ARCHERY
Author : ssungra
Main Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support Cast :
Oh Sehun
Xi Luhan
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Orther Cast
Ratting : T+
Genre : Romance, Fantasy, Fluff, Historycal, YAOI, Thriller, Slash Fic, Adventure
Length : Chaptered
Disclaimer : Fanfict ini terinsipirasi dari anime SAO dan anime-anime lain. Tapi alurnya Sungra buat sendiri kok^^ Tidak mengikuti cerita orang lain. Mungkin sedikit mengambil scene(?) yang ada di anime, tapi tidak semua. Hanya beberapa :) NO COPAST! NO PLAGIAT! Yang merasa ceritanya diikuti, sekali lagi, ini berdasar dari otak Sungra sendiri.
Warning : TYPO! BL/YAOI!
Summary : Chanyeol seorang gamers baru di dunia game. Karena ada sesuatu kesalahan, ia terjebak di dalam game tersebut. Untuk keluar dari game tersebut, ia harus bisa mengalahkan Boss terbesar di Game tersebut. Apakah Chanyeol bisa bertahan hidup dan keluar dari game mematikan tersebut?
HAPPY READING
.
.
.
"eung..", suara leguhan terdengar dari salah satu kamar di penginapan bertingkat tersebut. Semua orang yang berada di luar kamar itu segera memasuki kamar tersebut. Terlihat seorang namja terbaring lemah di tempat tidur queen size di dalam kamar tersebut. Dia adalah Baekhyun.
"Baek? Gwenchana?", Chanyeol yang terlihat sangat panic diantara semua orang yang ada disana.
"Bee..mana bee?", tanya Baekhyun pada Chanyeol.
"Bee? Siapa_"
"Bee adalah anjing Baekhyun yang sempat dipeliharanya di dunia ini. Dia sudah menghilang dari 3 bulan yang lalu", sahut Luhan yang memutuskan ucapan Chanyeol.
"dan anjing raksasa itu adalah Bee", tambahya lagi.
"Dia.. Bee? Kenapa dia jahat?", tanya Jongin.
"kau tidak melihat matanya? Dia sedang dipengaruhi oleh seseorang, mungkin ia tidak akan mengingat Baekhyun.", jawab Luhan.
"Yeollie, Bee…. Dia.. berubah….", lirih Baekhyun di pelukan Chanyeol. Chanyeol tidak bisa mengatakan apapun, karena ia belum terlalu mengerti hubungan Baekhyun dan Bee, ia hanya bisa mengusap punggung sempit Baekhyun, berusaha menenangkannya.
"Lu, aku punya penemuan baru!", seru Baekhyun dari luar rumahnya-bersama Luhan. Luhan menghampiri Baekhyun yang berjongkok dekat pagar.
"ada apa Baek?"
"aku akan memelihara ini ya?", pinta Baekhyun sambil menunjukkan anak anjing putih yang berada digendongannya dengan Luhan. Ia mengeluarkan jurus terampuhnya, yaitu puppy eyesnya.
"tapi Ba_"
"Baek? Itu anak anjing?", sahut Baekhyun dari belakang Luhan tiba-tiba. Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.
"bolehkah kita memeliharanya?", tanya Kyungsoo dan Baekhyun bersama. Luhan yang tidak ingin berdebat akhirnya menyetujui keinginan 2 sahabatnya itu. Baekhyun memberi namanya Bee, dan dia terkenal dengan nama ByunBee, yaitu gabungan marganya dan nama anak anjing itu.
Namun, suatu hari ia kehilangan Bee di tengah kota. Ia sudah mencarinya kemana-mana namun hasilnya nihil. Ia tidak menemukan Bee dimana-mana.
"guk guk guk", terdengar suara anjing dari balik semak-semak lebat. Bee, batinnya. Iapun berlari menuju semak-semak itu, ia melihat sesosok siluet namja dengan pakaian serba hitam sedang menarik seekor anak anjing-Bee.
"Lepaskan anak anjing itu!", seru Baekhyun pada namja itu. Namun, namja itu langsung menghilang entah kemana dan ia membawa Bee.
"Bee!", seru Baekhyun.
.
.
.
Sudah 2 hari ini perang kecil-kecilan yang banyak menguras tenaga terjadi, ini hanyalah taktik boss besar agar para pemain kehabisan tenaga dan tidak bisa menghentikannya.
"Sudah waktunya", ucap seorang namja kepada sosok besar di sebelahnya.
"SERANG!", seru sosok besar itu. Ia memerintahkan seluruh prajuritnya untuk menyerang kota, ia belum turut ikut dalam peperangan itu.
"kau munculah besok, kalahkan semua orang yang ada disana", ujar sosok besar itu.
"baiklah tuan", namja itupun menghilang ditengah kumpulan asap hitam. Sekarang hanya terdengar suara tawa menggelegar dari sosok besar itu.
Perang sudah dimulai, Baekhyun dkk sudah mulai menghabiskan satu persatu prajurit dari boss besar. Ada yang berwujud hewan, dan ada pula yang berwujud robot. Sampai saat ini, bangunan utama dikota itu masih aman, musuh belum ada yang menyerang ataupun menyentuh bangunan itu. Para prajurit masih di depan pintu utama, dan dihadang oleh semua pemain.
Sudah 2 hari lamanya perang besar dimulai, dan para pemain satu-persatu sudah mulai menghilang. Pemain yang bertahan tersisa sedikit, tenaga mereka sudah terkuras terlebih dahulu sebelum perang yang sebenarnya dimulai.
"Mingi-ah, gwenchana?", tanya Baekhyun. Mingi mengangguk pelan, ia melihat sekelilingnya.
"Minhyo eonni, Raein oppa dimana?", tanyanya pada Minhyo yang sedang terduduk disebelahnya.
"eonni tidak tahu, semoga saja Raein oppa selamat", ujar Minhyo. Tiba-tiba tanah kembali bergetar, mereka kembali mempersiapkan diri untuk kedatangan musuh. Anjing-anjing berbaris di paling depan, dan robot berbaris di paling belakang.
BUSSHH
"Aku memang selamat Minhyo-ssi", ucap sesosok namja dari dalam kepulan asap tersebut.
"Ra-raein oppa?", Minhyo dan Mingi terbelalak kaget melihat sosok jangkung di depannya. Sosok itu adalah Raein, tapi mengapa ia bersama musuh?
"hi semua! Kita ketemu kembali", ucap Raein.
"jadi, yang dikatakan Tao itu…", Baekhyun bergumam sambil menatap Tao.
"Baekhyun ge!", panggil Tao. Baekhyun menoleh dan melambaikan tangannya.
"Hai Tao! Ada apa?", tanya Baekhyun.
"aku ingin memberi tahu sesuatu", ucapnya.
"aku bukan menebak-nebak atau apa, tapi jauhi Raein-ssi. Suruh mereka semua menjauhi Raein dan Hayoo-ssi", ucap Tao. Wajahnya menjadi serius, dan sangat serius.
"maksudmu apa?", tanya Baekhyun.
"Raein-ssi dan Hayoo-ssi ingin menghancurkan kita, ge. Mereka ingin membuat kita pecah, dan kemarin saat kau tidak sengaja melukai Hayoo-ssi, aku mendengar mereka berkata seperti itu", ujar Tao. Baekhyun sangat bingung dengan penuturan Tao.
"aku hanya menyampaikan itu ge, jadi sebelum terlambat suruhlah mereka menjauhi Hayoo-ssi dan Raein-ssi, demi kebaikan kita, ge.", ujar Tao dan langsung meninggalkan Baekhyun.
.
.
.
Mereka sangat terkejut dengan kedatangan Raein yang bersama musuh mereka. Mereka pun tidak bisa menghindari perkelahian.
"Raein! Kenapa?!", tanya Minhyo disela pertarungannya dengan Raein yang sengit.
"Kenapa? Kau bertanya kenapa?!", Raein membentak Minhyo yang ada di depannya dan menghempaskan pedang putih Minhyo. Ia mengacungkan pedangnya di depan wajah Minhyo. Minhyo yang merasa terancam pun memundurkan dirinya, hingga tubuhnya terkena oleh tembok rumah warga.
"aku tidak menyangka, ternyata kau cukup kuat Minhyonie", ucap Raein.
"kau tak mengingatku? Aku adalah namja malang yang tidak memiliki orangtua itu", tambahnya.
"n-namja malang?", Minhyo tidak mengerti apa yang dibicarakan Raein.
"Iya! Aku adalah namja malang yang direndahkan oleh keluargamu. Aku adalah anak dari pamanmu.", ujarnya dengan wajah psikopat.
"eomma, appa! Lihat ahjussi dan ahjumma sudah datang. Siapa lelaki itu?", terlihat seorang gadis kecil dengan kunciran kudanya sangat riang melihat kedatangan tamu dirumahnya.
"annyeong! Aku Minhyo, kau siapa?", ia bertanya kepada namja kecil di depannya.
"Hei! Kau siapa?", tanyanya lagi. Namun namja itu masih meunduk dan tetap tidak menjawab.
"rupanya kau pemalu. Mari, kita main di kamarku", ajak Minhyo. Mereka pun bermain hingga larut malam, akhirnya si namja kecil itu mengeluarkan suara.
"a-aku.. Ra-Raein", ujarnya malu-malu.
"Wah! Kau mengeluarkan suara!", ujar Minhyo bahagia karena mendengar suara namja di depannya ini. Berawal dari sanalah, persahabatan mereka terjalin. Persahabatan mereka sudah terjalin selama 3 tahun. Tapi itu harus pupus karena suatu kejadian yang tidak diinginkan keduanya.
"Minhyo! Jauhi anak itu!", ujar teman perempuan Minhyo. Minhyo terlihat bingung, mengapa aku harus menjauhi Raein?, batinnya.
"Minhyo, ayo pulang", tiba-tiba tangannya ditarik oleh seorang wanita yang sudah cukup berumur.
"ahjumma?", Minhyo bergumam.
"Ayo pulang", ajak wanita itu. Minhyo bingung, kenapa ahjumma Kim yang menjemputnya?
"eomma, mana?", tanya Minhyo
"eomma dirumah, kau pulang denganku dulu ya..", rayunya. Minhyo hanya mengangguk sebagai jawaban. Sesampai di pinggir jalan raya, Minhyo dan Ahjumma Kim menyebrang. Tetapi, di tengah jalan, Ahjumma Kim tiba-tiba mendorong Minhyo untuk berjalan lebih cepat. Minhyo hanya menurut, ia berlari kecil. Ia tidak melihat ada mobil yang melintas cukup cepat. Dan sekali lagi, tubuhnya terdorong ke trotoar jalan.
"Ahjumma!", pekiknya. Ternyata, Ahjumma Kimlah yang mendorongnya. Ia melihat Ahjumma Kim di tabrak dan terjatuh begitu saja. Pengendara mobil itu langsung melarikan diri entah kemana.
"ahjumma! Tolong!". Minhyo terus berteriak meminta tolong. Raein datang menghampiri Ahjumma Kim dan Minhyo.
"Kau apakan ibuku?", tanyanya. Minhyo yang melihat kedatangan Raein secara tiba-tiba tentu saja terkejut.
"A-aku..tida..k", jawabnya gelagapan.
"Jawab yang benar!", bentak Raein. Mata Minhyo sudah berkaca-kaca, ia terkejut dengan bentakan Raein.
"aku, tidak melakukan apapun Raein-ah. Aku ingin menyelamatkan ibumu", ujarnya sambil menangis. Air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi. Raein mencoba mengangkat tubuh ibunya dengan susah payah, Minhyo yang melihat itu pun ikut membantu Raein.
"kita bawa kedokter saja", ujar Minhyo.
"kau pikir aku punya uang? Lebih baik kau pulang saja!", lagi-lagi Raein membentak Minhyo. Tiba-tiba mobil hitam menghampiri mereka.
"Minhyo-ah!", seru seorang wanita yang baru saja keluar dari mobil itu. Ia memeluk Minhyo yang masih mencoba 'memapah' Ahjumma Kim.
"eomma, Ahjumma Kim tadi tertabrak dan sekarang ia tidak sadarkan diri. Kita akan membawanya ke rumah sakit", ujar Minhyo. Ibunya terkejut mendengar ucapan anaknya.
"Minhyonie, kau lebih baik pulang dulu, ibu akan mengantar mereka", ujar Ibunya. Minhyo menangguk dan masuk kedalam mobil. Mobil hitam itu sudah berlalu dan menghilang diantara kabut-kabut sore hari.
"ini, aku memberimu ini. Dan bawalah ibumu ini. Ingat jangan pernah bertemu dengan Minhyo lagi. Sekolahmu sudah kuurus dan kau bisa pindah besok.", ujar nyonya Park. Ia memberikan satu amplop kepada Raein. Raein menerimanya dan berlalu meninggalkan nyonya Park dan mencari taksi untuk kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, ibunya dibawa ke ruang penanganan. Ia menunggu sambil berdoa di ruang tunggu.
Ckleek
"Keluarganya Nyonya Kim?", ujar Dokter laki-laki yang baru saja keluar dari ruangan.
"aku anaknya", jawab Raein cepat.
"maaf, nyonya Kim kehabisan darah, dan…", dokter itu menggantung kalimatnya.
"…ia tidak bisa diselamatkan", ucapnya dengan raut wajah sedih.
"E-Eom-eomma….", Raein menangis di depan ruangan itu, ia menangis sejadi-jadinya. Sekarang ia hanya sendiri, ayahnya sudah meninggalkannya 1 tahun yang lalu, dan sekarang ibunya.
"Park Min Hyo", ucapnya geram sambil berlalu dari ruang tunggu tersebut.
Ia semakin mendekatkan ujung pedang itu ke wajah Minhyo. Ia kembali menaikkan pedang itu dan melesatkannya cepat.
JLEB
"e-eon-eonni….", panggil Mingi pelan. Minhyo membuka matanya, ia terkejut dengan pemandangan di depannya. Matanya berkaca-kaca, sama seperti mata Mingi yang ada di hadapannya. Mingi menyelamatkan Minhyo, sehingga ialah yang terkena tusukan pedang Raein. Mingi terjatuh pada pangkuan Minhyo dengan setengah kesadaran yang tersisa-Raein sudah mencabut pedangnya sedari tadi.
"eo-eon..ni…", panggil Mingi kecil.
"Mingi-ah! Bertahanlah!", seru Minhyo. Ia merogoh sakunya dan mendapatkan benda yang ia inginkan.
"Heal!", ia berseru di depan Mingi. Dan cahaya putih menyelimuti tubuh Mingi.
"ukh!", Mingi tersadar, ia memegang perutnya yang tertusuk.
"eonni,.. itu kan..", Mingi menatap Minhyo dengan tatapan tidak percaya. Itu adalah yang terakhir, dan boss besar belum menunjukkan wujudnya. Minhyo menggeleng, ia mengisyaratkan untuk tidak menghawatirkan itu. Minhyo menatap Raein sengit, Raein mundur dan menyeringai.
"sekarang belum waktunya, tapi nanti aku akan membalaskan dendamku. Camkan itu !", serunya dan asap hitam kembali menyelimuti tubuhnya dan ia menghilang begitu saja.
.
.
.
TBC
...
..
Yehet! Ohorat! kkk
Chap 6 udah update loh, maaf, updatenya lama banget T^T dan maaf ini sedikit
Maaf bagi kalian para readers bosan dengan cerita ini T^T Sungra sempet blank dan gak tau arah jalan cerita T^T
Sungra berterima kasih banget sama yang udah review, follow ataupun yang fav :D
Okey disini, udah dijelasin ya, tentang Bee itu siapa, Raein itu ada hubungan apa dengan Minhyo.
Dan yang terakhir, Mingi ketusuk sama Raein. so? ada yang penasaran sama kelanjutannya?
tunggu di chapter selanjutnya yaa.. sepertinya ini akan end sebentar lagi.
and last,
Reviewnya juseyoo~
