Digimon (c) Akiyoshi Hongo
by Ratu Obeng (id: 1658345)
.
.
.
7. Kuran: Three-Point Field of Goal
「 Terminologi Kuran perihal sebuah kekalahan persis seperti kopi hitam pekat. 」
Waktu semakin sempit tapi angka tim kami tidak juga bertambah, malah tersusul lagi. Perbedaan sekarang mencapai dua belas angka. SIAL.
Bola basket yang baru kupegang dua detik terpaksa harus kualihkan ke tangan lain karena aku hampir kesulitan menjaganya. Sungguh Hina. Mataku berkonsentrasi penuh mengamati gerak benda bulat dan ring yang jaraknya tidak begitu jauh. Lemparan three point sangat kukuasai, seharusnya menambah tiga angka sekaligus menjadi perkara mudah.
Lagipula kalau terjadi overtime, aku akan terlambat rapat mingguan para Royal Knights dan ini penting.
Senior Sonic baru saja mengabariku kalau dia baru saja berhasil mendapatkan foto-foto Sir Drasil yang akan dilelang secara eksklusif. kalau aku tidak bergegas, si cebol Magna atau senior banci itu akan merebut semuanya. Tapi aku juga tidak ingin kalah dalam pertandingan. Mungkin turnamen kali ini paling berat IMO karena harus perhitungan dengan kemampuan, tenaga, dan waktu sekaligus.
"Kuran! Jangan meleng!"
Bola berhasil kembali ke tanganku, tanpa membuang waktu aku berlari empat langkah kaki dan langsung membidiknya tepat sasaran. Tiga angka kebanggaan kudapatkan. Lumayan.
Sampai hanya tersisa tiga menit lagi dan tim-ku masih ketinggalan dua angka. Berdasarkan gerak-gerik dan kode yang dibuat oleh pelatih di pinggir lapangan, mereka tampaknya sangat berharap pada three point shot-ku. Sayangnya tim lawan juga menyadarinya sehingga gerakanku terkunci oleh beberapa pemain bertahan.
"Eh?"
Apa aku tidak salah lihat?
"KURAN! DIBILANGIN JANGAN MELENG!"
Aku spontan menggosok mata singkat, gagal memanfaatkan momen terbaik untuk menerobos penjagaan. Demi apa Sir Drasil dan beberapa guru yang aku sampai lupa namanya terlihat memasuki aula pertandingan? Apa mereka datang untuk memberi semangat murid-murid didiknya?
"KURAN!"
KALAU BEGINI AKU TIDAK BOLEH KALAH, KAN!?
"AKAN KUTUNJUKKAN SEMANGAT DARI KEKUATAN CINTAAA!"
Bola berhasil kudapatkan lagi. Aku sudah di posisi siap membidik tiga angka.
PRIIIIIIIIIT
「 Rasanya terlalu pahit. 」
END
.
.
.
A/N:
Saingan dedek Magna datang, jrengjrengjreng~ /o/
Ngeliat sikapnya yang cukup ekstrimis di episode2 Savers (meski akhirnya tobat) malah langsung kepikiran bikin karakter ini jadi rival cinta (?).
Tapi karena Kuran bukan tipe cerewet, mungkin karakter dia bakal lebih digali dari sikap dan kata hati, semoga nantinya ngga bakal terlalu OOC.
R&R maybe? C:
