Sebelumnya
"Kau sakit sayang?"Jongin bertanya dan mendapat gelengan dari Kyungsoo.
"Baiklah, tapi sejak tadi kau hanya diam saja. Jadi apa kau setuju sayang?" Jongin bertanya lagi dan Kyungsoo menjawabnya dengan nada yang sangat datar,
"Aku sama sekali tidak setuju."
SO DIFFERENT
CAST :
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
Jeon Jungmin
Park Jimin
And other cast
GS
RATE M
CHAPTERED
-V-
Semua mata melihat ke arah Kyungsoo dengan pandangan tidak percaya. Kenapa Kyungsoo tidak setuju? Padahal mereka semua sudah sepakat agar pernikahan ini terjadi.
"K-Kyungsoo-ya, kenapa? Kau tidak merestui mereka?" ucap Baekhyun bingung,
"Bacon-ah? Aku sama sekali tidak setuju. Kau fikir kenapa kita harus menunggu sampai minggu depan kalau lusa kita bisa melangsungkan pernikahan mereka!? Ya Tuhannnn! Aku sungguh tidak sabar! Jongin-ah, Chanyeol-ah, cepat cari gereja untuk pemberkatan dan gedungnya untuk resepsi sekarang. Dan Baek? Kenapa kau diam saja? Ayo kita tentukan konsep juga gaunnya! Aku juga akan menyuruh Jungmin pulang." ujar Kyungsoo dengan penuh semangat.
Seketika semuanya sweatdrop melihat tingkah Kyungsoo, tetapi mereka juga menghela nafas lega karena mereka kira Kyungsoo benar-benar tidak akan menyetujuinya. Para orang tua langsung sibuk mengurus ini-itu, sedangkan Taehyung dan Jungkook saling menatap tidak percaya kalau lusa mereka sudah akan menjadi sepasang suami-istri.
-V-
Taehyung dan Jungkook memutuskan untuk pulang saja karena orang tua mereka melarang untuk ikut campur masalah persiapan pernikahan. 'Hey! Sebenarnya siapa yang akan menikah? Kenapa mempelainya sama sekali tidak boleh memberi ide tentang konsepnya?' itulah yang ada dipikiran mereka.
Perjalanan menuju Apartement sangat hening, tidak ada yang mau memecahkan keheningan tersebut sampai...
KRRUUKKK
Suara perut Taehyung yang kelaparan terdengar. Jungkook tertawa kecil meledek calon suaminya itu. "Jangan tertawa." Wajah Taehyung datar, seolah tidak ada yang terjadi.
"Cepat berhenti di kedai itu. Aku tau kau sudah tidak bisa menahannya." Suara Jungkook bergetar menahan tawa. Akhirnya Taehyung menuruti kata-kata Jungkook untuk berhenti di sebuah kedai ramyeon di pinggir jalan. Setelah memarkirkan mobilnya, merekapun masuk dan duduk di pojok kedai.
'Sudah berapa hari dia tak makan?' pikir Jungkook yang melihat Taehyung hampir menghabiskan 3 mangkuk ramyeon pedas. Jungkook sudah selesai makan sedari tadi hanya memperhatikan Taehyung yang makan dengan sangat lahap.
"Kau benar-benar lapar ya? Memangnya kau tidak makan tadi?" Jungkook bertanya pada Taehyung yang sedang mengusap bibirnya dengan tissue. Taehyung menggeleng
"Aku hanya minum jus jeruk tadi, dan kau pasti tidak akan membiarkanku memakanmu bukan?" Taehyung mengedipkan sebelah matanya dan dibalas dengan pukulan sayang dari Jungkook di kepalanya.
"Jangan bermimpi Tuan Kim, cepat bayar dan pulang." Jungkook meninggalkan Taehyung yang sedang mengusap-usap kepalanya menuju mobil. Taehyung menuju kasir sambil meringis kecil ketika kepalanya terasa berdenyut, "Tenaganya sangat kuat. Ya Tuhan, sakit sekali."
-V-
Jungkook sedang mencari posisi yang nyaman untuk tidur ketika tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Taehyung yang baru mandi. Terlihat dari rambutnya yang masih basah. Tanpa sadar Jungkook memperhatikan Taehyung dengan sangat lekat, membuat Taehyung menoleh kearahnya karena merasa diperhatikan.
"Apa lihat-lihat? Kau sudah mulai mencintaiku ya?" goda Taehyung dan lelaki itu tertawa kecil melihat ekspresi Jungkook yang seolah-olah ingin muntah. Taehyung mendekati Jungkook dan membaringkan tubuhnya di sebelah gadis itu. Jungkook tersentak saat tubuhnya dipaksa menghadap Taehyung.
"Lepaskan! Rambutmu masih basah kau tau?" Jungkook menatap tajam Taehyung yang tengah mencoba untuk tidur.
"Diamlah sayang. Lagipula tidak baik tidur sambil memunggungi calon suamimu" jawab Taehyung dengan suara serak yang menandakan dia mengantuk.
Jungkook berdecak dan mulai memejamkan matanya tetapi terbangun lagi ketika Taehyung bertanya padanya, "Jungkook? Apa kau benar-benar tidak mencintaiku?" Taehyung menatap Jungkook yang sedang menatapnya juga, Jungkook memutar malas bola matanya "Kau masih memikirkan yang tadi siang?" Taehyung diam lalu menghela nafas panjang "Tidak. Tapi entah mengapa dadaku rasanya sakit sekali saat kau mengatakannya."
Jungkook menatap datar Taehyung "Mungkin kau punya penyakit jantung. Cepatlah tidur! Aku tidak mau membahasnya." Jungkook berbalik memunggungi Taehyung dan pemuda itu hanya menatap punggung sempit Jungkook penuh arti.
-V-
Keesokan harinya mereka terpaksa harus membolos seharian karena para Eomma merengek meminta Jungkook dan Taehyung fitting baju pernikahan mereka. Taehyung menghela nafas bosan karena sudah menunggu terlalu lama. Sebenarnya Taehyung sudah mendapat tuxedonya, tetapi sang Eomma menyuruhnya menunggu dan meminta pendapat tentang gaun yang dipakai Jungkook.
Sementara Jungkook sedang menggigit bibir bawahnya kuat-kuat menahan kesal. Bagaimana tidak kesal? Dia sudah mencoba lebih dari 4 gaun tapi tidak ada satu pun yang cocok untuknya -menurut Taehyung- karena sang Eomma bilang keputusan ada di tangan Taehyung.
Sedari tadi lelaki itu terus saja berkomentar tentang gaunnya. Terlalu terbuka lah, potongannya terlalu rendah lah, sampai dengan warnanya yang aneh, heol! Padahal semua gaun yang di coba oleh Jungkook semuanya berwarna putih, apanya yang aneh?
'Kalau yang ini dia tidak terima juga, aku pastikan dia yang memakai gaun di pernikahan nanti.' Jungkook berkata dalam hati sambil keluar dari fitting room. Baekhyun dan Kyungsoo berbinar melihat Jungkook yang sangat cocok menggunakan gaun yang ke-7 yang mereka pilihkan. Baekhyun menjitak kepala Taehyung yang sedang asyik duduk sambil main game di ponselnya,
"Argghh! Ada apa Eomma?" Taehyung melayangkan tatapan protes pada sang Eomma yang menatapnya tajam sambil menunjuk Jungkook.
"Lihat calon istrimu! Apa kau suka Tae? Jungkook sangat cocok memakai gaun itu! Kyaa!" Baekhyun dan Kyungsoo bertepung tangan dengan heboh.
Taehyung menoleh ke arah Jungkook dan tertegun melihat Jungkook-Nya yang sangat cantik dengan gaun putih panjang tanpa lengan yang tidak terlalu mengembang dibagian bawahnya dan potongan dada yang tidak terlalu rendah. Gaun itu dihiasi renda yang cantik juga mutiara di bagian dadanya.
Jungkook yang diperhatikan oleh Taehyung langsung menunduk dengan wajah memerah.
"Baiklah, ambil saja yang itu Eomma dan sebaiknya cincin pernikahan kami kalian saja yang membelinya. Sepertinya Jungkook sudah lelah." Taehyung berkata tanpa mengalihkan pandangannya pada Jungkook. Setelah mendapat persetujuan dari Eomma mereka, Jungkook bergegas berganti baju dengan pakaian yang sebelumnya dan mereka pulang setelah berpamitan.
Di dalam mobil Jungkook langsung melampiaskan kekesalannya pada pemuda tampan itu,
"Ck. Kau sengaja ya tadi? Menyuruhku berganti gaun hingga 7 kali? Kau ingin mengerjaiku ya?" Jungkook berkata sambil menatap tajam Taehyung yang sedang fokus menjalankan mobil. "Kau ini, selalu saja berperasangka buruk terhadapku ya? Gaun-gaun sebelumnya itu sangat terbuka, dan aku tidak mau orang lain melihatnya." Taehyung sedikit berteriak saat mengatakannya, Jungkook hanya mendengus mendengarnya dan kemudian hening sampai mereka tiba di Apartement.
-V-
Jimin sedang dalam perjalanan menuju ke Apartement Taehyung dengan berjalan kaki. Jimin sebenarnya bisa saja membawa sepeda motor kesayangannya ke universitas tiap hari, tapi dia lebih memilih berjalan kaki karena menurutnya ketika kita berjalan kaki, kita bisa melihat banyak hal yang menarik yang kita tidak bisa lihat ketika kita menaiki kendaraan. Contohnya, ketika dia melewati taman di sekita Apartement sahabatnya itu, matanya melihat sesosok gadis yang masih sangat dicintainya duduk sendirian di bawah pohon.
Rasanya Jimin ingin menghampiri gadis itu, menanyakan kabarnya, atau mungkin mengajak gadis itu memulai hubungan mereka dari awal. Tetapi dia teringat dengan lelaki yang memeluk Yoongi di cafe waktu itu.
Jimin menghela nafas dan tersenyum miris sebelum akhirnya berbalik dan melangkahkan kakinya kembali menuju Apartement Taehyung. Tanpa tahu sang gadis yang dilihatnya tadi menatap sendu kearah Jimin yang berjalan menjauhinya.
Setelah sampai, Jimin menekan bel Apartement Taehyung. tanpa menunggu lama, Jimin melihat Jungkook membukakan pintu untuknya.
"Kau disini?" tanya Jungkook membuat Jimin menatapnya malas
"Tentu saja Jungkookie, kalau aku tidak disini yang berdiri didepanmu sekarang itu siapa?"
Jungkook hanya menganggukan kepalanya dan menyuruh Jimin masuk. Saat sudah di dalam, yang pertama kali dilihatnya adalah Taehyung yang sedang bermain game dengan banyak sekali kemasan cemilan yang sudah kosong berserakan, juga kaleng cola yang sudah habis isinya.
Jimin sweatdrop melihatnya dan menatap Jungkook yang seakan tidak perduli dengan apa yang dilihatnya. "Kau harus sabar jika sudah menjadi istri Taehyung nanti." Kata Jimin, Jungkook hanya menatap Jimin datar dan pergi ke kamar. Jimin duduk di sofa dekat Taehyung dan menghela nafas kasar melihat kekacauan yang dibuat oleh Taehyung.
"Tae, kau jangan hanya bermain game. Bantu Jungkook mengurus Apartementmu juga. Bagaimana kalau Jungkook muak denganmu dan kalian tidak jadi menikah?" kata Jimin menasihati sahabatnya itu, Taehyung hanya mengangkat bahunya dengan santai "Itu tidak akan terjadi. Aku akan menikah dengannya besok." Jimin membulatkan matanya karena kaget "APA!?"
-V-
"Apa kau yakin?" Tanya Mark pada Jungmin yang sedang membereskan beberapa pakaian ke dalam koper warna ungu miliknya, Jungmin tersenyum menenangkan "Tak apa. Aku bisa sendiri, sungguh. Aku bukan anak kecil maupun lansia yang masih harus kau khawatirkan."
Ketika Jungmin bilang padanya jika dia akan ke Korea karena kembarannya akan menikah, Mark langsung kaget dan menawarkan diri untuk ikut dengan gadis berambut karamel itu, Jungmin menolak, merasa tidak enak karena pasti akan sangat merepotkan Mark. Tetapi lelaki itu malah memaksa dan memohon agar dia bisa ikut dan menjaga Jungmin. Ya, setelah pengakuan Mark yang mengatakan dia menyukai Jungmin, mereka malah semakin dekat.
Mark sangat perhatian pada Jungmin begitupun sebaliknya. Jungmin berfikir tuhan sangat baik padanya dan mengutus Mark agar dirinya tidak terlalu larut dalam kesedihan karena Taehyung. Jadi dia memberikan kesempatan pada Mark agar membuatnya jatuh cinta pada lelaki blasteran itu.
"Ayolah, kau tau kan kalau kau itu sedikit ceroboh? Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu." Mark menggengam tangan Jungmindan menatap gadis itu lembut "Dengar! Aku tidak akan merasa direpotkan jika itu dirimu." Mata Jungmin sedikit berkaca-kaca ketika mendengar kata-kata Mark yang sangat tulus itu. Jungmin pun menyerah dan membiarkan Mark ikut dengannya.
-V-
Gereja yang dipilih oleh para Appa sudah dihias sedemikian rupa berdasarkan konsep yang sudah ditentukan. Cincin pernikahan sudah siap, pendeta sudah datang, dan tamu mulai berdatangan. Taehyung sedang berada diruang rias yang terpisah dengan Jungkook. Pemuda itu sangat tampan dengan tuxedo yang melekat ditubuhnya dan sepatu yang mengkilat, rambutnya di tata rapi dan diberi gel rambut. Mukanya sangat datar hingga Jimin tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran sahabatnya.
Jimin menepuk pundak Taehyung
"Yak! Wajahmu kenapa eoh? Seharusnya kau senang alien. Jangan tunjukkan ekspresi andalanmu itu di hari bahagiamu. Orang-orang bisa berpikiran yang aneh jika melihat pengantin prianya sama sekali tidak menunjukkan raut wajah yang bahagia." Taehyung memutar malas bola matanya "Kau tidak lihat? Ini ekspresi bahagiaku." Jimin menatap Taehyung seolah dia sedang melihat pembunuh berantai, ngeri.
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat Baekhyun yang sangat cantik dengan gaun barunya juga Chanyeol yang sangat gagah menghampiri sang anak. Baekhyun meraih tubuh Taehyung kepelukannya
"Aku tidak percaya anakku yang seperti bongkahan es berjalan ini akan menikah." Taehyung hanya menggumam lalu membalas pelukan sang Eomma dan menatap kearah Appanya yang tersenyum bangga padanya "Appa percaya padamu Tae." Chanyeol tersenyum hangat pada Taehyung "Sebaiknya kau cepat ke altar karena acaranya akan dimulai" kata Chanyeol
-V-
Sementara Jungkook, dia benar-benar gelisah sekarang. Dia memainkan jarinya karena sangat gugup. Kyungsoo dan Jongin tersenyum menatap anaknya yang seperti princess itu mondar-mandir kesana kemari untuk menghilangkan rasa gugupnya. Jongin menghampiri Jungkook
"Kookie sayang, sebaiknya kita keluar sekarang karena acara sudah dimulai dan Taehyung sudah menunggumu." Jongin tersenyum dan itu sedikit membuat Jungkook tenang. Merekapun keluar dari ruang rias. Jungkook mengaitkan tangannya ke tangan Jongin ketika mereka sampai di depan pintu menuju altar. Seketika pintu itu terbuka dan Jungkook dapat melihat banyak tamu undangan yang sudah menunggunya begitu juga Taehyung yang terlihat sangat gagah berdiri di altar. Jungkook berjalan pelan didampingi sang Appa. Jongin menyerahkan Jungkook pada Taehyung ketika mereka sudah di altar, tersenyum sejenak kemudian pergi.
Taehyung sempat mematung melihat Jungkookseperti malaikan dalam balutan gaun pengantin itu. Sang pendeta memulai acara pemberkatannya "Saudara Kim Taehyung. Bersediakah anda mendampingi, dan melalui suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin juga menerima saudari Jeon Jungkook sebagai istri anda sampai maut memisahkan?"
"Ya, saya bersedia." Jawab Taehyung dengan mantap.
"Saudari Jeon Jungkook. Bersediakah anda mendampingi, dan melalui suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin juga menerima saudara Kim Taehyung sebagai suami anda sampai maut memisahkan?"
"Saya bersedia." Ucap Jungkook
Sang pendetapun tersenyum "Atas nama Tuhan, kalian sudah resmi menjadi suami-istri mulai hari ini. Silakan bertukar cincin dan cium pasangan anda."
Taehyung mengambil cincin yang diberikan Kyungsoo dan memasangkannya di jari Jungkook begitupun sebaliknya. Taehyung mendekatkan dirinya dengan Jungkook dan mencium bibir Jungkook sekilas. Semua Tamu undangan yang menyaksikan bertepuk tangan melihat kedua sejoli itu sampai kemudian suasana menjadi hening karena suara pintu yang terbuka dan menampilkan seorang pria dengan baju yang tidak bisa dikatakan rapi juga banyak luka di sekitar tubuhnya,
"Hentikan semua ini!"
TBC
HEHEHHE ketebakdong siapa yang ngomong diakhir?
maaf jika semakin ke sini ff ini jadi mengecewakanL
maafkan juga typo-nya. Ini udah panjang belom?
maafkan aku kalo kalian gasuka^^
Sampai jumpa di chap berikutnya...
Mind to review? Kkk~
