[FF EXO SHINEE SUJU] Black and white – You

Cho Gyurin a.k.a Karina Kartika © 2014

Black and white

My Life

ALL MEMBER EXO

(Wu)Kris, (Kim)Xiumin, (Oh)Luhan (kuliah)

(Kim)Suho, (Wu)Lay (kelas 3)

(Park)Baekhyun, (Park)Chanhyol, (Kim-)Kyungsoo, (Kim)Chen (kelas 2)

(kim-)Kai(1b), (Oh)Sehun (1c), (wu) Tao (kelas 1f)

+ ALL MEMBER SHINEE (marga Lee semua)

Brothership, horror, comedy (?)

:D :D :D :D :D :D :D :D :D :D

:D SEBELUMNYA GYURIN UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2014 :D

:D :D :D :D :D :D :D :D :D :D

"Tunggu kau lari? Tapi bagaimana dengan Taemin? Kau ingat kau siapa?" Tanya Seungho.

"Aku sangat salut dengan Taemin, selain baik hati larinya juga sangat cepat, jadi kami berlari bersama, Taemin sempat memukul orang itu,"

...

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 ini adalah saat dimana kita berada dialam mimpi, nmun tidak bagi para vampir, ini adalah kegiatan mereka untuk berburu, beberapa berpatroli.

"Yeey, yeey, yey!" seru seorang namja bertampang imut yang saat ini sedang menikmati kegiatannya lompat lompat diatas kasur tidurnya, sedangkan seseorang yang lain dalam satu ruangan itu hanya berdecak kesal lantara kegiatannya diganggu.

"Yaaak! Mir! Bisakah kau tenang, ini sudah malam! Bagaimana jika manusia terganggu dengan tingkah konyolmu itu?! Dan apa kau lihat aku sedang belajar, besuk kami ada ujian," bentak namja tersebut tidak lain adalah Thunder.

"Hehehe mianheee, aku hanya terlalu senang untuk kesekolah besuk hyung aku Ingin bermain, dan bersenang – senang dengan Taemin, dia janji akan memberitahuku berbagai hal," jawab Mir semangat, meskipun Thunder merasa terganggu namun saat berbalik menatap bukunya lagi sekilas senyuman tipis terukir diwajahnya mendengar penuturan dari adik tercintanya.

...

"Taemin, yak lee taemin cepat bangun aku tidak mau kita terlambat,"

"Ummm, sebentar lagi," gumam Taemin ogah ogahan untuk membuka matanya

"Hyuuuungg! Taemin tidak mau bangun," teriak Jonghyun.

"Ne... nee! Aku bangun Ok, tidak perlu mengeluarkan suara burukmu itu," umpat Taemin kesal, dengan sikap hyungnya - PLETAAAK~ "beraninya kau bicapa seperti itu," meninggalkan Taemin yang masih dengan kusyuk mengelus kepala jamurnya yang sakit akibat perlakuan tidak senonoh (?) hyungnya.

"Hyung aku pinjam kacamata tahun baru kemarin ya?" tanya Taemin begitu selesai mandi dan turun menuju meja makan.

"TIDAK BOLEH,"jawab kasar menngalun indah dari mulut Minho dan Jonghyun "Kau tidak boleh meminjam dari orang yang masih bersekolah disana!" Sambung Minho.

"Dasar keroro narsis, memangnya yang punya kacamata seperti itu hanya kau? Lagipula hyungku bukan hanya keroro narsis dan dinosaurus cempreng, bagaimana key hyung?"

"Pakai saja, bukankah kau sudah punya sendiri untuk apa pinjam lagi?"

"Ini untuk Mir, dia tidak punya kacamata seperti ini,"

"Waaahh, uri dongsaeng baik sekali ya, tapi jangan bertingkah tidak sopan dengan kedua hyungmu mengerti?" kata Key lembut.

Sekarang sudah menunjukkan pukul 06.30, saatnya bagi seluruh siswa siswi untuk berangkat kesekolah dengan segera, karena sebentar lagi sudah akan masuk apa lagi untuk para sumbae akan ada tes dari sonsengnim mereka, memang untk para sunbae harus mengikuti ujian pada pagi hari mengingat mereka akan memberikan pengarahan pada dongsaeng barunya.

"Aku akan mengantar kalian semua hari ini aku libur, cepat masuk mobil!" kata Onew. Key duduk didepan dekat Onew yang sedang menyetir, sedangkan ketiga dongsaengnya berusaha berebut tempat duduk dibelakang, dengan Temin menyempil ditengah hyungnya. Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai sekolah. Tepat saat mereka keluar mobil terdengar teriakan yang familiar semakin mendekat.

"Taemiiiiiiiiiiin – aaahhhhh!" teriak orang itu yang ternyata Mir, wajahnya sangat senang dan bersemangat dia sedikit berlari dan memberikan lambaian tangan menghampiri Taemin meskipun jarak mereka hanya 3 meter karena mobil Mir berada dibelakang mobil Taemin, terlihat Mir diapit oleh kedua hyungnya.

"Yaaak, Miiir! Eh kau dengan siapa? Hyungmu yang kau ceritakan menyebalkan itu?" tanya Taemin begitu sampai didepannya.

"Ahaha, kau benar pasti karena wajahku mirip dengan orang ini," PLETAAK – sebuah jitakan melayang bebas dikepala Mir "Enak saja! Apa dia bicara seperti itu padamu? Aiiisshh! Dasar dongsaeng kurang ajar! Eh salam kenal ya, aku Yang Joon, panggil saja Joon hyung. Apa kalian juga sudah kenal dengan dia?" tanya Joon menunjuk kearah namja putih berambut coklat pirang,disamping Mir.

"Ooh dia Thunder sunbae,,, hehe salam kenal aku Taemin, dan mereka ini adalah hyungku Minho dan Jjong, senang bertemu denganmu hyung! Ternyata yang dikatakan Mir tidak terlalu buruk, beruntung dia punya hyung yang baik sepertimu," kata Taemin diikuti membungkuk, sedangkan hyungnya hanya saling bertukar pandangan membunuh dengan didepannya.

"Ahahaha, jadi kau yang bernama Taemin? Waah, sepertinya kau bisa menjadi teman baik adikku, eeh hyungmu yang itu sepertinya memiliki sifat yang sama dengan Thunder,"

"TIDAK!" bentak ketiganyanya bersamaan "MWO? Ahaha kalian kompak banget ya," Kata Joon.

"Ahaha, tapi kalian sangat baik dan perhatian, sedangkan mereka, haah," kata Taemin dengan kesadaran penuh hyungnya masih berada disampingnya. PLETAAAKK ~

"Apppoooo! Yak apa yang kau lakukan hyuung!" seru Taemin.

"Enak saja kau bilang kami tidak peduli?! Aiiissshh, anak ini," bentak Jonghun tidak terima atas kalimat indah dari mulut dongsaeng bungsunya.

"Ahahaha, sudahlah jangan bertengkar bukankah kalian harus masuk sekarng? Oh iya, Taemin jadilah teman baik Mir dan tolong jaga dia ya, dia baru saja mengerti bagai mana berteman setelah sekian lama," kata Joon seraya membungkuk 90' didepan Taemin, sedanggkan Taemin hanya salah tingkah melihat orang yang lebih tua daeinya membungkuk dan memohon padanya.

"Kau kira doongsaengku penjaganya," celetuk Jjong.

"Te – tentu saja hyung, tapi bisakah kau tidak membungkuk seperti ini?" Joon yang mendengar kata itu langsung menegakkan tubuhnya dan tersenyum penuh makna.

"Yaak! Aku akan menjemputmu, ingat telfon saat kalian sudah pulang!" teriak Onew yang dari tadi mengawasi dari dalam mobil bersama Key.

"Nee," jawan singkat Minho, sambil berlalu meninggalkan perkumpulan kecil itu, begitu juga Jjong "Taemin cepat kau kau bisa terlambat!"

"Hyung aku kedalam dulu, dan kalian pakai artribut itu sekarang!" kata Thunder, meninggalkan Joon, Mir dan Taemin.

"Hyung kami kekelas dulu ya, kajja Taemin!" kata Mir pada Taemin

"Aku permisi hyung, ah hyung sepertinya untuk masalah cinta Mir tidak perlu aku ajari," bisik Taemin pada Joon, yang hanya bisa memasang tampang kaget. Saatini keduanya sudah menuju sekolah dengan tangan saling merangkul satu sama lain.

...

"Oppaaaaaa! Tunggu akuuuu, kertas kertas ini berat!" teriak seorang yeoja, yang saat ini berlari mengejar salah seorang Sunbae yang dia panggil oppa, rambut gelombang keriting hitamnya yang di kuncir setengah bergerak seirama dengan larinya. Tanpa disadarinya –

BRUUUK – semua map dan kertas yang sebelumnya berada digendongan yeoja ini terbang tanpa arah,

"Appooo!" rintihnya memegang hidungnya, sedangkan orang yang dipanggil oppa segera lari menghampiri yeoja yang terjatuh ini.

"Yak, gwecana?" tanya seseorang yang ditabrak yeoja ini, dan hanya dibalas dengan gelengan "Mianhe, aku tidak hati – hati," tangannya mulai sibuk mengumpulkan semua kertas dan map yang terjatuh.

"Anniyaa, ini salahku ayo aku bantu," diulurkan tangnnya pada yeoja yang saat ini masih berlutut, tangan itu langsung diraihnya untuk berdiri sedangkan namja itu berganti mengumpulkan berkas dan mapnya.

"Yaakk, Gyuriiee! Kau tidak apa apa? Ada yang terluka? Maafkan oppa nee? Menyuruhmu membawakan barang barang ini, aku akan memanggil Taecyeon dulu," sesaat setelah bertanya orang ini langsung mengetik nomor dan mengcallnya, tidak lama dari arah 1a berlari orang asing.

"Ada apa?" tanyanya memandang yeoja itu.

"Ah hehehe, aku hanya kurang hati hati oppa." Kaya yeoja itu, namun mata namja yang tidak lain adalah Taecyeon sudah beralih pada namja yang saat ini sedang membantu mengumpulkan kertas dan map yang tejatuh tadi, tangan kekar Taecyeon meraih leher kemeja namja itu "Yaak! Apa ang kau lakukan pada dongsaengku? Jika sampai ada yang lecet! Akan aku hajar kau!" bentaknya

"Yaak, yak apa yang kau lakukan oppa?!" bentaknya sambil berusaha melepaskan cengkraman oppanya.

"Cho Gyurin! Dia yang sudah mencelakaimu!?"

"Bukan dia, tapi aku kurang hati hati oppa," jawabnya masih berusaha melepaskan cengkraman kuat oppanya "Lagi pula ini salahmu! Kenapa kau lupa membawa semua map map ini?"

"MWO? Jadi, ah mianhe umm siapa –?"

"Jongin, Kim Jongin bisa panggil Kai, salam kenal maaf tadi itu," sahutnya

"Tolong maafkan oppa ku yanng agak stres itu," menunjukkan tangnnya pada Taecyeon, dan yang ditunjuk hanya memasang tampang sebal.

"Ah, kau adik D.O? Salam kenal aku Nickhun oppa Gyurie, maafya kami sudah salah sangka, eh sudah hampir bel masuk. Yak Taecyeon kita harus mengantar berkas ini ayo ikut aku! Cepat masuk bisa bahaya jika kalian terlambat," Katanya berlari dan diikuti Taecyeon dari belakang.

"Umm, Jongin – ssi aku kekelas duluan nee, maaf ya yang tadi hehe," katanya sedikit menuduk.

"Panggil Kai saja, umm – "

"Gyu, kau boleh panggil aku Gyu, ah Kai aku harus kekelas dulu byee," kata Gyurin berlari menuju kelasnya, namun Kai berteriak "Dimana kelasmuuu?"

"1a," teriak balik dan memasuki kelas," seseorang yang mengamati dari samping pintu kelas.

"Uhuuuu, ada yang sedang jatuh cintaaa," katanya bagaikan duri mengalun indah melewati tulang pendengaran Kai.

"Diam kau Mochi,"

Seperti biasa masa ospek untuk siswa siswi baru sudah mulai dijalankan, hingga pada saat istirahat. Berbagai kejadian unik terjadi disini.

...

"Bisa berikan, nasi dan sup sayurnya?" tanya Gyurin.

"Tentu saja, mianhe... kau adik Nickhun?"

"Eh? Hehe iya ahjuma dari mana kau tahu?" tanya Gyu menampakkan wajah herannya dan sedikit memiringkn kepalanya.

"Dia yang memberitahuku, Baiklah karena oppamu sangat baik aku akan memberimu ekstra, apa yang kau mau?"

"Haa? Benarkah kalau begitu bisa tambah susu coklatnya ahjuma, hehe gomawo," Gyu memekik senang mendengar penawaran ekstra dari ahjuma kantin, karena saat ini memang dia sedang sangat lapar.

"Hmm, adik kakak memang sama sama ramah dan sopan," kata ahjuma itu pelan namun masih bisa didengar oleh Gyu meskipun jarak mereka sekarang sudah 5m ditambah kebisingan dikantin saat ini...

"Yaak, Miiir! Dimana Taemin?" tanya Gyu yang saat ini sudah berada tepat didepan Mir.

"Dia sedang mengambil makanan, Gyurie kudengar kau tadi terjatuh,"

"Ahaha, kau tahu dari siapa Mir?" katanya sambil mengaduk aduk makanannya, dan mulai memasukkan nasi ke mulutya

"Dari Taecyeon hyung saat kami keluar kelas, dia menceritakannya padaku sepertinya dia sangat menyangimu, sampai sampai tidak boleh ada sedikitpun goresan," kata Mir mengagkat bahunya. Gyu yang mendengar penuturan Mir tersedak betapa childish oppanya.

Sementara itu dari kejauhan terlihat dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.

"Ayo makan disini," ajak Henry

"Ani, aku ingin makan disana," menunjuk meja yang saat ini dipakai Mir dan Gyurin dengan dagunya, terlihat dari sana sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama "Kau pikir itu namjachingunya?"

"I don't know Kkamjong, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta," kata Hanry mulai melangkahkan kakinya menuju meja Gyurin, namun dihalangi oleh kaki Kai karena kedua tangannya sedang membawa nampan "What are you doing?"

"Kesanalah! Bukankah kau bilang ingin ketempat yeoja itu?" menarik tangan Kai, menuju meja Gyu dan Mir.

"Yakk, hyung! Ato kita makan di sana," tiba tiba pekik Sehun bersamaan dengan Tao datang.

"Yaak! Dia mau makan di dekat yeoja itu," celetuk Henry dengan tampang super junior kulitnya jadi eksotis #abaikan polos tanpa dosa tanpa memikirkan ancaman yang sudah mengitainya saat ini dari seorang namja berkulit exotics(?)

"Diam kau mochi!"

"Disana? Ayo kita segera kesana," celetuk Tao tiba tiba yang membuat Kai terkejut karena tangnnya juga ikt ditarik.

Tiba tiba lima orang datang menghampiri meja yng saat ini ditempati Mir dan Gyurin -

"HAII," kata lima orang itu bersamaan, hal ini membuar Mir dan Gyurin menoleh kearah sumber suara itu. Sedang kan sumber suara itu menoleh secra bersamaan yang tidak lain Kai dan Taemin, sedangkan Sehun dan Tao sedangkan Henry duduk disamping kanan Gyu tepat didepan Mir, Kai yang saat ini duduk disamping kiri Gyu tepat didepan Taemin , para penonton drama kecil ini hanya bisa terbengong begitu tersadar akan pemandangan didepan mereka.

"AAAAAAAA! HAAANTTUUU!," teriak keduanya secara bersamaan, sedangkan ke 5 temannya yang saat duduk hanya bisa melindungi telinganya dari teriakan merdu keduanamja ini.

"Yaaakk! Itu bukan hantu Minnie – ah, Kai! kau lihat kaki kalian masih menapak tanah? Eh ternyata kalian sangat mirip! Pantas saja tadi wajahmu sangat familiar hampir seperti saudara kembar," kata Gyu sambil mengambil minuman kotakknya. Sedangkan Taemin dan Kai hanya bisa tercengang melihat keanehan ini.

"Ahahaha, kalian memang sangat mirip tapiii – " kata Mir menggantung dan membuat Henry menyahut tanpa diminta (lama lama dipanggilin tukang listrik gegara nyahut mullu kerjanya).

"Tidak apa apa, pasti kau akan mengatakan perbedaan yang sangat mencolok dari mereka, itu kenyataan jadi katakan saja agashi," saat ini Henry hanya berusaha meyakinkan Mir dengan tampang serius yang sebenarnya masih belum bisa disebut serius, karena wajahnya memang imut. Mir hanya memasang tampang kaget "Kau bisa baca pikiranku, eoh umm - ?"

"Ahahaha, Henry. Cho Henry, tenang saja agashi, semua orang didunia ini bisa mengetahui perbedaan mencolok dari mereka katakan saja,"

"Itu benar katakan saja, aku tidak tega untuk mengatakannya karena aku lebih muda darinya, bisa bisa aku dihajar saat sampai rumah, eh perkrnalkan aku Oh Sehun" celetuk Sehun menatap Mir.

"Akhuu, Thauu –" sambung seseorang tapi tidak dimengerti oleh Mir, "Yaak! Telan dulu yang ada di mulutmu itu, menjijikkan sekali!" bentak Henry merasa risih. Saat ini kedua pusat perbincangan hanya terdian berdiri ditempat mereka, tanpa ada satupun kaliat yang terucap. Glek semua yang ada didalam mulut Tao sudah ditelannya, Mir memandangnya dengantatapan heran tapi mulutnya menyunggingkan cengiran khasnya 'sepertinya tanpa dia kunyah' batin mir mulai bercicara(?), tapi hatinya merasa senang, bukan tapi sangat teramat senang memiliki teman baru yang begitu hangat

"Ahehehe, Mianhe aku Wu Zhitao, panggil Tao saja, cepat agashi katakan apa yang ada didalam hatimu paling dalam, aku mendukungmu sepenuh hati,"

"Ahahaha, benarkah? Tapi bisakah kalian memanggilku Mir saja? Namaku Yang Mir, salam kenal. Masalah itu perbedaan kalian seperti kertas hitam dan putih," kata Mir hati hati, namun hanya disambut tawa keras oleh Henry. Tanpa disadari Gyu menarik ujung serangan mereka, agar duduk karena dia udah menyadari tatapan mata dari yang lainnya. BRUUK – kedua orang ini sudah terduduk masih dengan keadaan diam.

"Yaak! Waktu istirahat hampir habis, dan kalian belum memakan makanan kalian. Baiklah aku akan meluruskan sesuatu. Yaakk! Minne – ah, orang yang didepanmu ini adalah Kim Jongin atau Kai dan Kai yang didepanmu ini adalah Lee Taemin! Apa kalian paham? Aisshh kenapa aku memiliki teman seperti ini," pernyataan Gyu hanya disambut dengan anggukan kaku keduanya, meski memang sudah ada aktifitas dari mereka tidak seperti tadi.

"Umm, salam kenal ya Taemin,"

"Ahahaha, iy – iya salam kenal juga Kai," balas Taemin hambar.

"Waaahh, kalian bear benar mirip! Baiklah hari ini kita akan menjadi teman setuju," teriak Tao, Mir hanya memasang tampang kagetnya dan dengan polosnya bertanya .

"Ka – ka – Kalian mau berteman denganku," tanyanya dengan menunjuk hidungnya sendiri lainnya heran mendengar hal ini, namun tidak bagi Gyu dan Taemin.

"Yaakk! Mir jangan selalu bertanya seperti itu!" celetuk Taemin, mulai risih dengan pertanyaan Mir, karena Taemin memang orang yang sangat peduli dengan temannya, dia tidak mau Mir terus menerus memandang dirinya ini berbeda, dan tidak ada yang mau berteman dengannya karena perbedaan kulit yang dia miliki

"Baiklah, kita teman, dan Mir aku tidak mau kau mengatakan hal itu sekali lagi! Oooh, ayolah kulitmu itu normal kau tahu, mereka hanya iri denganmu, dan jangan dngarkan omongan orang yang tidak berguna itu,"

"Mir – ah, kami ini temanmu dan kami semua mau menjadi temanmu! Memangnya siapa yang akan mengatai kulit putihmu ini?! Aku akan menghajarnya," celetuk Gyu dengan tampang mantapnya.

"Eh, ternya ta kulitmu memang sangat putih tapiii, itu sangat baguuus!" seru Henry senang, karena kulit mereka ditambah Taemin tidak kalah jauh bedanya, namun lebih terlihat cerah milik Henry sedangkan Taemin dan Mir memiliki kulit pucat.

...

...