What?! Udah berminggu-minggu gak update?! Aduh…. Minna gomen ya, Aku sibuk banget nih. Maaf baru update sekarang. Apalagi kehadiran Fict-ku yang terbaru "Kuro Natsu" jadi bingung mau nge-update yang mana. Awalnya sih aku maunya Kuro Natsu di buat sampai Chapter 6 dulu biar bisa sama-sama dengan BOF. Tapi karena takut BOF terlupakan, jadi aku updatenya bareng-bareng ma Kuro Natsu…
Maaf ya minna. :'(
ok langsung aja sebelum membaca ini, setelah ada gambar *-* diharap mendengarkan lagu dari Final Fantasy 7 dengan judul "who… are you?" supaya feelnya tambah dapat… SELAMAT MEMBACA :D
'Karena yang harus jadi tumbalnya hanya Natsu seorang.'
Sekarang apa yang harus dilakukan Lucy untuk menyelamatkan Natsu? Padahal dirinya sendiri dikurung di sini.
"Kami-sama, apa yang harus aku lakukan?" tanya Lucy pada udara kosong. Hatinya sangat tidak tenang dan ketakutan. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi pada teman-temannya, terutama Natsu.
Fairy Tail © Hiro Mashima Sensei
..
Battle Of Future by Sagara Ai & Shinigami Teru-chan
..
Warning: OOC, typo(s), AU, GaJe, Semi Canon
"Don't Like. Don't Read"
…
Chapter 5 : Blood Of Star
...
"Ugh…." keluh pemuda berambut salmon sambil mengerjap-ngerjap mata onyxnya. Badannya terasa berat dan seperti telah dipukul oleh ribuan massa. Pandangannya yang semula rabun kini mulai terlihat jelas walaupun masih hanya terlihat siluet aneh. Sesosok wajah cantik melihat dirinya dengan raut wajah sedih. Alisnya tertaut dan butiran-butiran keringat menempel di pipi dan keningnya. Rambut biru tua diikat dua dan sejajar di kepala mungilnya.
"Natsu-san, bagaimana keadaanmu?" tanya gadis itu. Suara merdu merasuk di kedua gendang telinga sang salamander. Lagi-lagi Natsu mengerjap-ngerjap matanya. Suara ini tak asing baginya, ia kemudian menatap gadis itu.
"E-erza-san, kenapa Natsu melihatku seperti i-itu? Apa dia buta?" tanya gadis itu dengan gagap.
"Tidak mungkin, Wendy." Jawab singkat, padat dan jelas oleh sang titania. Natsu kemudian mengucek kedua matanya. Perlahan siluet itu menghilang dan berubah menjadi sedia kala. Pemuda berambut salmon itu langsung mengedarkan pandangannya ke penjuru sudut. Ia mengabsen semua teman-temannya. Erza di sudut ruangan. Dia berdiri dan menyender punggungnya ke dinding berlapis cat putih itu. Gray duduk di lantai dengan kaki terselonjor lurus. Tubuh bidang dan tangan kanannya dibaluti oleh perban putih. Merasa diperhatikan, Gray menoleh ke Natsu dan menatap dengan sinis. Tatapan yang mengucapkan 'apa, Lihat-lihat!'.
Natsu mengalihkan pandangannya ke sesosok pemuda berambut hitam legam panjang yang terbaring di atas kasur. Kasur yang tidak terlalu empuk dan hanya ada satu di ruangan ini. Ruangan ini memiliki dinding terbuat dari batu bata dengan lapisan cat putih. Atap terbuat dari bambu yang ukurannya mungkin lima meter. Jubin berwarna hitam melekat di tanah menambah kesederhanaan rumah ini. Melihat Natsu yang masih sibuk melihat-melihat tempat berada mereka, Wendy langsung berpindah kepada sang pembantai besi yang masih tergeletak lemas. Natsu menghitung-hitung teman-temannya.
"Erza,Striper,Gajeel,Wendy?" gumam Natsu sambil menghitung dengan jarinya. Dia mengulang-ngulang lagi dari menyebut nama Erza hingga Wendy. Erza yang mendengar itu tidak menggubrisnya. Ia masih tenggelam dalam pikirannya.
"Lucas? Lucy? mana mereka?" tanya Natsu kepada teman-temannya. Mendengar kata 'Lucy' sontak semua menatap Natsu dengan bimbang. Antara marah, kecewa dan merasa kasihan. Erza yang hendak menjawab, dihalangi oleh tawa Gray. Mendengar tawa Gray, Sang pembantai naga api merah itu langsung memasang wajah tak suka.
"Apa yang lucu, HAH?!" ketus Natsu dengan nada dibuat-buat marah. Pemuda berambut raven itu langsung menggeleng-geleng. Dia merasa kasihan kepada rivalnya karena memiliki otak yang tak berguna. Gray langsung melirik ke Natsu. Tatapan sendu, marah dan gundah bercampur menjadi satu. Natsu langsung menautkan kedua alisnya.
"Lucy… diculik dan Lucas sedang mencari jejak Lucy dengan kekuatannya." kata Gray sambil mengalihkan pandangan ke pintu keluar. Seketika Natsu memukul jidatnya dengan telapak tangan kanannya. Ia lupa bahwa Lucy diculik dan ia tak henti-hentinya meruntuk dirinya.
"Kita harus ke sana!" seru Natsu sambil beranjak dari lantai hitam itu. Ia melangkah menuju pintu keluar. Belum sampai memegang gagang pintu. Lucas sudah membuka dari arah berlawanan. Raut muka pemuda blonde ini sangat kusut. Mulai dari rambutnya yang biasanya rapi kini teracak-acak. Natsu tahu dia mengacak atau menjambak rambutnya sendiri. Baju yang biasanya terkancing, terbuka lebar hingga menampakkan dada bidangnya. Lucas berjalan, melewati Natsu dan menghempaskan bokongnya ke ubin hitam itu. Ia mendecih berkali-kali. Tiga kucing dengan sayap putih juga masuk kedalam. Si kucing biru langsung memeluk Natsu sedangkan yang lain menuju Wendy dan Gajeel. Natsu membalas pelukan Happy sebentar dan mendorongnya dengan pelan.
"Jadi?" tanya Erza sambil melipat kedua tangannya ke depan dadanya. Kalau dilihat-lihat Erzalah yang tidak diperban. Ia menunggu Lucas melaporkan tugasnya. Merasa dipandang, Lucas mendicih lagi.
"Aku…." ucapannya terhenti karena ia harus menghela nafasnya. Sepertinya hatinya masih belum bisa menerima kenyataan. "Aku tidak menemukan tanda-tanda. Aku yakin dia menggunakan jurus agar magicku bisa dipatahkan." lanjut Lucas dengan nada malas sambil memaki-maki dirinya. Ternyata sifat asli Lucas terlihat juga. Setelah memaki-maki, Lucas menaruh kedua tangannya ke belakang untuk dijadikan bantal. Ia memejamkan matanya sebentar. Terlihat wajah sedikit pucat dan lelah. Mungkin setelah menggunakan sihirnya, ia menjadi lelah dan terlihat lemah.
Natsu mengalihkan pandangannya ke arah gadis berambut biru tua yang sedari masih setia dengan pasiennya.
"Kenapa Wendy bisa disini, Erza?" tanya Natsu ke Erza sambil kembali duduk di tempatnya tadi. Erza yang ditanya malah mengalihkan pandangannya ke Gray. Dengan cepat Gray menggelengkan kepalanya dengan cepat. Mereka berdua terlalu sibuk memikirkan Lucy hingga lupa Wendy bisa disni.
"A―ano aku mendapatkan misi ke sini….."
FLASH BACK ON
Tampak seorang gadis dengan ketiga pengawal kucing turun dari kereta api. Gadis bernama Wendy itu langsung merengangkan kedua tangannya. Dua belas jam berada di kereta membuat badan gadis dan teman kucingnya pegal-pegal. Sebenarnya hanya butuh waktu sepuluh jam ke sini, tetapi Wendy dan teman kucingnya ketinggalan kereta.
Mengingat waktu yang sudah kelewatan malam, Wendy mengedarkan pandangannya ke penjuru stasiun. Suasana di stasiun ini sangatlah sepi dan membuat rasa ketakutan Wendy meninggi. Sinar lampu emas berjejer di setiap sudut. Hanya suara deru angin menemani keempat makhluk ini.
"A―ayo kita pergi dari sini." ucap Wendy terbata-bata. Charle, Happy dan Lili langsung mengeluarkan sayap sihirnya dan membawa Wendy pergi menuju Xollium Village. Mereka terbang ke arah timur. Tak butuh waktu lama, mereka berada di depan pintu gerbang desa Xollium. Wendy memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumah kepala desa tersebut. Awalnya Wendy berpikir bahwa desa sepi karena sudah malam tapi hati kecil berkata bahwa tempat ini tak dihuni oleh manusia. Aura gelap dari desa ini sangat mengancam Wendy. Charle yang melihat raut muka Wendy langsung berjalan mendahului Wendy.
"Charle, tunggu…." kata Wendy sambil menahan suaranya yang agak serak akibat ketakutan. Wendy langsung menghentikan langkahnya ketika terdengar suara teriakan seseorang yang sangat ia kenal. Apalagi suara teriakan itu mamanggil nama 'Lucy'. Dragon slayer muda ini langsung menatap satu persatu teman rekannya. Dari tatapan Happy, ia sangat takut karena tahu yang berteriak adalah teman seperjuangannya.
Tanpa berkata apapun dan hanya saling menatap, mereka mendekati tempat sumber suara teriakan itu. Sampai disana, iris indah Wendy membulat sempurna.
Ia melihat lapangan yang besar dan di depannya terdapat mulut goa yang sangat besar. Lubang besar dan cukup dalam di sebelah kanannya. Wendy langsung mencari-cari siapa yang berteriak tadi. Timbul rasa sesak dan takut di dalam hati Wendy.
Pertama kali yang ia lihat adalah gadis yang memiliki rambut berwarna merah scarlet. Tak tahu kenapa, tiba-tiba mata Wendy melihat ke gadis itu. Wendy mendekati gadis itu. Ternyata di bawahnya juga terdapat pemuda berambut biru raven. Erza dan Gray.
Wendy Panik.
Wendy langsung mondar-mandir tak jelas. Sedangkan Lili menemukan Gajeel yang mengenaskan. Happy yang menemukan Natsu langsung memanggil Wendy.
"Wendy, ada orang asing." kata Charle mendekati pemuda berambut blonde itu. "Tapi ada lambang guild kita dilengan kirinya." Lanjut Charle sambil memandang Wendy yang panik. Wendy langsung menghentikan langkahnya.
"Lili, bisakah kau membawa teman-teman kita ke rumah terdekat?" tanya Wendy sambil menarik Erza yang menindih Gray. Wajah Gray yang tadi sedikit kacau kini hilang. Wendy beranggapan bahwa baju zirah Erza sangat berat. Buktinya saja, untuk menarik Erza mengeluarkan tenaga banyak.
"Baiklah. Bantu aku Happy." kata Lili sambil berubah ke mode tubuh berototnya. Ia mengangkat Gajeel dan pemuda berambut blonde yang belum ia kenal. Happy mengangkat Natsu sambil terbang. Sedangkan Charle mendekati Wendy yang telah mengeluarkan sihir penyembuhnya ke Erza.
.
.
.
.
.
Setelah mengobati Erza yang dilanjutkan ke Gray, Natsu, Gajeel dan pemuda yang berambut blonde itu. Wendy tak habis pikir bahwa yang sadar duluan adalah pemuda yang terakhir ia sembuhkan.
"Ugh….. Dimana aku?" tanya pemuda tampan itu. Ia duduk dan mengedarkan pandangannya. Wendy merasa bersyukur karena dia bisa sadar dengan cepat. Tapi, Wendy tidak mengenalnya jadi untuk bertanya 'siapa dia' Wendy harus mengumpulkan banyak tenaga.
"Wendy-san? Kenapa disini?" tanya pemuda itu sambil mengedarkan pandangannya. Happy dan Charle mendekati pemuda itu.
"Dia tahu Wendy?" tanya Charle dalam hati. Melihat ada dua kucing yang mendekat raut wajah pasien yang duluan sadar menjadi pucat.
"K―kucing?! Kucingnya berjalan dengan dua kaki!" teriak Lucas sambil mundur kebelakang.
"Hey!"
FLASH BACK OFF
"Kenapa kamu histeris dengan kucing?" tanya Natsu sambil terkekeh pelan. Lucas mendengus dan membalikkan badannya.
"Eh? Lucas jadi dingin?!" seru Natsu dalam hati. Ia tak percaya, bahwa Lucas yang ia kenal beberapa hari lalu adalah pria yang salalu baik hati. Ada apa gerangan ini?
"Sekarang bagaimana?" tanya Gray sambil melipat kedua tangannya.
"Entahlah,mungkin pertama kita harus menunggu Gajeel sadar dan gunakan waktu itu untuk mengumpulkan tenaga. Karena besok kita akan kembali ke Guild. Aku…. Ralat kita harus meminta bantuan ke Master." Kata Erza panjang lebar. Semua mengangguk setuju kecuali Lucas dan Gajeel karena sudah masuk kedalam dunia mimpinya.
"Tes….tes….tes…." suara tetesan air menemani gadis blonde ini. Ia duduk termenung melihat bulan menyinarinya dari jendela tahanan ini. Raut mukanya sangat lelah karena tiga jam yang lalu, ia berusaha menemukan jalan keluar. Alhasil ia hanya membuang tenaganya saja. Suara pintu terbuka membuyarkan lamunannya. Lima orang masuk ke dalam ruangan, orang-orang tersebut terdiri dari Zack, Link dan tiga orang dengan jubah hitam.
"Ada apa ini?" tanya Lucy dengan nada marah. Zack tidak menjawab malah menarik Lucy dengan kasar. Lucy merintih kesakitan dan sekilas Lucy dapat melihat Link menggigit bibir bawahnya.
"Sebentar lagi kamu akan mati, jadi jangan berontak." ucap Zack dengan ketus. Lucy mematung dan hanya bisa mengerjap-ngerjap mata caramelnya saja.
"Sekarang kau akan kujadikan tumbal untuk membangkitkan Naga bulan! HAHAHA!" seru Zack sambil tertawa anehnya. Ia menarik Lucy keluar dari ruangan tahanan.
"Lepaskan!" teriak Lucy sambil menarik tangannya. Lucy meruntuki dirinya karena terlahir perempuan. Ternyata kekuatan perempuan tak sekuat pria.
'Tapi bagaimana dengan Erza?' pikir Lucy. Erza juga terlahir perempuan tapi ia dalah wanita terkuat di Fairy Tail, tidak seperti dirinya yang lemah dan tak berguna jika kehilangan kunci.
"Maafkan aku, Lucy…." ucap Link dengan pelan, sangat pelan karena hanya Lucy yang bisa mendengar itu. Lucy langsung melihat wajah Link dari kejauhan. Butiran air mata keluar dari matanya. Ia menunduk dan mendecih beberapa kali. Lucy tahu perasaan Link, Bagaimanapun ia harus memilih ayahnya atau Lucy.
Pemuda itu berbalik dan mengikuti Lucy dari belakang. Wajahnya berubah drastis. Aura pembunuh melekat dirinya dan ditambah dengan sorotan matanya yang tajam. Dia menggumam yang sukses membuat Lucy bergidik ngeri.
"Oh…. Natsu, kuharap kau tak pernah bertemu dia lagi." ucap Lucy dalam hati.
Wahai Dewa kegelapan
Wahai Dewi Bulan
Wahai Para Naga
Ucapan yang berulang-ulang membuat Lucy muak. Sangat Muak. Ia diikat dengan tali di tiang atlar. Beberapa tiang menjulang tinggi berada di sudut atlar. Bulan yang sedang berada tepat diatas Lucy membuat ucapan aneh itu makin lama makin aneh untuk Lucy. Puluhan manusia yang mengucapkan mantra tersebut, mengelilingi Lucy dengan jubah hitam keunguan.
Lingkaran itu pecah, akibat seseorang dengan jubahnya mendekati Lucy. Ia membuka jubahnya dan membuat Lucy tahu siapa orangnya. Zack. Dia tersenyum kepada Lucy. Lucy hanya membalasnya dengan dengusan. Zack mengangkat kedua tangannya, seperti menyembah bulan.
"Wahai Dewa Kegelapan Yang Selalu Menyelimuti Kami
Wahai Dewi Rembulan Yang Setia Menemani Kami
Dengarlah Permohonan Kami, Kami Yang Selalu Melayanimu
Malam Ini….
Kami Mempersembahkan Darah Para Bintang"
Ucapan terhenti setelah ia menorehkan sebuah pedang kecil ke perut Lucy. Sebuah luka goresan tercipta dari sayatan tersebut. Lucy berteriak kesakitan. Cairan merah keluar dari perutnya itu. Dengan sigap, Zack mengeluarkan sebuah gelas besar kaca dengan motif bulan dan di dalam gelas itu terdapat batu. Dengan menahan seribu kesakitan, Lucy tahu itu adalah Moon Stone. Batu untuk memanggil Naga Bulan. Lucy ingin sekali menyamparnya, tapi apa daya, tangannya diikat dan kakinya juga diikat. Zack menyentuhkan gelas itu ke perut Lucy. Perlahan-lahan cairan merah itu melumuri dan menutup Moon Stone. Setelah terpenuhi, Zack mengangkat gelas tinggi-tinggi.
"Wahai Dewa Kegelapan Yang Selalu Menyelimuti Kami
Wahai Dewi Rembulan Yang Setia Menemani Kami
Dengarlah Permohonan Kami, Kami Yang Selalu Melayanimu
Malam Ini….
Kami Mempersembahkan Darah Para Bintang"
ucapnya lagi. Angin berderu dengan keras. Membuat jubah-jubah berkibar dengan kasar dan rambut Lucy bergerak dengan cepat. Lucy bisa merasakan dari telapak kakinya, ada getaran dahsyat dari dalam tanah. Terlihat sesosok bayangan naga muncul di depan Lucy dan Zack. Link yang berdiri di belakang langsung terkejut. Zack kembali tersenyum jahat.
"Ayah?" tanya Link kepada Naga bayangan itu. Naga itu tidak mengubris Link dan hanya diam menatap gelas yang di pegang Zack. Zack menundukan kepalanya dalam-dalam. Seruan sorak-sorak gembira oleh manusia bertudung terdengar menyakitkan dan menusuk hati Lucy.
"Maafkan aku minna." ucap Lucy dalam hati dan perlahan ia memejamkan matanya.
"Ini salahku, semua salahku…."
.
.
.
.
.
.TBC.
Yatta selesai juga *tebar coca cola ^_^
Kuharap kalian menyukainya…. :D
{ Special Thanks To: }
Tohko ohmiya, Hina Azureno, Kuro Joker, Nnatsuki, Azalya dragneel, Nobi Eucliffe, Silent Reader, Guest, Hana, Yuuki Hiruma, airi shirayuki, Natsu X Lucy, ahaurats-FT, lawliet uzumakie, hitoshi sagara, hanara vgryuu, FinasasAfina, AND YOU.
Balas Review yuk :)
Ahaurats-FT : Terimakasih sudah mau menunggu karya ku ini… :D maaf kalau tiap Update mesti lama dan hasilnya tidak memuaskan :(. Semoga masih mo ngebaca and ngereview fic ini…
Nnatsuki : hahaha, Kalau nyari tumbal, pake sapi dan kambingnya Lucy aja. Itu lo Taurus dan Capricorn. Udah genit dan ada yang pake jas lagi, Keren kan? hehehehe
Azalya Dragneel : Wah maaf, di chap ini gak ada NaLu-nya, Aku bingung gmn caranya ngasih adegan NaLu. Azalya-san ajarin Dunk. *plak, Alay lu Ai. Maaf ya, aku updatenya lama. Udah lama, gak ada adegan NaLu Lagi. Dasar Ai-chan.
Hanara Vgryuu: Benarkah? Maaf, maaf, maaf. Untuk Chap ini udah ku usahain panjang. Tapi kayaknya enggak ngaruh deh. Maaf Hana-san, udap update lama, pendek lagi. *author payah.
Tohko Ohmiya: Ah…. Mia-san bisa aja. Jadi malu aku, hehehe. Maaf updatenya telat ya. :D
FinasasAfina: Satu kata buat aFina-san, MAAF!. Ai-chan memang payah. Aku terlalu konseng dengan Kuro Natsu sampai lupa BOF deh. Maaf ya afina-san. Kalo sapi sama kambing kasih Taurus sama Capricorn aja pasti si Zack mau, kan bentar lagi puasa, lumayan buat Buka sama sahur. hEH? Btw makasih udah ingetin. Gara-gara Afina-san aku jadi inget ma BOF. Heheh ^_^
R
I
V
I
E
W
P
L
E
A
S
E
.
.
.
