Title : Saturday
Cast : Wu Yifan / Kris, Kim Joon Myun / Suho, KrisHo Pair,
Rating : T
Genre : FLUFF (all of this part) and Romance (of course)
.
.
Seventh,
Saturday!
.
.
Saturday
.
.
Suho tentang Kris.
.
Kenapa kau menyukainya?
"Kenapa? Haruskah aku menjawabnya? Hm… aku menyukainya, karena dia Kris Wu. Entahlah, perasaan ini aneh, kadang suka tidak perlu alasan kan?"
Kris orang yang seperti apa?
"Dia pemalas Demi Tuhan! Bahkan dia tidak bisa merapikan tempat tidur dengan benar. Semuanya berserakan dan harus aku akui dia agak jorok mengenai pakaian, dia geletakkan itu dimana-mana. Mengerikan bukan? Mengingat dia CEO, mungkin karyawannya akan sangat terkejut melihat bosnya itu di rumah, haha."
Apa hal yang paling dia sukai?
"Hm… kurasa dia paling menyukai Hari Minggu, bermalas-malasan dan menonton TV di rumah, sambil makan bola-bola keju dan bangun siang. Kadang aku membiarkannya karena aku mengerti dia begitu kelelahan dengan pekerjaannya yang menyita waktu itu."
Tempat yang paling nyaman untuknya?
"Ah.. dia paling suka tempat tidur, dia bisa melakukan apapun di tempat tidur, bermalas malasan dan dia akan terlihat sangat berantakan, haha.. Oh! Dia juga suka mengancamku akan menyeretku di tempat tidur dan melakukan… yah… hal 'itu'! Untuk itu, aku kadang tidak suka dengan tempat tidur, bagaimana lelahnya mengganti seprei setiap dia berhasil menawanku disana semalam suntuk."
Hal yang menyebalkan darinya?
"DIA ITU JOROK DEMI TUHAN! Oh, maaf, sebenarnya bukan saja masalah menaruh pakaian sembarangan dan malas bangun dari tempat tidur, dia juga keras kepala dan tidak mudah mengalah denganku. Dia sangat gigih, terkadang… aku menyukainya saat dia memperjuangkan sesuatu untukku. Aku sangat tersentuh."
Apa dia orang yang suka memilih makanan?
"Kurasa iya, dia pernah menyingkirkan semua sawi pada masakanku dan hanya memakan daging saja, namun sejak aku mengomelinya, dia tidak pernah menyisahkan makanan lagi. Akhir-akhir ini aku sedang mengisolasi kotak ramen di rumah, diam-diam dia suka begadang sambil makan ramen tanpa sepengetahuanku."
Hal yang menjadi kelemahannya?
"Sepertinya aku, haha. Apalagi kalau aku menangis atau sakit, Kris akan pulang kantor tanpa pikir panjang dan megisolasiku di kamar. Posesif bukan? Tapi aku menyukainya!"
Bagian tubuhnya yang paling kau sukai?
"Astaga, haruskah aku menjawab yang ini, hmmm… aku suka lengannya, saat memelukku, saat dia menggendongku dan menjadikannya bantal, aku suka. Keras dan kokoh, seperti aku dapat bersembunyi dan berlindung dibaliknya."
Apa yang paling kau takutkan pada Kris?
"Aku… paling takut saat dia mengkhawatirkanku berlebihan, aku takut, dia akan melawan otak sehatnya dan kadang mengambil keputusan bodoh. Aku takut, maka dari itu, aku berusaha keras agar tidak membuatnya khawatir."
Hal yang paling kau sukai saat bersamanya?
"Aku suka saat santai dengannya, aku suka saat Kris memberikan bahunya dan aku bisa tertidur dengan pulas, aku suka saat dia meyentuh pipiku dan menciumku kemudian, aku suka, saat kita memasak dan mandi di dalam bathtube yang sama hingga berlarian seperti anak kecil, entahlah, menurutku, aku menyukai semua hal saat aku bersamanya."
Kebiasaan Kris yang tidak diketahui orang lain?
"Dia paling suka mengigau! Astaga akan sangat lucu kalau melihatnya dengan langsung, bagaimana dia bahkan berteriak dalam tidur dan membuat raut wajah yang sangat lucu, astagaa… aku hampir selalu tertawa saat melihatnya."
Apa dia orang yang romantis?
"Hmm… terkadang iya, lebih seringnya Kris tidak tahu harus mengekspresikannya seperti apa, namun ada kalanya dia bersikap cheesy dan membuatku geli dan merinding."
Hal yang selama ini belum bisa kau lakukan dengannya, dan kau sangat ingin melakukannya?
"Aku ingin … pergi melihat aurora di kutub utara dengannya. Haha, kekanakan memang. Tapi, terlihat sangat menyenangkan apalagai saat melihat cahaya itu bersama orang yang kucintai. Aku pikir itu sangat seru."
Yang ingin kau ucapkan untuknya sekarang?
"Kris, aku mencintaimu!"
.
.
Kris tentang Suho
.
Kenapa kau menyukainya?
"Hah? Kau bilang kenapa aku menyukainya? Tentu saja karena dia Kim Joon Myun, bukan yang lain. Aku menyukainya karena aku memang suka, tidak ada alasan lain."
Suho orang yang seperti apa?
"Seperti… seperti penghisap debu, dia membersihkan segala hal dan merapikan apapun yang berantakan. Dia sangat suka kebersihan dan membuat sesuatu di sekitarnya menjadi rapi dan bersih."
Apa hal yang paling dia sukai?
"Tentu saja dia menyukaiku! Lihat saja dia bahkan tak bisa tidur kalau tidak ada aku di sampingnya!"
Tempat yang paling nyaman untuknya?
"Kurasa dia paling suka di rumah, tak peduli di bagian mana, selama itu di rumah dan bersamaku, dia sangat nyaman dan menjadi manja padaku."
Hal yang menyebalkan darinya?
"Saat dia menyembunyikan tumpukan ramenku yang sampai sekarang tidak aku ketahui dimana dia menyembunyikannya."
Apa dia orang yang suka memilih makanan?
"Tidak, tentu saja tidak… tapi dia tidak menyukai beberapa barang seperti susu kedelai dan beberapa makanan lain. Tapi untuk makanan di rumah, dia tak pernah memaksakan apa yang harus dia makan."
Hal yang menjadi kelemahannya?
"Dia penakut, dia takut dengan macam macam hal, dia takut gelap, ruangan sempit, sendirian, hantu, dia takut petir dan kilat, dia benar-benar ketakutan dengan banyak hal, namun tidak masalah, itu memuatku semakin ingin melindunginya."
Bagian tubuhnya yang paling kau sukai?
"Bibir. Aku menyukainya karena tiap kali aku menciumnya, rasanya akan terasa manis, warnanya merah, terkadang berasa seperti ceri ataupun stroberi. Lembut ,lebih memabukkan dari alkohol dan rasanya aku tak mau berhenti saat menempelkan bibirku padanya. Hei hei, aku bukan mesum, tapi itu kenyataannya!"
Apa yang paling kau takutkan pada Suho?
"Aku takut kalau dia marah, aku takut kalau dia merasa kecewa padaku, aku takut saat dia mengkhawatirkanku dan aku takut saat dia merasa ketakutan. Itu membuatku ingin merengkuhnya dan menyebunyikannya dalam pelukanku sendiri."
Hal yang paling kau sukai saat bersamanya?
"Emm, sebenarnya aku agak malu menjawab ini, tapi aku suka saat bercinta dengannya…. Hei hei, aku bukan mesum sungguh! Aku akan menjawab jujur sesuai dengan pertanyaannya. Apa aku tidak boleh menjawab aku suka saat saat bercinta dengan dia?"
Kebiasaan Suho yang tidak diketahui orang lain?
"Dia suka membawa mainan saat mandi. Bukan mainan yang aneh, hanya seperti bebek karet dan beberapa semprotan, entahlah, mungkin bawaan dari sikapnya yang agak kekanakan, saat kita berdua mandi bersama, kita mandi sangat lama hingga kami menggigil karena terlalu lama bermain, em… sebenarnya bisa juga lebih dari sekedar bermain, yah… tahu maksudku kan?"
Apa dia orang yang romantis?
"Menurutku tidak begitu, dia gampang memerah dan biasanya aku yang bersikap romantis padanya, namun dia selalu mengolokku dan mengataiku dengan wajahnya yang memerah karena malu, menggemaskan."
Hal yang selama ini belum bisa kau lakukan dengannya, dan kau sangat ingin melakukannya?
"Menikah. Aku ingin menikah dengannya."
Yang ingin kau ucapkan untuknya sekarang?
"Saranghae Suho!, dan… ayo bercinta sabtu malam ini!"
.
.
"Kim Joon Myun apa maksudmu kau bilang kalau aku ini jorok hah?"
Suho tersenyum kecil dan menyeduh teh madunya dengan tenang, tak terusik tatapan mengerikan Kris dari meja sebrang.
"Dan apa ini… kenapa kau menulis banyak hal buruk tentangku?" Kris protes.
Chanyeol dan Baekhyun memang menulis daftar pertanyaan itu dan meminta Kris dan Suho mengisinya dengan jujur, menurut pasangan aneh yang agak bodoh itu, cara seperti ini akan membuat sebuah pasangan menjadi terbuka tanpa takut berbelit bicara. Cocok untuk Kris yang kadang suka mati kutu di depan Suho saat mata dengan iris berkilau itu menatapnya.
"Kau juga menyamakanku dengan penghisap debu!" sembur Suho tak mau kalah.
Kris menjawabnya dengan cibiran, kemudian dia tertegun melihat sebuah kalimat.
aku menyukai semua hal saat aku bersamanya
Keduanya terdiam selama beberapa saat sebelum Suho menyadari sesuatu yang sangat menyentuh hatinya, "menikah. Aku ingin menikah dengannya"
"Naga bodoh!" dia bergumam dalam hati dan tersenyum dengan wajahnya yang tanpa sengaja memerah.
Namun pria dengan rambut warna hitam lembut itu tak menyadari, kalau Kris tengah berdiri di hadapannya, tiba-tiba dengan tatapan matanya yang tajam seperti biasa membuatnya terpekik karena kaget.
"Omo!"
Namja tinggi itu memaksanya berdiri dan merengkuhnya, mencium puncak kepalanya dan bergumam pelan.
"Kau suka lenganku kan? Kau suka saat aku memelukmu begini, kalau kau ingin, jangan malu memintaku melakukannya padamu."
Wajah itu memerah lebih parah hingga merambat menuju telinganya yang kecil. Dengan perlahan dia mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di dalam dada bidang Kris yang menyeruakkan bau mint segar.
"Kris!"
Suho mendongak, sementara Kris merunduk, hingga mata tajam itu terbelak begitu merasa sesuatu yang kenyal menubruk permukaan bibirnya, Suho menciumnya, memberikan sebuah gerakan yang agak canggung dengan melumatnya perlahan, menghisapnya pelan-pelan hingga Kris terdiam seperti patung.
"Kau juga… suka bibirku, kau bisa memintaku menciummu kalau kau mau, aku… aku bisa melakukannya untukmu kapan saja."
Kris tersenyum, mengusak kepala Suho dan menjawabnya dengan lembut "Aku tak perlu meminta, aku bisa langsung menciummu karena biasanya kau juga tidak akan menolak."
Itu benar. Dan Suho akhirnya tak bisa berkata apapun untuk menjawab ucapan Kris yang memang benar, namja itu yang suka menciumnya dulu, tanpa persetujuan, sedikit memaksa kadang-kadang, namun Suho tak keberatan. Sama sekali tidak.
"Kau ingin, melihat aurora? Aku akan mengabulkannya untukmu, tunggulah."
Mendengar hal itu, Suho mengangguk, tersenyum senang, hingga tak menyadari bawah rengkuhan Kris menjadi lebih erat.
"Maaf aku menyembunyikan ramenmu!"
Kekehan pelan terdengar, Kris mencium lagi puncak kepala Suho "Kalau begitu kau harus mengatakan padaku nanti diamana kau menyembunyikannya!"
Hingga tangan lebar itu mengusap sebelah pipi Suho yang lembut seperti kue beras, menyisihkan poninya, memandangnya ke mata yang paling dalam dengan perlahan menyapukan ibu jarinya pada sudut bibir kekasihnya tersebut.
"Ayo menikah denganku!"
Awalnya Suho terkejut, namun cepat cepat dia tersenyum dan mengangguk "Aku akan selalu mengatakan ya untuk itu!"
Tak mau menahan perasaannya, Kris mencium bibir merah kekasihnya dengan perlahan menimbulkan desahan halus di sela-selanya hingga tangan kurus milik Suho ada melingkari leher pemuda itu, Kris meraba punggung, mendorong sedikit kepala Suho, memperdalam ciumannya, memanaskan suasana. Suho memang tahu, kekasihnya ini paling bisa membuatnya menyerah, termasuk menyerah dan membiarkan pria bermarga Wu ini menghisap bibirnya, melumatnya sedikit kasar dengan lidah yang menyapu seluruh permukaannya, menimbulkan jejak basah.
Kris mendorong Suho memasuki kamar, menutup pintu dengan menendangnya dan menindih namja pendek itu di atas kasur, Suho gelisah, entah kenapa. Lebih-lebih saat Kris mengelus pipinya, memintanya membuka mulut lebih lebar, melesakkan lidahnya, mengulum bibirnya lebih mesra, hingga Suho tak bisa untuk tidak meremas kaus milik Kris.
"Ummmphh…"
Kris melepaskan ciumannya, menjilat sudut bibir Suho dan membiarkan dia mengagumi raut wajah Suho yang terengah karena ciumannya.
Untuk kesekian kalinya ini, Kris merasa Suho sangat seksi.
"Ini hari sabtu.."
"A…apaahh.. nghh…"
Suho tak tahu kenapa dia menjawabnya dengan desahan di akhir, namun dia menyadari kalau Kris tengah memberikan ciuman di lehernya, hingga berbekas warna merah pekat.
"Ayo bercinta denganku malam ini!"
"…"
Suho tertawa kecil dan hingga akhirnya dia mengangguk.
"Aku tahu kau pasti akan memaksaku meskipun aku bilang tidak."
Ciuman itu dimulai lagi setelah senyuman kecil muncul di bibir tebal Kris. sebelum baju-baju mereka berserakan di lantai dan Suho yang merintih antara enak dan nyeri, dan sebelum Kris terlalu lupa karena sibuk dengan seseorang yang tengah di tindihnya saat ini, mereka beradu pandang, memberikan lumatan mesra di bibir dan menggesekkan hidung, berucap secara bersamaan.
"Saranghae!"
.
.
Omake?
"Chanyeol-ah terima kasih!"
Kris berucap lewat telepon saat pagi menjelang, baru pukul 8 pagi.
"Kenapa?"
"Saranmu kemarin, tentang pertanyaan pertanyaan di kertas itu. Berjalan baik, sangat baik!"
Terdengar suara tawa di seberang sana dan Kris tahu Chanyeol sedang memuji diri sendiri "Kau beruntung punya orang yang tepat sepertiku."
Kris hanya tersenyum dan lagi-lagi mengucapkan terima kasih, sembari mendapati tubuhnya yang masih telanjang di balik selimut, sama dengan Suho, terlihat menggeliat di sampingnya, dengan lengan melingkari pinggangnya.
Kris duduk bersandar di sandaran tempat tidur sembari tetap bertelepon dengan Chanyeol. Namun dia tak menyadari hingga Suho menariknya, menciumnya tepat di bibir dengan mata yang masih sayu, membuat desahan kecil dengan tangan meraba tubuh atletis Kris.
"Eunghh…"
Dan ingat, telepon belum tertutup.
"Suho?"
"Krish…eungh…"
Kris meletakkan sebelah tangannya mengelus kepala Suho namun namja mungil itu malah melayangkan tangannya untuk membelai dada bidang kekasihnya.
"Aku… ingin satu kali lagi sebelum mandi."
Kris tahu, tanpa perlu bertanya maksud, seolah melupakan seseorang di seberang sambungan, Kris merengkuh kekasihnya, menggesekkan tubuh telanjang keduanya, saling melumat dan menimbulkan desahan keras. Mau tak mau, nafsu Kris yang sebenarnya sudah surut, kini tersulut lagi.
Hingga Kris menyadari seseorang terdengar berteriak di seberang sana.
"JANGAN MENELEPONKU KALAU SEDANG BERCINTA BODOH!"
Tut.
Chanyeol-ah, mian.
.
.
DAY BY DAY
END
.
.
INI APA? APAAAAA…. /LARI LARI/
HAPPY HOLIDAY ! bagi yang tidak berlibur, tetap semangat!
Rae mohon maaf dan terima kasih tetap membaca tulisan Rae.
Rae akan mencoba menulis selama liburan ini, jadi, terima kasih bagi yang sabar menunggu
Mianhae and Kamsahamnidaaaaaa….
Annyeong! ^^v
/very deep bow/
.
.
SungRaeYoo
