Baiklah, saya kembali lagi di fandom Death Note. Maaf kalo di chapter kemaren penulisan Kenpachi-nya salah. Bukan Kenpaci tapi Kenpachi! Begitu kan kata para readers? Baiklah kuakui itu emang salah, tapi sebenernya saya emang udah tau kalo itu nulisnya salah. Cuma males aja ngebenerinnya. Eh, pas mau dipublish malah lupa ga dibenerin dulu. Wakaka... gobloknya author yang satu ini.. ohya, khusus di chapter ini, ga ada bintang tamu, jadi kayak prolog yang kemaren-kemaren itu... paling juga bintang tamunya cuma author ama si narator Paris Hitam :D...

Yap! Selamat membaca! :D

Author : Ceprutth DeiDei

Disclaimer : Tsugumi Ohba & Takeshi Obata

Rate : K

Genre : Humor/Adventure

Pairing : L


Last Chapter :

"UUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA—"

"Yah, jatoh deh itu anak!" kata Rukia sambil meratapi kepergian L yang na'as tadi. Kenpachi dadah-dadah sementara Ichigo menghela napas selega-leganya.

Kemudian, di dunia anime death note, untuk lebih detailnya yaitu di markas investigasi L, tepatnya di kamar L, semua chara gila berkumpul dengan wajah tak tenang...

"Uuuuuuggghh...." terdengar suara dari arah ranjang (?). Light, Misa, Mello, Matt, Matsuda, Mogi, Seichiiro, Sayu, en Watari langsung mengo.

"ABANG EEL UDAH SADAAAAAAAAARRR!!!!!!" tereak Mello girang.

-

Petualangan Gila Ala Chara Death Note

Chap 7 : L Hidup Kembali

-

Mello yang kelewat girang pun langsung menyerbu L dalam sebuah pelukan erat yang bahkan lebih erat dari cekikan (?). "ABANG EEELLL!!! ABAAANG EEEEEL!!!!" teriaknya.

Matt ama Near yang lagi asik main remi dengan taruhan kalau Matt menang maka L akan sadar kembali dan kalo Near menang itu berarti L memang sudah mati selama-lamanya (jahat juga si Near taruhan biar si L mati!) pun berakhir dengan Matt menang taruhan.

"Akh! Sial! Padahal gue udah mau menang nih! Kenapa Abang L pake sadar segala, sih?" umpat Near sambil ngebanting kartu-kartu remi di tangannya ke lantai. Sementara Matt cuma cekikikan liat lawannya yang udah kalah telak. "Tenang, bro. Kalau pun Abang L sampe sekarang belom sadar, dalam pertarungan remi (?) kita tadi, yang menang taruhan juga udah pasti gue" hibur Matt sambil sempet-sempetnya ke-PeDe-an.

"Bra-bro-bra-bro, lama-lama lo jadi ketularan tuh Duo ngerap gila deh!" omel Near sambil berjalan mendekat ke tempat L terbaring.

"Akhirnya Ryuga-kun bangun juga!" kata Light sambil mengelus dada dengan lega. Misa ikut jalan ke ranjang L sambil melenggot manja di lengan kekar (?) Light. Tangan kirinya dia pake buat nyeret Matsuda ama Mogi yang dari kemaren masih nangis-nangis gara-gara ngira L udah mati sambil mulutnya berkata, "Tuh kan! Matsuda-san, Mogi-san, perhitungan kalian meleset semua! Ryuzaki-san udah sadar lagi! Dia nggak mati gara-gara abis di-ninabobo-in ama kalian kok!"

"Uhuhu... iya. Makasih, MisaMisa-chan!" kata Matsuda sambil ngelap air matanya.

"Uuuuuuuuuuugghh..." Terdengar si L merintih lagi. Mello langsung ngelepas pelukannya gara-gara barusan dimarahin ama Mbah Watari. "Jangan bunuh L, Mello!"

"Siapa yang mau ngebunuh Abang L, sih?!!" kata Mello dengan muka cemberutnya yang bikin muntah.

"Kalo kamu meluk-meluk L sekenceng itu, kan L nanti bisa mati beneran!" sambung Mbah Watari masih dengan nada marah-marah ke Mello. Tapi tiba-tiba moment aki-aki ngomelin cucu pun terputus gara-gara kedatangan Matt dan Near yang tidak tepat. "Bagusan kalo Abang L beneran mati! Biar gue menang taruhan remi! HWAHAHA!!!!"

"Jahat lo! Berani banget nyumpahin abang L biar mati! Udah untung bisa idup lagi! Kan susah dapet kupon mati suri dari neraka!" seru Matt sambil menggaplok (?) kepala uban Near pake laptopnya yang bernama Katiyem. "Lagian gue juga kagak rela kalo harus kalah taruhan remi dari manusia macam elo!"

"ENAK AJE! Yang ada gue kali yang lebih nggak rela ngebiarin unknown species macam elo menang taruhan remi dari gue!" bales Near sambil melet-meletin lidah. Emosi Matt pun terpancing oleh kail pancing berpelet lele dari Near tadi (?) dan mereka sekarang udah pada pasang kuda-kuda lumping (?), bersiap untuk saling menyerbu.

"EEEEIIIT!!!! JANGAN BERANTEM LAGI!!!" bentak Misa yang baru aja dateng. Dan gadis manis itu langsung ambil posisi menengahi dua cowok tempramental yang mau berantem itu. Mata Shinigami Misa menoleh ke arah Matt. Yang dipelototin langsung komat-kamit nggak jelas. "Matt-kun, MisaMisa mau tanya nih!" Kata Misa pada Matt dengan nada suara yang tiba-tiba berubah jadi genit. Matt ama Near cengok.

"Tanya apa?" bales Matt masih dengan kecengokannya tadi.

"Di neraka ada, ya, kupon mati surinya? Terus, kalo misalkan pengen punya beli dimana? Yang jual siapa? MisaMisa juga pengen beli nih..." kata Misa dengan tampang yang begitu polos. Matt cengok untuk kedua kalinya.

"Nggak tau tuh..." jawab si kepala merah itu asal-asalan. Misa langsung menunduk lesu.

"Uuuuuuuugggh..." terdengar lagi suara rintihan L. Padahal si Mello udah nggak nyekik-nyekik dia lagi. Dan para chara gila pun langsung pada rebutan buat liat keadaannya si L. Mulai dari Light, Misa, Matsuda, Mogi, Matt, Near, Watari, Near, Seiichiro, dan Sayu pada baris mengelilingi terdakwa L yang masih tiduran di kasur.

"Ryuzaki-san..."

"L-san..."

"Ryuga-kun..."

"Abang L..."

"Tuan L..."

Semua orang menatap L dengan tampang harap-harap cemas. Sampai akhirnya, kedua mata L pun terbuka secara perlahan.

"UOOOHH!!! Lihat! Matanya Ryuzaki-san udah nggak ada kantung matanya lagi!!! Hebat! Hebat! Padahal dia cuma tidur hampir seminggu nonstop. Bener-bener hebat!" tereak Matsuda.

"SSSSSSSSSSSSSSTTT!!! BERISIK!"

"Uuuuuhh..." L pun akhirnya bangkit untuk duduk. Semua chara gila masih tetep pada melototin makhluk krempeng itu dengan khusyuknya. Bahkan saking khusyuknya, ngeliatnya pun sampe pada deket-deket banget. "UUUAAAAAH!!!"

BUUAAAGH!!

"Aaauuuu..." jerit Mello sambil mengelus-elus kepalanya yang abis ditendang L sampe Arab. "Abang L ngapain sih? Pake nendang-nendang kepala orang segala!"

"UOOOHH!!! Bahkan kekuatan tendangan kakinya juga bertambah gara-gara tidur panjang itu!!!" teriak Matsuda lagi (udah kayak orang gila aja tuh orang!=.=").

"SSSSSSSSSSSSTTT!!! BERISIK!!"

"Aaaah..." L menatap Mello dengan pilu. "Maaf ya, Mello. Aku nggak sengaja."

"Gapapa kok..." balas Mello sambil nunduk. Entah sejak kapan, doi udah pundung di pojokan kamar (begitu desperatenya itu orang! Padahal cuma ditendang! - ditendang Mello sampe mental ke Milan -). "Emang udah nasib Mello begini... selalu disiksa dan jadi tumpuan kesalahan semua orang..."

"LEBAY LO!!!" sorak Near dan Matt secara berjamaah. Bahkan yang lain pun ikut mengamini (?).

"Aku ada dimana?" tanya L pada semua orang yang ada disana dengan tampang polosnya yang terkesan begitu bloon. Light yang posisinya ada disebelah kanan L pun menjawab, "Di markas investigasi kasus KIRA, Ryuga-kun..."

"Oooh..." L ber-oh ria. Tapi sesaat kemudian, mukanya berubah kaget. "Loh? Loh? Kok kita nggak di Wammy House? Kita kan lagi liburan!"

"Liburannya udah kelar dari kemaren-kemaren, Ryuzaki-san" kali ini Mogi yang menjawab. L lagi-lagi terkaget-kaget. "Hah? Udah kelar?"

"Ryuzaki-san nggak inget, ya? Ryuzaki-san kan udah 6 hari nonstop tidur plus nggak bangun-bangun dari kemaren" jelas Misa.

"Enam hari nonstop? Kok bisa?" tanya L masih nggak percaya. Tapi para chara gila dihadapannya berusaha meyakinkannya kalau fenomena dia tidur selama seminggu itu bukanlah hal yang tabu untuk dipercaya. "Terus gue puasanya gimana dong?"

"Kita semua kan udah buka puasa dari 6 hari yang lalu. Kalo Ryuzaki-san sih emang belom buka sama sekali dari 6 hari yang lalu..." terdengar suara berat + sangar khas Seiichiro Yagami yang menjawab pertanyaan L barusan.

"Kak L mau buka puasa sekarang? Sayu udah masakin makanan khusus buat Kak L lho!" kata Sayu promosi makanan. Semua orang yang ada disana—minus Sayu en L—langsung menatap Sayu dengan tampang kaget. L menoleh ke arah adik kesayangan Light itu. Diingatnya makanan sahur yang dimakannya 6 hari lalu. Menu makanan abnormal yang dibuatkan oleh Sayu kemarin itu sukses bikin L yang cuma nginget-inget langsung nelen ludah. "Nggak, ah. Tapi makasih. Mendingan minum air putih aja!" jawab L mencoba menolak tawaran Sayu. Semua orang—minus Sayu en L—menhela napas lega.

Kemudian, Watari langsung mengambilkan segalon penuh air putih dan L langsung meneguk semuanya samapi habis. Orang-orang yang melihat kejadian alam yang luar biasa itu langsung memangapkan mulut masing-masing—tanda cengok. "Dia emang udah biasa minum air segitu kok!" ujar Watari menenangkan (yang ada malah pada tambah cengok kali!).

"Watari, kok tumben rasa aer putihnya beda? Emang ini aer minum merek apa? Merek baru, ya?" tanya L.

"Itu bukan air minum merek baru kok" jawab Watari. "Itu aer kobokan yang tadi dikasih ama tetangga sebelah."

Hening sejenak.

"BHUUEEEEEKK!!!" Dengan aba-aba dari Matt, L pun memuntahkan segalon air kobokan yang barusan ia minum (bisa-bisanya dikasih aba-aba dulu sebelum muntah... =.=). "Kenapa nggak bilang daritadi?!" semprot L begitu muntahnya kelar. Watari cuma nyengir kuda sambil melangkah mundur keluar kamar.

"Dasar kakek-kakek iseng!" kata Seiichiro, Mogi, en Matsuda bebarengan.

"Ya udah deh. Aer kobokan juga gapapa. Yang penting sekarang udah buka!" kata L sambil senyam-senyum. "Ohya, kok gue dari bangun tadi belom liat duo rapper itu, ya?"

"Nggak usah susah-susah dicari, toh itu duo udah kabur duluan" kata Light.

"Ha?"

"Near, tolong jelasin ke Ryuga-kun dong! Gue males nih!" perintah Light pada Near yang masih membujuk Mello untuk berhenti memundungkan diri (?) di pojokan kamar. "Kok gue sih?" protes Near.

"Ceritain nggak? Atau lo mau gue tulisin di death note gue kalo lo mati gara-gara keselek duren?" paksa Light. Tak memperdulikan identitas aslinya yang sebenernya adalah KIRA.

"Oke-oke. Daripada mati dengan alasan nggak jelas kayak gitu!" kata Near. "Jadi gini ceritanya...

flashback : on —

6 hari yang lalu pas bedug dan adzan maghrib terdengar ke segala penjuru Wammy House...

"Oey!! Akhirnya kita bisa buka puasa juga!!!" teriak Mello girang sampe-sampe dia nggak nyadar kalo udah menyenggol laptopnya sendiri yang lagi dipake Matt buat internetan. "COKLAT! COKLAT!"

"Aaaaah—laptopnya!" tereak Matt sambil meratapi nasib laptop Mello yang udah terpental ke lantai.

Tiba-tiba suara bedug en adzannya berhenti. "Nggak kok. Buka puasanya masih lama. Tadi hape gue yang bunyi" kata Near sambil ngutak-atik hapenya. Alhasil, Mello jadi kecewa berat.

Dan selanjutnya, dua jam kemudian, pas lagi asik browsing-browsing, terdengar lagi suara bedug en adzan. Begitu mendengar suara-suara itu, Mello langsung memelototi Near.

"Apa, sih? Ngefans ama gue ya?" goda Near—mencoba membuat Mello mengalihkan perhatiannya ke hal yang lain.

"GE-ER LO!!!" bantah Mello sambil teriak-teriak pake toa. Matt en Near langsung tutup kuping. "Suara bedug ama adzan yang barusan dari hape lo juga, ya?"

"Hah? Bedug ama adzan yang mana?" tanya Near bingung.

BRAAKK!, pintu kamar Mello didobrak paksa oleh seseorang. Ketiga makhluk penghuni kamar itu langsung menoleh ke arah pintu.

"AYO, BRO!!! MARI BERBUKA BERSAMA, BRO!!!" teriak Tsugumi dari pintu.

"YO'I, BRO!!!" bales Takeshi dari arah dapur.

"Cihuy! Akhirnya beneran buka juga!" sorak Mello sambil lompat kelinci. Matt en Near sweatdrop.

10 menit kemudian, semua penghuni Wammy House pun berkumpul di ruang makan. Menu buka puasa masakan Sayu en Mami Sayu sudah tertata rapi diatas meja. Dan lagi-lagi, abnormal kayak menu sahurnya tadi pagi.

"Uuuuh... enek gue liat ini makanan" bisik Matt sambil nahan muntah.

"Sama" bales Near—bisik-bisik juga.

"Light-kun gapapa kan makan makanan beginian?" tanya Misa.

"Gapapa. Gue udah terbiasa makan produk gagal kayak gini kok!"jawab Light sambil ngobok-obok nasi di piringnya.

"Light Yagami emang hebat! Kuat banget bisa makan beginian tiap hari!" puji Watari.

"Nggak juga..."

"UAAAAAH!!!" Tiba-tiba tersengar teriakan dari arah kamar L. Semua orang langsung melangkah seribu ke kamar L.

"Kenapa lagi sih si Matsuda itu?!" kata Seiichiro sambil berjalan cepat ke kamar L.

BRAKK!! Pintu kamar dibuka paksa. Dan disana, tampaklah Matsuda yang lagi menatap pilu si L yang masih tertidur pulas dari tadi siang.

"Ada apaan lagi sih, Matsuda?" tanya Seiichiro begitu masuk ke kamar.

"Anu... Ryuzaki-san daritadi udah saya bangunin tapi kok nggak bangun-bangun juga, ya?" kata Matsuda. Light mendekat dan meraba-raba leher cungkring L.

"Hayo, mau ngapain tuh?" terdengar suara entah dari mana. "Light hentai!"

"Enak aja! Gue mau ngecek denyut nadinya tau!" bantah Light.

"Gimana, Light-kun?" tanya Misa khawatir. Light menggeleng pasrah. "Denyutnya sama sekali nggak ada."

"Jangan-jangan..." Mata Matt melebar.

"Abang L..." Near jatuh terduduk.

"MATI?!" kata Mello masih tak percaya. "Eh? Kok gue dapet jatahnya yang mati sih?!" protes si makhluk dari negeri coklat itu pada suara entah dari mana (?).

"Jangan protes! Siapa yang jadi authornya? Gue kan? Makanya, jangan bantah gue!" balas suara entah dari mana (?).

"Gimana, nih?" tanya Misa takut-takut.

"Jangan-jangan abang L nggak kuat kalo disuruh puasa?" tebak Near sukses bikin duo Tsugu-Take yang sembunyi-sembunyi dibalik pintu itu merinding. "Bisa juga tuh!" kata Light setuju.

"Berarti orang yang bisa ngebunuh abang L cuma..." Mello nengok ke arah pintu. "DUA ORANG ITU!!!"

"Uuupss, kayaknya ada masalah nih, bro!" bisik Takeshi ke Tsugumi.

"Yoyoi nih, bro!" bales Tsugumi. "Kita kabur aja yuk, bro!"

Dua orang itu pun kabur dengan mengendap-endap. Tapi na'as, keburu ditangkep ama Mello. "Mau kemana kalian?" tanya Mello dengan nada sangar.

"Ma... mau balik... ke... kan..tor...bro..." jawab Tsugumi en Takeshi terbata-bata.

"Ngapain ke kantor?" tanya Mello lagi.

"Ma...mau...kerja... hee..he..bro.." jawab duo Tsugu-Take barengan lagi.

"Jatah kita muncul di fic ini udah abis... jadi, harus pulang. Gitu, bro!" jelas Takeshi.

"Hah? Emang jatah kalain udah abis, ya?" tanya Mello lagi-lagi. Duo itu cuma bisa ngangguk-ngangguk.

"Honornya 500 rupiah dari pagi kemaren sampe buka puasa. Gitu kata authornya!" jelas Tsugumi.

Maka dengan sangat terpaksa, Mello pun merelakan tangannya untuk melepas duo itu dan membiarkan mereka pergi tanpa pamit.

"Eh, emang gue bilang 500 rupiah dari pagi kemaren sampe buka puasa, ya, ke mereka kemaren?" terdengar suara entah dari mana.

"Gue, Paris Hitam, selaku narator yang selalu ada disisi author, juga ga pernah denger ini author bilang mereka dibayar 500 rupiah buat tampil dari pagi kemaren sampe buka puasa deh!"

"HAH?!" Mello cengok. Sedetik kemudian, wajahnya kembali berubah sangar. "OIII, BALIK KE SINI LO BERDUAAAA!!!"

flashback : off —

...begitulah ceritanya" kata Near mengakhiri dongeng bangun tidurnya (?).

"Kalo gitu, kenapa gue sekarang bisa ada disini kalo waktu itu gue udah mati? Emang gue nggak dikubur disana, ya?" tanya L.

"Lo minta dikubur disana?" tanya Light. L menggeleng mantap. "Yah, kalo tau gue udah mati, kok kalian ngebawa gue balik ke markas investigasi sih?" tanya L lagi—ngulang pertanyaan yang tadi.

"Bukan kita yang ngebawa elo ke sini kok" jawab Light sejujur-jujurnya. Near, Misa, en Matt ngangguk-angguk.

"Terus siapa dong?"

"Aku! Aku yang bawa abang L kesini!!!" teriak Mello dari pojokan. L pun ngelirik ke pojokan—yang lainnya juga. "Abang L udah susah-susah Mello bawain ke sini lho! Mello udah susah-susah nyari truk pengangkut sapi yang mau ngangkut abang L kesini! Mello baik kan?"

"Axis kali baik!" ujar Near pelan—takut nyinggung.

Matt nyolek bahu Near ama si Light—niatnya mau ngajakin ngegosip (?) sambil bisik-bisik. "Barusan aja dia desperate akut, sekarang udah kelewat excited lagi?" bisiknya.

"Emang aneh deh itu anak..." Light geleng-geleg pasrah.

"Kayaknya otaknya udah konslet deh..." sambung Near.

"Ohya, kita belom kasih tau ke abang L kalo kita mau pergi ke Konoha buat nyari obat diabetesnya, kan?" bisik Near mengingatkan dua rekan bisik-bisiknya yang lain.

'Iya juga. Hampir lupa!" seru Matt pelan.

"Tapi kita jangan bilang-bilang kalo kita ke Konoha buat nyari obat diabetesnya, nanti dia tau kalo sebenernya dia lagi sakit parah" lanjut Light.

"Kita bilang mau piknik ke Konoha aja!" usul Near ngasal.

"Boleh juga tuh!" sahut Matt setuju sementara si Light cuma ngangguk-angguk sambil senyam-senyum gajelas.

"OI! Kalian ngapain bisik-bisik?!" tanya L dari atas kasur empuknya yang kontras abis ama keadaan kasurnya yang ada di Wammy House.

"Oh, nggak ngapa-ngapain kok!" jawab ketiga chara itu berdusta.

"Ohya, Ryuga-kun, besok kita semua mau piknik ke Konoha. Ryuga-kun mau ikut, kan?" ajak Light.

"MAU!!!"

"Kalo gitu, besok abang L ikut kita pergi ke Konoha, ya! Tapi kita kesananya jalan kaki..." lanjut Near.

"Lho? Kenapa nggak naik limousine gue aja? Kan lagi nganggur tuh!" kata L.

"Eeehmm... Limousine-nya kan lagi di bengkel gara-gara dulu dirusakin Mello sampe meledak" bisik Watari.

"Oh iya, ya..." L ngangguk-angguk. "Oke deh. Jalan kaki juga kagak napa-napa dah!"

"SIIIIIIIIP!!!"

Light, Near, Matt, Mello, Misa, Mogi, Matsuda ngacungin jempol bareng-bareng.

– tbc –