HAI HO!~~! Nacchan desu! ^0^)/ Dan kali ini Nacchan membawa kardus. Liat yuk isinya *buka kardus* WAH! Chap 7! Tapi, sebelumnya, Nacchan balas Review dulu daripada lupa #Tadi dikira belum di balas Reveiw-nya di chap sblmnya -_-"
Pidachan99
Tidak apa, santai aja bro, yang penting bro udh balas fic ane ^0^)~ Emg ia #Kena tabok Pida-chan ampe mental ke Saturnus (syukur" gk mental ke Matahari, bisa mati kedinginan(?)) Gk tau jga sih *garuk-garuk kepala* (yg bkn engkau yg gk tau engkau-_-") Ha'i *hormat*
AiDragnell
Iyup! Cerita Lisanna dmn dia ditemukan oleh Mirajane ^0^)/ Penasaran ya? Ohoho~ Sabar! Ganbarimasu, Ai-chan!
Tanpa basa-basi, ini dia...
Rated: T
Disclaimer: Hiro Mashima-sensei
Genre: Friendship/Family
WARNING(!): GAJE BIN ABAL, TIDAK BERMUTU, TYPO, OOC, DE EL EL
ReMeMbEr!
DoN't LiKe DoN't ReAd!
Mirajane POV (Flashback Story)
Waktu itu, aku dan Elfman sedang berjalan menyusuri hutan. Hujan turun dengan cukup deras. Hanya dengan sehelai daun yang besar kami berlindung diri. Tiba-tiba, terdengar suara tangisan bayi.
"Mira-nee, kau mendengarnya?" tanya Elfman.
"Iya, aku mendengarnya!" jawabku.
"Suaranya berasal dari sana!" Elfman menunjuk ke arah sebuah semak-semak.
Aku memberikan sehelai daun itu kepada Elfman. Aku segera berlari menuju semak-semak itu bersama Elfman. Aku menyingkirkan daun-daun yang mengganggu. Suara itu semakin keras. SREK...! Aku menyingkirkan daun-daun itu. Mataku terbelalak, begitu juga Elfman. Kami berdua melihat..."seorang bayi!".
Aku segera menggendong bayi putih itu. "Kenapa ada orang yang menelantarkannya?" tanya Elfman.
"Sepertinya ia tidak ditelantarkan!" jawabku mengelus rambut putihnya.
"Lalu?"
"Sepertinya, bayi ini terkena serangan sekelompok penyihir!"
"Penyihir?"
"Iya, orang taunya melindunginya sepertinya, dan tak sengaja, ia hilang karena para sekelompok penyihir itu!"
"Oh...kasihannya!"
"Iya, kasihan sekali dirimu..."
"Jadi, siapa namanya, Nee-san?"
"Ng..." aku memperhatikan tubuh mungilnya. Lalu, ada sesuatu yang mengkilap, segera kulihat. Sebuah kalung bertuliskan Lisanna, "namanya...Lisanna"
"Lisanna?"
"Iya"
"Nama yang bagus! Dan, ia resmi menjadi adikku!"
"Iya, selamat datang, Lisanna Strauss" aku tersenyum pada dirimu yang mungil itu.
End Mirajane POV (Flashback Story)
"Oh~" Lisanna ber-oh ria.
"Ya, jadi begitulah ceritanya" kata Mirajane.
"Kalu bertuliskan Lisanna, kau masih menyimpannya, Mira-nee?"
"Tentu saja, sebentar ku ambilkan!" Mirajane meninggalkan Lisanna untuk sesaat. Lalu kembali dengan sebuah kalung berbentuk hati berwarna emas. Ia memberikannya pada Lisanna.
Lisanna memperhatikannya dengan serius. Ia main asal, mencoba kalau-kalau kalung itu.."bisa dibuka!?"
"Eh?" Mirajane mendekatinya.
Lisanna segera melihat isi kalung itu. Disebelah kiri, terdapat gambar Lisa, Jude dan dirinya. Sedangkan di sebelah kanan terdapat gambar Layla, Jude dan Lucy. Di atas gambar Lisa and Family terdapat tulisan 'HEART' sednag kan Layla and Family, 'FILIA'. Dibawah gambar Lisa terdapat tulisan 'LISANNA'. Sedangkan Layla, 'LUCY'.
"Apa maksudnya, itu?" tanya Mirajane.
"Yang ini (nunjuk gambar Lisa+Family) adalah ayah dan ibuku, kalau yang ini (nunjuk gambar Layla+Family) gambar ibu Lucy dan ayahku"
"Ternyata, Ayahmu playboy ya!"
"Bukan, Ayah kena Amnesia dan lupa ibuku bahwa adalah tunangannya, padahal ia sudah menikah dengan ibu Lucy"
"Oh.." Mirajane ber-oh ria. Ia melirik ke arah jam dinding, "eh, sudah malam! Lebih baik kau tidur!"
"Eh, iya, aku kekamarku ya, nee-san! Oyasumi!" Lisanna berlari menuju kamarnya.
"Oyasumi!" sapa Mirajane, "sekarang, aku akan pergi sebentar membeli makan buat sarapan nanti!".
Brr...malam dingin sekali. Beruntung Mirajane memakai syal+jaket kena overdosis tebal+sarung tangan yang keoverdosisan banget. Ia membawa 3 kantong plastik. "Malam ini dingin sekali..." tutur Mirajane menghembuskan nafasnya, "aku harus cepat kembali!".
Mirajane berlari menuju Fairy Hills agar tidak mati kedinginan. Ia menaruh kantong belanjaan di dapur Fairy Hills. Ia mulai memasukkan barang-barang ke kulkas ataupun ke lemari. Setelah siap ia kembali kekamar.
Ia membuka sarung tangan, syal dan jaketnya. Ia main lempar ke arah meja belajarnya. "Hah..." Mirajane merebahkan diri ke kasurnya. Ia melihat kesekeliling kamarnya. "Huh.." ia melirik ke kalender. 2 hari setelah hari ini ia lingkari dengna spidol merah. Merasa tidak kelihatan, ia berjalan mendektai kalendernya.
Ia menatap sambil mengerutkan keningnya. "2 hari lagi...ulang tahun...Lisanna dan Lucy!" seru Mirajane kaget. Itu artinya, adik angkatnya dan Lucy akan berumur 18 tahun 2 hari lagi. "Aku harus siapkan sesuatu!" tutur Mirajane dengan senyuman iblisnya.
Pagi itu, seluruh anggota guild tengah berbincang di dalam guild tanpa Lucy dan Lisanna.
"Ide yang bagus, Mira!" tutur Laki.
"Aku sangat menyukainya!" seru Levy.
"Aku akan pergi dulu!" seru Erza.
"Mau ngapain?" tanya Mirajane.
"Beli Strawberry Cake!" Erza langsung kabur membeli kudapan kesukaannya.
"Dasar..." Gray menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jadi, kapan kita akan memulainya?" tanya Bisca.
"Sekarang, nah, Natsu, Happy, Levy, Wendy, Romeo, Charle kalian sibukkan Lucy dan Lisanna! Jangan sampai mendekati Guild!" bisik Mirajane.
"Baik!" seru Tim Pengganggu L2.
"Oke, sekarang kalian pergi! Yang lain, ayo bersiap!" tuntun Mirajane.
"YOKAI!" teriak semuanya.
Dilain tempat, Lucy dan Lisanna tengah berbincang menuju guild. "Ohayou! Lucky! Anna!" seru Happy terbang menuju mereka.
"Oh, hai Happy!" sapa Lucy.
"Ohayou, Happy!" sapa Lisanna.
"Lucy! Lisanna!" seru Natsu berlari ke arah mereka diikuti anggota TIm Pengganggu L2.
"Ada apa, Natsu?" tanya Lucy.
"Kerjakan misi ini yuk!" ajak Natsu.
"Eh, tapi kami mau ke Gu-"
"AyO! Kita menuju stasiun!" Natsu menarik kedua gadis itu.
"Eh, Cho..chotto! Natsu!" seru Lucy.
Para Tim Pengganggu L2 segera menyeret Lucy dan Lisanna menuju stasiun. Sementara itu, di guild, semua orang sibuk. "Berjuanglah, Tim pengganggu L2!" batin Mirajane dalam hati. Emang mereka mau iut PD III -_-"
To Be Continued~!
Oke, itulah untuk chap kali ini. Mohon dimaafkan bila sedikit, dan...
JANGAN LUPA REVIEW YA MINNA-SAN! ^O^)/
