A/N: Thx buat yang udah review...^^
Disclamer: Bleach punya Tite Kubo
Warning: AU, OOC
True Love
"Orihime, will you marry me?" tanya Ulquiorra langsung sambil menatap mata abu-abu Orihime.
Apa ini? Ulquiorra melamarnya? Orihime merasakan kebahagiaan yang besar. Air mata tiba-tiba mengalir dari pelupuk matanya. Uqluiorra yang melihat Orihime mulai menangis menjadi bingung.
"Kenapa Orihime?" tanya Ulquiorra masih dalam posisi berlutut. Orihime langsung berlutut juga, membuat pandangannya dan Ulquiorra saling bertemu.
"Aku... sangat bahagia, Ulquiorra." jawab Orihime. Ia langsung memeluk Ulquiorra, meski terkejut Ulquiorra juga membalas pelukannya.
"Aku senang kalau kau mau."
"Iya."
Ulquiorra melepaskan pelukan Orihime itu, ia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil bewarna merah. Ulquiorra membuka kotak kecil itu dan terlihat sebuah cincin yang sangat indah. Warna cincin itu kekuningan, hampir senada dengan warna rambut Orihime yang bagai senja itu.
"Ini untukmu, Hime." ujar Ulquiorra sambil memakaikan cincin itu di jari manis Orihime. Orihime merasa sangat senang, air mata kebahagiaan kembali mengalir di wajah cantiknya.
"Terima kasih." gumam Orihime.
Ulquiorra menggengam tangan Orihime, begitu juga Orihime. Mereka saling berpandangan dan hanya memejamkan mata. Saling merasakan kebahagiaan yang tidak bisa terbendung. Mereka akan segera menikah, Orihime senang sekali mengetahui Ulquiorra telah melamarnya.
"Kurasa aku harus pergi." ujar Ulquiorra yang bangkit dari posisinya tadi. Orihime juga bangun dan menatap bingung ke arah Ulquiorra.
"Kenapa?" tanya Orihime.
"Aku ingin mempersiapkan semua untuk pernikahan kita," jawab Ulquiorra. "Dua hari lagi kita akan menikah."
"Dua hari lagi? Kenapa buru-buru?"
"Lebih cepat lebih baik, Hime."
"Baiklah."
Orihime menuruti perkataan Ulquiorra. Ulquiorra mendekat ke arah Orihime dan mengecup bibir merah Orihime sejenak, kemudian ia pergi dari hadapan Orihime.
"Sampai jumpa, Hime." pamit Ulquiorra.
"Sampai jumpa." balas Orihime.
Begitu Ulquiorra telah benar-benar pergi Orihime hanya terdiam. Wajahnya memerah, ia masih tidak menyangka akan menjadi pengantin dan pasangannya Ulquiorra. Orihime merasa senang.
Sekarang Ulquiorra telah berada di sebuah toko yang menjual baju pengantin. Ulquiorra melihat-lihat baju yang cocok untuk Orihime. Pilihan Ulquiorra jatuh pada sebuah gaun yang sangat indah, gaun berwarna putih dengan renda yang di sekeliling leher.
'Lumayan cocok untuk Hime.' batin Ulquiorra.
"Ah... Anda sudah menemukan yang cocok, Tuan?" tanya sang penjaga toko itu.
"Iya." jawab Ulquiorra sambil menunjuk gaun pengantin yang tadi ia lihat, begitu pula dengan tuxedo yang sepasang dengan gaun itu.
"Baiklah. Silahkan Tuan." ujar penjaga toko itu sambil memberikan sepasang baju pengantin itu yang telah dibungkus dalam kantong. Ulquiorra langsung membayar semuanya dan bergegas pergi.
.
.
.
"Jadi bisa kan, Bapa?" tanya Ulquiorra pada sang Pastor. Sekarang ia berada di sebuah gereja yang tidak jauh letaknya dari pusat kota Karakura.
"Bisa. Dua hari lagi memang tidak ada yang melangsungkan pernikahan." jawab sang Pastor.
"Terima kasih."
"Kenapa kau tidak membawa calon istrimu?"
"Dia tidak enak badan."
"Oh begitu. Semoga kau dan dia berbahagia."
Ulquiorra berpamitan pada Pastor itu dan langsung menuju mobilnya. Ia merasa lega telah mengurus semuanya. Ulquiorra langsung menuju rumahnya, ia menyetir dengan kecepatan penuh. Seperti tidak ada hari esok saja.
"Selamat datang, Ulquiorra-sama." ujar para maid di rumah Ulquiorra. Ulquiorra hanya berwajah datar sambil melewati beberapa maid-nya itu. Tapi salah satu maid-nya memanggilnya.
"Ano, Ulquiorra-sama..." ujar salah satu maid-nya.
"Ada apa?"
"Neliel-sama dan Grimmjow-sama sekarang sedang menunggu Anda di ruang tamu. Apakah Anda mau menemui mereka?"
Ulquiorra hanya menghela nafas. Ternyata kebiasaan Nel dan Grimmjow yang suka sekali datang ke rumahnya tanpa pemberitahuan masih tetap ada.
"Baiklah." ujar Ulquiorra datar dan ia langsung menuju ruang tamu.
.
.
.
"Ulquiorra lama juga ya?" gumam Nel sambil duduk santai di sofa. Sesekali pandangan matanya melirik ke arah pintu masuk. Grimmjow yang hanya berdiri di dekat jendela hanya menghela nafas.
"Sebenarnya untuk apa kita kemari?" tanya Grimmjow.
"Haha... Ada hal penting yang ingin kutanyakan."
Tidak lama Ulquiorra datang ke ruang tamu, wajahnya tetap saja terlihat datar. Nel yang melihatnya langsung bangun dan melambaikan tangannya pada Ulquiorra.
"Ulquiorra, hai..." sapa Nel sambil tersenyum.
Ulquiorra memandang Nel dengan tatapan datar, begitu pula ketika menatap Grimmjow. Grimmjow yang mendengar suara Nel menyapa Ulquiorra langsung mendekati mereka berdua.
"Sebenarnya ada keperluan apa?" tanya Ulquiorra.
"Ano... Bagaimana dengan cincin yang kau minta waktu itu? Cocok untuknya?" tanya Nel dengan wajah berbinar-binar.
"Eh? Iya. Dia sangat menyukainya." jawab Ulquiorra.
"Sense-ku tidak pernah salah. Hahaha..."
Nel tersenyum saja, awalnya dia heran Ulquiorra meminta padanya dicarikan sebuah permata berwarna senja. Ternyata memang untuk Orihime. Grimmjow tetap tidak bergeming, dia hanya berada di samping Nel saja.
"Sebaiknya kalian pulang, aku mau istirahat." ujar Ulquiorra.
"Eh? Kami baru saja datang sudah diusir." keluh Nel.
"Sudahlah Nel," ujar Grimmjow. "Memangnya kamu mau berapa lama disini?"
"Haha..." Nel hanya tertawa saja. Ia hanya menyikut lengan Grimmjow pelan.
"Ah... Kumohon kalian pulang," ujar Ulquiorra. Ia sudah mulai pusing menghadapi pasangan suami-istri ini. "Oh ya, dua hari lagi aku akan menikah. Jadi sampai nanti."
Ulquiorra berniat meninggalkan Nel dan Grimmjow di ruang tamu. Baru beberapa melangkah meninggalkan mereka, Nel langsung berteriak.
"APA?" teriak Nel kaget.
Nel dan Grimmjow yang mendengarnya sangat terkejut. Menikah? Kenapa buru-buru? Dan siapa pula calon istrinya? Ulquiorra tidak mengatakan apa-apa.
"Hei, kau bukan tipe yang suka buru-buru seperti itu, Ulquiorra." ujar Grimmjow.
Ulquiorra tetap saja berwajah datar. Ia tahu ia memang tidak suka terburu-buru, tapi mengingat hidup Orihime yang tidak lama lagi alangkah baiknya mengambil langkah untuk menikah.
"Kondisi menyuruhku untuk cepat menikah." ujar Ulquiorra datar.
"Wah... Selamat!" seru Nel girang sambil memeluk Ulquiorra. "Dengan nona yang waktu itu menjadi partner-mu ya?"
Ulquiorra hanya mengganguk saja, membenarkan ucapan Nel itu. Grimmjow yang melihat mereka berdua masih berpelukan terlihat membuang muka ke arah lain.
"Ehem, sudah cukup ya? Meski kalian teman sejak kecil, tapi jangan begitu Nel." ujar Grimmjow.
"Haha... Maafkan aku, Grimmjow." ujar Nel yang langsung saja memeluk Grimmjow. Grimmjow terdiam dan membiarkan istrinya memeluknya. Ok, pemandangan ini membuat Ulquiorra gerah sendiri.
"Sudah ya..." ujar Ulquiorra yang langsung meninggalkan mereka berdua. Grimmjow dan Nel hanya saling berpandangan saja.
"Menikah ya?" gumam Nel. "Akhirnya Ulquiorra berencana mengenai pernikahan."
"Tapi apa tidak buru-buru?" gumam Grimmjow.
"Mungkin iya. Tapi itu semua terserah padanya," Nel tersenyum dan berjalan lebih dulu. "Ayo pulang."
"Iya." Grimmjow mengikuti Nel, sepanjang perjalanan mereka berdua bergandengan tangan sambil sesekali tersenyum.
Hari telah berganti menjadi pagi yang cerah, Orihime segera bangun dari tidurnya. Mata abu-abunya menerawang ke sekeliling kamarnya dan ia hanya tersenyum. Ia langsung melangkahkan kakinya mendekati jendela dan membuka jendela.
Udara pagi yang sejuk menerpa wajah cantiknya itu. Orihime memang menyukai nuansa pagi hari yang sejuk. Saat mata abu-abunya sedang menerawang ke arah luar ia melihat seorang gadis berambut hitam yang sedang melintas.
"Tatsuki-chan!" panggil Orihime sambil melambaikan tangannya.
"Eh? Orihime..." Tatsuki langsung menoleh ke arah Orihime yang memanggilnya. Ia berjalan mendekati Orihime. "Ada apa?"
"Aku hanya ingin memanggilmu saja. Nanti sepulang kerja kau kemari ya."
"Tentu..." Tatsuki berpamitan dan ia langsung kembali meneruskan perjalanannya menuju tempat kerjanya.
Sedangkan Orihime hanya tersenyum saja dan ia langsung kembali ke kamarnya. Ia langsung bersiap-siap, mandi, makan dan semuanya. Setelah selesai ia hanya duduk di sofanya, diliriknya cincin yang berada di jari manisnya.
"Ulquiorra..." gumam Orihime sambil tersenyum.
Ia senang sekali jika mengingat perkataan Ulquiorra kemarin, lamaran yang membuatnya sangat senang. Ia ingin menceritakan hal itu pada Tatsuki secepatnya.
.
.
.
Ulquiorra yang hari ini sengaja tidak bekerja karena ia mempersiapkan semuanya. Surat undangan telah disebarkan. Ulquiorra hanya duduk santai saja di ruang kerjanya di rumah. Tidak lama tekepon di ruangan itu berdering, Ulquiorra langsung mengangkatnya.
"Halo?" tanya Ulquiorra. "Iya. Semua sudah siap? Terima kasih."
Ulquiorra menutup teleponnya itu. Tadi ia menerima telepon dari seorang rekan kerjanya yang membantunya untuk pernikahan besok. Ternyata waktu cepat berlalu, besok sudah hari pernikahannya.
Ulquiorra langsung meninggalkan ruangannya dan ia ingin menuju rumah Orihime. Langsung ia nyalakan mobilnya dan menaikinya hingga sampai di tujuannya, apartemen Orihime.
.
.
.
'Ting, tong'
Terdengar suara bel di apartemen Orihime. Ia langsung menuju pintu depan dan membukanya. Ternyata Tatsuki yang datang.
"Tatsuki-chan kau sudah datang," ujar Orihime senang. "Ayo masuk."
"Iya." Tatsuki langsung masuk ke dalam. Orihime langsung menyiapkan minum untuk Tatsuki, sedangkan Tatsuki sedang menunggu Orihime di ruang tamu. Ia penasaran apa yang ingin Orihime bicarakan.
Tidak lama Orihime datang sambil membawa dua gelas syrup. Ia menaruhnya di meja dan langsung duduk di samping Tatsuki.
"Silahkan minum, Tatsuki-chan." ujar Orihime.
"Terima kasih," ujar Tatsuki. "Oh ya, apa ada yang ingin kau bicarakan?"
"Iya!"
"Apa?"
Baru saja Orihime akan menjawab pertanyaan Tatsuki, tapi terdengar suara bel pintu. Orihime meninggalkan Tatsuki sebentar dan membukakan pintunya. Kali ini Ulquiorra yang datang.
"Ulquiorra, kau datang?" tanya Orihime.
"Iya. Boleh aku masuk?" tanya Ulquiorra.
"Tentu," ujar Orihime. "Ayo, biar kita beritahukan pada Tatsuki-chan juga."
Tidak lama Orihime muncul di ruang tamu dan ia bersama dengan Ulquiorra. Tatsuki hanya memberi salam sekedarnya dan kembali duduk. Orihime lalu melanjutkan ucapannya tadi dengan Tatsuki.
"Oh ya Tatsuki-chan, aku ingin memberitahumu. Besok aku dan Ulquiorra akan menikah." ujar Orihime senang.
"Wah... Cepat sekali?" tanya Tatsuki. Ia cukup terkejut dengan ucapan temannya itu. Tapi ia senang juga Orihime akan menikah. "Selamat ya."
"Terima kasih." ujar Orihime dan Ulquiorra bersamaan.
Mereka bertiga berbincang-bincang sejenak, terlihat kalau Orihime dan Ulquiorra sangat serasi. Tatsuki akui kalau mereka berdua pasangan yang cocok. Ia senang Orihime akan mendapatkan pendamping yang cocok.
"Ah, Orihime. Aku pulang dulu, masih mau mengurus beberapa pekerjaan." ujar Tatsuki.
"Ok. Sampai jumpa besok." ujar Orihime.
"Iya." Akhirnya Tatsuki meninggalkan mereka berdua. Dan sekarang hanya ada mereka saja. Ulquiorra langsung memberitahu Orihime maksud kedatangannya.
"Orihime..." panggil Ulquiorra.
"Iya?" tanya Orihime.
"Besok Yumichika akan menjemputmu, ia yang akan mendandanimu. Lalu acaranya akan mulai sekitar jam 10 pagi. Kau siap?"
"Iya." Orihime tersenyum saja dan ia langsung memeluk Ulquiorra. Semuanya sudah diatur oleh Ulquiorra. Orihime senang bahwa besok ia akan menjadi pendamping hidup Ulquiorra untuk sehidup-semati.
"I love you." bisik Ulquiorra.
"I love you too." gumam Orihime senang.
Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba. Hari pernikahan Ulquiorra dan Orihime. Semuanya sudah siap, baik gedung, tamu dan yang lainnya sudah ada. Sekarang waktu telah menunjukkan pukul 09.30, memang masih setengah jam lagi acaranya dimulai tapi sudah banyak tamu undangan yang datang.
"Aduh... Apa penampilan ini cocok?" tanya Orihime. Ia memandang pantulan dirinya di cermin yang sedang mengenakan gaun pengantin. Tampilannya sangat cantik, hanya saja ia merasa malu.
"Tentu saja cocok," ujar Yumichika. "Kau harus percaya diri."
"Hmm... Baiklah."
"Ayo sini, aku akan membuatmu cantik dengan make up yang cocok."
Yumichika kembali mendandani Orihime sesuai dengan gaun yang dia pakai. Berbeda dengan Ulquiorra, ia sudah siap dengan tuxedo hitam. Cukup terlihat perbedaan warna anatar kulit Ulquiorra yang putih pucat dan tuxedo yang ia pakai. Tapi itu memperlihatkan kesan yang bagus.
"Penampilan Anda cocok sekali, Ulquiorra-sama." ujar stylist yang mengurus penampilan Ulquiorra.
"Terima kasih." jawab Ulquiorra.
.
.
.
Waktu telah menunjukkan pukul 10.00, acara sudah siap dimulai. Tamu undangan sudah berkumpul semua di gereja. Para tamu wanita yang kelihatannya senang, begitu juga dengan tamu pria.
Ulquiorra berjalan masuk ke kapel itu, penampilannya yang keren itu membuat para tamu undangan wanita senang melihatnya. Tidak lama Orihime masuk, penampilannya sungguh cantik hari ini.
Semua mata tertuju ke arahnya, ucapan bahwa pengantin di hari pernikahannya terlihat paling cantik itu benar. Orihime melangkahkan kakinya menuju altar pernikahan, dimana Ulquiorra dan sang Pastor telah menunggu.
"Wah... Nona itu cantik ya?" gumam Nel. "Ulquiorra beruntung ya?"
"Tapi bagiku, tetap kau yang paling cantik." ujar Grimmjow sedikit menggoda Nel. Nel hanya tersipu malu saja.
"Baiklah. Pengantin pria dan wanita sudah hadir," ujar sang Pastor. "Apakah kau, Ulquiorra Schiffer menerima Inoue Orihime sebagai istrimu dalam suka dan duka?"
"Aku bersedia." jawab Ulquiorra.
"Apa kau, Inoue Orihime menerima Ulquiorra Schffer sebagai suamimu dalam suka dan duka?"
"Aku bersedia." ujar Orihime.
"Baiklah. Sekarang kalian telah bersatu. Kau boleh mencium pengantinmu." ujar sang Pastor itu.
Ulquiorra langsung saja mencium bibir Orihime. Orihime menyambutnya dengan senang dan terdengar tepukan tangan yang riuh dari para undangan. Mereka berdua melepaskan ciuman itu dan berjalan berdua menuju mobil yang telah disiapkan di depan.
Iringan kata-kata "selamat" dan "semoga bahagia" terus terdengar. Orihime tersenyum saja mendengarnya, sedangkan Ulquiorra memasang wajah datar. Tapi terlihat di raut wajahnya kalau ia senang.
Mereka berdua segera menaiki mobil dan menuju rumah Ulquiorra. Ulquiorra telah merencanakan bulan madu keluar negeri dengan Orihime, makanya mereka ingin bersiap-siap. Semua keperluan Orihime sudah ada di rumah Ulquiorra.
.
.
.
"Akhirnya sampai juga." gumam Ulquiorra sambil keluar dan membukakan pintu mobil untuk Orihime. Ia mengulurkan tangannya dan disambut oleh Orihime. Orihime berjalan keluar dengan wajah memerah.
"Iya. Sekarang kita sudah menikah, aku senang." ujar Orihime.
Ulquiorra hanya tersenyum saja, dan ia langsung saja menggendong Orihime ala bridal style. Wajah Orihime langsung saja memerah, ia mengalungkan kedua tangannya di leher Ulquiorra.
"Ulquiorra, kau..." gumam Orihime dengan wajah yang benar-benar memerah.
"Kenapa, Hime? Kau senang kan?" goda Ulquiorra.
Orihime hanya terdiam, tapi wajahnya yang memerah itu menandakan ia senang. Daritadi jantungnya tidak berhenti untuk berdetak kencang. Kenapa? Semuanya terasa bagaikan mimpi yang indah bagi Orihime. Ia merasa menjadi wanita paling bahagia hari ini.
Ulquiorra segera menurunkan Orihime ketika ia sampai di ruang tamu. Disana Orihime melihat dua buah tas yang besar. Yang ia tahu satu tas bewarna merah itu adalah miliknya, yang ia isi baju-baju. Satunya yang berwarna kehijauan pasti milik Ulquiorra.
"Ulquiorra, kenapa tas-tas ini ditaruh disini?" tanya Orihime.
"Kok kenapa? Hari ini kita langsung pergi ke luar negeri, Hime." jawab Ulquiorra.
"Eh?"
Tidak lama para maid datang menghampiri mereka. Ulquiorra meminta ketiga maid-nya untuk membantu Orihime mengganti pakaian. Mereka menurut dan langsung membawa Orihime menuju kamar ganti.
Sedangkan Ulquiorra, ia merasa tidak perlu ganti pakaian karena tuxedo yang ia pakai sudah cocok menurutnya. Tidak lama Orihime datang dengan baju yang manis, sebuah dress berwarna pink.
"Ayo, Hime. Kita pergi." ajak Ulquiorra. Orihime hanya mengangguk saja. Dan mereka berdua pergi bersama.
TBC
A/N: Aw... Aku ngerasa ceritanya agak buru-buru nih.
Tapi maukah minna memberi review?^^
