"LOVE BLIND"
YAOI AREA
BXB
GENRE : ANGST ROMANCE
PAIRING : CHANBAEK
CAST : CHANYEOL , BAEKHYUN AND THE OTHERS
DESCLAIMER : INI CERITA ASLI KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI JIKA ADA NAMA TOKOH TEMPAT ATAU KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.
.
LOVE BLIND
.
Kris tak pernah sekalipun tak mencintai Baekhyun dalam hidupnya, Baekhyun bagaikan oxygen untuk paru-parunya. Maka dari itu, Kris lah orang yang paling bahagia setelah mengetahui Baekhyun menggugat cerai sepupunya. Pria tinggi itu bahkan hadir dipersdangan perceraian simungil, duduk disana dengan senyuman puas terlampir dibibirnya yang kissable.
Bercerai, akhirnya Chanyeol dan Baekhyun resmi melepaskan ikatan mereka, Kris sudah menunggu sangat lama untuk ini. Setelah mereka terlibat perdebatan kecil, Kris menghampirinya dan memberi sebuket bunga ukuran besar yang mana membuat Baekhyun mendesah lelah, Kris sungguh tak tepat waktu.
"Tanganku terbuka lebar untukmu." Ucap Kris dengan senyuman super tampannya. Baekhyun tersenyum simpul.
"Dan jawabanku masih sama, carilah orang lain yang bisa menerima mu." Balas Baekhyun seraya menyerahkan kembali bunga pemberian Kris.
"Cobalah buka hatimu untuk orang lain, aku yakin kau akan mendapatkannya." Setelah mengucapkan itu Baekhyun lalu meninggalkan Kris yang menatap kosong pada bunga digenggamannya.
Kris tersenyum miris, "Bahkan setelah apa yang aku lakukan, kau tak pernah bisa memandngku." Monolognya sendu.
Tapi bukan Kris namanya jika ia menyerah hanya karena Baekhyun menolaknya, ia yakin Baekhyun hanya sedang bingung saat ini, Kris akan menyerah jika kali ini ia kembali gagal mendapatkan Baekhyun. Untuk mencegahnya gagal lagi, Kris bertemu Daehyun.
Mengatakan tentang sesuatu yang berhasil membuat Daehyun memiliki keinginan untuk melenyapkan Chanyeol.
.
LOVE BLIND
.
Bakhyun benar mengutarakan keinginannya untuk pergi berlibur dan Amsterdam menjadi tujuan lelaki bertubuh mungil itu. Segera setelah proses perceriannya selesai ia memilih keberangkatan paling cepat yang bisa ia pilih. Langkah kakinya menapak dengan angkuh seperti biasa diikuti oleh bulter kepercayaannya yang tengah menenteng koper miliknya, Baekhyun berniat untuk pergi sendiri dan menikmati liburannya tanpa gangguan apapun, tapi ibunya tetap memaksa agar Baekhyun ditemani oleh Jaejoong. Akhirnya dengan berat hati ia menerima itu karena jika tidak, ia tidak akan diperbolehkan ibunya untuk pergi.
Sekali lagi Baekhyun harus menelan mentah-mentah keinginannya berlibur sendirian karena disana ada Luhan dan Kyungsoo yang telah menunggu kedatangan Baekhyun dengan koper di masing-masing pegangan mereka.
"Aku bosan melihat wajah datar Sehun." Luhan yang paling pertama memberikan pembelaan diri, disusul Kyungsoo yang ikut menyampaikan pembelaan dirinya yang menurut Baekhyun sedikit konyol.
"Kai terlalu sibuk dengan monggu, jadi aku putuskan kabur dari rumah." Baekhyun berdecih, menolak pun percuma karena Kyungsoo dan Luhan pasti akan tetap bersikeras untuk mengikuti dirinya untuk pergi liburan.
Selama hampir 12jam diperjalanan akhirnya mereka menginjak tanah benua Eropa itu, mereka memilih salah satu hotel berbintang 5 dan memutuskan untuk di satu kamar hotel yang sama. Salahkan Luhan dengan segala presepsinya yang mengatakan mereka harus tinggal bersama agar tak merasa kesepian, Baekhyun tahu bahwa itu hanya akal-akalan Luhan saja yang terlalu mengkhawatirkan dirinya yang mungkin saja berpotensi untuk melakukan hal-hal bodoh karena depresi setelah kehilangan anak yang dikandungnya.
"Iya aku baru saja sampai dihotel, Kai." Kyungsoo berujar jengah, Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan melihat itu. Siapa yang tadi mengatakan bahwa ia kabur dari rumah, memangnya ada orang kabur dari rumah memberi kabar seperti itu.
"Iya aku mengerti, ahh jangan lupa jangan beritahu Chanyeol keberadaan Baekhyun, mengerti?" itu Luhan yang juga sibuk bertelfonan dengan Sehun. Baekhyun mendesah pelan, Luhan sepertinya salah sangka tentang liburan ini.
Baekhyun tidak pernah sekalipun berniat untuk melarikandiri dari Chanyeol ataupun bersembunyi dari mantan suaminya itu, ia hanya ingin berlibur hanya untuk sekedar melepas penat. Kehilangan sesuatu yang berharga bukanlah suatu hal yang bisa diterima dengan mudah oleh hati. Baekhyun perlu waktu untuk bisa menerima kenyataan bahwa ia telah kehilangan anaknya, Baekhyun tak bisa menyalahkan Chanyeol sepenuhnya karena pada dasar nya semua bermula dari ketakutan Baekhyun yang tak berdasar.
Baekhyun fikir itu adalah salah satu bentuk keadilan Tuhan, ia selama ini menunda untuk memiliki buah hati dengan alasan yang konyol dan kini Tuhan mengambil anaknya bahkan sebelum lahir hanya untuk membuktikan bahwa ia telah melakukan kesalahan. Tanpa sadar air mata Baekhyun jatuh begitu saja serta menggumamkan kata maaf didalam hatinya karena ia tak dapat menyelamatkan mereka berdua seraya memandangi hasil USG pertama yang ia dapat, saat kandungannya masih berupa gumpalan.
Luhan dan Kyungsoo lantas melepaskan ponsel mereka dan beranjak mendekati Baekhyun dan memberi simungil pelukan yang hangat, benar bukan apa yang Kyungsoo katakan waktu itu bahwa Baekhyun sebenarnya hanya seorang suami yang rapuh yang hanya mempertahankan pasangan hidupnya.
.
LOVE BLIND
.
JangSojin.
Chanyeol tak lagi dapat menahan geram kala nama itu terlontar dari mulut Chaeyoung. Wanita yang menjadi mantan sekretaisnya itu mengajaknya bertemu diflat sederhana miliknya. Sojin adalah dalang dari semuanya, tentang kehamilan Chaeyoung dan jatuhnya dari tangga pula. Semua itu ulah Sojin yang menaruh dendam pada Baekhyun akan perbuatan simungil diwaktu lalu. Tentu saja, siapa pula yang menerima dengan sukarela jika dirinya diperkosa. Sudah kukatakan bukan, jika kalah bukanlah tipe Sojin. Wanita itu tak mungkin diam saja setelah dirinya dibuat hancur, ia lantas memanfaatkan Chaeyoung yang saat itu membutuhkan uang.
Jika dibandingkan dengan Chanyeol, Baekhyun tentu lebih kejam. Tapi adakalanya Chanyeol bisa menjadi lebih kejam dari Baekhyun jika kepercayaannya dikhianati. Chanyeol melangkahkan kakinya berbahaya mendekati Chaeyoung dan dalam satu tarikan kuat membuat wanita itu jatuh tersungkur ditempatnya. Chaeyoung baru saja mengalami keguguran dan tendangan Chanyeol diperutnya membuat ia kembali mengalami pendarahan hebat.
"Akan kupastikan mulai detik ini, dalam setiap nafas yang kau hela kau akan menderita hingga ketulang-tulang." Chaeyoung mendengar itu terakhir kali sebelum kehilangan kesadarannya.
"Percayalah, yang kau butuhkan hanya hamil," Sojin berkata seraya menyerahkan segepok uang dan beberapa pil. "Masukkan kedalam minumannya, itu akan mempermudah dirimu." Sambungnya. Jujur saja Chaeyoung ragu, ia sebenarnya tak ingin melakukan ini. Chaeyoung tak ingin menyakiti siapapun, terlebih menghancurkan rumah tangga orang, Chaeyoung tidaklah sehina itu. Tapi Chaeyoung tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran Sojin, ia membutuhkan uang untuk melunasi hutang ibunya sementara ibunya pun kini berada dirumah sakit dan membutuhkan biaya yang banyak, Chaeyoung baru berkerja satu bulan, ia tak bisa mengajukan pinjaman dalam bentuk apapun pada perusahaan. Akhirnya Chaeyoung menyanggupi itu, ia lantas mengambil uangnya berserta pil viagra yang akan ia masukkan kedalam minuman Chanyeol nantinya.
Chanyeol meninggalkan flat Chaeyoung dengan bantingan pintu yang membahana membuktikan bahwa ia benar-benar murka. Ia murka akan kebenaran yang Chaeyoung ungkapkan dan tak memperdulikan jika Chaeyoung diambang kematian.
Chaeyoung tidak mungkin hamil dengan sekali penyatuan, nyatanya mereka bercinta lebih dari satu kali dan itu semua akibat obat perangsang yang Chaeyoung masukkan kedalam kopi Chanyeol kala pria itu memintanya untuk membuat kopi. Mereka bercinta beberapa kali dimeja Chanyeol hingga akhirnya Chaeyoung dinyatakan hamil oleh dokter. Sojin jelas berbahagia akan hal itu, ia lantas memberi sejumlah uang lagi pada Chaeyoung.
"Berpura-puralah bahwa kau takut akan perlakuan Baekhyun kedepannya, maka Chanyeol akan menaruh perhatian lebih padamu." itu adalah perintah dan Chaeyoung menurutinya. Ia melakukan sebagaimana yang Sojin ajarkan, Chaeyoung berakting seolah-olah ia takut akan perlakuan Baekhyun dan benar saja, Chanyeol malah membawanya pulang kerumah pria itu dan memberinya perlindungan penuh.
Tak terfikir olehnya jika Chaeyoung dapat melakukan hal serendah itu hanya untuk mendapatkan uang. Chanyeol benar merasa tertipu akan wajah tak berdosa wanita itu, ia fikir Chaeyoung tidaklah selicik mantan sekretarisnya yang lain dan Chanyeol benar-benar marah karena nya. Seharusnya Chanyeol mendengarkan Baekhyun untuk tak memberi Chaeyoung tempat tinggal.
Chanyeol dengan langkah lebar-lebar segera memasuki mobilnya lalu melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan maksimal menuju kediaman Sojin.
Chaeyoung membuat satu syarat yang ia ajukan pada Sojin bahwa ia hanya menerima uang cash dan Sojin tak pernah masalah akan hal itu. Itulah alasan kenapa Sojin selalu memberinya uang secara langsung.
Siang itu, ia mendapat pesan singkat dari Sojin yang meminta untuk bertemu. Chaeyoung keluar secara diam-diam, menemui Sojin didepan rumah Chanyeol dan wanita itu kembali menyerahkan segepok uang pada Chaeyoung.
"Berusahalah membuat ia marah padamu dan dapatkan perhatian Chanyeol." Chaeyoung tak memiliki pilihan selain menurutinya, ia masih membutuhkan uang untuk ibunya. Chaeyoung memasuki rumah dengan mengendap-endap, tak ingin membuat orang lain mengetahui bahwa ia barusaja keluar dan menemui Sojin. Tapi sayang, Baekhyun duduk dimeja dapur dan memandangnya penuh telisik.
"Apa kau menganggap ini sebagai rumah mu hingga kau bisa keluar masuk tanpa seizinku?" Ujar Baekhyun sarkatis, Chaeyoung menelan airliurnya gugup. Selama hampir seminggu Chaeyoung tinggal bersama Baekhyun cukup banyak untuk membuatnya sedikit mengetahui sifat Baekhyun bahwa Baekhyun tak pernah suka dibantah. Chaeyoung hendak meminta maaf akan kelancangannya, tapi tiba-tiba teringat akan perintah yang baru saja ia terima membuat ia berakhir dengan mengangkat kepalanya percaya diri.
"Saya hanya keluar mencari angin Tuan, lagipula Tuan besar Park tak masalah jika saya keluar rumah meski hanya untuk jalan-jalan." Memang terdengar bergetar, tapi sedikit banyak mampu membuat Baekhyun tersentak. Tak benar menyangka jika Chaeyoung berani menjawabnya. Setelah hampir seminggu Chaeyoung tinggal dirumahnya, wanita itu tak membuat masalah apapun yang dapat membuat Baekhyun marah. Chaeyoung melakukan semua pekerjaan yang dilimpahkan padanya, ia hampir tak menunjukkan wajahnya sama sekali dihadapan Baekhyun. Chaeyoung berada disana bukan sebagai simpanan ataupun wanita spesial yang menjalin hubungan dengan Chanyeol, Chaeyoung hanya mengandung dan diberi perlindungan penuh, hanya itu. Keberadaan ia disana sebenarnya adalah untuk menggantikan pekerjaan Jung Ajjuhma, Chaeyoung tak pernah sekalipun terlihat masalah akan hal itu. Tapi berbeda dengan kali ini dan itu berhasil membuat Baekhyun naik pitam. Baekhyun lantas bangkit dari duduknya lalu menarik rambut Chaeyoung dalam sentakan yang kuat hingga membuat wanita itu meringis hampir menangis.
"Aku sudah cukup bermurah hati membiarkanmu untuk tinggal dirumahku dan kini kau dengan kurang ajarnya melawanku, kau fikir siapa dirimu!!" Baekhyun sudah cukup lelah dengan morningsickness nya dan Chaeyoung membuatnya makin kehilangan tenaga, Chaeyoung tak sedikitpun menjawab karena sibuk mengikuti tarikan Baekhyun yang menyakitkan.
Kepalanya dihempas hingga tubuhnya terhuyung hampir menabrak para maid yang menonton keadaannya dengan pandangan iba.
"Kurung dia dikamarnya dan jangan memberinya makanan apapun!!" para maid itu dengan cepat menuruti tak ingin menjadi sasaran kemarahan lainnya.
Malamnya ketika Chanyeol pulang, salah satu maid dirumahnya memberitahu pasal apa yang terjadi tadi siang. Pria jangkung itu tanpa kata segera membuka pintu kamar Chaeyoung dan memberinya makan lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan mendapati suaminya yang sedang memakan secup jumbo eskrim strawberry, lagi.
"Baek, tidakkah kau fikir jika kau berlebihan kali ini, kau mengurung Chaeyoung dan tak memberinya makan, itu akan membahayakan kandungannya." Ujar Chanyeol sedikit kesal, Baekhyun menaikkan satu alisnya heran.
"Dia keluar rumah tanpa seizinku dan dia juga sudah berani melawanku, tidakkah kau fikir dia berlebihan untuk seukuran pembantu?" Sarkas Baekhyun. Chanyeol mengkerutkan dahinya tak terima.
"Tapi dia hanya keluar mencari angin, kau tidak seharusnya melakukan suatu hal yang membahayakan kandungannya!" Seru Chanyeol sedikit meninggi. Baekhyun berdecih lalu menyingkap selimutnya dan beranjak mendekati Chanyeol.
"Sebenarnya siapa tuan rumahnya disini? Aku atau Dia?"
Dan itu menjadi pertengkaran pertama mereka yang diakibatkan Chaeyoung.
Chanyeol meremas setirnya kuat-kuat hingga buku tangannya memutih kala mengingat betapa bodohnya ia membuat Baekhyun menanyakan posisinya yang sudah jelas lebih tinggi dari kedudukan Chaeyoung.
Chaeyoung tak sengaja melihat berkas berisi tentang kehamilan Baekhyun dan yang dilakukan Chaeyoung pertama kali adalah menangis, merasa buruk dengan dirinya sendiri. Ia lalu menelpon Sojin dan mengatakan pada wanita itu jika ia berhenti karena tak membutuhkan uang lagi. Namun Sojin menyalak marah, wanita itu mengancam akan memberitahu Chanyeol apa yang terjadi. Chaeyoung tak takut sedikitpun, ia malah kembali mengancam Sojin akan memberitahu kebenarannya. Sojin yang pada dasarnya tak ingin kalah pun mendatangi Chaeyoung dan masuk rumah Chanyeol tanpa hambatan apapun. Yang berarti sistem keamanan dirumah itu tak cukup mampu untuk menahan Sojin.
Chaeyoung yang baru saja keluar dari kamar Baekhyun setelah mengantar air minum permintaan tuannya itu dan terkejut mendapati Sojin telah berdiri dihadapannya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Chaeyoung berbisik seraya melihat sekeliling, takut-takut jika dipergoki para maid. Namun anehnya, tak ada satupun maid ada disekitar mereka.
"Well, kau bilang akan berhenti jadi aku akan melakukannya sendiri." Jawabnya enteng, Chaeyoung melotot tak percaya.
"Kau tidak bisa!! Dia hamil, pulanglah sebelum ada yang melihatmu!" Sojin hampir terjengkang karena terkejut, bagaimana bisa Baekhyun hamil sementara simungil itu seorang pria.
"Bukankah itu bagus?" Chaeyoung memiringkan kepalanya tak mengerti, "Kau tentu tau maksudku." Sambungnya seraya menyeringai.
"Jangan gila!! Kau bisa saja dibunuh Chanyeol jika dia tau!!" Ujar Chaeyoung masih berusaha membuat Sojin sadar akan kelakuannya. Tapi wanita itu jelas tak perduli.
"Dia tak perlu tahu, jika kau tak mau lagi membantu ku maka kau cukup diam di tempatmu!" Sangkal Sojin.
"Aku tidak akan membiarkan mu, aku akan memberitahu Chanyeol." Ucap Chaeyoung seraya hendak menuruni tangga dan disanalah dimulai semuanya, Sojin mendorongnya dengan kuat hingga ia terguling jatuh kebawah.
Chanyeol mengetuk pintu appartment Sojin tak sabaran. Tak membutuhkan waktu lama baginya menunggu, pintu itu terbuka dengan wajah terkesiap Sojin sebagai peyambut.
"Tuan, anda..." tak sempat Sojin menyelesaikan kalimatnya karena tangan Chanyeol telah lebih dulu mencapai lehernya.
"Kau fikir apa yang kau lakukan!!" Chanyeol berujar hingga urat-urat lehernya menonjol. Sojin mencakar tangan Chanyeol saat tangan itu makin erat mencekiknya. Chanyeol melepaskan cekikannya dan beralih menjambak rambut wanita itu lalu membanting tubuhnya, Chanyeol tak membuang detik segera melepas ikat pinggangnya lalu mencambuk wanita itu bagai orang kesetanan. Sojin tak bisa melakukan apapun kala kepalanya dibenturkan ke dinding, membuat darah segar mengalir disana.
"Pergilah ke neraka." itu bukanlah bualan karena Chanyeol memang berniat membunuh Sojin. Dengan sisa kesadaran yang ia punya, Sojin mengatakan sesuatu yang membuat nyawanya selamat.
Seraya menahan sakit, Sojin bicara lamat-lamat, "kau pikir bagaimana bisa aku memiliki banyak uang untuk membayar Chaeyoung, bagaimana aku bisa memasuki rumahmu denga mudah. Itu karena dia, kami berkerjasama, dia begitu mencintai Baekhyun." Chanyeol tak perlu bertanya siapa kiranya orang lancang yang mencintai Baekhyun itu.
Seharusnya Chanyeol bisa menebak dari awal, itu semua karena Kris. Karena cintanya yang begitu besar membuat ia buta dan lagi-lagi melakukan kesalahan besar.
.
LOVE BLIND
.
Sudah hampir dua minggu setelah perceraian mereka terjadi, Chanyeol memang tak berubah seperti mayat hidup, tapi siapapun yang melihatnya pasti akan berfikir jika Chanyeol tidaklah lagi memiliki keinginan untuk hidup. Penampilan pria itu memang tak terlihat buruk, tapi ia selalu kehilangan fokus dalam setiap keadaan. Sehun dan Kai sampai harus bekerja ekstra agar Chanyeol tak kehilangan arah atau yang lebih parah kehilangan nyawa.
Baekhyun yang menghilang adalah alasan dibalik perilaku Chanyeol itu. Chanyeol telah menyuruh ratusan orang untuk mencari keberadaan Baekhyun, semua orang nampak seperti berusaha menjauhkan Baekhyun dari dirinya hingga ia berakhir dengan kegagalan dalam setiap pencarian yang ia lakukan.
"Kalian sudah tahu dimana Baekhyun berada?" Tanya Chanyeol penuh harap sebab tadi salah seorang anak buahnya mengatakan mengetahui dimana Baekhyun selama ini.
"Aku minta maaf, tapi kita belum bisa menemukannya. Mereka hanya keliru saat memberikan kabar." Sesal Sehun, bukan menyesal karena tak dapat menemukan Baekhyun melainkan sesal harus menyembunyikan keberadaan Baekhyun dari Chanyeol.
Pria jangkung itu mendesah lelah, ia bahkan sudah terlalu hafal kalimat itu. Chanyeol kembali tak dapat menemukan Baekhyun dan hal itu pun sebenarnya tak luput dari campur tangan Kai dan Sehun, bukan karena orang suruhan Chanyeol tak handal tapi Sehun dan Kai jauh lebih cerdas. Setiap kali orang suruhan Chanyeol mendapatkan info tentang Baekhyun, Kai dan Sehun akan segera menutupi nya agar tak sampai ke telinga Chanyeol. Mereka sebenarnya ingin sekali memberi tahu keberadaan Baekhyun pada sahabatnya itu, tapi mereka pun tak bisa karena mereka juga merasa bersalah pada Baekhyun hingga mereka berakhir dengan menutupi keberadaan simungil sebagai tanda permintaan maaf.
Awalnya semuanya baik-baik saja sampai saat Chanyeol mendengar keluhan Kai pada Sehun yang mengatakan ia amat sangat merindukan Kyungsoo.
"Aku rasa ranjang ku membeku karena telah lama ditinggal Kyungsoo." Ujar Kai pada Sehun, lebih tepatnya merengek. Sehun berdecih, tak menaruh perhatian lebih untuk itu.
"Kapan mereka pulang? Baekhyun sudah terlalu lama menculik kekasihku." Lagi rengekan itu menguar dan berhasil tertangkap oleh telinga Chanyeol. Akhirnya Chanyeol tahu jika Baekhyun tak pergi sendirian dan juga para kaki tangannya mengetahui keberadaan mantan suaminya. Chanyeol jelas saja kesal dibuatnya, ia lantas menyuruh orang suruhannya untuk langsung melaporkan info apapun pada dirinya dan tak perlu melapor pada Sehun maupun Kai.
Siang itu Chanyeol mendapat email dari orang suruhannya yang mengatakan bahwa ia mengetahui keberadaan Baekhyun akan tetapi ia terhalang oleh Kai dan Sehun. Chanyeol tak perlu membuang banyak waktu segera beranjak untuk menemui orang suruhannya itu sebelum lebih dulu Sehun dan Kai menyumpal mulut mereka dan membuatnya kehilangan informasi lagi.
Tanpa tahu bahwa itu adalah salah satu jebakan yang Daehyun buat.
.
.
.
.
.
RIVIEW PLEASE ;*
.
.
NB :
Hai, long time no see :))
Maaf ya lama update nya, tadinya mau up waktu ultah Baek tapi py sibuk saat itu dan py juga males ngetik waktu bulan puasa wkwkwk. berita wamil yang bertebaran membuat galon hiks...
karena yang mintak squel dan specialchap sama banyaknya jadi py bikin 2chapter tambahan. semoga ini gak mengecewakan ya *
Btw, makasih banyak buat yang udah mau nungguin ini ff, makasih masukan dan sarannya, makasih banyak buat yang udah ngefave, follow dan riview py cinta kalian ;* ketjup basahh..
li'l chanbyun, gebrindwijelpa, 1Nooooob-s, sixtyone61, bopung61, byunbaek7853, boomerang, Theresia341, Guest, byunbae04, noufbaybe91, belannr, ANAKNYA BAEKBAEK, DikaAngela, HwangRere27, OISHIBYUN, mikaanggra, Baekamjong88, annisake, baekbttm, ttybyun0605, kickykeklikler, BabyWolf Jonginnie'Kim, PrincessNs, dtafrscll614, BaekHill, zesda11, luluhun92, Lusiii61, cabaek614, deasy.alemande, marisa6104, salimesal.y, Uglybutsaint, huwayahhh, chanbee, 407bubleblue, O, Rain, BeMyUniverse, DikaAngela, dongjae970509, suanhoti, Minako, hyuniee86, beu, delightchanbaek, ttybyun0605, angellaaa.xoxo, luv110412, Chanbaeknim, annisake, justqwerty, lyyn21, Tianrui, zoelintang, cici fu, parknaeunda, Gonrowrow27, 2President of the girls, Kimjunmyeon69, vivivae, winter park chanchan, RChasania HHS, GiantLoey, PeterChan, Pcyrealwife, dtafrscll614, chanyeoru, Byun ye na, Andiani9, Nipplechanbaek, jyongjae, kaira88, 90GoldButOld, SFA30, key ji shin, Hyunbee, baeeki6104, Chanbaeknaena, bellasalb
#CHANBAEKISFUCKINGREAL
#CHANBAEKMENUJUHALAL
