"Luhan, ayo kita naik kereta gantung!"

Segerombolan gadis berjalan bersama menuju antrian untuk naik kereta gantung.

Sekolah Luhan sedang mengadakan study tour ke Daegu. Hari pertama mereka mengunjungi museum, dan ini adalah hari kedua mereka di Daegu. Mereka mengunjungi taman bermain, dan mencoba beberapa wahana disana.

Luhan dan Baekhyun mengantri untuk membeli tiket kereta gantung. Mereka tidak sabar untuk bermain wahana kereta gantung. Terlihat menyenangkan.

Dua tiket sudah digenggam oleh Luhan. Mereka berjalan untuk masuk kedalam antrian wahana kereta gantung.

Luhan melihat beberapa orang yang ingin bermain wahana tersebut, rata-rata dari mereka adalah sepasang kekasih. Wahana kereta gantung ini memang sangat cocok untuk dicoba oleh sepasang kekasih. Karena dengan bantuan kereta gantung, kita dapat melihat jelas kota Daegu yang sangat indah—terutama malam hari.

Dari kejauhan, Luhan melihat seorang pemuda yang tidak asing lagi baginya. Tentu saja pemuda itu adalah sang pujaan hati, Sehun.

Sehun berdiri di antrian paling depan dan bersiap untuk segera menaiki kereta gantung. Luhan tersenyum tidak jelas saat melihat Sehun dari antrian paling belakang.

Sehun masuk kedalam kereta gantung dengan seorang gadis yang tidak Luhan kenal. Gadis berparas cantik dengan bentuk tubuh yang ideal—kurus dan tinggi. Mereka masuk kedalam kereta gantung.

Sakit.

Mungkin itu yang sedang Luhan rasakan. Ia menatap Sehun yang sedang tertawa lepas dengan gadis berparas cantik itu. Kereta gantung yang membawa Sehun dan gadis yang tak dikenal itu mulai menjauh, berjalan dengan sangat pelan, memberikan kesan romantis di malam hari.

Luhan hanya bisa meringis menatap kereta gantung yang sudah menjauh itu.

Andai saja, ia yang ada di dalam kereta gantung bersama Sehun.

Luhan menarik Baekhyun kebelakang—keluar dari antrian. Ia tidak ingin naik kereta gantung, ia ingin bermain di tempat lain saja.

Luhan menjual kedua tiket kereta gantung miliknya dan Baekhyun kepada Hyunbin yang ingin menaiki wahana tersebut bersama kekasihnya Minhyun.

"Kau benar-benar ingin menjualnya? Memangnya kau tidak ingin melihat kota Daegu dari atas?" ucap Hyunbin untuk meyakinkan, apakah Luhan benar-benar ingin menjual kedua tiket miliknya dan Baekhyun.

"Antrian di loket sangat panjang, apa kau ingin mengantri sepanjang itu?"

"Eung—tidak."

Luhan benar-benar tidak ingin melihat kereta gantung. Disaat banyak orang yang rela mengantri panjang di loket hanya untuk bisa menaiki kereta gantung dan melihat kota Daegu dari atas, Luhan justru lebih memilih bermain dino time, boneka jepit, monster drop dan beberapa permainan timezone lainnya.

Luhan meminjam ponsel milik Kyungsoo. Ia membuka aplikasi instagram dan terlihatlah snapgram milik akun instagram Sehun. Luhan membukanya, ia melihat seuntai video yang memperlihatkan seorang gadis sedang tertawa sambil menggandeng lengan kekar Sehun.

"Say hello!"

"Sehun... Kau tidak rindu padaku?"

Sehun hanya tersenyum pada kamera, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Luhan memberikan ponsel itu kembali kepada Kyungsoo. Ia hanya bisa meringis saat melihat video dengan durasi beberapa detik tersebut. Sangat menyakitkan.

"Tidak, ujian macam apa ini?"

.

Everytime

Main pair: Oh Sehun x Luhan

(Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.)

Rating: T

Disclaimer: Seluruh tokoh milik keluarga dan agensi masing-masing.

Warning! OOC, TYPO, GS, AU.

Selamat membaca.

.

"Semalam, kak Luhan bercerita tentang pria yang ia sukai saat SMA."

"Sepertinya... Pria itu adalah kau."

Sehun mengerutkan alisnya, "Owh."

Jinyoung tersenyum tidak jelas pada Sehun, ia seperti memberikan sebuah kode pada sang kakak.

~OoO~

Luhan datang ke kamar Jinyoung dengan seorang perawat. Ia menoleh keseluruh bagian kamar Jinyoung—seperti mencari sesuatu.

"Eung.. Dimana kakakmu?"

Jinyoung yang sedang sibuk bermain mobile legendpun hanya bisa mengangguk lalu menggelengkan kepala tidak jelas, karena ia terlalu fokus pada ponsel yang ia genggam.

Luhan mengecek keadaan Jinyoung, dan melihat kantung infus. Perawat dengan nama Jung Sewoon tersebut menulis sesuatu di dalam catatan pasien.

"Aku di sini." suara bass yang sangat indah terdengar dari arah belakang, membuat Luhan menoleh kebelakang.

Sehun keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan kaos hitam lengan pendek dan celana levis panjang, sehingga memperlihatkan otot-otot dibagian lengan. Rambut basah dan wajah datar yang khas, benar-benar tampan.

Luhan menatap Sehun dari bawah sampai keatas. Bagaimana ia tidak salah tingkah? Hanya melihat Sehun dari belakang saja Luhan sudah tersenyum seperti orang yang tidak waras, dan sekarang ia sedang melihat Sehun seperti ini? Rasanya, Luhan ingin berteriak sekarang juga.

"Kau... Mencariku?"

Luhan diam seribu bahasa. Sehun berdiri tepat dihadapannya, dan tersenyum.

"A—ya, eh—tidak. Maksudku... Biasanya kau datang ke rumah sakit hanya sebentar. Jadi, tadi aku mencarimu." ucap Luhan sambil mengalihkan pandangannya.

"Hari ini aku memang sedang sibuk, karena besok malam aku akan pergi untuk menjalankan kewajibanku. Sudah dipastikan, aku akan kembali setelah pekerjaanku selesai." Luhan hanya mengangguk lalu tersenyum.

"Nice! Ranked ku sudah Epic." ucap Jinyoung heboh dan sedikit melirik kearah sang kakak, membuat Luhan dan Sehun menoleh kearahnya. Perawat Jung hanya tertawa melihat tingkah Jinyoung yang sangat jail.

"Baiklah, aku pergi dulu." ucap Luhan tersenyum pada Sehun dan keluar dari kamar Jinyoung bersama perawat Jung.

Jinyoung bersiul kencang dan melirik Sehun, "Sekarang bicaranya pake aku dan kau? Bukan saya dan anda lagi?"

Sehun hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah sang adik yang benar-benar jail.

"Kemarin saya dan anda, sekarang aku dan kau. Besok apa? Sayang?" goda Jinyoung sambil tertawa.

"Diam."

~OoO~

Luhan berjalan kearah mesin pembuat kopi, ia menaruh gelas pada ujung mesin itu dan menekan tombol merah pada mesin tersebut.

Luhan memijit kening dan leher, lalu meminum kopi yang ia ambil tadi.

"Apa tadi mimpi? Sehun dihadapanku. Ahh.. Benar, aku harus memberitahu Jungkook tentang hal ini." Luhan mengeluarkan ponsel dari saku jas yang ia kenakan.

"Tidak, aku lupa. Jungkook sedang di asrama untuk menjalani tes, mana mungkin ia bisa memainkan ponselnya dalam keadaan seperti ini? Aish, Luhan kau bodoh sekali." ucap Luhan sambil memegang kepalanya.

Luhan memasukkan ponsel miliknya kedalam saku jas kembali. Ia tersenyum tidak jelas, jantungnya masih berdebar karena kejadian tadi. Benar-benar susah untuk dipercaya, Oh Sehun menjadi sangat hangat dihadapannya.

~OoO~

Sekarang adalah acara terakhir dalam jadwal study tour yang diadakan sekolah Luhan. Mereka sedang dalam perjalanan menuju kota Seoul.

Semua murid sangat senang dengan perjalanan mereka ke Daegu, mereka semua menyanyi bahkan ada yang menari. Ada beberapa murid yang hanya sekedar berbincang, kecuali Luhan.

Luhan tertidur pulas saat sedang dalam perjalanan, ia mimpi indah.

Sehun berjalan kearah belakang—melewati tempat duduk Luhan. Ia melirik Luhan yang sedang tertidur pulas, lalu tersenyum.

"Apa aku boleh masuk kedalam mimpi-mimpimu, nona berkacamata bulat?".

.

TBC

A/N:

Annyeong! Saya datang membawa chapter ketujuh dari fanfik ini.

Maaf kalau updatenya lama dan tidak panjang, karena akhir-akhir ini saya sedang sibuk di real life. Saya harap kalian suka.

Balasan review:

ererigado: Iya komenmu tidak masuk, tapi sekarang masuk kok. Semoga jadian xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Dianzu: Gapapa telat, yang penting ketemu Sehun wkwk xD Jinyoung emang gemesin banget xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

DeeroH: Sudah dilanjut. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Hunhania7: Hehehehehehe maaf author emang suka gitu, kalo bikin panjang kepanjangan kalo bikin pendek kependekan xD maafkan author yang suka labil ini xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Aeri7: Wah jangan jangan... Jeng jeng jeng xD cieee makin penasaran xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

selynLH7: Deketin adeknya dulu baru deketin kakaknya -Luhan. Biar bisa ketemu Sehun, jadi harus rajin ke kamar Jinyoung hehe xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Phe19920110: Jangan menunggu kak, sakit tau menunggu. Apalagi menunggu yang tidak pasti /plak/malah curhat xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

seluhundeer: Diam-diam menghanyutkan xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Hannie222: Jinyoung memang peka, tidak seperti kakaknya hiks—. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Milo 20: Iya Jinyoung wanna one hehe. Karena saya sudah menggunakan panggilan 'kakak' sejak chapter pertama, mungkin akan terlihat aneh kalau chapter seterusnya menggunakan 'hyung' dan 'noona', mungkin saya akan teruskan menggunakan panggilan 'kakak' sampai chapter terakhir. Terima kasih atas sarannya, saya sangat menerima saran yang diberikan karena saya juga masih tahap belajar untuk membuat fanfik yang baik dan benar. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

anjay jaelani: Bukan licik, tapi pintar -Sehun. Hmmm... Sepertinya hehe. Terima kasih sudah membaca dan mereview.

Terima kasih bagi yang sudah membaca, memfollow, memfavorite, dan mereview fanfik ini /bow.

Sampai bertemu di chapter selanjutnya.

With love, Erumin Smith.