-Kim family-

(Mungmong-i)

Main Cast: Yixing(GS), Kim Junmyoun, Sehun

Other Cast: cari sendiri :D

/

/

/

Genderswitch. OCC

No bash and plagiarism

Sorry for the typo. Story is mine. EXO milik SM kecuali Zhang Yixing #dihajar

SULAY

Balik ke waktu normal ya…Ikuti terus serunya Kim family, yang gasuka gausah baca hehe…

Jam menunjukkan pukul 4 pagi. Pagi yang masih terlihat gelap, matahari masih belum memancarkan sinarnya membuat para manusia yang ada di Korea tepatnya Seoul ini masih betah bergelung di tempat tidur mereka. Sama seperti keluarga kecil Suho yang saat ini masih betah menutup mata mereka bergelung di bawah selimut bertiga di kamar utama rumahnya. Bertiga? Iya, saat ini mereka memang sedang tidur bertiga dengan Sehun yang berada di tengah tengah orang tuanya. Tadi malam Yixing yang menyuruh Suho memindahkan Sehun yang tertidur di karpet ruang televisi karena lelah bermain bukan ke kamar Sehun sendiri melainkan ke kamarnya dan Suho. Suho menurut saja dan berakhirlah pagi ini Sehun tidur dengannya dan Suho.

Tangan Yixing terlihat tengah memeluk putranya tersebut ketika Yixing merasakan badan Sehun bergetar dan mendengar Sehun yang memanggil namanya.

"Mom…mommy…ssshhh mom…" mata Sehun masih terpejam tapi dari mulutnya terus memanggil mommynya. Badannya bergetar, keringat dingin keluar dari dahinya. Yixing sontak terbangun.

"Sehun…sayang…" Yixing menyentuh kening Sehun dan benar dugaannya Sehun demam. Suho yang mendengar suara Yixing dan Sehun ikut terbangun dan mendapati wajah khawatir Yixing.

"Sehun kenapa sayang?" Tanya Suho masih dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.

"Joonma, Sehun demam. Badannya panas sekali dan dari tadi terus mengigau" Suho lantas memeriksa kening Sehun dan ternyata Yixing benar, Sehun demam.

"aku ambilkan termometer ne dan gel kompres" Suho beranjak dari tempat tidur mengambilkan semua peralatan pertolongan pertama untuk meredakan panas Sehun.

"mom…hiks mommy…mommy…" Sehun masih mengigau

"sayang…hei mommy disini…Sehun…" ucap Yixing lembut membelai rambut Sehun. Mata Sehun terbuka menatap wajah khawatir mommynya.

"Mom…" ucap Sehun parau.

"ne sayang mommy disini. Sehun sakit? Mana yang sakit? Bilang sama mommy"

"kepala Thehun puthing hiks…mom…hiks" Sehun merengek dan menangis, kebiasaannya kalo sakit.

"ini sayang" Suho datang membawa termometer, gel kompres dan obat. Menyerahkannya pada Yixing. Yixing menyuruh Sehun membuka mulutnya untuk mengetahui panasnya melalui termometer dan menempelkan plester kompres ke kening Sehun. Setelah beberapa saat Suho mengambil termometernya dari mulut Sehun.

"39 sayang..." ucapnya pada Yixing

"aigooo panas sekali anak mommy…Sehun minum obat ne biar cepat sembuh" Sehun sontak menggeleng.

"thileo…Thehun tidak mau minum obat…thileo hiks…huwaaaa thehun tidak mau minum obat…huwaaaaa" Sehun menangis. Kalo sudah begini Sehun akan sulit

"sayang nanti kalo Sehun tidak minum obat Sehun tidak bisa bermain lagi dengan Zifan" Yixing masih mencoba membujuk Sehun.

"huwaaa thileo thileo…daddyyyyy Thehun tidak mau minum obat…huwaaaa daddyyyy…." Tangis Sehun semakin kencang dan sudah menengadahkan tangannya ke Suho minta digendong. Suho lalu menggendong Sehun dan menimang nimang agar Sehun berhenti menangis.

"ssshhhh…ne Sehun tidak akan minum obat, sekarang Sehun berhenti menangis ne…." Suho menepuk nepuk lembut punggung Sehun. Dapat Suho rasakan suhu tubuh Sehun. Kepala Sehun sudah terkulai lemah di pundak Suho. Sehun sudah berhenti menangis tapi rengekan pelan masih keluar dari mulutnya. Yixing hanya bisa mendesah pasrah melihat Sehun di gendongan Suho. Yixing sudah menduga pasti akan begini.

"Sehun tidur lagi ne… Daddy disini.." Suho masih menepuk nepuk pelan punggung Sehun.

"mom…mommy…" rengek Sehun. Sehun memang begitu kalau sakit tidak bisa jauh dari Yixing.

"sini…Sehun sama mommy" Yixing mengambil alih gendongan Sehun. Menepuk nepuk punggungnya pelan sampai terdengar deru nafas teratur di pundaknya yang menandakan Sehun sudah tertidur kembali.

"sayang, sini kupindahkan Sehun" Suho bermaksud menidurkan Sehun ditempat tidur.

"nanti saja Kim, Sehun baru saja tidur nanti dia bisa terbangun lagi. Kau tau kan bagaimana Sehun?" Suho mengangguk lalu mengecup puncak kepala Sehun yang terkulai lemah di bahu Yixing.

"nanti kalau panasnya belum turun juga kita bawa ke Rumah Sakit" Yixing hanya mengangguk mengiyakan.

"sayang apa sebaiknya tidak kau turuti saja kemauan Sehun?" Suho bertanya sambil membelai kepala Sehun lembut, memandang wajah pucat Sehun.

"Panas Sehun pasti akan turun nanti, kau tidak usah khawatir Joon"

"kau yakin? Sayang aku yang merawatnya kalau kau tidak mau" Suho coba meyakinkan Yixing.

"aku tidak mau bahas ini Joon" Yixing masih bertahan dengan pendiriannya dan Suho hanya bisa menghela nafasnya pasrah hapal dengan sifat Yixing yang satu ini.

"yasudah terserahmu, tapi aku sudah mengingatkan. Sini kutidurkan Sehun" Suho mengambil alih gendongan Sehun hati hati dan memindahkannya ke tempat tidur. Sementara Yixing hanya bisa diam bingung dengan apa yang harus ia lakukan.

Pukul 6 pagi, Sehun kembali merengek dan saat ini tengah berada di gendongan Yixing. Panasnya belum juga turun padahal keningnya sudah ditempel gel kompres. Setengah jam yang lalu Sehun terbangun dan menangis minta digendong oleh mommynya. Suho kini tengah mencoba menghubungi Kyungsoo agar memeriksa kondisi Sehun.

"bagaimana?" Tanya Yixing setelah Suho menutup teleponnya.

"ne, Kyungsoo sebentar lagi kesini sayang…"

"ah syukurlah, aku jadi tidak enak merepotkannya sepagi ini. Dia pasti sedang repot mengurus Taeoh"

Taeoh adalah putra Jongin dan Kyungsoo yang baru berusia 1 tahun. Jongin dan Kyungsoo sudah menikah 3 tahun lalu dan sekitar 2 tahun setelahnya mereka dikaruniai putri cantik bernama Kyungsoo. Kyungsoo dan Jongin tinggal di apartement yang Jongin beli dengan hasil kerja kerasnya sendiri tidak jauh dari rumahnya dan Suho di daerah Gangnam.

"sudahlah, Kyungsoo bilang tidak apa apa. Bagaimana Sehun sudah mau makan?" Yixing menggeleng putus asa. Yixing saat ini memang tengah berusaha menyuapi Sehun bubur yang sudah ia buat.

"Sehun…sayang…makan ne…Tadi malam kan Sehun belum makan. Kalau Sehun tidak makan kapan sembuhnya?..." bujuk Suho.

"thileo..hiks…thehun tidak mau makan…mommy….." rengek Sehun sambil menggelengkan kepalanya yang tengah bersandar di bahu Yixing. Tangannya semakin erat memeluk leher Yixing.

"Sehun ingin sakit terus?" Tanya Suho dan Sehun menggeleng lemah "kalau begitu Sehun makan ne…nanti Sehun bisa main lagi dengan Zifan. Sehun makan sedikit saja ne, nanti daddy belikan mainan baru"

"hiks…thileo..Thehun tidak mau mainan balu, Thehun ingin mungmong-i huweeeee…mommy daddy jahat huweeee hunnie mau mungmong-i hiks huweeee…." Sehun menangis bahkan meronta di gendongan Yixing. Yixing hanya mendesah pasrah menenagkan Sehun yang memang akan sangat rewel kalau sedang sakit sepert ini.

"Sehun…sshhhh sayang…Sehun bisa liat mungmong-i dirumah Paman Jongin. Mommy dan daddy akan antarkan Sehun kesana. Sehun tidak kangen eoh dengan Taeoh?" Yixing mencoba menenangkan Sehun yang masih menangis.

"Thehun ingin punya mungmong-i…hiks Thehun ingin punya mungmong-i mom hiks" Sehun masih terisak.

Yixing putus asa. Yixing menatap Suho sebentar dan menghela nafas panjang sebelum Ia berbicara.

"iya…mommy akan berikan Sehun mungmong-i tapi Sehun janji ne Sehun makan dulu sekarang"

"hiks mommy bohong, kemalin mommy malah sama Thehun"

"mommy minta maaf kalau begitu yang kemarin. Mommy tidak bohong sayang. Sehuni boleh marah sama mommy kalau mommy bohong" Suho tersenyum, Yixing akhirnya mau mengalah demi Sehun.

"nah sekarang Sehun makan ne, daddy yang suapi" Suho sudah siap dengan sesendok bubur tapi Sehun masih menggeleng di gendongan Yixing.

"sayang, Sehun…sedikit saja ne...Sehun ingin mungmong-i kan?" Sehun mengangguk lalu menerima suapan Suho walaupun cuma sedikit. Sehun mau memakan buburnya walaupun tidak banyak tapi Yixing dan Suho juga sedikit lega karena dari tadi malam Sehun belum makan. Yah Sehun memang sedang marah dengan Yixing tadi malam.

Kyungsoo datang beberapa saat kemudian dan memeriksa kondisi Sehun. Kyungsoo bilang Sehun tidak apa apa hanya kondisinya tubuhnya memang sedang menurun karena efek cuaca, ditambah Sehun tidak makan semalam. Demamnya akan turun dengan makan dan meminum obatnya. Suho dan Yixing lega mendengarnya. Tapi Sehun tidak mau makan kalau keinginannya tidak dituruti persis seperti Yixing ketika hamil Sehun dulu, jadi mau tidak mau Yixing dan Suho menuruti apa yang Sehun inginkan. Hah ada ada saja.

Yixing tengah ada di sofa kamar Sehun saat ini dengan Sehun yang ada di pangkuannya. Setelah beberapa kali dibujuk akhirnya Sehun tertidur. Sehun benar benar tidak mau lepas darinya, jadilah begini Yixing yang duduk sambil memangku Sehun yang tertidur. Persis seperti koala. Yixing yang sangat lelah hari itu menghadapi Sehun yang sangat rewel akhirnya ikut tertidur.

Suho saat ini tengah berada di apotek menebus resep obat yang tadi dituliskan Kyungsoo. Saat ia pulang ia mendapati anak dan istrinya tersebut tengah tertidur di sofa kamar Sehun seperti koala. Suho tersenyum menghampiri keduanya. Suho tau istrinya tersebut pasti kelelahan menggendong Sehun yang tidak mau lepas darinya setengah hari ini. Suho lalu memindahkan Sehun ke kasurnya dan menyelimuti putranya tersebut dengan selimut bergambar tokoh robot bumblebee. Suho memegang kening Sehun yang masih tertempel gel kompres. Badan Sehun masih panas tapi sudah tak sepanas tadi pagi.

Suho lalu menghampiri Yixing yang masih tertidur tanpa terusik sedikitpun itu. Menepuk pipinya pelan membangunkannya.

"sayang…hei…bangun…jangan tidur disini badanmu bisa pegal nanti"

"heemmm…" Yixing menyesuikan penglihatannya dan seketika kaget karena tak mendapati Sehun di pangkuannya. "Sehun! Eeemmphh" Suho langsung membungkam mulut Yixing.

"sssstttt! tenang sayang Sehun kupindahkan ke tempat tidurnya" kata Suho melepaskan tangannya dari mulut Yixing dan menunjuk Sehun yang tengah tertidur pulas di tempat tidurnya.

"hah…" Yixing menghela nafasnya lega lalu menyandarkan tubuhnya lagi di sofa. "mana obatnya?" Tanya Yixing pada Suho

"aku taruh di meja nakas samping tempat tidur Sehun" Suho ikut duduk di samping Yixing lalu menyeret Yixing agar mendekat padanya. Yixing menurut saja lalu menyandarkan kepalanya di dada sang suami. "mommy lelah eoh?" Suho mengecup puncak kepala Yixing.

"hah…Sehun sangat rewel. Sehun bukan anak kecil lagi sekarang, badanku pegal menggendongnya terus"

"nanti kupijit" Suho memeluk Yixing erat.

"sudah kau dapatkan mungmong-i?" Tanya Yixing.

"sudah sayang, ada di kebun belakang rumah. Kandangnya diantar nanti sore" Yixing mengangguk.

"Sehun pasti senang" kata Yixing dengan mata yang memandang Sehun yang tengah terlelap.

Kandang? Iya memang kalian tidak salah baca. Mungmong-i yang dimaksud Sehun disini yaitu anak anjing punya Zifan yang beberapa hari lalu diingankannya. Sehun ingin setelah tau Zifan mempunyai anak anjing lucu hadiah dari kakek neneknya.

Dan dari kemarin Sehun merengek minta pada Yixing dan Suho. Suho sih mau saja membelikan tapi Yixing tidak. Yixing beralasan memelihara anjing menambah pekerjaannya saja. Yixing sudah cukup lelah mengurus butiknya dan keluarganya. Dan puncaknya tadi malam Sehun yang ngambek dan tidak mau makan tidak mau tidur. Yixing yang kesal dengan tingkah Sehun sedikit membentaknya dan berakhir dengan Sehun yang menangis sampai akhirnya tertidur di karpet ruang keluarga rumah mereka.

Dan begitulah Sehun yang akan sakit kalau apa yang diminta tidak dituruti. Yixing awalnya tetap tidak mau membelikan Sehun anak anjing itu tapi melihat Sehun yang tidak mau makan dan minum obat membuatnya akhirnya mengalah juga. Suho yang membelikannya dan saat ini anak anjing tersebut tengah berada di kebun belakang rumah mereka masih dengan keranjangnya.

Saat ini pukul 2 siang saat Yixing yang tengah tertidur bersama Suho dengan posisi yang masih sama tadi dikejutkan dengan rengekan Sehun. Sehun bangun dan memanggil manggil Yixing.

Yixing lantas menngendong Sehun dan memeriksa suhu tubuhnya. Badan Sehun masih hangat. Yixing menepuk nepuk lembut punggung Sehun. Suho sudah keluar kamar Sehun mengambil apa yang dibelinya tadi.

Setelah beberapa saat Suho masuk ke kamar Sehun dengan seekor puppy berwarna putih dengan bulu coklat halus berada di gendongannya.

"tadaaaa! Daddy punya seuatu untuk Sehun!" Sehun lantas menegok ke arah suara daddynya yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

"mungmong-i?" Sehun mengernyit heran.

"iya sayang itu mungmong-i untuk Sehun" Yixing menjawab dengan mengecup puncak kepala Sehun yang masih tersasa hangat tersebut. Suho lalu mendekat dan membawa anak anjing itu ke hadapan Sehun.

"Sehun suka? Ini daddy lo yang pilih?"

"ini unuk Thehunni dad?" Sehun masih tidak percaya.

"tentu saja ini untuk Sehuni anak daddy yang paling tampan. Tapi kalo Sehuni tidak mau makan dan minum obat ini daddy kembalikan lagi" kata Suho dengan nada yang dibuat buat.

"andwee! Thehun mau makan dan minum obat. Jangan kembalikan mungmong-i…." Sehun menjawab dengan cepat.

"sekarang Sehun makan ne, mommy ambilkan makanannya setelah itu minum obat" Sehun mengangguk. Yixing lantas membaringkan Sehun di tempat tidur dan pergi mengambil makanan untuk Sehun. Suho menemani Sehun bermain dengan mungmong-i dia atas tempat tidurnya. Sehun tertawa senang tapi masih begitu lemah melihat tingkah lucu mungmong-i.

Malam ini Sehun sudah tertidur lelap di kamarnya ditemani anak anjing yang ia sebut mungmong-i yang meringkuk tepat di sebelahnya. Panasnya sudah turun dan karena efek obat Sehun bisa tertidur pulas. Sehun begitu bahagia. Yixing dan Suho yang melihatnya pun lega, Sehun berangsur membaik. Bagaimanapun kesehatan Sehun lebih penting dari apapun.

Yixing masuk kedalam kamarnya dan Suho setelah mengecek Sehun yang tertidur pulas.

"bagaimana?" Tanya Suho seketika saat melihat Yixing yang sudah memakai baju tidurnya masuk ke dalam kamar mereka.

"Badannya sudah kembali normal dan tidurnya begitu pulas. Ah aku lega Sehun sudah membaik Kim" Yixing mengatakan itu sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur di sebelah Suho. Dia begitu capek hari ini.

"sini kupijit, kau pasti pegal menggendong Sehun seharian tadi" Suho mengarahkan jari jarinya memijit punggung sang istri yang sudah berbalik memunggunginya.

"hanya karena anak anjing Sehun sampai sakit begitu"

"persis sepertimu dulu sayang waktu kau hamil. Kalu tidak dituruti pasti mengancam tidak mau makan" Suho tersenyum tangannya masih memijat lembut punggung Yixing.

"hah…aku jadi menyesal dulu bersikap seperti itu. Tapi entah kenapa aku sangat ingin melakukannya dulu"

"termasuk tidak mau jauh dariku?" Suho tertawa

"isshhh! Aku lupa pernah seperti itu" Suho masih tertawa. "isshh! Hentikan Kim!" Yixing sudah berbalik menatap Suho dan memukul pelan tangan suaminya itu.

"hahaha baiklah maafkan aku" Yixing melirik sebal. "tidak ada yang perlu disesali sayang, aku mencintaimu dan semua sifat mu, tida ada yang kusesali ketika aku memutuskan untuk menikahimu dulu"

"gombal" Yixing sudah tertawa memukul lagi lengan Suho. Suho ikut tertawa.

"sekarang tidur, kau pasti lelah"

"tidur? Sekarang?" Yixing bertanya dengan wajah yang sulit diartikan.

"ne, memangnya kau mau apalagi?" Suho bertanya heran namun sedetik kemudian keheranan itu sudah menjadi senyum menggoda Yixing. "oho! Aku tau maksudmu sayang. Kau ingin berlama lama denganku malam ini?"

"memangnya kau kuat berapa lama?" Yixing tak mau kalah dari Suho.

"ow jadi Nyonya Zhang sudah berani menantangku eoh?" saat ini Suho sudah menindih istrinya tersebut dibawahnya. Yixing mengalungkan tangannya di leher Suho.

"kutantang seberapa kuat kau malam ini Tuan Kim Junmyeon" Selanjutnya adalah pekikan tawa Yixing yang terdengar karena Suho langsung mencium dan melumat bibirnya.

Suho menguasai Yixing, memastikan bibir Yixing yang hanya menyebut dan mendesahkan namanya malam ini. Suho mulai membuka kancing piyama Yixing ketika kedua tangan istrinya itu menahannya.

"wae?" protes Suho kesal.

"Tuan Kim…kau tidak lupa kan kalau istrimu ini masih dalam masa datang bulan?" Yixing menjawab dengan senyuman nakalnya. Mata Suho membulat, ia benar benar tidak ingat. Ia baru ingat sekarang Yixing yang menolaknya 2 hari yang lalu dengan alasan yang sama.

"issshh! Kenapa harus sekarang? Rengek Suho.

"bersabarlah Tuan Kim" ucap Yixing lalu mengecup sekilas bibir Suho. "sekarang tidur, aku lelah" Suho hanya berdecak tapi menuruti perintah Yixing.

Suho lantas berbaring di samping Yixing dan menarik istrinya tersebut mendekat kepadanya lalu memeluknya.

"yang ini tidak ada penolakan nona Zhang" ucapnya

"paksaan yang manis, call" jawab Yixing lalu menyamankan posisinya di pelukan sang suami. Suho lalu mengecup puncak kepala Yixing. "good night, saranghae" ucap Suho sebelum dirinya dan Yixing benar benar masuk ke alam mimpi.

TBC

Horeeee…sudah TBC lagi…

Ada yang merindukan Kim Family? Hahaha tolong jangan tendang saya karna telat sekali update chapter 7 nya. Maafkan kalo ceritanya kurang bagus, garing, ataupun membosankan karna memang saya lagi gaada ide.

Aduh saya makin sedih sekarang ff sulay makin sedikit peradabannya. Adakah yang sependapat dengan saya? Saya usahakan ya bakal bawa ff sulay buat kalian para sulay shipper bhaq.

Ini saya gatau mau sampe chapter berapa dan untuk momentnya bisa flashback bisa gak tergantung ide dari otak saya hahaha #plak. Dan untuk konflik gaada yang serius ya karna ini saya bikin emang sengaja biar bikin ngefly readers sekalian, ya mungkin ada tapi tidak rumit, konflik simple aja sehari baikan ntar sayang sayangan lagi #aseeekk

Yasudah sekian bacot dari saya…buat yang sudah review, favorite, follow, maupun siders nya gomawo, jeongmal gomawo dan sekali lagi maaf belum bisa bales satu satu. Sekali lagi terima kasih dan jangan lupa review #bow #pyongpyong