Kyuhyun dengan gontai berjalan menuju pintu depan rumahnya, matanya sudah menutup setengah. Mulutnya menguap lebar, ini kedua puluh lima kalinya dia menguap dalam dua jam terakhir, jika dia tak salah menghitung. Dia sedikit bersyukur ini hari sabtu, jadi kelas malam hanya berakhir sampai jam 07.00 pm dan besok dia bisa tidur sepuasnya. Tangannya bergantian memukul-mukul bagian pundak dan pahanya untuk mengurangi rasa sakit karena dua hari lalu harus praktek olahraga lari dan basket. Pelajaran yang paling dibencinya selain Sejarah Korea yang membutuhkan kemampuan menghafal luar biasa.
Dengan mata yang sudah sesekali menutup sempurna, tangannya merogoh saku celananya mencari kunci pintu. Karena tak menemukannya dia beralih membongkar tasnya sembari duduk selonjoran dengan punggung bersandar didaun pintu. Tapi dia juga tak menemukannya walaupun sudah mengeluarkan semua barang ditasnya. Dengan jengkel kembali menjejalkannya asal-asalan kedalam tas.
Kyuhyun berhasil berdiri tegak setelah dua kali terhuyung. Tangan kirinya berpegangan pada dinding agar tak ambruk, tangan kanannya menekan tombol intercome disamping pintu sambil memanggil nama ibunya dengan suara lirih dan malas. Tak ada respon sama sekali dia memutuskan menelpon nomor rumahnya, tapi hasilnya tetap sama.
Dia baru akan mendial nomor ibunya, tapi sudah ada pesan masuk terlebih dahulu dari nomor ibunya. Kyuhyun mengacak rambutnya dan mengerang frustasi setelah membacanya.
"Dasar nenek sihir menyebalkan." Gerutu Kyuhyun.
.
.
.
Telunjuk Kyuhyun memutuskan memencet tombol intercome disamping kiri pintu setelah berdiri selama sepuluh menit disitu, dia merasa beruntung pagarnya tak dikunci.
Masa bodoh dengan yang namanya harga diri atau apapun itulah namanya. Kyuhyun tak peduli dan sudah teramat lelah. Dia tadinya berencana kerumah Hyukjae, Donghae, atau Ryeowook. Tapi dia harus menempuh jarak jauh menggunakan bus dulu untuk sampai kerumah salah satu dari mereka. Jadi dia memutuskan untuk berjalan sepanjang 700m dari rumahnya. Dan pesan dari ibunya sudah sangat jelas, bahwa ibunya pergi ke Jepang untuk keperluan bisnis bersama ayahnya setelah sebulan menetap di Korea. Pesan itu juga berisi kalau ibunya sudah mengatakan pada Choi Siwon kalau Kyuhyun akan menginap dirumahnya. Kyuhyun tak mau tidur diluar dengan udara dingin jadi dia memutuskan kesini.
Mata Kyuhyun yang tadinya menutup sempurna kini terbuka setengah mendengar pintu didepannya terbuka.
"Kau sudah mendapat pesan dari ibuku kan? Jadi biarkan aku masuk." Kyuhyun berjalan masuk rumah begitu saja, menggeser badan Siwon kesamping.
Siwon mengedikkan bahu, menutup pintu lalu berjalan mengikuti Kyuhyun. Dia tak mengira kalau Kyuhyun benar-benar datang kerumahnya seperti yang dikatakan Heechul tadi siang di telepon. Walaupun namja cantik itu sudah berkata pasti, tapi Siwon sedikit pesimis.
Jadi dia sangat terkejut saat melihat wajah Kyuhyun di intercome. Tanpa Kyuhyun mengatakan apapun dia langsung membukakan pintu. Dan dia disambut dengan wajah mengantuk Kyuhyun dengan salah satu tangannya sedang mengucek matanya yang setengah terbuka. Sungguh menggemaskan. Oh betapa dia sangat merindukan wajah manis itu. Setelah pesta sekitar 6 minggu yang lalu itu Siwon belum bertemu dengan Kyuhyun lagi. Rasa rindunya sudah bertumpuk-tumpuk.
Siwon memundurkan langkahnya saat tiba-tiba saja Kyuhyun berbalik menghadapnya.
"Jadi, dimana aku harus tidur?" Kyuhyun meletakkan tasnya keatas sofa. Tak peduli jika sikapnya tak sopan, Kyuhyun butuh kasur empuk segera.
"Disini hanya ada dua kamar-"
"Aku akan tidur bersama Suho. Aku tak mau badanku makin sakit jika tidur disofa." Potong Kyuhyun cepat.
"Well, dikamar Suho hanya ada single bed. Dan aku juga tak mau badanku sakit." Jelas Siwon. "Jadi hanya tersisa pilihan kita tidur bersama dikamarku."
"Ya sudah. Ayo ke kamarmu. Aku sudah mengantuk sekali. Dan jangan menyebutnya tidur bersama. Itu menggelikan."
Siwon hanya tertawa kecil mendengarnya. Dia menemukan sifat Kyuhyun yang lain. Dia selama ini menyimpulkan bahwa Kyuhyun itu anak yang sedikit pemalu, tapi ternyata sifatnya tak jauh berbeda dengan ibunya yang seenaknya sendiri. Keuntungan bagi Siwon, dengan begitu dia tak terlalu sulit mendekatkan diri dengan Kyuhyun.
.
.
.
Siwon menyesal berbagi tempat tidur dengan Kyuhyun. Berkali-kali dirinya terguling dari tempat tidur berkat tendangan Kyuhyun yang tak bisa dibilang pelan. Kyuhyun selalu berganti posisi tidur. Mulai dari tengkurap dengan kakinya diatas perut Siwon, kaki berada di headboard dengan kepala menggantung diujung tempat tidur, salah satu tangan/kakinya menggantung dan sebagainya. Alhasil pinggangnya sedikit memar karena Kyuhyun selalu menendang di spot yang sama setiap bergerak. Beruntung dia tidak harus memegangi pinggangnya setiap kali harus berjalan. Tak ada bedanya tidur di sofa pikirnya.
"Daddy, yang disofa itu bukankah tas Kyuhyun hyung?" Suho tadi sempat melihat tasnya untuk memastikan.
Siwon mematikan kompor, memindahkan pancake terakhir ke piring. Tangannya membersihkan mulut Suho yang belepotan karena madu dengan tisu.
"Iya, dia semalam tidur disini." Siwon mulai makan pancake nya setelah mulut Suho bersih.
"Daddy! Apakah Kyuhyun hyung akan tinggal bersama kita?!" Suho setengah berteriak, matanya berbinar-binar bahagia menatap ayahnya.
"Untuk sementara waktu iya." Jawaban Siwon membuat Suho sedikit murung. "Hei, apa Suho mau membangunkan Kyu hyung?"
"Tentu saja."
Suho melompat turun begitu saja dengan semangat dari kursi tingginya. Membuat Siwon tersenyum kecil, dia belum pernah melihat Suho se semangat itu.
Siwon beranjak dari duduknya untuk mencuci piring-piring yang kotor. Saat dia selesai dan melepaskan sarung tangannya, Suho sudah kembali dengan wajah cemberut. Membuat Siwon mengerutkan keningnya.
"Daddy. Kyu hyung tidak mau bangun, bahkan Suho hampir saja terkena lemparan bantal saat menggoyangkan bahunya. Tadinya Suho juga sudah mencium pipinya, tapi tak berhasil. Biasanya Suho akan bangun jika Daddy sudah mencium Suho." Cerita Suho dengan menggebu-gebu. Dia juga mempraktekkan bagaimana Kyuhyun melemparkan bantal ke arahnya.
Sudah Siwon duga akan seperti itu. Dia tadi malam juga berusaha menyingkirkan tubuh Kyuhyun karena dia tak dapat bagian tempat tidur, tapi Kyuhyun malah memukulnya dengan guling dan mengumpati dirinya. Siwon jadi menyesal menyuruh Suho.
Oh Siwon juga ingat bagaimana mengganggunya igauan Kyuhyun semalam yang mengabsen berbagai nama makanan sambil menggigiti guling yang dipeluknya. Hampir saja jari-jarinya juga menjadi korban jika dia tidak sigap menarik tangannya. Beberapa detik setelah itu terdengar suara mendengkur pelan disertai mulutnya yang memproduksi air. Benar-benar kelakuan yang buruk.
Siwon semakin mempercayai pepatah 'Jangan nilai sebuah buku dari sampulnya.' Sampul bagus belum tentu isinya juga bagus, begitupun sebaliknya.
"Sudah biarkan saja. Mungkin Kyu hyung terlalu lelah. Ayo sekarang waktunya kita mandi." Siwon menggandeng tangan Suho menuju kamar mandi. Suho sibuk berceloteh tentang aktifitas yang ingin dilakukannya hari ini.
.
.
.
Kyuhyun mengedipkan matanya beberapa kali, terusik oleh sinar matahari yang mengganggu. Kyuhyun membalikkan badannya terlentang, direntangkannya tangan dan kakinya untuk melemaskan otot-otot tubuhnya yang kaku. Kyuhyun mengaduh, masih merasakan sakit dikaki dan tangannya.
Dia melihat sekeliling kamar yang tak sempat diperhatikannya semalam karena dia langsung saja berbaring di ranjang lalu tertidur. Kamarnya bersih dan rapi tidak seperti miliknya yang berantakan layaknya tempat sampah karena banyak bungkus makanan berserakan. Dia bisa melihat 2 koper besar miliknya disamping lemari pakaian Siwon.
Ibunya benar-benar telah mempersiapkan semuanya. Apa si nenek sihir itu menyuruhnya tinggal disini selamanya? Jinjja.
Kyuhyun bangun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh muka. Menyikat gigi bisa dia lalukan nanti saja, dia malas membongkar kopernya.
Seperti biasa, dengan terhuyung-huyung dan mata setengah terbuka dia menuruni tangga menuju dapur.
"Selamat pagi Kyuhyun hyung." Sapa Suho dengan ceria.
Kyuhyun menyipitkan matanya berusaha fokus. Beberapa detik kemudian mulai ingat kalau Siwon mempunyai anak. Dia memang seperti itu tiap bangun pagi, tak akan fokus pada apapun tapi masih mengingat dimana tempat makanan berada.
"Selamat pagi Suho." Ucap Kyuhyun sembari mengusap kedua matanya.
Kyuhyun berbalik membuka kulkas mengambil botol air mineral lalu duduk dikursi meja makan dan meneguknya langsung tanpa repot-repot mengambil gelas. Tangan Kyuhyun beralih mengambil beberapa potong roti dan pancake yang ada dimeja lalu melahapnya. Perutnya sangat lapar karena dia tak sempat makan sejak jam makan siang kemarin disekolah. Suho yang duduk disamping Kyuhyun memperhatikan setiap gerakan yang Kyuhyun buat dan menggoyangkan kakinya yang tidak menyentuh lantai. Dia harus bersusah payah untuk bisa duduk di kursi karena Kyuhyun tak membantunya. Jahat sekali.
"Kenapa sudah rapi dan wangi? Suho mau pergi?" Kyuhyun bertanya disela kunyahannya.
Butuh beberapa detik bagi Suho untuk menjawabnya karena suara Kyuhyun tidak terdengar jelas. "Yup. Bersama Daddy."
Kyuhyun beralih meneguk satu kotak susu rasa stroberi, yang diasumsikannya milik Suho. "Kemana?"
Kyuhyun mengelap mulutnya dengan lengan baju seragam yang tak sempat dia ganti semalam. Suho mengernyit melihatnya, selama ini ayahnya melarangnya berbuat demikian karena itu namanya jorok.
"Kami akan berbelanja, kau mau ikut atau tidak?" Suara Siwon berhasil mengambil alih perhatiannya, dan membuat mata Kyuhyun terbuka lebar. Rasa kantuknya hilang seketika.
Bagaimana tidak? Lihatlah pria itu sungguh tampan dengan pakain kasual nya, kaos lengan panjang dan celana jeans. Membuat Kyuhyun tak bisa mengalihkan pandangan untuk beberapa detik. Matanya terus mengikuti pergerakan Siwon yang kini sudah berjongkok didepan Suho yang duduk membelakanginya.
"Kemana?"
"Ke supermarket." Jawab Siwon. Tangannya sibuk memakaikan Suho sepatu.
"Belanja makanan kan?! Aku ikut! Tunggu sebentar aku akan segera kembali!" Kyuhyun setengah berteriak sambil berdiri dengan tergesa menyebabkan kaki kursi menimbulkan bunyi decitan.
"Jangan meninggalkanku! Beri aku waktu 15 menit! Ah tidak, 10 menit saja!"
Kyuhyun berteriak sepanjang jalan menuju kamar mandi di kamar Siwon dengan berlari. Terlihat kakinya melewati 3 anak tangga sekaligus.
"Apa yang dipikirkannya hanya makanan?" Gumam Siwon. Dia menggelengkan kepalanya seraya tersenyum kecil.
.
.
.
"Kimchi, daging ayam, ham-" Tangan Kyuhyun memasukkan barang-barang yang diucapkannya kedalam troli satu persatu.
"Oh oh oh Stroberi!" Kyuhyun berlari kecil mendorong trolinya menuju stand buah-buahan. Memeletkan lidahnya ke arah stand sayuran ketika melewatinya.
Suho yang duduk diatas dudukan troli hanya melongo melihat kelakuan Kyuhyun. Sedangkan Siwon tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya berkali-kali sembari mendorong trolinya yang masih kosong, menyusul Kyuhyun yang sudah berada di stand makanan ringan, jauh didepannya. Pantas saja pipinya berisi dan tubuhnya sedikit gemuk.
"Kentang goreng, coklat, lolipop rasa lemon stroberi jeruk-" Tangannya masih sibuk mencomot makanan kesukaannya sembari terus menyebutkan namanya agar tak ada yang terlewat.
Kyuhyun menoleh kebelakang mencari Siwon dan Suho yang sekarang berada di stand sayuran sedang memilih-milih.
"Apa bagusnya sayuran sih?" Gerutu Kyuhyun.
"Suho~ya, Siwon~ssi! Cepat kesini!" Teriak Kyuhyun.
Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang melambaikan tangan kanannya. Tangan kirinya mendekap snack-snack yang beberapa sudah jatuh kelantai karena tak muat didekapannya. Tentu saja Kyuhyun terpaksa melakukannya karena troli besarnya sudah menggunung. Siwon mendesah berat. Siwon memasukkan sayuran terakhirnya yang dia ambil kedalam troli sebelum berjalan menuju tempat Kyuhyun.
"Kenapa?" Sebenarnya Siwon tahu maksud Kyuhyun memanggilnya.
Kyuhyun menaruh semua barang yang didekapnya kedalam troli Siwon, termasuk barang-barang yang dipungutnya dari lantai.
"Apa semua ini Kyuhyun hyung yang akan memakannya?" Tanya Suho. Tangannya mengambil satu persatu snack ditroli Kyuhyun, berusaha membaca namanya.
"Tentu saja aku dan Suho. Memangnya kau tak menyukainya?" Kyuhyun masih memilih snack-snack yang disukainya.
"Suho juga suka. Tapi lebih suka ice cream dan coklat."
"Tenang saja, nanti kita juga akan membeli ice cream yang banyak." Ucap Kyuhyun ceria.
Sementara Kyuhyun dan Suho mengobrol, kedua tangan Siwon meraih snack-snack ditroli yang semakin bertambah satu persatu dan mengembalikannya ke rak dengan asal. Situasi sedikit aman karena posisi Kyuhyun membelakanginya.
"Benarkah?" Suho bertanya dengan antusias. Kyuhyun menjawabnya dengan gumaman dan menganggukkan kepalanya.
"Tapi Kyuhyun hyung, kenapa harus sebanyak ini?" Lihatlah. Bahkan anak kecil saja tahu, gerutu Siwon dalam hati.
"Eeeemmmm. Ini akan menjadi harta kita jika nanti kita akan hibernasi."
"Alasan macam apa itu." Gumam Siwon.
"Ya! Kenapa kau mengembalikannya?!" Kyuhyun berteriak setelah melihat aksi Siwon. Tangannya dengan cepat mengembalikan snack yang diambil Siwon kedalam troli.
Siwon mendecak, kedua tangan berada dipinggangnya. Apa dia benar-benar menganggap makanan itu aset berharganya?
"Cho Kyuhyun. Kau pikir siapa yang akan membayar semua ini?"
"Tentu saja kau. Tadi kan kau yang mengajakku." Jawab Kyuhyun santai. Anak ini.
"Tapi aku tak mengatakan akan membayar semua belanjaanmu." Ucap Siwon penuh penekanan disetiap katanya.
"Baiklah baiklah baiklah. Nanti kuganti uangmu, sementara pakai dulu uangmu." Kyuhyun memutuskan menyerah setelah melihat tatapan tajam Siwon padanya. Kemudian berbalik lagi melanjutkan aktifitasnya yang tertunda.
"Pelit sekali. Dasar kekasih tak berguna. Percuma saja punya kekasih kaya." Gerutu Kyuhyun agak keras. Sengaja agar Siwon mendengarnya.
"Apa kau bilang?"
"Apa?! Aku tak mengatakan apapun!" Kyuhyun berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya dan mendorong trolinya meninggalkan Siwon, sedangkan Suho tertawa kecil.
"Mengapa kau tertawa?" Siwon bertanya dengan wajah heran.
"Apa Daddy tak melihatnya? Wajah Kyuhyun hyung saat marah lucu sekali. Bibirnya mengerucut dan kedua matanya berkedut-kedut." Suho berusaha menirukan ekspresi Kyuhyun.
Siwon tertawa melihatnya, mengingat wajah Kyuhyun yang marah. Jujur saja, dia menahan tawanya sejak tadi.
"Ya! Aku mendengar semua ucapan kalian! Cepat kesini bayar semuanya!" Teriak Kyuhyun yang memang belum terlalu jauh dari posisi Siwon dan Suho. Galak sekali dia.
Apa Kyuhyun tadi mengatakan kalau dia kekasihnya? Siwon tersenyum dengan pikirannya dan mulai melangkah kearah Kyuhyun.
.
.
.
"Suho harus belajar makan dengan bersih, agar tak belepotan seperti ini." Tangan Kyuhyun dengan telaten membersihkan sekitar bibir Suho yang terdapat ice cream coklat dengan tisu.
Selesai berbelanja, Kyuhyun terus merengek pada Siwon agar mampir dulu ke kedai es krim. Siwon tentu saja menolak. Tapi anak itu memprovokasi Suho agar berada dipihaknya, dan bisa ditebak Suho membantunya. Licik sekali. Siwon hanya bisa mendesah, lalu mengangguk. Membuat Kyuhyun dan Suho berteriak senang.
Siwon seperti mengasuh dua bayi, dengan satu bayi besar bersikap sok dewasa. Kyuhyun berkata seperti itu kepada Suho padahal bibirnya sendiri juga belepotan dengan es krim.
Siwon mengambil tisu, tanpa mengatakan apapun dia membersihkan bibir Kyuhyun.
Kyuhyun yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam. Wajahnya terasa terbakar, menimbulkan rona merah muda dikedua pipinya.
"Ya! Aku bisa melakukannya sendiri, kau hanya perlu mengatakannya padaku." Siwon hanya mengangkat bahunya sebagai respon lalu melanjutkan makan es krim miliknya.
"Kau masih kesal karena membayar semua belanjaanku?" Tanya Kyuhyun sembari memasukkan sesendok es krim ke mulutnya.
Siwon hanya diam.
"Ya Tuhan, aku kan sudah bilang. Nanti kuganti uangnya. Apa jika aku menjadi istrimu, aku juga harus punya uang sendiri untuk membayar semua keperluanku?" Mata Kyuhyun melotot menyadari kalimat terakhirnya. Lancang sekali mulutnya berbicara tanpa otaknya berpikir dahulu.
Siwon tersenyum jahil mendengar ucapan Kyuhyun.
"Suho~ya, apa kau ingin Kyuhyun hyung menjadi ibumu?" Siwon bertanya pada Suho, matanya sesekali melirik kearah Kyuhyun yang memasang wajah horror.
"Huh?" Suho merespon dengan wajah kebingungan.
"Tinggal bersama kita selamanya." Jelas Siwon dengan kalimat sederhana.
Tapi sebelum Suho mendengar kalimat Siwon, tangan Kyuhyun sudah menutupi kedua telinga Suho.
"Ya!" Sentak Kyuhyun.
"Kan kau sendiri yang bilang begitu."
"Aku kan hanya bilang JIKA!" Sangkal Kyuhyun.
Siwon mengedikkan bahunya. "Bagiku sama saja."
.
.
.
Kyuhyun berjalan keluar kedai es krim dengan Suho berada digendongannya, mereka ke kamar kecil terlebih dulu dan Siwon sudah keluar. Tapi baru beberapa langkah tiba-tiba Siwon menariknya dengan cepat dan pinggangnya dipeluk tangan kiri Siwon.
"Kau ini ke-" Ucapan Kyuhyun terputus saat Siwon mencium bibirnya, melumatnya sekilas.
Mata Kyuhyun melotot, otaknya tak bisa berpikir apapun, lumpuh. Jantungnya sudah berdentum-dentum keras, serasa ingin keluar dari tempatnya.
Mata Kyuhyun berkedip-kedip setelah sadar, telinganya mendengar banyak suara bersahutan disekililingnya dan flash kamera terus saja mengarah kewajahnya. Kumpulan lebah menyerang mereka.
Dia bisa mendengar pertanyaan para wartawan yang diajukan kepada Siwon seperti, 'apa dia kekasihmu itu?' , 'kapan kalian akan menikah?'.
Kyuhyun memilih menyembunyikan kepalanya dibahu Siwon, sedangkan kedua tangannya mendekap kepala Suho kedadanya saat mendengar suara isakan Suho dan rangkulan erat dilehernya.
Siwon menyadari jika Kyuhyun dan Suho ketakutan karena tak terbiasa dengan situasi seperti ini. Suho juga mulai menangis keras. Siwon mengucapkan kalimat usiran halus setelah menjawab beberapa pertanyaan lalu merangkul erat bahu Kyuhyun untuk menuntunnya berjalan melewati para wartawan menuju mobilnya.
.
.
.
"Kau lihat mereka Lee Hyukjae?! Mereka semakin mesra! Astaga!" Heechul mengeluarkan teriakan yang ditahannya.
Heechul dan Eunhyuk berada dikedai eskrim yang sama dengan kedai tempat Siwon, Kyuhyun, dan Suho makan eskrim tadi. Heechul harus menahan teriakannya saat melihat bagaimana Kyuhyun memperlakukan Suho tadi karena Eunhyuk selalu membungkam mulutnya dan membisikkan peringatan.
"Noona, kenapa kau tega sekali melakukan ini pada Kyuhyun?" Eunhyuk memainkan sedotan yang ada didalam gelas.
Eunhyuk menggigit lidahnya sendiri memanggil Heechul dengan sebutan Noona, tapi dia harus melakukannya jika ingin selamat. Heechul bahkan lebih tua dari ibunya. Dia pernah mendapat pukulan dikepala yang lebih dahsyat dari pukulan yang didapatnya dari Kyuhyun karena memanggilnya Ahjumma. Menyebabkan kepalanya pusing selama dua hari berturut-turut.
Heechul tadi pagi menghubunginya, mengatakan bahwa mereka harus menjalankan misi. Mau tak mau Eunhyuk mengiyakan karena Heechul mengancamnya. Jadi mereka sudah mengikuti Kyuhyun sedari mereka bertiga keluar dari supermarket, Heechul tak sengaja melihat mereka.
"Dengan begini mereka akan lebih dekat." Heechul melihat foto-foto Kyuhyun yang dia ambil dikedai. Para wartawan tadi datang karena panggilan dari Heechul.
"Noona tak kasihan dengan Kyuhyun? Dia masih 17 tahun."
"Umur tak masalah dalam hubungan seperti ini." Heechul memasukkan barang-barang miliknya kedalam tas.
"Iya. Tapi Choi Siwon, dia sudah sudah mempunyai 2 anak, bahkan anak-"
"Menurutmu apa aku benar-benar menjodohkan mereka?" Heechul memperlihatkan seringaiannya lalu berdiri. "Kau pulanglah sendiri. Aku harus ke salon."
Eunhyuk hanya memandang kepergian Heechul, tak mengucapkan kalimat perpisahan apapun. Kalimat Heechul terdengar ambigu bagi Eunhyuk, bisa kebenaran dan kebohongan. Seringaian pria cantik itu juga mempunyai dua arti. Baik dan buruk. Pikiran Heechul tidak bisa ditebak, dia selalu melakukan tindakan tak terduga dan ekstrim. Pikiran dan rencananya bisa berubah dalam waktu cepat. Bahkan tatapan matanya saja terkadang bisa menipu.
Eunhyuk berharap Heechul benar-benar akan menikahkan Siwon dan Kyuhyun. Walaupun Kyuhyun terkadang bersikap kejam padanya, tapi dia tak mau Kyuhyun diberi harapan kosong oleh ibunya. Eunhyuk melihat bahwa Kyuhyun benar-benar menyukai Choi Siwon. Dia mengetahui apapun yang dilakukan Heechul pada Kyuhyun, termasuk hal melamar Siwon dan Kyuhyun tinggal dirumah Siwon. Dia tutup mulut soal ini, bertingkah seolah tak ada apapun.
"Apa yang kau pikirkan Heechul noona?" Desah Eunhyuk.
****************************TBC ?**************************
Review dari kalian sangat diharapkan ^^
Thank you~~~
