Setelah bel masuk, di 9G...

"Murid baru? Di kelas ini?!" tanya Nabila

"Iye, gue aja sendiri kaget" kata Syifa

"Laki apa perempuan?"

"Cewek, dia ada di ruang guru tadi" kata Syifa "sempet ngeliat dikit"

"GUE MENANG!" pekik Nabila sambil nge-gebrak meja pake kartu poker

"PAK LUKAS DATENG!"

Lukas Bondenvik, sang personifikasi sekaligus wali kelas 9G masuk bersama dengan seorang perempuan yang wajahnya oh-my-god-why-you-are-so-cute, matanya berwarna hijau, rambutnya pirang dan tangannya OMG! Jarinya itu, tak sabar aku ingin memegangnya wahai, sang pengalih duniaku~

Biarkan pikiran anak-anak laki yang ada di atas itu. Semuanya mengeluarkan ekspresi yang tidak biasa, ada yang mulutnya melebar dan bentar lagi nyentuh meja, ada yang langsung sujud syukur, ada yang nyekek leher temen sebelahnya, nusukkin tangan sendiri, makan beling(?), dll.

"Selamat pagi" sapa Lukas

"Pagi pak!"

"Hari ini kalian kedatangan teman baru, mohon jangan kalian buat dia nista sampai kelewatan ambang batas" kata Lukas

"Iya bapak" jawab murid 9G lemes

"(Itu sebenernya nyindir kita apa gimana?)"

"Sekarang perkenalkan dirimu"

"J-Ja" kata anak itu lalu dia berdehem sebentar "Guten Morgen. Mein Name ist Lili Zwingli"


"Hey, want to play some sport?"

Class of the day : 9G

Warning : OC, abal, gaje, typo dll

Hetalia © Hidekazu Himaruya

This Fic © Guardian of Mineral


Hening...

"Yak, ada pertanyaan untuknya?"

Seorang anak laki-laki mengangkat tangannya.

"Ya, silahkan" kata Lukas mempersilahkan

"S-saya Ikhsan, mau tanya yang tadi artinya apaan ya?"

"Ja itu artinya "iya", Guten Morgen maksudnya "selamat pagi", kalau sisanya "Namaku Lili Zwingly" itu semua bahasa Jerman" kata Lili sambil senyum

Dan semua anak laki langsung mimisan berat "(Her Moe is over 9999!)"

"Oke, ada lagi?" tanya Lukas

Gak ada yang angkat tangan.

"Sekarang Lili, kamu duduk di sebelah Dhanti" kata Lukas "angkat tanganmu, Dhanti"

"Jangan masukkin saya ke penjara, pak"

"Gak, kamu gak akan dimasukkin ke penjara tapi ke ruangan yang ada teralisnya" kata Lukas

"Itu mah sama aja!"

Lili berjalan menuju bangkunya yang berada di barisan ke tiga, satu kelas ada empat baris. Selama berjalan, anak-anak pada lambai-lambai tangan dan Lili membalasnya, untung aja tuh anak gak duduk di barisan keempat, kalo iya dia duduk di barisan itu dia bisa ngeliat kubangan darah gara-gara moenya dia.

TING TONG TING TONG – tiba-tiba speaker yang ada di atas kelas berbunyi.

Perhatian, perhatian pintu teater 3 telah dibuka, para penonton yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki pintu teater 3.

Eh, salah deng, yang bener...

Pengumuman, pengumuman kepada seluruh wali kelas harap berkumpul di ruang guru sekarang dan untuk anak-anak kelas 7, 8 dan 9 hari ini kalian pulang jam istirahat pertama.

"YEAAAAAAAHHHHHHH!" pekik semua anak kelas 9G minus Lili yang masih celingak-celinguk bingung

"Kalian hari ini jadi ke sport club yang deket rumah Sena kan?" tanya Lukas

"Jadi. Bapak jadi ikut gak?" tanya Sena

"Jadi ikut tapi nyusul sama guru lain kan rapat dulu" kata Lukas "kalian jangan pada ribut ya, inget kalian pulang pas jam istirahat pertama!"

"Iya bapak"

Rapat guru = World Meeting cuman beda tempat doang. Setelah, Lukas keluar anak-anak langsung pada ngerubungi Lili.

"Hai Lili, nama gue Yono, KM disini"

"KM?" tanya Lili

"Ketua Murid atau bisa dibilang asistennya wali kelas" kata anak lain

"Jadi dia itu orang penting ya?" tanya Lili lagi

"Gak juga sih. Wong, dia KM gak becus"

"Gak usah buka aib gue!" kata Yono

"Li, ompong-ompong.." kata Dhanti

"Ngomong-ngomong! Anak baru jangan diajarin macem-macem dulu!" kata Nabila

"Iye, ngomong-ngomong kamu asalnya dari mana?"

"Liechtenstein" jawab Lili

Lalu mereka semua mengobrol lagi. Peraturan pertama kalau ada anak baru itu kita harus melakukan pendekatan, bukan pendekatan dalam hal arti nge-gombal, oke?

"Eh, tunggu dulu bentar kayaknya gue pernah denger yang nama belakang "Zwingly" selain Lili" kata Sena sambil narik temennya

"Iya ya tunggu dulu bentar" kata temennya terus dia ngeliat ke daftar nama guru dan matanya menangkap ke satu nama.

Keheningan melanda mereka.

"Lili" panggil Sena

"Ja?"

"Kamu punya kakak gak?"

"Bruder maksudnya?" tanya Lili

"Bruder?" tanya anak lain "artinya apaan tuh?"

"Kakak. Iya aku punya, guru disini juga namanya Vash Zwingly"

Hening...

Sodara-sodara dibalik keganasan dan ketegasan seorang Vash Zwingly ternyata dia memiliki seorang adik unyu sekali~ walaupun hal itu agak diragukan, langit masih ada di atas bumi.

KRIIIIIING! – bel istira—maksudnya bel pulang pun berbunyi

"Yono, udah nyarter angkot belum?" tanya Sena

"Gak jadi jalan kaki?"

"Jenius amat! Elo tau sendiri kan rumah gue dimana?!"

"Nyarter angkot maksudnya apa?" tanya Lili

"Maksudnya kita pesen angkot jadi tuh angkot bakalan langsung anterin kita sampe tujuan" kata Nabila "bawa celana training gak?"

"B-bawa, Pak Lukas kemarin bilang kalau kalian mau ke sport club" kata Lili

"Eh, udah gua carterin dua angkot!" kata anak laki-laki yang tiba-tiba muncul dari pintu

"Berangkat langsung aja yok!" kata Yono

Semuanya langsung berherak menuju angkot, cowok sama cewek dipisah loh.

oOo

Akhirnya mereka sampai di sport club, setelah bayar uang masuk...

"Oke semuanya, kita ganti baju dulu!" kata Yono selaku ketua murid

"Yang ngerasa cowok di kiri dan yang ngerasa cewek di kanan"

Mereka semua pun berganti baju, yang cowok selain duluan tinggal nunggu yang cewek dan pas cewek pada keluar, semua mata anak laki-laki langsung terpaku ke Lili...

...dia make kaos lengan pendek sama celana training pendek selutut, OMG!.

"A-aku s-salah ya?" tanya Lili gugup, wong diliatin gitu

"E-enggak kok" kata semua anak laki

"Ngeliatin gak usah ampe segitunya, woi!" kata Nabila "bintitan tau rasa lo!"

Anak cowok langsung pada tersadar dan pada cabut ke tempat olahraga yang diinginkan.

Mereka semua berolahraga sesuai dengan olahraga yang disukai mereka, ada yang main basket, main futsal, badminton, tennis dll.

"Eh, guru-gurunya udah pada dateng tuh!"

Para personitifikasi datang langsung udah pada ganti baju.

"Kok lama pak?" tanya Ikhsan

"R-rapatnya tadi kelamaan" kata Raden

"(Padahal aslinya nyasar)" pikir Kirana

Para personitifikasi, setelah menaruh tas langsung menuju ke anak muridnya. Mari kita lihat seorang Mathias Kohler yang mau diajak tanding sama anak muridnya...

"Pak Mathias, tanding yuk!"

"Mau tanding apa?" tanya Mathias

Tuh anak diem dulu, mikir terus baru deh dapet jawabannya "Fur-blocking!"

Hening... (Fur-Blocking = Bulu Tangkis)

"Badminton pak, maksudnya" kata temen yang di sebelahnya

"Iya, badminton"

"Oh badminton, bilang dong" kata Mathias sambil ngambil sisi kiri lapangan badminton "dah siap?"

"Dah pak!"

"MULAI!" kata Emil dia jadi wasitnya

Later...

"Masuk! 15-7!" kata Emil

Anak muridnya udah ngos-ngosan, Mathias senyum-senyum sendiri sambil kedap-kedip ke Lukas, yang dikedap-kedipin malah ngeliat ke arah yang lain padahal aslinya lagi nge-blushing.

"Masih mau lanjut gak?" tanya Mathias, sebenernya dia kasihan juga sama anak muridnya wong daritadi dia jumping smash.

"T-tunggu dulu bentar pak!" kata anak itu "Pak Berwald!"

"Hn?"

"Pinjem raketnya, pak!" pinta anak itu

"B'at apa?" tanya Berwald

"Udah pak, pinjem aja"

Berwald melempar raketnya dan ditangkap oleh muridnya jadilah dia...

"Kok pake dua raket?" tanya Mathias

"Biarin pak sekalian buat nabokin nyamuk!" kata tuh anak sambil pasang kuda-kuda kayak K*r*to dari S*O

"Siap ya" kata Mathias terus dia mukul koknya

"STAR BUST STREAM!" anak ini adalah seorang otaku sejati

Later...

"Masuk! 21-19! Mathias menang!"

End

oOo

Mereka semua berolahraga dengan ...rusuh, iya dengan rusuh... *muka ngeles* dengan rusuh. Elizabeta, Kirana, Bella dan Gilbert maen Tennis meskipun ujung-ujungnya tuh raket dipake buat ngegebukin Gilbert. Raden, Ludwig, Feliciano, Antonio main futsal dan anak-anak pun cengo begitu ngeliat guru mereka bisa nendang bola dari jauh dan masuk ke gawang. Kaoru, Vash, Arthur, Alfred, Francis, Ivan, Yao, Kiku main basket dan berakhir dengan adegan USUK, RoChu dan sedikit FrUK. Lalu apa yang dilakukan Roderich? Jadi maskot kali tuh anak.

Later...

"Widih! Ada permainan bola pingpong!" kata Alfred

"Mau main?" tanya Raden

"Ayo aja" kata Arthur

"Caranya begini saja, nanti ada pertanyaan setiap mau mukul bolanya harus jawab dulu pertanyaannya" kata Kiku

"Oh, kayak yang ada di anime itu ya?" kata Francis

"Sini gue yang jadi wasitnya deh" kata Raden

[][][][][][][]

Arthur pasangan sama Alfred, Kiku pasangan sama Francis (bola ada di tangan Kiku)

Raden : Ronde Pertama! Sebutkan nama anime yang dapat membuat seorang laki-laki menangis!

Arthur : Eh?!

Kiku : Clan*ad!

Alfred : Ang*l Bea*s!

Francis : Ano*ana!

Arthur : (Gak ngejawab) Eh! Kalo masalah anime gue kagak tau!

[][][][][][][]

Bola kembali ada di tangan Kiku

Raden : Ronde Kedua! Sebutkan nama satelit planet Uranus!

Kiku : Ariel!

Alfred : Umbriel!

Francis : Titania!

Arthur : (Masih gak ngejawab) Gampangan dikit napa!

Raden : Itu udah yang paling gampang, elonya aja Arthur

Ternyata di sebelah mereka ada yang lagi main bola pingpong juga yaitu Gilbert dengan ketiga murid laki-laki 9G. Bola berada di tangan Gilbert tapi dia bingung mau ngasih pertanyaan apa, dia ngelirik ke arah Arthur dan langsung nyengir kuda...

Gilbert : Sebutkan siapa saja yang pantas menjadikan Arthur seorang uke!

Semua orang langsung pada nengok ke arah meja pingpong yang dipake Gilbert

Arthur : Eh?

Gilbert : Francis!

Yang disebut ketawa-tawa mesum.

Ikhsan : Pak Alfred!

Yang disebut nge-blush berat.

Sena : Pak Antonio!

Yang disebut nge-death glare.

Yono : Pak Kiku

"Sejak kapan Kiku bisa nyemein orang?!" pekik Arthur sementara yang disebut langsung lemes

Gilbert : Yao!

"Aiyah! Mana mungkin, aru!"

Ikhsan : Pak Ivan!

"Mati duluan bapak itu mah!" pekik Arthur, yang disebut langsung berkholzk

Sena : Pak Vash!

Lili langsung ngelirik kakaknya "I-ini bukan seperti yang kamu pikirkan, Lili!" kata Vash

Yono : Pak Mathias!

"Kas, ini bukan seperti yang mereka katakan! Hatiku hanya untukmu, Lukas!" kata Mathias

Bola menuju ke arah Gilbert, tapi dia belum memikirkan jawabannya, dia melirik ke arah penonton mencari jawaban dan dia pun mendapatkannya...

Gilbert : West!

Permainan pun terhenti...

"Pak Ludwig maksudnya?" tanya Sena

"Iyalah, emang siapa lagi yang dipanggil "West"." Kata Gilbert

"Emang Pak Ludwig berpengalaman?" kata Yono

"Kayaknya berpengalaman deh, soalnya gue pernah ngeliat di laci mejanya ada majalah *piip* terus gue juga pernah ngebajak laptopnya dan gue menemukan folder *piip* banyak banget malah" kata Ikhsan

Ludwig facepalm, terbongkar sudah. Sementara Arthur pundung dipojokkan, yah dia harus menerima takdir bahwa dia adalah seorang uke sejati.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Yosh, akhirnya diupdate! Mari kita menjawab review dulu!

Hagane Giita-pyoon : GYAAA! Jangan mati! Fic ini masih ada lanjutannya~

Nats Kazuchi : Iya saya juga tahu suaranya Iggy emang kayak gitu, suka HetaLoid juga ya? Tenang aja alisnya Iggy tetap akan abadi berada di jidatnya

Nesia Suka Duren : Simpan kapak anda baik-baik, oke? Ini udah diupdate, enjoy~

Eru Kan Riku : Makasih! Ane updatenya dikejar ama jet (baca : diteror sama adek sendiri), Ingat 3C, oke?

Carine du Noir : Maafkan temanmu yang nista ini~, kasian Gaitsha kagak keluar-keluar makanya di keluarin pas chapter kemarin.

tail-dei-dei-mon : Hehehehehehe, anak-anak angkatan itu emang nista sampe ngasih kado isinya kayak gitu

S-BlInd : Wah! Ternyata anda benar-benar mereviewnya dengan andeca-andeci, makasih karena fic ini selalu jadi favorit anda

UsamiNekoBaka : Iya, saking kebanyakannya ampe lupa siapa aja gurunya jadi ada beberapa yang jarang muncul, btw aku tunggu ficmu yang "Our Teachers are Nations!"

Eternal Patronus : Mereka belum tau kok, kalo guru mereka itu Nation dan sampe kapanpun mereka juga gak bakalan tau. Mereka adalah anak-anak yang cuek

Luciano Fyro : Bayangan yang dilihat sama anak itu adalah Amerika yang dulu pas perang Revolusi, kenapa dia bilang gitu? Karena dia berterima kasih pada anak-anak itu karena mereka tetap sayang sama Arthur walaupun dia Tsundere, kadang suka ngebentak muridnya

maru : Anda maunya SpaMano ya? Maaf banget, saya nyari referensi doujinnya susah rata-rata masih pake bahasa Jepang kalo USUK kan ngebludak, banyak bener!


Mind to RnR?

May 31, 2013