Thanks to my dear readers
whirlwind27 , JongOdult, daddykaimommysehun , BabyFenFen KJI-OSH, auliavp, Seli Kim, Nagisa Kitagawa, Kirity Kim, Guest, MinnieWW, yunacho90, , Kim Seo Ji, , AprilianyArdeta
Jodoh?
Cast : EXO, Mentioned! GG Yoona, 4Minute Hyuna, F(x) Sulli, SJ Leeteuk
Pair : KaiHun with GS!Sehun
Warn : tijel, typo bertebaran, gaje (?) sedikit fluff
Don't Like Dont Read.
And
Happy Reading!
.
.
#1013#
.
.
Hari yang ditunggu-tunggu...
Malam ini Sehun sangat cantik. Ia mengenakan gaun warna merah kalem,mengenakan make up minimalis—namun tak terlalu sederhana—dan sepatu ber-hak 4 cm,dan tiara kecil yang diletakkan di atas rambutnya yang terurai cokelat nan panjang serta indah. Semuanya sudah diatur oleh ibunya. Ibunya paham betul gaya dandanan anaknya. tak terlalu feminim namun elegan . Sementara Ayah dan Ibu Sehun juga mengenakan pakaian resmi,namun senada. Berwarna putih tulang dan sederhana. Mereka akan berangkat kesana menggunakan taksi.
Keluarga Sehun sudah sampai terlebih dahulu. Tempatnya sudah ditentukan oleh kedua belah pihak,yaitu di sebuah danau yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Sehun sempat bingung,dan kaget.
Bagaimana tidak?
Danau ini sebelumnya pernah ia kunjungi bersama Jongin,saat mereka sedang bersama dahulu. Tapi ya sudahlah,ini hanya kebetulan saja,pikirnya. Dan mereka menunggu keluarga Kim di tempat yang sudah disediakan,di sebuah saung kecil di pinggir danau. disana sudah disiapkan sebuah meja dinner untuk lima orang yang berhiaskan lampu-lampu kecil dan di atas meja terdapat lilin-lilin dan bunga mawar merah sebagai hiasannya. Ibu dan Ayah Sehun menunggu disana,sementara Sehun memilih untuk berjalan-jalan di pinggir danau sendirian untuk membunuh rasa bosannya.
.
.
#1013#
.
.
Beberapa saat kemudian,mobil Keluarga Kim sudah terparkir di areal danau itu. Yang lebih muda menggandeng yang lebih tua, ke saung dekat pinggir danau,dan mendapati keluarga Illiana sudah disana. Mereka saling menyapa,dan duduk di kursi masing-masing. Namun ada satu yang kurang,
Illiana belum ada.
"Dimana Illiana?" tanya yang lebih tua pada Ayah dan Ibu Illiana.
"Dia sedang menunggu di pinggir danau tadi." Jawab ayah Illiana.
"Kim,jemputlah dia," Perintah nenek pada Jongin.
"Tapi,Nek. Aku kan tidak tahu wajahnya?" Jongin memasang wajah malas. Ia benar-benar tak antusias. Apalagi kalau neneknya sudah memanggilnya dengan nama masa kecilnya, biasanya neneknya selalu meminta hal yang aneh-aneh.
"Nanti kau akan tahu," jawab nenek tersenyum. Akhirnya Jongin pergi untuk menjemput Illiana.
"Benar yang dikatakan Kim/Jongin, Bu Youngjin. Ia tak tahu wajah Illiana yang sesungguhnya," ucap Lian Hua heran setelah kepergian Jongin.
"Kim akan tahu," jawab nenek puas, "selama ini kan,mereka sudah punya hubungan!" nenek tersenyum pada dua orang di depannya.
"Maksudnya?" "Mereka dulu sudah pernah bertemu," jawab nenek dengan senyum.
"Berarti, yang Sehun ceritakan tentang pemuda yang dulu dekat dengannnya itu,selama ini..."
.
.
#1013#
.
.
Jongin masih berjalan mencari Illiana. Ia menyusuri pinggiran danau tersebut. Setelah beberapa meter berjalan,akhirnya ia menemukannya. Jantungnya langsung berdebar kencang.
Seorang gadis sedang berdiri di pinggir danau. Pasti! Pasti dia orangnya!
Perlahan,ia mendekati gadis itu. Ia masih mengatur debar jantungnya. Ia tak boleh sampai salah bicara saat berhadapan dengannya. Akan memalukan jadinya! Ia menghela napas panjang-panjang dan menelan ludahnya sendiri. Setelah debar jantungnya kembali normal,ia memberanikan diri untuk menyapa gadis itu.
"Selamat malam,Illiana..."
.
.
#1013#
.
.
Sehun masih berada di pinggir danau. Sudah berapa lama ia menunggu? Ia terus berkutat dengan gumamannya itu. Dimana-mana,namja-lah yang menunggu yeoja,bukan sebaliknya! gumamnya. Udara dingin menusuk tulangnya. Ia menggosok-gosokkan kedua tangannya ke kedua lengannya. Mati beku aku disini! Gumamnya sekali lagi. Sampai kapan aku menunggu?!
Tuhan seakan mendengar gumamannya. Sesaat kemudian,ada yang memanggil namanya dari belakang. Jantungnya berhenti berdetak. Napasnya terhenti.
"Selamat malam,Illiana.."
Deg!
Pasti itu Kim! Pekiknya pelan.
Ia berusaha mengatur napas dan debar jantungnya. Ia berusaha untuk membalas sapaan itu. Siapa lagi orang yang akan memanggilnya dengan nama kecilnya dulu?
"Selamat malam juga,Kim..." Balas Sehun. Suaranya terdengar gugup. Tapi kenapa suara itu tak asing baginya?
"Sepertinya kau kedinginan," Kim langsung memakaikan jasnya pada Sehun. Sehun masih berdiri memunggungi Kim. Debar jantungnya makin menjadi-jadi.
"Terima kasih," ucap Sehun singkat.
Sepertinya ia tak asing dengan suara Illiana?
Kemudian,Sehun membalikkan badannya perlahan. Dan sampai akhirnya keduanya sama-sama terkejut! Jantung mereka serasa meloncat dari tubuh mereka. Mata mereka terbelalak. Tenggorokan mereka tersumbat.
"Sehun?" seru Jongin saat melihat Sehun dihadapannya.
"J-jongin? Kenapa kau...?" seru Sehun juga saat melihat Jongin.
"Berarti,selama ini..." Jongin berucap.
"Kita berjodoh!" seru mereka berdua serempak. Mereka langsung berpelukan. Berpelukan erat,seakan tak ingin melepas satu sama lain.
Jongin langsung memeluk erat Sehun. Sehun langsung terbenam dalam pelukan hangat nan erat Jongin. Pelukan yang selama ini ia rindukan. Ia serasa melepas semua penat yang terpendam dalam hatinya. Lega! Benar-benar lega! Kejutan Tuhan benar-benar mengejutkan!
"Aku tak menyangka,kita akan dipertemukan lagi," Jongin mengatakannya dengan penuh rasa bahagia. Sangat bahagia. Ia terus menciumi kening Sehun.
"Iya. Aku juga, hiks.." Sehun menangis di pelukan Jongin. Menangis bahagia.
Jongin melonggarkan pelukannya, dan menatap wajah sendu Sehun.
"Waeyo? Kenapa kau menangis hm?" tanyanya sambil mengusap air mata Sehun dengan ibu jarinya.
"A-aku..hiks...kau tahu, aku hampir gila menghadapi semua ini! Disaat kau menyatakan perasaanmu padaku, aku hampir gila karena saat itu aku juga menerima kenyataan bahwa...aku akan menikah dengan orang lain, bukan denganmu. Kenapa kau selalu hadir disaat yang tidak tepat,Jongin?
Dan disaat aku sudah mulai terbiasa tanpamu, kau hadir lagi dan membawa kenyataan kalau selama ini kau adalah calon suamiku. Aku benar-benar...tak habis pikir dengan ini semua," Sehun masih terisak, membuat Jongin menyunggingkan senyuman tulusnya pada Sehun.
"Maaf," ucap Jongin, "Maaf jika ternyata selama ini aku kurang peka dengan ini semua. Harusnya aku sudah curiga dengan sikap nenek yang seolah-olah mendekatkanku padamu, dan tidak mengungkit masalah perjodohan itu lagi. Harusnya aku lebih peka
Namun Sehun, aku sungguh bersyukur dapat bertemu denganmu dengan keadaan seperti ini. Aku menjadi belajar bagaimana rasanya jatuh cinta, bagaimana rasanya ingin melindungi orang lain, dan bagaimana rasanya kehilangan yang sangat mendalam yang sudah lama tidak kurasakan lagi.."
Jongin berlutut di hadapan Sehun, menatap lurus ke arah hazel Sehun.
"Jadi, Illiana...ani, Oh Sehun. Maukah kau memaafkanku dan mengulang semua dari awal denganku? Aku berjanji dalam hidupku, aku akan membahagiakanmu, keluarga kita nanti, anak-anak kita nanti, dan membayar semua tangismu yang kau keluarkan karena kesalahanku.." mohon Jongin tulus.
Sehun tidak kuat menahan gemuruh di dadanya, ia langsung memeluk Jongin sambil membenamkan wajahnya yang sembab di leher Jongin.
"Iya Jongin, aku mau..asalkan itu denganmu...asalkan kau tak menyakitiku lagi.." jawab Sehun parau. Jongin tersenyum lebar. Ia membawa Sehun untuk berdiri, kemudian melepas pelukannya.
"Ayo,kita pergi. Semuanya pasti sudah menunggu" Ajak Jongin sambil melingkarkan tangannya ke pundak Sehun.
Sehun mengangguk. Mereka berjalan bersama.
.
.
#1013#
.
.
Saat mereka sampai,mereka sudah ditunggu oleh nenek,ayah,dan ibu Sehun. Mereka terus tersenyum,dan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Sudah ketemu?" tanya nenek pura-pura tidak tahu. pertanyaan itu disambut tawa oleh ayah dan ibu Sehun.
"Bagaimana tidak bisa ketemu? Kami kan sudah sekian lama bersama," Jawab Jongin bangga sambil memasang wajah kesal. Sehun hanya tersenyum.
"Pasti nenek telah merencanakan semua ini!" Ucap Jongin lagi. Semuanya tertawa.
"Ya iya dong!" seru nenek dengan diselingi tawa.
"Kita bisa mulai acaranya?" ucap Ayah Sehun sambil berdiri mendekati Jongin dan Sehun.
"Bisa.." jawab semua orang serempak. Akhirnya acaranya dimulai.
Perlahan,Jongin memasukkan cincin bermatakan berlian itu di jari manis tangan kiri Sehun. Bergantian,Sehun memasukkan cincin Jongin ke jari manis tangan kiri Jongin. Semuanya nampak bahagia. Nenek,Ayah dan Ibu Sehun,dan keduanya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi semua,harap semua pihak saat itu. Setelah tukar cincin,mereka makan malam bersama. Memang sederhana, namun Jongin dan Sehun bahagia karena akhirnya mereka bisa bersama lagi,dan moment ini hanya disaksikan oleh keluarga mereka.
"Kalau tahu begini,mending langsung nikah ajah!" bisik Jongin pada Sehun selesai makan malam.
"Hei,siapa juga yang mau langsung nikah sama kamu? Ge-er banget!" Goda Sehun pada Jongin. Jongin hanya mendengus kesal.
"Semuanya,saya dan Sehun mau pergi sebentar. Permisi," pamit Jongin tiba-tiba sambil menyeret Sehun pada semua orang.
"Baiklah. Jangan kebablasan lho!" Gurau Ibu Sehun sambil disertai gelak tawa semua orang. Mereka berdua pergi.
Jongin membawa Sehun ke pinggir danau,agak jauh dari orangtua mereka.
"Hei! Kenapa tiba-tiba kau menyeretku!" ucap Sehun ketus pada Jongin. Ia melepaskan cengkraman tangan Jongin.
Jongin menatap Sehun, "Kau masih punya satu hutang kepadaku!"
Sehun menatap heran, "Apa?"
"Kau masih ingat kejadian yang dulu?" Jongin mencoba mengingatkan Sehun.
Sehun langsung terbelalak. Memang iya,sih. Dulu demi menghindar ciuman Jongin padanya,ia sampai mengatakan kalau ada tahi burung hinggap di pundak Jongin. Harus ia akui,dia memang sedikit merasa bersalah.
"Terus?" tanya Sehun menantang.
"Kau harus membayarnya,"
"Apa? Membayarnya?"
"Iya. Cepat!" suruh Jongin pada Sehun.
"Apa harus?" Sehun menantang.
"Harus,dong," Jongin balik menantang.
"Huh.." Sehun mendengus. Jongin terus menatapnya.
"Baiklah," Sehun menyanggupi.
Ia mulai menatap Jongin dan mendekatinya. Bibir mereka semakin dekat,dan sampai kemudian,mereka berciuman kembali untuk kedua kalinya. Namun bedanya, sekarang mereka sudah terikat dan tak ada keraguan untuk saling memiliki.
Jongin melepas ciumannya, kemudian berbisik dengan suara rendahnya.
"Aku sungguh mencintaimu, Kim Sehun,"
"Nado, Kim. Nado saranghae,"
Dan ciuman kembali berlanjut...lebih intim dan hangat lagi.
.
.
.
—END—
Finally end! Hehe. Terimakasih buat kakak-kakak yang sudah review sebelumnya, dan juga para silent reader yang sudah membaca tentunya. Maaf jika cerita ini sebelumnya gaje, dan endingnya kurang menyenangkan mungkin hehehe but i feel happy because you guys always reviewing and stay to wait this story hehe. Tengkyu pake banget readersdeul atas partisipasinya.
Sampai ketemu di fanfic selanjutnya!^^
With love,
Sneezkyu
