menguar dengan gelengan kencang yang nyaris membuatnya mematahkan tulang lehernya.
"Sayangnya aku memaksa, sayangku dengan ataupun tanpa persetukuanmu" tekannya dengan suara yang kembali mendingin.
"Kalau begitu kurasa kau harus melewati ku tuan bajingan" Kyuhyun berucap dingin menatap Kris dengan sorot mata berbahaya.
Kris menyeringai. "Seperti yang kau mau" Kris berlari dengan kecepatan tak terlihat bagai bayangan mengarahkan jemarinya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun bersiap menerima kepalan tinju Kris namun belum sejengkal menyentuh wajah gadis bersurai karamel pergelangan tangan Kris di cengkeram erat~nyaris mematahkan tulang miliknya. Kibum sudah lebih dulu berdiri kokoh di depannya dengan sikap yang tak tergoyahkan. Bahkan Luhan tidak menyangkah jika Kibum mampu menangkap tinjuan Kris.
"Sedikit kau menyentuhnya, kau yang akan berakhir, Kyuhyun adalah milikku" dingin~hawa dingin yang tiba-tiba datang dengan sendirinya yang menguar dari tubuh Kibum, membuat Kyuhyun nyaris tidak mempercayai penglihatannya jika Kibumlah orang yang menepis serangan makhluk yang lebih sempurna darinya~Kris.
Kibum menarik lengan Kris mendekat ke arahnya dengan gerakan cepat tanpa jeda dan menendang laki-laki itu keras hingga menabrak tiang penyanggah kastil dan menghancurkannya hingga serpihan.
"Jadi~? Siapa selanjutnya" Kibum berucap dengan seringaian kejam di wajahnya. Sosok menakutkan yang jauh dari ekspektasi siapapun. Inilah Kim Kibum yang sebenarnya.
Tbc
