Chap 6 update.

Wah minggu depan Ujian praktik Komputer, ama geologi minggu depan depannya lagi Ulangam Semester 1. Harus belajar terus !!!!! (lho ko curhat ?). Tapi ah sudahlah yang penting sekarang kita langsun kecerita.


"Ayo kita mulai." kata Sakura dan Zabuza.


CHAPTER 07:ATTACK part 01.


Sakura mengeluarkan pedang Samurainya, sedangkan Zabuza mengeluarkan sebuah pedang besar yang ukurannya sebesar ban mobil Sakura(besar banget ?).

Para anak buah Zabuza mundur untuk memberi ruang pertarungan Sakura dan Zabuza.

Ting.

Sakura maju begitu juga Zabuza. Mereka saling adu pedang. Sakura agak seperti kewalahan karena setiap menahan serangan pedang Zabuza, lukanya terasa sakit karena tidak kuat menahannya.

Ting.

Sakura menahan pedang Zabuza tetapi Zabuza terus menekan pedangnya sehingga Sakura mundur perlahan lahan hingga akhirnya sampai dipohon dibelakangnya.

"Sial. Kalau begini terus, bisa kalah aku !" batin Sakura.

"Hn. Kau itu tidak gampang menyerah ya ? Kalau begitu." dengan tenaga Ekstra Zabuza menghunus pedangnya kearah Sakura.

BRAAAK.

Sakura berhasil menangkisnya tetapi ia terlempar kembali. Tanpa disadari Zabuza telah dibelakangnya dan memukul telak punggungnya dengan tangan kirinya.

"Akh....." kata Sakura.

Masih belum berhenti, setelah Sakura bangkit dari Serangan tersebut tetapi Zabuza sudah ada didepannya. "Cepat sekali." gumam Sakura.

BRAKKK.

Zabuza memukul perut Sakura lalu menyikut kepala Sakura serta menendang (dengan lutut) tubuh Sakura. Membuat Sakura terlempar kembali dan menabrak salah satu honda civic disana hingga rusak. Pedangnya terlempar dan menancap di sebuah pohon.

"Ugh..." keluar darah dari dahi dan mulut Sakura. Luka ditangannya kembali terbuka. "Sial." guman Sakura. Zabuza hanya memandangi Sakura yang terbujur lemah di Honda Civic yang ditabrak Sakura.

"Hn. Hanya itu kekuatanmu ? Aku kecewa. Kau mau menyelamatkan bocah itu dengan keadaan begini. Bisa bisa kau yang diselamatkan. Kalau kau kuat dan pantas menyelamatkan bocah itu ! Maka, berdirilah ! Lawan dia ? Kalau kau kalah darinya maka kau juga kalah dari Akatsuki ! Apa ini yang disebut ANBU !" Sakura kaget mendengar suara itu, dia kenal dengan Suara itu. Dia melihat orang yang berada diatas mobil tempat Sakura bersandar. Rambut berwana perak, berseragam ANBU, mulut ditutupi, bekas sayatan di mata kirinya.

"Kakashi ?" kata Sakura.


Ditempat Naruto.


Naruto kewalahan menghadapi (bila dihitung) 50 orang bersamaan. Ketika Naruto sudah kelelahan sedangkan musuhnya masih tinggal sekitar 27 orang.

"Mungkin ini yang terbaik. Sakura ma'afkan aku." kata Naruto pasrah.

"Apa kau menyerah begitu saja, Naruto ?"

"Eh.... Siapa kau ?" tanya Naruto kepada orang yang sudah berdiri membelakanginya. Rambutnya dikuncir seperti buah Nanas. Dipinggirnya ada Wanita berambut kuning panjang seperti ekor kuda, dan juga disebelahnya ada orang bertubuh gendut. Naruto kenal betul siapa mereka.

"Shikamaru, Ino, Couji ?" kata Naruto.


Ditempat Sakura.


"Yoi, kau belum matikan ?" tanya Kakashi.

"Ya belumlah, aku tidak akan mati semudah itu." jawab Sakura. Kemudian Kakashi melirik Zabuza.

"Bagus Zabuza." kata Kakashi.

"Terima kasih, bos." kata Zabuza.

"Bos ? Apa maksudnya, Kakashi ?" tanya Sakura heran.

"Cepat atau lambat, kau juga harus kuberitahu(menghela nafas panjang). Aku adalah sekutu Akatsuki dan orang bernama Zabuza dan anak buahnya itu adalah Anak buahku." jawab Kakashi.

"Tidak mungkin...(menundukkan kepala). Kau sekutu Akatsuki ?" tanya Sakura lagi. Kakashi hanya mengganggukkan kepala. Sakura berdiri dan menghadap Kakashi.

"Kau..... Kenapa kau, hah ? Kenapa kau bersekutu dengan Akatsuki ? Lihatlah. Sudah banyak korban akibat ulah Akatsuki !" bentak Sakura. Lalu dipukulnya mobil tersebut hingga terguling 7kali(?). Kakashi sudah menghindar dan sekarang berada disamping Zabuza.

"Aku ingin tanya kenapa kau memberi tugas begini ?" tanya Sakura.

"Aku akan katakan alasannya tetapi setelah kau bertarung denganku ! Untuk menentukan siapa yang atasan dan siapa yang bawahan. Kau setuju ?" tantang Kakashi.

Sakura membersihkan debu dan darah yang mengotori bajunya. Dengan tenang ia menjawab tantangan Kakashi.

"Ya. Dan ke-IYA'anku ini demi orang orang yang telah menjadi korban dari kebiadaban Akatsuki itu." jawab Sakura tanpa menoleh kearah Kakashi. Dengan cepat Sakura meraih pisau yang ada dikantong senjata miliknya.

Bleph.

Pisau itu tepat mengenai dada kanan Zabuza.

"Aw." katanya kesakitan.

"Bagus Sakura. Ini berarti kau lebih siap dari sebelumnya. Hn. Kalau begitu....." kata Kakashi. Dengan cepat ia menghajar telak Sakura tepat dipelipis kiri Sakura tetapi Sakura juga berhasil memendang telak perut Kakashi. Mereka berdua sama sama terlempar.

"Sakura, kuharap kau masih kuat." kata Kakashi sambil berusaha berdiri.

"Aku akan selalu kuat, dan ini demi orang orang yang kusayangi." kata Sakura. Dia juga berdiri meskipun dengan luka yang serius.

"Kalau begitu. Zabuza kau minggir saja, ini urusanku dengan Sakura, mengerti ?" perintah Kakashi.

"Mengerti, bos !" jawab Zabuza. Zabuzapun minggir. Kakashi melirik ke Sakura.

"Mau terus ?" tanya Kakashi.

"Sampai matipun. Aku tidak menyerah." jawab Sakura.

Brak.

Bugh.

Bush(?).

Hah Hah Hah' suara nafas Sakura yang terengah engah.

"Sudah lelah, Sakura ?" tanya Kakashi. Sebenarnya Kakashi juga lelah tetapi dia sudah terbiasa dan staminanya bagus.

"Belum.....hah. Aku .....hah, belum....... Hah, meny.....nyerah !" jawab Sakura terengah engah.

"Itu yang kusuka darimu, pantang menyerah." kata Kakashi. Kakashi mengeluarkan sesuatu. Terlihat sebuah pisau yang siap dilempar."Kalau begitu....."

Wush.

Pisau itu menancap pas didada kiri(kurang 0,99999 cm dari jantung) Sakura. "Aaaaakkkkkggggghhhhh........!!!!!" teriak Sakura kesakitan. Dia terduduk ditanah sambil memegangi dada kirinya. Dilihatnya sebuah pisau panjang menancap dan menembus dadanya.

"Kau kalah, Sakura." kata Kakashi seraya berdiri (seperti ingin pergi) berpaling dari Sakura.

"Tunggu !!!" teriak Sakura.

"hn ? Ada apa lagi ?" tanya Kakashi.

Sakura mencabut pisau yang menembus dadanya.

"Pertarungan ini belum selesai, Kakashi !" kata Sakura sambil masih terduduk.

"Sudahlah, kita lanjutkan nanti saja, sekarang kau cepat kejar Sasuke. Kau sudah tahukan dimana markas Akatsuki berada ?" kata Kakashi.

"Eh ? Kertasnya kan kau bawa !" kata Sakura. Kakashi merogoh sakunya dan mengambil kertas disakunya.

"Inikan ?" ujar Kakashi seraya memberikan kertas itu pada Sakura.

"Terima kasih." kata Sakura.

"Sekarang pergilah, sebelum terlambat." kata Kakashi.

"Baiklah. Aku pergi." kata Sakura. Dia berjalan menuju mobilnya meski agak tergopoh-gopoh(?). Sakura mengambil pedangnya yang menancap di pohon lalu dia masuk kemobil. Menstarter mobilnya. Dan pergi dengan kecepatan penuh. Kakashi hanya melihatnya dari jauh.

"Bos, kenapa kau biarkan dia lari ?" tanya Zabuza.

"Kau belun tahu. Mungkin Sakura juga belum tahu. Aku adalah teman ibu Sakura sewaktu kecil. Aku mengganggap Sakura sebagai anakku sendiri. Pada sa'at ibuny meninggal, dia menitipkan Sakura padaku. Pada sa'at itu Sakura masih bayi. Aku serahkan Sakura pada Panti Asuhan, karena aku banyak tugas. Hingga sekarang ini, dia belum tahu bahwa aku adalah teman Ibunya Sewaktu kecil." ujar Kakashi.

"Jadi begitu." kata Zabuza.


Ditempat Naruto.


"Kenapa kalian kesini ?" tanya Naruto.

"Kami diperintahkan ketua untuk mengawasi jalannya pemakaman ini. Karena ada laporan bahwa terdeteksi disini terdapat Anak buah Akatsuki. Kami mengawasi dari atas pohon itu." kata Shikamaru sambil menunjuk sebuah pohon berdaun lebat. "Dan ternyata, benar ya." katanya lagi.

"Oh ya Naruto Sakura tadi kemana ?" tanya Ino. Naruto menundukkan kepala.

"Dia mengejar 2 Akatsuki yang menculik Sasuke." jawab Naruto.

"Sasuke ?" kata Ino heran.

"Ya, kami berdua ditugaskan melindunginya/mengawalnya karena dia sebagai saksi pembunuhan keluarga Uchiha dan sedang diincar Akatsuki." tutur Naruto.

"Sudah cukup pembicaraannya lebih baik kita kalahkan mereka dulu. Ok ?" kata Shikamaru.

"OK." jawab Ino, Naruto, dan Couji.


To be continued


Chapter 06 selesai


Lagi lagi character lain dimasukkan. Wah makin gak mudeng dech(?????). Oh ya Q nggak jago buat adegan fighting yang panjang, gomen please. Tapi yang penting REVIEW-nya please.


Thanks for review chap 5:

-hehe

-Nakamura Kumiko-chan

-Hikari NoTsuBU

-Argi Kartika "KoNan"

-Haruchi Nigiyama


Arigatou